Jurnal Studi Al-Qur'an
Not a member yet
    245 research outputs found

    Abrogasi dalam Alquran: Studi Nasikh dan Mansukh

    Get PDF
    This article is about a central theme in the study of Ulumul Qur'an, Nasikh and Mansukh. The Urgency of this studies is  to know the dynamics of a law in holly Qur’an. This study use  literature study Approach. The conculsion of this study is Nasakh only occurs on the command (amr) and the prohibition (nahyi), whether expressly expressed and clearly expressed by the sentence of the message intended to command or  prohibition (khabar bi ma’na al amr awal nahy), as long as it is not related to aqidah, the substance of God and the attributes of God, in The holly Qur’an, the apostles, the hereaftre, and also not related to ethics or morals or with the subjects of worship and muamalat. Keywords: Nasikh and Mansukh, Amr and Nahy, Ulumul Qur’an Abstrak Artikel ini hendak mengulas sebuah tema pokok dalam kajian Ulumul Qur’an yakni Nasikh dan Mansukh. Urgensi kajian Nasikh dan Mansukh untuk mengetahui dinamika suatu hukum. Pendekatan yang dilakukan adalah denga studi pustaka. Studi terkait Nasikh dan Mansukh memberikan kesimpulan bahwa Nasakh hanya terjadi pada perintah (amr) dan larangan (nahyi), baik yang diungkapkan dengan tegas dan jelas maupun yang diungkapkan dengan kalimat berita yang bermaksud perintah atau larangan (khabar bi ma’na al amr awal nahy), selama tidak berhubungan dengan akidah, zat Allah dan sifat-sifat Allah, kitab-kitab Allah, para Rasul, hari kiamat, dan juga tidak terkait dengan etika atau akhlak atau dengan pokok-pokok ibadah dan muamalat. Kata Kunci: Nasikh dan Mansukh Amr dan Nahyi, Ulumul Qur’an  Artikel ini hendak mengulas sebuah tema pokok dalam kajian Ulumul Qur’an yakni Nasikh dan Mansukh. Urgensi kajian Nasikh dan Mansukh untuk mengetahui dinamika suatu hukum. Pendekatan yang dilakukan adalah denga studi pustaka. Studi terkait Nasikh dan Mansukh memberikan kesimpulan bahwa Nasakh hanya terjadi pada perintah (amr) dan larangan (nahyi), baik yang diungkapkan dengan tegas dan jelas maupun yang diungkapkan dengan kalimat berita yang bermaksud perintah atau larangan (khabar bi ma’na al amr awal nahy), selama tidak berhubungan dengan akidah, zat Allah dan sifat-sifat Allah, kitab-kitab Allah, para Rasul, hari kiamat, dan juga tidak terkait dengan etika atau akhlak atau dengan pokok-pokok ibadah dan muamalat. Kata Kunci: Nasikh dan Mansukh Amr dan Nahyi, Ulumul Qur’an &nbsp

    Motivasi Pemakaian Jilbab Mahasiswi Islam Universitas Negeri Jakarta

    Get PDF
    The purpose of this research is to discover what the motivation factors of wearing the scrafts that encourage the students of islamic studies in Universitas Negeri Jakarta on using this essential scrafts are, particularly those who use it as the beginner since they get involved in the university. This research use the method of descriptive qualitative, which utilizes the observation, interviews, documentation, and reference as the techniques of gathering the data. The main theory which is used to be analysed on this research is the statement mentioned by Drs. H. Abu Ahmadi, he said that the factors that bring about an emerging the motivation are biogenetic, socio genetic, and teo genetic. Furthermore, Muhammad Izzudin Taufiq mentioned that motivation is one of the definition which pointed out some confusion which emerge due to psychological imbalance. The research conclude that motivational psychology is the main factor to the desire of wearing the head scraft for female university students.  Keywords: Use of hijab, the Muslim Student, UNJ  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor motivasi yang mendorong mahasiswi Islam Universitas Negeri Jakarta dalam memakai jilbab, khususnya yang baru memakai jilbab semenjak memasuki kampus tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Teori utama yang digunakan sebagai alat analisa dalam penelitian ini adalah teori yang diungkapkan oleh Drs. H. Abu Ahmadi, bahwa faktor yang mempengaruhi munculnya motivasi karena biogenetis, sosiogenetis, dan teogenetis. MenurutMuhammad Izzudin Taufiq, bahwa motivasi merupakan satu definisi keniscayaan yang menunjukkan keterguncangan yang timbul karena adanya ketidakseimbangan psikologis. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa faktor motivasi psikologis merupakan faktor utama mahasiswi Islam Universitas Negeri Jakarta dalam memutuskan untuk memakai jilbab.  Kata Kunci : Pemakaian Jilbab,  Mahasiswa Muslim, UN

    Pengarusutamaan Islam Nusantara Melalui PAI dalam Perspektif Dosen PAI UNJ

    Get PDF
    This write intend to describe persective of lecture islamic education inside mainstreaming Islam Nusantara which accord with principle of tawazun, tasamuh, itidal and tawasuth. Islam Nusantara will be strength to against vorious extreme influence who try to transmit by militant groups. By putting forward the substance of Islamic values not a textual understanding from al Qur’an and hadith but adapted to historical psycho-socio-socioeconomic and conditional. Islam Nusantara as peaceful religious expression and uphold the values of civilization should continue to be developed among Indonesian Muslims. For that the duty of religious teachers and lecturers of religion for intoduce concept of Islam Nusantara appropriately, so as not to cause debate and conflict among Muslims themselves.  Keywords : Islam Nusantara, PAI, Mainstreaming Abstrak Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan perspektif dosen PAI dalam pengarusutamaan Islam Nusantara yang sesuai dengan prinsip tawazun, tasamuh, itidal dan tawasuth. Islam Nusantara akan menjadi kekuatan untuk melawan berbagai pengaruh ekstrim yang coba ditularkan oleh kelompok-kelompok militan. Dengan mengedepankan substansi nilai-nilai Islam bukan pemahaman yang sebatas tekstual dari al Qur’an dan Hadits semata tetapi disesuaikan dengan psiko-sosio historis dan kondisional. Islam nusantara sebagai sebuah ekspresi keagamaan yang damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberadaban perlu terus dikembangkan di kalangan umat Islam Indonesia. Untuk itu tugas guru agama dan dosen agama untuk memperkenalkan konsep Islam nusantara secara tepat, sehingga tidak menimbulkan perdebatan dan konflik antar umat islam sendiri.  Kata Kunci: Islam Nusantara, PAI, PengarusutamaanPenulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan perspektif dosen PAI dalam pengarusutamaan Islam Nusantara yang sesuai dengan prinsip tawazun, tasamuh, itidal dan tawasuth. Islam Nusantara akan menjadi kekuatan untuk melawan berbagai pengaruh ekstrim yang coba ditularkan oleh kelompok-kelompok militan. Dengan mengedepankan substansi nilai-nilai Islam bukan pemahaman yang sebatas tekstual dari al Qur’an dan Hadits semata tetapi disesuaikan dengan psiko-sosio historis dan kondisional. Islam nusantara sebagai sebuah ekspresi keagamaan yang damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberadaban perlu terus dikembangkan di kalangan umat Islam Indonesia. Untuk itu tugas guru agama dan dosen agama untuk memperkenalkan konsep Islam nusantara secara tepat, sehingga tidak menimbulkan perdebatan dan konflik antar umat islam sendiri.  Kata Kunci: Islam Nusantara, PAI, Pengarusutamaa

    Proses Pelaksanaan Bimbingan Mental Keagamaan Anggota Kepolisian di Polres Metro Jakarta Timur

    Get PDF
    The purpose of this study is as follows: To describe and analyze the planning and implementation of the achievement of the objectives, methods and materials of religious mental guidance in East Jakarta Metro Police. The method used is a qualitative approach. Some of the data collection techniques used were interviews, observation and field notes. This research was conducted for two months from April to May 2016. The research uses the theory from Zakiyah Darajat who said that religious mentality mentorship is an activity for educating people's moral in order to be similar with islamic doctrine. It means that by undertaking mentorship, people will unconsciously use religion as their guidelines for their behaviour, habits and their day-to-say activities. The study concluded that the implementation process of religious mental guidance in east Jakarta Metro Police has two stages, the first is the planning of activities, and the second phase of implementation. Keywords: Execution, Religious Mentality Mentorship, Police. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan dan pelaksanaan pencapaian tujuan, metode dan materi dari bimbingan mental keagamaan di Polres Metro Jakarta Timur. Adapun metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara, observasi dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan dari April sampai Mei 2016. Penelitian ini menggunakan Teori Zakiyah Darajat yang mengatakan bahwa bimbingan mental keagamaan merupakan kegiatan membina moral/mental seseorang kearah yang sesuai dengan ajaran agama. Artinya setelah pembinaan itu terjadi, orang dengan sendirinya akan menjadikan agama sebagai pedoman dan pengendalian, tingkah laku, sikap dan gerak-geriknya dalam hidup Hasil penelitian menyimpulkan bahwa proses pelaksanaan bimbingan mental keagamaan di polres metro Jakarta timur memiliki dua tahap, pertama adalah tahap perencanaan kegiatan, dan kedua tahap pelaksanaan kegiatan.  Kata Kunci: Pelaksanaan Bimbingan, Mental Keagamaan, Kepolisian.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan dan pelaksanaan pencapaian tujuan, metode dan materi dari bimbingan mental keagamaan di Polres Metro Jakarta Timur. Adapun metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara, observasi dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan dari April sampai Mei 2016. Penelitian ini menggunakan Teori Zakiyah Darajat yang mengatakan bahwa bimbingan mental keagamaan merupakan kegiatan membina moral/mental seseorang kearah yang sesuai dengan ajaran agama. Artinya setelah pembinaan itu terjadi, orang dengan sendirinya akan menjadikan agama sebagai pedoman dan pengendalian, tingkah laku, sikap dan gerak-geriknya dalam hidup Hasil penelitian menyimpulkan bahwa proses pelaksanaan bimbingan mental keagamaan di polres metro Jakarta timur memiliki dua tahap, pertama adalah tahap perencanaan kegiatan, dan kedua tahap pelaksanaan kegiatan.  Kata Kunci: Pelaksanaan Bimbingan, Mental Keagamaan, Kepolisian

    Kesederhanaan Pribadi Nabi Muhammad dan Aplikasinya Dalam Fakta Sosial: (Sebuah Kajian Nilai Al-Qur’an dan Hadis)

    Get PDF
    The peper speeching about: “Simplicity Personal of Prophet Muhammad and Its Application in Social Factsâ€. Psychological of Prophet already ingrained from childhood to adulthood, with the emergence of consciousness, initiative, creative, empathetic, as joining to help his uncle Abdul Muttalib lighten the work of his uncle, so his grandfather and his uncle unfortunately, to himself as a substitute for parents. Will allow the Prophet for scuba. This personality produced social intraction both to individuals or to the public, such as the Prophet has reconciled the dispute among the tribes when want to return the stone of the black stone to the place of beginning, and others. But that personality, although after appointed a prophets and apostles and became leader the ummat in one islamic state, turns social intercourse prophet still an humble, earthy, and egaliter. It, many in deed prophet memasyarakat, sit with his people bitter tasting and delighted together. Prophet not use his authority to enrich up--and but he was more prioritizing everybody else than himself and his family

    Dekonstruksi Histori Hadis

    Get PDF
    This paper calls for a deconstruction of the hadith, since historical rationalization and historical accounting methods tend to rely only on the method of sanad criticism, propelled by scholars of hadith in the second and third centuries of the Hijri century. This also needs to be done because there are mistakes interpretation of the sunnah and the desire pemembangaan understanding of Muslims so as to close the progress of Muslims in berkehidupan. In the history of Muslims, the reliability of ulumul hadith has never been a meaningful challenge from Islamic scholars. There are some scholars who doubt its reliability but have no meaningful sympathy from Muslims, therefore it is necessary to adopt Western thinkers' efforts in researching Islamic scholarship as motivation in obtaining the accuracy of Islamic teachings, by seeking alternative new methods such as the necessity of deconstruction and reconstruction against hadith.  Keywords: Hadith, Deconstruction, Reconstruction  Abstrak Tulisan ini menghendaki adanya dekonstruksi terhadap hadis, karena rasionalisasi sejarah  dan metode pembukuan sejarah cenderung hanya mengandalkan metode kritik sanad saja,  yang digerakkan ulama hadis pada abad paruh kedua dan paruh abad ketiga Hijriah. Hal ini juga perlu dilakukan karena ada kesalahan-kesalahan interpretasi terhadap sunnah dan keinginan pelembangaan pemahaman umat Islam sehingga menutup kemajuan umat Islam dalam berkehidupan. Dalam sejarah umat Islam, reliabilitas ulumul hadis tidak pernah mendapat tantangan berarti dari sarjana Islam. Ada beberapa sarjana yang meragukan reliabilitasnya, tapi tidak mendapat simpati berarti dari umat Islam, oleh karena itu perlu untuk mengadopsi upaya pemikir Barat dalam  meneliti keilmuan Islam sebagai motivasi dalam mendapat keakurasian referensi ajaran Islam, dengan mencari  alternatif metode-metode baru seperti perlunya dekonstruksi dan rekonstruksi terhadap hadis.  Kata Kunci : Hadis, Dekontruksi, Rekonstruks

    Nothing to Fear: Misreading the Ulama’s Fatwa and its Legal Effect on Indonesian Society

    Get PDF
    The relation between the state and ulama in Indonesia is intriguing, especially with regards to issuing fatwa and the people’s response and perception towards the consequences it may have on their civil and/or religious obligations. This paper aims to examine the phenomenon of fatwa by ulama on several matters, the development of fatwa by the Indonesian Ulama Council (MUI), and the result of the fatwa issuance in causing the societal confusion and controversy through time. It is argued that the fatwas issued by the MUI operate more as an official religious discourse rather than legally binding or affecting individual’s civil obligation. It is summed up that the fatwas are to a great extent simply a religious decree which can be accepted or rethought, and has no consequences on legal civil rights and obligation. The worry and controversy of the Indonesian Muslims are driven by the fact that it is an officially established religious institution and the ulama body which are highly regarded by many Muslims. In addition, there is neither strong connection nor absence of influence between the state and the ulama. The situation is not fixed and may change depending on the dynamics that take place in the level of state, social-culture, and religion

    Orientalisme Romantis: Imajinasi Tentang Timur Sebelum Edward Said

    Get PDF
    Orientalism is a 1978 book by Edward W. Said, in which Said studies the cultural representations that are the bases of Orientalism, the West's patronizing perceptions and fictional depictions of "The East" — the societies and peoples who inhabit the places of Asia, North Africa, and the Middle East. Orientalism, the Western scholarship about the Eastern World, was and remains inextricably tied to the imperialist societies who produced it, which makes much Orientalist work inherently political and servile to power, and thus intellectually suspect.Orientalism is the exaggeration of difference, the presumption of Western superiority, and the application of clichéd analytical models for perceiving the Oriental world. As such, Orientalism is the source of the inaccurate, cultural representations that are the foundations of Western thought and perception of the Eastern world, specifically about the region of the Middle East. The principal characteristic of Orientalism is a “subtle and persistent Eurocentric prejudice against Arab–Islamic peoples and their cultureâ€, which prejudice derives from Western images of what is Oriental (cultural representations) that reduce the Orient to the fictional essences of “Oriental peoples†and “the places of the Orientâ€; such cultural representations dominate the communications (discourse) of Western peoples with non–Western peoples. Orientalism proposes that much of the Western study of Islamic civilization was an exercise in political intellectualism; a psychological exercise in the self-affirmation of “European identityâ€; not an objective exercise of intellectual enquiry and the academic study of Eastern cultures. Therefore, Orientalism was a method of practical and cultural discrimination that was applied to non-European societies and peoples in order to establish European imperial domination

    Pemikiran Keislaman Tokoh Sosialis: (Studi Kasus Soekarno Dan Gamal Abdul Nasser)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran keislaman dua tokoh besar dari negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Kedua tokoh fenomnal tersebut, Soekarno dan Gamal Abdul Nasser memiliki beberapa persamaan yang menarik untuk dikaji di antaranya sama-sama pernah menjadi presiden dan berpengaruh dalam dunia perpolitikan Internasional. Penelitian ini menggunakan metode kuanlitatif dengan kajian pustaka. Temuan dari penelitian ini adalah mengungkap bahwa kedua tokoh tersebut sangat erat intelektualitasnya terkaiat dengan ajaran-ajaran Islam. Pemikiran keislaman dari kelompok Islam sosialis dapat direpresentasikan dari pemikiran tokoh-tokoh sosialis Muslim yang mengintegrasikan pemikiran sosialisme modern dengan nilai-nilai keagamaan Islam. Contoh representasi pemikiran keislaman sosialis dapat dilihat dari Soekarno dan Gamal Abdul Nasser.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran keislaman dua tokoh besar dari negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Kedua tokoh fenomnal tersebut, Soekarno dan Gamal Abdul Nasser memiliki beberapa persamaan yang menarik untuk dikaji di antaranya sama-sama pernah menjadi presiden dan berpengaruh dalam dunia perpolitikan Internasional. Penelitian ini menggunakan metode kuanlitatif dengan kajian pustaka. Temuan dari penelitian ini adalah mengungkap bahwa kedua tokoh tersebut sangat erat intelektualitasnya terkaiat dengan ajaran-ajaran Islam. Pemikiran keislaman dari kelompok Islam sosialis dapat direpresentasikan dari pemikiran tokoh-tokoh sosialis Muslim yang mengintegrasikan pemikiran sosialisme modern dengan nilai-nilai keagamaan Islam. Contoh representasi pemikiran keislaman sosialis dapat dilihat dari Soekarno dan Gamal Abdul Nasser

    Berbagai Pembacaan al-Qur’an Kontemporer

    Get PDF
    oai:jurnalunj.journal.unj.ac.id:article/1257The different interpretations of the holy texts of the Qur'an further broaden the horizon of Muslim understanding of the content of God's messages on the one hand. But on the other hand, the greater the interpretation if not accompanied by an attitude of openness will lead to idiologization (talwiin) to certain understandings arising from that interpretation. Such an idiologisation will elicit a blind and faithless fanatic attitude in religion. Violence in the name of religion and the various conflicts among fellow Muslims recorded in the history of Islam from the past until now is concrete evidence of the negative effects of an interpretation. Therefore this paper is present to provide a comprehensive picture of the recitation of the Qur'an.  Keywords: Al-Qur'an, Contemporary Tafsir, Interpretation  Abstrak Perbedaan penafsiran terhadap teks suci al-Qur’an semakin memperluas horizon pemahaman umat Islam tentang kandungan pesan-pesan Tuhan di satu sisi. Namun di sisi lain, semakin banyaknya penafsiran tersebut apabila tidak dibarengi dengan sikap keterbukaan akan menimbulkan idiologisasi (talwiin) terhadap pemahaman-pemahaman tertentu yang muncul akibat penafsiran itu. Idiologisasi tersebut akan memunculkan sikap fanatik buta dan ketertutupan dalam beragama. Kekerasan atas nama agama dan berbagai konflik antar sesama pemeluk Islam yang tercatat dalam sejarah Islam dari dulu hingga sekarang adalah bukti kongkrit efek negatif sebuah penafsiran. Oleh karena itu tulisan ini hadir untuk memeberikan gambaran yang komprehensif terhadap pembacaan al-Qur’an.  Kata Kunci: Al-Qur’an, Tafsir Kontemporer, PenafsiranAbstrak Perbedaan penafsiran terhadap teks suci al-Qur’an semakin memperluas horizon pemahaman umat Islam tentang kandungan pesan-pesan Tuhan di satu sisi. Namun di sisi lain, semakin banyaknya penafsiran tersebut apabila tidak dibarengi dengan sikap keterbukaan akan menimbulkan idiologisasi (talwiin) terhadap pemahaman-pemahaman tertentu yang muncul akibat penafsiran itu. Idiologisasi tersebut akan memunculkan sikap fanatik buta dan ketertutupan dalam beragama. Kekerasan atas nama agama dan berbagai konflik antar sesama pemeluk Islam yang tercatat dalam sejarah Islam dari dulu hingga sekarang adalah bukti kongkrit efek negatif sebuah penafsiran. Oleh karena itu tulisan ini hadir untuk memeberikan gambaran yang komprehensif terhadap pembacaan al-Qur’an.  Kata Kunci: Al-Qur’an, Tafsir Kontemporer, Penafsira

    186

    full texts

    245

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Studi Al-Qur'an
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇