Jurnal Studi Al-Qur'an
Not a member yet
245 research outputs found
Sort by
Evaluasi Pelaksanaan Bimbingan Mental Kerohanian Islam dalam Meningkatkan Etos Kerja Anggota TNI AD: Studi Kasus Komando Resort Militer 052 Tangerang
The purpose of this article is knowing how much evaluation about the implementation of spritual mental guidance of Islam in improving work ethic of TNI AD members in Korem 052 Tangerang. The spiritual mental guidance of Islam is an activity that do by each military headquarters that aims to increase the value of Islam into an TNI AD. However, Military Resort Command (Korem) 052 Tangerang is the largest headquarter that shades several Koramil located in Tangerang, North Jakarta and West Jakarta. The approach in this research using descriptive qualitative approach with the respondents are the bintal management (mental guidance) and some members of Korem 052 who are muslim. This research obtains some important points about evaluation of the implementation of spritual mental guidance of Islam in improving work ethic.
Keywords : Islamic Guidence, Work Ethic, Komando Resort Militer (Korem) 052 Tangerang
Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar evaluasi pelaksanaan bimbingan mental kerohanian Islam dalam meningkatkan etos kerja anggota TNI AD di Korem 052 Tangerang. Bimbingan mental kerohanian Islam adalah kegiatan yang dilakukan oleh tiap markas militer yang bertujuan untuk meningkatkan nilai nilai Islam kedalam diri seorang prajurit TNI AD. Sedangan Komando Resort Militer (Korem) 052 Tangerang adalah markas Terbesar yang menaungi beberapa koramil yang berada di Tangerang, Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan responden adalah para pengurus bintal (bimbingan mental) dan beberapa anggota Korem 052 yang beragama Islam. Penelitian ini menghasilkan beberapa poin penting mengenai evaluasi pelaksanaan bimbingan mental kerohanian Islam dalam peningkatan Etos Kerja.
Kata Kunci: Bimbingan Mental Kerohanian Islam, Etos Kerja, Komando Resort Militer (Korem) 052 Tangerang.
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar evaluasi pelaksanaan bimbingan mental kerohanian Islam dalam meningkatkan etos kerja anggota TNI AD di Korem 052 Tangerang. Bimbingan mental kerohanian Islam adalah kegiatan yang dilakukan oleh tiap markas militer yang bertujuan untuk meningkatkan nilai nilai Islam kedalam diri seorang prajurit TNI AD. Sedangan Komando Resort Militer (Korem) 052 Tangerang adalah markas Terbesar yang menaungi beberapa koramil yang berada di Tangerang, Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan responden adalah para pengurus bintal (bimbingan mental) dan beberapa anggota Korem 052 yang beragama Islam. Penelitian ini menghasilkan beberapa poin penting mengenai evaluasi pelaksanaan bimbingan mental kerohanian Islam dalam peningkatan Etos Kerja.
Kata Kunci: Bimbingan Mental Kerohanian Islam, Etos Kerja, Komando Resort Militer (Korem) 052 Tangerang
Gender dan Eksistensialisme Sartre
This paper discusses gender and it’s relation beside on Jean Paul Sartre's theory of existentialist philosophy. The method uses in this peaper is analytical and comparative descriptions of the thoughts and ideas of both the flow of feminism with regard to gender, as well as with human existence and its existence according to Sartre. The conclusions and findings that the authors present in this study is the suitability of the idea of ​​feminism on women's gender with the notion of existentialism, especially those initiated by Sartre. Where a woman feels her existence exists and feels her own, then she has the potential to sue what the tradition has already modified to her.
Keywords: Gender, Existentialism, Feminism
Abstrak
Penelitian ini membahas gender dan kaitannya dengan teori filsafat eksistensialisme berdasarkan teori Jean Paul Sartre. Metode menggunakan adalah kualitatif deksripsi analitis dan komparatif mengenai pemikiran dan gagasan baik dari aliran feminism berkaitan dengan gender, maupun dengan keberadaan manusia dan eksistensinya menurut Sartre. Dalam tulisDi antara kesimpulan dan temuan yang penulis hadirkan dalam penelitian ini adalah kesesuaian gagasan feminisme mengenai gender wanita dengan paham eksistensialisme, terutama yang digagas Sartre dengan sampel penelitian masyarakat Mbojo NTB. Di mana wanita ketika merasa eksistensinya ada dan dirasakannya sendiri, maka dia memiliki potensi untuk menggugat apa yang sudah dikodratkan oleh tradisi kepadanya.
Kata Kunci: Gender, Eksistensialisme, FeminismePenelitian ini membahas gender dan kaitannya dengan teori filsafat eksistensialisme berdasarkan teori Jean Paul Sartre. Metode menggunakan adalah kualitatif deksripsi analitis dan komparatif mengenai pemikiran dan gagasan baik dari aliran feminism berkaitan dengan gender, maupun dengan keberadaan manusia dan eksistensinya menurut Sartre. Dalam tulisDi antara kesimpulan dan temuan yang penulis hadirkan dalam penelitian ini adalah kesesuaian gagasan feminisme mengenai gender wanita dengan paham eksistensialisme, terutama yang digagas Sartre dengan sampel penelitian masyarakat Mbojo NTB. Di mana wanita ketika merasa eksistensinya ada dan dirasakannya sendiri, maka dia memiliki potensi untuk menggugat apa yang sudah dikodratkan oleh tradisi kepadanya
Pemanfaatan Internet Dalam Meningkatkan Hasil Belajar PAI Siswa (Studi Kasus Siswa Kelas X Smk Negeri 7 Jakarta Timur)
This research is motivated by the development of communication technology that affect the education aspect. That impicated to role with the emergence of constructivist approach in the world of education.Students required to be more active in finding sources of learning as books, journals, articles and utilizing Internet learning media. The method used in this research is Classroom Action Research method using test method, observation and documentation, by using Gagne and Briggs theory about learning outcomes consisting of intellectual skills, cognitive skills, verbal information, motor skills and attitude. The study of classroom action was carried out two cycles with the research subjects of 60 students consisting of X TR 2 totaling 29 people (10 women and 19 men) and X CP 2 consisting of 31 people (6 women and 25 men) . The results of internet utilization in improving student learning outcomes on Prasiklus 41.3%, the first cycle of 80.6% and cycle II of 90.9% with very good category. These results indicate by utilizing the internet can improve and improve the implementation of learning process and student learning outcomes.
Keywords: Implementation Learning, Education, Religious Education
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi informasi komunikasi yang mempengaruhi aspek pendidikan.Terjadi pergeseran peran dengan munculnya pendekatan konstruktivistik dalam dunia pendidikan yaitu siswa yang berperan di dalam kelas sedangkan peran guru di kelas hanya sebagai kolaborator dan fasilitator dalam belajar. Sehingga, Siswa dituntut untuk lebih aktif dalam mencari sumber belajar baik melalui buku, jurnal, artikel dan memanfaatkan media pembelajaran internet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan metode tes, observasi dan dokumentasi, dengan menggunakan teori Gagne dan Briggs tentang hasil belajar yang terdiri dari keterampilan intelektual, keterampilan kognitif, informasi verbal, keterampilan motorik dan sikap. Peneitian tindakan kelas dilaksanakan dua siklus dengan subyek penelitian 60 siswa yang terdiri dari X TR 2 berjumlah 29 orang (10 orang perempuan dan 19 orang laki-laki) dan X CP 2 terdiri dari 31 orang (6 orang perempuan dan 25 orang laki-laki). Hasil penelitian pemanfaatan internet dalam meningkatkan hasil belajar PAI siswa pada prasiklus 41,3%, siklus I sebesar 80,6% dan siklus II sebesar 90,9% dengan kategori sangat baik. Hasil ini menunjukkan dengan memanfaatkan internet dapat memperbaiki serta meningkatkan pelaksanaan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Kata kunci: Pemanfaatan Media Pembelajaran, Hasil Belajar, PA
Upaya Ikatan Remaja Masjid Jami Nurul A’la dalam Mencegah Kenakalan Remaja di Jatiluhur Jatiluhur Jatiasih Bekasi
This study aims to describe and analyze attempts Youth Association the Jami Mosque Nurul A'la in preventing juvenile delinquency, programs conducted by Irmana in preventing juvenile delinquency. In this study, the approach taken is through a qualitative approach. Results of this study indicate that the Youth Association the Jami Mosque Nurul A'la have succeeded in preventing juvenile delinquency Jatilahur Jatiasih Bekasi area is to encourage the youth to participate in positive activities held Irmana, such as holding lectures, reviewing books, orphans , charity, and fasting together. Through several activities that teenagers who behave inappropriately, changing gradually into a better direction
Radikalisme, Liberalisme dan Terorisme: Pengaruhnya Terhadap Agama Islam
Focuses this study is the issues of radicalism, liberalism and terrorism . The world today more famaous with issues of extremism, fondametalism and radicalism. Crime or violence is a phenomenon that we often hear and see, both in mass media and in reality around our environment and society. The latest news and a warm discussion, audiences and mass media and electronics is terrorism. Terrorism is always synonymous with terror, violence, extremism and intimidation, which often leads to negative consequences of casualties. The research entitled "Radicalism, Liberalism And Terrorism: Its Influence to Islam" examines the phenomena occurring in the world both in general and from issues of extremism, fondametalism and religious radicalism. This Researchers review descriptive method is a method in researching the setatus of human groups, conditions, systems of thought, or phenomenon at this time. With the aim of making a systematic, factual and accurate description of the facts, traits and relationships among the phenomena under investigation
Keywords: Radicalism, Liberalism, Terrorism, Religious,
Abstrak
Penelitian ini lebih fokus kepada isu-isu radikalisme, liberalism dan terorisme yang berkembang akhir-akhir ini. Dunia sedang digoncang dengan isu-isu ekstremisme, fondametalisme dan radikalisme. Kejahatan atau kekerasan adalah suatu fenomena yang sering kita dengar dan lihat, baik di media massa maupun realitas yang ada di sekitar lingkungan dan masyarakat kita. Kabar terbaru dan yang hangat dibicarakan, khalayak serta media massa dan elektronik yaitu terorisme. Terorisme selalu identik dengan teror, kekerasan, ekstrimnitas dan intimidasi sehingga seringkali menimbulkan konsekuensi negatif menjatuhkan korban yang banyak. Penelitian yang berjudul “Radikalisme, Liberalisme Dan Terorisme: Pengaruhnya Terhadap Agama Islam†ini mengkaji tentang fenomina yang terjadi di dunia baik secara umum maupun dari isu-isu ekstremisme, fondametalisme dan radikalisme agama. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang merupakan suatu metode dalam meneliti setatus kelompok manusia, kondisi, sistem pemikiran, ataupun fenomina pada saat ini.
Kata Kunci: Radikalisme, Liberalisme, Terorisme Agam
Wahdat Al Wujud Dan Insan Kamil Menurut Ibnu Al Arabi: ( Kajian Tasawuf Modern)
Doktrin Wahdat Al-Wujud Inbu al-‘Arabi telah membangkitkan perdebatan adalah hubungan ontologis antara Tuhan dan alam. Pesoalan inilah yang menjadi bahan kajian ilmiah yang menarik bagi para ilmuan, baik para orientalis maupun para ilmuan Muslim sendiri. Berbeda dengan Abu Yazid dan Hallaj, yang keduanya mengungkapkan perkataan-perkataan aneh sebagai ledakan emosional tak terkendalikan ketika ada dalam keadaan tak sadarkan diri yang dalam istilah Sufi disebut syatabat dan karena itu maih bisa dimanfaatkan oleh kebanyakan para pengecam mereka, Ibnu al-Farabi adalah seorang Sufi Teosofis yang mengeluarkan pendapat-pendapatnya sebagai hasil kejeniusannya yang tinggi dan perenungannya yang mendalam dan imajinatif. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pemahaman wahdatul wujud dalam persepektive Ibnu Al Arabi.Doktrin Wahdat Al-Wujud Inbu al-‘Arabi telah membangkitkan perdebatan adalah hubungan ontologis antara Tuhan dan alam. Pesoalan inilah yang menjadi bahan kajian ilmiah yang menarik bagi para ilmuan, baik para orientalis maupun para ilmuan Muslim sendiri. Berbeda dengan Abu Yazid dan Hallaj, yang keduanya mengungkapkan perkataan-perkataan aneh sebagai ledakan emosional tak terkendalikan ketika ada dalam keadaan tak sadarkan diri yang dalam istilah Sufi disebut syatabat dan karena itu maih bisa dimanfaatkan oleh kebanyakan para pengecam mereka, Ibnu al-Farabi adalah seorang Sufi Teosofis yang mengeluarkan pendapat-pendapatnya sebagai hasil kejeniusannya yang tinggi dan perenungannya yang mendalam dan imajinatif. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pemahaman wahdatul wujud dalam persepektive Ibnu Al Arabi
Pandangan Anggota Rohis SMA Tentang Radikalisme Agama (Studi Komparatif Rohis SMA Labschool Jakarta dan SMKN 26 Jakarta)
The purpose of this study is to describe and analyze the views of Rohis Members in SMA on Religious Radicalism (Comparative Study Rohis SMA Labschool Jakarta and SMK 26 Jakarta). The method used in this research is descriptive analysis. This study uses the theory of Agus SB and Armahedi Mahzar of understanding religious radicalism and the factors that cause radicalism to happen, namely, absolutism, exclusiveness, fanaticism, extremism and agresivism. Based on the results of this study, it can be concluded that 75% of the members of Rohis in SMA Labschool Jakarta believes that religious radicalism is an extreme and superficial understanding of the Islamic religion with the teachings of Islam by a way of coercion or force while 68% of the members of Rohis in SMK 26 Jakarta agree with the statement. While the view that radical Islam is a deep and fundamental understanding of the Islamic religion and fight for Islam teaching peacefully produces an agreement with the percentages on SMK 26 Jakarta 41% higher than the percentage of SMA Labschool Jakarta by 4%. Broadly speaking, the characteristics of radical Islam in the view of the members of Rohis in SMK 26 Jakarta is dominated by fanaticism with 55% and the views of the members of Rohis in SMA Labschool Jakarta is generally dominated by absolutism, fanaticism and exclusiveness by 46%. The members of Rohis’ views of the religious radicalism need to be further deepened with the knowledge of the causes of radicalism and the de-radicalization efforts. So Rohis could be referable to de-radicalise School.
Keywords: View of Radicalism, Religious Radicalism, Rohis
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis Pandangan Anggota Rohis SMA Tentang Radikalisme Agama (Studi Komparatif Rohis SMA Labschool Jakarta dan SMKN 26 Jakarta di Rawamangun). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan teori Agus SB dan Armahedi Mahzar tentang pengertian radikalisme agama dan faktor-faktor yang menyebabkannya yaitu, absolutisme, eksklusivisme, fanatisme, ekstremisme dan agresivisme. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 75% pengurus Rohis SMA Labschool Jakarta berpandangan bahwa radikalisme agama adalah suatu pemahaman agama Islam yang dangkal dan ekstrem dengan memperjuangkan ajaran Islam melalui jalan pemaksaan atau kekerasan sedangkan pengurus Rohis SMKN 26 Jakarta 68% menyetujui pernyataan tersebut. Sedangkan pandangan bahwa radikalisme agama Islam adalah suatu pemahaman agama Islam dengan beragama yang mendalam dan mendasar serta memperjuangkan ajaran Islam secara damai menghasilkan persetujuan dengan persentase pada SMKN 26 Jakarta 41% lebih tinggi dibandingkan dengan persentase SMA Labschool Jakarta yaitu 4%. Secara garis besar karakteristik islam radikal dalam pandangan pengurus Rohis SMKN 26 Jakarta didominasi oleh fanatisme dengan sebesar 55% dan pandangan pengurus Rohis SMA Labschool Jakarta secara garis besar didominasi oleh absolutisme, fanatisme, dan eksklusivisme yaitu sebesar 46%. Pandangan pengurus Rohis mengenai radikalisme agama perlu lebih diperdalam denga pengetahuan penyebab munculnya radikalisme dan upaya upaya deradikalisasi. Sehingga Rohis dapat dijadikan acuan dalam deradikalisasi di Sekolah.
Kata kunci: Pandangan Radikalisme, Radikalisme Agama, Rohis
 
Sosialisasi Nilai-Nilai Akhlak Melalui Film “Ada Surga Di Rumahmuâ€
This research aims to find out whether the socialization of moral values through film "There is Heaven in Yours Home" succeed in instilling moral values to students. This study used a descriptive approach to the qualitative methods. The theory used is George Herbert Mead's theory of stages of socialization and Abudin Natta about the scope of moral values. The results showed that the socialization of moral values through film "There is Heaven in Yours Home" it's been successful. Look how many informants were inspired by the movie how many informants that implement moral values on the movie in everyday life and how many informants convey these values to other individuals.
Keywords: Film, Socializing Movie, Morals Values
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sosialisasi nilai-nilai akhlak melalui film “Ada Surga Dirumahmu†dapat berhasil dalam menanamkan nilai-nilai akhlak kepada pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitati dan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori George Herbert Mead tentang tahapan-tahapan sosialisasi dan Abudin Natta tentang ruang lingkup nilai-nilai akhlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi nilai-nilai akhlak melalui film “Ada Surga Dirumahmu†sudah cukup berhasil. Terlihat dari seberapa banyak informan yang terinspirasi dengan film seberapa banyak informan yang mengimpelementasikan nilai-nilai akhlak pada film “Ada Surga Dirumahmu†dalam kehidupan sehari-hari dan seberapa banyak informan yang menyampaikan nilai tersebut kepada individu lainnya.
Kata Kunci : Film, Sosialisasi Film, Nilai-Nilai Akhla
Pandangan Tokoh Agama Non Islam Terhadap Gagasan Gus Dur Tentang Pluralisme
The researcher concludes that the notion of pluralism with Gus Dur perception of non-Muslim religious leaders can diteriam (comfortable), that Gus idea of pluralism is inseparable from democracy, culture, justice and inklusifisme . And of the concept of democratic pluralism Gus Dur, culture, justice and inklusifisme be known, Praise be to Allaah than these four concepts is a major theme of thinking Gus Dur is human. This study aims to describe and analyze the views of non-Muslim religious leaders to the idea of Gus Dur on religious pluralism.Gagasan Gus Dur tentang pluralisme dengan persepsi tokoh agama non Islam dapat diteriama (comfortable) , bahwa gagasan Gus tentang pluralisme tidak terlepas dari demokrasi, budaya, keadilan dan inklusifisme. Dan dari konsep pluralisme Gus Dur tentang demokrasi, budaya, keadilan dan inklusifisme. Dapat diketahui, bahwasannya dari keempat konsep tersebut merupakan tema utama konstruksi pemikiran Gus Dur. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pandangan tokoh agama non Islam terhadap gagasan Gus Dur tentang pluralisme agam
Konsep Gerakan Ekoteologi Islam Studi Atas Ormas NU Dan Muhammadiyyah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Permasalahan lingkungan dan perlindungan alam dan sumberdaya alam tak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan pengetahuan dan teknologi. Permasalahan dan krisis lingkungan hanya bisa diatasi dengan merubah secara fundamental dan radikal cara pandang dan perilaku manusia terhadap alam lingkungannya. Yang dibutuhkan adalah perubahan cara pandang dan perilaku yang bukan hanya orang perorang, akan tetapi harus menjadi budaya masyarakat secara luas. Dengan kata lain dibutuhkan perubahan pemahaman baru tentang hubungan antara manusia dengan alam, yaitu : konsep dasar pemikiran dan konsep yang tepat bukan hanya menekankan aspek antroposentrisme, akan tetapi menggunakan aspek teologi, sehingga menghasilkan konsep ekologi yang berspektif teologi, dan sebaliknya. peranan ormas keagamaan besar di Indonesia NU, Muhammadiyah dalam memberikan pemahaman mengenai pengelolaan lingkungan berdasarkan kajian keagamaan kepada umat Islam Indonesia menjadi signifikan. Memberikan arahan yang tepat maka peran umat Islam terhadap pengelolaan lingkungan lebih terarah dan lebih baik.Tujuan utama penelitian ini adalah untuk Menggali konsep gerakan eko- teologi Islam Ormas keagamaan besar Islam NU dan Muhammadiyyah. Melalui dua aspek, yaitu : pertama, apakah kedua ormas keagamaan tsb memiliki kelembagaan LH. Kedua, bagaimana program kerja kedua ormas tsb, serta bagaimana implementasinya dimasyarakat.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yakni melalui penelusuran kepustakaan (library research) yaitu jenis penelitian dari khazanah literatur dan menjadikan dunia teks sebagai objek utama analisisnya, yaitu dengan cara menuliskan, mengidentifikasi, mengklarifikasi, mereduksi, dan menyajikan data yang diperoleh dari sumber tertulis.Penelitian ini menyimpulkan : pertama, agama (baca: Islam) merupakan salah satu agama yang memiliki konsep teologi berspektif ekologi. Kedua, Ormas keagamaan besar Islam NU dan Muhammadiyyah memiliki peran penting dalam upaya penyelamatan lingkungan Hidup yang terintegrasi. Ketiga, NU memiliki kelembagaan dibidang lingkungan hidup dengan lahirnya LPBI-NU (Lembaga Penanggulangan Bencana dan perubahan Iklim Nahdatul Ulama, Muhammadiyyah memiliki Majlis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyyah, kedua lembaga tsb kuat berakar di komunitas masyarakat. Keempat, LPBI NU dan Majlis LH PP Muhammadiyyah memiliki konsep program yang sangat terstruktur dan implementatif. Salah satu implementasi program konkrit di masyarakat yang telah dilakukan LPBI-NU adalah program clean and sefty untuk 3R (Reuse, Reduce Recyle, red). Konsentrasinya pengelolan sampah dan Ekopesantren sedangkan yang dilakukan Majlis LH PP Muhammadiyyah adalah sadaqoh sampah