Jurnal Studi Al-Qur'an
Not a member yet
    245 research outputs found

    Respon Al-Qur’an Terhadap Legalitas Kaum LGBT

    Get PDF
    In the reality of social life, there are so diverse communities with a variety of social life backgrounds, including LGBT groups. Many people who assess variously about the existence of LGBT, both from academics, activists of feminism and society in general. This difference is caused by a different perspective on the LGBT community regarding whether human sexual orientation that leads to homosexuality is something that is natural, or constructed by cultural aspects? This paper aims to find out how the Al-Quran responds to the legality of LGBT people with the Tafsir Maudhu'i approach. This approach was carried out in order to gain a full understanding of LGBT legality. In the Koran, it is explained that Allah created human beings in pairs (azwaj)> In another verse it is also mentioned, where the word pair is clarified with the next words, dzakr (male) and camel (female) (QS. An-Najm [53]: 45 and al-Qiyamah [75]: 39). This shows, while at the same time breaking the assumption of some people who understand the meaning of zauj with a gender partner (social sex). Keyword: LGBT, Sexual behavior, Sexual orientation Abstrak Dalam realitas kehidupan sosial, ada begitu beragam masyarakat dengan berbagai latar belakang kehidupan sosialnya, termasuk di dalamnya kelompok LGBT. Banyak kalangan yang  menilai secara beragam tentang keberadaan LGBT, baik dari kalangan akademisi, pegiat feminisme maupun masyarakat pada umumnya. Perbedaan ini disebabkan cara pandang yang berbeda terhadap komunitas LGBT mengenai apakah orientasi seksual manusia yang mengarah ke homoseksual merupakan sesuatu yang bersifat fitrah, atau dikonstruk oleh aspek budaya? Tulisan ini bertujuan untuk menemukan bagaimana respon Al-Quran terhadap legalitas kaum LGBT dengan pendekatan Tafsir Maudhu’i. Pendekatan ini dilakukan supaya mendapatkan pemahaman secara utuh terhadap legalitas LGBT. Dalam al-Quran dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dengan berpasang-pasangan (azwaj), supaya diantara keduanya merasa tenang dan tentram. Di ayat lain juga disebutkan, dimana kata berpasangan diperjelas dengan kata-kata berikutnya, dzakr (laki-laki) dan untsa (perempuan) (QS. an-Najm [53]: 45 dan al-Qiyamah [75]: 39). Ini menunjukkan, sekaligus mematahkan anggapan sebagian orang yang memahami makna zauj dengan pasangan gender (jenis kelamin sosial). Kata Kunci: LGBT, Perilaku seksual, Orentasi seksua

    مُصْطَلَحً" لا يُتْرك " عِنْدَ الإِمَامِ الدَارَ قُطْنِي دِرَاسةً وتَطْبِيْقاً

    No full text
    تناولت في هذه الدراسة، مصطلح " لا يُتْرك " عند الإمام الدَّارَقطنيّ، دراسة تطبيقية، وتعرضت فيها، لترجمة موجزة للإمام الدَّارَقطنيّ، وبينت مراد الإمام من هذا المصطلح، من خلال تفسير الأئمة من بعده، مع المقارنة بأقوال النقاد في الراوي، ودراسة نموذج من مروياته عند الحاجة، ووصلت إلى حكم واضح فيه بعد الدراسة النقدية لكل راوٍ، وقد تبين أن الإمام الدَّارَقطنيّ، يطلق هذا المصطلح على الراوي الذي يعتبر بحديثه، وهم متفاوتون في الاعتبار بين مراتبه الثلاثة، فمنهم صالح الحديث في الجملة، ومنهم من في حديثه لين، ومنهم الضعيف ضعفًا محتملًا بسبب الخطأ، أو السهو، أو غيرهما مما لا يُتْرك  حديث الراوي بالكلية بسببه، وفي معرفة مرتبة كل راو فائدة جليلة عند الترجيح بين ما ظاهره التعارض من الروايات ،وجميعهم لا يقبل منهم التفرد إذا خالف من هو أولى منه، وقد أشار الحافظ الدَّارَقطنيّ إلى ذلك بإضافة وصف للراوي مع قوله " لايُتْرك " يدل على حاله

    Nilai-Nilai Bela Negara Dalam Buku PAI : Analisis Isi Buku

    Get PDF
    This paper purpose to discuss matters of state defense, methods and techniques of presentation in the book of Islamic Higher Education level. The values of state defense include proud of the homeland, the awareness of the nation and the state, convinced that  Pancasila as the state ideology, the willingness to sacrifice for the nation and state and have basic ability to defend the country. This research approach uses an analytical approach to analyze the value of state defense in the book of Islamic Education published by the Ministry of Education and Culture, Erlangga, and Yudhishthira. This research produces some important things about the values of state defense which is presented in the book of Islamic Education and its presentation technique. Keywords: Values, State Defense, High School PAI Book Abstrak Penelitian  ini bertujuan untuk membahas nilai-nilai bela negara, metode dan teknik penyajiannya dalam buku Pendidikan Agama Islam tingkat SMA. Nilai-nilai bela negara meliputi kecintaan terhadap tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan awal bela negara.  Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi  untuk menganalisa nilai-nilai bela negara dalam buku Pendidikan Agama Islam terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Erlangga, dan Yudhistira. Penelitian ini menghasilkan beberapa hal penting tentang nilai-nilai bela negara yang disampaikan dalam buku Pendidikan Agama Islam dan teknik penyajiannya. Kata Kunci: Nilai-Nilai, Bela Negara, Buku PAI SMAThis paper purpose to discuss matters of state defense, methods and techniques of presentation in the book of Islamic Higher Education level. The values of state defense include proud  of the homeland, the awareness of the nation and the state, convinced that  Pancasila as the state ideology, the willingness to sacrifice for the nation and state and have basic ability to defend the country. This research approach uses an analytical approach to analyze the value of state defense in the book of Islamic Education published by the Ministry of Education and Culture, Erlangga, and Yudhishthira. This research produces some important things about the values of state defense which is presented in the book of Islamic Education and its presentation technique. Keywords: Values, State Defense, High School PAI Book Abstrak Penelitian  ini bertujuan untuk membahas nilai-nilai bela negara, metode dan teknik penyajiannya dalam buku Pendidikan Agama Islam tingkat SMA. Nilai-nilai bela negara meliputi kecintaan terhadap tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan awal bela negara.  Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi  untuk menganalisa nilai-nilai bela negara dalam buku Pendidikan Agama Islam terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Erlangga, dan Yudhistira. Penelitian ini menghasilkan beberapa hal penting tentang nilai-nilai bela negara yang disampaikan dalam buku Pendidikan Agama Islam dan teknik penyajiannya. Kata Kunci: Nilai-Nilai, Bela Negara, Buku PAI SM

    The Role of Religious Presuppositions and Precomprehensions in Selecting Narratives Related to the Cause of Revelation (Asbab al-Nuzul)

    Get PDF
    Abstract The narratives of the cause of revelation (Asbab al-Nuzul) play a decisive role in the interpretation of Quranic verses. On the other hand, when coming across with these narratives, presuppositions, and precomprehensions play an important role in selecting them.   This research tries to study the narratives of the cause of revelation in the Tafsir al Munir fi al Aqidah wa al Shariah wa al Manhaj (by Karya Wahbah al Zuhaili) and explain the role of Wahbah al Zuhaili’s religious presuppositions and precomprehensions in selecting narratives related to the cause of revelation (Asbab al-Nuzul). This study uses library research method that has been discussing the subject with a descriptive-analytical approach. This research shows that in many cases, Wahbah al Zuhaili has been influenced by religious presuppositions and precomprehenstion and has used them to develop his interpretative goals. Keywords: Wahbah al Zuhaili, Tafsir al-Munir, Asbab an-Nuzul &nbsp

    Orientasi Beragama dan Implikasinya pada Daya Berfikir Kritis Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta

    Get PDF
    Many factors cause weak thinking power in religion; one of them is religious orientation. This article aims to map the religious orientation of UNJ students so that it can be understood the direction, its tendency and its implications on its critical power. The study used a descriptive analytical approach with the acquisition of data through observation, questionnaires, and interviews. The findings are prepared with data presentation to be analyzed and drawn conclusions, as well as inputs and suggestions that can be submitted. The results of the study show that in general, religious orientation does not correlate with critical power in religion. But specifically, it was found that intrinsic orientation has a strong enough correlation with students' thinking ability. To increase the level of intrinsic orientation can be done by following religious studies. Keywords: Religious Orientation, Student, Critical thinking Abstrak Lemahnya daya pikir dalam beragama disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya di tenggarai oleh orientasi beragamanya. Artikel ini bertujuan untuk memetakan orientasi beragama mahasiswa UNJ, sehingga bisa dipahami arah, kecenderungannya dan implikasinya pada daya kritisnya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analitis dengan perolehan data melalui observasi, kuesioner dan wawancara. Temuan disusun dengan sajian data untuk dianalisis dan ditarik kesimpulan, serta masukan dan saran yang bisa diajukan. Hasil penelitian menunjukkan secara umum, orientasi beragama tidak berkorelasi dengan daya kritis dalam beragama. Namun secara spesifik ditemukan bahwa orientasi instrinsik memiliki korelasi yang cukup kuat terhadap daya pikir dalam beragama mahasiswa. Untuk meningkatkan tingkat orientasi instrinsik bisa dilakukan dengan mengikuti pengajian dan pengkajian agama. Kata kunci: Orientasi Beragama, Mahasiswa, Daya Berfikir KritisKeberagamaan seseorang pun dipengaruhi oleh orientasi beragamanya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan orientasi beragama mahasiswa UNJ, sehingga bisa dipahami arah, kecenderungannya dan implikasinya pada daya kritisnya. Dengan demikian, diharapkan ditemukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan orientasi dan tingkat daya kritis yang dimilikinya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analitis dengan perolehan data melalui observasi, kuesioner dan wawancara. Temuan disusun dengan sajian data untuk dianalisis dan ditarik kesimpulan, serta masukan dan saran yang bisa diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi instrinsik memiliki hubungan dan pengaruh terhadap daya pikir mahasiswa khususnya dalam kajian agama Islam. Untuk meningkatkan tingkat orientasi instrinsik bisa dilakukan dengan mengikuti pengajian dan pengkajian agama. Kata kunci: Orientasi Beragama, Mahasis

    Postmodernisme dan Perkembangan Pemikiran Islam Kontemporer

    Get PDF
    Modernism and postmodernism were born from mainland Europe and America. This philosophical thought penetrated religious issues. Postmodernism was born as an attempt to understand social conditions and phenomena, the term postmodernism appeared for the first time in literature in 1939. In the context of religion, Postmodernism in its aim so that religious understanding does not fall into the system of totalitarian interpretation in a religious context and the context of social systems, economics, culture, and politics. The topic of Postmodernism in this paper is presented based on its actuality and to stimulate our thinking which is generally still oriented to modern or even traditional concepts. By studying this relatively new concept we will be confronted with the basic question of which philosophical thinking results have correlation values ​​and relevance to the development and demands of contemporary society, not which ones are theoretically correct. The statement confirms the relativity of reason. The realm of absolute truth is not in humans, absolute truth is from and belongs to God.   Keywords: Postmodernism, Contemporary Islam, Moderism   Abstrak Modernisme dan postmodernisme lahir dari daratan Eropa dan Amerika Pemikiran filosofis ini merambah ke persoalan keagamaan. Postmodernime lahir sebagai usaha memahami kondisi dan fenomena sosial, istilah postmodernisme  muncul  untuk pertama kalinya  dalam sastra pada tahun 1939. Dalam konteks keagamaan, Postmodernisme dalam  bertujuannya  agar faham keagamaan tidak jatuh pada sistem tafsir totaliter tunggal dalam konteks keagamaan  dan dalam konteks sistem sosial, ekonomi, budaya dan politik. Topik Postmodernisme  dalam tulisan ini disajikan berdasarkan pada aktualitasnya dan guna merangsang pemikiran kita yang pada umumnya masih berorientasi pada konsep-konsep modern atau bahkan tradisional. Dengan mempelajari konsep yang relatif baru ini kita akan dihadapkan pada pertanyaan dasar tentang hasil pemkiran filsafat yang manakah yang mempunyai nilai korelasi dan relevansi dengan perkembangan dan tuntutan masyarakat kontemporer, bukan yang manakah yang benar secara teoritis an sich. Pernyataan tersebut menegaskan relativitas kebenaran nalar. Wilayah kebenaran mutlak bukan ada pada manusia, Kebenaran mutlak adalah dari dan milik Tuhan. Kata kunci: Postmodernisme, Modernisme, Pemikiran IslamModernism and postmodernism were born from mainland Europe and America. This philosophical thought penetrated religious issues. Postmodernism was born as an attempt to understand social conditions and phenomena, the term postmodernism appeared for the first time in literature in 1939. In the context of religion, Postmodernism in its aim so that religious understanding does not fall into the system of totalitarian interpretation in a religious context and the context of social systems, economics, culture, and politics. The topic of Postmodernism in this paper is presented based on its actuality and to stimulate our thinking which is generally still oriented to modern or even traditional concepts. By studying this relatively new concept we will be confronted with the basic question of which philosophical thinking results have correlation values ​​and relevance to the development and demands of contemporary society, not which ones are theoretically correct. The statement confirms the relativity of reason. The realm of absolute truth is not in humans, absolute truth is from and belongs to God. Keywords: Postmodernism, Contemporary Islam, Moderism Abstrak Modernisme dan postmodernisme lahir dari daratan Eropa dan Amerika Pemikiran filosofis ini merambah ke persoalan keagamaan. Postmodernime lahir sebagai usaha memahami kondisi dan fenomena sosial, istilah postmodernisme  muncul  untuk pertama kalinya  dalam sastra pada tahun 1939. Dalam konteks keagamaan, Postmodernisme dalam  bertujuannya  agar faham keagamaan tidak jatuh pada sistem tafsir totaliter tunggal dalam konteks keagamaan  dan dalam konteks sistem sosial, ekonomi, budaya dan politik. Topik Postmodernisme  dalam tulisan ini disajikan berdasarkan pada aktualitasnya dan guna merangsang pemikiran kita yang pada umumnya masih berorientasi pada konsep-konsep modern atau bahkan tradisional. Dengan mempelajari konsep yang relatif baru ini kita akan dihadapkan pada pertanyaan dasar tentang hasil pemkiran filsafat yang manakah yang mempunyai nilai korelasi dan relevansi dengan perkembangan dan tuntutan masyarakat kontemporer, bukan yang manakah yang benar secara teoritis an sich. Pernyataan tersebut menegaskan relativitas kebenaran nalar. Wilayah kebenaran mutlak bukan ada pada manusia, Kebenaran mutlak adalah dari dan milik Tuhan. Kata kunci: Postmodernisme, Modernisme, Pemikiran Isla

    Paradigma Pendidikan Agama Islam di Era Globalisasi Menuju Pendidik Profesional

    Get PDF
    Islamic Education in the globalization eras makes an opportunity to fill the moral and spiritual emptiness of modern humans in another side has a challenge when its inability to respond to various crises and discussions. The era of globalization with all the elements, encourage variety of new paradigms in Islamic religious education through various types of educational components, so that Islamic education can provide the right answers to various challenges in accordance with the times. The method used in this study is a literature review, with primary sources of Islamic Education; Tradition and Modernization in the Middle of the Challenge of Millennium III. As well as Law No. 14, 2005 concerning teachers and lecturers. The results of this study conclude that to face the challenges of globalization of Islamic education requires human resources who have quality, through professional educators and have a work ethic and high commitment, have leadership spirit, become role models, motivators, broad-minded, creative and democratic. Which is illustrated through professionalism in design and learning models, planning and evaluation of learning. Keywords: Islamic Education, Professional educators, Globalization eras. Abstrak Pendidikan Agama Islam di era globalisasi menjadikan peluang untuk mengisi kekosongan moral dan spiritual manusia modern disatu sisi sebagai tantangan ketika ketidak mampuannya menjawab berbagai krisis serta pembahruan yang dihadapi. Era globalisasi dengan segala unsur yang ada di dalamnya, melahirkan berbagai paradigma baru dalam pendidikan agama Islam melaui berbabagai macam kompenen pendidikan, sehingga pendidikan Agama Islam bisa memberikan jawaban yang tepat atas berbagai tantangan sesuai dengan zamannya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah kajian pustaka (litelatur research), dengan sumber primer Pendidikan Islam; Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III. Serta UU No.14 Tahun 2005 mengenai guru dan dosen. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk menghadapi tantangan globalisasi pendidikan Agama Islam membutuhkan SDM yang hadal dan berkualitas, lewat pendidik yang professional serta memiliki etos kerja dan komitmen yang tinggi, memiliki jiwa kepemimpinan, menjadi teladan, motivatoris, berwawasan luas, kreatif dan demokratis. Yang tergambar melaui profesionalitas dalam desain serta model pembelajara, perencanaan serta evaluasi pemeblajaran. Kata Kunci:  Pendidikan Agama Islam, Pendidik profesional, Era globalisas

    Hak Asasi Manusia dalam Kehidupan Sosial Dalam Perspektif Al-Qur’an

    Get PDF
    Abstract The Human Rights stated in the United Nation Chartered are believed to be the universal ones. Meanwhile, Alquran as the source of all life aspects of human beings including human rights. Historically, Alquran comes before the United Nation Human Rights Charter. The main purpose of this paper is to highlight the idea that Alquran is the primary resource of human rights including the United Nation Human Rights. This study is conducted by applying qualitative library research. The result of the study emphasizes that human rights in Alquran are the basic paradigma of the human rights of the united nation due to the fundamental and essential human philosophical values coverage in the Alquran.   Keywords: Human right, Historical aspect, Human rights from an Islamic perspective. Abstrak Hak Asasi Manusia yang dinyatakan dalam United Nation Chartered adalah semua aspek kehidupan manusia termasuk hak asasi manusia. Secara historis, Al-Qur’an telah meletakan pondasi untuk menjunjung harkat martabat manusia dengan menghargai hak-haknya jauh sebelum  Piagam Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tulisan ini membahas bagaimana al-Qur’an menyebutkna hak-hak asasi manusia yang erat kaitannya dalam kehidupan social. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka, dengan pendekatan tasfir tematik. Hasil penelitian menekankan bahwa hak asasi manusia dalam Al-Qur’an adalah paradigma dasar dari hak asasi manusia bangsa yang bersatu karena nilai filosofis manusia yang fundamental dan esensial dalam Al-Qur’an. Kata kunci: Hak Asasi Manusia, Historis HAM, HAM dalam Isla

    Pembentukan Negara Islam Pakistan: Tinjauan Historis Peran Ali Jinah

    Get PDF
    Abstract Jinnah is a supporter of Hindu-Muslim unity. He joined the All India National Congress, which became the leader of the Indian independence movement with more than 15 million members. In 1913, Jinnah decided to join the All India Muslim League. He worked for Hindu-Muslim unity through the League. Based on the results of the Muslim League Session held in Lucknow, a joint plan, known as the "Lucknow Pact", wich has many actions had finally led to divisions between Muslims and Hindus. The interests of Muslims could only be guaranteed by forming a separate state from the Hindu state in India. Ali Jinnah determination to separate Indian Muslim as known as Pakistan. The methodology used in this paper is descriptive qualitative with a literature study approach that focuses on the history of the formation of the Islamic State of Pakistan and the role of Ali Jinnah in realizing Muslim rights as a minority in India. Jinnah is a Nationalist who loves her country (India) and even the formation of Pakistan was a form of his love for India and Muslims. The formation of the Islamic State of Pakistan in the thoughts and movements and efforts undertaken by Jinnah as a form of attention to the rights of minorities and to unify the differences between Islam and Hinduism Keywords: Ali Jinnah, Pakistan, India Abstrak Jinnah adalah pendukung persatuan Hindu-Muslim, ia bergabung dengan  All India National Congress. Kongres ini menjadi pemimpin gerakan kemerdekaan India dengan lebih dari 15 juta anggota pada tahun 1913, Jinnah memutuskan bergabung dengan All India Muslim League (Liga Muslim India). Ia bekerja untuk kesatuan Hindu-Muslim dari dalam Liga. Dalam pelaksanaan “Pakta Lucknow” banyak perbuatan yang akhirnya menimbulkan perpecahan antara Muslim dan Hindu. Sehingga Jinnah berupaya untuk membentuk Negara Islam Pakistan. Metodologi yang digunakan dalam paper ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka yang menitik beratkan kepada sejarah terbentuknya negara Islam Pakistan dan peran Ali Jinnah dalam mewujudkan hak-hak muslim sebagai minoritas di India. Jinnah adalah seorang Nasionalis yang mencintai negaranya (India) bahkan terbentuknya negara Pakistanpun merupakan wujud  kecintaannya terhadap India dan Umat Islam. Pembentukan negara Islam Pakistan dalam pemikiran dan pergerakan serta upaya yang dilakukan oleh Jinnah sebagai bentuk perhatiannya terhadap hak-hak minoritas dan mempersatukan perbedaan antara Islam dan Hindu.  Kata Kunci : Ali Jinnah, Pakistan, Negara IslamAbstract Jinnah is a supporter of Hindu-Muslim unity. He joined the All India National Congress, which became the leader of the Indian independence movement with more than 15 million members. In 1913, Jinnah decided to join the All India Muslim League. He worked for Hindu-Muslim unity through the League. Based on the results of the Muslim League Session held in Lucknow, a joint plan, known as the "Lucknow Pact", wich has many actions had finally led to divisions between Muslims and Hindus. The interests of Muslims could only be guaranteed by forming a separate state from the Hindu state in India. Ali Jinnah determination to separate Indian Muslim as known as Pakistan. The methodology used in this paper is descriptive qualitative with a literature study approach that focuses on the history of the formation of the Islamic State of Pakistan and the role of Ali Jinnah in realizing Muslim rights as a minority in India. Jinnah is a Nationalist who loves her country (India) and even the formation of Pakistan was a form of his love for India and Muslims. The formation of the Islamic State of Pakistan in the thoughts and movements and efforts undertaken by Jinnah as a form of attention to the rights of minorities and to unify the differences between Islam and Hinduism   Keywords: Ali Jinnah, Pakistan, India Abstrak Jinnah adalah pendukung persatuan Hindu-Muslim, ia bergabung dengan  All India National Congress. Kongres ini menjadi pemimpin gerakan kemerdekaan India dengan lebih dari 15 juta anggota pada tahun 1913, Jinnah memutuskan bergabung dengan All India Muslim League (Liga Muslim India). Ia bekerja untuk kesatuan Hindu-Muslim dari dalam Liga. Dalam pelaksanaan “Pakta Lucknow” banyak perbuatan yang akhirnya menimbulkan perpecahan antara Muslim dan Hindu. Sehingga Jinnah berupaya untuk membentuk Negara Islam Pakistan. Metodologi yang digunakan dalam paper ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka yang menitik beratkan kepada sejarah terbentuknya negara Islam Pakistan dan peran Ali Jinnah dalam mewujudkan hak-hak muslim sebagai minoritas di India. Jinnah adalah seorang Nasionalis yang mencintai negaranya (India) bahkan terbentuknya negara Pakistanpun merupakan wujud  kecintaannya terhadap India dan Umat Islam. Pembentukan negara Islam Pakistan dalam pemikiran dan pergerakan serta upaya yang dilakukan oleh Jinnah sebagai bentuk perhatiannya terhadap hak-hak minoritas dan mempersatukan perbedaan antara Islam dan Hindu.   Kata Kunci : Ali Jinnah, Pakistan, Negara Isla

    Membangun Peradaban Bangsa Melalui Religiusitas Berbasis Budaya Lokal: (Analisis Tradisi Palang Pintu Pada Budaya Betawi)

    Get PDF
    Indonesia is a multicultural country with a variety of the diversity has the potential to build a nation’s civilization based on knowledge of nationalism and local cultural values. In other side, the diversity that owned by Indonesian nation has the potential to split the unity specially when that implementation to broke tradition called by Islamic puritanism. Palang Pintu tradition in Betawi cultures is still preserving until now especially in wedding ceremony and has development at welcoming guests. The method of research is qualitative with ethnographic approach. The theory used of religion and culture. The results of this research show that the tradition of Palang Pintu in Betawi Cultures has contain of Islamic values. The values of religiosity in that tradition are such as glorifying the Prophet Muhammad, Silaturrahmi, Protecting with Silat, Manners. Local culture can build a civilization where the human as the actors of the builder civilization are be able to formulate a system of values contained in the tradition. So Far local culture can build national civilization when the local culture is formulating as the ontological level of culture. Keywords: Local Culture, Palang Pintu, Religiosity Abstrak Indonesia merupakan Negara majemuk dengan berbagai keanekaragaman memiliki potensi dalam membangun peradaban bangsa yang didasari pada pengetahuan wawasan kebangsaan serta nilai-nilai budaya local. Disisi lain, keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia memiliki potensi yang dapat memcah belah persatuan dan kesataun khususnya ketika anti tradisi melalui puritanisme Islam. Palang Pintu merupakan salah satu budaya Betawi yang hingga saat ini masih dilestarikan pada acara mantenan dan pada perkembangannya digunakan pada penyambutan tamu secara adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai religiusitas yang terdapat pada tradisi Palang Pintu yang dapat dikembangkan dalam membangun peradaban. Dengan pendekatan teori Agama dan Budaya. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan jenis etnografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tradisi Palang Pintu pada Budaya Betawi kayak akan nilai-nilai religious yang bersumber dari ajaran Islam. Nilai-nilai religiusitas tersebut seperti memuliakan nabi Muhammad Saw, Silaturrahmi, Melindungi diri atau menjaga diri, Sopan santun. Selanjutnya budaya local dapat membangun peradaban sejuah mana manusia sendiri sebagai pelaku budaya dan pembangun peradaban tersebut mampu memformulasiakan system nilai yang terdapat dalam tardisi.budaya local dapat dapat membangun peradaban bangsa ketika budaya local tersebut diformulasikan pada tataran ontologis budaya. Kata kunci: Budaya Lokal, Palang Pintu, Religiusita

    186

    full texts

    245

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Studi Al-Qur'an
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇