Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Gerakan Sweri Stunting (Gesit) Melalui Pelatihan dan Pendampingan Kader di Desa Latdalam Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Community Service Activity (PKM) "SWERI Stunting Movement (GESIT)" in Latdalam Village aims to overcome the problem of stunting which reached 26.1% in 2022, exceeding the threshold set by WHO. This problem is exacerbated by the low skills of posyandu cadres in anthropometric measurements and interpretation of results, which hinders monitoring of children\u27s nutritional status. To overcome this, the method used in this activity is training and mentoring for posyandu cadres designed to improve knowledge and skills in taking measurements and providing education on balanced nutrition. The results of this activity showed a significant increase in cadre skills, where all skill indicators reached 100% after training. Thus, GESIT activities are expected to contribute to reducing stunting rates and improving public health in Latdalam Village as a whole.Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) "Gerakan SWERI Stunting (GESIT)" di Desa Latdalam bertujuan untuk mengatasi masalah stunting yang mencapai 26,1% pada tahun 2022, melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh WHO. Masalah ini diperburuk oleh rendahnya keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri dan interpretasi hasil, yang menghambat pemantauan status gizi anak. Untuk mengatasi hal ini, metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan bagi kader posyandu yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pengukuran serta memberikan edukasi tentang gizi seimbang. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan kader, di mana semua indikator keterampilan mencapai 100% setelah pelatihan. Dengan demikian, kegiatan GESIT diharapkan dapat berkontribusi dalam penurunan angka stunting dan meningkatkan kesehatan masyarakat di Desa Latdalam secara keseluruhan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Sosialisasi Lingkungan, Penanaman Pohon dan Pembagian Bibit serta Pembuatan Ecobrick di SDN 001 Buantan Lestari
Buantan Lestari Village is one of ten villages in Bunga Raya District, Siak Regency, Riau Province, Indonesia. Population density is positively correlated with the rate of household waste production. Topographically, the area of Buantan Lestari Village is a lowland crossed by the Buantan River and has a fairly wide expanse of land with an altitude of around 5-17 meters above sea level. With this influence, greening and good waste management are needed. However, Buantan Lestari Village must face problems in this regard in the form of minimal awareness of knowledge and skills in planting and processing household waste. The implementation of this activity was carried out to help Buantan Lestari Village face this problem with a socialization method related to planting and managing household waste. With the implementation of this activity, the results of increased literacy regarding environmental awareness of greening and household waste management of participants with sustainability were obtained.Desa Buantan Lestari merupakan salah satu dari sepuluh kampung yang ada di Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Indonesia. kepadatan penduduk berkorelasi positif dengan laju produksi sampah rumah tangga. Secara topografi wilayah Kampung Buantan Lestari adalah dataran rendah yang dialiri anak sungai buantan dan memiliki hamparan daratan yang cukup luas dengan ketinggian sekitar 5-17 mdpl. Dengan adanya keberpengaruhan tersebut maka diperlukan penghijuan dan pengelolaan sampah dengan baik. namun Desa Buantan Lestari harus menghadapi masalah dalam hal tersebut berupa minimnya kesadaran pengetahuan dan keterampilan dalam penanaman dan pengolahan sampah rumah tangga. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan guna membantu Desa Buantan Lestari menghadapi masalah tersebut dengan metode sosialisasi terkait penanaman dan pengelolaan sampah rumah. Dengan pelaksanaan kegiatan ini maka didapatkan hasil peningkatan literasi mengenai kesadaran lingkungan penghijauan dan pengelolaan sampah rumah tangga para peserta dengan keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat HIPPAM Tirta Bahari dengan Sanitasi yang Baik untuk Hidup yang Laik
Clean water sanitation is an effort to maintain cleanliness and prevent the transmission of waterborne diseases to achieve community welfare in an area. This community service aims to increase the knowledge of the managers and consumers of HIPPAM Tirta Bahari Banjarjo Village, Bancar Subdistrict, Tuban Regency in managing clean water to fulfill basic proper sanitation. There are two activities to achieve this goal, the first activity was carried out on 19 August 2024 and related to the socialization of basic sanitation for a decent life. The second activity was carried out on 16 September 2024 related to making filtration with natural filters. Evaluation of the success of the socialization of this activity was carried out through pre-test and post-test. The pre-test and post-test results showed that the participants\u27 understanding had increased to 95%, meaning that the participants could receive the material well. However, there is still a need for long-term evaluation regarding the sustainability of the program. Cooperation from all parties in implementing clean living is the most important factor, so that the effectiveness of basic sanitation can be fulfilled.Sanitasi air bersih merupakan suatu upaya untuk menjaga kebersihan serta mencegah penularan penyakit yang ditularkan lewat air agar tercapai kesejahteraan masyarakat di suatu wilayah. Adapun tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah agar ada peningkatan wawasan dari pengelola dan konsumen HIPPAM Tirta Bahari Desa Banjarjo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban dalam mengelola air bersih, sehingga dapat memenuhi sanitasi dasar yang layak. Terdapat dua kegiatan untuk mencapai tujuan ini, kegiatan pertama dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2024 terkait sosialisasi sanitasi dasar untuk hidup yang layak. Kegiatan kedua dilakukan pada tanggal 16 September 2024 terkait pembuatan filtrasi dengan filter alami. Evaluasi keberhasilan sosialisasi dari kegiatan ini, dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa pemahaman peserta telah mengalami peningkatan hingga 95%, artinya bahwa para peserta dapat menerima materi dengan baik. Meskipun demikian, masih perlu adanya evaluasi jangka panjang terkait keberlanjutan program. Kerjasama dari semua pihak dalam menerapkan hidup bersih menjadi faktor paling penting, sehingga efektivitas sanitasi dasar dapat terpenuhi
Peningkatan Kemampuan Berwirausaha melalui Program PPK Ormawa: Implementasi Diversifikasi Produk Pisang di Desa Punggur Besar
The implementation of community service in Punggur Besar village focuses on diversifying processed banana fruit as a village potential, through mentoring and empowerment activities for Punggur Besar villagers. This activity aims to improve knowledge and skills as well as increase the income of the Punggur Besar Village PKK women\u27s group through diversification of banana fruit products. The method of implementing this activity was carried out by providing socialization, training and assistance in diversifying processed banana fruit products from the production process to marketing. The results of the activity showed an increase in the productivity of Punggur Besar villagers in making processed banana fruit, having skills in entrepreneurship independently and being able to increase the growth of village MSMEs.Pelaksanaan pengabdian masyarakat di desa Punggur Besar berfokus pada diversifikasi olahan buah pisang sebagai potensi desa, melalui kegiatan pendampingan dan Pemberdayaan warga desa Punggur Besar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta meningkatkan pendapatan kelompok ibu-ibu PKK Desa Punggur Besar melalui diversifikasi produk buah pisang. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan memberikan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan diversifikasi produk olahan buah pisang dari proses produksi hingga pemasaran. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan produktivitas warga desa Punggur Besar dalam membuat olahan buah pisang, mempunyai keterampilan dalam wirausaha secara mandiri dan mampu meningkatkan pertumbuhan UMKM desa
Pendampingan Pembuatan Produk Usaha BUIS (Bubuk Ikan Seluang) sebagai Bahan Tambahan pada Makanan untuk Mencegah Stunting
Stunting is defined as a disruption in a child\u27s growth and development. The prevalence of stunting must be continuously reduced. Therefore, various efforts are being made, such as providing adequate nutrition. One food source that is high in protein and high in calcium is the seluang fish (Rasbora Argyrotaenia). The majority of residents living along the river in Palangka Raya earn their living as fishermen. This fish is widely found and sold in the market, making it quite affordable. To increase the market value of this fish, innovations have been made in processing seluang fish, namely by making seluang fish powder. The processing method involves boiling the fish in a pressure cooker, drying it in an oven, and then grinding it into a powder. The resulting fish powder is blackish in color and has a distinctive odor. Training on making fish powder was conducted for residents living along the river, attended by 30 residents, and the participants were very enthusiastic about the activity.Stunting diartikan sebagai gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Angka prevalensi stunting harus terus diturunkan. Oleh karena itu dilakukan berbagai upaya seperti memberikan gizi yang cukup. Salah satu sumber pangan berprotein tinggi sekaligus mengandung kalsium tinggi yaitu ikan seluang (Rasbora Argyrotaenia). Mayoritas penghasilan penduduk pada daerah tepian Sungai di Palangka Raya sebagai nelayan. Ikan ini banyak ditemukan dan dijual dipasaran sehingga harga jual cukup terjangkau. Untuk menambah nilai jual ikan ini maka dilakukan inovasi terhadap pengolahan ikan seluang yaitu dengan cara membuat bubuk ikan seluang. Cara pengolahannya dengan merebus ikan dengan presto dan mengeringkan ikan di dalam oven, lalu menggiling ikan sehingga menjadi bubuk. Bubuk ikan yang dihasilkan berwarna kehitaman dan memiliki bau yang khas. Dilakukan pelatihan pembuatan bubuk ikan kepada masyarakat yang berada di daerah tepian sungai yang dihadiri oleh 30 warga dan warga yang mengikuti pelatihan sangat antusias mengikuti kegiatan
Pengembangan Citra Produk Teriyami Melalui Strategi Branding di Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep
Pengembangan citra produk penting untuk meningkatkan daya saing di pasar. Teriyami, olahan ikan teri khas Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, memiliki potensi besar melalui strategi branding yang tepat. Perpaduan ikan teri dengan bumbu manis, gurih, dan sedikit pedas menjadikannya menarik, namun kurang dikenal karena lemahnya branding. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat citra Teriyami agar mampu bersaing dan memperluas pasar. Kegiatan mencakup analisis situasi, perancangan strategi branding, implementasi, dan evaluasi. Observasi dan wawancara mengungkap kelemahan pada visual branding, kemasan, dan pemasaran digital. Solusi meliputi pembuatan identitas visual, desain kemasan, foto produk, dan konten promosi media sosial. Implementasi dilakukan melalui pelatihan pemanfaatan media sosial, fotografi, dan storytelling, serta optimalisasi kemasan agar menarik dan sesuai standar. Pemanfaatan Instagram dan Facebook meningkatkan visibilitas. Melalui pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kemasan, fotografi, dan pemasaran digital berhasil memperkuat citra Teriyami, menarik minat beli, memperluas pasar, dan membuka peluang bersaing di tingkat nasional.Developing a product image is crucial for increasing market competitiveness. Teriyami, a specialty of Batuan District, Sumenep Regency, offers significant potential through the right branding strategy. The combination of anchovies with sweet, savory, and slightly spicy seasonings makes it appealing, but it remains under-recognized due to weak branding. This community service program aims to strengthen Teriyami\u27s image to enable it to compete and expand its market. Activities included situation analysis, branding strategy design, implementation, and evaluation. Observations and interviews revealed weaknesses in visual branding, packaging, and digital marketing. Solutions included the creation of a visual identity, packaging design, product photography, and social media promotional content. Implementation included training in the use of social media, photography, and storytelling, as well as optimizing packaging to ensure it is attractive and meets standards. Utilizing Instagram and Facebook increased visibility. Through community service, the development of packaging, photography, and digital marketing successfully strengthened Teriyami\u27s image, attracted purchase interest, expanded the market, and opened up opportunities for national competition
Strategi Pengembangan Komoditi Alam untuk Peningkatan Pendapatan Penduduk Lokal di Desa Sumber Agung Kec. Keluang Kab. Muba
This community service examines the impact of the implementation of KKN in Sumber Agung Village, Keluang District, Musi Banyuasin Regency, with a focus on education and local resource-based economic development. Through a qualitative descriptive approach, it identifies the challenges faced by the community, such as limited educational facilities, lack of diversification of agricultural products, and low utilization of agricultural waste to increase economic value. To overcome these problems, namely by strengthening the economic skills of the community and student participation in village social activities. One of the leading programs is training in processing local agricultural products, such as kepok bananas, sweet potatoes, and cassava into high-value products, such as chips and other snacks. In addition, students introduce the innovation of utilizing palm oil fronds as raw materials for environmentally friendly plates to replace single-use plastic. This program aims to increase public understanding of economic opportunities based on available natural resources and encourage the creation of sustainable small businesses. The results of the activities show an increase in community skills in managing local products and an increase in awareness of the importance of innovation in small businesses. The community becomes more skilled in producing banana chips and environmentally friendly plates that have the potential to increase household income. In addition, students actively participate in various village social activities, such as attending cooperative meetings, participating in youth activities, and interacting with community leaders. This involvement strengthens students\u27 social relationships with residents and enriches students\u27 understanding of rural social dynamics.Pengabdian ini mengkaji dampak pelaksanaan KKN di Desa Sumber Agung, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, dengan fokus pada bidang pendidikan dan pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi masyarakat, seperti keterbatasan fasilitas pendidikan, kurangnya diversifikasi produk pertanian, serta rendahnya pemanfaatan limbah pertanian untuk meningkatkan nilai ekonomi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan penguatan keterampilan ekonomi masyarakat dan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan sosial desa. Salah satu program unggulan adalah pelatihan pengolahan hasil pertanian lokal, seperti pisang kepok, ubi, dan singkong menjadi produk bernilai jual tinggi, seperti keripik dan makanan ringan lainnya. Selain itu, mahasiswa memperkenalkan inovasi pemanfaatan lidi kelapa sawit sebagai bahan baku piring ramah lingkungan untuk menggantikan plastik sekali pakai. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap peluang ekonomi berbasis sumber daya alam yang tersedia serta mendorong terciptanya usaha kecil yang berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengelola produk lokal serta peningkatan kesadaran akan pentingnya inovasi dalam usaha kecil. Masyarakat menjadi lebih terampil dalam memproduksi keripik pisang dan piring ramah lingkungan yang memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga. Selain itu, mahasiswa turut aktif dalam berbagai kegiatan sosial desa, seperti menghadiri rapat koperasi, mengikuti kegiatan kepemudaan, serta berinteraksi dengan tokoh masyarakat. Keterlibatan ini memperkuat hubungan sosial mahasiswa dengan warga serta memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap dinamika sosial pedesaan
Pendampingan Pengembangan Modul Ajar Pada Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Islam Azzihad Terpadu Bandung
The characteristics of Kurikulum Merdeka contain learning outcomes per phase that support the flexibility of educators and education units to develop quality curriculum and learning according to the potential and local wisdom of the school environment, so that assistance in developing teaching modules for Kurikulum Merdeka at the Bandung Integrated Azzihad Islamic Elementary School is very necessary and important to implement. This service program uses Asset Based Community Development (ABCD) by referring to the theory of McKnight and Kretzmann (1993). The service activity of assisting the preparation of teaching modules at SDIT Azzihad Bandung has been successfully implemented as evidenced by the increasing ability of teachers to develop teaching modules. The results of this activity exceeded the 1% assumption. The teachers actively participated in the activity from the beginning to the end of the activity. Based on the above conclusions, it can be said that the service activities for preparing teaching modules for Kurikulum Merdeka at SDIT Azzihad Bandung have a significant impact.Karakteristik kurikulum merdeka memuat capaian pembelajaran per fase yang mendukung fleksibilitas pendidik dan satuan pendidikan mengembangkan kurikulum dan pembelajaran berkualitas sesuai dengan potensi dan kearifan lokal lingkungan sekolah, sehingga Pendampingan Pengembangan Modul Ajar Pada Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Islam Azzihad Terpadu Bandung sangat diperlukan dan penting dilaksanakan. Program pengabdian ini menggunakan Asset Based Community Develpoment (ABCD) dengan mengacu pada teori McKnight dan Kretzmann (1993). Kegiatan pengabdian pendampingan penyusunan modul ajar di SDIT Azzihad Bandung telah berhasil dilaksanakan dengan baik yang dibuktikan dengan meningkatnya kemampuan guru dalam menyusun modul ajar. Hasil kegiatan ini melampaui asumsi 1%. Para guru mengikuti kegiatan secara aktif dari awal sampai akhir kegiatan. Berdasarkan kesimpulan di atas maka dapat dikatakan kegiatan pengabdian penyusunan modul ajar kurikulum merdeka di SDIT Azzihad Bandung memiliki dampak yang signifikan
Pelatihan Manajemen Kepemimpinan dalam Membentuk Karakter Bernalar Kritis Mahasiswa BEM Fakultas Ilmu Pendidikan Se-Karisidenan Kediri
Organisasi menjadi wahana dalam mengembangkan aspek pendidikan karakter seperti bernalar kritis. Bernalar kritis meliputi kemampuan dalam menganalisis, mengevaluasi, dan menyimpulkan informasi secara obyektif dengan menggunakan logika dan penalaran yang tepat. Di Universitas Nusantara PGRI Kediri terdapat organisasi yaitu BEM FKIP yang di dalamnya di latar belakangi dengan peran mahasiswa-mahasiswa aktivis berbasis keguruan. Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu memberikan wawasan tentang manajemen kepemimpinan bagi anggota organisasi BEM FKIP dalam mengembangkan karakter dan keterampilan berpikir kritis. Metode Pengabdian Kepada Masyarakat meliputi analisis situasi mitra, penyampaian materi, praktik bernalar kritis, sesi tanya jawab, evaluasi, dan pendekatan berbasis proyek. Adapun peserta dalam kegiatan pelatihan ini berjumlah lima puluh mahasiswa yang terdiri dari tujuh program studi berbeda di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Hasil dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat memberikan dampak positif bagi mahasiswa yang mengikuti acara pelatihan dalam meningkatkan wawasan dan pengetahuannya tentang manajemen kepemimpinan, manajemen keorganisasian, dan tata kelola administrasi organisasi. Simpulan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yakni seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh seluruh mahasiswa BEM Fakultas Ilmu Pendidikan Se-Karisidenan Kediri yang setidaknya dapat memberikan dampak positif dalam menciptakan mahasiswa yang berkarakter nalar kritis. Organizations serve as a vehicle for developing aspects of character education, such as critical reasoning. Critical reasoning encompasses the ability to analyze, evaluate, and conclude information objectively using sound logic and reasoning. At Nusantara PGRI University in Kediri, there is an organization, namely BEM FKIP, which is based on the role of student activists based on teaching. The purpose of implementing Community Service is to provide insight into leadership management for BEM FKIP members in developing character and critical thinking skills. The Community Service method includes partner situation analysis, material delivery, critical reasoning practice, question and answer sessions, evaluation, and a project-based approach. The participants in this training activity were fifty students consisting of seven different study programs within the Faculty of Teacher Training and Education. The results of the Community Service activity had a positive impact on students who participated in the training event in increasing their insight and knowledge about leadership management, organizational management, and organizational administration. The conclusion of the Community Service activities is that the entire series of activities were attended by all BEM students of the Faculty of Education throughout the Kediri Residency which can at least have a positive impact in creating students with critical thinking characters
Pendampingan Optimalisasi Potensi melalui Pelatihan Pembuatan Infografis berbasis Nilai-Nilai Inklusif bagi Komunitas Perdamaian Kota Malang
Pengabdian masyarakat ini mengajak para pemuda dalam meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila berwawasan kebangsaan, digabungkan dengan usaha untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara optimal. Infografis berbasis nilai-nilai inklusif menjadi alternatif untuk menjawab gejolak eksklusif dan disintegrasi yang dewasa ini dialami bangsa Indonesia khususnya di media sosial. Infografis berbasis nilai-nilai inklusif berusaha memberikan penyadaran pentingnya perdamaian, infografis sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan inklusif pada masyarakat. Pengabdian masyarakat diwujudkan melalui kegiatan pelatihan pembuatan infografis berbasis nilai-nilai inklusif yang bekerja sama dengan narasumber yang ahli di bidangnya. Pelatihan pembuatan infografis berbasis nilai-nilai inklusif bertujuan untuk (1) memberikan edukasi kepada pemuda mengenai pentingnya wawasan kebangsaaan berbasis nilai-nilai inklusif di tengah gejolak eksklusif dan disentegrasi; (2) memberikan program pelatihan kepada pemuda untuk membuat infografis; (3) mendorong kesadaran pemuda mengenai pentingnya nilai-nilai inklusif; dan (4) mendorong terbentuknya masyarakat madani yang kritis terhadap realita yang dihadapi bangsa. Pelatihan ini dilakukan dengan melibatkan pemuda aktivis pegiat komunitas perdamaian sebagai khalayak sasaran. Pendekatan partisipatif dan interactive learning dirancang untuk memudahkan peserta dalam memperoleh materi. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan pelatihan pembuatan infografis ini dilakukan melalui beberapa tahap, yakni analisis situasi, pelaksanaan kegiatan, refleksi dan rekomendasi.This community service program invites young people to increase their understanding of Pancasila values with a national perspective, combined with efforts to utilize science and technology optimally. Infographics based on inclusive values are an alternative to address the exclusivity and disintegration currently experienced by the Indonesian nation, especially on social media. Infographics based on inclusive values strive to raise awareness of the importance of peace, infographics as a medium to convey inclusive messages to the public. Community service is realized through training activities for making infographics based on inclusive values in collaboration with resource persons who are experts in their fields. The training for making infographics based on inclusive values aims to (1) provide education to young people about the importance of national insight based on inclusive values amidst the exclusivity and disintegration; (2) provide training programs for young people to make infographics; (3) encourage youth awareness of the importance of inclusive values; and (4) encourage the formation of a civil society that is critical of the realities faced by the nation. This training is carried out by involving young activists in peace communities as the target audience. The participatory and interactive learning approach is designed to facilitate participants\u27 acquisition of the material. The infographic creation training involves several stages: situation analysis, activity implementation, reflection, and recommendations