Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Pelatihan Eco-Creation untuk Membangun Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan melalui Inovasi Daur Ulang Sampah SDN Pandanwangi 3
Permasalahan utama yang dihadapi SDN Pandanwangi 3 adalah rendahnya kesadaran siswa terhadap pengelolaan sampah serta belum adanya program edukasi lingkungan yang aplikatif. Kondisi ini berdampak pada menumpuknya limbah plastik di lingkungan sekolah. Untuk menjawab tantangan tersebut, pelatihan Eco-Creation diadakan yang bertujuan meningkatkan kreativitas dan kepedulian lingkungan siswa melalui inovasi daur ulang sampah. Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan Project Based Learning (PjBL) melalui lokakarya interaktif, demonstrasi langsung, dan pendampingan intensif. Hasil evaluasi menunjukkan 87% siswa mampu menghasilkan minimal satu produk daur ulang, dan lebih dari 70% memahami konsep 3R serta menunjukkan perubahan perilaku dalam memilah sampah. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pelatihan Eco-Creation efektif membangun kompetensi abad ke-21, khususnya kolaborasi, kreativitas, serta kepedulian lingkungan siswa sekolah dasar.The main problem faced by SDN Pandanwangi 3 is the low level of student awareness regarding waste management and the absence of an applicable environmental education program. This condition has resulted in the accumulation of plastic waste in the school environment. To address this challenge, Eco-Creation training was held, aimed at increasing students\u27 creativity and environmental awareness through waste recycling innovations. This activity was designed using a Project Based Learning (PjBL) approach through interactive workshops, live demonstrations, and intensive mentoring. Evaluation results showed that 87% of students were able to produce at least one recycled product, and more than 70% understood the 3R concept and demonstrated behavioral changes in sorting waste. This activity concluded that Eco-Creation training was effective in building 21st-century competencies, particularly collaboration, creativity, and environmental awareness in elementary school students
Pelatihan Pembuatan Pakan Awetan Jerami Fermentasi di Kelompok Tani Bola Buhung Kabupaten Maros
Kelangkaan pakan ternak sapi pada bulan bulan tertentu menyebabkan produktivitas ternak mereka rendah. Bila hanya memberikan jerami segar sebagai pakan belum mampu mencukupi kebutuhan pakan yang bermutu dan berkelanjutan karena masa panen padi yang singkat sehingga banyak jerami yang tertinggal di sawah dan tidak termanfaatkan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola dan memanfaatkan limbah tanaman padi berupa jerami menjadi pakan awetan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2025 di lahan ketua kelompok tani Bola Buhung Desa Limapoccoe Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Pelaksanaan kegiatan pelatihan diawali dengan sosialisasi dan penyuluhan terkait potensi pemanfaatan jerami padi menjadi pakan awetan yang berkualitas dan tahan lama serta tahapan pembuatannya. Selanjutnya dilakukan pelatihan dan demonstrasi pembuatan pakan awetan jerami fermentasi. Pelatihan yang dilakukan berhasil meningkatkan 58,5% pemahaman petani tentang teknik pembuatan jerami fermentasi sebagai pakan awetan untuk ternak sapi dari 39% menjadi 98,75%. Peningkatan pengetahuan petani mengelola jerami padi menjadi pakan awetan dengan tingkat kecernaan yang lebih baik diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak yang selama ini kurang, sekaligus dapat mewujudkan pertanian terpadu ternak dan padi mendukung swasembada pangan di Desa Limapoccoe.The scarcity of cattle feed in certain months causes low livestock productivity. Providing only fresh straw as feed is not enough to meet the need for quality and sustainable feed because the short rice harvest period, resulting in a lot of straw left in the fields and unused. The purpose of this community service activity is to improve farmers\u27 knowledge and skills in managing and utilizing rice crop waste in the form of straw into preserved feed. The activity was carried out on July 25, 2025, at the land of the head of the Bola Buhung farmer group in Limapoccoe Village, Cenrana District, Maros Regency. The implementation of the training activity began with socialization and counseling regarding the potential use of rice straw into quality and long-lasting preserved feed and the stages of its manufacture. Next, training and demonstrations were conducted on making fermented straw preserved feed. The training successfully increased 58.5% of farmers\u27 understanding of the technique of making fermented straw as preserved feed for cattle from 39% to 98.75%. Increasing farmers\u27 knowledge in processing rice straw into preserved feed with a better digestibility level is expected to meet the current shortage of livestock feed, while also realizing integrated livestock and rice farming to support food self-sufficiency in Limapoccoe Village
Membangun Visibilitas Daring untuk UMKM Minuman Tradisional melalui Media Sosial dan Google Bisnisku
Proyek pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kehadiran digital dan kinerja pemasaran Es Tali Merah, sebuah usaha mikro yang bergerak di bidang minuman teh es. Tujuannya adalah membantu bisnis tersebut dalam mengadopsi alat digital yang mudah diakses guna memperluas jangkauan, meningkatkan interaksi dengan pelanggan, dan memperkuat visibilitas lokal. Proyek ini memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dengan memberdayakan UMKM lokal melalui strategi pemasaran digital yang praktis, khususnya melalui penggunaan Instagram dan Google Bisnisku. Pendampingan langsung diberikan dalam pembuatan konten, pengembangan citra digital, dan keterlibatan pelanggan agar bisnis menjadi lebih kompetitif di pasar daring. Pendekatan partisipatif digunakan dalam pelaksanaan kegiatan, meliputi pendampingan langsung dan dukungan implementasi. Aktivitas yang dilakukan mencakup pembuatan dan optimalisasi akun Instagram serta profil Google Bisnisku. Akun Instagram berhasil memperoleh 67 pengikut secara organik, dengan tayangan Reels rata-rata lebih dari 1.000 kali. Profil Google Bisnisku mengumpulkan 67 ulasan pelanggan dengan rata-rata penilaian 4,9 dari 5. Dalam hasil pencarian lokal untuk kata kunci “es teh Gerlong,” Es Tali Merah muncul di posisi kedua pada Google Maps, menunjukkan kekuatan SEO lokal yang signifikan. Inisiatif ini berhasil mencapai tujuannya dengan menunjukkan bahwa alat digital yang sederhana dan berbiaya rendah dapat secara signifikan meningkatkan visibilitas, keterlibatan, dan kredibilitas usaha kecil, serta berkontribusi terhadap keberlanjutan jangka panjang mereka dalam ekonomi digital.This community engagement project aimed to improve the digital presence and marketing performance of Es Tali Merah, a micro-enterprise specializing in iced tea beverages. The objective was to assist the business in adopting accessible digital tools to expand its reach, enhance customer interaction, and increase local visibility. The project contributed to the community by empowering a local MSME with practical digital marketing strategies, particularly through the use of Instagram and Google My Business. It provided hands-on guidance in content creation, digital branding, and customer engagement to help the business become more competitive in the online market. A participatory approach was used, involving direct mentoring and implementation support. Activities included setting up and optimizing Instagram account and creating a Google My Business profile. The Instagram account has 67 followers organically and Reels averaging over 1,000 views. The Google My Business profile accumulated 67 customer reviews with an average rating of 4.9 out of 5. In local search results for “es teh Gerlong,” Es Tali Merah appeared in the second position on Google Maps which indicating strong local SEO presence. The initiative successfully met its objectives by demonstrating that simple, low-cost digital tools can significantly enhance the visibility, engagement, and perceived credibility of small businesses, contributing to their long-term sustainability in the digital economy
Workshop Pengelolaan Pembelajaran berbasis Culturally Responsive Teaching bagi Guru di SDN 2 Puyung
This Community Service (PkM) program addresses the low cultural awareness and lack of cultural integration in learning at SDN 2 Puyung, Trenggalek. This mountainous school needs to strengthen students\u27 character and local cultural identity as a preparation for the future. The solution implemented was a Culturally Responsive Teaching (CRT)-based learning management workshop, aimed at improving cultural literacy and teacher competency. The training included an introduction to the CRT concept, its benefits, and a simulation of integrating local cultural potential into the subject matter. The implementation method for this service included observation and coordination, training, mentoring, and evaluation. The PkM results showed a positive response from the 13 participating teachers. They gained insight into how culture encompasses values, traditions, and perspectives, as well as the importance of cultural integration in creating meaningful learning, fostering appreciation for local culture, and preserving it from foreign influences. This activity successfully improved teachers\u27 understanding of cultural literacy and their readiness to implement CRT.Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini mengatasi rendahnya kesadaran budaya dan kurangnya integrasi budaya dalam pembelajaran di SDN 2 Puyung, Trenggalek. Sekolah di wilayah pegunungan ini membutuhkan penguatan karakter dan identitas budaya lokal siswa sebagai bekal masa depan. Solusi yang diterapkan adalah workshop pengelolaan pembelajaran berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT), bertujuan meningkatkan literasi budaya dan kompetensi guru. Pelatihan mencakup pengenalan konsep CRT, manfaat, dan simulasi integrasi potensi budaya lokal ke dalam mata pelajaran. Metode pelaksanaan pengabdian ini meliputi observasi dan koordinasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Hasil PkM menunjukkan respons positif dari 13 guru peserta. Mereka mendapatkan wawasan bahwa budaya melingkupi nilai, tradisi, dan cara pandang, serta pentingnya integrasi budaya untuk menciptakan pembelajaran bermakna, menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal, dan melestarikannya dari pengaruh asing. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman guru terhadap literasi budaya dan kesiapan mereka menerapkan CRT
Penyebarluasan Media EXCOTION dalam Pembelajaran Biologi pada MGMP Biologi Kota Malang
Learning media needs to be developed to support the learning process. This community service program aims to disseminate game-based learning media “EXCOTION” to biology teachers in Malang City MGMP. This program is carried out with the stages of preparation, implementation, and evaluation. Based on the results of the analysis of the activity participant response questionnaire, the participants agreed with a percentage of 100%, that the learning media products and service activities had good benefits. Thus, this “EXCOTION ” media dissemination activity has provided benefits for biology teachers to be able to develop similar learning media so that students can overcome their difficulties in learning biological material, especially the excretory system in humans.Media pembelajaran perlu dikembangkan untuk menunjang proses pembelajaran. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyebarluaskan media pembelajaran berbasis permainan "EXCOTION" kepada guru biologi di MGMP Kota Malang. Program ini dilaksanakan dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil analisis angket respon peserta kegiatan, peserta sepakat dengan persentase 100%, bahwa produk media pembelajaran dan kegiatan pengabdian memiliki kebermanfaatan yang baik. Dengan demikian, kegiatan penyebarluasan media “EXCOTION” ini telah memberikan manfaat bagi guru biologi untuk dapat mengembangkan media pembelajaran serupa agar siswa dapat mengatasi kesulitannya dalam mempelajari materi biologi, khususnya sistem ekskresi pada manusia
Legalitas dan Pendampingan Administrasi untuk Penguatan Sanggar Tari Rasat Eco Tarakan
Rasat Eco Dance Studio is one of the cultural community institutions that carries the mission of developing and preserving regional cultural values and carrying out the process of cultural regeneration, especially the culture of the Dayak and Kalimantan tribes. This studio was established and operated on June 6, 2009. Since it began operating, Rasat Eco Dance Studio has carried out a series of cultural activities, one of which is Dance. This studio is located in Tarakan City, North Kalimantan Province. When this institution was first established, it did not have legality, and the administration was still not managed optimally. The management of Rasat Eco Dance Studio is not in accordance with the general procedures in establishing an institution, namely the fulfillment of the legality of the institution, so it is necessary to carry out mentoring and legalization activities regarding the management and administration of the institution to strengthen and increase capacity so that it can continue to work in carrying out cultural missions. The activities carried out include assistance in legalization and mentoring for the completeness of the administration of Rasat Eco Dance Studio and are held in Tarakan City, North Kalimantan Province. The output of this activity is legalization in the form of a deed of establishment of the institution and the completeness of the administration of the Rasat Eco Dance Studio institution.Sanggar Tari Rasat Eco merupakan salah satu lembaga komunitas budaya yang membawa misi pengembangan dan pelestarian nilai budaya daerah dan melakukan proses regenerasi budaya khususnya budaya suku Dayak dan Kalimantan. Sanggar ini berdiri dan beroperasi pada 06 Juni 2009. Sejak mulai beroperasi Sanggar Tari Rasat Eco telah melakukan serangkaian kegiatan budaya salah satunya Seni Tari. Sanggar ini terletak di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Awal terbentuknya lembaga ini belum memiliki legalitas, selain itu administrasi masih belum terkelola dengan maksimal. Pengelolaan Sanggar Tari Rasat Eco belum sesuai dengan prosedur-prosedur umumnya dalam pendirian suatu lembaga yaitu terpenuhinya legalitas lembaga, maka perlu untuk dilakukan kegiatan pendampingan dan legalisasi mengenai pengelolaan dan manajemen lembaga untuk penguatan dan peningkatan kapasitas agar bisa terus berkarya dalam menjalankan misi budaya. Kegiatan yang dilakukan meliputi bantuan legalisasi dan pendampingan kelengkapan administrasi Sanggar Tari Rasat Eco dan diselenggarakan di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Luaran dari kegiatan ini adalah legalisasi berupa akte pendirian lembaga dan kelengkapan administrasi lembaga Sanggar Tari Rasat Eco
Pelatihan Pemanfaatan Artificial Inteligence dalam Membuat Media Pembelajaran
Education in Indonesia faces challenges in adopting modern technology, particularly in developing effective and engaging learning media. Teachers in the Cross-School Learning Community of Cluster II Anggrek in Jambi City still use conventional methods that are less adaptive to student needs. The utilization of AI technology such as Gamma AI can help create more efficient, innovative, and interactive learning media. The training was carried out systematically with four main modules: Introduction to Gamma AI, Creating Presentations, Tips and Tricks, and Evaluation and Application. The methods used included demonstrations, hands-on practice, interactive discussions, and evaluation of training outcomes. The activity involved 30 teacher participants from the community and was conducted on July 16, 2024, at the SD Negeri 96 Kota Jambi hall. This training successfully improved teachers\u27 competencies in utilizing Gamma AI to create more engaging and interactive learning media. Teachers were able to save time in creating materials, use data for personalized learning, and enhance student engagement through AI-based content. The main output of the activity was the improvement of learning quality in schools within the community and the strengthening of teachers\u27 digital competencies.Pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan dalam mengadopsi teknologi modern, terutama dalam pengembangan media pembelajaran yang efektif dan menarik. Guru-guru di Komunitas Belajar Lintas Sekolah Gugus II Anggrek Kota Jambi masih menggunakan metode konvensional yang kurang adaptif terhadap kebutuhan siswa. Pemanfaatan teknologi AI seperti Gamma AI dapat membantu menciptakan media pembelajaran yang lebih efisien, inovatif, dan interaktif. Pelatihan dilaksanakan secara sistematis dengan empat modul utama yaitu Pengenalan Gamma AI, Membuat Presentasi, Tips dan Trik, serta Evaluasi dan Penerapan. Metode yang digunakan meliputi demonstrasi, praktik mandiri, diskusi interaktif, dan evaluasi hasil pelatihan. Kegiatan melibatkan 30 peserta guru dari komunitas dan dilaksanakan pada 16 Juli 2024 di Aula SD Negeri 96 Kota Jambi. Pelatihan ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan Gamma AI untuk membuat media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Guru dapat menghemat waktu dalam pembuatan media, menggunakan data untuk personalisasi pembelajaran, serta meningkatkan keterlibatan siswa melalui konten berbasis AI. Luaran utama kegiatan adalah peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah yang tergabung dalam komunitas dan penguatan kompetensi digital para guru
Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia di Bidang Kecantikan Pomelo House Kota Palembang
Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Pomelo House bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam industri kecantikan. Program ini mencakup pelatihan keterampilan teknis dan komunikasi, implementasi sistem evaluasi kinerja, serta pelatihan digital marketing. KKNT ini berfokus pada pengembangan SDM yang unggul dan inovatif guna meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan KKNT adalah pendekatan partisipatif dan berbasis proyek, yang memungkinkan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan implementasi program. Tujuan utama program ini meliputi pendampingan dan pelatihan tenaga kerja, pengembangan sistem manajemen SDM yang efektif, mendorong kolaborasi antara institusi pendidikan dan dunia usaha, serta membantu Pomelo House dalam merancang strategi adaptasi terhadap perubahan industri kecantikan. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam berbagai aspek, seperti keterampilan teknis dan komunikasi karyawan, efektivitas sistem evaluasi kinerja, serta optimalisasi strategi pemasaran digital. Selain itu, program ini berhasil mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Pomelo House dan memberikan solusi yang berdampak positif terhadap perkembangan bisnisnya. Kesimpulannya, KKNT di Pomelo House memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas SDM dan operasional salon. Program ini juga mendorong motivasi serta profesionalitas karyawan dalam menjalankan tugas mereka sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan daya saing usaha di industri kecantikan.Thematic Community Service Lecture (KKNT) at Pomelo House aims to improve the quality of Human Resources (HR) in the beauty industry. This program includes technical and communication skills training, implementation of a performance evaluation system, and digital marketing training. KKNT focuses on developing superior and innovative HR to improve the competitiveness of the local workforce. The method used in the implementation of KKNT is a participatory and project-based approach, which allows students to be directly involved in the learning process and program implementation. The main objectives of this program include mentoring and training the workforce, developing an effective HR management system, encouraging collaboration between educational institutions and the business world, and assisting Pomelo House in designing adaptation strategies to changes in the beauty industry. The results of the program implementation showed significant improvements in various aspects, such as employee technical and communication skills, the effectiveness of the performance evaluation system, and optimizing digital marketing strategies. In addition, this program succeeded in identifying the challenges faced by Pomelo House and providing solutions that have a positive impact on the development of its business. In conclusion, KKNT at Pomelo House has made a real contribution to improving the quality of HR and salon operations. This program also encourages employee motivation and professionalism in carrying out their daily tasks, so that it can increase business competitiveness in the beauty industry
Pelatihan Aplikasi Akuntansi Mobile (AAM) untuk Meningkatkan Transparansi dan Kualitas Laporan Keuangan Usaha Mikro
As business develops, it demands good and accurate business recording activities or accounting records with the application of information technology. Good accounting records will make it easier to control and trace related to business financial activities. In fact, micro business actors who are member of KSP Sakti Kota Kediri only make very simple notes, lacking mastery of information technology in recording. Activities are carried outin the form of training. The implementation stages include accounting training and application of AAM technology, and evaluation. Lecture, discussion and practice methods are used during the training. The comprehensive results of activities are stated to have achieved targets and objectives. This is based on observations during the implementation of activities, questionnaries evaluating understanding and skills in using AAM. The high enthusiasm of the participants in participating in the activity is one of the criteria for the echievement of the activity. As many as 75% of pasticipants were able to apply AAM. The results of the evaluation questionaire showed that 50% of participants stated that the material was relevant to the participants needs. 53,3% of participants stated that AAM was practical and efficient in accounting records. In the next stage, monitoring and assistance implementing AAM, until it can be y adopted by participants.Seiiring berkembangnya usaha menuntut aktivitas pencatatan bisnis atau pencatatan akuntansi yang baik dan akurat dengan pengaplikasiaan teknologi informasi. Pencatatan akuntansi yang baik akan lebih memudahkan dalam pengontrolan dan penelusuran berkaitan dengan aktivitas keuangan usaha. Kenyataannya, pelaku usaha mikro anggota KSP Sakti Kota Kediri hanya membuat catatan sangat sederhana, kurangnya penguasaan teknologi informasi dalam pencatatan. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan. Tahapan pelaksanaan meliputi pelatihan akuntansi dan penerapan teknologi AAM, dan evaluasi. Metode ceramah, diskusi, dan praktik digunakan selama pelaksanaan pelatihan. Hasil kegiatan secara komprehensif dinyatakan telah mencapai target dan tujuan. Hal ini berdasarkan pengamatan selama pelaksanaan kegiatan, angket evaluasi pemahaman dan keterampilan penggunaan AAM. Antusiasme peserta yang tinggi dalam mengikuti kegiatan menjadi salah satu kriteria ketercapaian kegiatan. Sebanyak 75% peserta dapat menerapkan AAM. Hasil angket evaluasi menunjukkan hasil 50% peserta menyatakan materi relevan dengan kebutuhan peserta. 53,3% peserta menyatakan AAM praktis dan efisien dalam pencatatan akuntansi. Pada tahapan selanjutmya akan dilakukan pemantauan dan pendampingan dalam mengimplementasikan AAM, sehingga dapat diadopsi dengan baik oleh pelaku UMKM anggota KSP Sakti
Digital Marketing untuk Meningkatkan Efisiensi Usaha Batu Bata di Kabupaten Banyuasin
The intense competition in the era of globalization has increased pressure on SMEs to undergo digital transformation. Lan Brick Craftsmen in Banyuasin Regency is one of the SME that is striving to implement digitalization in their business to increase the sales. This activity aims to transfer knowledge, provide Website as a Digital Marketing tool, and providing training and mentoring to ensure the effective adoption of digital processes, particularly Digital Marketing. This training program covers basic digital literacy, e-commerce, and Digital Marketing. Based on feedback from Lan Brick Craftsmen, the training and mentoring implemented in this program has greatly helped them understand and implement Digital Marketing in the business, which they previously had little understanding of. As a result of implementing Digital Marketing, Lan Brick\u27s product sales increased by 25%.Ketatnya persaingan bisnis di era globalisasi menuntut UMKM untuk melakukan transformasi digital. Pengrajin Batu Bata Lan di Kabupaten Banyuasin merupakan salah satu UMKM yang tengah berusaha menerapkan digitalisasi dalam bisnisnya untuk meningkatkan penjualan. Kegiatan ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan, menyediakan Website sebagai alat bantu pemasaran digital, serta memberikan pelatihan dan pendampingan agar proses adopsi digital, khususnya pemasaran digital, berjalan dengan efektif. Program pelatihan ini mencakup literasi digital dasar, e-commerce, dan pemasaran digital. Berdasarkan umpan balik dari Pengrajin Batu Bata Lan, pelatihan ini sangat membantunya dalam memahami dan mengimplementasikan pemasaran digital yang sebelumnya kurang mitra PKM pahami. Hasil dari penerapan pemasaran digital ini ialah Penjualan produk Batu Bata Lan meningkat sebesar 25%.