Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Pelatihan Budidaya Hidroponik dan Optimalisasi Sistem Pemberian Nutrisi pada Kebun Hidroponik dengan Menggunakan Mikrokontroler di Pondok Pesantren Darul Fithrah
Darul Fithrah Islamic Boarding School (Ponpes DF) is a tahfiz Al-Qur\u27an-focused Islamic boarding school with education levels from kindergarten to high school. This Islamic boarding school has various active extracurriculars, one of which is hydroponic extracurriculars. This extracurricular is very useful for improving students\u27 abilities. However, currently, there are still various shortcomings, one of which is related to the capability and application of technology in gardens. In order to fulfill this, training activities are carried out in this community service, and automatic nutrient control technology in hydroponics is applied. The training is aimed at students and hydroponic extracurricular administrators. This training activity focuses on explaining various methods and types of plants that can be cultivated using the hydroponic method, then training on the use of automatic nutrient control in hydroponic gardens. Based on the results of training and the application of automatic nutrient control technology, students and administrators can understand various types of hydroponic cultivation methods and then know how to plant various other types of plants that can be cultivated so that there can be a greater variety of plants that can be planted in the garden. Finally, based on the results of the application and training of automatic nutrient control technology, the students and administrators consider that the application of this technology is beneficial in the process of monitoring and maintaining plant quality.Pondok Pesantren Darul Fithrah (Ponpes DF) merupakan Ponpes tahfiz Al-Qur’an dengan jenjang pendidikan mulai dari TK - SMA. Ponpes ini memiliki berbagai ekstrakulikuler aktif, salah satunya adalah ekstrakulikuler hidroponik. Ekstrakulikuler ini sangat bermanfaat bagi peningkatan kemampuan santri. Namun, saat ini masih terdapat berbagai kekurangan, salah satunya terkait kemampuan dan penerapan teknologi pada kebun. Guna memenuhi hal tersebut, dalam pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan kegiatan pelatihan dan penerapan teknologi kontrol nutrisi otomatis pada kebun. Pelatihan ditujukan pada para santri dan pengurus ekstrakulikuler hidroponik. Kegiatan pelatihan ini difokuskan pada pemaparan terkait berbagai metode dan jenis tanaman yang dapat dibudidayakan dengan metode hidroponik, kemudian pelatihan penggunaan kontrol nutrisi otomatis pada kebun hidroponik. Berdasarkan hasil pelatihan dan penerapan teknologi kontrol nutrisi otomatis, para santri dan pengurus dapat memahami berbagai jenis metode budidaya hidroponik, lalu dapat mengetahui cara menanam berbagai jenis tanaman lain yang dapat dibudidaya sehingga variasi tanaman yang dapat ditanam dalam kebun dapat lebih banyak. Terakhir berdasarkan hasil penerapan dan pelatihan teknologi kontrol nutrisi otomatis, para santri dan pengurus menganggap bahwa penerapan teknologi ini sangat membantu dalam proses monitoring dan menjaga kualitas tanaman
Optimalisasi Pemberdayaan Kader dan Digitalisasi Pos Pelayanan Terpadu Lansia dan Balita Kota Tanjungpinang Berbasis Mobile dan Web
Posyandu Sei Jang Laut and Aisyiyah in Tanjungpinang still rely on a manual recording system that is prone to errors and less efficient. Duplication of data that occurs between notebooks, Excel reports, and PDFs is an obstacle in managing toddler growth data. To overcome these problems, the community service team developed a mobile and web-based toddler and elderly information system. This application is designed to integrate all posyandu participant data, both toddlers and elderly, as well as monitor the growth of toddlers more efficiently and accurately, and produce output in the form of participant reports and toddler development so that it can be immediately analyzed and used for decision making. The results of the evaluation of the application show that it is easy to access the application 61.5% agree and 38.5% strongly agree. The application can support posyandu administration 69.2% strongly agree. And overall satisfaction with the application 62.9% strongly agree and 30.8% agree. With the existence of mobile and web-based toddler and elderly information systems can improve the quality of posyandu services by providing accurate data so that empowering posyandu cadres in carrying out their duties is assisted by the use of information technology so as to improve the quality of public health in Tanjungpinang.Posyandu Sei Jang Laut dan Aisyiyah di Tanjungpinang masih mengandalkan sistem pencatatan manual yang rentan terhadap kesalahan dan kurang efisien. Duplikasi data yang terjadi antara buku catatan, laporan Excel, dan PDF menjadi kendala dalam pengelolaan data pertumbuhan balita. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat mengembangkan sistem informasi balita dan lansia berbasis mobile dan web. Aplikasi ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh data peserta posyandu, baik balita maupun lansia, serta memantau pertumbuhan balita lebih efisien dan akurat, dan menghasilkan output berupa laporan peserta dan perkembangan balita sehingga dapat segera dianalisa dan dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan. Hasil evaluasi terhadap aplikasi menunjukan, kemudahan dalam mengakses aplikasi 61,5% setuju dan 38,5% sangat setuju. Aplikasi dapat menunjang administrasi posyandu 69,2% sangat setuju. Dan kepuasan secara keseluruhan aplikasi 62,9 % sangat setuju dan 30,8 setuju. Dengan adanya sistem informasi balita dan lansia berbasis mobile dan web dapat meningkatkan kualitas pelayanan posyandu dengan menyediakan data yang akurat sehingga pemberdayakan kader posyandu dalam menjalankan tugasnya terbanatu dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Tanjungpinang
Penguatan Reciprocal Teaching melalui Pengembangan Self-Efficacy Matematis pada Siswa Sekolah Dasar
Mathematics learning at the elementary school level requires an appropriate approach to build students\u27 conceptual understanding and self-efficacy. Based on observations, there is still a low level of mathematical ability and self-efficacy among students at SD Inpres Morowa, as evidenced by students\u27 difficulties in understanding basic mathematical concepts, lack of active participation in learning, and low self-confidence in solving mathematical problems. Therefore, the purpose of this community service activity is to improve students\u27 mathematical abilities through the implementation of reciprocal teaching reinforced with self-efficacy development. The method used is peer teaching with a collaborative approach involving 19 fourth-grade students. This activity was carried out in three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results of this activity show a significant improvement in students\u27 mathematical abilities and an increase in students\u27 self-efficacy, as seen in the increased self-confidence, activeness, and ability to explain mathematical concepts to peers.Pembelajaran matematika ditingkat sekolah dasar memerlukan pendekatan yang tepat untuk membangun pemahaman konseptual dan kepercayaan diri siswa. Berdasarkan hasil observasi masih rendahnya kemampuan matematis dan self-efficacy siswa diSD Inpres Morowa, yang ditandai dengan kesulitan siswa dalam memahami konsep matematika dasar, kurangnya keaktifan dalam pembelajaran, serta rendahnya kepercayaan diri dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan matematis siswa melalui penerapan reciprocal teaching yang diperkuat dengan pengembangan self-efficacy. Adapun metode yang digunakan adalah peer teaching dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan 19 siswa dari kelas IV. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan matematis siswa dan peningkatan self-efficacy siswa yang terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri, keaktifan, serta kemampuan dalam menjelaskan konsep matematika kepada teman sebaya
Peningkatan Kesadaran Gizi melalui Program Sosialisasi Konsumsi Susu pada Anak Usia Dini di Desa Bonto Karaeng, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng
At present there is a lack of awareness among parents about the importance of nutrition in the growth of early childhood, one of which is that knowledge about milk consumption is not evenly distributed in society. This socialization aims to increase parental awareness about nutrition by teaching young children to consume milk. The 2024 ISS-MBKM PKKM THEMATIC Real Work Program (KKN) activities at Muhammadiyah Bone University, carried out in August 2024 in Bonto Karaeng Village, Sinoa District, Bantaeng Regency, this activity aims to improve nutrition through milk consumption in early childhood. The methods used include observation, counseling and distribution of free milk which was carried out at community health centers and posyandu which were attended by mothers and children, followed by socialization. The results obtained were an increase in community knowledge in Bonto Karaeng Village about the importance of milk consumption in early childhood to meet nutritional status. With socialization carried out in the community, it can provide awareness to parents to always fulfill nutrition in early childhood for the sake of children\u27s growth. In this activity, initially we wanted to use pure milk, but it was difficult to find pure milk nearby, so we used packaged milk (Clevo milk) as a sample from this program. This activity can make parents aware of the importance of consuming milk every day to maintain body health.Pada masa kini kurangnya kesadaran orang tua tentang pentingnya gizi pada pertumbuhan anak usia dini, salah satu pengetahuan tentang konsumsi susu belum merata dimasyarakat, sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua tentang gizi dengan mengajarkan anak usia dini mengkonsumsi susu. Kegiatan program kerja Nyata (KKN) TEMATIK ISS-MBKM PKKM tahun 2024 Universitas Muhammadiyah Bone, dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 di Desa Bonto Karaeng, Kecematan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan gizi melalui konsumsi susu pada anak usia dini. Metode yang digunakan diantaranya, observasi, penyuluhan, dan pembagian susu gratis yang telah di lakukan di Puskesmas Desa dan posyandu yang dihadiri oleh ibu-ibu dan anak-anak, dilanjutkan dengan sosialisasi. Hasil yang di dapatkan yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa Bonto Karaeng tentang pentingnya konsumsi susu pada anak usia dini untuk memenuhi status gizi. Dengan sosialisasi yang di lakukan di masyarakat dapat memberikan kesadaran terhadap orang tua untuk selalu memenuhi gizi pada anak usia dini demi pertumbuhan anak. Dalam kegiatan ini awalnya ingin mneggunakan susu murni akan tetapi sulit untuk mendapatkan susu murni disekitar jadi kita menggunakan susu kemasan (susu clevo) sebagai sampel dari proker ini. Kegiatan ini dapat memberikan kesadaran orang tua akan pentingnya mengkonsumsi susu setiap hari agar kesehatan tubuh tetap terjaga
Perancangan Visual Branding untuk Meningkatkan Identitas dan Daya Saing UMKM Binaan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN)
This community service aims to make a real contribution to the development and empowerment of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) which are members of Ibu Kota Nusantara (IKN) development program through visual branding design. The focus of this service is on increasing the identity and competitiveness of MSMEs through strong and attractive visual elements. The service method will involve collaboration between researchers, designers and MSMEs assisted by the IKN Authority. The steps include an in-depth analysis of the business characteristics and values of MSMEs, as well as the development of a visual branding strategy that suits their local identity and business goals. Furthermore, training will be carried out for MSME owners regarding the implementation and maintenance of the visual identity that has been designed.Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tergabung dalam program pembinaan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui perancangan visual branding. Fokus pengabdian ini adalah pada peningkatan identitas dan daya saing UMKM melalui elemen-elemen visual yang kuat dan memikat. Metode pengabdian akan melibatkan kolaborasi antara peneliti, desainer, dan pelaku UMKM Binaan Otorita IKN. Langkah-langkahnya mencakup analisis mendalam terhadap karakteristik bisnis dan nilai-nilai UMKM, serta pengembangan strategi visual branding yang sesuai dengan identitas lokal dan tujuan bisnis mereka. Selanjutnya, akan dilakukan pelatihan kepada pemilik UMKM terkait implementasi dan pemeliharaan identitas visual yang telah dirancang
Gerakan SEHATI: Memberdayakan Warga Desa Setro dalam Mengenal Faktor Risiko dan Mencegah Komplikasi Nyeri Muskuloskeletal
Musculoskeletal pain such as aches and pains is a health problem that is closely related to a sedentary lifestyle and an unbalanced diet. This study aims to analyze risk factors and provide educational recommendations based on questionnaire data from 38 respondents in Setro Village, Menganti, Gresik Regency, East Java. Descriptive methods were used to evaluate health parameters (age, BMI, blood pressure, uric acid levels, cholesterol), sitting habits, screen time, physical activity, and consumption of sweet foods/drinks. The results showed that the majority of female respondents (93%) were aged 40-68 years with a high prevalence of risk factors: 60% overweight, 10% obesity (BMI>25), 16% hypertension, and extreme uric acid/cholesterol levels (up to 11.8 mg/dL and 339 mg/dL). As many as 73% reported musculoskeletal complaints (joint pain, tingling) that correlated with long sitting habits (>4 hours/day), lack of exercise (40% never did physical activity), and daily consumption of sweet drinks (60%). The results of this study indicate that a structured educational intervention is needed to increase awareness of low-purine diets, regular physical activity (eg, elderly gymnastics/jogging), and sedentary screen time management. The conclusion of the study emphasizes the importance of multidisciplinary collaboration (medical personnel, government, community) in a healthy lifestyle and healthy diet-based prevention program to prevent musculoskeletal complications.Nyeri muskuloskeletal seperti pegal linu merupakan masalah kesehatan yang erat kaitannya dengan gaya hidup sedentari dan pola makan tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko dan memberikan rekomendasi edukasi berbasis data kuesioner dari 38 responden di desa Setro, Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Metode deskriptif digunakan untuk mengevaluasi parameter kesehatan (usia, BMI, tekanan darah, kadar asam urat, kolesterol), kebiasaan duduk, screentime, aktivitas fisik, serta konsumsi makanan/minuman manis. Hasil menunjukkan mayoritas responden perempuan (93%) berusia 40-68 tahun dengan prevalensi faktor risiko tinggi: 60% overweight, 10% obesitas (BMI >25), 16% hipertensi, dan kadar asam urat/kolesterol ekstrem (hingga 11,8 mg/dL dan 339 mg/dL). Sebanyak 73% melaporkan keluhan muskuloskeletal (nyeri sendi, kesemutan) yang berkorelasi dengan kebiasaan duduk lama (>4 jam/hari), kurang olahraga (40% tidak pernah beraktivitas fisik), serta konsumsi harian minuman manis (60%). Hasil pemeriksaan ini menunjukkan bahwa diperlukannya intervensi edukasi terstruktur untuk meningkatkan kesadaran diet rendah purin, aktivitas fisik teratur (misal: senam lansia/jogging), dan manajemen sedentary screentime. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya kolaborasi multidisiplin (tenaga medis, pemerintah, komunitas) dalam program pencegahan berbasis gaya hidup sehat dan diet sehat untuk mencegah komplikasi musculoskeletal
Penerapan Mesin Pencacah Kertas untuk Meningkatkan Produktivitas Daur Ulang dan Mengurangi Dampak Perubahan Iklim Akibat Pembakaran Sampah
This service aims to overcome the problem of paper waste management to destroy unnecessary archives at the partner, namely the Directorate of Law and Administration of Surabaya State University. At the partner, the destruction process is carried out by shredding using scissors and tearing it into pieces. This method is ineffective and inefficient because it requires a lot of energy and a long time. In fact, in forced conditions, burning is carried out. This creates new problems, namely in the long term it will encourage climate change and environmental pollution. The solution to solving this problem is to process paper waste using a waste shredding machine to increase the recycling process and reduce the impact of climate change due to waste burning. The implementation method includes socialization of PKM-LK to partners, activity planning stage, manufacturing stage, paper shredding machine function test stage, training and mentoring stage, TTG (Appropriate Technology) implementation stage, and monitoring and evaluation stage. The results of the activity show that using a waste paper shredder machine is effective, efficient, and can reduce climate pollution due to waste burning with the number of sheets of paper processed per hour ± 2570 sheets, and the total weight of paper processed ± 12.83 kg. The recommendation from this study is to expand the market, machines can be designed with varying capacities, from small scale for SMEs to large scale for companies.Pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi masalah pengelolaan sampah kertas untuk memusnahkan arsip yang tidak perlu pada mitra yaitu Direktorat Hukum dan Ketatalaksanaan Universitas Negeri Surabaya, Di mitra, proses pemusnahan dilakukan dengan cara dicacah menggunakan gunting dan dirobek-robek. Cara ini tidak efektif dan tidak efisien karena membutuhkan tenaga yang banyak dan waktu yang lama. Bahkan, dalam kondisi terpaksa dilakukan pembakaran. Hal ini menciptakan permasalahan baru, yakni dalam jangka panjang akan mendorong terjadinya perubahan iklim dan pencemaran lingkungan. Solusi untuk memecahkan permaslahan tersebut dengan mengolah sampah kertas dengan menggunakkan mesin pencacah sampah untuk meningkatkan proses produktivitas daur ulang dan mengurangi dampak perubahan iklim akibar pembakaran sampah. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi PKM-LK kepada mitra, tahap perencanaan kegiatan, tahap manufaktur, tahap uji fungsi mesin pencacah kertas, tahap pelatihan dan pendampingan, tahap penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG), dan tahap monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan menggunakkan mesin pencacah sampah kertas efektif, efisien, dan dapat mengurangi pencemaran iklim akibat pembakaran sampah dengan hasil jumlah lembar kertas di proses per jam ±2570 lembar, dan total berat kertas yang diproses ±12,83 kg. Rekomendasi dari penelitian ini adalah untuk memperluas pasar, mesin dapat dirancang dengan kapasitas bervariasi, dari skala kecil untuk UKM hingga skala besar untuk perusahaan
Pelatihan Literasi Keuangan pada Alumni dan Pra Alumni Universitas
Rendahnya tingkat literasi keuangan di Indonesia, yang hanya mencapai 38,03%, berdampak pada rendahnya kemampuan individu, khususnya alumni dan pra-alumni perguruan tinggi, dalam mengelola keuangan secara bijak dan sesuai dengan nilai-nilai iman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman investasi yang etis bagi alumni dan pra-alumni yang tergabung dalam komunitas Persekutuan Alumni Kristen di Bandung. Metode pelaksanaan mencakup pre-test, ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, penyusunan anggaran pribadi, serta post-test untuk mengukur perubahan pemahaman, sikap, dan perilaku peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep keuangan dasar, strategi investasi, dan manajemen risiko. Peserta juga menunjukkan perubahan perilaku, seperti mulai menyusun anggaran pribadi, menghindari perilaku konsumtif, dan mempertimbangkan nilai etika dalam investasi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran finansial dan komitmen peserta dalam menerapkan prinsip keuangan yang bijak, bertanggung jawab, dan berlandaskan iman dalam kehidupan sehari-hari.The low level of financial literacy in Indonesia, which only reaches 38.03%, impacts the low ability of individuals, particularly university alumni and pre-alumni, to manage their finances wisely and in accordance with religious values. This community service activity aims to improve financial literacy and understanding of ethical investment among alumni and pre-alumni members of the Christian Alumni Fellowship community in Bandung. The implementation method included a pre-test, interactive lectures, group discussions, case studies, personal budgeting, and a post-test to measure changes in participants\u27 understanding, attitudes, and behavior. The training results showed significant improvements in understanding basic financial concepts, investment strategies, and risk management. Participants also demonstrated behavioral changes, such as starting to prepare personal budgets, avoiding consumptive behavior, and considering ethical values in investing. This activity successfully increased participants\u27 financial awareness and commitment to applying wise, responsible, and faith-based financial principles in their daily lives
Penguatan Kompetensi Guru SMPN 6 Mojokerto dalam Merancang e-LKPD berbasis AI dan STEM Unplugged sebagai Penunjang Pembelajaran Mendalam
Kurikulum Merdeka menuntut guru berinovasi dalam merancang kegiatan pembelajaran yang bermakna. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SMPN 6 Mojokerto dalam merancang e-LKPD berbasis AI dengan pendekatan STEM Unplugged untuk mendukung pembelajaran mendalam. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik desain terbimbing, pendampingan, dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan 80% peserta meningkat pemahamannya dalam mengintegrasikan AI dan STEM Unplugged. Lebih lanjut, 80% peserta berhasil merancang serta menghasilkan produk e-LKPD inovatif yang siap diimplementasikan dalam kegiatan kokurikuler. Pelatihan ini berdampak positif pada kompetensi guru dalam merancang pembelajaran mendalam yang bermakna.The Merdeka Curriculum requires teachers to innovate in designing meaningful learning activities. This community service program aims to improve the competence of teachers at SMPN 6 Mojokerto in designing AI-based e-LKPD with a STEM Unplugged approach to support deep learning. The methods used included socialization, training, guided design practice, mentoring, and evaluation. The training results show that 80% of participants improved their understanding of integrating AI and STEM Unplugged. Furthermore, 80% of participants successfully designed and produced innovative e-LKPD products that are ready to be implemented in co-curricular activities. This training has had a positive impact on teachers\u27 competence in designing meaningful deep learning
Peningkatan Kapasitas Produksi dan Manajemen Usaha pada UMKM Kentang Mustofa melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Digitalisasi Usaha
This community service activity aims to improve the production, management, and marketing capacity of Mustofa "Ade Yuli" Potato MSME in North Cimahi. The main problems include traditional production processes, weak financial records, and limited marketing and business legality. The methods used were participatory training, the application of appropriate technology, and management and digital marketing assistance. The results of the activity showed an increase in production capacity of more than 60%, improvements in product hygiene and shelf life, organized financial bookkeeping, and expanded marketing through labeled packaging, PIRT permits, and digital accounts. This program has proven effective in supporting MSME competitiveness while empowering the community\u27s economy.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, manajemen, dan pemasaran pada UMKM Kentang Mustofa “Ade Yuli” di Cimahi Utara. Permasalahan utama meliputi proses produksi tradisional, lemahnya pencatatan keuangan, serta keterbatasan pemasaran dan legalitas usaha. Metode yang digunakan berupa pelatihan partisipatif, penerapan teknologi tepat guna, serta pendampingan manajemen dan digital marketing. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi lebih dari 60%, perbaikan higienitas dan daya simpan produk, pembukuan keuangan yang teratur, serta pemasaran yang meluas melalui kemasan berlabel, izin PIRT, dan akun digital. Program ini terbukti efektif mendukung daya saing UMKM sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat