Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Transformasi Pembelajaran Kewirausahaan melalui Modul Digital Interaktif Menggunakan Learning Management System berbasis Moodle di SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi
SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi merupakan salah satu sekolah swasta di Banyuwangi yang berkomitmen mengembangkan kompetensi keilmuan dan keislaman siswanya melalui pembelajaran berbasis keterampilan. Namun, proses pembelajaran masih didominasi metode konvensional seperti ceramah dan penugasan manual yang kurang relevan dengan tuntutan era digital. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya literasi digital siswa dan belum tersedianya platform pembelajaran terintegrasi yang dapat mendukung proses belajar yang interaktif dan adaptif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mentransformasi pembelajaran kewirausahaan melalui pengembangan modul digital interaktif berbasis Learning Management System (LMS) Moodle di SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi. Metode pelaksanaan meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan dan pembuatan modul digital, pelatihan penggunaan LMS kepada guru dan siswa, serta uji coba implementasi dalam proses pembelajaran kewirausahaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru dan siswa mampu mengoperasikan platform LMS dengan baik, serta modul digital interaktif yang dikembangkan mampu meningkatkan partisipasi belajar dan pemahaman siswa terhadap konsep kewirausahaan. Selain itu, siswa dapat berlatih membuat rencana bisnis secara digital melalui fitur interaktif yang tersedia pada platform Moodle. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi LMS berbasis Moodle dan modul digital interaktif dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran kewirausahaan di SMK. Ke depan, disarankan agar pengembangan serupa diperluas pada mata pelajaran lain untuk memperkuat literasi digital dan kesiapan siswa menghadapi dunia industri berbasis teknologi.SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi is a private vocational school in Banyuwangi committed to developing students’ scientific competence and Islamic values through skill-based learning. However, the learning process is still dominated by conventional methods such as lectures and manual assignments, which are less relevant to the demands of the digital era. This condition has resulted in low digital literacy among students and the absence of an integrated learning platform that supports interactive and adaptive learning. This community service activity aims to transform entrepreneurship learning through the development of an interactive digital module using a Moodle-based Learning Management System (LMS) at SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi. The implementation method includes needs analysis, digital module design and development, training for teachers and students on the use of LMS, and pilot implementation in entrepreneurship classes. The results show that both teachers and students were able to operate the LMS effectively, and the developed interactive digital module enhanced learning participation and students’ understanding of entrepreneurial concepts. In addition, students were able to practice creating business plans digitally through the interactive features available on the Moodle platform. This activity concludes that integrating a Moodle-based LMS with interactive digital modules can serve as an effective solution to improve the quality of entrepreneurship learning in vocational schools. Future activities are recommended to expand the implementation of this approach to other subjects to strengthen digital literacy and prepare students for technology-based industries
Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Inovasi Tulang Ikan Haruan sebagai Peningkatan Status Gizi Kesehatan Balita di Desa Teluk Selong
Prevalensi stunting dalam lima tahun terakhir menunjukkan masalah gizi terbesar pada balita di Indonesia termasuk Provinsi Kalimantan Selatan. Desa Teluk Selong merupakan desa yang memiliki angka kejadian stunting tertinggi di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.Mayoritas penduduk Desa Telok Selong adalah bertani dan mmancing ikan. Ikan haruan merupakan ikan air tawar yang banyak ditemukan di Desa Teluk Selong. Permasalahan yang terjadi di Desa Teluk Selong adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan kader dalam pemanfaatan limbah ikan dan sebagai penyuluh kesehatan kepada masyarakat yang dapat menunjang nutrisi pada anak stunting serta belum adanya pelatihan kepada mitra tentang proses pemanfaatan limbah perikanan terutama pada tulang ikan haruan. Upaya yang dilakukan adalah melakukan Program Pengabdian Kepada Masyarakat” terkait “Pemberdayaan Kader Kesehatan Melalui Inovasi Tulang Ikan Haruan sebagai Upaya Peningkatan Status Gizi Kesehatan Balita di Desa Teluk Selong dilaksanakan selama 8 bulan dengan sasaran 11 kader. Pelaksanaan program pendampingan kader kesehatan berinovasi dengan membuat cookies berbahan tulang ikan haruan. Pengolahan hasil ikan haruan ini diharapkan menjadi contoh upaya dalam penanganan permasalahn stunting di Provinsi Kalimantan Selatan. The prevalence of stunting in the last five years shows the biggest nutritional problem in toddlers in Indonesia, including South Kalimantan Province. Teluk Selong Village is a village with the highest stunting incidence in Banjar Regency, South Kalimantan Province. The majority of the population of Telok Selong Village is farming and fishing. Haruan fish is a freshwater fish that is often found in Teluk Selong Village. The problem that occurs in Teluk Selong Village is the lack of knowledge and skills of cadres in utilizing fish waste and as health educators to the community who can support nutrition in stunted children and the absence of training for partners on the process of utilizing fishery waste, especially on haruan fish bones. The effort made is to conduct a Community Service Program related to "Empowering Health Cadres Through Innovation of Haruan Fish Bones as an Effort to Improve the Nutritional Status of Toddler Health in Teluk Selong Village, which was implemented for 8 months with a target of 11 cadres. The implementation of the health cadre mentoring program innovates by making cookies made from haruan fish bones. Going forward, it is hoped that the results of this activity can serve as an example for managing stunting issues in Indonesia, particularly in South Kalimantan Province, through the processing of haruan fish (Snake-Head Fish)
Great Parents Community sebagai Wadah Manajemen Pola Asuh di Kabupaten Ngada
Kabupaten Ngada masih menghadapi tantangan dalam pola asuh anak dan pemenuhan gizi keluarga. Tingginya angka stunting, rendahnya literasi parenting, serta minimnya wadah berbagi pengalaman antar orang tua menjadi permasalahan mendasar. Program Great Parents Community dirancang sebagai solusi berbasis komunitas dengan tiga fokus utama: (1) edukasi pola asuh positif, (2) edukasi gizi seimbang berbasis pangan lokal, dan (3) pembentukan komunitas orang tua sebagai wadah dukungan sosial. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahap persiapan, implementasi, serta evaluasi dan keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman orang tua tentang pola asuh positif, bertambahnya keluarga dengan kebun gizi, serta terbentuknya komunitas aktif yang menggunakan platform digital untuk berbagi informasi. Dengan demikian, program ini mampu berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan di Kabupaten Ngada.Ngada Regency still faces challenges in childcare and family nutrition. High stunting rates, low parenting literacy, and a lack of forums for sharing experiences among parents are fundamental issues. The Great Parents Community program is designed as a community-based solution with three main focuses: (1) education on positive parenting patterns, (2) education on balanced nutrition based on local foods, and (3) establishing a parent community as a platform for social support. The implementation method includes preparation, implementation, evaluation, and sustainability. Results show increased parental understanding of positive parenting patterns, an increase in families with nutrition gardens, and the formation of an active community using digital platforms to share information. Thus, this program contributes to improving family well-being and sustainable child development in Ngada Regency
Pemanfaatan Magic School untuk Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Merancang Modul Ajar Kurikulum Merdeka berbasis Pendekatan Deep Learning
Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk mampu merancang pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi siswa abad ke-21. Namun, hasil analisis kebutuhan di KKG Gugus IV Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih mengalami kesulitan dalam menyusun Modul Ajar Kurikulum Merdeka berbasis pendekatan Deep Learning serta belum terbiasa memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) Magic School. Sebuah program pelatihan diselenggarakan untuk membantu para instruktur menjadi lebih mahir dalam menggunakan AI Magic School untuk menyusun rencana pembelajaran sebagai respons terhadap permasalahan ini. Langkah-langkah yang terlibat dalam penerapan program ini meliputi perencanaan, instruksi, praktik pengembangan modul, dan penilaian. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan dan kompetensi pendidik dalam menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka meningkat, dengan luaran berupa draft modul ajar dan dokumentasi kegiatan. Selain itu, pelatihan ini juga berdampak positif pada perubahan pola pikir guru yang semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. The Merdeka Curriculum requires teachers to be able to design innovative, adaptive, and competency-oriented learning experiences for 21st-century students. However, an analysis of needs at KKG Cluster 4 in Tumpang District, Malang Regency, revealed that most teachers still face challenges in developing Merdeka Curriculum teaching modules based on the Deep Learning approach and are not yet accustomed to utilizing Artificial Intelligence (AI) Magic School. To address these issues, a training activity was conducted aimed at enhancing teachers\u27 competencies in utilizing AI Magic School as a supportive tool for designing teaching modules. The implementation methods included preparation stages, training sessions, practical module development exercises, and evaluations. The results of the activity showed an improvement in teachers\u27 understanding and skills in designing teaching modules in accordance with the principles of the Merdeka Curriculum, with outputs including draft teaching modules and activity documentation. Additionally, this training had a positive impact on changing teachers\u27 mindset, making them more open to the use of technology in learning.
Pelatihan Pengolahan Air Kelapa menjadi Nata de Coco di Desa Sungai Kakap, Kalimantan Barat
Old coconut water is often discarded by the community as waste. This community service activity aimed to provide training on processing coconut water into nata de coco for the members of the Family Welfare Empowerment Group (PKK) in Sungai Kakap Village, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. The implementation of this community service program consisted of several stages, including dissemination/socialization, hands-on practice, and discussion sessions. The activity began with the preparation of tools and materials at the Biology Laboratory, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Tanjungpura University (FMIPA UNTAN), followed by a field visit to the target village, participant gathering, socialization of nata de coco production materials, joint practice with workshop participants, and a discussion session. The nata de coco production training was successfully carried out at the Sungai Kakap Village Office, West Kalimantan. Based on the questionnaire results, the PKK members stated that the activity was beneficial, and many expressed their interest in applying the process and producing nata de coco for personal consumption as well as for potential commercialization.Air kelapa tua seringkali dibuang begitu saja oleh masyarakat sebagai limbah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan pengolahan air kelapa menjadi nata de coco kepada ibu-ibu PKK di Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan, meliputi penyampaian/sosialisasi, praktik dan sesi diskusi. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan persiapan alat dan bahan di Laboratorium Biologi FMIPA Universitas Tanjungpura, dilanjutkan perjalanan ke desa lokasi pelaksanaan PKM, pengumpulan peserta workshop, sosialisasi materi nata de coco, praktik bersama peserta workshop, tanya jawab dan diskusi dengan peserta workshop. Kegiatan pelatihan pembuatan nata de coco telah berhasil dilaksanakan di Kantor Desa Sungai Kakap, Kalimantan Barat. Berdasarkan hasil kuesioner, ibu-ibu PKK menyatakan kegiatan ini bermanfaat, bahkan ingin mempraktikkannya dan membuat produknya untuk konsumsi pribadi maupun dipasarkan
Pendampingan Strategi Pemasaran UMKM Two Sides Apparel Salatiga dengan Memanfaatkan Digital Marketing
Two Sides Apparel MSMEs experience obstacles in digital marketing, due to a lack of knowledge about the concept of digital marketing. The community service team intends to maximize the digital marketing potential of these MSMEs through mentoring and training activities. This activity was carried out for four months, with training and mentoring methods. These activities include the basics of digital marketing such as making product catalogs, social media content, and content calendars. Some of the tools used for this community service activity are Google Sites to create a website, Canva to create catalog designs and content, Capcut to create video content and also Whatsapp Business to maximize customer communication with Two Sides Apparel. The results of this activity show that business owners\u27 understanding and social media activities have increased. Thus, these MSMEs have been able to utilize these digital marketing tools optimally.UMKM Two Sides Apparel mengalami kendala dalam pemasaran digital, karena kurangnya pengetahuan mengenai konsep pemasaran digital. Tim pengabdian masyarakat bermaksud untuk memaksimalkan potensi pemasaran digital UMKM tersebut melalui kegiatan pendampingan dan pelatihan. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat bulan, dengan metode pelatihan dan pendampingan. Kegiatan tersebut mencakup dasar-dasar pemasaran digital seperti pembuatan katalog produk, konten sosial media, dan kalender konten. Beberapa alat yang digunakan untuk kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Google Sites untuk membuat website, Canva untuk membuat desain katalog dan konten, Capcut untuk membuat video konten dan juga Whatsapp Bussiness untuk memaksimalkan komunikasi pelanggan dengan Two Sides Apparel. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pemahaman pemilik usaha serta aktivitas sosial media meningkat. Dengan demikian UMKM tersebut telah mampu memanfaatkan sarana pemasaran digital tersebut secara maksimal.
Pencegahan Gejala Depresi pada Lansia melalui Edukasi dan Deteksi Dini
Elderly people will face changes both physically and mentally. The changes that occur are generally decreased physical function, having comorbidities, and the emergence of symptoms of depression that are often not realized and detected due to the aging process. If symptoms of depression are not detected properly, it can cause the elderly to be at risk of depression. Efforts that can be made to prevent depression in the elderly are to routinely carry out early detection and provide mental health education. The purpose of this activity is to find out the elderly who have symptoms of depression and are at risk of depression. This activity was carried out in the Pedungan sub-district by involving assistance from the Health Center in the elderly posyandu program. The implementation of the activity was carried out for 2 weeks by involving the elderly who attended the elderly posyandu held in the hamlet/community of the sub-district. The measuring instrument used to conduct screening is the Geriatric Depression Scale-15 (GDS-15). This measuring instrument has been validated for application to the elderly. This community service activity was attended by 19 elderly people. There was an increase in knowledge scores before and after being given education. The results were analyzed using the Wilcoxon Signed Test with a p value <.001 and a Z value of -3.750. The difference in mean values before education was 71.53 and after education was 80.16. The screening results showed that there were 6 (20.8%) elderly people who had symptoms of depression. Elderly people who have symptoms of depression are then advised to immediately consult with health workers as an effort to treat the symptoms of depression they have, so that the elderly can avoid depression. The implementation of this activity is expected to be implemented routinely so that it can identify elderly people who are at risk of experiencing depression.Lansia akan dihadapi oleh perubahan baik secara fisik maupun jiwa. Perubahan yang terjadi umumnya adalah penurunan fungsi fisik, memiliki penyakit penyerta, serta munculnya gejala depresi yang sering tidak disadari dan terdeteksi oleh karena proses penuaan. Apabila gejala depresi tidak terdeteksi dengan baik dapat menyebabkan lansia beresiko mengalami depresi. Upaya yang dapat dilakukan guna mencegah masalah depresi pada lansia adalah dengan secara rutin melakukan deteksi dini serta pemberian edukasi kesehatan mental. Tujuan dilakukan kegiatan ini adalah untuk mengetahui lansia yang memiliki gejala depresi dan beresiko mengalami depresi. Kegiatan ini dilakukan di kelurahan Pedungan dengan melibatkan pendampingan dari Puskesmas pada program posyandu lansia. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan selama 2 minggu dengan melibatkan lansia yang hadir pada posyandu lansia yang diadakan di banjar/komunitas kelurahan. Alat ukur yang digunakan untuk melakukan skrining yaitu Geriatric Depression Scale-15 (GDS-15). Alat ukur ini sudah tervalidasi untuk diaplikasikan pada lansia. Kegiatan pengadian masyarakat ini diikuti oleh 19 orang lansia. Terdapat peningkatan nilai pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Test dengan p value <.001 dan nilai Z yaitu -3,750. Perbedaan nilai mean sebelum diberikan edukasi 71,53 dan setelah pemberian edukasi yaitu 80,16. Hasil skrining menunjukan terdapat 6 (20,8%) lansia yang memiliki gejala depresi. Lansia yang memiliki gejala depresi selanjutnya disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebagai upaya pengobatan terhadap gejala depresi yang dimiliki, sehingga lansia dapat terhindar dari depresi. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat diterapkan secara rutin sehingga dapat mengetahui lansia yang beresiko mengalami depresi
Pembinaan Rancang Bangun Filter Air untuk Mengatasi Air Tanah Asindi Desa Tinumpuk Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro
The problem of saline and cloudy groundwater quality in Tinumpuk Village, Purwosari District, Bojonegoro Regency, has rendered the government-built clean water distribution system unusable for the community. This community service program aims to provide an appropriate technological solution in the form of training and assistance in the construction of a two-stage groundwater filtration device. The first filter consists of a 550-liter tank filled with natural materials such as palm fiber, activated carbon, silica sand, and zeolite sand. The second filter, a Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) tube containing similar filtration media, functions to re-filter the water before distribution. The program involved village officials, youth organizations, and the general public through focus group discussions (FGDs), technical training, and live demonstrations. The results demonstrated increased community knowledge, skills, and awareness of the importance of sustainable groundwater management and water conservation. Testing of the filtration device demonstrated significant improvements in water quality, both visually and organoleptically. This program has had a positive impact on increasing access to clean water, strengthening community participation, and marking the first step toward community-based clean water independence.Permasalahan kualitas air tanah yang asin dan keruh di Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro menyebabkan sistem distribusi air bersih yang telah dibangun pemerintah tidak dapat dimanfaatkan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi teknologi tepat guna berupa pelatihan dan pendampingan pembuatan alat filtrasi air tanah dua tahap. Filter pertama berupa tangki 550 liter berisi bahan alami seperti ijuk, karbon aktif, pasir silika, dan pasir zeolit. Filter kedua berupa tabung FRP (Fiberglass Reinforced Plastic) berisi media filtrasi serupa, yang berfungsi menyaring kembali air sebelum didistribusikan. Kegiatan melibatkan perangkat desa, karang taruna, dan masyarakat umum melalui FGD, pelatihan teknis, serta demonstrasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan air tanah dan konservasi air secara berkelanjutan. Uji coba alat filtrasi membuktikan adanya peningkatan kualitas air yang signifikan, baik secara visual maupun organoleptik. Program ini berdampak positif dalam meningkatkan akses air bersih, memperkuat partisipasi masyarakat, serta menjadi langkah awal menuju kemandirian air bersih berbasis komunitas
Pemberdayaan Taman Sekolah melalui Akuaponik untuk Menumbuhkan Kemandirian dan Kerjasama Siswa di SD Negeri Jatimulyo 03 Malang
The suboptimal use of school gardens as a contextual learning tool is a major issue at SDN Jatimulyo 03 Malang. This community service program aims to empower the school garden through the implementation of an aquaponics system to foster independence and cooperation in students. The program was implemented by students of the Teacher Professional Education (PPG) program at the State University of Malang using a project-based approach and participatory methods. The project included initial observation, planning, outreach and training, implementation of the aquaponics system with kale and catfish, and evaluation and reflection. The results showed significant improvements in students\u27 independence, cooperation, and environmental awareness. Students were actively involved in system maintenance, demonstrated initiative in dividing tasks, and developed a sense of responsibility and teamwork skills. Furthermore, teachers assessed the aquaponics system as a potential learning medium across subjects. Key challenges related to program sustainability were addressed through the development of maintenance modules, a scheduled duty system, and parental involvement. This program has proven effective in integrating character education with hands-on practice and has the potential to be replicated in other schools as an alternative to 21st-century contextual learning.Pemanfaatan taman sekolah yang belum optimal sebagai sarana pembelajaran kontekstual menjadi permasalahan utama di SDN Jatimulyo 03 Malang. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan taman sekolah melalui penerapan sistem akuaponik guna menumbuhkan nilai kemandirian dan kerja sama pada siswa. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Negeri Malang dengan menggunakan pendekatan berbasis proyek dan metode partisipatif. Proyek ini meliputi tahapan observasi awal, perencanaan, sosialisasi dan pelatihan, implementasi sistem akuaponik dengan komoditas kangkung dan lele, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek kemandirian, kerja sama, dan kepedulian lingkungan siswa. Siswa terlibat aktif dalam perawatan sistem, menunjukkan inisiatif dalam pembagian tugas, serta mengembangkan rasa tanggung jawab dan keterampilan kerja tim. Selain itu, guru menilai sistem akuaponik dapat digunakan sebagai media pembelajaran lintas mata pelajaran. Tantangan utama terkait keberlanjutan program diatasi melalui penyusunan modul perawatan, sistem piket terjadwal, dan pelibatan orang tua. Program ini terbukti efektif dalam mengintegrasikan pembelajaran karakter dengan praktik langsung, serta berpotensi direplikasi di sekolah lain sebagai alternatif pembelajaran kontekstual abad ke-21
English Teaching Made Easy: Pelatihan Praktis Keterampilan Mengajar Bahasa Inggris untuk Guru Kelas di MI Al Irsyad
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) “English Teaching Made Easy” bertujuan meningkatkan keterampilan guru kelas MI Al Irsyad dalam mengajar bahasa Inggris. Permasalahan utama yang dihadapi adalah keterbatasan kompetensi guru karena latar belakang pendidikan non-bahasa Inggris. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi kebutuhan, pelatihan classroom English, penerapan metode TPR, permainan bahasa, storytelling, serta praktik media sederhana seperti flashcard dan puppet. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan keterampilan guru dalam menggunakan bahasa Inggris dasar dan metode interaktif di kelas. Program ini efektif membekali guru dengan strategi praktis, meskipun masih diperlukan pendampingan lanjutan untuk meningkatkan kelancaran dan konsistensi penggunaan bahasa Inggris.The Community Service Program (PKM) “English Teaching Made Easy” aimed to enhance classroom teachers’ skills in teaching English at MI Al Irsyad. The main issue identified was teachers’ limited competence due to non-English educational backgrounds. Activities included needs observation, training in classroom English, application of TPR, language games, storytelling, and practice with simple media such as flashcards and puppets. The results showed improved confidence and ability among teachers to use basic English and interactive methods in class. The program effectively provided practical teaching strategies, although further mentoring is needed to improve fluency and consistency in English use