Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
    595 research outputs found

    Pemberdayaan Masyarakat Desa Bangsring melalui Produksi Pupuk Organik Padat dan Cair Berbahan Dasar Kotoran dan Urin Kambing dengan Sistem Controlling Suhu Fermentasi berbasis IoT

    Full text link
    Sektor pertanian dan peternakan merupakan salah satu sumber mata pencaharian yang cukup besar di Kabupaten Banyuwangi. Desa Bangsring merupakan salah satu desa yang memiliki potensi pertanian dan peternakan yang tinggi, meliputi budidaya jagung, cabai, ternak sapi hingga kambing. Saat ini di Desa Bangsring terdapat kelompok ternak yang aktif dalam kegiatan ternak kambing. Limbah ternak yang dihasilkan meliputi kotoran padat dan urin kambing. Selama ini belum ada pemanfataan dan pengolahan limbah ternak tersebut, biasanya limbah peternakan di buang pada aliran sungai dan menumpuk sehingga mengganggu kesehatan lingkungan dan masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, maka tim pengabdian kepada masyarakat Politeknik Negeri Banyuwangi melaksanakan program pemberdayaan masyarakat berupa produksi pupuk organik dengan memanfaatkan limbah kotoran dan urin kambing dengan adaptasi fermentasi berbasis IoT (Internet of Things). Kegiatan pemberdayaan dilaksanakan dalam 5 tahapan yang terdiri dari tahap survey, sosialisasi, praktik produksi biofertilizer, pembuatan sistem controlling suhu dan monitoring. Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh 15 anggota aktif kelompok ternak dimana seluruh anggota kelompok telah berhasil melakukan produksi dua jenis biofertilizer yaitu pupuk kohe kambing padat dan POC (pupuk organik cair) urin kambing. Produk biofertilizer yang berhasil diproduksi oleh kelompok ternak Desa Bangsring merupakan hasil adaptasi Teknologi Tepat Guna yang telah diberikan oleh Tim Pengabdian.The agriculture and livestock sector is a significant source of livelihood in Banyuwangi Regency. Bangsring Village is one of the villages with high agricultural and livestock potential, including the cultivation of corn, chili, cattle and goats. Currently in Bangsring Village there is a livestock group actively engaged in goat farming activities. The livestock waste produced includes solid manure and goat urine. So far there has been no utilization and processing of livestock waste, usually livestock waste is dumped into rivers and accumulates, thus disrupting environmental and public health. To address the existing problem, the Banyuwangi State Polytechnic community service team implemented a community empowerment program in the form of organic fertilizer production by utilizing goat manure and urine waste with IoT (Internet of Things)-based fermentation adaptation. The empowerment activity was carried out in 5 stages consisting of the survey stage, socialization, biofertilizer production practice, creation of a temperature control system and monitoring. The socialization activity was attended by 15 active members of the livestock group, where all group members have successfully produced two types of biofertilizer: solid goat manure fertilizer and POC (liquid organic fertilizer) goat urine. The biofertilizer product successfully produced by the Bangsring Village livestock group is the result of adapting Appropriate Technology provided by the Community Service Team

    Pendampingan Branding Madu Kelulut melalui Pendekatan Green Marketing sebagai Upaya Keberlanjutan Usaha di Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur

    Full text link
    Kelompok Usaha Rawat Hijau di Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, merupakan komunitas peternak lebah kelulut yang memiliki potensi untuk mengembangkan produk berbasis konsumerisme hijau. Kelompok ini memiliki keunggulan dalam hal lokasi yang alami dan semangat generasi muda, namun mereka menghadapi tantangan dalam aspek produksi dan pemasaran. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi kelompok tersebut dalam meningkatkan daya saing produk madu kelulut melalui penerapan strategi Green Marketing. Program ini dilaksanakan selama tiga bulan, dari Juni hingga September 2025. Hasil program meliputi peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam aspek produksi dan pemasaran. Kegiatan sosialisasi menghasilkan kesepakatan jadwal pelaksanaan. Pelatihan Good Manufacturing Practices meningkatkan pengetahuan standar produksi dan motivasi untuk sertifikasi. Pelatihan penyusunan Standar Operasional Prosedur menghasilkan dokumen panduan operasional. Pelatihan pemasaran dan branding menghasilkan kesepakatan penggunaan merek "Rawat Hijau" dan pengembangan identitas merek. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk dan mendukung keberlanjutan usaha madu kelulut kelompok Rawat Hijau.The Rawat Hijau Business Group in Lempake Subdistrict, North Samarinda, is a community of stingless bee farmers with the potential to develop products based on green consumerism. This group boasts advantages such as a natural location and the enthusiasm of its young generation, but they face challenges in production and marketing aspects. This Community Service Program aims to assist the group in enhancing the competitiveness of their stingless bee honey products through the implementation of Green Marketing strategies. The implementation method uses a participatory approach with the following stages: socialization, training (Good Manufacturing Practices, development of Standard Operating Procedures, branding and digital marketing), technology adoption, mentoring, evaluation, and sustainability strategies. The program is carried out over three months, from June to September 2025. The results of the program include improved understanding and skills of the partners in production and marketing aspects. The socialization activity resulted in an agreement on the implementation schedule. Good Manufacturing Practices training increased knowledge of production standards and motivation for certification. Training on the development of Standard Operating Procedures produced an operational guideline document. Branding and marketing training led to an agreement to use the "Rawat Hijau" brand and develop brand identity. It is hoped that this program will enhance product competitiveness and support the sustainability of the Rawat Hijau stingless bee honey business group

    Pemanfaatan Teknologi Proyeksi Digital dalam Meningkatkan Infrastruktur Edukatif di KWE Puspa Jagad

    Full text link
    Kampung Wisata Ekologis Puspa Jagad, sebagai destinasi yang mengedepankan pendidikan ekologis dan budaya, saat ini menghadapi tantangan dalam menyampaikan materi edukatif dan informasi secara efektif akibat keterbatasan peralatan, khususnya kekurangan LCD proyektor. Polinema melalui kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) hadir membantu memberikan solusi atas permasalahan mitra. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pelatihan pengoperasian sistem proyeksi digital dan diikuti dengan penyerahan seperangkat alat pendukung berupa LCD proyektor dan layar proyektor tripod. Pelatihan mencakup cara mengoperasikan LCD proyektor sesuai tipe dan fiturnya. Hasil kuisioner menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) sangat setuju terhadap semua aspek pelaksanaan kegiatan PPM di Kawasan Wisata Ekologis Puspa Jagad. Hal ini menegaskan bahwa program PPM dirancang sesuai kebutuhan, memberikan solusi efektif, serta meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian mitra dalam mengelola destinasi wisata. Tim PPM juga dinilai responsif dan pendampingannya dianggap memadai.Kampung Wisata Ekologis Puspa Jagad, as a destination that priorities ecological and cultural education, currently faces challenges in delivering educational materials and information effectively due to equipment limitations, particularly a shortage of LCD projectors. Polinema through its Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) activities, helps provide solutions to partner problems. The activities carried out include training in the operation of digital projection systems, followed by the handover of a set of supporting equipment consisting of LCD projectors and tripod projector screens. The training covers how to operate LCD projectors according to their types and features. The questionnaire results show that all respondents (100%) strongly agree with all aspects of the implementation of PPM activities in the Puspa Jagad Ecological Tourism Area. This proves that the PPM programmed is designed to meet needs, provide effective solutions, and improve the knowledge, skills, and independence of partners in managing tourist destinations. The PPM team is also considered responsive, and its assistance is considered adequate

    Pelatihan Perakitan Komputer dan Instalasi Perangkat Lunak di Pondok Pesantren Darul Fithrah

    Full text link
    Increasing students\u27 capacity to increase students\u27 competitiveness in the industrial world is one of the important things. Darul Fithrah Islamic Boarding School (Ponpes) is an Islamic educational institution aiming to provide religious education, formal education, and character development to its students. To realize this, the theme of community service was proposed as it was related to assembly training and computer installation. This training begins with the process of determining specifications and making training modules. The training process was attended by representatives of students, who immediately practised this computer assembly to understand the whole process. Then, students were delegated to train other students in computer assembly. Based on the results of the training, the students have understood the basics of computer components, computer assembly steps, how to install the operating system, how to install drivers, how to install computer software in general, and basic troubleshooting if there are problems around computers. The Ponpes also wanted the sustainability of cooperation related to further training because it was considered to have many benefits both in terms of institution and in terms of capacity building for the students.Peningkatan kapasitas santri agar dapat meningkatkan daya saing santri di dunia industri menjadi salah satu hal penting. Pondok Pesantren (ponpes) Darul Fithrah adalah sebuah institusi pendidikan Islam yang memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan agama, pendidikan formal, dan pengembangan karakter kepada santri-santrinya. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka diusulkan tema pengabdian masyarakat terkait pelatihan perakitan dan instalasi komputer. Pelatihan ini diawali dari proses penentuan spesifikasi dan pembuatan modul pelatihan. Proses pelatihan diikuti oleh perwakilan santri di mana santri langsung mempraktekkan perakitan komputer ini hingga memahami seluruh prosesnya, kemudian santri didelegasikan untuk melatih santri lain dalam perakitan komputer. Berdasarkan hasil pelatihan, para santri telah memahami terkait dasar-dasar komponen komputer, langkah-langkah perakitan komputer, cara instalasi sistem operasi, cara instalasi driver, cara instalasi software komputer secara umum, dan troubleshoot dasar jika ada permasalahan seputar komputer. Pihak ponpes juga menginginkan keberlanjutan kerjasama terkait pelatihan-pelatihan lebih lanjut, karena dinilai memiliki banyak manfaat baik dari sisi intitusi maupun dari sisi pengembangan kapasitas santri

    Pendampingan Pabrikasi Media Pembelajaran Komprehensif dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru SDN Tanjung Kabupaten Kediri

    Full text link
    Fabrication of learning media is an effort in the process of designing and producing learning media comprehensively. The comprehensive level consists of the levels of important subjects taught in elementary schools which include Natural Sciences, Social Sciences, Mathematics, Civics, and Indonesian. The aim of this activity is to help teachers in assisting in creating media so that they are skilled in designing and using it. This activity was carried out at SDN Tanjung, Kediri Regency with the target objects being the teachers at the school consisting of 16 people. The stages of this activity consist of partner situation analysis, literature review and material preparation, socialization, design and production, and use of media by teachers in the classroom. The results of this activity are that teachers feel very helped and happy with the fabrication of learning media as a form of improving teacher pedagogy in teaching students at school.Pabrikasi media pembelajaran adalah sebuah upaya di dalam proses mendesain dan memproduksi media pembelajaran secara komprehensif. Tingkat komprehensif terdiri dari tingkatan mata pelajaran penting yang diajarkan di sekolah dasar yang meliputi mata pelajara Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia. Tujuan dari kegiatan adalah untuk membantu guru dalam mendampingi membuat media agar terampil dalam mendesain dan menggunakannya. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Tanjung, Kabupaten Kediri dengan obyek sasaran yaitu guru-guru di sekolah tersebut yang terdiri dari 16 orang. Tahapan kegiatan ini terdiri dari analisis situasi mitra, pengkajian pustaka dan penyusunan materi, sosialisasi, desain dan produksi, dan penggunaan media oleh guru di kelas. Hasil dari kegiatan ini yaitu guru merasa sangat terbantu dan senang dengan adanya pabrikasi media pembelajaran sebagai bentuk peningkatan pedagogik guru dalam mengajar kepada siswa di sekolah

    Pengenalan Platform dengan Menggunakan Media Wordwall di SD Inpres Morowa

    Full text link
    This service activity aims to improve the quality of learning at SD Inpres Morowa through the use of the wordwall platform. The approach used in this activity is the service learning approach. The aim of this approach is to ensure the transfer of knowledge about wordwalls to students goes well. The research method used is knowledge transfer by involving students as active participants in introductory activities. The results of this research prove that through a service learning approach, students are not only active in carrying out assignments but are also actively involved in various games and quizzes provided by the Wordwall platform. This has a positive impact on increasing student learning motivation and student learning outcomes. Apart from that, with variations in learning methods using Wordwall, students\u27 interest in learning increases. Students show higher motivation to participate in learning and participate actively in class activities.Kegiatan pengabdian ini bermaksud guna meningkatkan kualitas pembelajaran di SD Inpres Morowa melalui pemanfaatan platform wordwall. Pendekatan yang dipakai dalam kegiatan ini yaitu pendekatan service learning. Tujuan pendekatan ini adalah untuk memastikan transfer pengetahuan tentang wordwall kepada siswa berjalan dengan baik. Metode penelitian yang dipakai ialah knowledge transfer dengan melibatkan siswa sebagai partisipasi aktif dalam kegiatan pengenalan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa melalui pendekatan service learning, siswa tidak hanya aktif dalam mengerjakan tugas tetapi juga terlibat secara aktif dalam beragam permainan dan kuis yang disediakan oleh platform Wordwall. Hal ini berdampak positif pada peningkatan motivasi belajar siswa serta hasil belajar siswa. Selain itu, dengan adanya variasi dalam metode pembelajaran menggunakan Wordwall, minat belajar siswa meningkat. Siswa memperlihatkan motivasi yang lebih tinggi untuk mengikuti pembelajaran dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelas

    Sosialisasi Intoleransi sebagai Upaya Pencegahan Dosa Besar Pendidikan terhadap Siswa Siswi di Sekolah Dasar

    Full text link
    This service aims to improve understanding and measure the effectiveness of the intolerance socialization program in changing student attitudes and behavior at SD INPRES MOROWA. The method used is a qualitative method with a Focus discussion group (FGD) approach. The results showed a significant increase in student tolerance after participating in the program. In addition, fun and interactive learning methods, as well as the involvement of teachers and students, were found to play a major role in the success of this program. Therefore, this intolerance socialization proves that efforts to prevent major educational sins can be started early and have positive implications for the development of student character with This program also helps build student character by increasing awareness of the importance of diversity, reducing the possibility of social conflict, and strengthening the identity of a pluralistic nation. Students are also trained to foster critical attitudes and empathy, which are very important to face challenges around the world. And also able as an aspect to overcome global problems, especially to support the quality of quality education in accordance with what is one of the 17 goals of the world\u27s sustainable program that has been agreed upon by the UN, namely the SDGs.Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta mengukur efektivitas program sosialisasi intoleransi dalam mengubah sikap dan perilaku siswa di SD INPRES MOROWA. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan Focus discussion group (FGD). Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam toleransi siswa setelah mengikuti program. Selain itu, metode pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif, serta keterlibatan guru dan siswa, ditemukan sangat berperan dalam keberhasilan program ini. Maka dari itu, sosialisasi intoleransi ini membuktikan bahwa upaya pencegahan dosa besar pendidikan dapat dimulai sejak dini dan memberikan implikasi positif bagi perkembangan karakter siswa dengan Program ini juga membantu membangun karakter siswa dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberagaman, mengurangi kemungkinan konflik sosial, dan memperkuat identitas bangsa yang majemuk. Siswa juga dilatih untuk menumbuhkan sikap kritis dan empati, yang sangat penting untuk menghadapi tantangan di seluruh dunia. Dan juga mampu sebagai aspek untuk mengatasi masalah global khusunya dapat mendukung mutu pendidikan yang berkualitas sesuai dengan apa yang menjadi salah satu dari 17 tujuan program berkelanjutan dunia yang telah disepakati oleh PBB yakni SDGs

    Pelatihan Website dan Aplikasi SIKAPAL bagi Panglima Laot Guna Meningkatkan Keefektifan Pelaporan Illegal Fishing

    Full text link
    Aceh Singkil has abundant marine fisheries resources, but illegal fishing activities that often occur for profit can damage the marine ecosystem and reduce the welfare of traditional fishermen. In Aceh Singkil there is the Panglima Laot traditional institution tasked with maintaining maritime security, but this task is not in line with the reality on the ground. To assist Panglima Laot in handling illegal fishing in Aceh Singkil, the Panglima Laot website and the SIKAPAL application are used to report illegal fishing activities. This method of community service is demonstration and direct practice. In carrying out this service there are five stages, namely planning, preparation, delivery of technical material, practicum and evaluation. With this activity, Panglima Laot Aceh Singkil has a traditional institutional platform which includes a feature for reporting illegal fishing activities. The SIKAPAL website and application also contribute to providing knowledge and information to the fishing community.Aceh Singkil memiliki sumber daya perikanan laut melimpah, namun aktivitas illegal fishing yang sering terjadi untuk keuntungan dapat merusak ekosistem laut dan mengurangi kesejahteraan nelayan tradisional. Di Aceh Singkil terdapat lembaga adat Panglima Laot bertugas menjaga keamanan laut, namun tugas ini tidak sejalan dengan realitas di lapangan. Untuk membantu Panglima Laot dalam penanganan illegal fishing di Aceh Singkil maka digunakan pemanfaatan website Panglima Laot dan Aplikasi SIKAPAL untuk pelaporan aktivitas illegal fishing. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah demonstrasi dan praktik langsung. Dalam melaksanakan pengabdian ini terdapat lima tahapan yaitu perencanaan, persiapan, penyampaian materi teknis, praktikum, dan evaluasi. Dengan adanya kegiatan ini maka Panglima Laot Aceh Singkil memiliki platform lembaga adat yang didalamnya terdapat fitur pelaporan aktivitas illegal fishing. Website dan aplikasi SIKAPAL ini juga berkontribusi dalam memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat nelayan

    Peluang Bisnis melalui Peningkatan Pengetahuan dan Kreativitas Pembuatan Batik Gutta

    Full text link
    Batik as a cultural heritage of the Indonesian nation has high aesthetic value and economic potential. Limited knowledge regarding batik techniques with gutta and restricted access to non-formal education that teaches practical skills among the women’s congregants of the Gereja Utusan Pantekosta is a problem in empowering women to use their free time productively as a business opportunity that can improve family welfare. The empowerment of women’s congregants of the Gereja Utusan Pantekosta through batik-making training using the gutta technique to enhance practical skills that are easy to learn and apply was conducted on March 23, 2024. This initiative was a collaboration between the Faculty of Digital and Law Business, the Faculty of Humanities and Creative Industries, and the Faculty of Intelligent Technology and Engineering at Maranatha Christian University, along with Universitas Komputer Indonesia and the industrial partner Istana Kaen. The training involved 21 participants aged between 19 and 66 years. The implementation method included explanations, demonstrations, practical sessions, and mentoring. Participants gained increased knowledge and could create batik designs after the training.Batik sebagai warisan budaya Bangsa Indonesa memiliki nilai estetika dan potensi ekonomi yang tinggi. Keterbatasan pengetahuan mengenai Teknik batik dengan gutta di kalangan Jemaat Perempuan Gereja Utusan Pantekosta Bandung dan keterbatasan akses terhadap Pendidikan non-formal yang mengajarkan ketrampilan praktis menjadi permasalan dlaam pemberdayaan Perempuan untuk memanfaatkan waktua luang secara produktif sebagai peluang usaha yang dapat meningkatka kesejahteraan keluarga. Maka dari analisis permasalahan ini, dilakukan upaya pemberdayaan Jemaat Perempuan Gereja Utusan Pantekosta melalui pelatihan pembuatan batik dengan teknik gutta untuk meningkatkan keterampilan praktis yang mudah dipelajari dan diterapkan telah dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2024. Kegiatan ini terlaksana dengan kerjasama Fakultas Hukum dan Bisnis Digital, Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif, Fakultas Teknologi dan Rekayasa Cerdas, Universitas Kristen Maranatha dengan Universitas Komputer Indonesia dan juga melibatkan mitra industri, Istana Kaen. Jumlah peserta sebanyak 21 orang dengan usia antara 19 dan 66 tahun. Metode pelaksanaan dengan menggunakan metode ceramah, demo, praktik, dan pendampingan. Peserta memiliki pengetahuan yang meningkat setelah mengikuti pelatihan dan dapat menghasilkan kreasi batik

    Pengembangan Wisata Grojogan Londo melalui Lagu Kreasi sebagai Media Promosi

    Full text link
    Tourism villages are a form of implementation of community-based and sustainable tourism development. Grojogan Londo Tourism has its signature song entitled "Grojogan Londo" by Sodiq New Monata and has been watched 6,230 times on YouTube. In addition, there is a song composed by the Statistics Assisted Village Program Team at the University of Airlangga entitled “Ayang Londo”. Therefore, this study aims to measure respondents\u27 assessment of the two Grojogan Londo Tourism promotional songs. Data was obtained through an online survey using Google Forms with 117 respondents and then analyzed descriptively, correlationally and comparatively. The method used is descriptive statistics, Rank Spearman correlation test, and Mann-Whitney test. The data support the hypothesis that the respondents\u27 interest in the songs "Grojogan Londo" and "Ayang Londo" is different. In addition, 41.9% of respondents believe that music-based promotional media can influence tourists\u27 interest in traveling to certain areas. Therefore, Grojogan Londo tourism promotion songs must be promoted more aggressively through various social media channels which are currently popular among the public, especially the millennial generation. This research contributes to expanding the literature and increasing knowledge about marketing media through songs and their influence on tourist interest which needs to be done as an effort to evaluate tourism development.Desa wisata merupakan salah satu bentuk pelaksanaan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Wisata Grojogan Londo memiliki lagu khasnya yang berjudul lagu "Grojogan Londo" karya Sodiq New Monata dan telah ditonton sebanyak 6.230 kali di YouTube. Selain itu, ada lagu ciptaan Tim Program Desa Binaan Statistika Universitas Airlangga berjudul “Ayang Londo”. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur penilaian responden terhadap dua lagu promosi Wisata Grojogan Londo. Data diperoleh melalui survei online menggunakan Google Forms dengan 117 responden kemudian dianalisis secara deskriptif, korelasional, dan komparatif. Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji korelasi Rank Spearman, dan uji Mann-Whitney. Data mendukung hipotesis bahwa minat responden terhadap lagu "Grojogan Londo" dan "Ayang Londo" berbeda. Selain itu, 41,9% responden percaya bahwa media promosi berbasis musik dapat mempengaruhi minat wisatawan untuk berwisata ke daerah tertentu. Oleh karena itu, lagu-lagu promosi wisata Grojogan Londo harus lebih gencar dipromosikan melalui berbagai kanal media sosial yang saat ini sedang populer di kalangan masyarakat, khususnya generasi milenial. Analisis ini memberikan kontribusi untuk memperluas literatur dan menambah pengetahuan tentang media pemasaran melalui lagu dan pengaruhnya terhadap minat wisatawan yang perlu dilakukan sebagai upaya evaluasi pengembangan pariwisata

    580

    full texts

    595

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇