Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Pemahaman Phubbing sebagai Upaya Penekanan Angka Perceraian di Kabupaten Ponorogo
This community service activity aims to provide education and understanding of the phenomenon of phubbing, its impact on the family, and strategies to overcome it. The methods and stages in this program include: 1) the preparation stage, 2) organizing seminars and parenting about phubbing and its impact on the family, and 3) activity reporting. The results of this activity showed an increase in: partners\u27 understanding of the importance of family resilience in maintaining family harmony, understanding of strategies in controlling the use of information media and gadgets in the family, partners\u27 understanding of the phubbing phenomenon, its impact and dangers for family relationships, partners\u27 understanding in maintaining communication in the family and overcoming phubbing.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman tentang fenomena phubbing, dampaknya dalam keluarga, serta strategi untuk mengatasinya. Metode dan tahapan dalam program ini meliputi: 1) tahap persiapan, 2) pelaksanaan seminar dan parenting tentang phubbing dan dampaknya dalam keluarga, serta 3) pelaporan kegiatan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan: pemahaman mitra tentang pentingnya ketahanan keluarga dalam menjaga keharmonisan keluarga, pemahaman strategi dalam mengendalikan penggunaan media informasi dan gadget dalam keluarga, pemahaman mitra tentang fenomena phubbing, dampak, dan bahayanya untuk hubungan dalam keluarga, pemahaman mitra dalam menjaga komunikasi dalam keluarga, menanggulangi dan mengatasi phubbing
Edukasi Permasalahan Pendidikan berbasis Data melalui Seminar Nasional HUT PGRI dan HGN ke-77
The imbalance of the number of public and private school teachers affects the performance of the teachers themselves. This needs to be a concern for teachers and stakeholders. Therefore, community service activities in the form of data-based education on education issues through Session 3 of the National Seminar on the Anniversary of the Indonesian Teachers Association and the 77th National Teachers\u27 Day were held online via Zoom Application on November 10, 2022. The three stages of data-based education that were carried out were (1) preparation of titles and materials in the form of data on the number of teachers and teacher ratios, (2) presentation and interpretation of these data were carried out in front of teachers and stakeholders, and (3) presentation of recommendations based on education to stakeholders and teachers. These three stages were carried out and could show that data-based education has been done properly.Ketimpangan jumlah guru sekolah negeri dan swasta berpengaruh kepada kinerja guru itu sendiri. Hal ini perlu menjadi perhatian para guru dan pemangku kepentingan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi permasalahan Pendidikan berbasis data melalui Sesi 3 Seminar Nasional Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia dan Hari Guru Nasional ke-77 diadakan secara daring via Aplikasi Zoom pada tanggal 10 November 2022. Tiga tahap edukasi berbasis data yang dilakukan adalah (1) persiapan judul dan materi berupa data jumlah guru dan rasio guru, (2) penyampaian dan interpretasi data tersebut dilakukan dihadapan guru dan pemangku kepentingan, dan (3) penyampaian rekomendasi berbasis edukasi kepada pemangku kepentingan dan guru. Tiga tahap ini telah dilakukan dan dapat menunjukkan bahwa edukasi berbasis data telah dilakukan dengan baik
Peningkatan Literasi Pengelolaan Sampah berbasis Zero Waste Management pada Rumah Tangga Keluarga di Desa Duren
Duren Village is one of the villages in Klari Sub-district with the highest population density per km2 in Klari Sub-district, the population density is is positively correlated with the rate of household waste production. With this influence, good waste management is needed, but Duren Village must face a problem in this regard in the form of Duren Village must face problems in this regard the form of the lack of knowledge and skills of partners in processing household waste and high population density and limited open land. The implementation of this activity was carried out to help Duren Village face these problems with the method of socialization and training related to household waste management based on zero waste management. With the implementation of this activity, the results were obtained increased literacy about household waste management of the participants with sustainability.Desa Duren merupakan salah satu desa di Kecamatan Klari dengan kepadatan penduduk per km2 tertinggi di Kecamatan Klari, kepadatan penduduk tersebut berkorelasi positif dengan laju produksi sampah rumah tangga. Dengan adanya keberpengaruhan tersebut maka diperlukan pengelolaan sampah dengan baik, namun Desa Duren harus menghadapi masalah dalam hal tersebut berupa minimnya pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengolahan sampah rumah tangga dan kepadatan penduduk yang tinggi serta keterbatasan lahan terbuka. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan guna membantu Desa Duren menghadapi masalah tersebut dengan metode sosialisasi dan pelatihan terkait pengelolaan sampah rumah tangga berbasis zero waste management. Dengan pelaksanaan kegiatan ini maka didapatkan hasil peningkatan literasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga para peserta dengan keberlanjutan
Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Produk Kreatif bagi Pelajar di SDN Kalisari 1
The waste problem in Surabaya is exacerbated by limited land, population growth, and ineffective management, with plastic waste being one of the main contributors. The Community Service Program in Kalisari, Surabaya, aims to reduce environmental impact through education and practical plastic waste management at SDN Kalisari 1. The activities involved methods such as observation, practical processing of plastic waste, and documentation to evaluate education and the utilization of plastic waste. This program provided practical learning to the fifth-grade students of SDN Kalisari 1 on transforming plastic waste into useful and aesthetic products, such as flower pots and trash bins. The plastic waste utilization program initiated by KKN students at SDN Kalisari 1 successfully enhanced students\u27 awareness of plastic waste management, stimulated their creativity in designing useful products, and encouraged environmentally friendly behavior, aligning with the sustainable development goals (SDGs) related to responsible consumption and production.Permasalahan sampah di Surabaya diperburuk oleh keterbatasan lahan, pertumbuhan penduduk, dan pengelolaan yang tidak efektif, dengan limbah plastik menjadi salah satu penyumbang utama. Kuliah Kerja Nyata Kelurahan Kalisari, Surabaya, bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan melalui edukasi dan praktik pengolahan limbah plastik di SDN Kalisari 1. Metode kegiatan dilakukan menggunakan tahap pendekatan seperti, observasi, praktik pengolahan limbah plastik, dan dokumentasi untuk mengevaluasi edukasi dan pemanfaatan sampah plastik. Hasil Program ini memberikan pembelajaran praktis kepada siswa kelas 5 SDN Kalisari 1 tentang mengubah limbah plastik menjadi produk berguna dan estetis, seperti pot bunga dan tempat sampah. Program pemanfaatan limbah plastik yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN di SDN Kalisari 1 berhasil meningkatkan kesadaran siswa tentang pengelolaan sampah plastik, merangsang kreativitas mereka dalam mendesain produk berguna, serta mendorong perilaku ramah lingkungan, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
Cegah Stunting Melalui Pembentukan Kelas Pranikah CAGAR WARGA (Calon Pengantin Bugar Jiwa Raga)
The stunting rate of toddlers in Pasirkratonkramat Village, the Kramatsari Health Center Area’s, is the highest in Pekalongan City in 2022 and shows an increase in the past year. Stunting prevention is effective in the premarital period. However, health services in the Kamaratsari Health Center Area’s are still not optimal because of the ineffective implementation of adolescent posyandu and there are no premarital classes. In addition, the number of teenage marriages in the region is also still high and plays a role in the problem of stunting under five. This PKM aims to improve premarital health services through the establishment of CAGAR WARGA (Calon Pengantin Bugar Jiwa Raga) premarital class in the hope of improving marriage preparation and reducing the number of teenage marriages. The implementation of this premarital class program activity starts from socialization together with partners to provide information about technical activities and targets, then continues with agreements with midwives, cadres, youth representatives to determine the time and place of implementation. Premarital class activities start from premarital screening covering nutritional status, then continue with the provision of nutrition education, physical preparation, mental preparation, spiritual preparation and maturation of marriage age. Evaluation of activities is carried out well and smoothly in each activity. This premarital class program is expected to become a routine program for puskesmas in Pekalongan City in an effort to prevent stunting. Angka stunting balita di Kelurahan Pasirkratonkramat Wilayah Kerja Puskesmas Kramatsari tertinggi di Kota Pekalongan pada tahun 2022 dan menunjukkan kenaikan dalam satu tahun terakhir. Pencegahan stunting efektif dilakukan pada masa pranikah. Namun demikian, pelayanan kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Kamaratsari masih belum optimal karena belum efektifnya pelaksanaan posyandu remaja dan belum terdapat kelas pranikah. Selain itu, angka penikahan usia remaja di wilayah tersebut juga masih tinggi dan berperan dalam masalah stunting balita. PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pranikah melalui pembentukan kelas pranikah CAGAR WARGA (Calon Pengantin Bugar Jiwa Raga) dengan harapan dapat meningkatkan persiapan pernikahan dan menurunkan angka pernikah usia remaja. Pelaksanaan kegiatan program kelas pranikah ini dimulai dari sosialisasi bersama dengan mitra untuk memberikan informasi tentang teknis kegiatan dan sasaran, kemudian dilanjutkan dengan kesepakatan dengan bidan, kader, perwakilan remaja untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaan. Kegiatan kelas pra nikah dimulai dari skrening pra nikah meliputi status gizi, kemudian dilanjutkan dengan pemberian edukasi gizi, persiapan fisik, persiapan mental, persipan spiritual dan pendewasaan usia pernikahan. Evaluasi kegiatan terlaksana dengan baik dan lancar pada setiap kegiatan. Program kelas pranikah ini diharapkan dapat menjadi program rutin bagi puskesmas di Kota Pekalongan dalam upaya pencegahan stunting
Implementasi Sistem Informasi HIPPAM Desa Kaligondo Berbasis Web dan Android
The Banyuwono Drinking Water User Population Association (HIPPAM) is one of the business units of the Gondowangi Village-Owned Enterprise (BUMDES) in Kaligondo Village, Genteng District, Banyuwangi. This business unit is tasked with managing water sources in the village and distributing them to residents\u27 homes in order to meet basic water needs for various community needs. So far, Banyuwono HIPPAM managers have experienced problems in managing residents\u27 payment data because payments are made through collection by the head of the Neighborhood Association (RT) by recording them on payment cards and then reporting them to HIPPAM managers. This method has several disadvantages, such as the data received by the manager is slow, not neat and at risk of being lost or damaged. Likewise in the processing, recapitulation and reporting related to billing, total income and so on. Service activities for the implementation of the HIPPAM Banyuwono web and android application were held to overcome this problem. The activity begins by collecting data on needs and supporting facilities that are already available. This data will be used to design the flow and application design. Next, the design is implemented into a web and Android application using the Laravel framework, Flutter and MySQL database. The resulting web and Android applications have been published via the page http://bumdesgondowangikaligondo.id. 91% of users consisting of 5 HIPPAM officers and 53 RT heads in Kaligondo Village expressed satisfaction with the function and comfort of the application. The results of socialization and training on application use for 5 HIPPAM officers also showed that the officers already understood how to use the application with an average application mastery score of 88.Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) Banyuwono adalah salah satu unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Gondowangi di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Unit usaha ini bertugas mengelola sumber air di desa dan mendistribusikannya ke rumah-rumah warga dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok air untuk berbagai keperluan masyarakat. Selama ini pengelola HIPPAM Banyuwono mengalami kendala dalam mengelola data pembayaran warga karena pembayaran dilakukan melalui pemungutan oleh ketua Rukun Tetangga (RT) melalui pencatatan di kartu pembayaran kemudian melaporkannya ke pengelola HIPPAM. Metode ini memiliki beberapa kekurangan seperti data yang diterima pengelola lambat, kurang rapi dan beresiko hilang atau cacat. Begitu pula dalam proses pengolahan, rekapitulasi dan pelaporan terkait penagihan, total pendapatan dan lain-lain. Kegiatan pengabdian implementasi aplikasi web dan android HIPPAM Banyuwono diadakan untuk mengatasi masalah tersebut. Kegiatan diawali dengan mengumpulkan data kebutuhan dan fasilitas pendukung yang sudah dimiliki. Data-data ini akan digunakan untuk merancang alur dan desain aplikasi. Selanjutnya rancangan diimplementasikan menjadi aplikasi web dan android menggunakan framework Laravel, Flutter dan basis data MySQL. Hasilnya aplikasi web dan android sudah dipublikasikan melalui laman http://bumdesgondowangikaligondo.id. 91 % pengguna yang terdiri atas 5 petugas HIPPAM dan 53 ketua RT di Desa Kaligondo menyatakan puas terhadap fungsi dan kenyamanan aplikasi. Hasil sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi kepada 5 petugas HIPPAM juga menunjukan bahwa petugas sudah memahami cara penggunaan aplikasi dengan nilai rata-rata penguasaan aplikasi sebesar 88
Diversifikasi Rasa Baru Apem Yaqowiyyu Jatinom untuk Meningkatkan Kualitas Produk Unggulan di Kabupaten Klaten
Apem yaqowiyyu is a traditional snack at every breakfast event in Jatinom District, Klaten Regency. Gradually, apem yaqowiyyu began to be sold every day without waiting for the Saparan ceremony. One of the existing and productive producers of Apem Yaqowiyyu is UKM Apem Yaqowiyyu Bunda Santi. A total of 6 people, namely Mrs. Santi and five workers, have been able to produce apem yaqowiyyu to meet the needs of the local community and tourists. In carrying out business, these SMEs have a significant production problem. The problem is that the limited apem owned is not durable and long-lasting, and the number of variants over the years of opening a business is only five flavors. Solutions that can be resolved based on an agreement between the PKM team and partners are solving production problems. The solution to the production problem is the addition of 5 new flavors that the general public likes. The resulting PKM results are six new flavor variants based on research innovation and science and technology application to partners, including Mocca A, Mocca B, Pisang Kepok, Pisang Raja, Baked Plantain, and Raisins. Based on the PKM team and partner assessment results, Mocca A is in great demand and has the potential to have a high selling value because the quality of the apem filling is premium class.Apem yaqowiyyu merupakan jajanan tradisional yang hadir disetiap acara Saparan di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Berangsur-angsur, apem yaqowiyyu mulai dijual setiap harinya tanpa harus menunggu waktu upacara Saparan tersebut. Salah satu produsen Apem Yaqowiyyu yang eksis dan produktif adalah UKM Apem Yaqowiyyu Bunda Santi. Berjumlah 6 orang yaitu 1 pemilik yaitu Ibu Santi dan 5 pekerja telah mampu memproduksi apem yaqowiyyu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan pelancong. Dalam melaksanakan usaha, UKM ini memiliki masalah utama yaitu masalah produksi. Permasalahannya adalah keterbatasan apem yang dimiliki tidak awet dan tahan lama dan jumlah varian selama bertahun-tahun membuka usaha hanya 5 rasa. Solusi yang dapat diselesaikan berdasarkan kesepakatan antara tim PKM dengan mitra adalah menyelesaikan permasalahan produksi. Penyelesaian masalah produksi adalah penambahan 5 varian rasa baru yang disukai masyarakat pada umumnya. Hasil PKM yang dihasilkan adalah terdapat 6 varian rasa baru berdasarkan inovasi riset dan penerapan IPTEK kepada mitra yang meliputi Mocca A, Mocca B, Pisang Kepok, Pisang Raja, Pisang Raja yang dioven, dan Kismis. Berdasarkan hasil penilaian mitra dan tim PKM, Mocca A sangat diminati dan berpotensi memiliki nilai jual yang tinggi karena kualitas isian apem adalah kelas premium
Pelatihan Membuat Konten Instagram pada Karang Taruna Sedatigede
Karang Taruna Sedatigede is one of the most advanced youth organizations in Sidoarjo, judging by their programs. Karang Taruna Sedatigede uses Instagram as one of the media in promoting their activities. However, when viewed from a distance their account posts look less productive and the content is only in the form of pictures. So that it is necessary to increase the productivity of Instagram content for promotion to support the dissemination of information regarding work programs at Karang Taruna Sedatigede. From this, the community service activity "Training on Making Instagram Content at Karang Taruna Sedatigede" was carried out starting with poster content training on the Canva application. Furthermore, video editing training is carried out so that their Instagram content is not monotonous with only pictures, but also video content. After these two sessions, assistance was carried out for the execution of the content resulting from the training that had been carried out. From all of these activities, the results obtained were that Karang Taruna members became motivated and their productivity in creating content increased. This is proven by the promotional video content that they uploaded after the training and mentoring period was over, which had never been done before by Karang Taruna Sedatigede.Karang Taruna Sedatigede adalah salah satu karang taruna yang cukup maju di Sidoarjo dilihat dari program-program kerjanya. Karang Taruna Sedatigede menjadikan Instagram sebagai salah satu media dalam mempromosikan kegiatan-kegiatan mereka. Namun, jika dilihat dari jarak postingan akun mereka terlihat kurang produktif dan konten hanya berupa gambar-gambar saja. Sehingga peningkatan produktifitas konten Instagram untuk promosi mendukung tersebarnya informasi mengenai program kerja di Karang Taruna Sedatigede perlu dilakukan. Dari hal ini, kegiatan pengabdian masyarakat “Pelatihan Membuat Konten Instagram pada Karang Taruna Sedatigede” dilakukan dimulai dari pelatihan konten poster pada aplikasi Canva. Selanjutnya, dilakukan pelatihan editing video agar konten Instagram mereka tidak monoton hanya gambar, tetapi juga konten video. Setelah dua sesi ini dilakukan pendampingan eksekusi konten hasil dari pelatihan yang telah dilakukan. Dari seluruh kegiatan ini, diperoleh hasil para anggota Karang Taruna menjadi termotivasi dan produktifitas mereka dalam membuat konten meningkat. Hal ini dibuktikan dengan adanya konten video promosi yang mereka unggah setelah masa pelatihan dan pendampingan ini selesai, yang dimana sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh Karang Taruna Sedatigede
Penanaman Mangrove Sebagai Upaya Perluasan Ekosistem Pesisir di Peunaga Cut Ujong, Aceh Barat
Damage to mangroves on the West Aceh coast due to the disaster tsunami and the increasing utilization of economic activities towards the beach area makes mangrove planting activities necessary. Service activities aim to support the benefits of conservation and expansion of mangrove ecosystems on the Coas of Peunaga Cut Ujong, Meurebo District, West Aceh Regency. This planting activity is a collaborative activity between industry players, academics, and the surrounding community which was initiated by PT MIFA Bersaudara as a form of concern for the environment and concrete action in contributing to coastal ecosystem conservation, especially for achieving the SDGs. The types of mangroves planted were Rhizophora apiculata and Rhizophora mucronate. This planting uses a planting method with artificial regeneration which involves planting seeds, propagules, or mangrove seedlings by moving the seedlings to a new location. Mangrove planting activities in Peunaga Cut Ujong managed to get attention and attention from the village community. Not only involved directly in mangrove planting activities but also committed to the maintenance and monitoring of the planted mangroves. In addition, the success of mangrove planting is also evident from the low mortality rate (5%) of the seedlings. The addition of more leaves, height, and mangrove roots that have begun to appear in some mangrove stands was observed seven months after planting.Kerusakan mangrove di pesisir Pantai Aceh Barat akibat terjadinya bencana tsunami dan semakin tingginya aktivitas pemanfaatan usaha perekonomian yang mengarah pada daerah Pantai menjadikan kegiatan penanaman mangrove perlu dilakukan. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk mendukung manfaat konservasi dan perluasan ekosistem mangrove di Pesisir Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meurebo, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan penanaman ini merupakan kegiatan kolaborasi antara pihak pelaku industri, akademisi dan masyarakat sekitar yang diinisiasi oleh PT MIFA Bersaudara sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan aksi nyata dalam kontribusi konservasi ekosistem pesisir utamanya untuk pencapaiam SDGs. Jenis mangrove yang ditanam adalah Rhizophora apiculata dan Rhizophora mucronata. Penanaman ini menggunakan metode penanaman dengan regenarasi buatan yang melibatkan penanaman benih, propagule atau semai mangrove dengan memindahkan bibit ke lokasi baru. Kegiatan penanaman mangrove di Peunaga Cut Ujong berhasil mendapatkan atensi dan perhatian dari masyarakat desa. Tidak hanya terlibat langsung dalam aktivitas penanaman mangrove tapi juga berkomitmen dalam perawatan dan monitoring mangrove yang ditanam. Selain itu, keberhasilan penanaman mangrove juga terlihat dari tingkat kematian bibit yang rendah (5%), penambahan daun yang semakin banyak, tinggi dan akar mangrove yang sudah mulai terlihat pada beberapa tegakan mangrove yang diamati 7 bulan pasca penanaman. 
Optimalisasi Penggunaan Media Sosial sebagai Implementasi Strategi Peningkatan Penjualan pada UMKM Koremin
The existence of social media has become embedded in people\u27s lives in the digital era. Not only for communicating, currently many business people use social media Instagram, Tiktok, Twitter and Facebook to promote their businesses. Koremin MSMEs, in running their business, also have social media accounts which are used as marketing media. However, the use of social media needs to be accompanied by creativity and the creation of promotional content that is in line with existing trends so that it can reach a wider range of consumers. The service is carried out in order to help MSMEs be able to use their social media optimally to achieve sales targets. The implementation method is observation, interviews and mentoring for three months. The research results show that Koremin MSMEs are able to use their social media optimally and achieve the expected targets.Eksistensi media sosial telah melekat pada kehidupan masyarakat di era digital. Tak hanya untuk berkomunikasi, saat ini banyak pebisnis yang menggunakan media sosial Instagram, Tiktok, Twitter, dan Facebook untuk mempromosikan bisnis yang dimilikinya. UMKM Koremin, dalam menjalankan bisnisnya pun memiliki akun-akun media sosial yang digunakan sebagai media pemasaran. Namun penggunaan media sosial ini perlu diiringi dengan kreativitas serta pembuatan konten promosi yang sejalan dengan tren yang ada sehingga mampu meraih konsumen lebih luas. Pengabdian dilakukan dalam rangka membantu UMKM mampu menggunakan media sosialnya secara optimal untuk mencapai target penjualan. Metode pelaksanaan yaitu observasi, wawancara, dan pendampingan selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Koremin mampu menggunakan media sosialnya dengan optimal dan mencapai target yang diharapkan