Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
    595 research outputs found

    Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pariwisata, dan Digitalisasi sebagai Pilar Keberlanjutan Ekonomi Lokal di Desa Sukamulya, Sematang Borang

    Full text link
    The Community Service Program (KKN) implemented in Sukamulya Village, Sematang Borang District, aims to formulate a strategy for sustainable local economic development through three main pillars: human resource development (HRD), tourism sector, and digitalization. The problems faced by this village include limited access to skills training, tourism potential that has not been optimally developed, and low utilization of information technology in community economic activities. The methods used in this activity include direct observation, interviews with the community and village officials, and the implementation of training and socialization based on local needs. The results of the activity show that increasing HR capacity through entrepreneurship training, digital literacy, and management of MSME products has a positive impact on community motivation and independence. In the tourism sector, mapping local potential such as agrotourism and village culture is the basis for developing destinations based on community participation. Meanwhile, digitalization is applied through the creation of village promotional media and training in the use of digital platforms for marketing local products. The integration of these three pillars forms an inclusive and sustainable local economic development ecosystem. Thus, this strategy not only strengthens the competitiveness of Sukamulya Village economically, but also opens up space for active community participation in development. The recommendation of this program is the need for ongoing support from local governments and partnerships with external parties so that digital transformation and the village economy can run consistently and sustainably.Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan di Desa Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang, bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan melalui tiga pilar utama: pengembangan sumber daya manusia (SDM), sektor pariwisata, dan digitalisasi. Permasalahan yang dihadapi desa ini mencakup keterbatasan akses terhadap pelatihan keterampilan, potensi wisata yang belum tergarap secara optimal, serta rendahnya pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup observasi langsung, wawancara dengan masyarakat dan aparat desa, serta pelaksanaan pelatihan dan sosialisasi berbasis kebutuhan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan kewirausahaan, literasi digital, dan pengelolaan produk UMKM memberikan dampak positif terhadap motivasi dan kemandirian masyarakat. Di sektor pariwisata, pemetaan potensi lokal seperti agrowisata dan budaya desa menjadi dasar pengembangan destinasi yang berbasis partisipasi masyarakat. Sementara itu, digitalisasi diaplikasikan melalui pembuatan media promosi desa dan pelatihan penggunaan platform digital untuk pemasaran produk lokal. Integrasi ketiga pilar ini membentuk ekosistem pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, strategi ini tidak hanya memperkuat daya saing Desa Sukamulya secara ekonomi, tetapi juga membuka ruang partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. Rekomendasi dari program ini adalah perlunya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan kemitraan dengan pihak eksternal agar transformasi digital dan ekonomi desa dapat berjalan secara konsisten dan berkesinambungan

    Pelatihan Penerapan Teknologi Pengolahan Pangan pada Komoditas Jagung di STT-SAPPI Ciranjang Kabupaten Cianjur

    Full text link
    Sekolah Tinggi Teologi Studi Alkitab untuk Pengembangan Pedesaan Indonesia merupakan Sekolah Tinggi Teologi, dimana lulusannya diharapkan dapat berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Berkaitan dengan hal ini maka Program Studi Teknologi Pangan Universitas Pelita Harapan (UPH) melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) berupa Pelatihan Penerapan Teknologi Pengolahan Pangan Pada Komoditas Jagung. Kegiatan ini dilakukan melalui tahap persiapan dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan dilakukan uji coba proses pengolahan dan penentuan formulasi dan diperoleh produk olahan berbasis jagung di Laboratorium Pengolahan Pangan. Hasil dari tahap ini dirumuskan menjadi bagian dari materi pelatihan berupa deskripsi dan penjelasan tentang bahan, alat, prosedur pengolahan yang meliputi preparasi bahan, pengeringan, proses pembuatan dan penentuan formulasi produk pangan berbasis jagung yaitu tepung jagung, tortilla chips, dan sup jagung instan. Pada tahap pelaksanaan, tim PkM memaparkan, menjelaskan dan mempraktikkan materi pelatihan yang telah disiapkan kepada para mahasiswa di STT-SAPPI Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan pelatihan dilakukan pada tanggal 24 April 2025 oleh 7 orang tim PkM yang terdiri dari 4 orang dosen, 1 orang asisten dosen dan 2 orang mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan UPH, serta diikuti oleh 25 orang peserta yaitu mahasiswa STT-SAPPI Ciranjang kabupaten Cianjur. Evaluasi kegiatan pelatihan berdasarkan pengisian kuesioner menunjukkan seluruh (100%) peserta menyatakan bahwa kegiatan pelatihan dapat diikuti dengan baik dan sangat bermanfaat.The Indonesian School of Biblical Studies for Rural Development is a Theological College, where graduates are expected to play an active role in community empowerment. In this regard, the Food Technology Study Program of Pelita Harapan University (UPH) conducted Community Service (PkM) in the form of Training on the Application of Food Processing Technology to Corn Commodities. This activity was carried out through preparation and implementation stages. In the preparation stage, trials of the processing process and formulation determination were carried out and corn-based processed products were obtained in the Food Processing Laboratory. The results of this stage were formulated into part of the training material in the form of descriptions and explanations of materials, tools, processing procedures including material preparation, drying, manufacturing processes and determining the formulation of corn-based food products, namely corn flour, tortilla chips, and instant corn soup. In the implementation stage, the PkM team presented, explained and practiced the prepared training materials to students at STT-SAPPI Cianjur, West Java. The training was conducted on April 24, 2025, by a seven-person Community Service (PkM) team consisting of four lecturers, one teaching assistant, and two students from the UPH Food Technology Study Program. Twenty-five participants, including students from STT-SAPPI Ciranjang, Cianjur Regency, participated in the training. Evaluation of the training, based on questionnaires, showed that all (100%) participants found the training to be successful and very beneficial

    Pendampingan Seni Tari Kreatif dalam Meningkatkan Motorik Kasar Anak Berkebutuhan Khusus di SDIT Al Bayyinah Garut

    Full text link
    Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Garut tahun 2023, terdapat lebih dari 1.200 anak berkebutuhan khusus (ABK) yang bersekolah di berbagai jenjang pendidikan. Sebagian besar di antaranya mengalami hambatan perkembangan motorik kasar, yang berdampak pada keterlambatan keterampilan gerak dasar dan keterbatasan dalam berinteraksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak berkebutuhan khusus melalui penerapan seni tari kreatif menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) di SDIT Al-Bayyinah Kabupaten Garut. Permasalahan utama yang diangkat adalah keterbatasan motorik kasar pada siswa ABK serta rendahnya kompetensi guru dalam memanfaatkan seni tari sebagai media pembelajaran. Penelitian dilaksanakan dalam empat siklus, meliputi tahap observasi, pelatihan guru, implementasi pengajaran tari kepada siswa ABK, serta evaluasi dampak program. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan motorik kasar, kemampuan interaksi sosial, dan rasa percaya diri siswa ABK. Selain itu, guru juga mengalami peningkatan kompetensi dalam menerapkan seni tari kreatif sebagai metode pembelajaran inklusif. Evaluasi program melalui angket guru memperlihatkan bahwa pendekatan ini efektif dalam membuat tubuh anak menjadi lebih lincah dan lentur, sekaligus mengatasi permasalahan perkembangan motorik siswa ABK.Based on data from the Garut District Education Office in 2023, there are more than 1,200 children with special needs (CWSN) enrolled in various levels of education. The majority of them experience gross motor development barriers, which affect their basic movement skills and limit their social interaction. This study aims to improve the gross motor skills of children with special needs through the implementation of creative dance activities using the Participatory Action Research (PAR) method at SDIT Al-Bayyinah, Garut Regency. The main problems addressed include the limitations of gross motor skills among CWSN and the lack of teacher competence in utilizing dance as a learning medium. The research was carried out in four cycles, consisting of observation, teacher training, the implementation of dance instruction for CWSN, and program evaluation. The findings indicate significant improvements in gross motor skills, social interaction abilities, and self-confidence of CWSN. In addition, teachers also showed increased competence in applying creative dance as an inclusive learning method. Program evaluation using teacher questionnaires revealed that this creative and inclusive approach effectively enhanced children’s flexibility and agility, while addressing challenges in the gross motor development of CWSN

    Model Sociopreneur Desa dalam Pemberdayaan Pemuda Milenial sebagai Solusi Pengentasan Pengangguran dan Penguatan Ekonomi Kreatif di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung

    Full text link
    Unemployment among millennial youth in rural areas remains a significant challenge that hinders the optimization of local resources. This Community Service Program aimed to empower the youth of Tarumajaya Village through the implementation of the Village Sociopreneur model as a solution to reduce unemployment while strengthening the creative economy sector. The program consisted of several stages, including socialization, training, barista practice, digital marketing, business legality awareness, mentoring, evaluation, and program sustainability. The results indicate that participants gained not only theoretical knowledge but also practical skills in coffee processing, digital marketing strategies, and business legality to ensure long-term sustainability. Evaluation using questionnaires revealed a very high level of satisfaction, with the majority of participants considering the materials highly relevant to their needs. In conclusion, the Village Sociopreneur model has proven effective in enhancing youth capacity, creating new business opportunities, and opening pathways for job creation that contribute to the growth of the rural creative economy.Permasalahan pengangguran di kalangan pemuda milenial di pedesaan masih menjadi tantangan serius yang berdampak pada rendahnya optimalisasi potensi sumber daya lokal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pemuda Desa Tarumajaya melalui penerapan model Sociopreneur Desa sebagai solusi dalam mengurangi pengangguran sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik barista, digital marketing, pemahaman legalitas usaha, pendampingan, evaluasi, serta keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam mengolah kopi, memahami strategi pemasaran digital, serta pentingnya legalitas usaha untuk keberlanjutan bisnis. Evaluasi melalui kuesioner memperlihatkan tingkat kepuasan peserta yang sangat tinggi, dengan mayoritas menilai materi sesuai kebutuhan mereka. Kesimpulannya, model Sociopreneur Desa terbukti mampu meningkatkan kapasitas pemuda, memperkuat peluang usaha, dan membuka potensi terciptanya lapangan kerja baru yang mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif di pedesaan

    Pelatihan Manajemen Keuangan terhadap Anak Imigran Indonesia di Malaysia

    Full text link
    Program Pelatihan Manajemen Keuangan Berbasis Fun-Learning ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dasar anak-anak imigran Indonesia di Malaysia yang memiliki keterbatasan akses pendidikan formal. Kegiatan dirancang secara kontekstual melalui metode storytelling, permainan edukatif, dan praktik penyusunan anggaran sederhana agar anak-anak mampu memahami konsep menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengatur uang saku secara mandiri. Pelatihan dilaksanakan di Pusat Pendidikan Warga Negara Indonesia (PPWNI) Klang dengan 73 peserta berusia 8–14 tahun. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 46,2 menjadi 81,7 dan 70% peserta mampu membuat rencana keuangan pribadi. Kegiatan ini juga menumbuhkan kebiasaan menabung dan kesadaran finansial sejak dini. Refleksi program menunjukkan perlunya peningkatan durasi pelatihan, jumlah fasilitator, serta mekanisme keberlanjutan pascaprogram agar dampaknya lebih optimal dan berkelanjutan.This Fun-Learning Financial Management Training Program aims to improve basic financial literacy among Indonesian immigrant children in Malaysia who have limited access to formal education. The activities are designed contextually through storytelling, educational games, and simple budgeting practices to help children understand the concept of saving, distinguish between needs and wants, and manage their pocket money independently. The training was conducted at the Indonesian Citizens Education Center (PPWNI) in Klang with 73 participants aged 8–14. Pre- and post-test results showed an increase in the average score from 46.2 to 81.7, and 70% of participants were able to create personal financial plans. This activity also fostered savings habits and financial awareness from an early age. Program reflections indicate the need to increase the training duration, the number of facilitators, and post-program sustainability mechanisms to optimize and sustain the program\u27s impact

    Digitalisasi dalam UMKM Anak Muda: Pelaporan Keuangan dengan Aplikasi

    Full text link
    Digital technology is currently widely used to improve the accuracy, effectiveness, and efficiency of operations in a business/enterprise, both large and small, micro, or medium scale. Financial reporting in MSMEs often only uses simple recording methods and is carried out conventionally. The use of technology in this case is limited to calculating addition, subtraction, multiplication, or division using a calculator while the recording system is carried out traditionally. This community service (PkM) activity is focused on direct assistance and guidance with simulation and participatory methods for MSME Eatspot.id to create accountable financial reporting based on technology. The results of PkM concluded that MSME Eatspot.id has been able to manage and report finances by utilizing technology independently. MSME Eatspot.id partners have been able to implement the transfer of knowledge received regarding the use of the Akuntansiku applicationTeknologi digital saat ini banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan keakuratan, efektivitas, dan efisiensi operasional pada sebuah bisnis/usaha, baik skala besar maupun skala kecil, mikro, atau menengah.  Pelaporan keuangan pada UMKM sering kali hanya menggunakan metode pencatatan sederhana dan dilakukan secara konvensional. Pemanfaatan teknologi dalam hal ini hanya sebatas untuk menghitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian menggunakan kalkulator sedangkan sistem pencatatan dilakukan secara tradisional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini difokuskan pada pendampingan dan bimbingan langsung dengan metode simulasi dan partisipatif kepada UMKM Eatspot.id untuk membuat pelaporan keuangan yang akuntabel berbasis teknologi. Hasil PkM menyimpulkan bahwa UMKM Eatspot.id telah mampu mengelola dan melaporkan keuangan dengan memanfaatkan teknologi secara mandiri. Mitra UMKM Eatspot.id telah mampu mengimplementasikan transfer pengetahuan yang diterima mengenai penggunaan aplikasi Akuntansiku

    Peningkatan Keberdayaan Ekonomi Melalui Pengelolaan Limbah Organik dan Pertanian Terpadu di Lahan Terbatas

    Full text link
    Agricultural practices on limited land using organic waste management byproducts pose a significant challenge, especially in Lempake Village, North Samarinda. Bank Ramli Bukit Benanga in RT 037 Bukit Benanga Housing has successfully converted organic waste into eco enzyme, compost, and maggot, though these products have not been optimally utilized or marketed. This Community Partnership Program aims to empower the community by enhancing skills in integrated agriculture on limited land and facilitating the marketing of organic products from constrained spaces. Through training and mentoring in aerofarming, tabulampot, and budikdamber techniques, the program aims to utilize eco enzyme, compost, and maggot more effectively in plant and fish cultivation. It also equips partners with packaging design skills and strategies for online and offline marketing. The program results include increased independent food production, enhanced partner income through organic product marketing, and improved environmental quality around Bukit Benanga Housing. Additionally, the program supports the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in poverty reduction, welfare improvement, and sustainable production and consumption patterns.Praktik pertanian di lahan terbatas dengan memanfaatkan limbah organik menjadi tantangan tersendiri, khususnya di Desa Lempake, Samarinda Utara. Bank Ramli Bukit Benanga di RT 037 Perumahan Bukit Benanga telah berhasil mengolah limbah organik menjadi eco enzyme, kompos, dan maggot, meskipun produk tersebut belum dimanfaatkan dan dipasarkan secara optimal. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dengan meningkatkan keterampilan dalam pertanian terpadu di lahan terbatas dan memfasilitasi pemasaran produk organik dari lahan terbatas. Melalui pelatihan dan pendampingan teknik aerofarming, tabulampot, dan budikdamber, program ini bertujuan untuk memanfaatkan eco enzyme, kompos, dan maggot secara lebih efektif dalam budidaya tanaman dan ikan. Program ini juga membekali mitra dengan keterampilan desain kemasan dan strategi pemasaran online dan offline. Hasil program ini antara lain peningkatan produksi pangan mandiri, peningkatan pendapatan mitra melalui pemasaran produk organik, dan peningkatan kualitas lingkungan di sekitar Perumahan Bukit Benanga. Selain itu, program ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam penanggulangan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, serta pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan

    Pemeriksaan Kadar Glukosa Darah dan Status Kesehatan Body Mass Index (BMI) dalam Mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Banjar Piakan, Desa Sibangkaja, Badung

    Full text link
    Nutrition is one of the problems for developing countries like Indonesia, the problem of nutrition becomes a double burden, namely underweight and overweight. Nutritional problems can increase the risk of low BMI disorders such as hypoglycemia, hypotension, and even malnutrition. While disorders that can be caused by high BMI can be obesity, hypercholesterolemia, and even coronary heart disease, the check can be carried out with free Community Service carried out by the Medical Lab Technology Study Program, Bali International University targeting the Banjar Piakan community, Sibang Kaja Village, Badung. The (POCT) method is used in checking blood glucose levels. The results of residents of Banjar Piakan, Sibangkaja Village, Badung who have a BMI <18.5 there are 3 people with 4.0% in the less than ideal category. BMI 18.5-24.9 of 23 people has a percentage of 31.08% in the ideal category, 13 people have more bb with a percentage of 31.08%, and residents who have a BMI with an obese category are 35 residents with a percentage of 47.29%. Based on blood glucose level parameters, residents of Banjar Piakan, Sibangkaja Village showed normal glucose levels of 55 residents of Banjar Piakan, Sibang kaja Village or 74.32% and only 19 people or 25.67% had glucose levels above 140 mg/dL. It can be concluded from this community service activity regarding checking BMI and even blood glucose can be used in examining health conditions.Gizi adalah salah satu masalah bagi negara berkembang semacam Indonesia ini, permasalahan gizi tersebut menjadi double burden, yakni underweight serta overweight. Masalah gizi bisa menaikkan resiko gangguan rendah BMI semacam hipoglikemia, hipotensi, bahkan malnutrisi. Sementara gangguan yang bisa diakibatkan dari besarnya BMI bisa semacam obesitas, hiperkolestrol, bahkan masalah jantung coroner, pengecekan itu bisa dijalankan dengan free pengabdian Masyarakat yang dijalankan oleh Prodi Teknologi Lab Medik, Universitas Bali Internasional dengan sasaran pada masyarakat Banjar Piakan, Desa Sibang Kaja, Badung. Metode (POCT) dimanfaatkan dalam pengecekan kandungan glukosa darah. Hasilnya warga Banjar Piakan, Desa Sibangkaja, Badung yang mempunyai BMI < 18,5 terdapat 3 orang dengan 4,0% kategori kurang ideal. BMI 18,5-24,9 sebesar 23 orang memiliki persentase 31,08 % kategori ideal, 13 orang mempunyai bb lebih dengan persentase 31,08 %, dan warga yang mempunyai BMI dengan kategori obesitas sebanyak 35 warga dengan persentase 47,29%. Berdasarkan parameter kadar glukosa darah, warga Banjar Piakan, Desa Sibangkaja menunjukkan kadar glukosa normal sebanyak 55 warga Banjar Piakan, Desa Sibang kaja atau 74,32 % dan hanya 19 orang atau 25,67% yang mempunyai kandungan glukosa di atas 140 mg/dL. Dapat disimpulkan dari aktivitas pengabdian ini mengenai pengecekan BMI bahkan glukosa darah bisa dipakai dalam pemeriksanaan kondisi Kesehata

    Digitalisasi Pemasaran dan Implementasi Mesin Spinner untuk Meningkatkan Penjualan Produk Bandeng Yuwono

    Full text link
    Bandeng Presto Duri Lunak Bu Yuwono is a micro, small, and medium enterprise (MSME) located in Mojoroto, Kediri, East Java, established in 1999 with three family-member employees. The business markets its products from morning until noon, followed by sourcing ingredients for the next production cycle. A situational analysis identified several challenges, including traditional marketing methods, manual transaction recording, conventional production tools, and limited knowledge and skills in information technology utilization. To address these issues, the Service Team implemented a series of steps: preparation, development of an e-commerce website, creation of a transaction recording module, production of an oil-draining spinner, technology training for the partner, and program evaluation. This initiative resulted in an e-commerce website and transaction recording module at bandengyuwono.id, an oil-draining spinner machine, and technology training, bringing economic benefits through an expanded marketing reach, increased production, and improved profitability for the partner.Bandeng Presto Duri Lunak Bu Yuwono, merupakan UMKM yang berada di Jl. Sudanco Supriyadi Gg. DKK No.10, Kec. Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. Usaha ini berdiri sejak tahun 1999 dengan jumlah karyawan sebanyak 3 orang dimana karyawan merupakan keluarga. Mitra memasarkan produknya dimulai pagi hari hingga siang dan dilanjut dengan belanja bahan-bahan yang akan digunakan untuk produksi berikutnya. Permasalahan yang dialami mitra berdasarkan analisis situasi adalah: Mitra dalam memasarkan produk masih menggunakan metode tradisional, Mitra mencatat transaksi dengan cara manual, proses produksi masih menggunakan alat-alat manual dan konvensional, pengetahuan pengetahuan dan keterampilan Mitra terhadap pemanfaatan teknologi informasi kurang. Solusi yang diusulkan oleh Tim Pengabdi untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah diselesaikan melalui tahapan: Persiapan, Pembuatan web commerce, pembuatan modul catatan transaksi, pembuatan alat spinner peniris minyak goreng, pelatihan teknologi ke mitra dan evaluasi program. Rangkaian kegiatan ini menghasilkan web commerce dan modul catatan transaksi yang beralamat di bandengyuwono.id, mesin spinner peniris minyak goreng, dan pelatihan penggunaan teknologi ke Mitra, dari teknologi yang telah diterapkan ke mitra memberikan manfaat ekonomi yaitu jangkauan pemasaran mitra lebih luas dan produksi meningkat sehingga berdampak ke keuntungan mitra yang meningkat

    Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Tahu Sebagai Proteksi Korosi

    Full text link
    Liquid waste from the tofu industry can lead to environmental pollution if not properly managed. However, this waste holds potential for innovative use, such as being repurposed as a corrosion control material. This Community Service activity aimed to educate tofu producers in Magelang Regency on processing tofu waste into materials for metal corrosion protection. The approach involved counseling sessions and practical demonstrations. The results showed that tofu waste could reduce corrosion on metal equipment by 40% compared to untreated equipment. The participants showed great enthusiasm, as the method proved practical and easy to apply. In conclusion, this activity significantly contributed to better tofu waste management, helping to minimize environmental pollution risks.Limbah cair yang dihasilkan industri tahu menyebabkan pencemaran lingkungan jika pengelolaannya tidak baik. Namun limbah tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan secara inovatif, salah satunya sebagai bahan pengendali korosi. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini yaitu memberikan sosialisasi kepada pengrajin tahu di Kabupaten Magelang tentang cara pengolahan limbah tahu menjadi bahan pelindung korosi pada logam. Metode dilakukan dengan cara penyuluhan, dan demonstrasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa limbah tahu mampu menjadi proteksi korosi pada peralatan logam sebesar 40% dibandingkan tanpa diproteksi. Mitra menunjukkan antusias yang tinggi karena metode ini praktis dan mudah diterapkan. Kesimpulan aktivitas ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengelolaan limbah tahu, sehingga mampu menekan risiko pencemaran terhadap lingkungan

    580

    full texts

    595

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇