Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
    595 research outputs found

    Ibm Untuk Peningkatan Kualitas Layanan Posyandu Melalui Perbaikan Alat Timbang Balita

    Get PDF
      Desa Gelam terletak di Kecamatan Candi Kab Sidoarjo. Posyandu RW 5 merupakan salah satu Posyandu di Wilayah Desa Gelam. Posyandu RW 5 mempunyai jumlah balita yang lebih banyak dibanding Posyandu lainnya di desa Gelam. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya tingkat kedatangan balita ke Posyandu karena adanya trauma yang dialami oleh keluarga balita (ibu) balita setiap kali kunjungan ke Posyandu, disebabkan karena rasa tidak nyaman selama proses penimbangan, karena faktor peralatan timbang yang "menyiksa" balita. Pelaksanaan IbM dilaksanakan dengan membuat alat timbang yang nyaman dan aman bagi balita. Hasil IbM menunjukkan bahwa perubahan alat timbang balita memberikan dampak positif bagi perkembangan Posyandu yang terlihat dari meningkatnya jumlah balita yang berkunjung, suasana yang nyaman, tidak ada suara tangisan balita, dan hasil evaluasi terhadap 30 ibu balita menunjukkan bahwa 100 % ibu tersebut puas dan suka dengan alat yang ada.Desa Gelam terletak di Kecamatan Candi Kab Sidoarjo. Posyandu RW 5 merupakan salah satu Posyandu di Wilayah Desa Gelam. Posyandu RW 5 mempunyai jumlah balita yang lebih banyak dibanding Posyandu lainnya di desa Gelam. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya tingkat kedatangan balita ke Posyandu karena adanya trauma yang dialami oleh keluarga balita (ibu) balita setiap kali kunjungan ke Posyandu, disebabkan karena rasa tidak nyaman selama proses penimbangan, karena faktor peralatan timbang yang "menyiksa" balita. Pelaksanaan IbM dilaksanakan dengan membuat alat timbang yang nyaman dan aman bagi balita. Hasil IbM menunjukkan bahwa perubahan alat timbang balita memberikan dampak positif bagi perkembangan Posyandu yang terlihat dari meningkatnya jumlah balita yang berkunjung, suasana yang nyaman, tidak ada suara tangisan balita, dan hasil evaluasi terhadap 30 ibu balita menunjukkan bahwa 100 % ibu tersebut puas dan suka dengan alat yang ada

    Pkm Bagi Kelompok Pembudidaya Ikan Air Tawar Di Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango Propinsi Gorontalo

    Get PDF
      Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi pembudidaya di Kabupaten Bone Bolango dengan cara mentransfer teknologi pembuatan pakan yang berbahan dasar limbah pangan berupa ampas tahu dan kepala udang yang dapat diperoleh dengan harga yang relatif lebih murah. Sehingga hasil PKM ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dan menghasilkan produk pakan dengan harga yang lebih murah. Transfer pengetahuan dan teknologi pembuatan pakan berbahan dasar limbah ampas tahu dan kepala udang merupakan hasil penelitian dengan hibah PT yang telah dilaksanakan oleh  tim PKM sehingga telah diuji kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ikan dan telah dianalisis biaya produksinya. Pakan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan budidaya ikan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup serta secara ekonomi lebih murah dibandingkan dengan pakan komersil yang selama ini digunakan. Metode yang digunakan pada Program Kemitraan Masyarakat yaitu penyuluhan dan pelatihan. Metode penyuluhan dilakukan dengan cara memberikan materi dalam bentuk ceramah dan Tanya jawab untuk mentranfer pengetahuan mengenai bahan-bahan yang berasal dari limbah pangan yang dapat dijadikan bahan dasar pembuatan pakan dan jenis serta jumlah zat gizi yang terdapat pada bahan-bahan tersebut. Metode pelatihan dilakukan dengan cara melatih seluruh peserta PKM melalui transfer teknologi pembuatan pakan secara langsung ke pembudidaya baik secara kelompok maupun mandiri. Hasil kegiatan  program PKM terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam teknologi pembuatan pakan ikan. Masyarakat dapat membuat sendiri  pakan menggunakan bahan baku limbah industri sehingga dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kualitas produk pakan.Community Partnership Program (PKM) aims to overcome the problems faced by farmers in Bone Bolango Regency by transferring the technology of feed making based on food waste in the form of tofu and shrimp heads that can be obtained at a relatively cheaper price. So the results of this PKM is expected to increase public knowledge and produce feed products with a cheaper price. The transfer of knowledge and technology of feed making based on the waste of tofu and shrimp head is the result of research with PT grant which has been implemented by PKM team so that it has been tested the nutritional content according to fish requirement and has been analyzed its production cost. The feed produced in accordance with the needs of fish farming for growth and survival as well as economically cheaper than the commercial feed that has been used. The methods used in the Community Partnership Program are counseling and training. The extension method is done by giving the material in the form of lecture and Questionnaire to transfer knowledge about materials originating from food waste which can be used as feed material base and the type and quantity of nutrients contained in the materials. The training method is done by training all PKM participants through technology transfer of feed making directly to the farmers either groupally or independently. The results of PKM program activities increase the knowledge and skills of the community in the technology of making fish feed. The community can make their own feed using industrial waste raw materials so as to contribute in improving the economy of society through improving the quality of feed products

    Media Pembelajaran ECO GREEN TERARIUM KHAS SIDOARJO (Miniature Green Art Environment ) Sebagai media belajar Green Education Pada Tingkat Sekolah Dasar

    Get PDF
      Dalam rencana pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ibM yang berjudul “IBM Souvenir Eco Green Terrarium mini garden Khas Sidoarjo” tujuan yang ditetapkan adalah melalui kegiatan ini akan tercipta kontribusi yang diberikan kepada mitra 1 dan mitra 2 adalah membentuk KKG (kelompok kerja guru)  “SOEGARIUM HARJO” Souvenir Eco Green Terrarium mini garden Khas Sidoarjo  yang kemudian diharapkan melalui metode yang telah disusun dapat memberikan kemampuan berupa peningkatan kemampuan dan keterampilan para guru SD setempat untuk bisa mengembangkan SDM mereka menjadi guru yang inovatif dalam mengembangkan media Green Education berbasis Eco Green Terrarium mini garden serta dapat menjadikan produk media yang diciptakan ini nantinya menjadi sebuah media atau sarana dalam mengajarkan Pendidikan Lingkungan Hidup pada level SD serta sebagai media untuk mengaktifkan civitas akademik sekolah dalam melakukan upaya “kampanye hijau” serta kampanye “Sidoarjo Zero Waste” serta nanti nya sebagai produk unggulan lokal sidoarjo , dimana media ini nantinya juga turut menjadi sebuah sarana promosi kota sidoarjo melalui ciri khas icon kota sidoarjo yang melekat pada media Eco Green Terrarium Khas Sidoarjo.Diharapkan melalui adanya pelatihan ketrampilan pembuatan Souvenir terrarium mini garden khas sidoarjo ini meningkatan kemampuan KKG (kelompok kerja guru)  dalam menciptakan media pembelajaran inovatif dan kreatif untuk menjawab isu global warming melalui visi green educationDalam rencana pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ibM yang berjudul “IBM Souvenir Eco Green Terrarium mini garden Khas Sidoarjo” tujuan yang ditetapkan adalah melalui kegiatan ini akan tercipta kontribusi yang diberikan kepada mitra 1 dan mitra 2 adalah membentuk KKG (kelompok kerja guru)  “SOEGARIUM HARJO” Souvenir Eco Green Terrarium mini garden Khas Sidoarjo  yang kemudian diharapkan melalui metode yang telah disusun dapat memberikan kemampuan berupa peningkatan kemampuan dan keterampilan para guru SD setempat untuk bisa mengembangkan SDM mereka menjadi guru yang inovatif dalam mengembangkan media Green Education berbasis Eco Green Terrarium mini garden serta dapat menjadikan produk media yang diciptakan ini nantinya menjadi sebuah media atau sarana dalam mengajarkan Pendidikan Lingkungan Hidup pada level SD serta sebagai media untuk mengaktifkan civitas akademik sekolah dalam melakukan upaya “kampanye hijau” serta kampanye “Sidoarjo Zero Waste” serta nanti nya sebagai produk unggulan lokal sidoarjo , dimana media ini nantinya juga turut menjadi sebuah sarana promosi kota sidoarjo melalui ciri khas icon kota sidoarjo yang melekat pada media Eco Green Terrarium Khas Sidoarjo.Diharapkan melalui adanya pelatihan ketrampilan pembuatan Souvenir terrarium mini garden khas sidoarjo ini meningkatan kemampuan KKG (kelompok kerja guru)  dalam menciptakan media pembelajaran inovatif dan kreatif untuk menjawab isu global warming melalui visi green educatio

    Efektifitas Produksi Krupuk pada Home Industri Di Sidoarjo

    Get PDF
      Pelaku usaha mikro kecil dan menengah hal yang menghambat tumbuh kembangnya usaha adalah kompetisi dan kemampuan manajerial serta pengelolaan produksi. Kondisi ini disebabkan karena keterbatasan modal yang dimiliki serta keseriusan dalam berusaha. Hal ini dialami oleh bu heni selaku produsen Krupuk kemasan, beliau memulai bisnis kecil-kecilan dengan membeli krupuk curah yang telah di goreng kemudian dikemas secara mandiri dengan plastik kiloan, dan dipasarkan di sejumlah tempat. Permasalahan yang dimiliki bu heni selaku Mitra 1 adalah proses pengadaan krupuk dilakukan dengan membeli pada pihak ke dua kemudian dikemas secara mandiri di rumah namun proses pengemasannya masih dilakukan secara sederhana yaitu dengan menyalakan lilin kemudian plastik di didekatkan untuk dapat merekatkan plastik kemasan tersebut, kemudian kemasan yang telah dilakukan tidak ada merk atau nama dari hasil pengemasan tersebut, sehingga produk yang dihasilkan dan kemudian dipasarkan tidak memiliki nama atau brand produk yang menyebabkan harga jualnya sangat murah, dengan permasalahan pada mitra 1 tersebut, maka solusi yang ditawarkan adalah adanya merk dagang produk kemasan krupuk dan alat pengemas produk kemasan krupuk. Permasalahan pada mitra 2 adalah proses display produk hasil penggorengan jajanan, karena belum maksimalnya proses pemisahan minyak dan jajanan pasca penggorengan menyebabkan saat display masih banyak minyak yang melekat, sehingga bagi pelanggan yang memiliki penyakit tertentu akan menghindari makan makanan hasil penggorengan mitra, permasalahan berikutnya adalah tidak adanya identitas warung yang menerangkan identitas pemilik dan nama usahanya, sehingga sulit untuk memberikan identitas kepada pelanggan yang belum kenal, sehingga solusi atas permasalahan pada mitra 2 yaitu pembuatan tempat display gorengan yang inovatif dan higenish serta nama identitas usaha pak Umar khasanPelaku usaha mikro kecil dan menengah hal yang menghambat tumbuh kembangnya usaha adalah kompetisi dan kemampuan manajerial serta pengelolaan produksi. Kondisi ini disebabkan karena keterbatasan modal yang dimiliki serta keseriusan dalam berusaha. Hal ini dialami oleh bu heni selaku produsen Krupuk kemasan, beliau memulai bisnis kecil-kecilan dengan membeli krupuk curah yang telah di goreng kemudian dikemas secara mandiri dengan plastik kiloan, dan dipasarkan di sejumlah tempat. Permasalahan yang dimiliki bu heni selaku Mitra 1 adalah proses pengadaan krupuk dilakukan dengan membeli pada pihak ke dua kemudian dikemas secara mandiri di rumah namun proses pengemasannya masih dilakukan secara sederhana yaitu dengan menyalakan lilin kemudian plastik di didekatkan untuk dapat merekatkan plastik kemasan tersebut, kemudian kemasan yang telah dilakukan tidak ada merk atau nama dari hasil pengemasan tersebut, sehingga produk yang dihasilkan dan kemudian dipasarkan tidak memiliki nama atau brand produk yang menyebabkan harga jualnya sangat murah, dengan permasalahan pada mitra 1 tersebut, maka solusi yang ditawarkan adalah adanya merk dagang produk kemasan krupuk dan alat pengemas produk kemasan krupuk. Permasalahan pada mitra 2 adalah proses display produk hasil penggorengan jajanan, karena belum maksimalnya proses pemisahan minyak dan jajanan pasca penggorengan menyebabkan saat display masih banyak minyak yang melekat, sehingga bagi pelanggan yang memiliki penyakit tertentu akan menghindari makan makanan hasil penggorengan mitra, permasalahan berikutnya adalah tidak adanya identitas warung yang menerangkan identitas pemilik dan nama usahanya, sehingga sulit untuk memberikan identitas kepada pelanggan yang belum kenal, sehingga solusi atas permasalahan pada mitra 2 yaitu pembuatan tempat display gorengan yang inovatif dan higenish serta nama identitas usaha pak Umar khasa

    Pkm Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Di Kecamatan Tulangan Sidoarjo

    Get PDF
      Pendidikan karakter sangat penting diterapkan pada siswa SD. Pendidikan karakter di SD akan mengajarkan kebiasaan berpikir dan berperilaku yang membantu siswa untuk hidup dan bekerja sama di lingkungan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Beberapa permasalah yang muncul dalam dunia pendidikan antara lain meliputi kurang keteladanan karakter guru kepada siswa, rendahnya pemahaman guru tentang pendidikan karakter, serta kurangnya pelatihan bagi guru untuk memahami pentingnya pendidikan karakter. Hal tersebut mendorong pengusul proposal memadukan ide-ide dan gagasan-gagasan yang dalam menyelesaikan permasalah tersebut dalam kegiatan pelatihan. Sehingga pengusul proposal mengambil judul Pemberdayaan Guru SD dalam Penguatan Pendidikan Karakter di Kecamatan Tulangan Sidoarjo. Metode pendekatan ang digunakan dalam pengabdian kepada masarakat ini dengan kegiatan pelatihan. Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan pelatihan tersebut pengusul proposal akan melalkukan pendampingan setelah kegiatan pelatihan berakhir. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pelatihan ini cukup berhasil dimana peserta pelatihan sangat antusias dalam kegiatan pelatihan, hal tersebut juga karena masing-masing guru belum pernah mendapatkan sosialisasi dari pemerintah terkait kebijakan pemerintan dengan memberikan Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah. Dari hasil pendampingan menunjukkan masing-masing guru telah mengembangkan pemahaman dan pengetahuannya terkait Pendidikan karakter di sekolah. Hal tersut tampak dari hasil anget guru yang telah menerapkan pendidikan karakter di berbagai kegiatan di sekolah.    Character education is very important for elementary students. Character education in elementary schools will teach the habits of thinking and behavior that help students to live and work together in the family, community, and nation. Some of the problems that arise in the world of education include the lack of exemplary character of teachers to students, low understanding of teachers about character education, and lack of training for teachers to understand the importance of character education. It encourages proposers to incorporate ideas and ideas that solve the problem in training activities. So the proposer takes title of Teacher Empowerment elementary school in Strengthening Character Education in District Tulangan Sidoarjo. The ang approach method is used in devotion to this community with training activities. To know the success of the training activities, the proposal proponent will carry out the mentoring after the training activity has ended. The result of this dedication to the community can be concluded that the training is quite successful where the trainees are very enthusiastic in the training activities, it is also because each teacher has not received socialization from the government related to the government policy by providing Character Education reinforcement in School. From the results of the mentoring shows each teacher has developed an understanding and knowledge related to character education in schools. It is apparent from the results of anget teachers who have implemented character education in various activities at school

    Pemberdayaan Wanita Melalui Tanaman Toga Untuk Membantu Meningkatkan Pendapatan Keluarga

    Get PDF
      Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa selama ini pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya perdesaan sebagian besar dilakukan oleh laki-laki, mulai dari kegiatan di bidang pertanian, peternakan, industri kecil dan menengah, koperasi, dan kegiatan lain yang sifatnya kegiatan ekonomi. Padahal perempuan sebagai anggota masyarakat juga mempunyai hak untuk ikut serta dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya perdesaan, meskipun kemungkinan peran perempuan tidak sebesar peran laki-laki. Oleh karena itu diperlukan adanya berbagai program yang dapat dilakukan perempuan dalam rangka peningkatan kesejahteraan keluarga dengan memanfaatkan dan mengelola lingkungan sekitarnya. Salah satu program yang dapat dilaksanakan oleh perempuan dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga, khususnya di bidang pangan adalah program penanaman dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA).Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menyediakan obat yang lebih murah dan efek samping yang lebih ringan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan praktik atau demonstrasi. Sehingga masyarakat dapat mempraktikkan secara langsung dan menerapkan dalam keluarga. Dalam pelaksanaannya disampaikan metode pengolahan tanaman TOGA sehingga menjadi minuman yang menyehatkan maupun bagaimana cara menanamnya. Disamping itu juga bagaimana cara mengelola keuangan hasil penjualan hasil pengelohan tanaman TOGA tersebut. Bagaimana strategi pemasarannya kepada masyarakat atau konsumen yang membutuhkan sehingga bisa menghasilkan keuntungan  Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa selama ini pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya perdesaan sebagian besar dilakukan oleh laki-laki, mulai dari kegiatan di bidang pertanian, peternakan, industri kecil dan menengah, koperasi, dan kegiatan lain yang sifatnya kegiatan ekonomi. Padahal perempuan sebagai anggota masyarakat juga mempunyai hak untuk ikut serta dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya perdesaan, meskipun kemungkinan peran perempuan tidak sebesar peran laki-laki. Oleh karena itu diperlukan adanya berbagai program yang dapat dilakukan perempuan dalam rangka peningkatan kesejahteraan keluarga dengan memanfaatkan dan mengelola lingkungan sekitarnya. Salah satu program yang dapat dilaksanakan oleh perempuan dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga, khususnya di bidang pangan adalah program penanaman dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA).Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menyediakan obat yang lebih murah dan efek samping yang lebih ringan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan praktik atau demonstrasi. Sehingga masyarakat dapat mempraktikkan secara langsung dan menerapkan dalam keluarga. Dalam pelaksanaannya disampaikan metode pengolahan tanaman TOGA sehingga menjadi minuman yang menyehatkan maupun bagaimana cara menanamnya. Disamping itu juga bagaimana cara mengelola keuangan hasil penjualan hasil pengelohan tanaman TOGA tersebut. Bagaimana strategi pemasarannya kepada masyarakat atau konsumen yang membutuhkan sehingga bisa menghasilkan keuntunga

    Gerakan 6 Pilar Menuju Masyarakat Bebas Alzheimer Di Posyandu Lansia Sasana Ratna Kusuma Kelurahan Mojoroto Kota Kediri

    Get PDF
      Demensia sangat rentang terjadi pada semua orang dengan usia di atas 65 tahun. Insiden demensia hanya mampu dicegah melalui tindakan preventif dan promotif yang melibatkan peran serta keluarga, perawat, serta puskesmas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui pendekatan penyuluhan kesehatan yang dilakukan dalam 2 kali tatap muka yaitu tanggal 24 September 2017 dan tahap kedua pada tanggal 11 Oktober 2017.Sebelum penyuluhan dilakukan skrining kesehatan kepada peserta lansia. Kegiatan tersebut diikuti oleh 15 orang pada tahap pertama dan 24 orang pada tahap kedua. Lansia sebagian besar mengalami pre hipertensi sebesar 53,3% pada pelaksanaan pertama dan 46% pada pelaksanaan kedua. Demensia dapat dicegah dengan program 6 pilar menuju otak sehat yaitu aktifitas fisik rutin, diet sehat, stimulasi mental, kualitas tidur, manajemen stress, keaktifan sosial. Program 6 pilar tersebut penting untuk dikenalkan kepada masyarakat sebelum memasuki usia 65 tahun supaya mereka tidak masuk ke kondisi demensia. Pentingnya pengenalan 6 pilar menuju otak sehat tersebut harus dilakukan sedini mungkin melalui penyuluhan kesehatan dan demo sederhana kepada masyarakat. Mengingat masyarakat di Indonesia masih kurang memperhatikan masalah pentingnya mencegah demensia.  Demensia sangat rentang terjadi pada semua orang dengan usia di atas 65 tahun. Insiden demensia hanya mampu dicegah melalui tindakan preventif dan promotif yang melibatkan peran serta keluarga, perawat, serta puskesmas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui pendekatan penyuluhan kesehatan yang dilakukan dalam 2 kali tatap muka yaitu tanggal 24 September 2017 dan tahap kedua pada tanggal 11 Oktober 2017.Sebelum penyuluhan dilakukan skrining kesehatan kepada peserta lansia. Kegiatan tersebut diikuti oleh 15 orang pada tahap pertama dan 24 orang pada tahap kedua. Lansia sebagian besar mengalami pre hipertensi sebesar 53,3% pada pelaksanaan pertama dan 46% pada pelaksanaan kedua. Demensia dapat dicegah dengan program 6 pilar menuju otak sehat yaitu aktifitas fisik rutin, diet sehat, stimulasi mental, kualitas tidur, manajemen stress, keaktifan sosial. Program 6 pilar tersebut penting untuk dikenalkan kepada masyarakat sebelum memasuki usia 65 tahun supaya mereka tidak masuk ke kondisi demensia. Pentingnya pengenalan 6 pilar menuju otak sehat tersebut harus dilakukan sedini mungkin melalui penyuluhan kesehatan dan demo sederhana kepada masyarakat. Mengingat masyarakat di Indonesia masih kurang memperhatikan masalah pentingnya mencegah demensia

    Badan Usaha Milik Desa Sanankulon Melek Administrasi Dan Melek It Untuk Menumbuhkan Dan Mengembangkan Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Sanankulon Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar: Perbaikan Manajemen Pengelolaan BUMDes Sanankulon dalam Bidang Administrasi dan IT

    No full text
      The development of BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) become one of superior program of Republic Indonesia Government now days. However in many territories BUMDes Activities almost vacuum. There are caused by many reasons. One of them is BUMDes Sanan Kulon, Sanankulon Subdistrict, Blitar   Regency as the miter in devotion program that also have same obstructions in its managerial. That are also caused by the badness of the managerial and the human resources that less of trained. This Community Partnership Program is aimed to give training for the managers of BUMDes Sanankulon, along with its members, as well as village officials, mainly village operator, village treasurer, and village secretary. The method used in this Community Partnership Program is provide training with simulation methods. Where the trainees directly practice (simulate) what is taught by the trainer. With this method, trainees will not find many obstacles in the field. The training materials provided in this training are IT training (ie the operation of MS Office), and administrative training among other forms of training making of invitation letter, letter of cooperation request (proposal), letter of agreement, guest book, daily cash book, ledger, and preparation of accountability report. Advanced material provided after the completion of  IT and administration training is the creative economic training provided by CUG Pawartaku\u27s manager as a partner of this Community Partnership Program. Based on the evaluation, there is generally a drastic increase in the knowledge and skills of trainees in IT and administration. BUMDes management insight is also widespread, from those who only knew that the sector that can be run by BUMDes is a saving and loan business, developing towards the development of creative economy and UMKM.  Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi salah satu program unggulan pemerintah Republik Indonesia saat ini, namun di banyak daerah hampir semua kegiatan BUMDes tidak berjalan. Banyak hal yang menyebabkan ke vakuman BUMDes di banyak daerah. Salah satunya yaitu   di BUMDes Sanankulon, Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar   sebagai mitra dalam program pengabdian ini juga mengalami hambatan dalam pengoperasiannya. Antara lain disebabkan oleh manajemen pengelolaan yang buruk dan sumberdaya manusia yang kurang terlatih. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada para pengelola BUMDes Sanankulon, beserta anggotanya, sekaligus para perangkat desa utamanya adalah operator desa, bendahara desa, dan sekretaris desa. Metode yang digunakan dalam Program Kemitraan Masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dengan metode simulasi. Dimana peserta pelatihan langsung mempraktekkan (mensimulasikan) apa yang diajarkan oleh pelatih. Dengan metode ini, peserta pelatihan tidak akan banyak menemukan kendala di lapangan. Materi pelatihan yang diberikan dalam pelatihan ini adalah pelatihan IT ( yaitu   pengoperasian MS. Office), dan pelatihan administrasi antara lain berupa pelatihan pembuatan surat undangan, surat permohonan kerjasama (proposal), surat perjanjian, buku tamu, buku kas harian, buku besar, dan penyusunan laporan pertanggungjawaban. Materi lanjutan yang diberikan setelah pelatihan IT dan administrasi selesai adalah pelatihan ekonomi kreatif yang diberikan oleh manajer CUG Pawartaku sebagai mitra Program Kemitraan Masyarakat ini. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, ternyata secara umum ada peningkatan yang cukup drastis soal pengetahuan dan keterampilan peserta dalam hal  IT dan administrasi. Wawasan pengelola BUMDes juga semakin luas, dari yang tadinya hanya mengetahui bahwa bidang yang bisa dijalankan BUMDes hanyalah usaha simpan pinjam, berkembang kearah pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM. &nbsp

    Workshop MGMP Guru Mata Pelajaran Ekonomi Madrasah Aliyah Se-Kabupaten Nganjuk

    Get PDF
      tujuan diadakannya MGMP Guru Mata pelajaran Ekonomi MA se-Kabupaten Nganjuk adalah untuk memotivasi guru guna meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam merencanakan, melaksanakan dan membuat evaluasi program pembelajaran dalam rangka meningkatkan keyakinan diri sebagai guru profesinal; 2) untuk meningkatkan kemampuan dan kemahiran guru dalam melaksanakan pembelajara sehingga dapat menunjang usaha peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan; 3) Untuk mendiskusikan permasalahan yang dihadapi dan dialami oleh guru dalam melaksanakan tugas sehari-hari dan mencari solusi alternatif pemecahannya sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing guru, kondisi sekolah dan lingkungannya; 4) Untuk membantu guru memperoleh informasi edukatif yang berkaitan dengan kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi, kegiatan kurikulum, metodologi, dan sistem pengujian yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampu oleh guru; 5) Untuk saling berbagi informasi dan pengalaman dari hasil lokakarya, simposium, seminar, diklat, classroom action research, referensi dan lain-lain, kegiatan profesional dibahas bersama-sama. Hasil Hasil /produk workshop MGMP  guru mata pelajaran Ekonomi MA se-kabupaten Nganjuk dari 5 produk yang ditargetkan hanya menghasilkan 2 produk yaitu, (1) Penyusunan Silabus dan RPP yang sesuai dengan kurikulum tahun 2013. (2) Penyusunan bahan ajar dalam bentuk modul dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan RPP dan Silabus. Kendala yang dihadapi oleh guru mata pelajaran ekonomi, adalah karena keterbatasan waktu dalam menyusun seluruh produk, hal ini akan diperbaiki dan di lengkapi pada semester genap tahun 2017 dan 2018 pada bulan Februari akhir, karena MGMP Guru mata pelajaran Ekonomi MA se-Kabupaten Nganjuk masih akan berlanjut di tahun 2018

    Pelatihan Pengembangan Modul dan Media Ajar Berbasis Interactive Media Untuk Tenaga Pengajar Di Sekolah Perhotelan Neptune, Kediri

    Get PDF
      Teaching materials or often referred to as learning materials are the most important part in the learning process, the subject matter is the core of learning activities.Teachers in carrying out the learning process required a teaching material because it is used to assist teachers in teaching and learning activities in the classroom. One of the important problems faced by faculty in learning activities is choosing or determining teaching materials or appropriate learning materials in order to help students achieve competence.This dedication to the community is carried out in the NEPTUNE Kediri hospitality school located at Jl.KH. Hasyim Ashari No.49, Bandar Kidul Kediri. By conducting training on the development of teaching materials and teaching media based on interactive media to the teachers in NEPTUNE it is expected that these teachers can become a) competent teachers according to their field of knowledge, b) the teachers are expected to have the ability to develop teaching materials and teaching media appropriately to suit students\u27 needs.Several meetings were held to present more appropriate materials to the teachers. So that the teachers will have the ability to understand what is needed by their students especially after they graduate from the NEPTUNE.  Teaching materials or often referred to as learning materials are the most important part in the learning process, the subject matter is the core of learning activities.Teachers in carrying out the learning process required a teaching material because it is used to assist teachers in teaching and learning activities in the classroom. One of the important problems faced by faculty in learning activities is choosing or determining teaching materials or appropriate learning materials in order to help students achieve competence.This dedication to the community is carried out in the NEPTUNE Kediri hospitality school located at Jl.KH. Hasyim Ashari No.49, Bandar Kidul Kediri. By conducting training on the development of teaching materials and teaching media based on interactive media to the teachers in NEPTUNE it is expected that these teachers can become a) competent teachers according to their field of knowledge, b) the teachers are expected to have the ability to develop teaching materials and teaching media appropriately to suit students\u27 needs.Several meetings were held to present more appropriate materials to the teachers. So that the teachers will have the ability to understand what is needed by their students especially after they graduate from the NEPTUNE

    580

    full texts

    595

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇