Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
    595 research outputs found

    PENCIPTAAN “LAGU MODEL” UNTUK PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI TAHAP II (Pelatihan Bidang Seni Musik pada IGTKI-PGRI dan IGRA Kabupaten Kediri Tahun 2017)

    Get PDF
      Di dalam pelaksanaan Ipteks bagi Masyarakat berupa pelatihan “Penciptaan Lagu Model untuk Pembelajaran Anak Usia Dini - Tahap II” Tahun 2016, Prodi PG-PAUD FKIP Universitas Nusantara PGRI Kediri bekerjasama dengan IGTKI-PGRI dan IGRA Kabupaten Kediri sebagai mitra, dengan jumlah 52 orang. Menurut pengamatan, dapat diidentifikasi untuk guru TK tentang kemampuan mencipta lagu anak usia dini sangatlah rendah, sedangkan untuk ustazah RA belum pernah melakukan pencipta lagu anak usia dini untuk pembelajaran karena belum pernahnya agenda pelatihan bidang seni musik di lingkungan Kemenag Kabupaten Kediri. Dengan melalui pelatihan, peserta diberikan materi kajian tentang teori dasar musik serta teori dan praktik cipta lagu anak usia dini melalui pembuatan sinopsis karya. Pengabdian kepada Masayarakat-IbM berupa pelatihan ini merupakan rangkaian agenda yang berkesinambungan/ bertahap (multi-years). Langkah-langkah dalam mencipta lagu sama dengan pelaksanaan pelatihan di tahap 1 adalah dengan menentukan tema, menentukan sub tema, menjabarkan sub tema melalui deskripsi, membuat lirik lagu, membuat rekaman sederhana, menotasikan hasil rekaman, dan membuat partitur lagu. Diharapkan melalui pelatihan penciptaan “Lagu Model” anak usia dini untuk pembelajaran ini, maka kemampuan peserta pelatihan dalam menciptakan lagu anak usia dini akan meningkat.Di dalam pelaksanaan Ipteks bagi Masyarakat berupa pelatihan “Penciptaan Lagu Model untuk Pembelajaran Anak Usia Dini - Tahap II” Tahun 2016, Prodi PG-PAUD FKIP Universitas Nusantara PGRI Kediri bekerjasama dengan IGTKI-PGRI dan IGRA Kabupaten Kediri sebagai mitra, dengan jumlah 52 orang. Menurut pengamatan, dapat diidentifikasi untuk guru TK tentang kemampuan mencipta lagu anak usia dini sangatlah rendah, sedangkan untuk ustazah RA belum pernah melakukan pencipta lagu anak usia dini untuk pembelajaran karena belum pernahnya agenda pelatihan bidang seni musik di lingkungan Kemenag Kabupaten Kediri. Dengan melalui pelatihan, peserta diberikan materi kajian tentang teori dasar musik serta teori dan praktik cipta lagu anak usia dini melalui pembuatan sinopsis karya. Pengabdian kepada Masayarakat-IbM berupa pelatihan ini merupakan rangkaian agenda yang berkesinambungan/ bertahap (multi-years). Langkah-langkah dalam mencipta lagu sama dengan pelaksanaan pelatihan di tahap 1 adalah dengan menentukan tema, menentukan sub tema, menjabarkan sub tema melalui deskripsi, membuat lirik lagu, membuat rekaman sederhana, menotasikan hasil rekaman, dan membuat partitur lagu. Diharapkan melalui pelatihan penciptaan “Lagu Model” anak usia dini untuk pembelajaran ini, maka kemampuan peserta pelatihan dalam menciptakan lagu anak usia dini akan meningkat

    Pelatihan Pengembangan Modul Untuk Tenaga Pengajar Di Kampung Inggris Pare Kediri

    Get PDF
      Bahan ajar atau sering disebut sebagai materi pelajaran merupakan bagian terpenting dalam proses pembelajaran, materi pelajaran merupakan inti dari kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan belajar mengajar, pada hakekatnya merupakan kondisi yang unik, sebab secara sengaja atau tidak sengaja masing-masing pihak berada dalam suasana belajar. Jadi tenaga pengajar sebenarnya tidak langsung juga melakukan kegiatan belajar. Seorang tenaga pengajar dalam menjalankan proses pembelajaran membutuhkan suatu bahan ajar karena digunakan untuk membantunya dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Dan dari proses belajar mengajar ini akan diperoleh suatu hasil yang pada umumnya disebut hasil pengajaran. Salah satu masalah penting yang sering dihadapi oleh tenaga pengajar dalam kegiatan pembelajaran adalah memilih atau menentukan bahan ajar atau materi pembelajaran yang tepat dalam rangka membantu siswa mencapai kompetensi. Dengan melakukan pelatihan pengembangan bahan ajar kepada para tenaga pengajar diasosiasi Kampung Bahasa Inggris Pare diharapkan bahwa para tenaga pengajar ini bisa menjadi a) pengajar yang berkompentensi sesuai dengan bidang ilmu/kepakarannya, b) para tenaga pengajar  diharapkan akan memiliki kemampuan mengembangkan bahan ajar secara tepat yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Beberapa kali pertemuan dilakukan untuk menyajikan materi yang lebih tepat guna kepada para tenaga pengajar. Sehingga para tenaga pengajar akan memiliki kemampuan memahami apa yang dibutuhkan oleh siswanya terutama setelah mereka lulus dari Lembaga Bahasa Inggris tersebut.Bahan ajar atau sering disebut sebagai materi pelajaran merupakan bagian terpenting dalam proses pembelajaran, materi pelajaran merupakan inti dari kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan belajar mengajar, pada hakekatnya merupakan kondisi yang unik, sebab secara sengaja atau tidak sengaja masing-masing pihak berada dalam suasana belajar. Jadi tenaga pengajar sebenarnya tidak langsung juga melakukan kegiatan belajar. Seorang tenaga pengajar dalam menjalankan proses pembelajaran membutuhkan suatu bahan ajar karena digunakan untuk membantunya dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Dan dari proses belajar mengajar ini akan diperoleh suatu hasil yang pada umumnya disebut hasil pengajaran. Salah satu masalah penting yang sering dihadapi oleh tenaga pengajar dalam kegiatan pembelajaran adalah memilih atau menentukan bahan ajar atau materi pembelajaran yang tepat dalam rangka membantu siswa mencapai kompetensi. Dengan melakukan pelatihan pengembangan bahan ajar kepada para tenaga pengajar diasosiasi Kampung Bahasa Inggris Pare diharapkan bahwa para tenaga pengajar ini bisa menjadi a) pengajar yang berkompentensi sesuai dengan bidang ilmu/kepakarannya, b) para tenaga pengajar  diharapkan akan memiliki kemampuan mengembangkan bahan ajar secara tepat yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Beberapa kali pertemuan dilakukan untuk menyajikan materi yang lebih tepat guna kepada para tenaga pengajar. Sehingga para tenaga pengajar akan memiliki kemampuan memahami apa yang dibutuhkan oleh siswanya terutama setelah mereka lulus dari Lembaga Bahasa Inggris tersebut

    Pengembangan Produk Olahan Buah Mangrove Jenis Api-Api (Avicennia Spp) Di Kelompok Kreasi Mangrove Lestari Kelurahan Margomulyo Balikpapan

    Get PDF
      Problems faced by Mangrove Creation Group Lestari is a black mangrove fruit flour caused by the process of less rapid that is drying is too long and during the process of grinding, still simply, that is using a blender. While the blender can only accommodate small capacity and this will inhibit the process of processing raw materials into processed products. The method used in solving the problem of Sustainable Mangrove Creation Group is by socializing the processing process of mangrove flour according to standard, providing flour grinding tool to get good quality flour, and demostration processing of mangrove flour into snack and cake. Based on the results of socialization of community service in Kelurahan Margomulyo can be successful because it sees the enthusiasm of Margomulyo Kelurahan who get the knowledge related to the processing of mangrove fruit flour according to the standard, able to apply or use the disk miller, and the community get standard recipe from swissroll flour mangrove and cimi-cimi mangrove fruit flour.Permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Kreasi Mangrove Lestari adalah tepung buah mangrove yang berwarna hitam diakibatkan proses pengolahan yang kurangtepatyaitupengeringan yang terlalu lama dan pada saat proses penggiling, masih secara sederhana, yaitu menggunakan blender. Sementara blender hanya dapat menampung kapasitas kecil dan ini akan menghambat proses mengolahan bahan baku menjadi produk olahan. Metode yang digunakan dalam memecahkan masalah Kelompok Kreasi Mangrove Lestari yaitu dengan sosialisasi proses pengolahan tepung buah mangrove yang sesuai standar, menyediakan alat penggiling tepung untuk mendapatkan tepung yang berkualitas baik, dan demostrasi pengolahan tepung buah mangrove menjadi snack dan cake. Berdasarkan hasil sosialisasi pengabdian masyarakat di Kelurahan Margomulyo dapat dikatan berhasil karena melihat antusias masyarakat Kelurahan Margomulyo yang mendapatkan ilmu terkait pengolahan tepung buah mangrove yang sesuai standar, mampu mengaplikasikan atau menggunakan alat penepung (disk mill), serta masyarakat mendapatkan resep standar dari produk swissroll tepung buah mangrove dan cimi-cimi tepung buah mangrove

    Inventaris Cagar Budaya Kecamatan Badas, Ngampeng Rejo, Ngrogol dan Gurah Kabupaten Kediri

    Get PDF
      Potensi Warisan Budaya bendawi di Kabupaten Kediri adalah saksi dari perjalanan panjang sejarah Kabupaten Kediri dari masa ke masa. Sebagai saksi sejarah, seni Warisan Budaya merupakan rekaman sejaman dari peristiwa-peristiwa sejarah di Kabupaten Kediri. Sebagai rekaman sejarah (historical record), rusak, berubah terlebih lagi musnahnya potensi Warisan Budaya tentulah berdampak bagi hilang atau setidaknya berkurangnya kandungan informasi sejarah Kabupaten Kediri. Semakin banyak yang hilang atau/rusak semakin sedikit jejak-jejak masa lampau yang bisa diketahui oleh generasi sekarang dan mendatang. Oleh karenanya, pelestarian merupakan kata kunci (key word) untuk mempertahankan eksistensinya dalam menghadapi dinamika jaman. Guna itu maka hasil kegiatan pendataan ulang (reinventarisasi) potensi Cagar Budaya yang merupakan warisan budaya bendawi menjadi kekayaan Kabupaten Kediri. Kegiatan Pengabdian Warisan Budaya / Cagar Budaya Kabupaten Kediri Tahun 2016 di wilayah Kediri ini adalah pendataan ulang potensi kepurbakalaan Kabupaten Kediri. Hasil yang akan didapat tentunya dapat digunakan sebagai dasar dalam mengeluarkan rekomendasi tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan ke depan. Hal ini mengingat potensi Cagar Budaya yang cukup baik untuk dapat dikembangkan sebagai objek penelitian budaya. Dengan adanya hasil pengabdian tersebut maka upaya-upaya terkait dengan pelestarian dan pemanfaatan dapat lebih dimaksimalkan lagi dan menambah literatur khususnya bagi mahasiswa Pendidikan sejarah Universitas Nusantara PGRI Kediri khususnya mata kuliah Studi Observasi. Dalam kegiatan penggalian penyelamatan ini dilakukan pengumpulan data selengkap mungkin, sehingga menggunakan langkah-langkah sebagai berikut. (1) Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sebelum melakukan reinventarisasi di lapangan. (2) Wawancara dengan pihak-pihak terkait untuk mencari informasi tentang keberadaan objek inventarisasi. (3) Melakukan survei permukaan untuk mengetahui kondisi objek arkeologis. (4) Mendokumentasikan objek data arkeologis guna reinventarisasi. (5) Studi pustaka merupakan upaya mencari data sekunder untuk memperkaya kajian terhadap data primer.  Potensi Warisan Budaya bendawi di Kabupaten Kediri adalah saksi dari perjalanan panjang sejarah Kabupaten Kediri dari masa ke masa. Sebagai saksi sejarah, seni Warisan Budaya merupakan rekaman sejaman dari peristiwa-peristiwa sejarah di Kabupaten Kediri. Sebagai rekaman sejarah (historical record), rusak, berubah terlebih lagi musnahnya potensi Warisan Budaya tentulah berdampak bagi hilang atau setidaknya berkurangnya kandungan informasi sejarah Kabupaten Kediri. Semakin banyak yang hilang atau/rusak semakin sedikit jejak-jejak masa lampau yang bisa diketahui oleh generasi sekarang dan mendatang. Oleh karenanya, pelestarian merupakan kata kunci (key word) untuk mempertahankan eksistensinya dalam menghadapi dinamika jaman. Guna itu maka hasil kegiatan pendataan ulang (reinventarisasi) potensi Cagar Budaya yang merupakan warisan budaya bendawi menjadi kekayaan Kabupaten Kediri. Kegiatan Pengabdian Warisan Budaya / Cagar Budaya Kabupaten Kediri Tahun 2016 di wilayah Kediri ini adalah pendataan ulang potensi kepurbakalaan Kabupaten Kediri. Hasil yang akan didapat tentunya dapat digunakan sebagai dasar dalam mengeluarkan rekomendasi tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan ke depan. Hal ini mengingat potensi Cagar Budaya yang cukup baik untuk dapat dikembangkan sebagai objek penelitian budaya. Dengan adanya hasil pengabdian tersebut maka upaya-upaya terkait dengan pelestarian dan pemanfaatan dapat lebih dimaksimalkan lagi dan menambah literatur khususnya bagi mahasiswa Pendidikan sejarah Universitas Nusantara PGRI Kediri khususnya mata kuliah Studi Observasi. Dalam kegiatan penggalian penyelamatan ini dilakukan pengumpulan data selengkap mungkin, sehingga menggunakan langkah-langkah sebagai berikut. (1) Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sebelum melakukan reinventarisasi di lapangan. (2) Wawancara dengan pihak-pihak terkait untuk mencari informasi tentang keberadaan objek inventarisasi. (3) Melakukan survei permukaan untuk mengetahui kondisi objek arkeologis. (4) Mendokumentasikan objek data arkeologis guna reinventarisasi. (5) Studi pustaka merupakan upaya mencari data sekunder untuk memperkaya kajian terhadap data primer

    Pelatihan Penyusunan Model Pembelajaran Renang Berbasis Nilai-Nilai Moral Religius Dan Model Pembelajaran Teaching Games For Understanding Bagi Mahasiswa Prodi Penjaskesrek UN PGRI Kediri

    Get PDF
      Data dari bagian pendidikan UN PGRI Kediri, diketahui bahwa hampir 75% mahasiswa Penjaskesrek beragama Islam, dan 15% diantaranya adalah mahasiswa putri (muslimah berjilbab). Sementara itu 10% mahasiswa putri merupakan aktivis kerohanian Islam di UN PGRI Kediri  yang tidak  mungkin membuka kerudung/jilbab untuk  mengikuti  perkuliahan  renang.  Beberapa  mahasiswa  putri  pernah  menemui pengajar  renang  untuk  menyampaikan  aspirasinya  agar  diberi  kesempatan  untuk menggunakan jilbab saat berenang atau diberi kesempatan untuk belajar dengan dosen pengajar sejenis. Jumlah keseluruhan mahasiswa Penjaskesrek UN PGRI KEDIRI pada tahun ajaran 2016/2017 adalah 178 mahasiswa / orang. Sehinggga total mahasiswa setiap tahun yang mengikuti matakuliah renang sejumlah 80 mahasiswa / orang, hal ini dikarenakan matakuliah renang yang menjadi matakuliah wajib bagi mahasiswa Penjaskesrek. Metode kegiatan dengan dua pendekatan. Pertama, pendekatan teoritis dan kedua, pendekatan praktik. Masing-masing pendekatan di akhiri dengan evaluasi program pembelajaran renang berbasis nilai moral religius. Materi yang disampaikan meliputi: penyampaian materi ceramah dan praktik tentang keterampilan dasar renang, peraturan renang, dasar- dasar keselamatan di air, dan model pembelajaran renang berbasis nilai moral religius. Indikator keberhasilan ditandai dengan tingginya motivasi peserta dalam mengikuti kegiatan ini serta dimilikinya pengetahuan dan keterampilan baru tentang model pembelajaran renang berbasis nilai moral religius. Faktor pendukung kegiatan PPM ini meliputi : Ketersediaan sarana dan prasarana berupa kolam renang berstandart nasional dalam pelaksanaan kegiatan PPM ini, Pelatihan ini juga berjalan optimal ditandai dengan besarnya animo peserta yang mengikuti melebihi jumlah peserta yang ditentukan. Adanya iklim pembelajaran yang kondusif sehingga memungkinkan pembelajaran renang dilaksanakan dengan berbagai model pembelajaran. Adapun faktor penghambat antara lain: Pembelajaran renang di perguruan tinggi masih menitikberatkan pada penguasaan kompetensi motorik saja sedangkan kompetensi kognisi dan afeksi terabaikan. Belum optimalnya kerjasama antara fakultas dengan instansi terkait (kolam renang) untuk mendukung kelancaran program pembelajaran renang berbasis nilai moral religious  Data dari bagian pendidikan UN PGRI Kediri, diketahui bahwa hampir 75% mahasiswa Penjaskesrek beragama Islam, dan 15% diantaranya adalah mahasiswa putri (muslimah berjilbab). Sementara itu 10% mahasiswa putri merupakan aktivis kerohanian Islam di UN PGRI Kediri  yang tidak  mungkin membuka kerudung/jilbab untuk  mengikuti  perkuliahan  renang.  Beberapa  mahasiswa  putri  pernah  menemui pengajar  renang  untuk  menyampaikan  aspirasinya  agar  diberi  kesempatan  untuk menggunakan jilbab saat berenang atau diberi kesempatan untuk belajar dengan dosen pengajar sejenis. Jumlah keseluruhan mahasiswa Penjaskesrek UN PGRI KEDIRI pada tahun ajaran 2016/2017 adalah 178 mahasiswa / orang. Sehinggga total mahasiswa setiap tahun yang mengikuti matakuliah renang sejumlah 80 mahasiswa / orang, hal ini dikarenakan matakuliah renang yang menjadi matakuliah wajib bagi mahasiswa Penjaskesrek. Metode kegiatan dengan dua pendekatan. Pertama, pendekatan teoritis dan kedua, pendekatan praktik. Masing-masing pendekatan di akhiri dengan evaluasi program pembelajaran renang berbasis nilai moral religius. Materi yang disampaikan meliputi: penyampaian materi ceramah dan praktik tentang keterampilan dasar renang, peraturan renang, dasar- dasar keselamatan di air, dan model pembelajaran renang berbasis nilai moral religius. Indikator keberhasilan ditandai dengan tingginya motivasi peserta dalam mengikuti kegiatan ini serta dimilikinya pengetahuan dan keterampilan baru tentang model pembelajaran renang berbasis nilai moral religius. Faktor pendukung kegiatan PPM ini meliputi : Ketersediaan sarana dan prasarana berupa kolam renang berstandart nasional dalam pelaksanaan kegiatan PPM ini, Pelatihan ini juga berjalan optimal ditandai dengan besarnya animo peserta yang mengikuti melebihi jumlah peserta yang ditentukan. Adanya iklim pembelajaran yang kondusif sehingga memungkinkan pembelajaran renang dilaksanakan dengan berbagai model pembelajaran. Adapun faktor penghambat antara lain: Pembelajaran renang di perguruan tinggi masih menitikberatkan pada penguasaan kompetensi motorik saja sedangkan kompetensi kognisi dan afeksi terabaikan. Belum optimalnya kerjasama antara fakultas dengan instansi terkait (kolam renang) untuk mendukung kelancaran program pembelajaran renang berbasis nilai moral religiou

    Optimalisasi Peran Dan Pengelolaan Bank Sampah Untuk Meningkatkan Perekonomian Keluarga

    Get PDF
      Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan optimalisasi pengelolaan bank sampah “Mulia” yang ada di RT. 01, Dusun Klodran, Desa Sidomulyo, Kec. Semen, Kab. Kediri. Dengan peningkatan pengelolaan bank sampah maka dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga. Rumah tangga yang dimaksud adalah pengelola bank sampah serta masyarakat yang menjadi anggota bank sampah, yakni warga RT. 01, Dusun Klodran, Desa Sidomulyo, Kec. Semen, Kab. Kediri. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 4 bulan, mulai bulan Juni sampai dengan Oktober 2017. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan kunjungan kerja. Metode caramah digunkana untuk menyampaikan materi mengenai bank sampah dan peran bank sampah bagi lingkungan sekitar. Diskusi dan tanya jawab digunakan untuk memberikan kesempatan pada warga sharing terkait bank sampah yang sudah ada, kendala yang dihadapi baik dari pengelolaan maupun antusiasme warga untuk menjadi anggota bank sampah. Kunjungan kerja digunakan untuk memberikan contoh nyata praktik bank sampah di tempat lain yang sudah berjalan dengan optimal. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, meliputi: (1) pengetahuan bank sampah, (2) sosialisasi pentingnya peran bank sampah bagi masyarakat; (3) penyuluhan cara pembukuan yang baik dalam pengelolaan bank sampah; (4) kunjungan ke bank sampah lain yang dapat sebagai contoh. Hasil pengabdian masyarakat ini dapat dikatakan berhasil. Hal ini dapat dilihat dengan antusiasme warga masyarakat yang hadir dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh tim. Para pengurus yang bersemangat untuk memajukan bank sampah “Mulia”.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan optimalisasi pengelolaan bank sampah “Mulia” yang ada di RT. 01, Dusun Klodran, Desa Sidomulyo, Kec. Semen, Kab. Kediri. Dengan peningkatan pengelolaan bank sampah maka dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga. Rumah tangga yang dimaksud adalah pengelola bank sampah serta masyarakat yang menjadi anggota bank sampah, yakni warga RT. 01, Dusun Klodran, Desa Sidomulyo, Kec. Semen, Kab. Kediri. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 4 bulan, mulai bulan Juni sampai dengan Oktober 2017. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan kunjungan kerja. Metode caramah digunkana untuk menyampaikan materi mengenai bank sampah dan peran bank sampah bagi lingkungan sekitar. Diskusi dan tanya jawab digunakan untuk memberikan kesempatan pada warga sharing terkait bank sampah yang sudah ada, kendala yang dihadapi baik dari pengelolaan maupun antusiasme warga untuk menjadi anggota bank sampah. Kunjungan kerja digunakan untuk memberikan contoh nyata praktik bank sampah di tempat lain yang sudah berjalan dengan optimal. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, meliputi: (1) pengetahuan bank sampah, (2) sosialisasi pentingnya peran bank sampah bagi masyarakat; (3) penyuluhan cara pembukuan yang baik dalam pengelolaan bank sampah; (4) kunjungan ke bank sampah lain yang dapat sebagai contoh. Hasil pengabdian masyarakat ini dapat dikatakan berhasil. Hal ini dapat dilihat dengan antusiasme warga masyarakat yang hadir dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh tim. Para pengurus yang bersemangat untuk memajukan bank sampah “Mulia”

    Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif dengan Memanfaatkan Bahan Bekas untuk Guru Sekolah Dasar pada Anggota Gugus 2 Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri

    Get PDF
      Permasalahan klasik seorang guru antara lain adalah terbatasnya dana yang dibutuhkan untuk membuat/merancang media pembelajaran. Umumnya, guru menggunakan dana pribadi untuk memenuhi kebutuhan media pembelajaran yang dibutuhkan. Hal inilah yang menjadi salah satu penghambat terciptanya media-media pembejaran yang kreatif dari para guru. Meskipun demikian, ketidakadaan dana bukan merupakan penghalang apabila guru dapat memanfaatkan bahan-bahan sekitar yang murah, seperti bahan dari barang bekas. Pada kegiatan pengabdian ini akan dilakukan pelatihan pengembangan media pembelajaran dari bahan bekas, sesi pertama adalah presentasi teoritik, dan sesi kedua adalah pendampingan pengambangan media secara mandiri bersama tim fasilitator (tim pengabdian). Sasaran pengabdian ini adalah guru sekolah dasar pada anggota gugus 2, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri dan dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 Oktober 2017 di SDN Batuaji 2, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Materi dan pendampingan tentang pengembangan media pembelajaran dari bahan bekas ini dapat mengahasilkan output berupa produk media pembelajaran dari bahan bekas oleh guru. Guru memiliki wawasan untuk mengembangkan media pembelajaran dari bahan bekas, disamping itu guru memiliki pengalaman dalam melakukan kegiatan pengembangan media pembelajaran dari bahan bekas.Hasil angket kegiatan yang diberikan oleh guru menunjukkan bahwa materi yang disajikan masih kurang terutama tentang alternatif contoh media dari barang bekas yang dapat digunakan untuk menyelesaikan beragam permasalahan di kealas guru, sehingga diharapkan ada pengabdian masyarakat lanjutan untuk menindaklanjuti kekurangan dalam pengabdian masyarakat selanjutnya.  Permasalahan klasik seorang guru antara lain adalah terbatasnya dana yang dibutuhkan untuk membuat/merancang media pembelajaran. Umumnya, guru menggunakan dana pribadi untuk memenuhi kebutuhan media pembelajaran yang dibutuhkan. Hal inilah yang menjadi salah satu penghambat terciptanya media-media pembejaran yang kreatif dari para guru. Meskipun demikian, ketidakadaan dana bukan merupakan penghalang apabila guru dapat memanfaatkan bahan-bahan sekitar yang murah, seperti bahan dari barang bekas. Pada kegiatan pengabdian ini akan dilakukan pelatihan pengembangan media pembelajaran dari bahan bekas, sesi pertama adalah presentasi teoritik, dan sesi kedua adalah pendampingan pengambangan media secara mandiri bersama tim fasilitator (tim pengabdian). Sasaran pengabdian ini adalah guru sekolah dasar pada anggota gugus 2, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri dan dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 Oktober 2017 di SDN Batuaji 2, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Materi dan pendampingan tentang pengembangan media pembelajaran dari bahan bekas ini dapat mengahasilkan output berupa produk media pembelajaran dari bahan bekas oleh guru. Guru memiliki wawasan untuk mengembangkan media pembelajaran dari bahan bekas, disamping itu guru memiliki pengalaman dalam melakukan kegiatan pengembangan media pembelajaran dari bahan bekas.Hasil angket kegiatan yang diberikan oleh guru menunjukkan bahwa materi yang disajikan masih kurang terutama tentang alternatif contoh media dari barang bekas yang dapat digunakan untuk menyelesaikan beragam permasalahan di kealas guru, sehingga diharapkan ada pengabdian masyarakat lanjutan untuk menindaklanjuti kekurangan dalam pengabdian masyarakat selanjutnya

    Sosialisasi Dampak Lingkungan Terhadap Penularan TB dan Filariasis di Negeri Hatuhenu Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah

    Get PDF
      Negeri Hatuhenu, Amahai Sub-district, Central Maluku District, based on interviews with health officials and the government of the country, have various health problems such as clean and healthy living behavior, environmental sanitation problems that have an impact on the emergence of environment-based diseases such as tuberculosis, filariasis and malaria. To solve the above health problems, the lecturers and students of the Public Health Study Program in collaboration with health officials, the government of Hawahenu and Haatenu are conducting counseling on "Environmental Impacts on TB and Filariasis Transmission in Hawahenu State of Amahai Sub-district of Central Maluku" and public awareness to improve hygienic and healthy living behavior, improve environmental sanitation and preventive behavior of TB and filariasis transmission. The results of the service show that the community, the Government of Hawahenu, the Head of the Assembly of the Church and the tools of the ministry and the health staff of the Public Health Center and the Poskesdes Hengkenu Village responded positively and were greatly helped by the socialization activities in the effort to increase the knowledge of the community and the mass treatment that has been done.  Negeri Hatuhenu, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, berdasarkan hasil wawancara dengan petugas kesehatan dan pemerintah negeri, memiliki berbagai permasalahan kesehatan antara lain perilaku hidup bersih dan sehat, masalah sanitasi lingkungan yang berdampak pada munculnya penyakit berbasis lingkungan seperti TB, Filariasis dan Malaria. Untuk memecahkan berbagai masalah kesehatan di atas maka dosen dan mahasiswa Program Studi Kesmas bekerja sama dengan petugas kesehatan, pemerintah Negeri Hatuhenu dan Jemaat Hatuhenu melakukan penyuluhan tentang “Dampak Lingkungan Terhadap Penularan TB dan Filariasis di Negeri Hatuhenu Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah” sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, meningkatkan sanitasi lingkungan serta perilaku pencegahan penularan TB dan Filariasis. Hasil pengabdian menunjukan bahwa masyarakat, Pemerintah Negeri Hatuhenu, Ketua Majelis Jemaat dan perangkat pelayan serta petugas kesehatan puskesmas dan poskesdes Negeri Hatuhenu memberikan respon positif dan sangat terbantu dengan kegiatan sosialisasi dalam upaya peningkatan pengetahuan masyarakat dan pengobatan massal yang telah terlaksana

    Koperasi Untuk Kesejahteraan Bersama Di Desa Bulu Kecamatan Semen Kabupaten Kediri

    Get PDF
      Permasalahan yang dihadapi di Desa Bulu dalam pembentukan Koperasi adalah kurangnya informasi yang memadai serta lengkap mengenai pembentukan koperasi yang sesuai dengan aturan pemerintah, kurangnya modal koperasi, dan kurangnya pengetahuan mengenai penyusunan laporan keuangan juga menjadi kendala setelah pembentukan koperasi. Artikel ini dimaksudkan untuk Meningkatkan pemahaman mengenai tata cara dalam pembentukan koperasi simpan pinjam, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berkoperasi, membentuk koperasi yang dapat memberikan manfaat lebih kepada warga masyarakat dan dapat berkembang dengan maksimal untuk meningkatkan perekonomian atau kesejahteraan warga. Pelaksanaan pengabdian masyarakat di Desa Bulu Kec. Semen Kab. Kediri menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan yang terjadwal. Dari penyuluhan tersebut disepakati bersama bahwa: Warga Desa Bulu sepakat untuk membentuk Koperasi Simpan Pinjam, warga masyarakat yang berhak masuk anggota koperasi sementara dibatasi hanya satu RT saja yaitu RT 01, RW 03 Dusun Bulusan, dengan pertimbangan untuk memudahkan koordinasi penagihan simpanan pokok, simpanan wajib dan pinjaman. Anggota koperasi bisa diperluas apabila laporan keuangan koperasi sudah stabil. Anggota koperasi Barokah sampai dengan 6 September 2017 sudah tercatat sebanyak 40 anggota, simpanan pokok sebesar Rp. 50.000,-, simpanan Wajib sebesar Rp. 5.000,-, besarnya pinjaman sebesar RP. 500.000,-, lamanya angsuran sebanyak 5x atau 5 bulan. Bantuan yang diberikan Prodi pendidikan Ekonomi kepada Koperasi Barokah berupa: Bantuan Modal Awal sebesar Rp. 1.000.000,-, bantuan kwitansi tercetak untuk penerimaan Kas masuk dan Pengeluaran Kas keluar, buku Kas masuk dan Kas Keluar, stempel Koperasi Barokah, buku anggota, bantuan penyusunan laporan keuangan koperasi mulai dari terbentuknya koperasi, bulan Februari sd 31 Desember 2017, berupa Laporan Laba/rugi, Neraca, Laporan perubahan modal, dan Laporan pembagian SHU (On going), bantuan pendampingan RAT ke-1, yang akan diselenggarakan antara bulan Januari – Maret 2018.  Permasalahan yang dihadapi di Desa Bulu dalam pembentukan Koperasi adalah kurangnya informasi yang memadai serta lengkap mengenai pembentukan koperasi yang sesuai dengan aturan pemerintah, kurangnya modal koperasi, dan kurangnya pengetahuan mengenai penyusunan laporan keuangan juga menjadi kendala setelah pembentukan koperasi. Artikel ini dimaksudkan untuk Meningkatkan pemahaman mengenai tata cara dalam pembentukan koperasi simpan pinjam, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berkoperasi, membentuk koperasi yang dapat memberikan manfaat lebih kepada warga masyarakat dan dapat berkembang dengan maksimal untuk meningkatkan perekonomian atau kesejahteraan warga. Pelaksanaan pengabdian masyarakat di Desa Bulu Kec. Semen Kab. Kediri menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan yang terjadwal. Dari penyuluhan tersebut disepakati bersama bahwa: Warga Desa Bulu sepakat untuk membentuk Koperasi Simpan Pinjam, warga masyarakat yang berhak masuk anggota koperasi sementara dibatasi hanya satu RT saja yaitu RT 01, RW 03 Dusun Bulusan, dengan pertimbangan untuk memudahkan koordinasi penagihan simpanan pokok, simpanan wajib dan pinjaman. Anggota koperasi bisa diperluas apabila laporan keuangan koperasi sudah stabil. Anggota koperasi Barokah sampai dengan 6 September 2017 sudah tercatat sebanyak 40 anggota, simpanan pokok sebesar Rp. 50.000,-, simpanan Wajib sebesar Rp. 5.000,-, besarnya pinjaman sebesar RP. 500.000,-, lamanya angsuran sebanyak 5x atau 5 bulan. Bantuan yang diberikan Prodi pendidikan Ekonomi kepada Koperasi Barokah berupa: Bantuan Modal Awal sebesar Rp. 1.000.000,-, bantuan kwitansi tercetak untuk penerimaan Kas masuk dan Pengeluaran Kas keluar, buku Kas masuk dan Kas Keluar, stempel Koperasi Barokah, buku anggota, bantuan penyusunan laporan keuangan koperasi mulai dari terbentuknya koperasi, bulan Februari sd 31 Desember 2017, berupa Laporan Laba/rugi, Neraca, Laporan perubahan modal, dan Laporan pembagian SHU (On going), bantuan pendampingan RAT ke-1, yang akan diselenggarakan antara bulan Januari – Maret 2018

    Petani Jamur Tiram Di Desa Semen Kabupaten Kediri

    Get PDF
      Usaha jamur Haris S. yang berlokasi di Jl. Kopen RT02/RW01 Desa Semen Kabupaten Kediri dan M. Ilham Ainun N. yang berlokasi di Jl. Slamet Riyadi RT 03/RW 01 Desa Semen Kabupaten Kediri, merupakan UMKM yang cukup produktif dalam menghasilkan jamur tiram. Produktifitas tersebut saat ini terkendala oleh pemasaran produk. Disamping itu Jamur tiram yang dihasilkan saat ini belum memiliki nilai jual tinggi karena masih kurangnya pengetahuan pemilik dalam mengolah produk. Untuk memecahkan masalah kedua UMKM tersebut diatas maka perlu dibangun sistem peningkatan nilai jual dan pemasaran produk. Untuk meningkatkan nilai jual produk, petani tidak lagi menjual jamur dalam bentuk bahan mentah berupa jamur namun sudah dalam bentuk olahan. Cara yang paling sederhana adalah dengan mengolah jamur mentah menjadi jamur crispi. Dengan pengolahan tersebut maka produk akan dapat bertahan lebih lama sehingga dapat mendukung lama waktu proses distribusi produk. Untuk meningkatkan minat pembeli maka hasil olahan jamur crispi perlu dipacking dengan baik dan menarik. Pemasaran produk disamping dilakukan dengan cara konvensional juga dilakukan melalui dunia maya (internet) yang tidak terbatas tempat, ruang dan waktu. Pemasaran melalui dunia maya dilakukan dengan berbagai cara yaitu membuat website profil produk, pembuatan akun di media sosial dan iklan di mesin pencari. Target dari dari pengabdian ini adalah peningkatan produksi jamur dan omset penjualan produk olahan jamur.  Usaha jamur Haris S. yang berlokasi di Jl. Kopen RT02/RW01 Desa Semen Kabupaten Kediri dan M. Ilham Ainun N. yang berlokasi di Jl. Slamet Riyadi RT 03/RW 01 Desa Semen Kabupaten Kediri, merupakan UMKM yang cukup produktif dalam menghasilkan jamur tiram. Produktifitas tersebut saat ini terkendala oleh pemasaran produk. Disamping itu Jamur tiram yang dihasilkan saat ini belum memiliki nilai jual tinggi karena masih kurangnya pengetahuan pemilik dalam mengolah produk. Untuk memecahkan masalah kedua UMKM tersebut diatas maka perlu dibangun sistem peningkatan nilai jual dan pemasaran produk. Untuk meningkatkan nilai jual produk, petani tidak lagi menjual jamur dalam bentuk bahan mentah berupa jamur namun sudah dalam bentuk olahan. Cara yang paling sederhana adalah dengan mengolah jamur mentah menjadi jamur crispi. Dengan pengolahan tersebut maka produk akan dapat bertahan lebih lama sehingga dapat mendukung lama waktu proses distribusi produk. Untuk meningkatkan minat pembeli maka hasil olahan jamur crispi perlu dipacking dengan baik dan menarik. Pemasaran produk disamping dilakukan dengan cara konvensional juga dilakukan melalui dunia maya (internet) yang tidak terbatas tempat, ruang dan waktu. Pemasaran melalui dunia maya dilakukan dengan berbagai cara yaitu membuat website profil produk, pembuatan akun di media sosial dan iklan di mesin pencari. Target dari dari pengabdian ini adalah peningkatan produksi jamur dan omset penjualan produk olahan jamur

    580

    full texts

    595

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇