Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Konsultasi dan Pelatihan Penerapan Kaizen pada Lantai Produksi untuk Meningkatkan Kinerja di PT Kahatex, Bandung
PT Kahatex is a textile company that has implemented the Kaizen concept in its production process. However, in practice, partners still encounter obstacles, namely in terms of the participation of all employees in making changes and determining the right methods that are in line with the Kaizen philosophy in solving problems on the production floor. This community service activity in the form of training was carried out to provide understanding and direction to partners regarding real examples of the application of easy-to-do methods on the production floor in relation to continuous improvement. The community service activity was carried out from January 8 to 26, 2024, which consisted of the preparation and implementation stages of the training. The community service team consisted of 6 lecturers and 5 students, while the training participants consisted of 20 PT Kahatex employees. The result of this training activity was an increase in the percentage of participants who fully understand the Kaizen material and the benefits of its application as well as 5W1H and examples of its application, from initially between 15% - 25% to between 60% - 75%.PT Kahatex merupakan salah satu perusahaan tekstil yang telah menerapkan konsep Kaizen dalam proses produksinya. Namun, dalam praktiknya mitra masih menemukan kendala yaitu dalam hal partisipasi seluruh karyawan untuk melakukan perubahan serta menentukan metode yang tepat dan sejalan dengan filosofi Kaizen dalam memecahkan persoalan di lantai produksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan ini dilakukan untuk untuk memberikan pemahaman dan pengarahan kepada mitra mengenai contoh nyata dari penerapan metode yang mudah untuk dilakukan pada lantai produksi dalam kaitannya dengan continuous improvement. Kegiatan abdimas dilaksanakan pada tanggal 8 hingga 26 Januari 2024, yang terdiri dari tahap persiapan dan pelaksanaan pelatihan. Tim abdimas terdiri dari 6 orang dosen dan 5 orang mahasiswa, sedangkan peserta pelatihan terdiri dari 20 orang karyawan PT Kahatex. Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah meningkatnya persentase peserta yang sangat memahami materi Kaizen dan manfaat penerapannya serta 5W1H dan contoh penerapannya, dimana semula antara 15%-25% menjadi antara 60%-75%
Peningkatan Kompetensi Kelompok KKG-MI melalui Pengembangan E-Modul dengan Formative Assessment Tools
This study aims to improve the skills of elementary school (MI) teachers in developing e-modules using formative assessment tools for reading and writing learning. The mentoring activity was carried out in Malo District, Bojonegoro Regency, involving the Elementary School Teacher Working Group (KKG-MI). This mentoring focused on training in making interactive e-modules using the Canva application and integrating formative evaluation tools such as quizzes and practice questions. In addition, teachers were also trained to convert e-modules into flipbook format using the Heyzine application, in order to increase the interactivity and attractiveness of learning. The results of this activity indicate that MI teachers in Malo District have new abilities in designing e-modules that are effective and interesting for students, and the application of formative assessment tools in e-modules allows teachers to evaluate student understanding more measurably. The results of this study have been able to realize the targets and objectives in community service, namely a) improving the competence of MI teachers in using e-modules, b) encouraging the implementation of a structured reading-to-write learning model, and c) introducing and optimizing the use of formative assessment tools. Based on these results, this community service is able to increase student motivation in learning to read and write as well as improving technological skills for teachers. This activity is expected to be continued and expanded to other areas to support improving the quality of technology-based education in Madrasah Ibtidaiyah.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam mengembangkan e-modul dengan menggunakan formative assessment tools untuk pembelajaran membaca dan menulis. Kegiatan pendampingan dilaksanakan di Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, yang melibatkan Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKG-MI). Pendampingan ini difokuskan pada pelatihan pembuatan e-modul interaktif dengan menggunakan aplikasi Canva dan integrasi tools evaluasi formatif seperti kuis dan soal latihan. Selain itu, guru juga dilatih untuk mengonversi e-modul menjadi format flipbook menggunakan aplikasi Heyzine, guna meningkatkan interaktivitas dan daya tarik pembelajaran. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa guru-guru MI di Kecamatan Malo memiliki kemampuan baru dalam merancang e-modul yang efektif dan menarik bagi siswa, serta penerapan formative assessment tools dalam e-modul memungkinkan guru untuk mengevaluasi pemahaman siswa secara lebih terukur. Hasil penelitian ini telah dapat mewujudkan target dan tujuan dalam pengabdian yaitu a) meningkatkan kompetensi guru MI dalam penggunaan e-modul, b) mendorong implementasi model pembelajaran membaca-untuk-menulis yang terstruktur, serta c) memperkenalkan dan mengoptimalkan penggunaan formative assessment tools. Berdasarkan hasil tersebut, pengabdian ini mampu meningkatnya motivasi siswa dalam pembelajaran membaca dan menulis serta peningkatan keterampilan teknologi bagi para guru. Kegiatan ini diharapkan dapat diteruskan dan diperluas ke wilayah lain untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi di Madrasah Ibtidaiyah
Intervensi Edukasi Kesehatan tentang Tuberkulosis Meningkatkan Pengetahuan Siswa SMK di Surabaya
Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia dan semakin banyak menyerang kelompok remaja, yang termasuk kelompok rentan dengan tingkat literasi kesehatan yang rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tentang TB melalui edukasi interaktif berbasis sekolah. Intervensi dilaksanakan pada bulan Februari 2025 kepada 144 siswa kelas X dari empat jurusan di SMK Pawiyatan Surabaya dalam bentuk ceramah interaktif berbasis audio-visual. Desain evaluasi menggunakan one-group pretest-posttest. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 68,70 (pre-test) menjadi 85,42 (post-test), atau meningkat sebesar 25.15%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi TB yang terstruktur dan ramah remaja efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan dapat menjadi strategi preventif dalam promosi kesehatan remaja.Tuberculosis (TB) remains a major public health challenge in Indonesia and is increasingly affecting adolescents, who are a vulnerable group with low levels of health literacy. This community service activity aims to improve the knowledge of Vocational High School (SMK) students about TB through school-based interactive education. The intervention was carried out in February 2025 to 144 grade X students from four departments at SMK Pawiyatan Surabaya in the form of interactive audio-visual-based lectures. The evaluation design used a one-group pretest-posttest. The results showed an increase in the average knowledge score from 68.70 (pre-test) to 85.42 (post-test), or an increase of 25.15%. These findings indicate that structured and youth-friendly TB education is effective in improving knowledge and can be a preventive strategy in promoting adolescent health
Workshop Literasi Digital sebagai Katalisator Peningkatan Kreativitas Pemasaran Desa Wisata Gari
Workshop literasi digital ini bertujuan untuk membagikan pengetahuan kepada pengelola desa wisata di Desa Gari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul tentang pentingnya literasi digital untuk pemasaran sebuah desa wisata. Kegiatan PPM yang berfokus pada kegiatan ceramah dan diskusi tentang pentingnya meningkatkan literasi digital ini diikuti oleh 30 pengelola desa wisata. Peserta dipilih atas rekomendasi kepala desa yang juga terlibat dalam kegiatan ini. Peserta workshop antusias dengan materi yang disampaikan oleh narasumber, dan kegiatan tanya jawab dapat secara nyata melibatkan peserta secara aktif. Kedua kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan kegiatan evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta tentang literasi digital. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan melalui pretest dan postest, pemahaman pengelola desa wisata telah meningkat terutama dalam aspek literasi digital, digitalisasi promosi, strategi promosi digital, pembuatan KPI, dan kesadaran tentang pentingnya menerapkan promosi digital. Aspek-aspek tersebut secara langsung berhubungan dengan kreativitas pemasaran digital untuk desa wisata yang dikelola.This community service program aimed to share knowledge with tourism village managers in Gari Village, Wonosari District, Gunungkidul Regency about the importance of digital literacy for tourism village marketing. The community service activity, which focused on the material presentation and discussions on the importance of improving digital literacy, was attended by 30 tourism village managers. Participants were selected based on recommendations from village heads who were also involved in the program. The workshop participants looked enthusiastic about the material presented by the resource person, and the Q&A session actively engaged the participants. Both activities concluded with an evaluation to check the workshop participants\u27 understanding of digital literacy. Based on the pre-test and posttest evaluations, village tourism managers\u27 understanding of digital literacy, digital promotion, digital promotion strategies, KPI development, and awareness of the importance of implementing digital promotion had improved after the workshop was conducted. These aspects are directly related to digital marketing creativity for the village tourism managed
Edukasi Kesehatan melalui Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Herbal Daun Pegagan di SMA Negeri 2 Karang Intan
Indonesia merupakan negara dengan keberagaman hayati yang tinggi. Pemerintah terus berupaya melestarikan penggunaan tanaman obat tradisional dengan berbagai program peningkatan kualitas pemanfaatan tanaman obat dalam bentuk obat tradisional terstandar. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman herbal oleh siswa dan guru sehingga mampu memahami dan mengembangkan potensi generasi muda tentang tanaman herbal untuk hidup sehat maupun peluang usaha yang bernilai. Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan dengan kegiatan sosialisasi edukasi tamanan herbal menggunakan media power point dan leaflet. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan pada kategori baik sebesar 35%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan mengenai pemanfaatan tanaman herbal daun pegagan yang dilaksanakan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa dan guru. Hal ini ditandai dengan berkurangnya jumlah peserta yang memiliki pengetahuan rendah serta meningkatnya jumlah peserta yang memiliki pengetahuan baik.Indonesia is a country with high biodiversity. The government continues to strive to preserve the use of traditional medicinal plants through various programs to improve the quality of medicinal plant utilization in the form of standardized traditional medicines. The purpose of this activity is to increase knowledge regarding the use of herbal plants by students and teachers so that they are able to understand and develop the potential of the younger generation regarding herbal plants for healthy living and valuable business opportunities. This Community Service was carried out using an extension method with educational socialization activities on herbal plants using PowerPoint and leaflets. The results of the service showed an increase in knowledge after the extension in the good category of 35%. This increase indicates that the extension activities regarding the use of the herbal plant gotu kola that were implemented have proven effective in improving student and teacher understanding. This is indicated by a decrease in the number of participants with low knowledge and an increase in the number of participants with good knowledge
Diferensiasi Produk Nephelium Lappaceum Linn sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Keluarga di Desa Baletbaru, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember
One way to implement the Tridharma of Higher Education is through the Community Service Program (KKN) in the form of student community service. KKN activities are carried out with the aim of developing and building the potential of the village or solving problems in the village. The Research Team consisting of Lecturers collaborated with students from the University of Jember in the University\u27s Village Development Community Service (KKN UMD) in Baletbaru Village, Sukowono District, Jember Regency. Based on identification carried out through direct observation, Baletbaru Village has the potential for village development through the utilization of rambutan commodities that grow abundantly in almost all villages. The Community Service Team found the potential to create home products with high selling power. The method used in village development is the Business Model Canvas. The results of the community service produced products in the form of herbal drinks from rambutan skin with the brand "Anyis", cocktails from rambutan flesh with the brand "Legion", and chips from rambutan wedges with the brand "Bobi". The target of the work program is housewives in Baletbaru Village. The work program activities are expected to be an alternative to improving the family economy in Baletbaru Village.Salah satu cara untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi adalah melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berupa pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan KKN dilakukan dengan tujuan dapat mengembangkan serta membangun suatu potensi yang dimiliki oleh desa maupun menyelesaikan permasalahan yang ada di desa. Tim Peneliti yang terdiri dari Dosen bekerjasama dengan mahasiswa Universitas Jember pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata Universitas Membangun Desa (KKN UMD) di Desa Baletbaru, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember. Berdasarkan identifikasi dilakukan melalui observasi langsung, Desa Baletbaru memiliki potensi pembangunan desa melaui pemanfaatan komoditas rambutan yang tumbuh subur di hampir seluruh desa. Tim Pengabdian menemukan potensi untuk menciptakan produk rumahan yang berdaya jual tinggi. Metode yang digunakan dalam pengembangan desa yaitu Bussiness Model Canvas. Hasil pengabdian menghasilkan produk berupa minuman herbal dari kulit rambutan dengan merek “Anyis”, cocktail dari daging buah rambutan dengan merek “Legion”, serta keripik dari baji rambutan dengan merek “Bobi”. Sasaran program kerja tersebut yaitu para ibu rumah tangga di Desa Baletbaru. Kegiatan program kerja tersebut diharapkan menjadi alternatif peningkatan ekonomi keluarga di Desa Baletbaru
Upaya Memperkuat Pemahaman Sejarah Nusantara dan Malaysia melalui Knowledge Sharing Perjalanan Parameswara dari Swarnadwipa ke Malaka
Collective memory between Indonesia and Malaysia needs to be refreshed in order to resolve misunderstanding that often occurs among the citizens of the two countries. A knowledge in the framework of community service is conducted to refresh the collective memory and improve historical knowledge. This is done by tracing back the historical journey of Parameswara from Swarnadwipa (Sumatra) to Malacca. The knowledge sharing is conducted in St. Francis’s Institution Malacca, Malaysia. There are around one hundred participants of different age and diverse ts participatingand diverse background participating in it. The results of this knowledge sharing is evident from the exceeding number of participant, question, and critical argument. Moreover, the discussion went on outside the knowledge sharing session. It is concluded that this knowledge sharing is successful in refresing the collective memory of the two nations’ history.Memori kolektif antara Indonesia dan Malaysia harus disegarkan kembali agar tidak ada lagi kesalahpahaman yang terjadi antara warga negara dari kedua negara. Kegiatan PKM knowledge sharing untuk meningkatkan pengetahuan sejarah dengan napak tilas perjalanan Parameswara dari Swarnadwipa (Sumatra) ke Malaka diselenggarakan di St. Francis’s Institution, Malaka, Malaysia dan diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai rentang usia dan latar belakang. Hasil dari knowledge sharing ini bisa dilihat dari banyaknya peserta yang hadir di luar ekspektasi peneliti, munculnya banyak pertanyaan, dan argumen kritis di dalam diskusi. Bahkan diskusi terus berlanjut di luar acara knowledge sharing. Sehingga bisa disimpulkan bahwa acara knowledge sharing ini berhasil untuk menyegarkan kembali ingatan kolektif mengenai sejarah dua bangsa
Pemanfaatan Limbah dan Sumber Daya Lokal dalam Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Mandiri untuk Kelompok KUPS Perikanan Desa Tuwung
Tuwung Village, Pulang Pisau Regency, possesses significant potential in the fisheries sector. However, the development of this sector is hindered by the reliance on expensive commercial fish feed, which limits profit margins from fish sales. Furthermore, organic waste generated from agricultural and livestock activities remains underutilized, posing a potential environmental pollution problem. To address these challenges, a training program on independent fish feed production utilizing organic waste and local resources has been implemented. This program aims to equip the KUPS Fisheries Group in Tuwung Village with the knowledge and skills to produce high-quality fish feed at a more affordable cost. Through this training, participants were introduced to the concept of utilizing household vegetable waste and motan fish from Lake Sabuah as alternative feed ingredients. Additionally, they received training in both conventional and mechanical fish feed production processes, employing a specially designed mixer unit. The program outcomes indicate that participants successfully grasped the concept of waste and local resource utilization and are now capable of producing fish feed independently. It is anticipated that this program will enhance the productivity and efficiency of fish farming businesses in Tuwung Village, while simultaneously mitigating the environmental impact of organic waste.Desa Tuwung, Kabupaten Pulang Pisau merupakan desa yang memiliki potensi besar dalam bidang perikanan. Namun perkembangan sektor ini terkendala oleh ketergantungan pada pakan ikan komersial yang mahal. Hal ini menyebabkan perolehan keuntungan penjualan ikan kurang maksimal. Selain itu, limbah organik yang dihasilkan dari aktivitas pertanian dan peternakan belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk mengatasi hal ini, sebuah program pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri dengan memanfaatkan limbah organik dan sumber daya lokal telah dilaksanakan. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kelompok KUPS Perikanan Desa Tuwung dalam membuat pakan ikan berkualitas tinggi dengan biaya yang lebih terjangkau. Melalui pelatihan ini, peserta dikenalkan pada konsep pemanfaatan limbah sayuran rumah tangga dan ikan motan dari Danau Sabuah sebagai bahan baku pakan alternatif. Selain itu, mereka juga dilatih dalam proses pembuatan pakan ikan, baik secara konvensional maupun mekanis dengan menggunakan unit mixer yang dirancang khusus. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berhasil memahami konsep pemanfaatan limbah dan sumber daya lokal, serta mampu membuat pakan ikan mandiri. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha budidaya ikan di Desa Tuwung, sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat limbah organik
Implementasi Infografis sebagai Media dan Pendukung Pembelajaran Bahasa Inggris
English plays a crucial role as a global language that needs to be learned from an early age, as it opens up global opportunities and enhances cross-cultural communication. However, children in the Tamo Dhua area face challenges in learning English due to a lack of access to engaging and effective materials. This activity aims to optimize children\u27s understanding of English through the use of visually appealing infographics. Infographics are used to simplify information and make learning more interactive. The methods applied include material development, infographic creation, and classroom implementation. Observation and evaluation results show that infographics help children better understand basic English vocabulary and increase their engagement in learning. The children showed improvement in remembering and using English words and actively participating in activities.Bahasa Inggris memiliki peran penting sebagai bahasa global yang perlu dipelajari sejak dini karena membuka peluang global dan meningkatkan komunikasi lintas budaya. Namun, anak-anak di Lingkungan Tamo Dhua menghadapi tantangan dalam mempelajari Bahasa Inggris karena kurangnya akses ke materi yang menarik dan efektif. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemahaman bahasa Inggris anak-anak melalui penggunaan infografis yang dirancang secara visual menarik. Infografis digunakan untuk menyederhanakan informasi dan membuat pembelajaran lebih interaktif. Metode yang diterapkan meliputi pengembangan materi, pembuatan infografis, dan implementasi dalam kelas. Hasil observasi dan evaluasi menunjukkan bahwa infografis membantu anak-anak memahami kosakata dasar bahasa Inggris lebih baik dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Anak-anak memperlihatkan kemajuan dalam mengingat dan menggunakan kata-kata bahasa Inggris serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan
Sosialisasi Pemanfaatan Puding Daun Kelor sebagai Makanan Pendamping Asi dan Gizi untuk Mencegah Stunting
The socialization of the use of Moringa leaf pudding as a complementary food for breast milk and nutrition to prevent stunting aims to evaluate the effectiveness of the socialization of the use of Moringa leaf pudding as an effort to increase nutritional consumption in target groups, for example, pregnant women and toddlers. This socialization was carried out through a knowledge transfer analysis method regarding the benefits of Moringa leaves and how to make pudding to increase people\u27s creativity and be able to utilize one of the natural products as a healthy food product, apart from that it can influence the increase in vegetable consumption among the community. These findings identify that the use of Moringa leaf pudding is an effective strategy in increasing nutritional intake and food diversification. Therefore, the transmission of knowledge and practice in this socialization is an initiative and can be accepted by the community and has the potential to be further developed as a simple functional food product that is nutritious and easily affordable in the surrounding environment. Apart from improving the quality of people\u27s creativity and healthy lifestyles in the daily environment, there are also the results of socialization that has been implemented specifically to prevent stunting, pregnant women and toddlers can increase cooperation and support the welfare of society in general. And also the results of this activity show an increase in community knowledge and can trigger the formation of micro, small and medium enterprises (MSMEs), based on local resources.Sosialisasi pemanfaatan puding daun kelor sebagai makanan pendamping ASI dan gizi pencegahan stunting bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sosialisasi pemanfaatan puding daun kelor sebagai upaya peningkatan konsumsi gizi pada kelompok sasaran, misalnya, ibu hamil dan balita. Metode yang di gunakan kualitatif berbantuan FGD (Forum Group Discussion). Sosialisasi ini dilakukan melalui metode analisis transfer pengetahuan mengenai manfaat daun kelor dan cara membuat puding untuk meningkatkan kreativitas masyarakat serta dapat memanfaatkan salah satu bahan alam sebagai produk pangan sehat, selain itu dapat mempengaruhi peningkatan dalam konsumsi sayuran di kalangan masyarakat. Temuan ini mengidentifikasi bahwa penggunaan puding daun kelor merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan asupan nutrisi dan diversifikasi pangan. Oleh karena itu, transmisi ilmu dan praktik dalam sosialisasi ini merupakan sebuah inisiatif dan dapat diterima oleh masyarakat serta berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai produk pangan fungsional sederhana yang bergizi dan mudah terjangkau di lingkungan sekitar. Selain meningkatkan kualitas kreativitas masyarakat dan pola hidup sehat di lingkungan sehari-hari, juga dari hasil sosialisasi yang dilaksanakan khusus pencegahan stunting, ibu hamil dan balita dapat meningkatkan kerjasama dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara umum. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dan dapat memicu terbentuknya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berbasis sumber daya lokal