Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Edukasi Digital dan Desain Logo Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Air Terjun Suka Alam Di Desa Sukabumi Kalimantan Timur
In the community service program, this extraordinary condition in 2020 is a problem that will be raised in the form of increasing the empowerment of Suka Alam Waterfall tourism in Sukabumi Village and providing information to the community in Sukabumi Village. This community service aims to develop Suka Alam Waterfall tourism and increase community knowledge in Sukabumi Village. The community service program was carried out in Sukabumi Village, Kota Bangun District, Kutai Kartanegara Regency on July 8, 2020 until. August 18, 2020 using the face-to-face (interview) method represented by group members, face-to-face (online media). The steps to be taken to solve the problem are designing and making logo designs for the Suka Alam Waterfall Tourism Awareness Group (POKDARWIS), and making digital educational materials. It is hoped that this work program can help develop the Suka Alam Waterfall Tourism Awareness Group (POKDARWIS), as well as increase public knowledge information in Sukabumi Village.Dalam program pengabdian kepada masyarakat, kondisi luar biasa tahun 2020 ini merupakan permasalahan yang akan diangakat berupa peningkatan pemberdayaan wisata Air Terjun Suka Alam di Desa Sukabumi dan pemberian informasi kepada masyarakat di Desa Sukabumi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan wisata Air Terjun Suka Alam serta meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Sukabumi. Program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Sukabumi, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara pada tanggal 08 Juli 2020 s.d. 18 Agustus 2020 dengan menggunakan metode tatap muka (wawancara) yang diwakilakan oleh anggota kelompok, tatap maya (media online). Langkah yang akan dilaksanakan untuk penyelesaian masalah yaitu perancangan dan pembuatan desain logo untuk Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Air Terjun Suka Alam, dan pembuatan materi edukasi berbentuk digital. Diharapkan dari program kerja ini dapat membantu pengembangan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Air Terjun Suka Alam, serta meningkatkan informasi pengetahuan masyarakat di Desa Sukabumi
Pengembangan Usaha "Kirana Handmade Soap" Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi sebagai Upaya Peningkatan Profitabilitas
The product of Handmade Soap (soap that made by home industry using herbal) is a business that requires expertise in chemical compounding. Production of the herbal soap should be handled by qualified chemist, pharmacist, or pharmaceutical technical personnel. A pharmacist from Bhayangkara Hospital Kediri, Qurrota A’yunin, S.Farm, Apt. has ability in manufacturing of the handmade soap. But, the main problem is marketing, because it has not done to public society. Therefore, many people do not recognize about this product eventhough it has quality with good planning. To overcome this problem, we create web-based portal for marketing in kiranahandmade-soap.com and mentoring in marketing using social media through In-house Training, for instance, by posting attractive and persuasive ads. The result of this community service program is web company profile that able to be accessed on https://kiranahandmadesoap.com, facebook account “Sabun Kirana” and Instagram account “@sabunkirana”. Furthermore, after mentoring activity, in fact there has not been a significant increase in profitability, because the digital marketing activities are still running for 2 months. Although the number of selling is stagnant, the marketing media helped in expanding the information about Kirana Handmade Soap.Usaha produk Handmade Soap (sabun industri rumahan berbahan herbal) merupakan usaha yang membutuhkan keahlian dalam peracikan bahan kimia. Pembuatan sabun herbal ini seharusnya ditangani langsung oleh pakar kimia, farmasis, atau tenaga teknis kefarmasian yang mumpuni. Salah seorang farmasis bernama Qurrota A’yunin, S.Farm, Apt. adalah seorang apoteker dari RS Bhayangkara Kediri yang memiliki kemampuan dalam pembuatan handmade soap tersebut. Namun teknik pemasaran menjadi permasalahan utama. Karena pemasaran yang belum dilakukan ke masyarakat umum, produk Kirana Handmade Soap belum dikenal secara meluas meskipun produk yang dihasilkan sangat baik dan perencanaan yang matang. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra adalah pembuatan portal kiranahandmade-soap.com dan pendampingan kegiatan pemasaran menggunakan media sosial untuk dapat memposting iklan yang menarik dan persuasif melalui kegiatan In-house Training. Hasil dari program pengabdian masyakat ini adalah web company profile yang dapat di akses pada https://kiranahandmadesoap.com, akun media sosial facebook dengan nama “Sabun Kirana”, dan akun media sosial Instagram dengan nama @sabunkirana. Lebih lanjut, setelah kegiatan pendampingan dilakukan, belum terlihat ada kenaikan profitabilitas yang signifikan. Hal ini karena metode pemasaran secara digital masih dilakukan selama 2 bulan. Akan tetapi, walaupun jumlah penjualan masih tetap namun dengan dibuatnya media pemasaran ini informasi tentang sabun sudah mulai meluas
Penerapan Islamic Platform Sistem Informasi Manajemen Masjid di Lingkungan PCM Karangploso Malang
KH. Ahmad Dahlan’s Mosque is a mosque that was founded in 2012 in Ngijo village, Karangploso sub-district under the auspices of the Muhammadiyah branch of Karangploso. Good mosque management besides having supporting facilities and infrastructure, to provide good service to the congregation, of course the mosque must have good data and congregational data collection systems as well. That is what the management of the KH mosque complained about. Ahmad Dahlan, who has difficulty managing data for mosque congregations and business charities. Based on these problems, this community service designs and implements a website-based Islamic mosque management information system software that can handle problems and serve as partner management data.Masjid KH. Ahmad Dahlan merupakan masjid yang didirikan pada tahun 2012 di desa ngijo, kecamatan Karangploso dibawah naungan persyarikatan Muhammadiyah Cabang Karangploso. Pengelolaan masjid yang baik selain memiliki sarana dan prasarana yang menunjang, untuk memberikan pelayanan yang baik kepada jamaah tentunya masjid harus memiliki data maupun system pendataan jamaah yang baik pula. Hal itulah yang dikeluhkan oleh pengurus masjid KH. Ahmad Dahlan yang kesulitan melakukan pengelolaan data jamaah masjid dan amal usaha. Berdasarkan permasalahan tersebut pada pengabdian ini merancang dan mengimplementasikan perangkat lunak sistem informasi manajemen masjid Islamic platform berbasis website yang dapat menangani permasalahan dan sebagai data managemen mitra
Degradasi Sampah Biomassa dengan Bioaktivator EM4 sebagai Bentuk Pengendalian Limbah di Desa Neuheun
Waste that is not managed properly in Neuheun Village, Aceh Besar Regency, can cause health and environment problems. Therefore, this service activity aims to provide the people of Neuheun village with the knowledge and skills of making organic fertilizer in a simple way. The fertilizer making is carried out through short training with raw materials that are reachable by the village community. The target of theses activities is housewives in the village, the majority of whom do not work and spend their time taking care of the household. Apart from filling the time, this activity can add insight, self-efficacy, and improve family health and economic life. These activities were attended by 20 housewives who are members of the recitation of the women of Neuheun Village. These activities take place through counseling and direct training stages. Counseling was provided through the distribution of reading materials and delivery of materials followed by the organic fertilizer making. The evaluation results show the enthusiasm of the participants in participating in the training, and they are able to make organic fertilizer. Making fertilizer is expected to be a side business and increase public knowledge about the benefits of organic fertilizers.Sampah yang tidak dikelola secara tepat di Desa Neuheun, Kabupaten Aceh Besar, dapat menyebabkan persoalan kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, aktivitas pengabdian ini ditujukan untuk membekali masyarakat Desa Neuheun dengan pengetahuan serta keterampilan pembuatan pupuk organik dengan cara sederhana. Pembuatan pupuk tersebut dilakukan melalui pelatihan singkat menggunakan bahan baku yang dapat dijangkau oleh masyarakat desa tersebut. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu di desa yang mayoritas tidak bekerja dan menghabiskan waktunya untuk mengurus rumah tangga. Selain mengisi waktu, kegiatan ini dapat menambah wawasan, kemampuan diri serta meningkatkan kehidupan kesehatan maupun perekonomian keluarga. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 orang ibu yang tergabung dalam pengajian ibu-ibu Desa Neuheun. Kegiatan tersebut berlangsung melalui tahap penyuluhan dan pelatihan langsung. Penyuluhan diberikan melalui pembagian bahan bacaan dan penyampaian materi yang dilanjutkan dengan pembuatan pupuk organik. Hasil evaluasi menampilkan antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan, dan peserta telah dapat membuat pupuk organik. Pembuatan pupuk tersebut diharapkan menjadi usaha sampingan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat pupuk organik
Edukasi Pembelajaran Biologi Berbasis Lingkungan pada Masa Pandemi Bagi Guru Biologi Di Kalimantan Barat
The government\u27s efforts to reduce the spread of COVID-19 have forced teachers to carry out remote learning via online. Online learning requires an attractive learning design by utilizing learning resources easily accessible to students while studying at home. Community service programs are prioritized to address high school biology learning problems in West Kalimantan during the COVID-19 pandemic, especially those related to environment-based biology learning. Community service activities were carried out on 10 - 11 June 2020. The target communities for this activity are biology teachers in West Kalimantan. The community service program is focused on environmental-based biology learning educational activities during the pandemic, which are held online through webinars with a zoom application. The activity results showed that the participants\u27 response and enthusiasm in participating in the activity were outstanding. Participants not only asked questions but also shared experiences and information about biology learning activities during a pandemic. Through this service program, teachers are expected to be motivated to design and implement environment-based learning for innovative biology learningUpaya pemerintah untuk mengurangi penyebaran COVID-19, memaksa guru untuk melaksanakan pembelajaran secara jarak jauh melalui daring. Pembelajaran daring memerlukan rancangan pembelajaran yang menarik dengan memanfaatkan sumber belajar yang mudah dijangkau siswa selama belajar di rumah. Program pengabdian diprioritaskan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran biologi SMA di Kalimantan Barat pada masa pandemi COVID-19, khususnya yang berkaitan dengan pembelajaran biologi berbasis lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada tanggal 10 – 11 Juni 2020. Masyarakat sasaran kegiatan ini adalah guru-guru biologi di Kalimantan Barat. Program pengabdian kepada masyarakat difokuskan pada kegiatan edukasi pembelajaran biologi berbasis lingkungan di masa pandemi yang diselenggarakan secara daring melalui webinar dengan aplikasi zoom. Hasil kegiatan menunjukkan respon dan antusiasme peserta mengikuti kegiatan sangat baik. Peserta tidak hanya mengajukan pertanyaan tetapi juga saling berbagi pengalaman dan informasi mengenai kegiatan pembelajaran biologi di masa pandemi. Melalui program pengabdian ini, guru diharapkan termotivasi merancang dan menerapkan pembelajaran berbasis lingkungan untuk pembelajaran biologi secara inovatif
Pelatihan Mendeley untuk Memperkuat Basis Referensi Karya Ilmiah Mahasiswa Magister Ekonomi Syariah IAIN Tulungagung
Based on observations, not all Master of Islamic Economics Postgraduate students at IAIN Tulungagung understand and understand the greatness of the Mendeley application, so that the scientific work produced does not meet the writing standards, especially related to references. This Mendeley Application Training not only facilitates researchers in compiling a scientific paper, but also facilitates researchers in accessing quality references. This community service activity in the form of Mendeley training is here to answer the problems and dynamics that develop in Islamic Economics Masters students in compiling scientific papers. The training was held for 2 days, namely Wednesday, December 16, 2020 (class A) and Thursday, December 17, 2020 (class B). The division in 2 days of implementation is to further intensify the activities, because the training is carried out both theoretically and practically. The training results are divided into 2 parameters, namely the pre-test and post-test parameters. In the pre-test aspect, it turns out that the majority of students do not have the competence to run Mendeley. The results of the post-test, after participating in the training, students are able to carry out and implement it in the preparation of Mendeley-based scientific papers.Berdasar pengamatan, belum semua mahasiswa Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Tulungagung memahami dan mengerti tentang kehebatan aplikasi Mendeley, sehingga karya ilmiah yang dihasilkan belum memenuhi standar penulisa terutama terkait referensi. Pelatihan Aplikasi Mendeley ini tidak saja mempermudah peneliti dalam menyusun suatu karya ilmiah, namun juga memfasilitasi peneliti dalam mengakses referensi yang berkualitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan Mendeley ini hadir untuk menjawab permasalahan dan dinamika yang berkembang di mahasiswa Magister Ekonomi Syariah dalam menyususn karya ilmiah. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari yaitu Rabu, 16 Desember 2020 (kelas A) dan Kamis, 17 Desember 2020 (kelas B). Pembagian dalam 2 hari pelaksanaan ini untuk lebih mengintensifkan kegiatan, karena pelatihan diselenggaran secara teoretis dan praktis. Hasil pelatihan dibedakan menjadi 2 parameter yaitu parameter pre-test dan post-test. Pada aspek pre-test ternyata mayoritas mahasiswa belum mempunyai kompetensi dalam menjalankan Mendeley. Hasil post-test, setelah mengikuti pelatihan mahasiswa mampu menjalankan dan mengimplementasikannya dalam penyusunan karya ilmiah bebasis Mendeley
Pelatihan Akupresur Kader Lansia Guna Meningkatkan Imunitas di Desa Penatarsewu Tanggulangin Sidoarjo
This Covid-19 pandemic has a multidimensional impact on life, especially elderly who face a significant risk of contracting Covid-19. Several ways to increase immunity, especially elderly, include nutritious food, increase activity, and acupressure. The purpose of research is to provide acupressure training for elderly cadres to increase immunity of elderly during Covid-19 pandemic. The stages of implementing acupressure training were the survey service team to partner locations, collaborate with village government, midwives and elderly cadres then plan concept of solutions and stages. The team made media in form of posters of acupressure points and leaflets of acupressure points for hands and body. The result of community service, namely attitude of participants about acupressure has increased from attitude of the good category 11 people (73%) to very good as many as 14 participants (93%). The skills of participants, namely that before training did not have acupressure skills and after training all participants had acupressure skills. Number of participants who have skills to determine acupressure points correctly is 13 people (86%) and participants who can do acupressure correctly are 12 people (80%).Pandemi covid-19 ini mempunyai dampak multidimensi kehidupan terutama lansia yang menghadapi risiko signifikan terkena covid-19. Beberapa cara meningkatkan imunitas terutama lansia diantaranya makanan bergizi, perbanyak aktivitas dan serta akupresur. Tujuan kegiatan ini memberikan pelatihan akupresur kader lansia untuk meningkatkan imunitas lansia di masa pandemi covid-19. Tahapan pelaksanaan pelatihan akupresur yaitu tim pengabdi survei ke lokasi mitra, kerjasama dengan pemerintah desa, bidan desa dan kader lansia kemudian merencanakan solusi dan tahapannya. Tim membuat media berupa poster titik-titik akupresur dan leaflet titik akupresur ditangan dan tubuh. Hasil pengabdian masyarakat yaitu sikap peserta tentang akupresur mengalami peningkatan dari sikap dengan kategori baik 11 orang (73%) menjadi sangat baik sebanyak 14 peserta (93%). Ketrampilan peserta yaitu sebelum pelatihan tidak mempunyai ketrampilan akupresur dan setelah pelatihan semua peserta memiliki ketrampilan akupresur. Jumlah peserta yang mempunyai ketrampilan penentuan titik akupresur dengan benar adalah 13 orang (86%) dan peserta yang dapat melakukan akupresur dengan benar adalah 12 orang (80%)
Upaya Preventif Memotong Rantai Penyebaran Virus Covid 19 Melalui Peningkatan Kesadaran Personal Hygine Masyarakat Wilayah Kota Tegal
Corona virus or severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) is a virus that attacks the respiratory system. This disease caused by a viral infection is called COVID-19. Corona virus can cause disorders of the respiratory system, acute pneumonia, until death. Personal hygiene especially washing hands is the easiest and most effective way to prevent the spread of the covid virus 19. However, people\u27s awareness of getting used to washing hands is still very low, this can be caused by several things including the unavailability of a hand washing area or far from crowds. Covid 19 case monitoring data for Tegal City as of 30 July 2020 ie 270 People in Monitoring (ODP) with all completed monitoring status, for 50 Patients Under Monitoring (PDP) with details of 39 returning and 11 dead, while for confirmed cases Covid 19 for Tegal City residents as many as 4 people. The main target of community service activities is the residents of Tegal City, especially in the West Tegal and Debong Region. The method used in this activity is by providing assistance in the form of a place to do hand washing and basic food provided to the community where in its distribution cooperates with the Debong Health Center and the West Tegal Health Center. Community service activities in a preventive effort to cut the covid 19 distribution chain through the provision of hand washing facilities and distribution of groceries to the community in the Districts of West Tegal and Debong carried out in 2 days namely distribution to the District of Debong on May 8 2020, and for the region West Tegal District on May 9, 2020. The distribution of handwashing and groceries conducted in collaboration with local health centers namely West Tegal Health Center and Debong Health Center, this collaboration activity is intended so that our community service team does not directly face to face and meet with many people in an effort we are to prevent the crowd and in an effort to prevent the spread of the covid virus 19Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian. Personal hygiene khsusnya mencuci tangan adalah cara mudah dan paling efektif untuk mencegah penyebaran virus covid 19. Akan tetapi kesadaran masyarakat untuk membiasakan mencuci tangan masih sangat rendah, hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya tidak tersedianya tempat cuci tangan atau jauh dari tempat keramaian. Data pemantauan kasus covid 19 Kota Tegal per 30 Juli 2020 yaitu 270 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan status semua sudah selesai pemantauan, untuk Pasien Dalam Pemantauan (PDP) sebanyak 50 dengan rincian 39 pulang dan 11 meninggal, sedangkan untuk kasus terkonfirmasi Covid 19 untuk warga Kota Tegal sebanyak 4 orang. Sasaran utama dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah warga Kota Tegal Khususnya di Wilayah Tegal Barat dan Debong. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan pemberian bantuan berupa tempat untuk melakukan cuci tangan dan sembako yang diberikan kepada masyarakat dimana dalam pendistribusiannya bekerjasama dengan Puskesmas Debong dan Puskesmas Tegal Barat. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam upaya preventif memotong mata rantai penyebaran covid 19 melalui pemberian bantuan tempat cuci tangan dan pembagian sembako pada masyarakat di wilayah Kecamatan Tegal Barat dan Debong dilaksanakan dalam 2 hari yaitu pendistribusian untuk wilayah Kecamatan Debong pada tanggal 8 mei 2020, dan untuk wilayah Kecamatan Tegal Barat pada tanggal 9 mei 2020. Pendistribusian tempat cuci tangan dan sembako yang dilakukan tersebut bekerjasama dengan Puskesmas setempat yaitu Puskesmas Tegal Barat dan Puskesmas Debong, kegiatan kerjasama ini dimaksudkan agar kami tim pengabdi masyarakat tidak langsung bertatap muka dan bertemu dengan banyak orang sebagai upaya kami untuk mencegah terjadinya kerumunan dan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus covid 1
Peningkatan Layanan Gizi bagi Pasien Covid-19 Di Instalasi Gizi RSUD Banyumas
The Corona Virus Disease (Covid-19) pandemic is currently a world problem, including Indonesia. Banyumas Hospital is one of the referral hospitals for Corona Virus Disease in the Banyumas Regency area. Over time there has been an increase in the number of Covid-19 patients being treated. Treatment of Covid-19 patients requires minimal contact between a nutritionist and a hospital food waiter with Covid-19 patients. A quick response is needed in the form of procurement of material tools to support this emergency. The aim of this program is to improve services needed by the Banyumas Hospital Nutrition Installation to provide optimal nutritional care to support the recovery of Covid-19 patients because the safety of health workers must be fulfilled by carrying out minimal contact with patients. The method carried out is in the form of to nutritionists for refreshing the development of science in the handling of Covid-19 patients in hospitals as well as providing the tools and materials needed for nutritional installations. The results obtained were refreshing the development of the science of handling Covid-19 patients, namely preventing malnutrition of Covid-19 patients, fulfilling the hydration of Covid-19 patients through providing electric kettles in isolation wards and providing bottled mineral water, providing disposable eating and drinking utensils to reduce potential transmission through eating utensils, as well as the fulfillment of tools in the form of Portable Wifi services for online nutrition counseling services to patients. The conclusion that can be taken is that the service provider plays a role in improving the nutrition services of the Banyumas Hospital Nutrition Installation in dealing with Covid-19 patients who are hospitalized at Banyumas Hospital.Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) merupakan pandemi yang pada saat ini menjadi permasalahan dunia termasuk Indonesia. RSUD Banyumas merupakan salah 1 rumah sakit rujukan Covid-19 untuk wilayah Kabupaten Banyumas. Seiring waktu berjalan terjadi kenaikan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat. Perawatan pasien Covid-19 mengharuskan kontak minimal antara Ahli Gizi maupun pramusaji makanan rumah sakit dengan pasien Covid-19. Dibutuhkan respon cepat untuk memfasilitasi perubahan akibat keadaan darurat tersebut melalui serangkaian tindakan dan pengadaan sarana prasarana. Tujuan dari pengabdian ini adalah menambah layanan yang dibutuhkan Instalasi Gizi RSUD Banyumas guna memberikan asuhan gizi optimal untuk menunjang kesembuhan pasien Covid-19. Tujuan lain yaitu untuk mendukung keamanan petugas kesehatan dengan melaksanakan kontak seminimal mungkin dengan pasien Covid-19. Metode yang dilaksanakan berupa penyuluhan kepada Ahli Gizi untuk refreshing perkembangan ilmu pengetahuan penanganan pasien Covid-19 di Rumah Sakit serta pemberian alat dan bahan yang diperlukan instalasi gizi dalam menghadapi perubahan cepat layanan pada masa pandemic Covid-19. Hasil yang didapatkan yaitu refreshing perkembangan ilmu penanganan pasien Covid-19 yaitu pencegahan malnutrisi pasien Covid-19, pemenuhan hidrasi pasien covid melalui pemberian ketel elektrik untuk digunakan di bangsal-bangsal isolasi dan penyediaan air mineral dalam kemasan, pemberian alat makan dan minum sekali pakai untuk mengurangi potensi penularan melalui alat makan, serta terpenuhinya alat berupa layanan Wifi Portable untuk pelayanan konseling gizi kepada pasien secara daring. Simpulan yang dapat diambil yaitu pengabdi berperan meningkatkan layanan gizi Instalasi Gizi RSUD Banyumas dalam menghadapi pasien Covid-19 yang dirawat inap di RSUD Banyumas
Literasi Stunting pada Masa Pandemi Covid-19 untuk Ibu Balita dan Kader Posyandu Desa Umbulrejo Kapanewon Ponjong Kabupaten Gunung Kidul
Empowering women was the most important efforts to create the nation\u27s next-generation, including efforts to alleviate stunting children. The limitation of health knowledge was one of indirect determinant stunting children. Literacy may increase woman knowledge about children care, so they can meet nutritional needs and environmental health. This was a community engagement with classical methods, interactive discussions, brainstorming through virtual meetings with google-meet and WhatsApp groups about stunting on 18-21 September 2020. Participants were mothers and cadres at highest prevalance stunting children in Yogyakarta (Umbulrejo Village, District Ponjong, Gunung Kidul Regency) as many as 50 women. The output of literation was measured by attendance (75%), increasing of knowledge 25%, and participant anthusiasm. Overall, this was meet the target, as many as 80% attendance of participants, 32% increase of knowledge, and enthusiastically participating. Virtual literacy and telecounseling were effective method to provide education and health counseling in Covid-19 pandemic context.Pemberdayaan perempuan adalah salah satu upaya yang sangat penting untuk menciptakan generasi penerus bangsa, termasuk upaya mengentaskan stunting balita. Keterbatasan pengetahuan kesehatan pada ibu merupakan salah satu penyebab tidak langsung kejadian stunting balita. Literasi merupakan salah satu upaya penting untuk meningkatkan pengetahuan ibu sebagai individu penting dalam pengasuhan anak, termasuk pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan lingkungan. Literasi ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yang dilakukan dengan metode ceramah, diskusi interaktif, brainstorming melalui virtual meeting dengan google-meet dan grup whatsapp tentang stunting pada tanggal 18-21 September 2020. Subyek adalah ibu balita dan kader Posyandu sebanyak 50 ibu daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di DIY, yaitu Desa Umbulrejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul. Keberhasilan kegiatan diukur dari kehadiran minimal 75%, peningkatan pengetahuan 25% serta partisipan mengikuti kegiatan secara antusias. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian masyarakat melalui literasi dan konseling ini berhasil, yakni kehadiran partisipan 80%, meningkatkan pengetahuan ibu balita dan kader sebesar 32%, serta partisipan antusias mengikuti kegiatan.Literasi virtual dan telekonseling merupakan cara yang efektif untuk memberikan edukasi dan layanan kepada masyarakat pada masa pandemic Covid-19