Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Peningkatan Gerakan Berhenti Merokok untuk Mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)
World Health Organization (WHO) states that cigarette smoke environment is the cause of various diseases, in active and passive smokers. Health problems that arise at this time are the result of unhealthy behavior, this can be prevented if the focus is on health efforts for family and community independence to have a clean and healthy lifestyle (PHBS). One of the breakthroughs is through the Community Healthy Life Movement (GERMAS). The purpose of this community service is to provide education and socialization of the Stop Smoking Movement to Support the Community Healthy Life Movement (GERMAS) in Pauwo Village. The method of implementation is: visiting houses where active smokers are present, then conducting a pre-test as initial data to determine public understanding of the dangers of smoking and the importance of clean and healthy living habits; After that, education and leaflets that are designed as attractive as possible are given so that people are interested in reading them. Leaflets contain information about the dangers of smoking, tips on quitting smoking and the importance of implementing PHBS; and finally, an evaluation was carried out using a post-test questionnaire. The results of the activity show that there is an increase in people\u27s understanding of the dangers of smoking and the importance of implementing PHBS in everyday life. The conclusion of this community service is that the community\u27s understanding of smoking and the importance of implementing PHBS in life to support the GERMAS program has increased.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan lingkungan asap rokok adalah penyebab berbagai penyakit, pada perokok aktif maupun pasif. Permasalahan kesehatan yang timbul saat ini merupakan akibat dari perilaku hidup yang tidak sehat, hal tersebut dapat dicegah bila fokus upaya kesehatan kemandirian keluarga dan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Salah satu terobosan yaitu melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan sosialisasi Gerakan Berhenti Merokok untuk Mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kelurahan Pauwo. Metode pelaksanaannya yaitu: mengunjungi runah-rumah yang terdapat perokok aktif, kemudian dilakukan pre-test sebagai data awal untuk mengetahui pemahaman masyarakat terkait bahaya merokok serta pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat; setelah itu diberikan edukasi dan leaflet yang didesain semenarik mungkin agar masyarakat berminat untuk membacanya. Leaflet berisi informasi tentang bahaya merokok, tips berhenti merokok dan pentingnya menerapkan PHBS; dan terakhir dilakukan evaluasi dengan kuesioner post-test. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai bahaya rokok dan pentingnya menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan pengabdian masyarakat ini yaitu pemahaman masyarakat mengenai rokok dan pentingnya menerapkan PHBS dalam kehidupan untuk mendukung program GERMAS mengalami peningkatan
Edukasi Pemasaran Varian Makanan Berbahan Dasar Ubi Di Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor
Sayang Village in Jatinangor Subdistrict is one of the villages whose agricultural products produce tuber variants, one of which is sweet potato. The processing agricultural products into culinary products is one of the factors that can help improve the community\u27s economy. In addition to processing ingredients into food variants that have been known, modification of these types of preparations is quite important to maintain the selling power of these products. This PPM activity aims to introduce modifications to the variation of processed sweet potatoes that have been carried out by the people in Japan as well as to introduce ways of food marketing. This activity is conducted through the method of observation in the field with the technique of tapping records and the method of plunging directly into the field through direct practice (education and socialization) of making food. The theory used to study this problem comes from Setiawan Sabana (2001). Conditions in the field show that the community, especially women, consisting of mothers and young children, shows a high interest in the creation of new foods and education on the marketing of these products.
Desa Sayang di Kecamatan Jatinangor merupakah salah satu desa yang hasil pertaniannya menghasilkan varian umbi-umbian, salah satunya adalah ubi jalar. Pengolahan hasil pertanian ini menjadi produk kuliner merupakan salah satu faktor yang dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Selain melakukan pengolahan bahan menjadi varian makanan yang selama ini sudah dikenal, modifikasi terhadap jenis olahan tersebut menjadi hal yang cukup penting demi mempertahankan daya jual produk tersebut. Kegiatan PPM ini bertujuan untuk memperkenalkan modifikasi terhadap variasi olahan ubi jalar yang sudah dilakukan oleh masyarakat di Jepang sekaligus memperkenalkan cara melakukan pemasaran terhadap hasil kreasi makanan tersebut. Kegiatan ini dilakukan melalui metode observasi di lapangan dengan teknik sadap rekam dan metode terjun langsung ke lapangan melalui praktek langsung (edukasi dan sosialisasi) pembuatan makanan. Teori yang digunakan untuk mengkaji masalah ini berasal dari Setiawan Sabana (2001). Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat terutama kaum perempuan yang terdiri dari ibu dan anak remaja menunjukkan minat yang tinggi terhadap kreasi makanan baru dan edukasi terhadap pemasaran produk tersebut
Peningkatan Nilai Produk Melalui Pendampingan Packaging dan Pemasaran Yang Menarik Pada Industri Rumahan Susu Kedelai Di Desa Sekarputih Kabupaten Pasuruan
Susu kedelai sekarputih is part of tahu factory in Desa Sekarputih, Kabupaten Pasuruan. Judging from the quality, susu kedelai Sekarputih has an advantage based on delicious and fresh taste compared to another susu kedelai in general. On the other hand, the production process, packaging, and marketing still running traditionally. Susu kedelai was only packaged in an ordinary plastic pouch, less variant, no brand, labels, also information related to product. The product was marketed in limited scope by world of mouth marketing. Unmer Pasuruan’s abdimas team have implemented programs to improve management aspects of marketing, production, finance, and human resources to create attractive susu kedelai product with a higher value that can increase profit and income.Susu kedelai sekarputih merupakan bagian sebuah industry tahu di Desa Sekarputih Kab. Pasuruan. Dilihat dari kualitas produknya, susu kedelai buatan industry tahu Sekarputih tergolong unggul sebab memiliki rasa yang enak dan segar dibandingkan dengan susu kedelai yang dipasarkan di toko-toko pada umumnya. Disisi lain, proses produksi, packaging, hingga pemasarannya masih sangat tradisional. Produk susu kedelai hanya dikemas dalam kemasaran plastic biasa, macam susu kedelai kurang bervarian, tidak ada label merek produk dan informasi mengenai produk, produk hanya dipasarkan di pasar tradisional sebatas World of Mouth. Tim abdimas Unmer Pasuruan melaksanakan program-program terkait dengan perbaikan aspek manajemen baik pemasaran, produksi, keuangan dan sumber daya manusia sehingga tercipta produk susu kedelai yang menarik dengan memiliki nilai produk yang lebih tinggi sehingga mampu meningkatkan laba dan pendapatan
Pendampingan Penyusunan Standar Porsi dan Siklus Menu Di Pondok Pesantren An-Nur Ar-Murtadlo Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang
The students who live in the boarding school are those who are still in the stage of growth and development. Institutional food administration can be in the form of providing food to meet daily needs or to fulfill part of the daily nutritional needs such as breakfast, lunch, dinner, or snacks. The provision of food at Pondok Pesantren An Nur-2 Ar Murtadlo delivered in a simple way without any standard portions. This community service activity aims to gain understanding to partners about standard portions and preparation of menus in providing food for students so that their nutritional needs are met. The activity was carried out using educational methods as well as workshops on assisting the preparation of standard portions, menus and menu cycles. The results of educational activities are known by using a pre-post test questionnaire, it is known that education has succeeded in increasing the knowledge of participants (t test results = p = 0.0000 (<0.05). In addition, the skills are formed to compile standard portions, prepare menus and menus cycle 5 days and calculate the cost of shopping and practice the menu.Remaja santri penghuni pondok pesantren adalah mereka yang masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Penyelenggaraan makanan institusi dapat berupa pemberian makanan untuk memenuhi kebutuhan sehari atau untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan gizi harian seperti sarapan, makan siang, makan malam, atau kudapan. Penyediaan makanan di Pondok Pesantren An Nur-2 Ar Murtadlo dilakukan dengan cara sederhana tanpa adanya standar porsi sesuai kebutuhan santri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada mitra tentang standar porsi dan penyusunan menu di dalam penyediaan makanan bagi para santri sehingga tercukupi kebutuhan gizinya. Kegiatan dilaksanakan dengan metode edukasi tentang pentingnya standar porsi, menu dan siklus menu serta workshop pendampingan penyusunan standar porsi, menu dan siklus menu. Hasil kegiatan edukasi dengan menggunakan kuesioner pre-post test, diketahui edukasi meningkatkan pengetahuan peserta (hasil uji t = p = 0,0000 (< 0,05). Selain itu terbentuk keterampilan menyusun standar porsi , menyusun menu dan menu siklus dan menghitung biaya belanja serta mempraktikkan menu tersebu
Pendampingan Pengembangan Project Ethno-Worksheet Bagi Guru SD 4 Dersalam
The purpose of this service activity is to provide knowledge to SD 4 Dersalam teachers regarding the development of an ethno-worksheet project for SD 4 Dersalam teachers. The method used in this service is to provide interactive training and mentoring. Furthermore, in the training process, there is a two-way interaction so as to provide opportunities for SD 4 Dersalam teachers as training participants to contribute ideas, opinions, thoughts, and experiences. The implementation of ethno-worksheet project development assistance for SD 4 Dersalam teachers is designed in several stages, including planning, implementation, follow-up, simulation, and evaluation. The result of this service activity was that teachers at SD 4 Dersalam Kudus were able to develop ethno-worksheet projects, especially on mathematics and science content based on Kudus local excellence which could help activate students in learning activities.Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan kepada guru SD 4 Dersalam mengenai pengembangan project ethno-worksheet bagi guru SD 4 Dersalam. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan pelatihan interaktif dan pendampingan. Selanjutnya, dalam proses pelatihan ada interaksi dua arah sehingga memberikan kesempatan kepada guru SD 4 Dersalam sebagai peserta pelatihan untuk menyumbangkan ide, pendapat, pikiran, dan pengalamannya. Pelaksanaan pendampingan pengembangan project ethno-worksheet pada guru SD 4 Dersalam dirancang dalam beberapa tahap, antara lain: perencanaan, pelaksanaan, follow up, simulasi dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah guru di SD 4 Dersalam Kudus mampu mengembangkan project ethno-worksheet khususnya pada muatan matematika dan IPA berbasis keunggulan lokal Kudus yang dapat membantu mengaktifkan siswa dalam kegiatan pembelajaran
Pendidikan Kesehatan dan Pendampingan Tentang Kekerasan Pada Perempuan dan Anak Menggunakan Daring di Rusun Cinta Kasih Kelurahan Cengkareng Timur
The COVID 19 pandemic situation has caused losses for many parties. Employees who are still working are forced to work from home which causes the intensity of meeting with the family to increase frequently, thus triggering tension stressors among family members. The reaction of family members such as running away from problems and blaming others. The output target of this activity is to carry out activities to increase knowledge about domestic violence and counselling. The implementation method consists of 2 phases of activity, namely counselling for family members who require consultation in the form of questions and answers about domestic violence and the extension phase using platform zoom. The result of the mean of knowledge level increased 55.2%, the health education was attended by 119 participants, and private consultation was served by 11 people for 3 days. Suggestions require commitment and cooperation from health workers, and cadres, in order to reach residents or communities who are victims or perpetrators as well as online counseling services.Situasi pandemi COVID 19 telah menyebabkan kehilangan pekerjaan dan bekerja dari rumah (WFH) dimana intensitas bertemu dengan anggota keluarga menjadi lebih sering, hal ini dapat menstimulasi stress dan ketegangan diantara anggota keluarga. Banyak reaksi yang tidak terduga seperti menghindari dari masalah, saling menyalahkan, dan melampiaskan emosi kepada anggota kelurga yang terdekat. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang KDRT, dan konseling. Kegiatan ini dilakukan dua tahap. Pertama membuka konseling dengan konsultasi selama 3 hari via whatsup dan kedua pendidikan kesehatan dengan penyuluhan menggunakan zoom. Hasil dari PKM, ada 11 peserta yang menerima konseling dan 119 peserta mengikuti penyuluhan. Hasil tingkat pengetahuan rerata naik sekitar 55,2%. Saran peningkatan pengetahuan dilini terbawah sehingga kerjasama dan komitment pada nakes, para kader kesehatan dan pemerintah untuk memfasilitasi akses para korban KDRT
Identifikasi Kesadaran Siswa SDN 3 Jugo Terhadap Konservasi Kupu-Kupu
This community service activity was done in January 2020. The student didn’t understand about butterfly diversity. The purpose of this activity is to educate the student about butterflies diversity in Irenggolo. Qualitative approach method is used in this activity. Data collection techniques using observation, documentation, interviews, and questionnaires. 78% of SDN 3 Jugo students do not understand the diversity of butterflies. After getting an explanation about conservation, students\u27 understanding of conservation is increased from 37% to 72%.Pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan tentang keanekaragaman kupu-kupu di kawasan wisata Irenggolo Kediri telah dilakukan pada bulan Januari 2020. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan keanekaragaman kupu-kupu yang ada di kawasan wisata Irenggolo. Metode yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, dokumentasi, wawancara, dan kuesioner. Data yang diamati adalah berupa tingkat pemahaman siswa SDN 3 Jugo tentang konservasi kupu. Sebanyak 78% Siswa SDN 3 Jugo tidak mengerti keragaman kupu-kupu. Setelah mendapatkan penjelasan tentang konservasi, pemahaman siswa tentang konservasi meningkat sebesar 37% menjadi 72%
Pelatihan Google Classroom Sebagai Media Mengajar saat Work From Office bagi Guru SDN 02 Puyung Di Masa Pandemi Covid-19
It is important that Google Classroom training activities are carried out so that they can help teachers and educators understand about Google Classroom and E-Learning-based learning media. This is supported by the fact that the training participants are teachers who need assistance because they are still laymen and do not understand E-Learning. The goal is that teachers can provide learning through flexible media, not only focused on face-to-face teaching methods. In addition, it can improve the quality of the teaching and learning process and can facilitate teachers and students in dealing with problems in the teaching and learning process in elementary schools. The method used during training is giving and explaining the material and practicing it. Based on a series of training activities on the use of Google Classroom learning media that all participants are more familiar with digital-based learning media and can use them for online learning in the form of WFH and WFO during the Covid-19 pandemic and future learning.Pentingnya kegiatan pelatihan Google Classroom dilaksanakan agar bisa membantu para guru maupun pendidik untuk memahami tentang Google Classroom dan media pembelajaran berbasis E-Learning. Hal ini ditunjang bahwa para peserta pelatihan merupakan guru yang membutuhkan pendampingan karena masih awam dan belum memahami E-Learning. Tujuannya guru dapat memberikan pembelajaran melalui media yang bersifat fleksibel tidak hanya terpaku pada metode pengajaran tatap muka. Selain itu dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar serta dapat mempermudah guru dan siswa dalam menghadapi masalah-masalah dalam proses belajar mengajar di sekolah dasar. Metode yang dilakukaan ketika pelatihan yaitu pemberian dan menjelaskan materi serta mempraktikannya (tutorial). Berdasarkan serangkaian kegiatan pelatihan penggunaan media pembelajaran Google Classroom bahwa semua peserta lebih mengenal media pembelajaran berbasis digital dan bisa memanfaatkannya untuk pembelajaran online dalam bentuk Work From Office di masa pandemi Covid-19 maupun pembelajaran di masa depan
Penerapan Hidup Sehat dengan Mengkonsumsi Madu dan Vitamin untuk Meningkatkan Imunitas Petugas Kesehatan serta Mencegah Covid-19 Di RSUD Kardinah Kota Tegal
The Covid-19 virus has become a global pandemic that has claimed many lives. The Covid-19 virus is worrying because it is transmitted very quickly and everyone is at risk of contracting it. In Indonesia, Covid-19 has seen more than 141,000 positive cases. The Corona or Covid-19 virus which is increasingly prevalent in a number of countries, now everyone is required to start increasing stamina, including health workers because health workers are at the forefront of handling positive patients with corona virus or Covid-19 infections. What is very important is that health workers must be healthy to ensure that they can be fulfilled so that the immune system remains stable and healthy to deal with corona patients who are currently in a pandemic, so that dangerous viruses do not easily attack. The risk of contracting the Covid 19 disease for health workers is very large, even many cases where health workers have died in handling cases of Covid-19 disease. The aim of this service is to improve the quality of health workers specifically to handle Covid-19, increase immunity by consuming vitamin C and honey during the Covid-19 Pandemic at RSUD Kardinah, Tegal City. Service method by providing honey and vitamins to health workers who handle Covid-19 at the Kardinah Hospital, Tegal City. Community service activities in the form of giving honey, vitamin C and isotonic drinks for the immune system of health workers handling Covid-19 patients at Kardinah Hospital in Tegal City were received by the Director of Kardinah Hospital, Tegal City, namely Dr. Heri Susanto, Sp.A. This activity was held on 18-19 May 2020.Virus Covid-19 menjadi pandemi global yang telah banyak menelan korban jiwa. Virus Covid-19 mengkhawatirkan karena penularannya yang sangat cepat dan setiap orang berisiko tertular. Di Indonesia, Covid-19 sudah terjadi lebih dari 141.000 kasus positif. Virus Corona atau Covid-19 yang semakin marak di sejumlah negara, kini semua orang diharuskan mulai meningkatkan stamina, tak terkecuali tenaga Kesehatan karena tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien positif infeksi virus corona atau Covid-19. Yang sangat penting tenaga kesehatan tentu harus sehat memastikan bisa terpenuhi agar daya tahan tubuh tetap stabil dan sehat untuk menangani pasien-pasien corona yang sedang pandemic saat ini, sehingga virus berbahaya tidak mudah menyerang. Resiko tertular penyakit covid 19 pada tenaga Kesehatan sangat besar, bahkan banyak kasus yang sudah ada tenaga Kesehatan gugur dalam menangani kasus penyakit Covid-19. Tujuan dari Pengabdian ini adalah Meningkatkan kualitas tenaga Kesehatan khusus menangani Covid-19 peningkatan kekebalan tubuh dengan mengkonsumsi vitamin C dan madu selama masa Pandemi Covid-19 di RSUD Kardinah Kota Tegal. Metode Pengabdian dengan memberikan Madu dan Vitamin kepada tenaga Kesehatan yang menangani Covid-19 di RSUD Kardinah Kota Tegal. Kegiatan Pengabdian masyarakat dalam bentuk pemberian madu, vitamin c dan minuman isotonik untuk daya tahan tubuh petugas kesehatan yang menangani pasien Covid-19 di RSUD Kardinah Kota Tegal diterima oleh Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal yaitu dr Heri Susanto, Sp.A. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18-19 Mei 2020
Teknik Pengemasan dan Penyimpanan Virgin Coconut Oil (VCO) Yang Benar dan Halal Pada Produksi Skala Rumah Tangga
Women in the community in RT 03 Kekupu village, Depok wants to help the family finances by having a skill that can produce a product that can be sold. In this area, a lot of pineapples grow so the Community Service Faculty of Pharmacy and Science has taught the making of Virgin Coconut Oil (VCO) in the previous service. This service will continue with education on the correct and halal packaging, storage and critical points of Virgin Coconut Oil (VCO) products. The partners also obained a pocket book to assist them practice independently. They are interested in this activity because their new insights are inclined. Nearly 100% who attended the community service were very excited to join the program and they hope this activity will continue.Komunitas ibu-ibu RT 03 desa Kekupu, Depok ingin membantu keuangan keluarga dengan memiliki suatu ketrampilan yang dapat menghasilkan suatu produk yang dapat dijual. Pada daerah ini banyak nenas yang tumbuh sehingga tim pengabdian masyarakat Fakultas Farmasi Dan Sains telah mengajarkan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) pada pengabdian sebelumnya. Pada pengabdian ini dilanjutkan dengan edukasi tentang pengemasan, penyimpanan dan titik kritis suatu produk Virgin Coconut Oil (VCO) yang benar dan halal. Mitra juga diberikan buku saku untuk membantu mereka menerapkan secara mandiri. Mereka tertarik dengan kegiatan ini karena menambah wawasan baru. Hampir 100 % peserta yang hadir sangat antusias dengan kegiatan ini dan mereka berharap ada keberlanjutan program in