Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kompetensi Guru-Guru SMP 33 Solok Selatan Melalui Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Kontekstual Berdasarkan Pendekatan Saintifik
The teacher realizes that learning requires students to be active in building their knowledge, and the teacher acts more as a facilitator and motivator. As a facilitator and motivator in learning activities, teachers are required to always improve their ability to prepare, implement and evaluate learning. The low ability of teachers to develop contextual teaching materials based on a scientific approach, even not infrequently the teachers feel they have not understood it to be one of the obstacles faced by teachers in improving the quality of learning. This training activity aims to provide knowledge about contextual learning, scientific approaches and the development of teaching materials, and conduct discussions and mentoring the development of contextual teaching materials based on a scientific approach to the teachers of SMPN 33 Solok Selatan. The activities carried out consisted of, (1) Providing knowledge about: (a). Contextual learning, (b) Scientific approach, (c) Development of teaching materials, (2) Guiding teachers for the manufacture of contextual teaching materials (LKPD / LKS) based on a scientific approach. The instrument used was a test of understanding of the material and questionnaire responses of trainees. The data analysis technique used is paired t test and percentage analysis. Based on the analysis of the results of the evaluation conducted it can be concluded, the training carried out has been able to improve the competence of teachers in developing contextual teaching materials based on a scientific approach, the training material provided can increase teacher competencies in developing teaching materialsGuru menyadari bahwa belajar menuntut siswa untuk aktif membangun pengetahuan mereka, dan guru bertindak lebih sebagai fasilitator dan motivator. Sebagai fasilitator dan motivator dalam kegiatan belajar, guru dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuannya dalam mempersiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Rendahnya kemampuan guru untuk mengembangkan bahan ajar kontekstual berdasarkan pendekatan saintifik, bahkan tidak jarang para guru merasa mereka belum memahaminya menjadi salah satu kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pembelajaran kontekstual, pendekatan saintifik dan pengembangan bahan ajar, dan melakukan diskusi dan pembimbingan pengembangan bahan ajar kontekstual berdasarkan pendekatan saintifik pada guru-guru SMPN 33 Solok Selatan. Kegiatan yang dilakukan terdiri dari, (1) Memberikan pengetahuan tentang: (a). Pembelajaran kontekstual, (b) Pendekatan saintifik, (c) Pengembangan bahan ajar, (2) Membimbing guru-guru untuk pembuatan bahan ajar (LKPD/LKS) kontekstual berdasarkan pendekatan saintifik. Instrumen yang digunakan adalah tes pemahaman terhadap materi dan angket respon peserta pelatihan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t berpasangan dan analisis secara persentase. Berdasarkan analisis dari hasil evaluasi yang dilakukan dapat disimpulkan, pelatihan yang dilakukan telah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan bahan ajar kontekstual berdasarkan pendekatan saintifik, materi pelatihan yang diberikan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan bahan aja
Workshop Penulisan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Artikel Ilmiah Bagi Guru Di SMAN 1 Dawarblandong Mojokerto
The purpose of this service program is to assist teachers in compiling and making scientific papers, especially PTK. The targets of the 2020-2021 Odd Semester Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Activities carried out by the Lecturer Team of the Mathematics Education Study Program of the Faculty of Science Technology are all teachers at SMAN 1 Dawarblandong, Mojokerto Regency. There are three stages in the implementation of the Program Pengabdian kepada Masyarakat, namely the planning stage, the socialization stage, and the implementation stage. The three stages of implementing the PTK were carried out on August 18 to September 11 2020. This PPM activity was attended by all 53 teachers of SMAN 1 Dawarblandong, Mojokerto Regency. The implementation of the Program Pengabdian kepada Masyarakat activities by the Mathematics Education Lecturer team at the PGRI Adi Buana University Surabaya went smoothly. The participants were very enthusiastic about participating in every scheduled activity. The obstacle faced during the implementation was the lack of internet bandwidth because all the teachers and resource persons used the school\u27s internet network, but this did not dampen the participants\u27 interest in following the activity properly and until it was finished. The conclusion that can be conveyed from the results of the Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) is that the activity runs smoothly despite several obstacles. The first activity is explaining the basic concepts of the PTK, writing the PTK proposal, and the activities of the PTK, the second activity is the writing of the PTK Final Report, and the third activity is the Writing of the PTK Scientific Articles.Tujuan dari program pengabdian ini untuk membantu guru-guru dalam menyusun dan membuat karya tulis ilmiah khususnya PTK. Sasaran dari Kegiatan Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Tahun 2020-2021 Semester Gasal yang dilakukan oleh Tim Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Sains Teknologi adalah seluruh guru di SMAN 1 Dawarblandong Kabupaten Mojokerto. Ada tiga tahapan dalam pelaksanaan kegiatan program pengabdian yang dilaksanakan yaitu tahap perencanaan, tahap sosialisasi, dan tahap pelaksanaan. Ketiga tahapan pelaksanaan PTK ini dilakukan tanggal 18 Agustus sampai dengan 11 September 2020. Kegiatan PPM ini dihadiri oleh seluruh guru SMAN 1 Dawarblandong Kabupaten Mojokerto yang berjumlah 53 orang. Pelaksanaan kegiatan Program Pengabdian Pada Masyarakat oleh tim Dosen Pendidikan Matematika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya berjalan dengan lancar. Para peserta sangat antusias mengikuti setiap kegiatan yang sudah terjadwal. Kendala yang dihadapi saat pelaksanaan adalah kurangnya bandwidth internet karena semua guru dan narasumber memakai jaringan internet sekolah, tapi hal ini tidak menyurutkan minat peserta untuk mengikuti kegiatan dengan baik dan sampai selesai.Simpulan yang dapat disampaikan dari hasil Kegiatan Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) adalah kegiatan berjalan dengan lancer meskipun ada beberapa kendala. Kegiatan pertama adalah menjelaskan konsep dasar PTK, penulisan proposal PTK, dan kegiatan PTK, kegiatan kedua adalah Penulisan Laporan Akhir PTK, dan kegiatan ketiga Penulisan Artikel Ilmiah PTK
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif dengan Ispring Presenter Bagi Guru SDN Sidorejo I dan SDN Kebonsari III Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban
Researchers chose these two elementary schools as partners because they found similar problems between one primary school and another primary school. The problems found were the ability of teachers at SDN Sidorejo I and SDN Kebonsari III in the knowledge of technology-based learning media is still low and the utilization of technology facilities for teachers at SDN Sidorejo I and SDN Kebonsari III to support the content of teaching materials to improve the quality of teaching and learning process is still low low. The method of implementing this training was carried out with several steps of activities, namely (1) The initial activity began with the introduction of the Ispring Presenter learning media and demonstrations. The next activity was to provide mentoring twice. Assistance is carried out with guidance and practice methods; (2) The next activity is each teacher presenting how to operate various forms of interactive and innovative questions that have been made according to the subjects being taught. The existence of this training can improve the ability of teachers in mastering material about Ispring Presenter and its use which shows an average value of 93.85 for SDN Sidorejo I and by 90.90 in SDN Kebonsari III. The teacher\u27s response to the training in making instructional media using Ispring Presenter from four indicators shows a positive response.Peneliti memilih kedua SD ini sebagai mitra karena menemukan permasalahan yang serupa antara SD yang satu dengan SD yang lain. Masalah yang ditemukan adalah kemampuan guru-guru di SDN Sidorejo I dan SDN Kebonsari III dalam pengetahuan media pembelajaran berbasis teknologi masih rendah dan pemanfataan fasilitas teknologi para guru di SDN Sidorejo I dan SDN Kebonsari III untuk menunjang konten materi ajar guna meningkatkan kualitas proses belajar mengajar masih rendah. Adapun metode pelaksanaan pelatihan ini dilakukan dengan beberapa langkah kegiatan yaitu (1) Kegiatan awal dimulai dengan pengenalan media pembelajaran Ispring Presenter dan dilakukan demonstrasi. Kegiatan berikutnya yaitu dilakukan pendampingan sebanyak dua kali pertemuan. Pendampingan dilaksanakan dengan metode pembimbingan dan praktik; (2) Kegiatan berikutnya yaitu masing-masing guru mempresentasikan bagaimana cara mengoperasikan berbagai macam bentuk pertanyaan interaktif dan inovatif yang sudah dibuat sesuai mata pelajaran yang diampu.Adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menguasai materi tentang Ispring Presenter dan penggunaannya yaitu menunjukkan rata-rata nilai sebesar 93,85 untuk di SDN Sidorejo I dan sebesar 90,90 di SDN Kebonsari III. Respon guru terhadap pelatihan pembuatan media pembelajaran menggunakan Ispring Presenter dari empat indikator menunjukkan respon yang positif
Edukasi Penerapan Protokol Kesehatan Pada Era New Normal Sebagai Bentuk Upaya Pencegahan Pengendalian Covid-19
The Covid 19 pandemic has an impact on all sectors, especially the health sector. Public health is the main focus of government attention. One of the efforts that have been made is to break the chain of covid transmission by limiting activities outside the home and self-quarantine. After carrying out activities only at home, social and economic problems emerge, requiring people to return to carrying out activities to meet their daily needs. The new life order or the so-called new normal is an alternative for the government to solve these complex problems. The public is expected to implement health protocols in the new normal era as a form of efforts to prevent the transmission of covid 19. To achieve this goal the participation of health workers is highly expected. The role of education is the main thing that must be done considering that many people don\u27t know, don\u27t understand about the new normal and what health protocols must be done in the new normal era. Kediri City is one of the areas that is of concern to the East Java Provincial Government because even though it is in the yellow zone, it has a high risk of increasing its status because it is a reference city in the trade economy sector in the Kediri residency area. The updated data obtained from the Kediri City Office on 4 August 2020 obtained an additional 110 cases. One factor in the increase in cases is due to the tendency of people\u27s attitudes and behavior to ignore health protocols. Therefore education is an urgent thing that must be done so that the public knows and understands how to live a new life while still paying attention to health protocols as a form of efforts to prevent COVID-19 transmission. The abdimas team in collaboration with Puskesmas Campurejo carries out community service to provide Health Protocol Education in the New Normal era in efforts to support the central government and local government programs of Kediri City. The key to the success of efforts to prevent the transmission of covid 19 is if the Government, Health Workers and all levels of society work together to comply with health protocols properly. For this reason, we, a team of health workers from the Faculty of Health Sciences, Kadiri University, have participated in efforts to realize government programs by providing education on health protocols in the new normal. Pandemi covid 19 memberikan dampak ke semua sektor, terutama adalah sektor kesehatan. Kesehatan masyarakat menjadi fokus perhatian utama Pemerintah. Salah satu usaha yang sudah dilakukan adalah memutus rantai penularan covid dengan membatasi aktivitas diluar rumah dan karantina mandiri. Setelah menjalani aktivitas hanya di rumah, maka bermunculan masalah sosial dan ekonomi sehingga mengharuskan masyarakat untuk kembali melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tatanan kehidupan baru atau disebut new normal menjadi alternatif pemerintah untuk mengatasi permasalahan yang kompleks tersebut. Masyarakat diharapkan menerapkan protokol kesehatan pada era new normal sebagai bentuk upaya pencegahan penularan COVID-19. Untuk mewujudkan tujuan tersebut peran serta tenaga kesehatan sangat diharapkan. Peran edukasi menjadi hal utama yang harus dilakukan mengingat banyaknya masyarakat yang tidak tau, tidak memahami tentang new normal dan protokol kesehatan apa saja yang harus dilakukan pada era new normal. Kota Kediri merupakan salah satu wilayah yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena meskipun masuk dalam zona kuning tetapi beresiko tinggi meningkat statusnya karena merupakan kota rujukan dalam bidang ekonomi perdagangan di wilayah karisidenan Kediri. Data update yang diperoleh dari Dinas Kota Kediri tanggal 4 Agustus 2020 diperoleh tambahan kasus 110 orang. Salah satu faktor peningkatan kasus diesebabkan karen kecenderungan sikap dan perilaku masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan. Oleh karena adalah edukasi merupakan hal urgen yang harus dilakukan agar masyarakat tau dan memahami bagaimana menjalani kehidupan baru dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sebagai bentuk upaya pencegahan penularan covid 19. Tim abdimas bekerjasama dengan Puskesmas Pembantu Campurejo melaksanakan pengabdian masyarakat memberikan Edukasi Protokol Kesehatan dalam era New Normal dalam upaya mendukung program pemerintah pusat dan pemerintah daerah Kota Kediri. Kunci keberhasilan upaya pencegahan penularan covid 19 adalah jika Pemerintah, Tenaga Kesehatan dan seluruh lapisan masyarakat bekerjasama dalam mematuhi protokol kesehatan dengan baik. Untuk itu kami tim tenaga kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri ikut berpartisipasi dalam upaya mewujudkan program pemerintah melalui pemberian edukasi protokol kesehatan dalam era new normal.
 
Pembentukan Model Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) dan Kader Siaga Stunting sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Desa Sukogidri-Jember dalam Mengatasi Stunting
Stunting is a major health problem in Indonesia. Sukogidri Village is one of the villages that contribute to stunting in Jember Regency. There are 18 stunting children under five from 353 total children under five in the village. The effort to solve the stunting problem should involve community participation through empowerment. This community service aimed to increase community empowerment to solve the stunting by forming the nutritionally-aware family (Keluarga Sadar Gizi = KADARZI) model and the stunting-alert cadres. KADARZI model was chosen in selected families and trained on the definition of KADARZI, the efforts and steps undertaken as a model for KADARZI in selected families. The stunting-alert cadres were formed from health cadres who were provided with intensive education and training materials on the stunting, its dangers and how to prevent it. After going through serial training, 10 KADARZI models and 10 stunting-alert cadres were formed in Sukogidri Village, Jember. It is hoped that the KADARZI model and stunting alert cadres will play an active role in overcoming stunting in the village.Stunting merupakan masalah kesehatan yang dihadapi bangsa Indonesia. Desa Sukogidri adalah salah satu desa penyumbang angka stunting di Kabupaten Jember, dengan 18 balita stunting dari total 353 balita yang ada. Upaya penyelesaian masalah stunting perlu melibatkan partisipasi masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi stunting melalui pembentukan keluarga sadar gizi (KADARZI) dan kader siaga stunting. Pembentukan KADARZI dilakukan pada keluarga terpilih dan diberi pendidikan dan pelatihan tentang pengertian KADARZI, upaya dan langkah yang dilakukan sebagai model KADARZI. Kader siaga stunting dibentuk dari kader kesehatan yang dibekali materi pendidikan dan pelatihan secara serial tentang stunting, bahayanya dan cara pencegahannya. Setelah melalui beberapa pelatihan, terbentuk 10 model KADARZI dan 10 kader siaga stunting di Desa Sukogidri, Jember. Diharapkan model KADARZI dan kader siaga stunting berperan aktif dalam mengatasi stunting yang ada di desa tersebut
Workshop Virtual: Peningkatan Keterampilan Penggunaan Mendeley dan Pemanfaatan Sumber Pustaka Melalui Layanan Penguasaan Konten
The preparation of final assignments/scientific articles carried out by students is often faced with various problems. One of them is the difficulty in finding a reference source / reference for making a final project/ scientific article and the limited skills of students in using citation and reference software: mendeley. This community service aims to improve skills in using mendeley and utilizing library sources for students. Participants consisted of 186 people from 23 university in Indonesia, who were obtained through random samplingThe data was collected online using 10 questions related to the skill of using Mendeley with the Guttman Scale model (multiple choice). Data were analyzed using nonparametric statistical techniques using the Wilcoxon Signed Ranks Test. The findings show that content mastery services with virtual workshops are effective in improving mendeley skills and utilization of student library resources.Penyusunan tugas akhir/artikel ilmiah yang dilakukan oleh mahasiswa seringkali dihadapi dengan berbagai permasalahan. Salah satunya kesulitan mencari sumber rujukan/referensi untuk pembuatan tugas akhir/artikel ilmiah serta terbatasnya keterampilan mahasiswa dalam menggunakan perangkat lunak kutipan dan referensi: mendeley. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan penggunaan mendeley dan pemanfaatan sumber pustaka bagi mahasiswa. Peserta terdiri dari 186 orang dari 23 universitas di Indonesia. Untuk melihat tingkat keberhasilan kegiatan ini tim abdimas melakukan Pengumpulan data yang dilakukan secara online dengan menggunakan 10 pertanyaan yang berkaitan dengan keterampilan penggunaan mendeley dengan model Skala Guttman (pilihan ganda). Data dianalisis menggunakan teknik statistik nonparametrik yaitu Wilcoxon Signed Ranks Test dan stacking rasch model. Temuan menunjukkan bahwa layanan penguasaan konten dengan workshop virtual efektif dalam meningkatkan keterampilan mendeley dan pemanfaatan sumber pustaka mahasiswa
Penguatan Program Vaksinasi Covid-19 Di Wilayah Puskesmas Made Surabaya Barat
Vaccination aims to have a specific impact on a certain disease so that one day you will be exposed to the disease, you will not get sick or only experience mild illness. Indonesia is carrying out the COVID-19 vaccination as part of the COVID-19 pandemic prevention strategy, with the implementation of the COVID-19 vaccination aimed at protecting the public from SARS-CoV-2 infection which can cause illness and death due to COVID-19. The vaccination program is carried out by the government in 4 stages carried out by the Puskesmas as an extension of the local Health Office. Puskesmas are the spearhead of the implementation of the vaccination program for the community. Puskesmas Made Surabaya oversees several higher education institutions in the region. In carrying out the implementation of the phase 2 vaccination with a larger coverage, it requires the assistance of health workers and a place of implementation that facilitates access to services. Vaccination activity phase two is a government program and Puskesmas Made requires the support of health personnel and a place of service that facilitates access to vaccination services. Solutions in the form of assistance for health workers and a place for vaccine implementation that facilitate access to implementation are important in the success of the COVID-19 Vaccination program. The methods used are preparation of vaccine officer registration, participating in vaccine officer training and obtaining vaccinator certificates, technical coordination of vaccine implementation at Puskesmas, implementation, and evaluation of vaccination implementation. The results of the activities to achieve vaccination at the Ciputra University Vaccine post for institutions in the working area of the Puskesmas are well made.Vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit tertentu sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Indonesia menjadikan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sebagai bagian dari strategi penanggulangan pandemi COVID-19, dengan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bertujuan untuk melindungi masyarakat dari infeksi SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan kesakitan dan kematian akibat COVID-19. Program vaskinasi dilaksanakan oleh pemerintah dalam 4 tahap dilakukan oleh Puskesmas sebagai perpanjangan tangan dari Dinas Kesehatan setempat. Puskesmas menjadi ujung tombak pelaksanaan program vaksinasi ke masyarakat. Puskesmas Made Surabaya membawahi beberapa Institusi Perguruan Tinggi di wilayahnya. Dalam melakukan pelaksanaan vaksinasi tahap 2 dengan cakupan lebih besar membutuhkan bantuan tenaga kesehatan dan tempat pelaksanaan yang memudahkan akses pelayanan. Kegiatan Vaksinasi tahap dua merupakan program pemerintah dan puskesmas Made membutuhkan dukungan tenaga kesehatan dan tempat layanan yang memudahkan akses pelayanan vaksinasi. Solusi berupa bantuan tenaga kesehatan dan tempat pelaksanaan vaksin yang memudahkan akses pelaksanaan menjadi hal yang penting dalam mensukseskan program Vaksinasi COVID-19. Metode yang dilakukan adalah persiapan melalui pendaftaran petugas vaksin, mengikuti pelatihan petugas vaksin dan mendapat sertifikat vaksinator, koordinasi teknis pelaksanaan vaksin dengan Puskesmas Made, Pelaksanaan, dan evaluasi pelaksanaan Vaksinasi. Hasil kegiatan tercapainya vaksinasi di pos Vaksin Universitas Ciputra bagi tiga institusi perguruan tinggi yang ada di wilayah kerja Puskesmas Made dengan baik
Pelatihan Efisiensi Sumber Daya Sistem Operasi Windows pada Masa Pandemi Covid 19
The Ministry of Education and Culture is implementing online learning as a learning method of choice during this pandemic. The obstacle that is often faced in terms of teaching media is the inadequate specification of a computer or laptop for online learning, especially in terms of operating systems that do not match the specifications of a computer or laptop. The objective of this community service is to increase the ability of educators and the general public to optimize the Windows 10 operating system on a computer or laptop with minimal specifications. This community service was carried out by organize an online training using Zoom. The result shows that online training participants are able to optimize Windows 10 on their respective hardware. This shows that the participants already understand how to optimize Windows 10 in the minimum computer or laptop specifications.Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan pembelajaran daring sebagai pilihan metode pembelajaran di masa pandemi ini. Kendala yang sering dihadapi dari segi media pengajaran adalah spesifikasi komputer atau laptop yang tidak memadai untuk melakukan pembelajaran daring, terutama di sisi sistem operasi yang tidak sesuai dengan spesifikasi komputer atau laptop. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dan masyarakat umum dalam mengefisienkan sistem operasi Windows 10 di komputer atau laptop dengan spesifikasi minimal. Pengabdian dilakukan dengan mengadakan pelatihan online menggunakan Zoom. Hasil pengabdian menunjukkan peserta pelatihan online mampu mengefisienkan Windows 10 di perangkat keras masing-masing. Hal ini menunjukkan peserta pelatihan sudah memahami metode efisiensi Windows 10 di spesifikasi komputer atau laptop yang minimal
Pelatihan Activité Ludique untuk Guru Bahasa Prancis SMA Di DKI Jakarta
The Law of the Republic of Indonesia No. 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers states that one of the duties of teachers and lecturers as professional education personnel is to plan, carry out a quality learning process, assess and evaluate learning outcomes. The expected learning outcomes are able to deliver students to have communication skills, collaboration skills, critical thinking skills and problem solving skills, creativity and innovation skills. . In response to this, teachers and lecturers must improve and develop academic qualifications and competencies on an ongoing basis according to the times. To realize this, teachers and lecturers can take part in training. The P2M team of UNJ\u27s French Language Education Study Program has organized Activités Ludiques (language games) training, namely training to teach French through innovative language games, which can deliver students to communicate, think critically, innovatively, creatively in accordance with the demands of this century. The training lasted for 20 hours, the participants consisted of French teachers at SMK and SMA in Jakarta. During the training they received material in the form of various language game platforms namely Kahoot, Quizizz, Learning Apps, Quizlet, Educative Logiciel, Jeu de l\u27oie, Qu\u27est-ce qu\u27il manque. With this training, the P2M Team of the French Language Education Study Program, UNJ hopes that the training participants, consisting of French vocational high school and high school teachers in Jakarta, can improve their competence and professionalism.Undang-undang Republik Indonesia No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyebutkan salah satu tugas guru dan dosen sebagai tenaga kependidikan professional adalah merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Hasil pembelajaran yang diharapkan adalah dapat menghantarkan siswa mempunyai kecakapan berkomunikasi (communication skill), kecakapan bekerja sama (collaboration skill), kecakapan berpikir kritis dan dapat mengatasi masalah (critical thinking and problem solving skill), kecakapan berkreasi dan berinovasi (creativity and innovation skill). Menyikapi hal tersebut guru dan dosen harus meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sesuai dengan zaman. Untuk merealisasikan hal tersebut guru dan dosen dapat mengikuti pelatihan. Tim P2M Prodi Pendidikan Bahasa Prancis UNJ telah menyelenggarakan pelatihan Activités Ludiques (permainan bahasa) yakni pelatihan mengajar Bahasa Prancis melalui permainan Bahasa yang inovatif, yang dapat menghantarkan siswa dapat berkomunikasi, berpikir kritis, inovatif, kreatif sesuai dengan tuntutan zaman abad ini. Pelatihan berlangsung selama 20 jam, peserta terdiri dari guru-guru bahasa Prancis SMK dan SMA di Jakarta. Selama pelatihan mereka memperoleh materi berupa berbagai platform permainan Bahasa yakni Kahoot, Quizizz, Learning Apps, Quizlet, Logiciel Educatif, Jeu de l’oie, Qu’est-ce qu’il manque. Dengan pelatihan tersebut, Tim P2M Prodi Pendidikan Bahasa Prancis, UNJ mengharapkan para peserta pelatihan yang terdiri dari guru-guru Bahasa Prancis SMK dan SMA di Jakarta dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka
Pelatihan Penggunaan Geogebra Classroom untuk Mengoptimalkan Pembelajaran Matematika
GeoGebra Classroom provides solutions for mathematics learners to design online mathematics lessons during the Covid-19 pandemic. The purpose of Community Service (PKM) is to provide mathematics learners with skills to use the GeoGebra Classroom to optimize online mathematics learning. This PKM activity uses an educational approach; that is, this activity has an element of education that can dynamize society towards educational goals. The method used is in the form of online training on the use of GeoGebra Classroom in designing virtual finishes. The training results show that there are positive benefits for this training, teacher motivation to design virtual classes, and teacher activeness in completing independent exercises after the first training session. The main obstacle experienced by participants during online training is the poor signal quality which reduces the quality of sound and video during the training. The results of this training provide skills in designing online mathematics lessons using the GeoGebra Classroom.GeoGebra Calssroom memberikan solusi bagi pembelajar matematika untuk mendesain pembelajaran matematika secara daring di masa pandemic covid-19. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada pembelajar matematika untuk menggunakan GeoGebra Classroom guna mengoptimalkan pembelajaran matematika secara daring. Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan edukatif, yaitu kegiatan ini memiliki unsur Pendidikan yang dapat mendinamisasikan masyarakat menuju tujuan pendidikan. Metode yang digunakan berupa pelatihan secara daring penggunaan GeoGebra Classroom dalam mendesain kelar virtual. Hasil pelatihan menunjukkan adanya manfaat positif atas pelatihan ini, motivasi guru untuk mendesain kelas virtual, dan keaktifan guru dalam menyelesaikan latihan mandiri setelah sesi pelatihan 1. Kendala utama yang dialami peserta selama pelatihan online adalah kualitas sinyal yang buruk sehingga mengurangi kualitas suara dan video selama pelatihan. Hasil pelatihan ini memberikan keterampilan dalam mendesain pembelajaran matematika secara daring menggunakan GeoGebra Classroom