Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Pelatihan Media Pembelajaran Digital untuk Tenaga Pendidik Di Masa Pandemi Di SMP Muhammadiyah 4 Porong Sidoarjo
In 2020 Indonesia goverment got the big disaster from God, It is namely Corona Virus. In education sector such as school,university and other formal education can’t do teaching learning activity directly.Teacher and student can’t do face to face activity because they are limited by goverment policy about social distancing.Education Ministry can solve the limitation of internet access bandwith by using free internet access or big bandwith, unfortunetly the big problem that can’t be solved by Indonesia Goverment is teacher have no knowladge about digital learning. Abdimas Team of Sidoarjo Muhammadiyah University try to aim this big problem. Abdimas Team of Sidoarjo Muhammadiyah University held training of digital learning for SMP Muhammadiyah 4 Porong Sidoarjo. Platform of this digital learning uses EDMODO. The result of this training is teacher and student can do teaching and learning activity periodically using internet media. The conclusion of this article is digital learning is necessary in revolution 4.0 because growth of information technology raise significantlyTahun 2020 Pemerintah Indonesia sedang menghadapi cobaan besar dari Alloh Sang Pencipta berupa Virus Corona. Disektor pendidikan baik sekolah, universitas dan lembaga formal pendidikan yang lain tidak dapat melakukan aktivitas belajar mengajar secara langsung.Antara guru dengan murid tidak dapat melakukan tatap muka secara langsung karena mereka dibatasi oleh aturan pemerintah tentang pembatasan interaksi sosial. Keterbatasan kuota akses internet bagi pelajar telah diatasi oleh Kemendikbud dengan mengeluarkan kouta akses internet tanpa batas atau kuota besar, namun kendala yang belum dapat diatasi sepenuhnya adalah keilmuan tenaga pendidik tentang pembelajaran media online. Oleh karena itu Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sidoarjo turut membantu pemerintah dalam mengatasi kendala pembelajaran jarak jauh dengan mengadakan pelatihan pembelajaran digital di sekolah khususnya di SMP Muhammadiyah 4 Porong Sidoarjo. Adapun media pembelajaran digital yang digunakan adalah menggunakan pembelajaran digital EDMODO dengan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan. Hasil dari pelatihan ini adalah guru dan siswa dapat berinteraksi secara berkala.Simpulan dari artikel ini adalah pembelajaran digital ini sangat diperlukan di era revolusi 4.0 mengingat perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi cukup signifikan
Optimalisasi Germas Melalui Kader ‘Aisyiyah dalam Program Eliminasi Tuberculosis Paska Terapi TB
Post TB patients are Tuberculosis (TB) patients who have received anti-TB drugs (OAT) and are declared cured. Evaluation is important, because the chance of relapse is 5-10x compared to non-TB, drug-resistant TB, and Post TB Obstruction Syndrome (SOPT). The data showed that 56.41% post TB was still symptomatic and 88.5% had findings of chest radiographic lesions and 78.2% had fibrosis. The incidence of TB in Mergangsan Yogyakarta District is quite high with dense settlements. This community service involves TB cadres\u27 Aisyiyah who have collaborated with TB-related health centers. The results of the initial interview, the obstacles encountered in the field: 1). TB cadres\u27 Aisyiyah are limited to finding new TB cases, evaluation of post TB patients is rarely done; 2) lack of understanding and the need for refreshing TB, post TB and its complications; 3). Communication limitations. The aim of this community service is to optimize the duties and roles of TB cadres\u27 Aisyiyah in TB cases which includes evaluation of post TB patients. Activities carried out, socialization of community service based on Focus Group Discussion (FGD), training on filling out post TB investigation sheets. Face-to-face activities during the Covid 19 pandemic are limited to 11 representative cadres who can then pass on their knowledge to the public. Evidence of the success of community service is filling out the complete investigation sheet by cadres on 54 post-TB patients. This data can be used as an important follow-up for Mergangsan District stakeholders.Pasien Paska TB adalah pasien Tuberkulosis (TB) yang pernah mendapat Obat Anti TB (OAT) dan dinyatakan sembuh. Evaluasi penting, karena peluang relaps 5-10x dibanding non-TB, TB resisten obat, dan Sindroma Obstruksi Paska TB (SOPT). Data menunjukkan 56,41% paska TB masih bergejala dan 88,5% temuan lesi radiografi toraks dan terbanyak fibrosis 78,2%. Angka kejadian TB Kecamatan Mergangsan Yogyakarta cukup tinggi dengan pemukiman padat. Pengabdian masyarakat ini melibatkan kader TB ‘Aisyiyah yang sudah bekerjasama dengan puskesmas terkait TB. Hasil wawancara awal , kendala yang ditemui di lapangan: 1). kader TB ‘Aisyiyah sebatas penemuan kasus TB baru, evaluasi pasien paska TB jarang dilakukan; 2) kurangnya pemahaman dan perlunya refreshing TB, paska TB dan komplikasinya; 3). Keterbatasan komunikasi. Tujuan pengabdian masyarakat ini mengoptimalkan tugas dan peran kader TB ‘Aisyiyah pada kasus TB yang meliputi evaluasi pasien paska TB. Kegiatan yang dilakukan, sosialisasi pengabdian masyarakat berdasarkan Focus Group Discussion (FGD), pelatihan pengisian lembar investigasi paska TB. Kegiatan tatap muka masa pandemik Covid 19 dibatasi 11 wakil kader yang selanjutnya dapat meneruskan ilmunya kepada masyarakat. Bukti keberhasilan pengabdian masyarakat adalah pengisian lembar investigasi oleh kader yang lengkap pada 54 pasien paska TB. Data ini dapat digunakan sebagai tindak lanjut yang penting bagi stakeholder Kecamatan Mergangsa
Penyusunan Program Sekolah Literasi SD/MI Di Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo
This Community Service activity aims to (1) provide insights and knowledge of elementary / MI teachers in Kedungbanteng Tanggulangin the importance of the school literacy movement program to increase student literacy in schools, (2) SD / MI in Kedungbanteng Tanggulangin in order to have a literacy school program, (3) increase the mastery of teachers in the use of facilities and infrastructure as a support in the implementation of school literacy programs. The method used to solve these problems is through training and mentoring activities. From community service activities titled training and mentoring for the preparation of elementary / MI literacy school programs in Kedungbanteng Tanggulangin Sidoarjo shows that the activities are going well and smoothly. The achieved outcome is that the school has a literacy school program. The results of training and mentoring on the material presented can add insight and knowledge about the literacy school program as much as 72.2% strongly agree and 27.8% agree. The material presented is able to guide teachers to be able to compile a literacy school program of 55.6% strongly agree and 44.4% agree. the assistance provided can assist teachers in implementing the literacy school program that has been prepared as many as 66.7% stated agree and 33.3% stated strongly agree.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk (1) memberikan wawasan dan pengetahuan guru-guru SD/MI di Kedungbanteng Tanggulangin pentingnya program gerakan literasi sekolah untuk peningkatan literasi siswa di sekolah, (2) SD/MI di Kedungbanteng Tanggulangin agar memiliki program sekolah literasi, (3) meningkatkan penguasaan guru dalam pemanfaatan sarana dan prasaran sebagai penunjang dalam penerapan program sekolah literasi. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu dengan kegiatan pelatihan dan pendampingan. Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul pelatihan dan pendampingan penyusunan program sekolah literasi SD/MI di Kedungbanteng Tanggulangin Sidoarjo menunjukkan bahwa kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Luaran yang dicapai yaitu sekolah memiliki program sekolah literasi. Hasil pelatihan dan pendampingan pada materi yang disajikan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang program sekolah literasi sebanyak 72,2% sangat setuju dan 27,8% menyatakan setuju. Materi yang disajikan mampu membimbing guru untuk dapat menyusun program sekolah literasi sebanak 55,6% sangat setuju dan 44,4% menyatakan setuju. pendampingan yang dilakukan dapat membantu guru dalam menerapkan program sekolah literasi yang telah disusun sebanyak 66,7% menyatakan setuju dan 33,3% menyatakan sangat setuju
Pelatihan dan Penerapan Pembuatan Modifikasi Sarana Net Empat dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani
Providing students to go directly to teaching practice in schools is not enough to be equipped with theory and practice in the field. The knowledge gained in college must also be supported by students\u27 skills in providing facilities and infrastructure for field practice. Through a combination of skills improvement and skills expected to be better and alert in the learning process at the School. This activity is an effort to equip students majoring in Physical Education and Recreation before taking the Field Experience Practice (PPL) program. The method used in this training uses training and application. The training process provided in the form of theory in the classroom and the application is carried out directly in the guided field. The application consists of making modifications to the means of the four nets as well as the direct practice of use in the game. The results obtained from this activity are the knowledge, skills and abilities of students to improve, this can be seen in the results prepared by studentsPembekalan mahasiswa untuk terjun langsung praktek mengajar ke Sekolah tidak cukup dibekali dengan teori serta praktek dilapangan saja. Pengetahuan yang telah di dapatkan di bangku kuliah juga harus di dukung dengan keterampilan mahasiswa dalam menyediakan sarana dan prasarana praktek lapangan. Melalui perpaduan peningkatan kemampuan dan keterampilan diharapkan lebih siap dan sigap dalam proses pembelajaran di Sekolah. Kegiatan ini merupakan upaya pembekalan mahasiswa jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi sebelum menempuh jalur program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pelatihan dan penerapan. Proses pelatihan diberikan dalam bentuk teori dikelas dan penerapan dilakukan langsung dilapangan yang terbimbing. Penerapan terdiri dari pembuatan modifikasi sarana empat net serta praktek langsung penggunaan dalam permainan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah pengetahuan, keterampilan dan kemampuan mahasiswa mengalami peningkatan, hal ini dapat terlihat pada kesesuaian hasil presentasi yang diperlihatkan oleh mahasiswa baik teori maupun presentasi prakte
Pengembangan Sarana Promosi Melalui Web di UMKM Ondomohen Pack
UMKM Ondomohen Pack is located at Ketabang Ngemplak No. 30 Surabaya, a micro business which is engaged in producing cardboard boxes made of paper that can be ordered in accordance with the wishes of the customer. This UMKM has problems in product marketing. Ondomohen Pack workers do not understand how the benefits of commercial web as a way of promotion in the digital world. Starting with discussion and observation, training and web management will be held. With the guided training method, direct training and indirect assistance (through social media). Finally, evaluation was conducted between the Unitomo lecturer team and work partners. The results and outcomes obtained are employees assigned to take care of the web have knowledge of managing a commercial web, the existence of a web page with the address Ondomohenpack.biz.id.UMKM Ondomohen Pack berada di jalan Ketabang Ngemplak nomor 30 Surabaya, merupakan usaha mikro yang bergerak memproduksi boks kemasan berbahan kertas karton yang bentuknya dapat dipesan sesuai dengan keinginan pemesan. UMKM ini memiliki kendala dalam pemasaran produk. Para pekerja Ondomohen Pack belum mengerti bagaimana manfaat web komersial sebagai salah satu cara promosi di dunia digital. Diawali dengan diskusi dan observasi, selanjutnya diadakan pelatihan pembuatan dan pengelolaan web. Dengan metode pelatihan terbimbing, yaitu pelatihan langsung dan pendampingan secara langsung maupun secara tidak langsung (melalui media sosial). Langkah terakhir, mengadakan evaluasi bersama antara pihak tim dosen Unitomo dan mitra kerja. Hasil dan luaran yang didapat yakni karyawan yang ditugasi mengurus web memiliki pengetahuan mengelola web komersial, adanya laman web dengan alamat Ondomohenpack.biz.id
Pendampingan Pembelajaran Daerah Terpencil di SD Negeri 1 Tumbang Kuling Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah
School located in a remote areas has a complex educational problems such as limited teachers, inadequate building conditions, difficult road access and even lack of textbooks. This service aims to help SD N 1 Tumbang Kuling Central Borneo in organizing more varied teaching and learning activities using several learning methods. The Community Service Team introduced guessing method, team games tournament, and singing to students to motivate them in learning despite their limitations. The students can follow the given learning process well and feel happy to be able to learn through the existing methods. This kind of service activity can be an inspiration for the community to assist the government in overcoming the problem of education disparities in schools in a remote areas.Sekolah yang berada di daerah terpencil memiliki masalah pendidikan yang kompleks seperti terbatasnya tenaga guru, kondisi gedung yang tidak layak, akses jalan yang sulit bahkan kurangnya buku pelajaran. Pengabdian ini bertujuan untuk membantu SD N 1 Tumbang Kuling Kalimantan Tengah dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang lebih variatif menggunakan beberapa metode pembelajaran. Tim Pengabdian Masyarakat memperkenalkan metode tebak gambar, Team Games Tournament, menyanyi dan Numbered Head Together pada para siswa untuk memotivasi mereka dalam belajar di tengah keterbatasan yang dimiliki. Siswa-siswa dapat mengikuti proses pembelajaran yang diberikan dengan baik dan merasa senang dapat belajar melalui metode yang ada. Kegiatan pengabdian semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan kesenjangan pendidikan di sekolah yang ada di daerah terpencil
Workshop Penulisan Kamus Dwibahasa Istilah Keislaman Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek Bagi Siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Kampar
Madrasah Aliyah, which prioritizes the mastery of two foreign languages, both English and Arabic (a language that is closely related to Islamic law) requires the equivalence of knowledge in the two foreign languages, especially in Islamic terms. The Students must be able to communicate in English and be able to become preachers on a global scale. For this reason, the community service team from FKIP Universitas Lancang Kuning needs to carry out a workshop on the project of a bilingual dictionary of Islamic terms through project-based learning for students of MAN 1 Kampar. The team has conducted a workshop via zoom meeting for 70 minutes and continued with intensive discussions via WhatsApp for 6 weeks. The results show the participants can understand the steps of compiling a dictionary well and are expected to finish compiling the projected dictionary. Finally, the team concluded that the training for the project of the Islamic terms bilingual dictionary for students could provide them with knowledge, understanding and ability to compile and complete the dictionary.Madrasah Aliyah yang mengedepankan penguasaan dua bahasa asing baik Inggris dan Arab (bahasa yang erat dengan syariat Islam) sangat memerlukan equivalensi pengetahuan dalam dua bahasa asing tersebut terutama dalam istilah-istilah keislaman. Siswa/i madrasah Aliyah harus mampu mengkomunikasikannya dalam bahasa Inggris dan bisa menjadi juru dakwah dalam skala global. Untuk itu, tim pengabdian FKIP Universitas Lancang Kuning perlu melaksanakan workshop penyusunan kamus dwibahasa istilah keislaman melalui pembelajaran berbasis proyek untuk siswa/i MAN 1 Kampar. Tim pengabdian melaksanakan workshop dengan zoom meeting selama 70 menit dan dilanjutkan dengan diskusi intensif via Whatsapp selama 6 minggu. Hasil kegiatan ini menunjukkan para peserta memahami langkah-langkah penyusunan kamus dengan baik dan diharapkan dapat menyelesaikan penyusunan kamus. Akhirnya, tim pengabdian menyimpulkan bahwa kegiatan pelatihan penyusunan kamus dwi bahasa istilah keislaman bagi siswa/i MAN 1 Kampar dapat memberikan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan kepada peserta untuk menyusun dan menyelesaikan kamus
Penyuluhan Peningkatan Kualitas Kemasan Produk Pada Pengrajin Tahu dan Tempe di Keluruhan Semanan, Jakarta Barat
The situation of the Covid-19 pandemic that has not ended gives a signal that the business will continue to face uncertainties that affect the sustainability of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia. The purpose of community service activities for tofu and tempe craftsmen partners in Semanan village, West Jakarta is to help increase the selling value of tofu and tempe products. The method used in the implementation of this community service is to provide direct counseling at partner locations by giving explanations on how to improve the quality of the packaging of the tofu and tempe products produced. The results of this community service activity suggest three aspects of the solution, namely paying attention to the quality of the packaging related to the cleanliness of the tofu and tempe sold, maintaining the resilience of the tofu and tempe that are sold in good packaging, adding product identity to the packaging to increase the product\u27s selling value. Response from partners is happy with this activity.
Situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir memberikan sinyal bahwa dunia usaha masih terus akan menghadapi ketidakpastian yang mempengaruhi keberlangsungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat kepada mitra pengrajin tahu dan tempe di kelurahan Semanan, Jakarta barat adalah untuk membantu meningkatkan nilai jual produk tahu dan tempe. Metode yang digunakan pada pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan langsung di lokasi mitra dengan memberikan paparan cara meningkatkan kualitas kemasan produk tahu dan tempe yang diproduksi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengusulkan pada tiga aspek solusi yaitu memperhatikan kualitas kemasan yang berkaitan dengan kebersihan tahu dan tempe yang dijual, menjaga ketahanan tahu dan tempe yang dijual dengan kemasan yang baik, menambahkan identitas produk pada kemasan untuk menambah nilai jual produk. Respon dari mitra sangat senang dengan adanya kegiatan ini
Jogo Tonggo, Model Pendampingan Belajar dan Bermain Bahasa Inggris pada Anak-Anak Selama Pendemi Di Pare, Kediri
The Covid-19 pandemic has affected all aspects of life, including the implementation of teaching and learning process at school, from kindergarten up to university. All of the teaching and learning process must be carried out via online to avoid contact with many people, so that it can reduce the spread of the virus. The condition has an impact on the implementation of Rural Community Service (Kuliah Kerja Nyata/KKN) at University of Nusantara PGRI Kediri. The students can carry out the activity in the area where they live. Realizing the fact, the Community Service team adopted the program from the local government of Central Java Province, namely Jogo Tonggo. It is a program, which involves the society to be more aware and care to their neighbors, who have problems dealing with Covid-19. The idea was adopted by the team to share knowledge and experiences with children in the area where the English department student carried out the KKN. The activity was carried out at Tulungrejo Village, Pare District, Kediri. The children in the area, who missed the offline learning, were invited to join the program once a week. They were not only introduced the importance of health protocols, but also played and learned English and other subjects from their school with the student’s guidance. The purpose of the activity is to motivate them to stay enthusiastic about learning, and to reduce their activity of using too much gadget. The output of the program was the compilation of an manual to carry out English activities for children.Pandemi Covid-19 berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah, mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi. Semua pembelajaran harus dilaksanakan secara daring guna menghindari terjadinya kontak dengan banyak orang sehingga dapat menekan laju penyebaran virus. Kondisi itu berdampak pada pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Nusantara PGRI Kediri. Mahasiswa melaksanakan kegiatan KKN di daerah di mana mereka tinggal, yang kegiatan berpusat pada sosialisai protokol kesehatan untuk masyarakat. Tim PKM terinspirasi salah satu program Pemprov Jawa Tengah, yaitu Jogo Tonggo, untuk menanggulangi masalah yang disebabkan oleh Covid-19. Program ini mengajak masyarakat untuk sadar berbagi kepada tetangga yang terdampak pandemi ini. Ide ini diadopsi Tim PKM untuk berbagi ilmu dan pengalaman terutama pada anak-anak di daerah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris melaksanakan PKM, Desa Tulung Rejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Anak-anak di daerah tersebut sangat merindukan kegiatan pembelajaran tatap muka. Oleh karena itu, Tim PKM membuat program belajar bersama setiap hari Sabtu selama KKN dilaksanakan. Mereka diperkenalkan dan selalu diingatkan pentingnya protokol kesehatan, belajar Bahasa Inggris, dan belajar mata pelajaran sekolah lainnya. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan motivasi pada anak-anak agar tetap bersemangat belajar, dan mengalihkan kegiatan mereka yang didominasi oleh kegiatan menggunakan gadget. Luaran PKM ini adalah tersusunnya model manual kegiatan belajan Bahasa Inggris untuk anak-anak
Pelatihan Penyusunan Alat Evaluasi Non Tes bagi Guru Madrasah di Mataram
Evaluation of the learning process (through non-test) is often ignored by madrasah teachers in Mataram, at least getting less attention than learning outcomes (tests) as it is known that education is oriented to results and the process. Evaluation of learning outcomes and learning processes must be carried out in a balanced and simultaneous manner. Non-test evaluation tools are an essential part that must be considered by teachers, in addition, to test evaluation tools. If the teacher does not develop a non-test evaluation, it will impact the acquisition of student learning outcomes that do not describe the actual ability of a subject. Based on this consideration, training in the preparation of non-test evaluation tools is urgently needed so that teachers can carry out comprehensive evaluations using test and non-test tools. This service activity is in the form of training in preparing non-test evaluation tools in the madrasa environment. The method of implementing this activity follows the stages of preparation, observation of partner madrasas, training in the preparation of non-test evaluation tools, and follow-up. The activity results indicate that all stages of the activity went well and produced the product as determined. In addition, there has been an increase in participants\u27 understanding and skills in preparing non-test evaluation instruments. It is evidenced by the average posttest score (75.00) is better than the pretest (32.12). This positive change is the answer to teacher problems in developing learning evaluations in madrasas.Evaluasi pada proses pembelajaran (melalui non tes) sering diabaikan oleh guru madrasah di Mataram, setidak-tidaknya kurang mendapat perhatian dibandingkan dengan hasil belajar (tes). Padahal, sebagaimana diketahui bahwa pendidikan tidak berorientasi kepada hasil semata, tetapi juga kepada proses. Evaluasi terhadap hasil belajar hasil dan proses belajar harus dilaksanakan secara seimbang dan simultan. Alat evaluasi non tes menjadi bagian penting yang harus diperhatikan oleh guru, selain alat evaluasi tes. Jika guru tidak mengembangkan evaluasi non tes akan berdampak pada perolehan hasil belajar peserta didik yang tidak menggambarkan kemampuan sesungguhnya pada suatu mata pelajaran. Atas pertimbangan inilah, maka pelatihan penyusunan alat evaluasi non tes itu mendesak untuk dilakukan agar guru benar-benar dapat menyelenggarakan evaluasi secara komprehensif dengan menggunakan alat tes maupun non tes. Kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan penyusunan alat evaluasi non tes di lingkungan madrasah. Metode pelaksanaan kegiatan ini mengikuti tahapan persiapan, observasi madrasah mitra, pelatihan penyusunan alat evaluasi non tes, dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh tahapan kegiatan berjalan dengan baik dan menghasilkan produk sebagaimana ditetapkan. Disamping itu, telah terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menyusun instrumen evaluasi non tes. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata skor posttest (75.00) lebih baik dari pada pretest (32.12). Perubahan positif ini menjadi jawaban atas permasalahan guru dalam mengembangkan evaluasi pembelajaran di madrasah