Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Upaya Peningkatan Produksi Keripik Talas Melalui Penerapan Mesin Perajang Di Desa Balesari
The process of processing taro into chips in Balesari Village, Magelang Regency has so far still carried out manually with simple tools and small capacity, so the results achieved still not quite to meet expectations. This purpose of this dedication is to make a taro chopper machine that can help workers process taro into chips quickly. The methods are a site survey, making taro chopper machine, handover of equipment to partners, training in operation and maintenance of the machine. The object is the craftsman of taro chips "Ibu Anik", Balesari Village, Magelang Regency. Tools and materials used are iron, plates, chopper blades, welding machines, lathes, saws pulleys, belts, paints, and electric motors. The results of dedication show that after the existence of taro chopper machines, it is able to increase partner production by 9x, faster.Proses pengolahan talas menjadi keripik di Desa Balesari, Kabupaten Magelang selama ini masih dilakukan secara manual dengan alat yang sederhana dan kapasitas kecil, sehingga hasil yang dicapai masih kurang memenuhi harapan. Pengabdian ini bertujuan untuk membuat sebuah mesin perajang talas yang dapat membantu pekerja mengolah talas menjadi rajangan keripik dengan cepat. Metode yang dilakukan yaitu survey lokasi, pembuatan mesin perajang talas, penyerahan alat ke mitra, pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin. Adapun objeknya yaitu pengrajin keripik talas “Ibu Anik” Desa Balesari Kabupaten Magelang. Alat dan bahan yang digunakan besi, plat, pisau perajang mesin las, mesin bubut, gergaji pulley, belt, cat, dan motor listrik. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa setelah adanya mesin perajang talas, mampu meningkatkan hasil produksi mitra sebesar 9x lipat, lebih cepat.
 
Pengelolaan Jimpitan Warga Melalui “Aplikasi Bank Jimpitan” Untuk Mendukung Program Pemberdayaan Masyarakat Di Kota Kediri
Jimpitan is one of flagship programs in RT 06, RW 02, Ngronggo, Kediri. This program is an activity to collect daily savings money which is stored in a container and hung in front of the yard along with a board that will be taken and collected by Siskamling officers every night. Unfortunately, sometimes there are differences between the officer records with the board, so residents need to report and go to the RT staff to justify. Therefore, this paper describes how to improve the ease of managing jimpitan by building an interactive tool that can be used easily and quickly. The tool built is in the form of online applications that can be accessed anytime and anywhere and it is designed like "m-banking". To do that, we carried out 4 major stages, namely preparation, system development, training and mentoring, and evaluation. The results show that the apps can simplify the savings and mutations monitoring by using mobile-based application and the web-based application.Program jimpitan menjadi salah satu program unggulan RT 06, RW 02, Kel. Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri. Program ini merupakan kegiatan mengumpulkan uang tabungan harian yang disimpan dalam suatu wadah dan digantung didepan halaman bersama papan jimpitan yang kemudian akan diambil dan dikumpulkan oleh petugas Ronda Siskamling yang berpatroli setiap malam. Selama program ini berjalan, beberapa kali terjadi perbedaan antara catatan petugas siskamling dengan catatan yang tertulis di daftar jimpitan, sehingga warga perlu melapor dan mendatangi petugas RT untuk melakukan pembenaran. Upaya yang diusulkan untuk meningkatkan kemudahan pengelolaan jimpitan warga adalah dengan membangun sebuah media interaktif yang dapat digunakan oleh warga untuk melihat informasi uang jimpitan secara mudah dan cepat. Media yang dibangun berupa aplikasi yang bersifat online agar dapat diakses kapanpun dan dimanapun dan dirancang seperti “m-banking”. Upaya untuk meningkatkan mutu layanan akan dilaksanakan dalam 4 tahapan besar yaitu persiapan, pembuatan sistem, pelatihan sekaligus pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Hasil yang diperoleh adalah dengan penerapan aplikasi ini, warga dipermudah dalam melihat saldo tabungan dan mutasi melalui aplikasi berbasis android, serta petugas RT dapat dengan mudah melihat rekapitulasi tabungan melalui aplikasi berbasis web
Peningkatan Kemampuan Guru SMK Kridawisata di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Pengelolaan Sistem Pembelajaran Daring
Today\u27s online learning technology has created a new paradigm in the process of implementing learning. Face-to-face activities between teachers and students are no longer a necessity to gain knowledge in school. SMK Kridawisata has adequate facilities and infrastructure to support the learning process such as classrooms and laboratories, but there is no system that is able to apply the learning process in networks that can overcome the problems of the standardized learning process during the Covid-19 pandemic. The solution for implementing online learning systems is expected to increase productivity, especially in the learning process, and to optimize the knowledge and ability of teachers in utilizing online-based learning systems in order to overcome problems that occur when teachers are unable to attend. Online learning systems are built using a learning management system (LMS) platform with the availability of features needed in the learning process online. Teknologi pembelajaran daring saat ini telah menciptakan paradigma baru pada proses pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan tatap muka antara guru dan siswa juga tidak lagi menjadi suatu keharusan untuk mendapat ilmu di bangku sekolah. SMK Kridawisata memiliki sarana dan prasarana yang cukup memadai dalam mendukung proses pembelajaran seperti kelas dan laboratorium namun belum adanya sistem yang mampu menerapakan proses pembelajaran dalam jaringan yang dapat mengatasi masalah proses pembelajaran di masa pandemi covid-19 yang berstandar. Solusi implementasi sistem pembelajaran dalam jaringan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas khususnya dalam proses pembelajaran, dan dapat mengoptimalkan pengetahuan dan kemampuan para guru dalam memanfaatkan sistem pembelajaran berbasis daring agar dapat mengatasi permasalahan yang terjadi ketika guru berhalangan hadir. Sistem Pembelajaran daring dibangun dengan menggunakan platform learning management system (LMS) dengan ketersediaan fitur yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran dalam jaringan
Pemulihan Ekonomi Keluarga Pasca Bencana Tsunami Selat Sunda Di Desa Bulakan Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang Melalui Penciptaan Nilai Tambah Pisang Coklat Crunchy
The processing and utilization program of banana in the village of Bulakan is motivated by the efforts to restore the family\u27s economy after the Sunda Strait tsunami disaster. One of the great potentials that has not been well utilized for economic purposes in the village of Bulakan is banana. The solution offered is the processing and utilization of bananas to be processed products. The purpose of this program is to provide both knowledge and skills to the people of Bulakan Village in processing bananas into crunchy chocolate bananas so that the management of processed banana products becomes a good and sustainable management system as well as improving the economy. The method used to overcome these problems through the problem identification, socialization, training in the cultivation of bananas, marketing, reflection and evaluation. The program was carried out in July 2019 in Bulakan Village, Cinangka District, Serang Regency, Banten. An important change in society is changing the community paradigm from selling bananas directly to processing bananas into crunchy chocolate banana products.Program pengolahan dan pemanfaatan buah pisang di Desa Bulakan dilatar belakangi dalam upaya pemulihan ekonomi keluarga pasca bencana Tsunami Selat Sunda. Salah satu potensi besar yang belum dimanfaatkan dengan baik untuk tujuan ekonomi di Desa Bulakan adalah buah pisang. Solusi yang ditawarkan adalah pengolahan dan pemanfaatan buah pisang untuk dijadikan produk olahan. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat Desa Bulakan dalam mengolah buah pisang menjadi pisang coklat crunchy agar terciptanya pengelolaan produk olahan buah pisang dengan sistem majanemen yang baik dan berkelanjutan serta meningkat perekonomian. Metode yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan pengelohan buah pisang, pemasaran, refleksi dan evaluasi. Program dilaksanakan pada bulan Jun i- Agustus 2019 di Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten. Perubahan penting terhadap masyarakat yakni merubah paradigma masyarakat dari menjual buah pisang secara langsung menuju pengolahan buah pisang menjadi produk pisang coklat crunchy
Pelatihan Mind Mapping K3 di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bandar Kidul Kota Kediri Dalam Rangka Mencegah Penularan Covid-19
Islamic boarding school is a unit of educational institution that have functions as a Islamic education. This program partner is Pondok Pesantren Al-Ishlah Bandar Kidul at Kediri City. This Islamic boarding school has hundreds of students from various regions in Indonesia and has several activity areas such as halls, classrooms, canteen, beds, ablution places, and bathrooms. These places are public places that are touched by many people. Therefore, in order to avoid accidents and occupational diseases, it is necessary to map the implementation of Occupational Health and Safety (K3) before the students begin their activities. In this program, the students were given training on K3 and made mind mapping in the boarding school environment. It aims to make the students aware of and understand the importance of implementing K3 in their daily life. In addition, this program aims to prevent the transmission of Covid-19. The steps for implementing this community service program are observation, formulation of priority problems, training design, training, and evaluation. The results obtained from this program are that students understand K3 well and able to implementation of K3 through mind mapping.Pondok Pesantren merupakan satuan lembaga pendidikan yang berfungsi sebagai wadah penyelenggaraan pendidikan islam. Mitra Program Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Pondok Pesantren Al-Ishlah Bandar Kidul Kota Kediri. Pondok pesantren ini memiliki ratusan santri yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dan memiliki beberapa area kerja/aktivitas seperti aula, ruang kelas, kantin, tempat tidur, tempat wudhu, serta kamar mandi. Tempat-tempat tersebut merupakan tempat umum yang dijamah banyak orang. Oleh karena itu, dalam rangka menghindari kecelakaan dan penyakit akibat kerja perlu dipetakan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sebelum para santri memulai aktivitasnya. Pada program ini, para santri diberikan pelatihan mengenai K3 dan pembuatan mind mapping K3 di lingkungan pondok pesantren. Hal tersebut bertujuan agar para santri sadar dan memahami pentingnya penerapan K3 dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, program ini bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19. Langkah-langkah penerapan program pengabdian kepada masyarakat ini yaitu observasi, perumusan masalah prioritas, desain pelatihan, pelatihan, serta evaluasi. Hasil yang didapatkan dari program ini yaitu para santri memahami K3 dengan baik dan dapat memetakan penerapan K3 melalui pembuatan mind mapping K3
Pelatihan Pembuatan dan Pemasaran Kerajinan Seni Barongan Di Desa Kalikejambon
Barongan arts craft training is motivated by the lack of employment opportunities in Dusun Sawen, Kalikejambon Village, so that the community does not have an income that is considered decent. However, in the hamlet there is a youth group association called the Sawen Youth Association or called PERKASA which has activities in the arts. So far there has been no activity program from the PERKASA youth group that can provide them with additional income, so this training is an alternative to being able to train entrepreneurship in groups. This training consists of 5 stages, namely (1) training for making masks (2) training for making jamang (3) training for making ornaments (4) training in marketing (marketplace) (5) training for management of community organizations. The goal is to preserve the skills of making barongan arts crafts for children\u27s toys, increasing the economic income of the community. Through marketplace training, the market share of barongan arts is getting wider. The establishment of 5 marketing accounts in the marketplace and social media, namely creative KJP (Shopee), creative KJP (Tokopedia), creative KJP (Facebook), creative KJP (Instagram) and WhatsApp, as well as a website that can be accessed on the link: https: // www .kjpkjual.com. Offline marketing is done by filling the booths at the souvenir center in Jombang. The formation of the creative KJP group as a forum for the management and development of the barongan mask craft business. Through this training the community becomes more skilled in making barongan art crafts, can market these products through the online "market". The conclusion of this activity is that the PERKASA group and PKK mothers have the skills to produce, market and manage business group organizations in the form of Barongan mask art craft. The training implementation process can be accessed via the creative KJP youtube link: https://www.youtube.com/watch?v=FIdxkDIxfdk.Pelatihan kerajinan seni Barongan dilatarbelakangi oleh Kurangnya lapangan pekerjaan di Dusun Sawen Desa Kalikejambon, sehingga masyarakat belum memiliki penghasilan yang dianggap layak. Namun demikian di dusun tersebut terdapat perkumpulan kelompok Pemuda bernama Perkumpulan Pemuda Sawen atau disebut PERKASA yang memiliki aktivitas dibidang seni. Sejauh ini belum ada program kegiatan dari kelompok pemuda PERKASA yang dapat memerikan tambahan penghasilan pada mereka, sehingga pelatihan ini menjadi suatu alternatif untuk dapat melatih berwirausaha secara berkelompok. Pelatihan ini terdiri dari 5 tahapan yakni (1) pelatihan pembuatan bakalan topeng (2) pelatihan pembuatan jamang (3) pelatihan pembuatan ornament (4) pelatihan pemasaran (marketplace) (5) pelatihan managemen organisasi masyarakat. Tujuannya untuk melestarikan keterampilan pembuatan kerajinan seni barongan untuk mainan anak, meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Melalui pelatihan marketplace, pangsa pasar kerajinan seni barongan semakin luas. Terbentuknya 5 akun pemasaran di marketplace dan media sosial, yaitu KJP kreatif (Shopee), KJP kreatif (Tokopedia), KJP kreatif (Facebook), KJP kreatif (Instagram) dan WhatsApp, serta website yang dapat diakses pada link: https://www.kjpkreatif.com. Pemasaran offline dilakukan dengan mengisi stand di pusat oleh-oleh Jombang. Terbentuknya kelompok KJP kreatif sebagai wadah untuk pengelolaan dan pengembangan usaha kerajinan topeng barongan. Melalui pelatihan ini masyarakat menjadi lebih terampil dalam membuat kerajinan seni barongan, dapat memasarkan hasil produk tersebut melalui “pasar”online, Kesimpulan dari kegiatan ini ialah bahwa kelompok PERKASA dan ibu-ibu PKK telah memiliki keterampilan untuk memproduksi, memasarkan dan mengelolah organisasi kelompok usaha berupa kerajinan seni topeng barongan. Proses pelaksanaan pelatihan dapat diakses melalui link youtube KJP kreatif : https://www.youtube.com/watch?v=FIdxkDIxfdk
Optimalisasi Limbah Kain Perca Sebagai Kerajinan Keset Kelompok Pkk Di Desa Ngade Kanigoro Blitar
The purpose of this community service activity is to provide the skills and tools available to produce mats to PKK groups in Ngade Kanigoro Blitar Village so that it will affect the process, (2) The method used in this PKM activity is community empowerment through training and accompaniment. (3) The results of this activity are in the form of providing skills in the utilization of existing patchwork waste raw materials in accordance with what partners need optimally so that the smooth process of cassette production can be maximized and the desired design is in accordance with expectations and provides a tool for making mats. (4) The conclusion of this activity is the empowerment of the PKK group through training on making mats from cloth waste in the Empowerment and Family Welfare (PKK) group of Ngade Village, Kanigoro District, Blitar Regency, namely increasing knowledge, increasing skills, and increasing the attitude of learning citizens.Tujuan dari kegitan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan keterampilan dan alat yang ada untuk memproduksi keset kepada kelompok PKK di Desa Ngade Kanigoro Blitar sehingga akan mempengaruhi proses pengerjaannya, (2) Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah pemberdayaan masyarakat yang ditempuh melalui pelatihan dan pendampingan. (3) Hasil kegiatan ini adalah berupa memberikan bekal keterampilan dalam pemanfaatan bahan baku limbah kain perca yang ada yang sesuai dengan yang dibutuhkan mitra secara optimal sehingga kelancaran proses produksi kaset dapat maksimal dan desain yang diinginkan sesuai dengan harapan dan menyediakan alat bantu untuk membuat keset. (4) Simpulan dari kegaiatan ini adalah pemberdayaan kelompok PKK melalui pelatihan pembuatan keset dari limbah kain di kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Ngade Kecamatan Kanigoro Kab Blitar yaitu peningkatan pengetahuan, peningkatan keterampilan, dan peningkatan sikap warga belajar
Optimalisasi Kegiatan Online dan Offline dalam Kampanye Pencegahan COVID-19
The COVID-19 pandemic has an effect on all countries, including Indonesia. Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sees this phenomenon as a condition that should be able to become a forum for students to take part in prevention efforts, through the Community Service Program for COVID-19. Eight students from the department of Communication Science of UNS are members of the COVID-19 KKN group under the guidance of a lecturer to apply knowledge and skills from the campus to the community in the environment where they live. With data on COVID-19 cases that are still increasing, the KKN COVID-19 team plays an important role in their respective neighborhoods (Jakarta, Surakarta, Sukoharjo, and Wonogiri areas). Apart from data on positive cases of COVID-19 which is still high, the background for this activity is that the people in the target areas are still not optimally running the new normal protocol. The KKN COVID activities are carried out both offline and online, with the majority of activities online considering physical distancing. From this activity, public awareness can increase, and knowledge and information related to COVID-19 will also increase.Pandemi COVID-19 efeknya dirasakan oleh semua negara, termasuk Indonesia. Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melihat fenomena ini sebagai suatu kondisi yang seharusnya bisa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk ikut ambil bagian dalam upaya pencegahannya, melalui program KKN COVID-19. Delapan mahasiswa dari program studi Ilmu Komunikasi UNS tergabung dalam 1 kelompok KKN COVID-19 di bawah bimbingan seorang dosen mengaplikasikan ilmu dan keterampilan dari kampus untuk diaplikasikan kepada masyarakat di lingkungan tempat mereka tinggal. Dengan data kasus COVID-19 yang masih terus bertambah, maka tim KKN COVID-19 ini ikut berperan penting di lingkungan mereka masing-masing yaitu di wilayah Jakarta, Surakarta, Sukoharjo, dan Wonogiri. Selain data kasus positif COVID-19 yang masih tinggi, latar belakang dilakukannya kegiatan ini adalah masih belum otimalnya masyarakat di wilayah sasaran menjalankan protokol new normal. Kegiatan KKN COVID ini dilakukan secara offline dan online, dengan mayoritas kegiatan secara online mengingat physical distancing. Dari kegiatan ini, kesadaran masyarakat, pengetahuan, serta informasi terkait COVID-19 bisa semakin meningkat
Program Pendampingan Cara Pemilihan Produk Skincare Aman Untuk Kulit Sehat Bagi Ibu-Ibu Paruh Baya Di Desa Krebet Kecamatan Srengat
The purpose of this community service is to increase knowledge on the skin health of middle-aged mothers in Krebet Village, Srengat District through a mentoring program for the use of safe skincare. The methods used are (1) observation and interviews; (2) Learning; (3) Assistance; and (4) Evaluation. Results: Middle-aged mothers who have used various types of skincare products obtained from doctor\u27s clinics and cosmetic stores are 24 people. The results of learning on middle-aged mothers in Krebet Village, Srengat District of the qualitative test method and the dangers of mercury and hydroquinone in skincare products show a good value. with a percentage increase in knowledge of 67%. The results of assistance to middle-aged mothers in Krebet Village, Srengat District in stopping the use of positive skincare containing mercury and hydroquinone through replacement with skincare products that are safe for healthy skin shows good results with a 75% increase in skills so that the quality of health is better maintained.Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan kulit ibu-ibu paruh baya di Desa Krebet Kecamatan Srengat melalui program pendampingan penggunaan skincare aman. Metode yang digunakan adalah dengan (1) Obervasi dan Wawancara; (2) Pembelajaran; (3) Pendampingan; dan (4) Evaluasi. Hasil: Ibu-ibu paruh baya yang telah menggunakan produk skincare dengan berbagai jenis yang diperoleh dari klinik dokter dan toko kosmetik adalah berjumlah 24 orang. Hasil pembelajaran pada ibu-ibu paruh baya di Desa Krebet Kecamatan Srengat terhadap metode uji kualitatif dan bahaya merkuri dan hidrokuinon pada produk skincare menunjukkan nilai yang Baik dengan persentase peningkatan pengetahuan sebesar 67%. Hasil pendampingan pada ibu-ibu paruh baya di Desa Krebet Kecamatan Srengat dalam menghentikan penggunaan skincare yang positif mengandung merkuri dan hidrokuinon melalui penggantian dengan produk skincare yang aman untuk kulit sehat menunjukkan hasil yang Baik dengan adanya peningkatan ketrampilan sebesar 75% sehingga kualitas kesehatan lebih terjaga
Pemberdayaan Kelompok UMKM Terdampak Covid Melalui Pendampingan Ekonomi Kreatif Berbasis Teknologi
Community dedication is carried out with the aim of increasing the sales turn over of cloth mask at the UMKM Tanjung which is related in the sales of goods or shops. The method used in this services activity is through partial assistance and training. Partial assistance is carried out by providing guidence and training to improve skills in making mask innovations into painting maks. Creative economy assistance is carried out by making technology-based painting masks. Masks are designed using the basic graphic design sketch application on masks, so mask sketches can be custom ordered according to the wishes of potential buyers. Painting mask can also be a differentiator from other masks that are sold in the market, thus masks have different characteristics from other masks sold in the market. The result obtained are an incrase in the selling value of painting mask and and an increase in skills in the group of UMKM Tanjung. It can be concluded that the mentoring and training activities receive positive responses from the group based on the result.UMKM Tanjung merupakan UMKM yang bergerak dalam bidang penjualan barang dan pertokoan. Barang yang dijual selama pandemi berupa masker kain. Tren UMKM yang beralih ke penjualan masker selama pandemi meningkat seiring dengan peningkatan belanja online di pasar. Banyak jenis dan model masker yang dijual dipasaran dengan harga bervariasi, sehingga UMKM penjual masker harus berinovasi dan bersaing secara ketat agar produknya dapat tetap diterima di pasaran. Masker harus berinovasi dan bersaing secara ketat agar produknya dapat tetap diterima di pasaran. Inovasi yang akan dilakukan pada UMKM Tanjung agar produk masker dapat bersaing yaitu dengan melakukan pendampingan ekonomi kreatif. Pendampingan ekonomi kreatif dilakukan melalui pembuatan masker lukis berbasis teknologi. Masker di desain menggunakan aplikasi sket desain grafik dasar pada masker, dengan demikian sket masker bisa dipesan secara custom sesuai dengan keinginan calon pembeli. Masker lukis ini pula dapat menjadi pembeda dengan masker lain yang dijual di pasaran, dengan demikian masker mempunyai ciri khas yang berbeda dengan masker lain yang dijual di pasaran. Pelatihan ini bertujuan agar omset penjualan masker tetap naik melalui inovasi masker lukis yang masih jarang beredar dipasaran. Hasil akhir dari pelatihan ini memberikan tingkat kepuasan yang mendalam yang diutarakan oleh kelompok UMKM, mereka bisa belajar cara baru dalam membuat inovasi masker dan meningkatkan kualitas masker yang dijual. Masker lukis ini akan diterapkan di produk yang akan dijual selanjutnya baik secara online maupun offline dengan packaging yang rapi dan menarik.
Kata Kunci : inovasi, ekonomi kreatif, masker luki