Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Pengenalan Mitigasi Bencana Melalui Pendekatan Local Wisdom pada Kegiatan Gladian Pemimpin Regu Pramuka Penggalang sebagai Upaya Ketahanan Bencana bagi Generasi Masa Depan
The Hydrometeorology disaster and geology disaster, tendency of several disaster incidents in total for both types of relative group were continue to increase. Based on The World Risk Report of 2023 Indonesia was ranked as second of 193 countries. Local wisdom in general was understood as local ideas which is wise, full of wisdom, good value, inveterate and followed by community. Local wisdom could be understood as human endeavour for using their mind (cognitive) to act and behave to something, object or incident. Meanwhile in BMKG Knowledge Management, the system of local wisdom is not yet documented massively as source of knowledge and information for community, especially to the nation\u27s young generation. The method used participant observation is a type of active participation, interviews, and documentations. These are who are targets gladian scouts in squad leader of Kwarran Kadupandak subdistrict, Cianjur district. With results, the participant can understand local wisdom as mitigation efforts and also being ressilience for the future generations.Bencana hidrometeorologi dan bencana geologi, memiliki kecenderungan dari jumlah kejadian bencana secara total untuk kedua jenis kelompok ini yang relatif terus meningkat. Menurut The World Risk Report 2023 Indonesia menduduki peringkat kedua dari 193 Negara. L dipahami sebagai gagasan-gagasan lokal yg bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakat. Kearifan lokal dapat dipahami sebagai usaha manusia dengan menggunakan akal budinya (kognitif) untuk bertindak dan bersikap terhadap sesuatu, objek, atau peristiwa. Sementara dalam BMKG Knowledge Management System kearifan lokal belum terdokumentasikan secara masif sebagai sumber pengetahuan dan informasi bagi masyarakat, khususnya kepada generasi muda. Metode yang digunakan observasi partisipatif jenis partsipasi aktif, wawancara dan dokumentasi. Adapun yang menjadi sasaran adalah peserta pramuka penggalang gladian pemimpin regu Kwarran Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur. Dengan hasil peserta dapat memahami kearifan lokal sebagai upaya mitigasi serta ketahanan bagi generasi masa depan
Penerapan Digitalisasi Koperasi dan Pemasaran serta Pendampingan untuk Peningkatan Value Produk UMKM Anggota Koperasi LKMS Kasuwari di Pekalongan Barat
Technological advances have had a positive impact on various sectors, including cooperatives which are transforming towards digital services. Cooperatives, as business entities owned and operated by their members for the common good, have big challenges after the COVID-19 pandemic, especially in improving the economy through microfinance institutions. Many low-income people in developing countries, such as Indonesia, do not have access to credit or bank accounts, making it difficult to determine their creditworthiness. Microfinance Institution (LKMS) Kasuwari focuses on empowering productive women through financing and entrepreneurship training. This initiative not only helps small businesses, but also strengthens the local, family-based economy. Utilizing cooperative digitalization through marketplace applications, core banking systems and mobile banking systems can provide real solutions facing the LKMS Kasuwari cooperative.Kemajuan teknologi telah membawa dampak positif bagi berbagai sektor, termasuk koperasi yang bertransformasi menuju layanan digital. Koperasi, sebagai badan usaha yang dimiliki dan dioperasikan oleh anggotanya untuk kepentingan bersama, menghadapi tantangan besar setelah pandemi COVID-19, terutama dalam meningkatkan perekonomian melalui lembaga keuangan mikro. Banyak orang berpenghasilan rendah di negara berkembang, seperti Indonesia, tidak memiliki akses ke kredit atau rekening bank, sehingga sulit menentukan kelayakan kredit mereka. Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Kasuwari Pekalongan berfokus pada pemberdayaan wanita produktif melalui pembiayaan dan pelatihan kewirausahaan. Inisiatif ini tidak hanya membantu pelaku usaha kecil, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal berbasis kekeluargaan. Pemanfaatan digitalisasi koperasi melalui aplikasi marketplace, core banking system dan mobile banking system dapat memberikan solusi nyata yang dihadapi koperasi LKMS Kasuwari
Pelatihan Membuat Media e-Biblioterapi pada Guru Sekolah Dasar Kota Kediri
The low interest in reading in Indonesia has led to a lag in information and literacy culture which is very important for developed countries. Initial observations show that 75% of students at SDN Ngadirejo 5 get low scores in literacy and numeracy. AKM also shows that the level of numeracy literacy is still lacking and needs to be improved. Group guidance services using e-bibliotherapy techniques aim to develop students\u27 socialization and communication skills. The efforts made are by providing training in creating e-bibliotherapy media with the stages of needs analysis, socialization, training, implementation and mentoring as well as evaluation. The application used is Canva and media to publish web-based teacher work. From the community service activities that have been carried out, it can be concluded that training in making e-bibliotherapy media for teachers in elementary schools in the city of Kediri is very useful. The visible benefit is that teachers are able to create e-bibliotherapy media as an effort to improve literacy and numeracy competencies. Apart from that, teachers are starting to want to apply the skills they already have to create multimedia that can be directly applied in the learning process.Rendahnya minat baca di Indonesia telah menyebabkan ketertinggalan informasi dan budaya literasi sangat penting bagi negara maju. Observasi awal menunjukkan bahwa 75% peserta didik di SDN Ngadirejo 5 mendapatkan nilai rendah dalam literasi dan numerasi. AKM juga menunjukkan tingkat literasi numerasi yang masih kurang dan perlu ditingkatkan. Layanan bimbingan kelompok dengan teknik e-biblioterapi bertujuan untuk mengembangkan kemampuan sosialisasi dan berkomunikasi siswa. Upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan membuat media e-biblioterapi dengan tahapan analisis kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, penerapan dan pendampingan serta evaluasi. Aplikasi yang digunakan yaitu Canva dan media untuk mempublikasikan karya guru berbasis web. Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksankan dapat disimpulkan bahwa pelatihan membuat media e-biblioterapi pada guru di sekolah dasar kota kediri sangat bermanfaat. Manfaat yang terlihat adalah guru mampu membuat media e-biblioterapi sebagai upaya meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi. Selain itu, guru mulai mau menerapkan keterampilan yang sudah dimiliki untuk membuat multimedia yang bisa langsung diterapkan dalam proses pembelajaran
UMKM Melek Aturan: Pendampingan Intensif Legalitas Usaha UMKM di Desa Parseh Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan
The community service aims to increase the understanding of business legalities such as NIB certificates, labels, and product packaging for SMEs in Parseh village, Socah district, and Bangkalan regency. The program implementation method is carried out in three stages: preparation, implementation, and post-implementation. The program focuses on two activities: assistance in issuing NIB certificates and knowledge about labels and product packaging to 30 MSMEs. These activities showed that most SMEs do not have NIB and lacked knowledge about the importance of business legality labels and packaging for three months. By conducting this program, all of the SMEs have succeeded in issuing NIB certificates, as well as successfully making mock-ups of labels and product packaging that are suitable for business improvement. The program evaluation shows that all aspects of the implementation of activities, such as benefits, facilities, and roles of the companions, have good values and relatively high NPS (Net Promoter Score) values, which are beneficial for SMEs.Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman legalitas usaha melalui sertifikat Nomor Induk Usaha (NIB), label dan kemasan produk kepada UKM di Desa Parseh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Metode pelaksanaan program dilakukan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, implementasi, dan pasca pelaksanaan program. Program ini berfokus pada dua kegiatan, yaitu pendampingan pembuatan sertifikat NIB dan pengenalan label dan kemasan kepada 30 UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar UKM tidak memiliki NIB dan kurang pengetahuan tentang pentingnya label dan kemasan legalitas bisnis selama tiga bulan. Melalui program ini, seluruh UMKM berhasil menerbitkan sertifikat NIB, serta berhasil membuat mock-up label dan kemasan produk yang cocok untuk peningkatan bisnis. Evaluasi program menunjukkan bahwa semua aspek pelaksanaan kegiatan seperti manfaat, fasilitas dan peran pendamping memiliki nilai yang baik dan nilai NPS (Net Promoter Score) yang relatif tinggi serta bermanfaat bagi pelaku UMKM
Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru melalui Pelatihan Pembelajaran Inkuiri di Sanggar Bimbingan SIKL Malaysia
Quality education depends heavily on teachers\u27 pedagogical competence. At Sanggar Bimbingan SIKL Malaysia, there is an urgent need to improve teachers\u27 skills in implementing effective learning methods, particularly inquiry-based learning, in response to increasingly complex student learning challenges. This community service program involved a two-day inquiry-based learning training program, which included theory sessions, practical design sessions, and group discussions. Participants included 17 teachers currently working at Sanggar Bimbingan SIKL. Evaluation used tests to measure changes in their understanding and application of inquiry-based learning methods. The results of the activity showed that teachers were able to explore various sources of information to generate ideas for designing inquiry-based learning. Test results indicated that teachers\u27 understanding and skills after the training were between 80 and 100. Furthermore, teachers responded positively to the training program, considering its content, usefulness, impact, motivation, and facilities and infrastructure. These findings demonstrate that the training was effective in positively impacting the pedagogical competence of Sanggar Bimbingan teachers.Pendidikan yang berkualitas sangat bergantung pada kompetensi pedagogik guru. Di Sanggar Bimbingan SIKL Malaysia, terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang efektif, terutama pembelajaran inkuiri, sebagai respons terhadap tantangan belajar siswa yang semakin kompleks. Program pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan pelatihan pembelajaran inkuiri yang dirancang selama dua hari, dengan meliputi sesi teori, praktik merancang, dan diskusi kelompok. Partisipan terdiri dari 17 guru yang aktif di Sanggar Bimbingan SIKL. Evaluasi dilakukan menggunakan tes untuk mengukur perubahan dalam pemahaman dan penerapan metode pembelajaran inkuiri. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa guru dapat menggali berbagai informasi untuk menemukan ide dalam merancang pembelajaran inkuiri. Hasil tes menunjukkan bahwa tingkat pemahaman dan keterampilan guru setelah mengikuti pelatihan sebesar 80-100. Selain itu, guru merespon positif terhadap program pelatihan yang dilakukan dilihat dari materi, kebermanfaatan, dampak, motivasi, sarana dan prasarana pada saat pelatihan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan tersebut efektif dalam memberikan dampak positif dalam penguatan kompetensi pedagogik guru Sanggar Bimbingan
Peningkatan Keterampilan Kelompok Julu Atia melalui Pelatihan Pembuatan Nugget Rumput Laut
Seaweed is a leading commodity in the fisheries sector that has not been optimally utilized, particularly by community groups, to increase its added value. The problem faced by these groups is a lack of knowledge and skills in processing and selling seaweed-based products. This activity aims to improve the knowledge and skills of "Julu Atia" partners in the production and marketing of seaweed nuggets. The method used was to directly involve 20 members in training and mentoring activities. The training included counseling and practical training on nugget production and marketing, while the mentoring aimed to evaluate the group\u27s ability to independently produce and market the product. Initial knowledge and skills of partners were determined through pre- and post-tests. The results showed that partner knowledge was relatively low, with an average of 34.5%, increasing by 55% to 89.5% after participating in the community service activity. Through nugget production, the added value increased by IDR 222,000 per kg of seaweed. Thus, this activity effectively increased the empowerment level of "Julu Atia" and can be replicated in other groups to improve the welfare of coastal communities.Rumput laut merupakan komoditas unggulan di sektor perikanan yang belum dimanfaatkan secara optimal, terutama oleh kelompok masyarakat untuk meningkatkan nilai tambahnya. Permasalahan yang dihadapi kelompok ini adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah dan menjual produk berbahan dasar rumput laut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra "Julu Atia" dalam produksi dan pemasaran nugget rumput laut. Metode yang diterapkan adalah dengan melibatkan langsung 20 anggota dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan. Pelatihan meliputi penyuluhan dan praktik pembuatan dan pemasaran nugget, sedangkan pendampingan bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan kelompok dalam membuat dan memasarkan produk secara mandiri. Pengetahuan dan keterampilan awal dan peningkatan mitra ditentukan melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan mitra relatif rendah, dengan rata-rata 34,5%, meningkat 55% menjadi 89,5% setelah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat. Melalui produksi nugget, terjadi peningkatan nilai tambah sebesar Rp222.000 per kg rumput laut. Dengan demikian, kegiatan ini efektif meningkatkan tingkat pemberdayaan “Julu Atia” sehingga dapat direplikasi pada kelompok lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir
Optimalisasi Kompetensi Literasi Numerasi Guru SD melalui Platform Pembelajaran Daring Menuju Sekolah yang di Cita-Citakan
This community service program aims to improve the numeracy literacy competency of elementary school teachers in Mojoroto District who are members of the Sekartaji Community. The existence of ANBK requires teachers to have competencies related to literacy and numeracy and the use of online learning platforms, so they can train students to solve problems related to numeracy literacy through online learning platforms. The methods used include socialization, training, technology implementation, mentoring and evaluation, and program sustainability. The results of this training showed that 63.6% of participants improved their understanding of literacy and numeracy. In addition, 89% of participants had good skills in developing teaching modules to teach literacy and numeracy through online learning platforms. The results of this training activity have an impact on teacher competency in designing learning, which will directly impact the quality of learning in the classroom.Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi numerasi guru-guru SD di Kecamatan Mojoroto yang tergabung dalam kombel sekartaji. Adanya ANBK membuat guru perlu memiliki kompetensi terkait literasi dan numerasi serta pemanfaatan platform pembelajaran daring, agar dapat melatih siswa untuk menyelesaikan masalah terkait literasi numerasi melalui platform pembelajaran daring. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa 63,6 % peserta meningkat pemahamannya terkait literasi dan numerasi. Selain itu, 89% peserta memiliki kemampuan yang baik dalam mengembangkan modul ajar untuk membelajarkan literasi dan numerasi melalui platform pembelajaran daring. Hasil dari kegiatan pelatihan ini memberikan dampak terhadap kompetensi guru dalam merancang pembelajaran sehingga secara langsung akan berdampak pada kualitas pembelajaran di dalam kelas
Peningkatan Karakter Siswa Perspektif Pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari melalui Pendampingan Penggunaan Media Evaluasi Adventure
Pendidikan karakter merupakan poin penting untuk menjadikan siswa cerdas. Berintegritas dan bermoral untuk mempersiapkan mereka dalam menghadapi tantangan di masa depan melalui sikap positif, beretika dan tangguh. K.H. Hasyim Asy’ari merupakan tokoh pendidikan yang berfokus pada penanaman karakter bagi siswa melalui karya beliau Adabul Alim Wal Mutaallim. Pendampingan penggunaan media evaluasi adventure memiliki tujuan memberikan kmudahan bagi siswa menanamkan nilai karakter sebagai cara untuk menanggulangi dampak negatif perkembangan teknologi. Metode pelaksanaan pengabdian ini dengan metode Service Learning yakni survei, pendampingan dan refleksi berupa kegiatan evaluasi. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa 65% siswa merasa sangat puas dan 35% merasa puas atas kegiatan ini. Kegiatan ini berdampak positif pada perwujudan peningkatan nilai toleransi, kemandirian, ketelitian, kerja kerasm tanggung jawab dan bernalar kritis sebagai usaha pencapaian profil lulusan berbasis dimensi.Character education is an important point to make students intelligent. Integrity and morality to prepare them to face future challenges through a positive, ethical and resilient attitude. K.H. Hasyim Asy\u27ari is an educational figure who focuses on character building for students through his work Adabul Alim Wal Mutaallim. Mentoring the use of adventure evaluation media aims to make it easier for students to instill character values as a way to overcome the negative impacts of technological developments. The method of implementing this service is the Service Learning method, namely surveys, mentoring and reflection in the form of evaluation activities. The results of the mentoring show that 65% of students feel very satisfied and 35% feel satisfied with this activity. This activity has a positive impact on the realization of increased values of tolerance, independence, accuracy, hard work, responsibility and critical reasoning as an effort to achieve a graduate profile based on dimensions
Pelatihan Pembuatan Saus Cabai sebagai Upaya Diversifikasi Produk Olahan bagi Kelompok Tani Mandiri Sejahtera Desa Wowoli, Kecamatan Toari
This community service program aims to empower the Mandiri Sejahtera Farmers Group in Wowoli Village, Toari District, Kolaka Regency, through training in chili sauce production. The main challenges faced by farmers are low chili prices during the main harvest and losses due to rapid chili perishability due to lack of post-harvest handling. The program was implemented in a participatory manner, based on the principle of learning by doing. This included outreach, preparation of ingredients and tools, training in chili sauce production (boiling, crushing, mixing spices, heating, and packaging), mentoring participants, and evaluation through discussions and questions and answers. The results of the program demonstrated improved skills and understanding of chili processing technology, the creation of a local product called "SCW-Wowoli Chili Sauce," and the development of a follow-up plan for legality and marketing. This activity contributed to increasing the added value of chilies, strengthening the local economy, and empowering the farmer group members.Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Tani Mandiri Sejahtera Desa Wowoli, Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka melalui pelatihan pembuatan saus cabai. Permasalahan utama yang dihadapi petani adalah harga cabai yang rendah saat panen raya dan kerugian akibat cabai yang cepat rusak karena tidak ada penanganan pasca panen. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan prinsip learning by doing meliputi sosialisasi, persiapan bahan dan alat, pelatihan pembuatan saus cabai (perebusan, penghancuran, pencampuran bumbu, pemanasan, dan pengemasan), pendampingan praktik peserta, serta evaluasi melalui diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan dan pemahaman peserta mengenai teknologi pengolahan cabai, terbentuknya produk lokal “SCW-Saus Cabai Wowoli”, serta adanya rencana tindak lanjut dalam aspek legalitas dan pemasaran. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan nilai tambah cabai, penguatan ekonomi lokal, dan pemberdayaan masyarakat anggota kelompok tani
Edukasi Pengelolaan Sampah pada Lokasi Wisata Bahari Kelompok Sadar Wisata Pantai Barane Kecamatan Banggae Timur
The issue of marine debris is part of the Sustainable Development Goals (SDGs) topic, especially on agenda 12 related to responsible consumption and production and agenda 14 marine ecosystems. The existence of community activities on the coast including tourism can be a source of marine debris problems because they contribute to the increase in waste from tourists. Barane Beach, Majene Regency is a tourism development area where one of the groups actively managing the area is the Barane Beach Tourism Awareness Group (POKDARWIS). The method of implementing activities using the counseling method and technology procurement includes three stages, namely: (1) coastal clean-up action, (2) waste management education, and (3) procurement of separate trash bins. The results of the education activities show an increase in public perception regarding the cleanliness of waste at coastal tourist locations and a good understanding of waste management.Isu sampah laut atau marine debris merupakan bagian dari topik Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada agenda 12 terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab dan agenda 14 ekosistem lautan. Adanya aktivitas masyarakat di pesisir termasuk pariwisata dapat menjadi sumber permasalahan sampah laut sebab berkontribusi terhadap peningkatan timbulan sampah sisa wisatawan. Pantai Barane Kabupaten Majene merupakan area pengembangan pariwisata dimana salah satu kelompok yang aktif mengelola area tersebut ialah Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Pantai Barane. Metode pelaksanaan kegiatan dengan metode penyuluhan dan pengadaan teknologi meliputi tiga tahap yaitu : (1) aksi bersih pesisir pantai, (2) edukasi pengelolaan sampah, dan (3) pengadaan tempat sampah terpilah. Hasil edukasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan persepsi masyarakat terkait kebersihan sampah di lokasi wisata pantai serta pemahaman yang baik mengenai pengelolaan sampah.