Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
    595 research outputs found

    Pelatihan Tertib Administrasi Kelompok Pembudidaya Ikan “Mino Djoyo” Pasekan, Yogyakarta

    Get PDF
    This Community Service activity is carried out with the aim of providing understanding, knowledge and skills in an effort to support an orderly administration at KPI “Mino Djoyo”. The background of this program implementation is because KPI “Mino Djoyo” has not properly recorded the financial administration and administration of group activities. The method of implementation is carried out by providing counseling and training which is carried out in two stages. The first counseling was held on October 31, 2020 and was attended by 16 members. The second training was held on November 1, 2020 and was attended by 3 KPI “Mino Djoyo” administrators, namely treasurers, deputy treasurers and secretary representatives. As a result of PkM\u27s activities, KPI “Mino Djoyo” already has administrative books that are well-organized and neat, such as minutes, lists of members & administrators, correspondence books, guest books, cash books, inventory books and simple financial records. Increased understanding and knowledge of the management regarding the importance of orderly administration and how to implement it.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan dalam upaya mendukung tertib administrasi pada KPI “Mino Djoyo”. Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi karena KPI “Mino Djoyo” belum melaksanakan pencatatan administrasi keuangan dan administrasi kegiatan kelompok dengan baik.  Metode pelaksanaan dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan yang dilaksanakan dua tahap. Tahap I berupa penyuluhan tentang tertib administrasi keuangan, sedangkan tahap II berupa pelatihan tertib administrasi keuangan dan tertib administrasi kegiatan. Penyuluhan pertama dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober 2020 dan dihadiri 16 anggota. Pelatihan kedua dilaksanakan pada tanggal 1 November 2020 dan dihadiri 3 pengurus KPI “Mino Djoyo” yaitu bendahara, wakil bendahara dan perwakilan sekertaris. Hasil dari kegiatan PkM, KPI “Mino Djoyo” sudah mempunyai buku administrasi yang tersusun dengan baik dan rapi seperti buku notulen, buku daftar anggota & pengurus, buku surat menyurat, buku tamu, buku kas, buku inventaris dan catatan laporan keuangan sederhana. Terjadi peningkatan pemahaman dam pengetahuan pengurus mengenai pentingnya tertib administrasi dan bagaimana cara melaksanakannya

    Pelatihan Aplikasi Yhomework-Math Solver untuk Meningkatkan Kemampuan Belajar Matematika Siswa SDN Gunung Pasir Jaya selama Pembelajaran dari Rumah

    Get PDF
    Early 2020 the Covid-19 pandemic broke out everywhere, this resulted in the Kemdikbud issuing a home learning program through online learning where all students were not allowed to study in school as before. SDN Gunung Pasir Jaya, which is an implementation of the circular given by Kemdikbud for learning from home. This makes the delivery of subject matter and the interaction between teachers and students less than optimal. Some children have difficulty understanding the material, sepecially in Mathematics. In order to help students reduce the difficulty of understanding the material in Mathematics, independent learning application training for Mathematics subject is provided. The implementation of activities is carried out in several stages, namely preparation, teaching, training, and evaluation. The PKM activity  of the independent learning application for students of SDN Gunung Pasir Jaya has a positive influence on students and teachers alike; and overall, this activity provides knowledge about the use of the Yhomework-Math Solver application as a learning media solution during the teaching and learning process at home.Awal tahun 2020 pandemi Covid-19 merebak dimanapun, hal ini mengakibatkan Kemdikbud mengeluarkan program belajar dari rumah melalui pembelajaran daring (dalam jaringan) dimana semua peserta didik tidak diperbolehkan belajar di sekolah seperti sebelumnya. SDN Gunung Pasir Jaya yang merupakan menerapkan edaran yang Kemdikbud berikan untuk belajar dari rumah. Hal ini membuat penyampaian materi pelajaran serta interaksi antara guru dan murid kurang maksimal. Beberapa anak kesulitan memahami materi terutama pada mata pelajaran Matematika. Dalam rangka membantu para siswa mengurangi kesulitan memahami materi pada mata pelajaran Matematika maka diberikan pelatihan aplikasi belajar mandiri untuk mata pelajaran Matematika. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahap yaitu persiapan, pengajaran, pelatihan, dan evaluasi. Kegiatan PKM Aplikasi Belajar Mandiri bagi siswa SDN Gunung Pasir Jaya memberikan pengaruh yang positif pada siswa dan juga para guru; dan secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan pengetahuan tentang penggunaan aplikasi YHomework-Math Solver sebagai media pembelajaran yang solutif selama proses belajar mengajar di rumah.&nbsp

    Pengenalan Skrining Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Berbasis Guru PAUD di TK Al Fath Desa Gondanglegi Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk

    Get PDF
    PAUD teachers as a pionerr in detecting the children\u27s growth and development. This programe is aim to improve the ability of PAUD teachers in monitoring growth and development of children. The participants of this programe were 9 teachers. The screening training programe was used the KPSP forms which was adapted from the Ministry of Health of Indonesia. This activity was implemented for 3 days using the lecture method, studio display, and role play. The result of this training programe is increasing of knowledge that measured by average score of pretest 45.11; posttest 83.33; skill score 79.89; and 2 children with delay results in aspects of socialization and independence. Screening activities need to be continuously programe in childhood institutions to prevent possibility of deviations in child development.Skrining tumbuh kembang pada anak usia dini merupakan skill yang harus dikuasai oleh guru PAUD. Guru PAUD menjadi gerbang pertama dalam mendeteksi kemajuan tumbuh kembang anak. Pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru PAUD dalam pemantauan tumbuh kembang. Adapun peserta dari pelatihan ini adalah guru PAUD sejumlah 9 orang. Pelatihan skrining dilakukan dengan menggunakan formulir KPSP yang diadaptasi dari Kemenkes tahun 2016. Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari dengan metode ceramah, display studio, dan role play. Hasil dari kegiatan pelatihan ini terdapat peningkatkan pengetahuan yang diukur dari nilai rata-rata pretest sebesar 45,11; nilai rata-rata posttest 83,33; nilai ketrampilan sebesar 79,89; serta 2 anak dengan hasil meragukan dalam aspek sosialisasi dan kemandirian. Kegiatan skrining perlu dilakukan secara kontinu di lembaga pendidikan PAUD untuk mencegah secara dini kemungkinan terjadinya penyimpangan tumbuh kembang anak

    Edukasi Nutrisi dan Optimalisasi Tumbuh Kembang Balita Pada Masa Pandemi COVID19 di Desa Pekajangan Kabupaten Pekalongan

    Get PDF
    nutritional problems have a big cause of child mortality in the world, including in Indonesia. Inadequate nutritional intake for children’s needs is very likely to cause nutritional problems. One of the ways to prevent nutritional problems is providing proper nutrition. Parenting education about detecting growth and development of child and providing nutrition will increase parent’s knowledge for detection of developmental disorders in children. Based on in Kedungwuni District Pekalongan’s data in 2019 there are 34 cases of malnutrition, and its highest case in Kabupaten Pekalongan. The method is detecting growth and development with Stimulation of Early Intervention  Detection Growth and Development and providing  nutrition education for children. The target is mother of children in Pekajangan village. Team doing cooperate with leaders of health care and midwife. The implementation at May-Agustus 2020. The result is increasing ability of children mother about detecting growth and development and increasing of knowledge about toddler nutrition.Masalah gizi memiliki peran besar dalam menyebabkan kematian anak di dunia, termasuk di Indonesia. Asupan nutrisi yang tidak tepat dengan kebutuhan anak sangat berpotensi menyebabkan permasalah gizi. Masalah gizi dapat dicegah salah satunya dengan pemberian asupan nutrisi yang tepat. Edukasi orang tua tentang deteksi tumbuh kembang balita dan pemberian nutrisi pada balita akan meningkatkan pengetahuan orang tua untuk deteksi gangguan tumbuh kembang pada balita dan meningkatkan pengetahuan dalam memberikan asupan nutrisi yang tepat guna mencegah masalah gizi. Data dari Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan pada tahun 2019 terdapat 34 kasus gizi kurang pada balita, dan merupakan angka yang tertinggi di Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah deteksi tumbuh kembang dengan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuk Kembang (SDIDTK) dan pemberian edukasi nutrisi pada balita. Sasaran pada kegiatan ini adalah ibu balita di Kelurahan Pekajangan Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Pelaksana bekerja sama dengan kepala puskesmas Puskesmas Kedungwuni I dan bidan coordinator KIA. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2020. Hasil kegiatan ini adalah peningkatan kemampuan ibu balita dalam deteksi dini tumbuh kembang balita dan peningkatan pengetahuan tentang nutrisi pada balita

    Pelatihan Self Healing Untuk Mengurangi Burnout Konselor Sekolah

    Get PDF
    Training held in Community Service Stimulus Community Partnership Program (PKMS) is intended for counselors. The implementation of Self Healing is designed to reduce Burnout School Counselor, as a solution to problems faced by employees who tend to experience psychological stress, such as stress which may hinder the performance of school counselors. For that counselors and psychologists can facilitate Burnout Prospective school counselors. Organizational changes, such as restructuring and mergers, can result in higher levels of job stress and demands, such as psychological uncertainty about how the change will affect their position, role ambiguity i.e., unclear expectations. Employees indicated that one of the outcomes of psychological stress was Burnout. Burnout is a psychological process produced by work stress that is inseparable and results in emotional exhaustion, personality changes, and decreased feelings of achievement. The training activities were carried out for two days from October 09 to October 10, 2021. The training participants consisted of 20 counselors. The team evaluates the program and the results of self-healing using an instrument in the form of a scale. The scale is used as a pre-test and post-test. Based on the results of the pre-test and post-test ontraining, self-healing participants at the beginning of the activity experienced burnout in the high and medium categories, after thetreatment was carried out self-healing, based on the results of the post-test. burnout counselordecreased in the medium and low categories. It can be concluded thattraining self-healing can reduce burnout counselor.Pelatihan yang diselenggarakan dalam Pengabdian Masyarakat Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ditujukan untuk konselor. Implementasi Self Healing dirancang untuk untuk menurunkan Burnout Konselor Sekolah, sebagai solusi permasalahan yang dihadapi pegawai yang cenderung mengalami tekanan psikologis, seperti stres yang dimungkinkan dapat menghambat kinerja konselor sekolah. Untuk itu konselor dan psikolog dapat memfasilitasi Burnout Calon konselor sekolah.  Perubahan organisasi, seperti restrukturisasi dan merger, dapat menghasilkan tingkat tekanan dan tuntutan pekerjaan yang lebih tinggi, seperti ketidakpastian psikologis tentang bagaimana perubahan akan mempengaruhi posisi mereka, ambiguitas peran yaitu, ekspektasi yang tidak jelas. pegawai menunjukkan bahwa salah satu hasil dari stres secara psikologis adalah Burnout. Burnout merupakan proses psikologis yang dihasilkan oleh stres pekerjaan yang tidak terlepaskan dan menghasilkan kelelahan emosi, perubahan kepribadian, dan perasaan pencapaian yang menurun. Kegiatan pelatihan dilakukan selama dua hari dari tanggal 09 Oktober sampai dengan 10 Oktober 2021. Peserta pelatihan terdiri dari konselor sebanyak 20 orang. Tim melakukan penilaian terhadap program dan hasil self healing dengan menggunakan instrument berupa skala. Skala digunakan sebagai pree test dan post tes. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test pada pelatihan self heaaling peserta diawal kegiatan mengalami burnout dengan kategori tinggi dan sedang, setelah dilaksanakan treatment self heaaling, berdasarkan hasil postt-test burnout konselor menurun pada kategori sedang dan rendah. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan self heaaling dapat menurunkan burnout konselo

    Pengembangan UMKM pada Masa Pandemi Covid-19 dan Pasca Banjir Melalui Budidaya Lele dan Jamur Tiram

    Get PDF
    Cengkok Village, Tarokan District, Kediri Regency has experienced a decrease in the quality and quantity of community income. Apart from being affected by the COVID-19 pandemic, floods often occur. In addition to material and non-material impacts, it also has a direct impact on the economic sector in the village. To improve the economic sector, the service team was moved to help find a way out of the problems of Cengkok Village, especially the economic sector. The purpose of this service is to carry out mentoring and development of MSMEs so that the community can improve the economy and the community can still run their business amidst the COVID-19 pandemic. The method used is the planning stage, the preparation stage, the activity implementation stage and the evaluation stage. The results achieved were the socialization of SME entrepreneurship, socialization of catfish empowerment, distribution of catfish seeds to some people. With the MSME Entrepreneurship Socialization, Catfish Empowerment Socialization, and the distribution of catfish seeds, it can improve the economy of the Cengkok Village community during the COVID-19 pandemic and after the flood.Desa Cengkok, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri mengalami penurunan kualitas maupun kuantitas pendapatan masyarakat. Selain terdampak dari pandemi covid juga seringnya terjadi bencana banjir. Selain dampak material maupun non material juga berdampak langsung pada sektor ekonomi di desa tersebut. Untuk meningkatkan sektor ekonomi, Tim pengabdian tergerak untuk ikut membantu mencari jalan keluar dari permasalahan Desa Cengkok khususnya sektor ekonomi. Tujuan dari pengabdian ini adalah dengan melaksanakan pendampingan dan pengembangan UMKM agar masyarakat dapat meningkatkan perekonomian dan masyarakat tetap bisa menjalankan usaha ditengah pandemi covid-19. Metode yang digunakan yaitu tahap perencanaan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan kegiatan dan tahap evaluasi. Hasil yang dicapai yaitu sosialisasi kewirausahaan UMKM, sosialisasi pemberdayaan lele, pembagian bibit lele kepada sebagian masyarakat. Dengan adanya Sosialisasi Kewirausahaan UMKM, Sosialisasi Pemberdayaan Ikan Lele, dan pembagian bibit lele dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Cengkok di masa pandemi covid-19 maupun pasca banjir

    Upaya Menghadapi Menarche dengan Meningkatkan Pengetahuan Remaja Putri Melalui Menstrual Hygiene Management Comic Book Di Pondok Pesantren Hidayatullah

    Get PDF
    Menstrual hygiene management is the management of hygiene and health when women are menstruating which needs to be considered because during menstruation the uterus is very easily infected. Without proper hygiene management during menstruation, women have a higher risk of being infected with diseases, especially diseases related to reproductive organs. This Community Service activity at the Hidayatullah Islamic Boarding School, Tondo Village, Palu City aims to improve the knowledge and skills of young women in dealing with menarche through Menstrual Hygiene Menagent Comic Book at the Hidayatullah Islamic Boarding School. The methods used in this community service are lectures, discussions and demonstrations. The lecture method is used when providing information regarding preparation for menarche by explaining Hygiene Menagent Comic Book. The discussion method was used during the question and answer session and the practice of preparing for menarche. The demonstration method is used when practicing how to deal with menarche. The ultimate goal of this activity is to provide open insight and additional knowledge about the importance of personal hygiene management during menstruation for young women so that it is hoped that every school can provide Menstrual Hygiene Management Comic Books as a basis for efforts to increase young women\u27s knowledge about dealing with menarche.Manajemen kebersihan menstruasi merupakan pengelolahan kebersihan dan kesehatan pada saat perempuan mengalami menstruasi yang perlu diperhatikan karena pada saat menstruasi rahim sangat mudah terinfeksi. Tanpa pengelolaan kebersihan saat menstruasi, perempuan memiliki risiko yang semakin tinggi untuk terinfeksi penyakit, terutama penyakit terkait alat reproduksi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Pondok Pesantren Hidayatullah, Kelurahan Tondo, Kota Palu ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam menghadapi menarche melalui Menstrual Hygiene Menagent Comic Book di Pondok Pesantren Hidayatullah. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi. Metode ceramah digunakan pada saat pemberian informasi mengenai persiapan menghadapi menarche dengan menjelaskan Hygiene Menagent Comic Book. Metode diskusi digunakan pada saat sesi tanya jawab dan praktek persiapan menghadapi menarche. Metode demonstrasi digunakan pada saat praktek cara menghadapi menarche. Adapun tujuan akhir dari kegiatan ini adalah untuk memberikan keterbukaan wawasan dan tambahan pengetahuan mengenai pentingnya manajemen kebersihan diri pada saat menstruasi bagi remaja putri sehingga diharapkan setiap sekolah dapat menyediakan Menstrual Hygiene Managenment Comic Book sebagai dasar dalam upaya peningkatan pengetahuan remaja putri tentang dalam menghadapi menarche

    Pemeriksaan Antibodi Paska Vaksinasi COVID-19 pada Penduduk di Sekitar Universitas Jenderal Achmad Yani

    Get PDF
    In order to reduce the incidence of COVID-19, the Ministry of Health has thoroughly vaccinated including residents around Jenderal Achmad Yani University, but they don’t know the number of antibodies formed after the COVID-19 vaccination. This activity aims to provide information to residents around UNJANI regarding the number of specific antibodies that their bodies have successfully formed after the COVID-19 vaccination. A total of 50 local residents who have received the COVID-19 vaccination were invited to take part in this activity. Specific antibodies in the participants\u27 blood were examined using the Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) method. The results that have been validated by doctors are informed to the participants. Through laboratory examination, it was found that 66% of participants succeeded in forming specific antibodies above 7 U/ml and 34% of participants below 7 U/ml. The target of this activity has been achieved, residents around UNJANI can find out the number of specific antibodies they have successfully formed after the COVID-19 vaccination.Dalam rangka menekan angka kejadian COVID-19 Kementerian Kesehatan melakukan vaksinasi secara menyeluruh termasuk pada penduduk sekitar Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI), namun mereka belum mengetahui jumlah antibodi yang terbentuk paska vaksinasi COVID-19. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada penduduk sekitar UNJANI mengenai jumlah antibodi spesifik yang berhasil dibentuk tubuhnya paska vaksinasi COVID-19. Sebanyak 50 orang penduduk sekitar yang telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 diundang untuk mengikuti kegiatan ini. Antibodi spesifik dalam darah peserta diperiksa menggunakan metode Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Hasil yang sudah divalidasi dokter diinformasikan kepada para peserta. Melalui pemeriksaan laboratorium diketahui terdapat 66% peserta yang berhasil membentuk antibodi spesifik diatas 7 U/ml dan 34% peserta dibawah 7 U/ml. Target dari kegiatan ini sudah tercapai yaitu penduduk di sekitar UNJANI dapat mengetahui jumlah antibodi spesifik yang berhasil mereka bentuk paska vaksinasi COVID-19

    Media Edukasi Kartu Bergambar untuk Memilah Sampah pada Siswa PAUD Srikandi

    Get PDF
    Environmental communication has shifted to the concept of Sustainable Development Goals (SDGs) or Sustainability Communication. Data from the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) in 2019, Indonesia produces at least 64 million tons of waste piles every year. Based on this data, about 60% of the waste is transported and dumped to the final dump, 10% of the waste is recycled, and the remaining 30% is not managed. In fact, the government has a target in 2025 that waste must be managed 100%. The solution that we can provide as academics in the field of Communication Science is to help teacher to educate their students what is meant by "Throwing garbage in its place". We will design educational media for children as the output of this activity in the form of flashcards that can be used by schools to educate students in sorting organic, non-organic and B3 waste (hazardous and toxic materials). This card is played in groups so that students\u27 knowledge can be measured. The interaction that is built is also quite good between the teacher and students because all children can be controlled in small groups (containing 4-5 people) and have their turn to play cards. The results of the activity proved to be able to increase students\u27 knowledge because the final test results obtained an average of 69.18. So, flash cards effective as an educational medium for sorting waste for ECED students.Komunikasi lingkungan telah bergeser ke konsep Sustainable Development Goals (SDGs) atau Komunikasi Berkelanjutan. Berdasarkan data KLHK, sekitar 60% sampah diangkut dan dibuang ke tempat pembuangan akhir, 10% sampah didaur ulang, dan 30% sisanya tidak dikelola. Pemerintah menargetkan pada 2025 sampah harus dikelola 100%. Solusi yang dapat penulis berikan sebagai civitas akademika di bidang Ilmu Komunikasi adalah membantu menyebarluaskan informasi tentang "Membuang sampah pada tempatnya". Penulis merancang media pendidikan untuk anak-anak sebagai output dari kegiatan ini dalam bentuk kartu bergambar yang dapat digunakan oleh sekolah untuk mendidik siswa dalam memilah sampah organik, non-organik dan B3 (bahan berbahaya dan beracun). Kartu ini dimainkan secara berkelompok agar pengetahuan siswa dapat diukur. Interaksi yang dibangun juga cukup baik antara guru dan siswa karena semua anak dapat dikendalikan dalam kelompok kecil (berisi 4-5 orang) dan mendapat giliran bermain kartu. Hasil kegiatan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan siswa karena hasil tes akhir diperoleh rataan sebesar 69.18. Maka, kartu bergambar dapat dikatakan efektif sebagai media edukasi untuk memilah sampah bagi siswa PAUD

    Pembuatan Kertas pH dari Bahan Alam (Bunga) Sebagai Alternatif Pengganti Indikator Sintetis Di MGMP Kimia Kabupaten Donggala

    Get PDF
    The lack of learning resources, especially practicum infrastructure, causes practicum in schools to not be implemented. The subject of acid-base material which should be in an experiment cannot be applied due to limited indicators. The results of observations in the field showed that students could not distinguish between acidic and basic solutions because they did not get a lesson. Chemistry subject teachers in several high schools in Donggala Regency do not carry out practical work on acid-base materials because they never used natural materials such as flowers as pH paper. Therefore, it is necessary to increase the understanding of teachers regarding the concept of acids and bases and natural materials that can be used as natural indicators to replace synthetic indicators. This service activity was attended by 10 participants consisting of chemistry teachers who are members of the chemistry MGMP of Donggala Regency. Service activities are carried out by understanding the concept of acid-base and the use of natural materials as natural indicators also demonstrating and guidance on making pH paper from natural materials (flowers). This activity provides additional knowledge for teachers in the use of natural materials as a substitute for synthetic indicators in acid-base material practicum so that the quality of learning is expected to increase.Kurangnya sumber belajar terutama prasarana praktikum menyebabkan praktikum di sekolah tidak terlaksana. Pokok bahasan materi asam basa yang seharusnya berpraktikum tidak dapat diterapkan karena keterbatasan indikator. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan siswa tidak bisa membedakan larutan asam dan basa karena tidak mendapat paktikum. Guru mata pelajaran kimia di beberapa SMA di Kabupatem Donggala tidak melaksanakan praktikum pada materi asam basa karena belum pernah menggunakan bahan alam seperti bunga sebagai pembuat bahan kertas pH. Olehnya diperlukan peningkatan pemahaman kepada guru mengenai konsep asam basa dan bahan alam yang dapat digunakan sebagai indikator alami pengganti indikator sintetik. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 10 peserta yang terdiri dari guru-guru kimia anggota MGMP kimia Kabupaten Donggala. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan pemahaman konsep asam basa dan pemanfaatan bahan alam sebagai indikator alami serta melakukan demontrasi dan penbimbingan pembuatan kertas pH dari bahan alam(bunga). Kegiatan ini memberi tambahan pengetahuan bagi guru-guru dalam pemanfaatan bahan alam sebagai bahan pengganti indikator sintetik dalam praktikum materi asam basa sehingga diharapkan kualitas pembelajaran meningkat

    580

    full texts

    595

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇