Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Pelatihan Pengaplikasian POC Limbah Nanas bagi Paguyuban PK-5 Sukowono untuk Mendukung Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Pakan Kupu di Irenggolo Kediri
The daily manager of the Irenggolo Kediri tourist area is a group of residents who are members of PK-5. Based on the results of observations and interviews, it is known that the residents do not know the application of liquid organic fertilizer (POC) and how to make it. The purpose of this activity is to increase the skills of residents in processing waste into fertilizer, as well as being able to apply it to existing plants. The method of implementing this activity is divided into two, namely socialization about the application of POC and the role of plants for the ecosystem; as well as demonstrations of making POCs and training in their application. The results of this activity are in the form of products (1.8 liters of POC pineapple waste from the fermentation process) and the skills of residents in applying POC. As many as 75% of residents can apply POC correctly, and 55% of residents begin to design household waste processing into POC. So it can be concluded that this activity can improve the knowledge and skills of residents.Pengelola harian kawasan wisata Irenggolo Kediri adalah sekelompok warga yang tergabung dalam PK-5. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, diketahui bahwa warga belum mengetahui pengaplikasian pupuk organik cair (POC) dan cara pembuatannya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah keterampilan warga dalam pengolahan limbah menjadi pupuk, serta dapat mengaplikasikan pada tanaman yang sudah ada. Metode pelaksanaan kegiatan ini terbagi menjadi dua, yaitu sosialisasi tentang pengaplikasian POC dan peranan tanaman bagi ekosistem; serta demonstrasi pembuatan POC dan pelatihan pengaplikasiannya. Hasil dari kegiatan ini adalah berupa produk (1.8liter POC limbah nanas dari proses fermentasi) dan keterampilan warga dalam mengaplikasikan POC. Sebanyak 75% warga dapat mengaplikasikan POC dengan benar, dan 55% warga mulai merancang pengolahan limbah rumah tangga menjadi POC Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga
Edukasi Kesehatan: Membangun Kesadaran Good Posture untuk Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Produktifitas Pelajar SMA Muhmamadiyah 03 Tulangan Sidoarjo
Good posture is when the head, shoulders, spine, waist, knees and ankles are all in a straight line. Lack of awareness of students about the importance of maintaining good posture will causes bad posture which has the potential to trigger abnormalities in the spine. This community service program is one of the government\u27s efforts to improve the quality of life and productivity with good posture for students at SMA Muhammadiyah 3 Tulangan, Sidoarjo Regency. This program is expected to increase awareness of good posture in students. The method is education with lectures, practice and demonstration methods by using teaching aids as a tool in the educational process. The measuring to measure posture is using the postural zone and for practicing Mckenzie Exercise and Stretch for neck and shoulder pain using a mat and foam roller props. The successful of this program can be seen from the increase in knowledge by 50%, increasing awareness of good posture in students by 75%, increasing the number of questions from students related to the material presented by 50% and the number of students experiencing a significant increase in pre-test and post-test scores by 70%.Good posture atau posture yang baik adalah ketika kepala, pundak, tulang belakang, pinggang, lutut dan pergelangan kaki semuanya berada di garis lurus. Kesadaran siswa yang kurang akan pentingnya menjaga good posture akan menyebabkan bad posture yang berpotensi memicu kelainan pada tulang belakang. Program pengabdian masyarakat ini sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatan kualiatas hidup dan produktivitas dengan good posture pada pelajar di SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran good posture pada siswa. Metode yang digunakan dalam edukasi ini dengan ceramah, praktik dan demonstrasi menggunakan alat peraga. Adapun alat peraga yang di gunakan saat pengukuran posture menggunakan postural zone dan untuk praktik Mckenzie Exercise dan Stretch for neck and shoulder pain menggunakan alat peraga matras dan foam roller. Output program pengabdian masyarakat ini pada siswa dilihat dari meningkatnya pengetahuan good posture sebesar 50 %, meningkatnya kesadaran good posture pada siswa 75 % , meningkatnya jumlah pertanyaan siswa disampaikan 50 % dan jumlah siswa yang mengalami peningkatan kesadaran good posture signifikan nilai pre test dan post test sebesar 70 %
Pemanfaatan Wadah Plastik Bekas untuk Bertanam Sayuran dalam Ketahanan Pangan Keluarga Masa Pandemi Covid19 Di Desa Padang Luas Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Riau
Currently, the use of plastic containers is increasing which has an impact on landfilling because the material is difficult to decompose. One alternative effort to reduce plastic container waste is to use it as a vegetable growing medium. Vegetables that are grown can be consumed every day, which can increase the family\u27s food, especially during the COVID-19 pandemic which has resulted in a weakening economy. Therefore, this training activity on the utilization of used plastic waste containers was carried out in Padang Luas Village, Tambang Sub District, District Kampar, Riau. This activity aims to provide knowledge, insight and stimulate creativity in processing plastic waste to the community in utilizing used plastic containers to grow vegetables. Methods of training activities include material presentation, demonstration of making plant pots from used plastic, and making plant pots with the community. The training activities have proceeded as planned. The results of the questionnaire after the training activities showed that most of the people gave a positive response and would apply the knowledge they gained from the training. Overall, participant answer really liked (54%) and liked (46%) the use of plant pots from used plastic containers. This training activity can be the beginning of the implementation of the use of used plastic waste to be more useful.Saat ini semakin banyak pemanfaatan wadah plastik yang berdampak terhadap penimbunan sampah karena bahan tersebut sulit terurai. Salah satu alternatif upaya untuk mengurangi sampah wadah plastik adalah memanfaatkannya sebagai tempat media tanam sayuran. Sayuran yang ditanam dapat dikonsumsi setiap hari dapat meningkatkan pangan keluarga apalagi pada saat s adanya pandemic covid-19 yang mengakibatkan ekonomi yang melemah. Oleh karena itu kegiatan pelatihan pemanfaatan sampah wadah bekas plastik ini dilaksanakan di Desa Padang Luas Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, wawasan dan memberikan rangsangan kreativitas dalam mengolah sampah plastik kepada masyarakat dalam memanfaatkan wadah plastik bekas untuk bertanam sayuran. Metode kegiatan pelatihan meliputi pemaparan materi, demonstrasi pembuatan pot tanaman dari plastik bekas, dan pembuatan pot tanaman bersama masyarakat. Kegiatan pelatihan telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Hasil kuisioner setelah kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memberikan respon positif dan akan mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh dari pelatihan. Sebanyak 54% peserta sangat suka dengan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan, sedangkan sisanya memberikan jawaban suka. Kegiatan pelatihan ini dapat menjadi awal dari pelaksanaan penggunaan wadah plastik bekas menjadi lebih bermanfaat
Pelatihan Pembuatan Masker Inovatif Tie Dye Kelompok PKK Kelurahan Dukuh Pakis Surabaya
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengadakan sosialisasi slogan ‘Ingat Pesan Ibu’ pada kelompok ibu-ibu PKK RT 01 RW 01 Kelurahan Dukuh Pakis, pelatihan pembuatan masker tie dye, menciptakan peluang usaha dengan pelatihan branding dan promosi di media online. Metode kegiatan pengabdian yang digunakan ada tiga tahap yaitu, tahap awal, tahap persiapan, dan tahap evaluasi. Hasil yang telah dicapai kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK dapat memahami pentingnya slogan “Ingat Pesan Ibu” dan diharapkan dapat dilaksanakan di lingkup keluarga, mengerti dan mampu membuat masker tie dye, dan mampu menjadikan masker tie dye sebagai peluang usaha keluarga. Kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu PKK Kelurahan Dukuh Pakis.This community service aims to socialize the slogan \u27Remember Mother\u27s Message\u27 to the PKK group of RT 01 RW 01 Kelurahan Dukuh Pakis, training on making tie dye masks, creating business opportunities with branding training and promotion in online media. The method of service activities used there are three stages, namely, the initial stage, the preparation stage, and the evaluation stage. The results achieved by this activity are that PKK mothers can understand the importance of the slogan "Remember Mother\u27s Message" and it is hoped that it can be implemented in the family sphere, understand and be able to make tie dye masks, and be able to make tie dye masks as a family business opportunity. This service activity is very useful for PKK women in Dukuh Pakis Village
Inovasi Pemanfaatan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) dalam Pembuatan Es Krim bagi Ibu Rumah Tangga
Purple sweet potato is not only fresh but can also be added to ice cream products. Diversification of ice cream can be done by adding purple sweet potato which is a traditional food that contains antioxidants and anthocyanins which are good for health. This community service aims to provide knowledge about the various benefits of purple sweet potato from a health aspect. This activity is carried out by means of lectures, discussions and training in product manufacturing. The results obtained are that the housewives of Lamahu village already know the good nutritional content of purple sweet potatoes and can make ice cream products that will train their abilities and can increase family income.Ubi jalar ungu tidak hanya direbus melainkan juga dapat ditambahkan ke dalam produk es krim. Penganekaragaman es krim dapat dilakukan dengan penambahan ubi jalar ungu yang merupakan pangan tradisional yang memiliki kandungan antiokdisan dan antosianin yang baik bagi kesehatan. Pengabdian ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang berbagai manfaat ubi ungu dari aspek kesehatan. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan pelatihan pembuatan produk. Hasil yang diperoleh adalah ibu rumah tangga desa Lamahu sudah mengetahui kandungan nutrisi yang baik pada ubu jalar ungu serta dapat membuata produk es krim yang nantinya akan melatih kemampuan dan dapat menambah pendapatan keluarga
Pengembangan dan Pemberdayaan UMKM Kota Depok Di Masa Pandemi COVID-19
Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia have a very large contribution to the nation\u27s economic condition. The current economic situation affected by the Covid-19 pandemic has almost affected all business sectors, especially the MSME sector. The problems faced by business actors are mainly in terms of marketing or marketing which usually relies on direct sales. Utilization of information technology is expected to be a solution in solving sales, marketing and financial transaction problems of MSME actors. Information technology turned out to be a new thing and very difficult for market traders or business actors. IT-based behavior change for both buyers and sellers requires training and assistance in the areas of sales, marketing and financial transactions. The problem faced by partners today is that partners do not master digital marketing, digital sales and digital financial transactions. The solutions offered are training and assistance in digital marketing, sales and financial transactions. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia sangat besar kontribusinya terhadap kondisi perekonomian bangsa. Keadaan ekonomi saat ini yang terdampak karena adanya pandemic Covid-19 hampir terkena pada semua sektor usaha, terutama sektor UMKM Permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha adalah terutama dalam hal Marketing atau pemasaran yang biasanya mengandalkan penjualan langsung. Pemanfaatan teknologi informasi diharapkan dapat menjadi solusi dalam memecahkan masalah penjualan, pemasaran dan transaksi keuangan pelaku UMKM. Teknologi informasi ternyata menjadi hal baru dan sangat kesulitan bagi para pedagang pasar atau pelaku usaha. Perubahan perilaku berbasis IT baik pembeli dan penjual memerlukan pelatihan dan pendampingan di bidang penjualan, pemasaran dan transaksi keuangan. permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah Mitra tidak menguasai pemasaran melalui digital, penjualan melalui digital dan transaksi keuangan secara digital. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan dan pendampingan pemasaran, penjualan dan transaksi keuangan secara digital
Pemahaman Peternak Sapi Tentang Kandungan Nutrisi Limbah Pertanian dalam Efisiensi Pakan
The availability of animal feed is one of the main factors that must be considered by farmers to achieve business success. Service activities aim to assist farmers in understanding the use of agricultural waste as a source of feed as a cost efficiency solution. The activity method uses a participatory approach, the service team as a facilitator or study partner and farmers as active subjects in the activity. The activity was carried out in the Sri Lestari farmer/livestock group, Semen Village, Semen District, Kediri Regency. The results obtained in this activity are that cattle breeders do not understand the nutritional content of feed from agricultural waste, but most of the farmers have used agricultural waste for animal feed. In conclusion, the understanding of farmers regarding the nutrients contained in plant waste needs to be continuously improved, and further activities are needed, especially techniques for improving animal feed nutrition.Ketersediaan pakan ternak adalah salah satu factor utama yang harus diperhatikan peternak untuk mencapai keberhasilan usahanya. Kegiatan pengabdian bertujuan membantu peternak dalam memahami pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber pakan sebagai solusi efiseinsi biaya. Metode kegiatan dengan pendekatan partisipatoris, tim pengabdian sebagai fasilitator atau teman belajar dan peternak sebagai subyek aktif dalam kegiatan. Kegiatan dilakukan pada kelompo tani/ternak Sri Lestari Desa Semen Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah peternak sapi kurang memahami kandungan nutrisi pakan dari limbah pertanian, namun sebagian besar peternak sudah memanfaatkan limbah pertanian untuk pakan ternak. Simpulan pemahaman peternak berkaitan dengan nutriisi yang terkandung pada limbah tanaman perlu terus ditingkatkan, dan diperlukan kegiatan lanjutan khusunya teknik meningkatkan nutrisi pakan ternak
Peningkatan Kualitas Pelayanan Kader Kesehatan TBC Desa Grujugan Melalui Pembuatan Aplikasi Lapor TBC
Indonesia ranks 3rd as the country with the most tuberculosis (TB or TB) sufferers in the world, after India and China. To support international programs and reduce the number of TB spreads in Indonesia, one of the areas designated as TB Alert village since 2021 is Grujugan Village, Gapura District, Sumenep Regency. Based on data from the Gapura Health Center in 2020, the Gapura Community Health Center contributed 3.5% of the total TB patients in Sumenep Regency, the main locus of TB patients in Gapura sub-district is Grujugan village. After being designated as a TB Alert village, the local village government formed 25 TB health cadres. In the process of screening, mentoring and supervising taking ODTB (People with TB) drugs in Grujugan village, several main problems were found; (1) The village government as the leading sector of TB eradication in Grujugan village does not have access to obtain the latest data regarding the total number and who the local population has screened for TB. (2) The village government receives data on the results of screening and TB suspects in the form of paper forms, so that the data received is only in the form of paper reports that are archived in a modest manner. (3) Supervision of taking medication for residents who are tested positive for TB is carried out manually, such as visiting ODTB\u27s (People With TB) homes or reminding them via telephone. (4) There are still residents who are declared as ODTB stop taking medication, this is because ODTB experience anxiety, cold sweats, feel pain in several parts of the body after taking TB medication. (5) The community of Grujugan village is saturated with TB socialization activities carried out by TB health cadres, this is also because the health cadres have not received training in communication skills and self-healing to reduce anxiety for ODTB. This PKM implementation method is divided into four stages; (1) planning, (2) implementation: making the TB Report application as well as training & mentoring in communication skills, (4) activity evaluation and (5) PKM results reporting. The output of this service activity is to improve the service quality of TB health cadres in monitoring the spread of TB to be more effective up to 70% through the use of the TB Report application and improving communication skills for TB health cadres.Indonesia menempati urutan ke-3 sebagai negara dengan penderita tuberkulosis (TB atau TBC) terbanyak di dunia, setelah India dan Tiongkok. Untuk mendukung program internasional dan menekan jumlah penyebaran TBC di Indonesia, Salah satu daerah yang ditetapkan sebagai desa Sigap TBC sejak tahun 2021 adalah Desa Grujugan Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep. Berdasarkan data puskesmas Gapura Tahun 2020 puskesmas Gapura menyumbangkan 3,5% dari total penderita TBC di Kabupaten Sumenep, lokus utama penderita TBC di kecamatan Gapura adalah desa Grujugan. Pasca ditetapkan sebagai desa Siaga TBC, pemerintah desa setempat membentuk kader kesehatan TBC sebanyak 25 orang anggota kader. Dalam Proses screening, pendampingan dan pengawasan minum obat ODTB (Orang Dengan TB) di desa Grujugan ditemukan beberapa permasalahan utama; (1) Pemerintah desa sebagai leading sektor pemberantasan TBC di desa Grujugan tidak memiliki akses untuk memperoleh data terbaru terkait total jumlah dan siapa saja penduduk setempat yang telah melakukan screening TBC. (2) Pemerintah desa menerima data hasil screening dan suspek TBC dalam bentuk formulir kertas, sehingga data yang diterima hanya berupa laporan kertas yang diarsip seadanya. (3) Pengawasan minum obat bagi warga yang dinyatakan positif TBC dilakukan dengan cara manual, seperti berkunjung kerumah ODTB (Orang Dengan TB) atau mengingatkan via telpon. (4) Masih terdapat warga yang dinyatakan sebagai ODTB berhenti minum obat, hal ini dikarenakan ODTB mengalami kecemasan, keringat dingin, merasa nyeri di beberapa bagian tubuh setelah minum obat TB. (5) Masyarakat desa Grujugan jenuh dengan kegiatan sosialisasi TB yang dilakukan oleh kader kesehatan TBC, hal ini juga dikarenakan para kader kesehatan belum mendapatkan pelatihan keterampilan komunikasi dan self healing mengurangi kecemasan bagi ODTB. Metode pelaksanaan PKM ini terbagi dalam empat tahap; (1) perencanaan, (2) pelaksanaan:pembuatan aplikasi Lapor TBC serta pelatihan & pendampingan keterampilan komunikasi, (4) Evaluasi kegiatan dan (5) Pelaporan hasil PKM. Luaran dari kegiatan pengabdian ini berupa peningkatan kualitas pelayanan kader kesehatan TBC dalam pengawasan penyebaran TBC menjadi lebih efektif sampai 70% melalui penggunaan aplikasi Lapor TBC dan peningkatan keterampilan komunikasi bagi para kader kesehatan TBC
Pengembangam Softskill Social Media Marketing Bagi Komunitas Wanita Disabilitas (HWDI Provinsi Jawa Barat)
This community service has a goal, namely to foster motivation from participants to develop entrepreneurial insight and to have expertise and confidence in the use of social media as a marketing process for business products. The methods for implementing this service are lectures, discussions/questions, answers, practice/simulations, and games. The results of this service are that the participants understand the concept of entrepreneurship much better with the motivation given, participants are able to identify the difference between conventional and digital marketing, and participants know and are able to apply the concept of social media marketing in their business products. The conclusion of this service is that the participants have the enthusiasm and entrepreneurial spirit for women with disabilities, especially in the city of Bandung to continue to work and develop their skills, grow to understand and develop digital marketing communication strategies and grow the ability to pack persuasive messages through ideal communication skills. This is based on the current conditions where there are more and more businesses, so it requires the readiness of entrepreneurs to package messages ideally and quickly. This step can be done by using social media as a marketing tool or what is known as social media marketing.Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan ini memiliki tujuan, yaitu menumbuhkan motivasi dari peserta untuk mengembangkan wawasan wirausaha dan untuk memiliki keahlian serta keyakinan dalam penggunaan media sosial sebagai proses pemasaran produk usaha yang dijalani. Adapun metode pelaksanaan pengabdian ini, yaitu ceramah, diskusi/tanya jawab, praktek/simulasi, dan permainan. Adapun hasil dari pengabdian ini, yaitu para peserta jauh lebih memahami konsep wirausaha dengan adanya motivasi yang diberikan, peserta mampu mengindetifikasikan perbedaan antara pemasaran konvensional dan digital, peserta mengetahui dan mampu menerapkan konsep social media marketing dalam produk usahanya. Simpulan dari pengabdian ini para peserta memiliki semangat dan jiwa kewirausahaan bagi para wanita disabilitas khususnya di kota Bandung untuk terus berkarya dan mengembangkan keahliannya, menumbuhkan pemahaman dan mengembangkan strategi komunikasi pemasaran digital, dan menumbuhkan kemampuan dalam mengkemas pesan persuasif melalui kemampuan berkomunikasi yang ideal. Hal tersebut didasarkan pada kondisi saat ini dimana bisnis semakin banyak, sehingga membutuhkan kesiapan para pengusaha dalam mengkemas pesan secara ideal dan cepat. Langkah tersebut dapat dilakukan dengan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran atau yang dikenal dengan pemasaran media sosial
Peningkatan Kemampuan Berpidato Berbahasa Inggris Siswa SMK Di Kabupaten Tegal
The ability to communicate using words or speaking is an ability that must be mastered by students in this millennium era. One of the ways to improve this speaking skill is through learning activities in the classroom. However, online learning that was implemented during the COVID19 pandemic has reduced students\u27 opportunities and enthusiasm to learn how speak well through practicing with teachers. The purpose of holding this Community Service is to be able to improve and provide more knowledge to students, especially high school students (SMK) about how to speak, especially speaking in English. This service method is carried out through intensive question and answer to find out the obstacles and obstacles felt by students in speaking or making speeches in English. This online community service was attended by 40 participants from various backgrounds, both students (students and students) and teachers (lecturers and teachers). Many participants began to dare to speak both to ask questions and to express their opinions. From the implementation of this community service, it can be seen that students need face-to-face learning activities where they can talk/communicate directly to their teachers and friends without going through media intermediaries such as online learning activities today.Kemampuan berbicara merupakan kemampuan yang wajib dikuasai oleh pelajar di era milenium ini. Kemampuan berbicara ini bisa diasah salah satunya melalui aktifitas belajar di dalam kelas. Akan tetapi, pembelajaran online yang diterapkan selama pandemi COVID19 berlangsung ini menurunkan kesempatan dan semangat siswa untuk belajar berbicara melalui praktik berbicara dengan Guru. Tujuan diadakannya Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk bisa meningkatkan dan memberikan pengetahuan lebih kepada siswa terutama siswa Sekolah Menengah Atas (SMK)tentang bagaimana berbicara khususnya berpidato menggunakan bahasa Inggris. Metode pengabdian ini dilakukan melalui tanya jawab intensif untuk mengetahui kendala dan hambatan yang dirasakan oleh peserta didik dalam berbicara atau melakukan pidato berbahasa Inggris. Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan secara online ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai kalangan, baik pelajar (siswa dan mahasiswa) maupun pengajar (dosen dan guru). Banyak peserta yang mulai berani untuk berbicara baik untuk bertanya maupun untuk menyampaikan pendapat. Dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dapat dilihat jika peserta didik membutuhkan suatu kegiatan pembelajaran tatap muka yang mana mereka bisa berbicara/ berkomunikasi secara langsung tanpa melalui perantara media seperti kegiatan pembelajaran online sekarang ini