Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
    595 research outputs found

    Pemberdayaan UMKM Sebagai Usaha Meningkatkan Kualitas Pemasaran Produk Di Padukuhan Dukuhsari Wonokerto Turi Sleman

    Get PDF
    Community Service Community Service activities aim to empower the MSME community to improve product quality amid the Covid-19 outbreak that hit Indonesia. The fact is that it has an impact on economic aspects, especially MSMEs, to become stagnant. As a result, most MSME actors are hampered and even end up in bankruptcy. This is why MSME business actors change their sales plans through the digitalization program. The digitalization program in question maximizes the marketplace and establishes social media as a marketing procedure. In addition, digital MSME actors are required to be able to work with netizens when selling products and services. Thus, the plan to continue the sustainability of digital MSMEs can be one of the preferences in developing businesses amid the Covid-19 outbreak.Kegiatan pengabdian masyarakat KKN bertujuan untuk memberdayakan masyarakat UMKM dalam meningkatkan kualitas produk di tengah wabah Covid-19 melanda Indonesia. Faktanya memang berdampak kepada aspek ekonomi terkhusus UMKM menjadi stagnan. Akibatnya sebagian besar pelaku UMKM menjadi terhambat bahkan berakhir pada kebangkrutan. Penyebab inilah yang mewujudkan pelaku usaha UMKM untuk mengganti rencana penjualan melalui program digitalisasi. Program digitalisasi yang dimaksud yaitu dengan memaksimalkan market place dan menetapkan media sosial sebagai tata cara pemasaran. Disamping itu pelaku UMKM digital diwajibkan bisa bekerja sama dengan warganet ketika melakukan penjualan produk dan jasa. Dengan demikian rencana untuk melanjutkan keberlangsungan UMKM digital dapat menjadi salah satu prefensi dalam mengembangkan usaha di tengah wabah Covid-19

    Program Pengintegrasian Teknologi dalam Pembelajaran untuk Guru SD/MI Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang

    Get PDF
    The purpose of this technology integration program in learners is to learn about how to make interesting learning videos and apply e-learning. It is hoped that in this community service activity, teachers can master interactive and interesting learning media in the form of learning videos and apply them to e-learning. The implementation of this community service activity is in the form of presentations regarding the introduction of learning media, OBS software, e-learning, and how to make learning videos. The method used is the preparation of materials and software, implementation methods related to how to operate OBS software, and e-learning and practical methods are carried out in the form of making interactive learning video media according to the material taught by the teacher. The evaluation was carried out in this training by observing the differences in the skills of teachers in making learning videos after the implementation of the training. Based on the results that have been achieved. The evaluation of the results training was assessed from the participation and practical assignments of making interactive videos according to the material taught by the teacher. Then the results of making interactive learning videos are implemented in the schools of each SD/MI teacher.Tujuan dari program pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran ini adalah mempelajari tentang cara membuat video pembelajaran yang menarik dan menerapkan elearning pada guru SD/MI Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Diharapkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini guru dapat menguasai media pembelajaran interaktif dan menarik dalam bentuk video pembelajaran serta menerpkannya pada elearning. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakt ini dalam bentuk presentasi mengenai pengenalan media pembelajaran, software OBS, elearning, dan cara membuat video pembelajaran. Metode yang digunakan adalah persiapan materi dan software, metode pelaksanaan terkait cara mengoperasikan software OBS dan elearning serta metode praktik dilakukan dalam bentuk pembuatan media video pembelajaran interaktif sesuai dengan materi yang diajarkan oleh guru. Evaluasi yang dilakukan dalam pelatihan ini dengan mengamati perbedaan keterampilan guru dalam membuat video pembelajaran setelah pelaksanaan pelatihan. Berdasarkan hasil yang telah dicapai oleh guru SD/MI kecamatan karangploso terlihat peningkatan kemampuan yang cukup tinggi dibandingkan sebelum kegiatan pelatihan. Evaluasi hasil pelatihan dinilai dari partisipasi dan tugas praktik pembuatan video interaktif sesuai dengan materi yang diajarkan guru. Kemudian hasil pembuatan video pembelajaran interaktif diimplementasikan di sekolah masing-masing guru SD/MI sesuai dengan kelas dan materi yang diajarkan

    Pemberdayaan Keluarga dalam Pengasuhan Anak dengan Parenting Education dan Optimalisasi Peran Guru dalam Deteksi Dini Perkembangan Anak di TK Aisyiyah Sukodono Sidoarjo

    Get PDF
    The Covid-19 pandemic has changed all activities in all fields, including the field of education. Early childhood education plays an important role in the mental and character formation of children. Parents must always update their knowledge to be able to educate and care for children according to age and development of the times. During the pandemic, the learning process at Aisyiyah Sukodono Kindergarten was mostly done online, this made it difficult for parents to accompany their children to study at home, besides that teachers had never received training on early detection of child development. This activity aims to optimize the skills of parents in caring for children according to age stages and empower teachers to be able to detect early development of their students. The Service Method is by providing counseling to the guardians of Aisyiyah Sukodono Sidoarjo Kindergarten students about positive parenting to optimize children\u27s potential and providing training on early detection of child growth and development with a developmental pre-screening questionnaire (KPSP) for Aisyiyah Sukodono Sidoarjo Kindergarten teachers. This community service activity was attended by 23 parents and 8 teachers. Based on the results of the assessment before participating in parenting education activities, most of the parents (71%) had less knowledge about parenting, and after participating in the activity, most of the parents (54%) had good knowledge about parenting. Meanwhile, for teachers, before training all of them could not use KPSP and after training, all of them became able to use KPSP for early detection of developments. This shows that there is an increase in the knowledge of parents about child care and teachers are able to carry out early detection of developments with KPSP.Pandemi Covid-19 merubah segala aktifitas di segala bidang termasuk bidang pendidikan. Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam pembentukan mental dan karakter anak. Orang tua harus senantiasa memperbarui ilmunya agar mampu mendidik dan mengasuh anak sesuai usia dan perkembangan zaman. Selama masa pandemi, proses pembelajaran di TK Aisyiyah Sukodono sebagian besar dilakukan secara online, hal ini membuat orang tua merasa kesulitan dalam medampingi anak belajar dirumah, selain itu juga guru belum pernah mendapatkan pelatihan tentang deteksi dini perkembangan anak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengotimalkan ketrampilan orang tua dalam mengasuh anak sesuai tahapan usia dan memberdayakan guru untuk dapat mendeteksi secara dini perkembangan anak didiknya. Metode Pengabdian dengan memberikan penyuluhan kepada wali murid TK Aisyiyah Sukodono Sidoarjo tentang positive parenting untuk mengoptimalkan potensi anak dan memberikan pelatihan deteksi dini tumbuh kembang anak dengan kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP) pada guru TK Aisyiyah Sukodono Sidoarjo. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dikuti oleh 23 wali murid dan 8 guru. Berdasarkan hasil penilaian sebelum mengikuti kegiatan parenting education sebagian besar wali murid (71%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang pengasuhan anak, dan setelah mengikuti kegiatan, sebagian besar wali murid (54%) pengetahuan ibu tentang pengasuhan anak menjadi baik. Sedangkan untuk guru, sebelum pelatihan seluruhnya belum bisa menggunakan KPSP dan setelah pelatihan seluruhnya menjadi bisa menggunakan KPSP untuk deteksi dini perkembangan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua tentang pengasuhan anak, kegiatan ini berdampak langsung bagi orang tua khususnya ibu karena mereka menjadi tahu kesalahannya selama ini dalam mengasuh anak sehingga ke depan dapat memperbaikinya serta para guru menjadi mampu melakukan deteksi dini perkembangan dengan KPSP dan akan menggunakan KPSP untuk deteksi dini adanya penyimpangan atau keterlambatan perkembangan anak didiknya

    Pelatihan Inovasi Pembuatan Kue Tradisional Berbahan Dasar Singkong Bagi Ibu Rumah Tangga Sebagai Upaya Meningkatkan Penghasilan Keluarga

    Get PDF
    Benda Baru Village, located in Pamulang sub-district, South Tangerang, has the potential for local food ingredients in the form of cassava which is generally processed simply for own consumption or sold as a home-based business. This simple processing causes the value and selling price of the product to be low. This community service activity aims to improve the ability of the Benda Baru village community in processing cassava and innovate traditional cake making that can increase the selling value of processed cassava products as an effort to improve family welfare. This activity was attended by 19 participants who are housewives in the Benda Baru sub-district which were carried out online using lectures, demonstrations, and evaluation methods. Evaluation of activities is carried out by filling out a pre-test and post-test by participants which is then calculated by using a gain test, as well as filling out a questionnaire on the satisfaction of the activity implementation. Gain-score results obtained a value of 0.8 which means that there is an high increase in the knowledge of participants. The results of the questionnaire stated that community service activity went well, the material was conveyed clearly, and sparked the interest of the training participants to try to practice the cake that was demonstrated. Based on the results of the gain test and filling out the questionnaire, it can be concluded that this community service activity went well, had a positive impact on the training participants, became an inspiration for fulfilling family snacks, and was used as a business opportunity to help improve the family economy.Kelurahan Benda Baru yang berada di kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan memiliki potensi bahan pangan lokal berupa singkong yang umumnya diolah secara sederhana untuk dikonsumsi sendiri atau dijual sebagai usaha rumahan. Pengolahan secara sederhana tersebut menyebabkan nilai dan harga jual produk menjadi rendah. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat kelurahan Benda Baru dalam mengolah singkong serta melakukan inovasi pembuatan kue tradisional yang dapat meningkatkan nilai jual produk olahan singkong sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta yang merupakan ibu rumah tangga di kelurahan Benda Baru yang dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi, dan evaluasi secara daring. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pengisian pre-test dan post-test oleh peserta kegiatan yang kemudian dihitung dengan uji gain, serta pengisian angket kepuasan pelaksanaan kegiatan oleh peserta. Hasil Gain-score diperoleh nilai sebesar 0,8 yang artinya terdapat peningkatan pengetahuan peserta berada pada kategori tinggi. Hasil pengisian angket oleh peserta kegiatan menyatakan bahwa kegiatan berjalan dengan baik, materi tersampaikan dengan jelas, dan memicu minat peserta pelatihan untuk mencoba mempraktekan kue yang di demonstrasikan. Berdasarkan hasil uji gain dan pengisian angket dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan baik, berdampak positif bagi peserta pelatihan, menjadi inspirasi pemenuhan kudapan keluarga, serta dijadikan peluang usaha untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarga

    Pelatihan Self Management bagi Keluarga dengan Resiko DM Di Desa Kuanheum Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Di Provinsi NTT

    Get PDF
    Diabetes Mellitus is a chronic degenerative disease which if not treated seriously will cause serious problems which of course can threaten a person\u27s life. The number of DM sufferers in the village of Kuenheum is 20 people. Sufferers and families explain the lack of information about the management and prevention of diabetes mellitus. The method of community service activities is training for families with DM sufferers. The expected outcome after the implementation of the activity is to increase the family\u27s understanding of DM management. The result of this activity is a family handbook module, which is patented and HKI No. EC00202054759, 1 December 2020. Video uploaded to Youtube and the achievement target of this activity can be 100% carried out well.Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis degeneratif yang jika tidak ditangani dengan tepat akan menimbulkan masalah serius yang tentunya bisa mengancam kehidupan seseorang. Jumlah Penderita DM di desa Kuenheum sebanyak 20 orang. Penderita dan keluarga menjelaskan kurang terpapar terhadap informasi tentang pencegahan dan penanganan diabetes melitus. Metode kegiatan pengabdian masyarakat adalah pelatihan kepada keluarga dengan penderita DM. Target luaran yang diharapkan setelah pelaksanaan kegiatan adalah meningkatkan pemahaman keluarga tentang managemen DM. Hasil kegiatan ini adanya modul pegangan oleh keluarga, yang dipatenkan dan HKI No. EC00202054759, 1 Desember 2020.Video yang diupload ke Youtube dan target capaian kegiatan ini 100% dapat terlaksana dengan baik. Pengetahuan keluarga tentang managemen diri penderita DM meningkat dan berkomitment untuk bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari

    Inovasi Teknologi Produk Unggulan Kerajinan Cobek Selo Parang Kampung KB Desa Tulungrejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang

    Get PDF
    The lack of technology is one of the barriers for someone to be more developed than before. Science and technology today are the backbones of economic development. This is what happened in the family planning village (KB) in Tulungrejo Village, Ngantang District, Malang Regency. The low level of technology is one of the obstacles to maintaining product quality and the health of the majority of Tulungrejo villagers. The abundance of raw materials obtained directly from the mountain is not matched by this increasingly sophisticated technology, causing the production process to be underdeveloped. On the other hand, the residents of Tulungrejo Village seem to have forgotten the importance of using personal protective equipment. The production process still uses traditional equipment so that the manufacturing and marketing processes are hampered. The manufacture of cobek lathes is expected to improve quality, speed, and reduce risks to health. Because the equipment used by the majority of the KB village community in Tulungrejo village uses personal protective equipment that is not following what it should be. One of them is not wearing a mask according to national standards, so it has the potential for health because the dust generated from the mortar manufacturing process can interfere with breathing. The result is that the use of a lathe can cut production time faster than the use of a grinder that is usually used by residents to produce the mortar, the work is neater and even, the production time is faster than the use of a grinder, and in terms of K3 the use of a lathe is safer because the mortar is direct. clamped on the lathe so that it is stronger and the resulting dust can be minimized with water cooling media.Rendahnya teknologi menjadi salah satu penghambat seseorang untuk lebih berkembang dari sebelumnya. Ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi. Hal ini lah yang terjadi pada kampung keluarga berencana (KB) Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Rendahnya suatu teknologi menjadi salah satu penghambat untuk menjaga kualitas produk dan kesehatan mayoritas warga desa Tulungrejo. Melimpahnya bahan baku yang didapat langsung dari gunung tidak diimbangi dengan teknologi yang semakin canggih ini, sehingga menyebabkan kurang berkembangnya proses produksi tersebut. Disisi lain, warga Desa Tulungrejo seperti melupakan akan pentingnya pemakaian alat pelindung diri. Proses produksi masih menggunakan peralatan tradisional sehingga proses pembuatan dan pemasaran menjadi terhambat. Pembuatan mesin bubut cobek diharapkan dapat meningkatkan kualitas, kecepatan, dan mengurangi resiko pada kesehatan. Karena peralatan yang digunakan mayoritas masyarakat kampung KB desa Tulungrejo menggunakan alat pelindung diri (APD) yang tidak sesuai dengan seharusnya. Salah satunya yaitu dengan tidak memakai masker sesuai standart nasional, sehingga berpotensi pada kesehatan karena debu yang dihasilkan dari proses pembuatan cobek dapat mengganggu pernafasan. Hasilnya penggunaan mesin bubut dapat memangkas waktu produksi lebih cepat dari penggunaan gerinda yang biasa digunakan warga untuk memproduksi cobek tersebut, hasil pekerjaan lebih rapi dan rata, waktu produksi menjadi lebih cepat dibanding penggunaan gerinda, dan dari segi K3 penggunaan mesin bubut lebih aman karena cobek langsung dijepit pada mesin bubut sehingga lebih kuat dan debu yang dihasilkan dapat diminimalisir dengan media pendingin air

    Pendidikan Kritis tentang Teknik Audit Sosial terhadap Pelaksanaan Program Pembangunan Desa

    No full text
    Through the social audit, villagers can control, supervise, and evaluate certain development programs or activities that have been implemented by the village government, because social audit can be positioned as a variant of public participation oriented towards the realization of democratic governance. This critical learning facilitation was held in the context of social awareness to expand the understanding of villagers about social audit techniques based on principles, benefits, and ideal stages while at the same time fostering the commitment of the village government to apply the principles of transparency and accountability in development management, including providing access to information disclosure related to the village planning and budgeting documents so that it can be known by the citizens as a whole. This community service activity involved dozens of residents and the village government officials as participants and was carried out during March 2018 in the Rabakodo Village, Woha District, Bima Regency, West Nusa Tenggara Province by applying special learning methods in the form of various lectures to convey the conceptual substance of social audit that must be understood by program participants, as well as practices to demonstrate the social audit work process that can be directly observed and practised by them. These facilitation activities produce outputs in the form of recommendations from residents to the village government so that (1) public participation in the planning-budgeting process, including the activities in the field of village development, community building, and community empowerment must be provided in large portions by the village government for the sake of democratic and inclusive management of the village development; (2) The village government must act transparently and responsively to the needs of the residents, and prioritize a persuasive approach when facing their demands; and (3) villagers must always actively participate in all stages of the village development management, especially in planning, budgeting, implementing, and monitoring phases.Melalui audit sosial, warga desa dapat mengontrol, mengawasi, dan mengevaluasi program atau kegiatan pembangunan tertentu yang telah dilaksanakan oleh pemerintah desa, karena audit sosial sejatinya berposisi sebagai varian partisipasi publik berorientasi perwujudan tata kelola pemerintahan demokratis. Kegiatan fasilitasi belajar kritis ini diselenggarakan dalam rangka penyadaran sosial untuk perluasan pemahaman warga desa tentang teknik audit sosial berbasis prinsip, manfaat, dan tahapan idealnya sekaligus menyemai komitmen pemerintah desa untuk menerapkan prinsip tranparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pembangunan termasuk menyediakan akses keterbukaan informasi terkait dokumen perencanaan dan penganggaran desa agar dapat diketahui warga secara utuh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan puluhan warga dan aparatur pemerintah desa sebagai peserta dan telah dilaksanakan selama bulan Maret 2018 lalu di Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan menerapkan metode pembelajaran khusus berupa ceramah bervariasi untuk menyampaikan substansi konseptual audit sosial yang wajib dimengerti partisipan program, serta demonstrasi dan praktek untuk menunjukkan proses kerja audit sosial yang dapat diamati secara langsung dan dipraktekkan oleh mereka. Kegiatan fasiitasi tersebut menghasilkan output berwujud rekomendasi warga kepada pemerintah desa agar (i) partisipasi warga dalam proses perencanaan-penganggaran desa, termasuk pada tahap implementasi kegiatan di bidang pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat wajib disediakan dalam porsi besar oleh pemerintah desa demi predikat demokratis dan inklusifnya pengelolaan pembangunan desa; (ii) pemerintah desa mesti bertindak transparan dan responsif terhadap kebutuhan warga serta mengedepankan pendekatan persuasif ketika menghadapi tuntutan warga; dan (ii) warga harus selalu aktif mengikuti semua tahapan pengelolaan pembangunan desa, terutama pada perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasannya

    Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan pada Pondok Pesantren Al I’tishom Berbasis Komputerisasi

    Get PDF
    Al I\u27tishom Islamic Boarding School Kubu Raya is a boarding school that was just established in 2020. The funds that go to Al I\u27tishom Islamic Boarding School for the construction of mosques, dormitories, and teachers\u27 residences require the management to make thorough, neat, and transparent reports. . After the issuance of the Decree of the Ministry of Law and Human Rights on behalf of the Spreading Light of Science Foundation which oversees the Al I\u27tishom Islamic Boarding School, the Al I\u27tishom Islamic Boarding School Board has a new obligation, namely related to government regulations that require foundations to report financial statements. Based on these two problems, the proposed solution is to provide training in the preparation of computer-based financial reports. The purpose of this activity is to improve Islamic boarding school human resources in compiling computerized financial reports and according to accounting standards. The implementation of this activity uses a participatory approach with activity stages starting from observation/interviews for needs analysis, preparation, training, mentoring, and finalizing financial reports. The results of this activity enable Islamic boarding school HR to record financial transactions in an orderly manner, operate financial applications (Ai-Lemdik) properly, and understand the basics of accounting according to Islamic boarding school accounting standards. The conclusion of this activity shows that training must be accompanied by assistance to achieve maximum results. Islamic boarding school HR admitted that it was really helped in understanding the basics of Islamic boarding school accounting and the implementation of financial records through computerization with assistance, especially direct assistance (face to face). The use of Ai-Lemdik is very helpful for the Islamic boarding school financial team in carrying out financial bookkeeping. So that the output in the form of the financial statements of the Al I\u27tishom Islamic Boarding School in 2020 can be completed.Pondok Pesantren Al I’tishom Kubu Raya merupakan pondok pesantren yang baru berdiri tahun 2020. Dana-dana yang masuk ke Ponpes Al I’tishom untuk pembangunan masjid, asrama, dan tempat tinggal pengajar, mengharuskan pengurus membuat pelaporan yang teliti, rapi, dan transparan. Setelah terbitnya SK Kemenkumham atas nama Yayasan Menebar Cahaya Ilmu yang membawahi Ponpes Al I’tishom, Pengurus Ponpes Al I’tishom mempunyai kewajiban baru, yaitu terkait aturan dari pemerintah yang mengharuskan yayasan melaporkan laporan keuangan. Berdasarkan kedua permasalahan tersebut, solusi yang ditawarankan adalah memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan yang berbasis komputerisasi. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan SDM ponpes dalam menyusun laporan keuangan secara komputerisasi dan sesuai standar akuntansi. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan kegiatan yang dimulai dari observasi/wawancara untuk analisis kebutuhan, persiapan, pelatihan, pendampingan, dan finalisasi laporan keuangan. Luaran dari kegiatan ini menghasilkan laporan keuangan Ponpes Al I’tishom tahun 2020

    Pengembangan Rumah Baca Berorientasi ESD (Education Sustainable Development) untuk Peningkatan Literasi Baca Tulis dan Numerasi bagi Warga Desa Cokro

    Get PDF
    The Read aimed at solving powerlessness stimulus community in addressing the low literacy house is done by aligning competencies Read community in aspects of education and increase the economy through the realization of future pandemic empowerment of elementary school children. Low reading literacy problems that triggered the latest development and human resource management in reducing Education and economy in the region. Smart Dolanan Community Library as an attempt Poverty and Achieving Sustainable Education in the area to form the character of religiosity, morality and responsibility. Activities to be initiated include the pilot house that optimizes Read local potential associated with the child\u27s multiple intelligence intelligence. The purpose of devotion is to analyze, identify and foster children\u27s understanding of literacy-related knowledge in literacy and numeracy through the Home-based Education Sustainable Development Read to create the next generation in the field calistung berkemajuan. Dedication method used is the Participatory Rural Apraissal Model. Additionally, to provide training for people, especially elementary school children in the village of Clark to build entrepreneurship and improving basic literacy, so as to improve literacy and numeracy literacy villages. This is done to reduce unemployment and improve the education of children in the area. This activity is carried out using a descriptive study using a qualitative approach carried out in the village Cokro. The results showed that the program activities of Education Sustainable Development at Home Read into intensive solution to the demands of the revolutionary educational gap, especially as much as 59.09% learners are women. So, in summary read home-based Education Sustainable Development has a positive impact on the students currently studying at home as well as help facilitate increased self competence and basic literacy and ecological literacy.Rumah Baca berperan penting dalam usaha memecahkan masalah ketidakberdayaan literasi masyarakat. Rumah Baca dilakukan dengan menyelaraskan kompetensi masyarakat dalam aspek pendidikan dan meningkatkan angka perekonomian melalui realisasi pemberdayaan anak Sekolah Dasar dimasa pandemi. Permasalahan literasi baca yang rendah menjadi pemicu lambatnya pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia dalam mengentaskan pendidikan dan perekonomian di daerahnya. Taman Bacaan Masyarakat Dolanan Pintar sebagai upaya Pengentasan Kemiskinan dan Mewujudkan Pendidikan Berkelanjutan di daerah yang dapat membentuk karakter religiusitas, moralitas serta tanggung jawab. Kegiatan yang akan dirintis meliputi perintisan Rumah Baca yang mengoptimalkan potensi lokal dengan kecerdasan multiple intelligence anak. Tujuan pengabdian adalah untuk menganalisa, mengidentifikasi, dan menumbuhkan pemahaman anak terkait pengetahuan literasi baca tulis dan numerasi melalui Rumah Baca berbasis Education Sustainable Development untuk menciptakan generasi berkemajuan dalam bidang calistung. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participatory Rural Apraissal Model. Selain itu, memberikan pelatihan bagi masyarakat khususnya anak SD di Desa Cokro untuk membangun jiwa kewirausahaan dan meningkatkan literasi dasar, sehingga mampu meningkatkan literasi baca tulis dan numerasi desa. Hal ini dilakukan untuk mengurangi anak pengangguran dan meningkatkan pendidikan di daerah tersebut. Kegiatan ini dilakukan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang dilaksankan di desa Cokro, Kecamatan Grabag. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program Education Sustainable Development di Rumah Baca menjadi solusi intensif atas tuntutan kesenjangan pendidikan yang revolusioner terutama sebanyak 59.09% warga belajar adalah perempuan. Implikasi dari kegiatan pendampingan ini untuk meningkatkan kesadaran pada peserta pentingnya literasi baca dan numerasi di desa Cokro

    Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Melalui Pengembangan Bisnis Usaha Mandiri

    Get PDF
    The potential of sharia economy in Maluku is very large. Natural resources and human resources can be the main capital for the development of the Sharia economy in Maluku, as well as a catalyst for Maluku\u27s economic growth in the future. Pondok Pesantren (Islamic Boarding Schools) are expected to participate in encouraging regional economic development with business activities in various fields. In facing the Industrial Revolution 4.0, Pondok Pesantren are expected to become a new economic force, in addition to their main function in the field of education. The seminar, entitled Pondok Pesantren Economic Empowerment through Independent Business Development, in the Salam Fest 2021 series in Ambon is expected to be able to trigger the economic acceleration of Maluku after the pandemic, as well as support the creation of regional economic recovery by strengthening Halal Value Chain through the development of MSMEs, increasing Pondok Pesantren self-reliance and increasing community participation on Sharia economics.Potensi ekonomi syariah di Maluku sangat besar. Sumber daya alam dan sumber daya manusia, bisa menjadi modal utama pengembangan ekonomi syariah di Maluku, sekaligus menjadi katalis untuk pertumbuhan ekonomi Maluku ke depan. Pondok Pesantren diharapkan bisa berpartisipasi untuk mendorong pengembangan ekonomi wilayah dengan kegiatan bisnis di berbagai bidang. Dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0, Pondok Pesantren diharapkan bisa menjadi kekuatan ekonomi baru, selain fungsi utamanya dalam bidang pendidikan. Seminar berjudul Pemberdayaan Ekonomi Pesantren melalui Pengembangan Bisnis Usaha Mandiri, dalam rangkaian Salam Fest 2021 di Ambon diharapkan mampu memicu akselerasi ekonomi Maluku pasca pandemi, serta mendukung terciptanya pemulihan ekonomi daerah dengan penguatan Halal Value Chain melalui pengembangan UMKM, peningkatan kemandirian pesantren dan peningkatan partisipasi masyarakat atas ekonomi syariah

    580

    full texts

    595

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇