Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
    595 research outputs found

    Pelatihan Proses Mencipta Tari Melalui Pengelolaan Gerak dan Pemanfaatan Digital Audio Software di Lembaga Budaya Aceh Nusantara, Banda Aceh

    Get PDF
    The process of creating dance cannot exclude motion as the main medium for expressing dance. So that empirical experience is needed in the creative process of creating, including basic theoretical knowledge and practical skills in the management of motion and its supporting elements. Knowledge and insight into the science of choreography is felt to be given to non-formal institutions such as communities/art studios as a form of synergy between agencies in an effort to promote culture as stated in Law No. 5 of 2017 concerning the Advancement of Culture. This article is part of Community Service involving the Budaya Aceh Nusantara (Buana). The priority of partner problems is the lack of insight and skills of human resources in the process of creating new works, especially innovative dances originating from traditional arts. Solutions to solving partner problems are carried out in the form of training including dance movement management training and the process of creating dance accompaniment music in the form of skill transfer or providing joint creation experience. The training was conducted using Jacqueline Smith\u27s choreographic approach and the process of creating accompaniment music through digital audio software processing techniques. The training methods include: planning, implementing (acting), monitoring or observing and assessment (reflecting or evaluating). From the results of the training, it can be seen that the participants\u27 skills increase in the management of motion and the use of audio software in the process of creating dances. On the other hand, the training module becomes reading material that the community can always use as a reference and guide in independent practice. The implementation of the training is expected to have a significant impact in increasing the productivity of creating dances at the Buana communitiesProses mencipta tari tidak dapat mengenyampingkan gerak sebagai media utama ungkap tari. Sehingga diperlukan pengalaman empiris dalam proses kreatif mencipta diantaranya pengetahuan mendasar teoritik dan kemampuan praktik dalam pengelolaan gerak serta unsur pendukungnya. Pengetahuan dan wawasan ilmu koreografi dirasakan perlu diberikan kepada Lembaga non formal seperti komunitas/sanggar seni sebagai bentuk sinergi antar instansi dalam upaya pemajuan kebudayaan yang tercantum pada UU No.5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Artikel ini merupakan bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat yang melibatkan Lembaga Budaya Aceh Nusantara (Buana). Prioritas masalah mitra adalah minimnya wawasan dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) yang dimilki dalam proses mencipta karya baru, khususnya tari inovatif yang bersumber dari seni tradisi. Solusi pemecahan masalah mitra dilakukan dalam bentuk pelatihan meliputi pelatihan pengelolaan gerak tari dan proses mencipta musik iringan tari dalam bentuk transfer keterampilan atau pemberian pengalaman mencipta bersama. Pelatihan dilakukan dengan metode pendekatan koreografi Jacqueline Smith dan proses mencipta musik iringan melalui teknik pengolahan digital audio software. Metode pelatihan meliputi: perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pemantauan (monitoring atau observing), penilaian (reflecting atau evaluating). Dari hasil pelatihan terlihat peningkatan kemahiran peserta dalam pengelolaan gerak dan pemanfaatan audio software dalam proses mencipta tari. Di sisi lain modul pelatihan menjadi bahan bacaan yang senantiasa dapat dimanfaatkan komunitas sebagai rujukan dan panduan dalam latihan mandiri. Pelaksanaan pelatihan diharapkan berdampak signifikan dalam meningkatkan produktifitas mencipta tari di Lembaga Buan

    Pelatihan Kelompok Pendukung JAGO PALU Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Lanjut Usia

    Get PDF
    Quality of sexual life contributes to individual happiness and quality of life. However, the elderly are faced with stereotypes and myths that limit sexual life. Appropriate education about the elderly’s sexual life is expected to improve sexual quality which can then have a positive impact on the elderly’s quality of life. The role of elderly cadres, holders of elderly health programs at the Puskesmas, and caregivers is very large in increasing understanding of the importance of maintaining the elderly’s sexual activity and changing the mindset of the elderly and the community in responding to the elderly’s sexual life. JAGO PALU Support Group Training (Maintain Harmony through Increasing Elderly’s Sexual Activity) plays a role in increasing the right understanding of the elderly’s sexual activity. The service method uses virtual lectures, educational video screenings, and role-plays. Increased understanding of the sexual activity that is maintained in the elderly will improve the welfare of the elderly\u27s sexual life which can improve the elderly’s quality of life.Kualitas hidup seksual memberikan kontribusi terhadap kebahagiaan individu dan kualitas hidup. Namun lansia dihadapkan dengan stereotipe dan mitos yang membatasi kehidupan seksual. Edukasi yang tepat tentang kehidupan seksual pada lansia diharapkan dapat meningkatkan kualitas seksual yang kemudian dapat berdampak positif bagi kualitas hidup lansia. Peran kader lansia, pemegang program kesehatan lansia di Puskesmas, dan pelaku rawat sangatlah besar dalam meningkatkan pemahaman akan pentingnya aktivitas seksual lansia yang tetap terjaga serta mengubah pola pikir lansia maupun masyarakat dalam menyikapi kehidupan seksual lansia. Pelatihan Kelompok Pendukung JAGO PALU (Jaga Keharmonisan Melalui Peningkatan Aktivitas Seksual Lanjut Usia) berperan dalam peningkatan pemahaman yang tepat tentang aktivitas seksual lansia.  Metode pengabdian dengan ceramah virtual, pemutaran video edukasi, dan role play. Peningkatan pemahaman aktivitas seksual yang terjaga pada lansia akan meningkatkan kesejahteraan kehidupan seksual lansia yang dapat meningkatkan kualitas hidup lansia

    Pelatihan Digital Marketing Ibu Rumah Tangga Pelaku Usaha Mikro Di Kelurahan Pojok Kota Kediri

    Get PDF
    One of the roles of housewives in strengthening the economy is to open a business so that their household needs are fulfilled. However, business management that has been carried out so far is in a simple way, so efforts are needed on how to market their products so that they can survive in trade competition. The purpose of this service is to provide digital marketing training for housewives with training methods and accompanied by product photography training. Then the results that can be taken show that the potential of housewives actually has an influence on the household economy so that it is maintained. Digital marketing training for housewives in the Corner Village of Kediri is expected to help housewives who have businesses in optimizing technology and media to facilitate business in helping the economy, especially during the COVID-19 pandemic.Peran ibu rumah tangga dalam penguatan ekonomi salah satunya adalah dengan membuka usaha agar tercukupinya kebutuhan rumah tangganya. Akan tetapi pengelolaan usaha yang selama ini dilakukan adalah dengan cara yang sederhana, sehingga diperlukan upaya bagaimana cara memasarkan produknya sehingga dapat bertahan dalam persaingan dagang. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pelatihan digital marketing untuk ibu rumah tangga dengan metode pelatihan dan disertai dengan pelatihan memfoto produk. Kemudian hasil yang dapat diambil menunjukan bahwa potensi ibu rumah tangga sebenarnya mempunyai pengaruh terhadap perekonomian rumah tangga agar tetap terjaga. Pelatihan digital marketing pada ibu rumah tangga di Kelurahan Pojok Kota kediri diharapkan dapat membantu ibu rumah tangga yang mempunyai usaha dalam mengoptimalkan teknologi serta media untuk memperlancar usaha dalam membantu perekonomian terutama di masa pandemic covid 19

    Pelatihan Platform Pembelajaran Edmodo pada Guru-guru SMK PGRI 3 Kediri

    Get PDF
    Due to the Covid-19 Pandemic, teachers are required to carry out online learning. They may utilize technology in implementing the learning. They can choose one of interesting and interactive learning media in order to motivate their students and to promote learning. Based on the preliminary study in SMK PGRI 3 Kediri, it was found out that many teachers had not utilized the available learning platform. They only applied the application they were familiar to support their online learning, such as WhatsApp, Google Class, and Google Meet. Realizing the facts, the community service team carried out a training for the teachers to use interactive platform as media for learning, called Edmodo. The objectives the program were to train the teachers to use Edmodo platform for interactive learning, that included how to make new Edmodo accounts, how to make use the available facilities in Edmodo, and to train the school administrator to manage the program. The training was carried out in one month using in-and-on basis. The results of the training were that all teachers have already had Edmodo accounts and their account are connected with Edmodo group, which could be monitored by the school administrator. Fenomena adanya Pandemi Covid-19 mengharuskan guru melaksanakan pembelajaran secara daring. Oleh karena itu mereka dituntut untuk memanfaatkan teknologi pada pelaksanaan pembelajarannya. Mereka dapat memilih media pembelajaran yang menarik dan interaktif agar siswa termotivasi untuk belajar. Berdasarkan hasil observasi dan interview, masih banyak guru SMK PGRI 3 Kediri yang belum memanfaatkan platform pembelajaran yang ada dalam pembelajarannya. Mereka hanya menggunakan aplikasi yang mereka kenal, seperti WhatsApp, Google Meet, dan Google Class. Berdasarkan kondisi tersebut, tim pengabdian masyarakat mengadakan pelatihan penggunaan platform Edmodo sebagai media interaktif pembelajaran bagi guru-guru di sekolah tersebut. Tujuan dari pengabdian ini di antaranya adalah: melatih memanfaatkan platform Edmodo untuk pembelajaran interaktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dalam bentuk pendampingan pembuatan pembuatan akun untuk semua guru, mengenalkan fasilitas yang tersedia di Edmodo dan memanfaatkan fitur yang tersedia, dan melatih operator sekolah sebagai admin yang dapat memonitor kegiatan pembelajaran guru dengan platform tersebut. Pelatihan dilaksanakan selema satu bulan secara in dan on. Hasil pelatihan adalah semua guru sudah memiliki akun Edmodo dan akunnya terhubung dengan grup Edmodo SMK PGRI 3 Kediri yang dapat dimonitor oleh admin sekolah

    Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran ICT Di Rumah Ilmu Klakahrejo Surabaya

    Get PDF
    Learning media is a tool to convey a message in the learning process. In order for this material to be understood and attract students, it must be realized. In fact, the teachers at Rumah Ilmu Klakahrejo are less able to design, make learning media so that they do not give concrete examples in delivering materials at the time of learning, the learning activities held by teachers are still dominated by storytelling, there are limited time and knowledge to create media, so that students only listen to the material delivered by the teacher, this results in students looking passive and lackluster. Therefore, the author proposes a solution by providing training to teachers at Rumah Ilmu Klakahrejo to create learning media, because this is one part of modeling techniques that can attract students\u27 attention, increase motivation, and others. So that students can see, feel, and demonstrate in real life not in imagination or wishful thinking. This pegabdian aims to improve the skills and understanding of the making of learning media, with the aim to be able to improve the skills of teachers in media making. The external target in this study in the form of learning media from teachers and the results of this training is to make teachers in Rumah Ilmu Klakahrejo become skilled in creating and designing learning mediaMedia pembelajaran merupakan alat untuk menyampaikan pesan dalam proses pembelajaran. Agar materi ini dapat difahami dan menarik minat siswa maka harus difisualisasikan. Pada kenyataanya guru-guru di Rumah Ilmu Klakahrejo kurang dapat mendesain, membuat media pembelajaran sehingga kurang memberikan contoh secara kongkret dalam menyampaikan materi pada saat pembelajaran, kegiatan pembelajaran yang diadakan guru masih didominasi dengan bercerita, adanya keterbatasan waktu dan pengetahuan untuk membuat media, sehingga siswa hanya mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru, ini mengakibatkan siswa terlihat pasif dan tidak bersemangat. Maka dari itu penulis mengajukan solusi dengan memberikan pelatihan kepada guru-guru di Rumah Ilmu Klakahrejo untuk membuat media pembelajaran, karena ini merupakan salah satu bagian dari teknik pemodelan yang dapat menarik perhatian siswa, meningkatkan motivasi, dan lain-lain. Sehingga siswa dapat melihat, merasakan, dan memperagakan secara nyata bukan dalam imajinasi atau angan-angan belaka. Pegabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kerterampilan dan pemahaman tentang pembuatan media pembelajaran, dengan tujuan untuk dapat meningkatkan keterampilan guru dalam pembuatan media. Target luaran dalam penelitian ini berupa media pembelajaran dari guru-guru dan hasil dari pelatihan ini adalah menjadikan guru-guru di Rumah Ilmu Klakahrejo menjadi terampil dalam membuat dan mendesain media pembelajara

    Pelatihan Machine Learning Menggunakan Bahasa Pemrograman Python Bagi Karyawan PT. Yokogawa Indonesia

    Get PDF
    Industry 4.0 insists companies to apply intelligent application technology to their industries. Machine learning as one of field of Artificial Intelligence has used widely in Smart Factory, such as to detect product defects, to predict potential problems and for its solutions. PT. Yokogawa Indonesia, one of global company, wanted to prepare its employees to implement Smart Factory, as its response for Industry 4.0 and competition with other companies. As a solution to this problem, the community service held machine learning training using Python for PT. Yokogawa Indonesia’s employees. The training was held once a week for five weeks. Interaction and discussion online between trainer and participants used Teams Microsoft application. It also used google classroom for managing materials and assignments during this training. More than 50% of participants never learn machine learning before this training. In the last session of the training, questionnaire was given to the participants. As the result, a half of total of participants agreed that their knowledge about machine learning has increased significantly through this training.Era Industri 4.0 mendorong perusahaan-perusahaan untuk mengaplikasikan teknologi aplikasi cerdas. Pembelajaran mesin sebagai salah satu cabang dari kecerdasan buatan telah banyak dimanfaatkan aplikasinya di dalam industri cerdas, seperti untuk mendeteksi cacat produk, memprediksi masalah-masalah yang berpotensi dan bagaimana solusinya. PT. Yokogawa Indonesia sebagai salah satu perusahaan berskala global, dalam menghadapi era Industri 4.0 dan untuk dapat berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan besar lainnya, membekali karyawannya untuk mempersiapkan diri dalam mengimplementasikan industri cerdas. Untuk menjawab permasalahan ini, kegiatan PkM menyediakan pelatihan Machine Learning menggunakan bahasa pemrograman Python. Pelatihan dilaksanakan seminggu sekali selama 5 minggu. Interaksi dan diskusi dilaksanakan secara online menggunakan aplikasi Teams Microsoft dan semua materi dan penugasan diunggah ke google classroom. Sebelum pelatihan dilaksanakan, lebih dari 50% dari jumlah total peserta belum pernah belajar ataupun menguasai pembelajaran mesin. Dan di akhir pelatihan, berdasar hasil kuesioner yang diisi peserta, separuh dari jumlah total peserta mendapatkan tambahan pengetahuan yang signifikan mengenai machine learning dari pelatihan ini

    Centang “Bissa” dan Pa’Jaga Masiji : Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan Kepatuhan Protokol Kesehatan untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid-19

    Get PDF
    The implementation of health protocols is important as an effort to prevent Covid-19 transmission. However, its implementation in various community activities has not been optimal. A similar phenomenon was also found in Bukit Harapan Village, North Kalimantan. Observations and data survey and information result revealed that most people still do not care about using masks and washing hands either in general activities or worship activities. Thus it needed to change people\u27s behavior which plays an important role in Covid-19 spreading. For this reason, community service is needed through community empowerment which is a part of health promotion strategy to mobilize the community to improve health behavior. Community service wass carried out through: (1) Centang "Bissa" providing direct education and providing media stickers to remind people to wash their hands, (2) "Pa\u27Jaga Masiji" empowering the mosque youth league to become promotional health agent. Training was given to increase Covid -19 knowledge about prevention as well as assertive communication equipped with booklets. Their duty was to ensure the readiness of hand washing facilities, reminding and directing people to wash their hands before and after entering the mosque. These two activities were able to increase public compliance with the implementation of health protocols.Penerapan protokol kesehatan sangat penting untuk dilakukan sebagai upaya preventif penularan Covid-19, namun demikian pada implementasinya dalam berbagai aktivitas masyarakat belum optimal. Fenomena yang serupa juga ditemukan di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Hasil pengamatan, data survei dan informasi deep interview tokoh agama serta tokoh masyarakat diketahui bahwa sebagian besar masyarakat  masih tidak peduli terhadap penggunaan masker dan kebiasaan mencuci tangan baik dalam aktivitas pada umumnya maupun aktivitas peribadatan. Kondisi tersebut mengisyaratkan bahwa diperlukan upaya dalam perubahan perilaku masyarakat yang berperan penting dalam pencegahan penyebaran Covid-19, dan mengubahnya merupakan hal vital dalam mengatasi penyebaran penyakit Covid-19 ini. Untuk itu dibutuhkan pengabdian masyarakat dengan strategi pemberdayaan masyarakat yang merupakan strategi promosi kesehatan untuk menggerakan masyarakat dalam mewujudkan kemampuan masyarakat untuk meningkatkan perilaku kesehatan masyarakat di Desa Bukit Harapan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui dua kegiatan: (1) Centang “Bissa” yaitu pemberian edukasi langsung dan pemberian media stiker untuk mengingatkan dalam mencuci tangan, (2)“Pa’Jaga Masiji” yaitu pemberdayaan Ikatan Remaja Mesjid (Irma) Masjid untuk menjadi  agen promosi kesehatan. Remaja diberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan Covid-19 serta komunikasi asertif yang dilengkapi modul/ booklet selanjutnya bertugas dalam membantu kesiapan fasilitas cuci tangan (misalnya ketersediaan air dan sabun cuci tangan), mengingatkan dan mengarahkan masyarakat untuk mencuci tangan sebelum dan setelah masuk masjid. Kedua kegiatan tersebut mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap pelaksanaan protokol kesehatan

    Implementasi Google For Education (GAFE) pada SDIT Al-Ittihad Rumbai untuk Optimalisasi Pembelajaran Daring

    Get PDF
    Several external factors such as the occurrence of disasters and the COVID-19 pandemic have limited learning activities in schools so that they must be carried out online. Teachers need to socialize how to use technology for online learning classes and schools must provide support for that. Therefore, in this community service, "Implementation of GAFE at SDIT AL-ITTIHAD Rumbai for Optimizing Online Learning". GAFE applications that will be taught include: Google meeting, classroom, gsheet, gdocs, gslides, calendar. This application was chosen because it is free for educational institutions. In addition, partners in PkM, namely SDIT AL-ITTIHAD Rumbai School, were also assisted in managing the implementation of free GAFE from Google. The coordination of these activities resulted in 4 types of outputs, namely: application of appropriate technology in the form of a school profile website, implementation of GAFE, teaching materials and workshops. From the implementation of this technology, we get a school profile website with 4 main menus with domain.sch.id, Google\u27s approval to provide GAFE facilities to schools so that the entire community can take advantage of free GAFE facilities, teaching materials contain GAFE technology tutorials that teachers can use to learn how The use of this technology has previously been guided through workshop activities. From the workshop activities to 34 participants, consisting of the Principal, Curriculum Section and teachers, feedback was obtained 89.3% of participants felt that the material taught was very appropriate to their needs, 85.7% of participants said that this program provided benefits for solving online learning problems faced, and 75% of the participants thought that the delivery of the material was clear, interesting and easy to understand so that the goal for a more optimal implementation of online learning could be achieved.Beberapa faktor eksternal seperti terjadinya bencana dan pandemi COVID-19 membatasi kegiatan pembelajaran di sekolah sehingga harus dilaksanakan secara daring. Guru membutuhkan sosialisasi bagaimana menggunakan teknologi untuk kelas pembelajaran daring dan sekolah harus menyediakan dukungan untuk itu. Oleh karena itu, pada pengabdian masyarakat ini dilakukan “Implementasi GAFE Pada SDIT AL-ITTIHAD Rumbai untuk Optimalisasi Pembelajaran Daring”. Aplikasi GAFE yang akan diajarkan meliputi: Google meeting, classroom, gsheet, gdocs, gslides, calender. Aplikasi ini dipilih karena gratis untuk institusi pendidikan. Selain itu Mitra pada PkM, yaitu Sekolah SDIT AL-ITTIHAD Rumbai juga dibantu pengurusan implementasi GAFE gratis dari Google. Koordinasi kegiatan ini menghasilkan 4 jenis luaran, yaitu: penerapan teknologi tepat guna berupa website profil sekolah, implementasi GAFE, bahan ajar dan workshop. Dari implementasi teknologi ini, diperoleh website profil sekolah dengan 4 menu utama dengan domain.sch.id, persetujuan Google untuk memberikan fasilitas GAFE kepada sekolah sehingga seluruh civitas sudah dapat memanfaatkan fasilitas GAFE gratis, bahan ajar berisi tutorial teknologi GAFE yang dapat digunakan guru mempelajari bagaimana penggunaan teknologi tersebut yang sebelumnya juga sudah dibimbing melalui kegiatan workshop. Dari kegiatan workshop kepada 34 peserta, yang terdiri dari Kepala Sekolah, Bagian Kurikulum dan guru-guru, diperoleh feedback 89.3% peserta merasa materi yang diajarkan sangat sesuai dengan kebutuhan, 85,7% peserta mengatakan bahwa program ini memberikan manfaat untuk penyelesaian masalah pembelajaran daring yang dihadapi, serta 75% peserta berpendapat penyampaian materi jelas, menarik dan mudah dipahami sehingga tujuan untuk pelaksanaan pembelajaran daring yang lebih optimal dapat tercapai

    Upaya Preventif Transmisi Covid-19 di Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur

    Get PDF
    The increasing number of Covid-19 cases is a challenge for the government, both at the central and regional levels. Tirtomarto Village is one of the villages in Malang Regency, East Java with a level of community compliance that is still not fully disciplined in implementing health protocols. Wearing a mask and washing your hands can slow the spread of the Covid-19 virus. Therefore, real action is needed to increase public awareness of the importance of using masks and hands-on sanitizers to prevent the transmission of Covid-19. WHO recommends alcohol-based hand sanitizers (hand sanitizers) for hand hygiene. This activity aims to encourage public awareness in Tirtomarto Village in implementing efforts to prevent the transmission of Covid-19 through the provision of masks specifically aimed at underprivileged people. The partnership program evaluation activity was carried out through monitoring the process of distributing masks to the community in Tirtomarto Village by confirming the village head on the following day. Based on the monitoring and evaluation carried out by the team, information was obtained that masks were evenly distributed among residents of Tirtomarto Village, Ampelgading District, Malang Regency.Kasus Covid-19 yang semakin meningkat menjadi tantangan bagi pemerintah baik di tingkat pusat ataupun tingkat daerah. Desa Tirtomarto merupakan salah satu desa di Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan tingkat kepatuhan masyarakat yang masih belum disiplin secara penuh dalam melaksankan protocol kesehatan. Memakai masker dan mencuci tangan dapat memperlambat penyebaran virus Covid-19. Oleh sebab itu, diperlukan tindakan nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan masker serta hand sanitizer untuk mencegah transmisi Covid-19. WHO merekomendasikan pembersih tangan berbasis alcohol (hand sanitizer) untuk kebersihan tangan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kesadaran masyarakat di Desa Tirtomarto dalam melaksanakan upaya pencegahan transmisi Covid-19 melalui pemberian masker yang secara khusus ditujukan kepada masyarakat yang kurang mampu. Kegiatan evaluasi program kemitraan dilaksanakan melalui pemantauan proses distribusi masker kepada masyarakat di Desa Tirtomarto dengan melakukan konfirmasi kepada lurah pada hari berikutnya. Berdasarkan pemantauan dan evaluasi yang dilakukan oleh tim, diperoleh informasi bahwa masker telah terdistribusi secara merata kepada warga Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malan

    Penganekaragaman Bahan Pangan Sebagai Strategi Mempertahankan Daya Tahan Tubuh Di Masa Pandemi Covid-10

    Get PDF
    Food diversification can be done to support the fulfillment of individual calorie and nutritional needs in order to carry out activities properly. The purpose of community service activities is that participants can understand the concepts of the Nutrient Adequacy Number (RDA) and Energy Adequacy Number (AKE), the preparation of food composition according to the recommendation of the Ministry of Health\u27s "Isi Piringku", healthy food processing, and the use of applications to calculate calories in maintaining health. body during the Covid-19 pandemic. The method used consisted of counseling and lectures, demonstration of tools, tutorials and practice of preparing a varied and nutritionally balanced diet. PKK women from Kelurahan Ciakar who were participants in the activity were able to arrange “Isi Piringku” consisting of carbohydrate (2/3 of plate), vegetables (2/3 of plate), fruits (1/3 of plate) and side dishes (1/3 of plate). Diversification is practiced by participants using non-rice food ingredients and the use of the FatSecret application on the menu.Penganekaragaman bahan pangan dapat dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan kalori dan nutrisi individu agar dapat beraktivitas dengan baik. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu peserta dapat memahami konsep Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan Angka Kecukupan Energi (AKE), penyusunan komposisi makanan sesuai anjuran “Isi Piringku” Kemenkes RI, pengolahan bahan pangan yang sehat, dan penggunaan aplikasi untuk menghitung kalori dalam menjaga kesehatan tubuh di masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan terdiri dari penyuluhan dan ceramah, peragaan alat, tutorial dan praktik penyusunan menu makan beragam dan gizi seimbang. Ibu-ibu PKK Kelurahan Ciakar yang merupakan peserta kegiatan mampu menyusun “Isi Piringku” terdiri dari karbohidrat (2/3 dari ½ piring), sayuran (2/3 dari ½ piring), buah-buahan (1/3 dari ½ piring) dan lauk pauk (1/3 dari ½ piring). Penganekaragaman dipraktikan oleh peserta menggunakan bahan pangan non-beras dan penggunaan aplikasi fat secret pada menu makan

    580

    full texts

    595

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇