Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
PKM Peningkatkan Keterampilan Mengajar Bertanya Berbasis HOTS Pada Guru TK Yayasan Pendidikan Kristen
The community service program aims to increase religion school kindergarten teachers’ understanding and skills regarding HOTS-based teaching application. The applied method for implementing the program activities comprises counseling, mentoring, practice and evaluation. The results of the implementation of the innovative program with series of activity stages has resulted kindergarten teachers’ behavior change to implement HOTS-based instruction by utilizing children\u27s storybooks with local content. The results of program account much for further underlying reference of related program and/or research. The community service program is benefited for teachers in conditioning HOTS-based learning. It brings about the implication to Yapenkris Meusine through the partnership program for teachers’ capacity building on pedagogical competence in creating student-centered learning. Another implication goes to teachers’ comprehensive knowledge HOTS-based teaching and learning application to raise students critical and creative thinking. The program is limited on the training regarding HOTS-based questioning skills. Further program may focus on HOTS-based assessment.PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru yayasan pendidikan Kristen terkait penerapan pembelajaran berbasis HOTS. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan, pendampingan, praktik dan evaluasi. Hasil pelaksanaan PKM Inovatif membuktikan terjadinya perubahan perilaku guru TK untuk menerapkan pembelajaran HOTS dengan memanfaatkan buku-buku cerita anak berbasis muatan lokal. Hasil kegiatan berupa manfaat yang teridentifikasi melalui hasil survey yang dapat dijadikan acuan pengembangan PKM dan/atau penelitian terkait. Kesimpulan terhadap hasil pelaksanaan PKM menunjukan adanya manfaat bagi guru terkait penciptaan pembelajaran berbasis HOTS. PKM ini memberikan implikasi bagi Yapenkris Meusine terkait adanya pola kemitraan untuk meningkatan kompetensi pedagogik guru TK untuk menciptakan pembelajaran berbasis pada siswa. Implikasi lainnya merujuk pada peningkatan pengetahuan guru secara komprehensif tentang penyelenggaraan pembelajaran berbasis HOTS. PKM ini hanya dipusatkan pada peningkatan keterampilan bertanya berbasis HOTS. Program PKM berikutnya dapat difokuskan pada penilaian pembelajaran berbasis HOTS
Peningkatan Produktivitas Anak Muda Indonesia Melalui Pelatihan Financial Life Skills (FLS)
Financial Life Skills (FLS) training is a participatory program and collaboration between USAID and the government of the Republic of Indonesia through the Youthwin Through Economic Participant Project (Yep Project). The Financial Life Skills training program also plays a role in contributing to financial literacy awareness for the community, especially the younger generation. The FLS training service method using the experiential learning cycle (ELC) training method. The trainer and participants will engage interactively through various activities such as simulations, role-plays, filling out worksheets, questions, and answer discussions. The ELC method is suitable for FLS training because participants\u27 skills are not enough to hear and see, but participants can first experience training activities. At the end of the training, participants can experience changes in knowledge and attitude as provisions for changing behavior future. Based on the results of participant evaluation, this training provides benefits for the younger generation to become a generation that is productive and smart in managing finances to live prosperously in the future.Pelatihan Financial Life Skills (FLS) merupakan program partisipatif dan kerjasama antara USAID dan pemerintah Republik Indonesia melalui Youthwin Through Economic Participant Project (Yep Project). Melalui program pelatihan Financial Life Skills turut berperan memberikan kontribusi penyadaran literasi keuangan bagi masyarakat khususnya para generasi muda. Metode pengabdian pelatihan FLS dilakukan menggunakan metode pelatihan experience learning cycle (ELC) dimana pelatih dan peserta akan saling berinterasi secara interaktif melalui berbagai macam aktivitas seperti simulasi, role play, pengisian lembar kerja, tanya jawab, diskusi. Metode ELC cocok digunakan untuk pelatihan FLS agar keterampilan peserta tidak hanya cukup dengan mendengar dan melihat saja tetapi peserta dapat merasakan pengalaman langsung pada saat kegiatan pelatihan berlangsung sehingga pada akhir pelatihan diharapkan peserta benar-benar dapat mengalami perubahan knowledge dan attitude sebagai bekal untuk perubahan behavior di masa yang akan datang. Berdasarkan hasil evaluasi peserta, pelatihan ini memberikan manfaat bagi generasi muda untuk menjadi generasi yang tidak hanya produktif namun juga cerdas mengelola keuangan agar hidup sejahtera dimasa yang akan datang
Implementasi Educational Comic Berbasis Aplikasi Comic Life sebagai Media Pembelajaran Alternatif
The era of the industrial revolution 4.0 requires educators to make reforms in the teaching and learning process. Textbook material that only contain writing makes student difficult to understand the content and lead to low student literacy. Learning media is needed as a supporting media so that learning is more effective and cognitive learning outcomes are achieved. This community service activity was partnered with Ar-Ridwan High School, Bekasi in the form of training on educational comics. The training was provided online due to the Covid-19 pandemic. One of the educational comic applications that can be used is Comic Life. This training were expected to increase students\u27 scores, students\u27 interest in learning, and improve student literacy. Partners agree that the training provided could increase students\u27 interest in literacy. In addition, educational comics were also able to create a sense of pleasure and interest in students to learn a learning material. Partners also agree that the application of Comic Life was easier to apply due to not require drawing skills which comic illustrations could be in the form of photo collages and were not constrained by the internet due to this application was non based on web.Era revolusi industri 4.0 menuntut pendidik melakukan pembaharuan dalam proses belajar mengajar. Proses belajar yang diterapkan kadangkala tidak sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai karena siswa tidak fokus dalam menerima pelajaran. Materi buku teks hanya berupa tulisan yang membuat siswa kesulitan untuk memahami isi. Selain itu, buku teks yang hanya berisi tulisan saja menyebabkan rendahnya literasi siswa. Media pembelajaran dibutuhkan sebagai media pendukung agar pembelajaran lebih efektif dan tercapai hasil belajar kognitif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bermitra dengan SMA Ar-Ridwan, Bekasi dalam bentuk pelatihan mengenai educational comic untuk membuat komik sebagai media pembelajaran alternatif. Pelatihan diberikan secara daring karena masa pandemik Covid-19. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan keahlian pendidik menyajikan materi pembelajaran yang lebih efisiensi dan efektifitas dalam proses belajar mengajar karena menciptakan pemahaman yang komprehensif. Aplikasi educational comic yang dapat digunakan salah satunya adalah Comic Life. Selama pelatihan mitra sangat antusiasi mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir. Mitra sepakat bahwa pelatihan yang diberikan dapat meningkatkan minat literasi siswa. Selain itu, educational comic juga mampu menciptakan rasa senang dan minat siswa untuk mempelajari suatu materi pembelajaran sehingga nilai KKM dapat tercapai. Mitra juga sepakat bila penerapan penerapan Comic Life lebih mudah diaplikasikan, tidak membutuhkan keahlian menggambar karena ilustrasi komik dapat berupa kolase foto dengan format images, dan tidak terkendala internet karena aplikasi ini berbasis non-web
Optimalisasi Pemasaran BUMDes “Lestari Jaya” dan UMKM Desa Sanggung Gatak Sukoharjo untuk Meningkatkan Omzet di Masa Pandemi
The purpose of this service activity is to increase the business development of Village Owned Enterprises (BUMDes) and Micro Small and Medium Enterprises (MSMEs) through service delivery or delivery of new BUMDes products and the use of appropriate marketing methods. with BUMDes and MSMEs. PKM activities are focused on developing BUMDes businesses and implementing BUMDes marketing methods both with conventional methods and through the internet. The service methods carried out are: (1) a preliminary survey to obtain data and information to find out the root of the problem, and (2) provide solutions to problems by conducting marketing training. The result achieved is that the management of BUMDes and MSMEs can increase their marketing competence, both conventional marketing and internet-based marketing. The conclusion is that marketing training is carried out to improve the marketing competence of both BUMDEs and MSME managers so that they can increase sales turnover.Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengembangan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui layanan pemberian jasa atau penyerahan produk baru BUMDes serta penggunaan metode pemasaran yang sesuai dengan usaha BUMDes dan UMKM. Kegiatan PKM difokuskan pada pengembangan usaha BUMDEs dan implementasi metode pemasaran BUMDes baik dengan metode konvensional maupun dengan melalui internet. Metode pengabdian yang dilakukan adalah: (1) survei pendahuluan untuk mendapatkan data dan informasi untuk mengetahui akar permasalahan, dan (2) memberikan solusi atas masalah dengan melakukan pelatihan pemasaran. Hasil yang dicapai adalah pengurus BUMDes dan UMKM dapat meningkat kompetensi pemasaran baik pemasaran konvensional maupun pemasaran berbasis internet. Simpulannya adalah pelatihan pemasaran dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pemasaran baik pengurus BUMDEs maupun UMKM sehingga dapat meningkatkan omzet penjualan
Sosialisasi Senam Lansia di Kelurahan Balowerti RW 6 Kota Kediri
The elderly are vulnerable individuals, so their health needs to be improved. Knowledge of the elderly about maintaining health also needs to be improved. One way to improve the health of the elderly is through elderly exercise. The purpose of this implementation is to increase the knowledge of elderly about elderly exercise. The implementation method is divided into three stages. The first stage is to make preparations (coordination with partners, for example, caregivers), the next stage is to carry out activities (implementing counseling and simulation of elderly exercise), and the last stage is evaluation. The implementation was carried out in RW 6 Balowerti on 2-7 June 2021. This implementation was followed by 38 elderly. Based on the results, pretest were obtained almost half (47.4%) of the elderly had less knowledge levels, in the posttest it was found that most (57.9%) of the elderly had a good level of knowledge. From the results of the test, it can be concluded that there is an influence of health education and simulation of elderly exercise on the level of knowledge of the elderly.Lansia merupakan individu yang rentan, karena lansia mengalami penurunan fungsi organ, sehingga kesehatan lansia perlu ditingkatkan. Pengetahuan lansia tentang cara menjaga kesehatan juga perlu ditingkatkan. Salah satu cara peningkatan kesehatan lansia diantaranya adalah dengan Senam Lansia. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan lansia terhadap senam lansia sebagai upaya meningkatkan kesehatan lanjut usia. Metode pelaksanaan dalam pengabdian yaitu yang pertama melakukan persiapan yaitu melakukan koordinasi dengan mitra, tahap berikutnya adalah pelaksanaan kegiatan, yaitu melaksanakan penyuluhan dan simulasi senam lansia, dan tahap terakhir dalam proses pengabdian ini adalah evaluasi. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini di RW 6 Kelurahan balowerti tanggal 2-7 juni 202. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat, yang diikuti oleh 38 lansia, didapatkan nilai pretest pada lansia yaitu hampir setengahnya (47,4%) lansia mempunyai tingkat pengetahuan kurang, dan pada posttest didapatkan bahwa sebagian besar (57,9%) lansia mempunyai tingkat pengetahuan baik. Berdasarkan hasil uji wilcoxon didapatkan nilai p value 0,000, sehingga nilai p value lebih kecil dari α (0,005). Dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan dan simulasi senam lansia terhadap tingkat pengetahuan lansia. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini lansia juga bersedia melakukan senam lansia di sekitar rumah mereka, sehingga kesehatan mereka bisa dioptimalkan
Peningkatan Profesionalisme Guru Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda 2 Palangka Raya Melalui Pelatihan Kurikulum 2013
The purpose of this agenda is to increase teacher professionalism in implementing learning through 2013 curriculum training at Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda 2 Palangka Raya. The service method used is lecture, question and answer, discussion, practice and mentoring. The results of the activity show that the increasing ability and insight of the Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda 2 Palangka Raya teachers is related to the implementation of the 2013 curriculum and increases the knowledge and skills of the Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda 2 Palangka Raya teachers on how to implement learning in the 2013 curriculum both in terms of planning, implementation and evaluation.Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk Meningkatakan Profesionalisme Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran Melalui Pelatihan Kurikulum 2013 di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda 2 Palangka Raya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, Tanya jawab, diskusi, praktik dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa meningkatnya kemampuan dan wawasan guru Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda 2 Palangka Raya terkait dengan pelaksanaan kurikulum 2013 serta menambah pengetahuan serta keterampilan guru Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda 2 Palangka Raya tentang cara melaksanakan pembelajaran pada kurikulum 2013 baik dari segi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
Pengukuran Status Gizi dan Pengobatan Penyakit Metabolik Warga Kelurahan Angke, Jakarta Barat
Pandemic Covid-19 had a serious impact on many aspects of living, which is health. Reducing the rate of transmission of Covid-19, the government issued regulations restricting the movement of people. Other health problems also arise along with increasing body weight, an unbalanced diet, and poor physical activity. Insufficient lifestyle could induce metabolic disease especially diabetes mellitus. In 2018, Riskesdas showed the prevalence of diabetes mellitus in Jakarta increased to 3.4%. One of the risk factors for diabetes mellitus is obesity. Obesity is characterized by increasing body weight as a result of an imbalance in energy consumption and energy expenditure. According to previous services, people who lived in the Angke area had lower income and education than others. This service aims to improve healthy lifestyles and health degrees during a pandemic. The method, which is used for instance examination, measurement of body mass index and giving treatment. The service was held on March 14, 2021, at the Pitakananda Buddhist temple in the Angke area, West Jakarta. Participants and the service team followed the health protocol as prevention transmission Covid-19. The results of the service showed certain participants classify with overweight around 50.9% and obesity over 21.1%. High blood pressure disease was found in about 19.3%. Participants who are investigated are provided with education, drugs, and supplements that could improve health status. The high enthusiasm of the participants encourages us to carry out regular service activities thus healthy eating habits and suitable physical activity could be established, health status could be improved.Pandemi Covid-19 telah membawa dampak pada berbagai kehidupan salah satunya kesehatan. Untuk menekan laju penularan dari Covid-19, pemerintah mengeluarkan aturan pembatasan pergerakan masyarakat. Masalah kesehatan lain pun timbul diantaranya berat badan yang meningkat, pola makan yang tidak seimbang, dan aktifitas fisik yang rendah. Gaya hidup buruk memperparah penyakit metabolik yaitu diabetes melitus (DM). Berdasarkan Riskesda tahun 2018, prevalensi diabetes melitus di Jakarta meningkat menjadi 3,4%. Salah satu faktor resiko diabetes mellitus yaitu obesitas. Obesitas ditandai dengan peningkatan berat badan oleh karena ketidakseimbangan asupan energi dan penggunaan energi. Mitra pengabdian yaitu Vihara Pitakananda, yang bertempat di kelurahan Angke, Jakarta Barat. Sasaran pengabdian adalah warga sekitar vihara yang memiliki profesi sebagai buruh harian dan pedagang pasar. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pola hidup sehat dan status kesehatan masyarakat di masa pandemi. Metode yang digunakan berupa konsultasi, pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pengobatan. Pengabdian dilaksanakan pada 14 Maret 2021 pada Vihara Pitakananda di kelurahan Angke, Jakarta Barat. Peserta dan tim PKM mengikuti protokol kesehatan yang berlaku sebagai pencegahan Covid-19. Hasil pengabdian menunjukan terdapatnya peserta dengan IMT berat badan lebih sebesar 50,9% dan obesitas 21,1%. Penyakit tekanan darah tinggi ditemukan sejumlah 19,3%. Peserta yang berkonsultasi diberikan edukasi, obat dan suplemen yang dapat meningkatkan status kesehatan. Antusiasme peserta yang tinggi mendorong kami melaksanakan kegiatan pengabdian secara berkala agar kebiasaan pola makan menjadi baik, aktivitas fisik yang optimal dapat tercipta dan status kesehatan dapat meningkat
Peningkatan Manajemen Usaha Industri Kue Kering Melalui Hampers Pack Di Desa Kota Daro
The village of Daro II City, Rantau Panjang District, Ogan Ilir Regency, South Sumatra has the opportunity to produce pastries that can be used as housewives as an effort to increase income. This is motivated by most of the people who really like pastries because they are delicious, savory, and delicious. Therefore, this community service provides training on planning and business results for the pastry industry. This community service was carried out in Kota Daro Village on Thursday, November 15 2018. Participants who took part in this activity were 40 housewives, 3 students, and 2 lecturers.Methods of carrying out activities by providing literacy or education, demonstrations, discussions and evaluations. The community already knows how to process and package good pastries to increase the economic value that is profitable if managed properly.Desa Kota Daro II Kec. Rantau Panjang, Kab. Ogan Ilir memiliki peluang dalam memproduksi kue kering yang dapat dijadikan ibu rumah tangga sebagai usaha dalam meningkatkan pendapatan. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh sebagian besar dari masyarakat sangat menyukai kue kering karena rasanya yang enak, gurih, dan nikmat. Oleh karena itu pengabdian kepada masyarakat ini memberikan pelatihan perencanaan dan hasil usaha industri kue kering. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Kota Daro pada Kamis, 15 November 2018. Target peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 30 orang ibu rumah tangga, 3 orang mahasiswa, dan 2 orang dosen. Metode pelaksanaan kegiatan dengan memberikan literasi atau edukasi, demonstrasi, diskusi dan evaluasi. Masyarakat telah mengetahui bagaimana cara mengolah dan mengemas kue kering yang baik untuk meningkatkan nilai ekonomi yang menguntungkan bila dikelola dengan benar
Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal Di Kabupaten Aceh Utara
The forest management based on deep local wisdom has existed in the history of the Aceh community since the reign of Sultan Iskandar Muda. That is by applying the Forest Customary Law through the Forest Pawang Customary Institution. This Customary institution has a very important and strategic role in educating and inviting forest communities to be involved in forest management based on local wisdom. This service activity aims to increase understanding with village apparatus and traditional institutions in forest management based on local wisdom. This service is carried out through socialization and legal counseling in North Aceh District, namely: Sawang, Nisam, Langkahan, Pirak Timu, Paya Bakong and Geuredong Pasee sub-districts, because these districts still have high forest intensity. The results of this activity have provided an understanding for gampong apparatus and customary institutions in forest management and built an intensive communication network between village apparatus, traditional institutions and the district leadership meeting so that they can work together in protecting and conserving the forest. It is recommended to the village apparatus and customary institutions to immediately form the Forest Pawang Customary Institution and Village Qanun regarding forest management.Pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal sudah ada dalam sejarah masyarakat Aceh sejak pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Pengelolaan hutan dengan menerapkan Hukum Adat Hutan melalui Lembaga Adat Pawang Hutan. Lembaga adat ini merupakan salah satu lembaga adat sebagai keistimewaan Aceh sebagaimana ditegaskan dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Lembaga Adat Pawang Hutan mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam mendidik dan mengajak masyarakat sekitar hutan agar ikut terlibat di dalam pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dengan aparatur gampong (Desa) dan lembaga adat dalam pengelolaan hutan yang berbasis kearifan lokal. Pengabdian ini dilakukan melalui sosialisasi dan penyuluhan hukum di Kabupaten Aceh Utara, yaitu: Kecamatan sawang, Nisam, Langkahan, Pirak Timu, Paya Bakong dan Geuredong Pasee, karena kecamatan tersebut masih memiliki intensitas hutan yang tinggi. Hasil kegiatan ini telah memberikan pemahaman bagi aparatur gampong dan lembaga adat dalam pengelolaan hutan dan membangun jaringan komunikasi yang intensif antara aparatur gampong, lembaga adat dengan para musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) agar dapat bersama-sama dalam menjaga dan melestarikan hutan. Di sarankan kepada aparatur gampong dan lembaga adat agar segera membentuk Lembaga Adat Pawang Hutan dan Qanun Gampong tentang pengelolaan hutan
Program Mathematics Ethnic Learning untuk Meningkatan Minat Belajar Matematika Siswa SDN 1 Kauman
This service aims to increase interest in mathematics by linking traditional games with learning mathematics. The subjects in this service are students in grades 4, 5 and 6 at SDN 1 Kauman for the academic year 2021/2022. This service is collaborative between the service team, class teachers, and school principals. In this service activity using the SP4E method which includes: (1) Socialization and coordination, (2) Material preparation, (3) Training and Exploration, (4) Direction and Guidance, (5) Application, (6) Evaluation and Reflection. Based on the results of the pretest and postest that have been carried out, it shows that there is an increase in math scores in grades 4, 5 and 6, which initially only 8% of students who got math scores above the KKM but after learning using traditional games the percentage of students who got math scores above the KKM increased. that is equal to 71% of students.Kemampuan berbicara merupakan kemampuan yang wajib dikuasai oleh pelajar di era milenium ini. Kemampuan berbicara ini bisa diasah salah satunya melalui aktifitas belajar di dalam kelas. Akan tetapi, pembelajaran online yang diterapkan selama pandemi Covid-19 berlangsung ini menurunkan kesempatan dan semangat siswa untuk belajar berbicara melalui praktik berbicara dengan Guru. Tujuan diadakannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa – siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam berpidato menggunakan bahasa Inggris. Metode pengabdian ini dilakukan melalui tanya jawab intensif untuk mengetahui kendala dan hambatan yang dirasakan oleh peserta didik dalam berbicara atau melakukan pidato berbahasa Inggris. Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan secara online ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai kalangan, baik pelajar (siswa dan mahasiswa) maupun pengajar (dosen dan guru). Banyak peserta yang mulai berani untuk berbicara baik untuk bertanya maupun untuk menyampaikan pendapat. Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dapat dilihat jika peserta didik membutuhkan suatu kegiatan pembelajaran tatap muka yang mana mereka bisa berbicara/ berkomunikasi secara langsung tanpa melalui perantara media seperti kegiatan pembelajaran online sekarang ini