Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
    595 research outputs found

    Pemberdayaan Kelompok Tani Peternak Melalui Introduksi Mesin di Dusun Sukamaju Kab. Sumedang

    Get PDF
    Sukamaju Hamlet, Sukawangi Village, Pamulihan District, Sumedang Regency, is one of the hamlet that still need guidance. Most of the residents are farmers and breeders. The livestocks mostly are sheep, dairy cattle and beef cattle. The hamlet comunity formed a farmer group, called Tunas Muda. This farmer group has various interrelated problems. Economic problems is the lack of capital. Meanwhile, the problem with infrastructure is that there is no processing machine, and no common location. The problem with management is that they do not have a good organization yet. Meanwhile, problems in marketing are the absence of featured products, and the bargaining power of farmers is very low. Through this community service program, in accordance with the fields of expertise and available resources, a chopper machine has been introduced to the Farmer Group to break the chain of problems. The direct result of this introduction is a decrease of fresh forage feed need by 35%. Meanwhile, another result of this program is the strengthening of management in the form of reorganization to strengthen the management, the preparation of a new division of tasks, as well as the construction of a common cage with a capacity of 20 sheep. With the existence of this common cage, it is hoped that it will improve organizational functions, as well as management efficiency and effectiveness. For the sustainability of this program, continuous evaluation and assistance is needed. The strengthening of organizational and financial management has been able to improve marketing. If last year\u27s qurban season, the farmers group could sell 9 heads, this year\u27s qurbani season could sell 15.Dusun Sukamaju desa Sukawangi, Kec. Pamulihan, Kab. Sumedang, adalah salah satu kampung yang masih memerlukan pembinaan. Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani merangkap peternak. Jenis hewan ternak yang banyak dipelihara adalah domba, sapi perah dan sapi pedaging. Sekelompok masyarakat dusun Sukamaju membentuk kelompok tani, bernama Tunas Muda. Kelompok tani ini memiliki berbagai permasalahan yang saling kait-mengait. Permasalahan ekonomi adalah kurangnya permodalan. Sedangkan masalah sarana-prasarana adalah belum adanya mesin pengolah, dan belum adanya lokasi bersama. Permasalahan majemen adalah belum memiliki organsasi yang baik. Sedangkan masalah dalam pemasaran adalah belum adanya produk unggulan, dan daya tawar petani yang sangat rendah. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat ini, sesuai dengan bidang keahlian dan sumber daya yang tersedia, telah introduksi mesin pencacah terhadap Kelompok Tani tersebut untuk memutus mata rantai permasalahan. Hasil langsung dari introduksi masin ini adalah menurunnya kebutuhan bahan segar pakan ternak hijauan sampai 35%. Sedangkan hasil lain dari program ini adalah penguatan manajemen berupa reorganisasi memperkuat kepengurusan, penyusunan pembagian tugas yang baru, serta pembuatan kandang bersama berkapasitas 20 ekor domba. Dengan adanya kandang bersama ini diharapkan akan meningkatkan fungsi organisasi, serta efisiensi dan efektivitas menajemen. Untuk keberlangsungan program ini, diperlukan evaluasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Penguatan manajemen organisasi dan keuangan yang dilakukan telah dapat meningkatkan pemasaran. Jika musim kurbah tahun lalu kelompok tani ini bisa menjual 9 ekor, musim kurban tahun ini bisa menjual 15 ekor

    Strategi Memenangkan Persaingan Bisnis Era Industri 4.0

    Get PDF
    The industrial revolution 4.0 has a significant influence both on business actors in various industries and society in general. A seminar on business strategy in the era of the industrial revolution 4.0 was conducted as a means of sharing knowledge between academics and business. The seminar was attended by approximately thirty participants each of their sessions who are business engaged in various industrial fields in Bandung. The seminar was divided into three topics which included discussion of the history of the development of the industrial revolution, Indonesia\u27s strategy in responding to the Industrial Revolution 4.0, and business strategies that could be implemented by business actors in responding to the Industrial Revolution 4.0. The event ended with a question and answer session, sharing business experiences between business, and national service. One thing that can be underlined is that if you want to be able to survive and win the competition, it is inevitable that business people must be able to adapt to changes that occur through the mastery of information and communication technology in all aspects of the business they have.  Revolusi industri 4.0 memiliki pengaruh signifikan baik bagi para pelaku usaha berbagai industri maupun masyarakat secara umum. Seminar tentang strategi bisnis dalam era revolusi industri 4.0 lahir sebagai sarana berbagi pengetahuan antara akademisi dan pelaku usaha. Seminar ini dihadiri oleh kurang lebih tiga puluh peserta setiap sesinya yang merupakan para pelaku bisnis yang bergerak pada berbagai bidang industri yang berbeda-beda di Bandung. Seminar dibagi dalam tiga topik bahasan yang meliputi pembahasan tentang sejarah perkembangan revolusi industri, strategi Indonesia dalam merespon Revolusi Industri 4.0, dan strategi bisnis yang dapat diimplementasikan pelaku usaha dalam merespon Revolusi Industri 4.0. Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab, berbagi pengalaman bisnis antar pelaku bisnis, dan warnasari. Satu hal yang dapat digarisbawahi adalah jika ingin tetap dapat bertahan hidup dan memenangkan persaingan yang ada, tidak dapat dielakkan pelaku bisnis harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi melalui penguasaan teknologi informasi dan komunikasi dalam semua aspek bisnis yang dimiliki. &nbsp

    Synergi Membuat Pupuk Organik dari Limbah Air Cucian Beras untuk Pupuk Tanaman

    Get PDF
    During the Covid-19 pandemic, the order of people\u27s lives has changed dramatically. The strict application of the 5M rule makes the space limited. To be able to survive healthily and happily, activities are needed that can provide positive energy as well as be useful for sustainability in meeting life\u27s needs. One of the trends is planting both ornamental and vegetable plants and even medicinal plants or kitchen spices in the yard. For the plants to thrive, the fertilizer used uses the rice washing water waste that is produced every day. So far, housewives will flush rice washing water waste directly on the plants. The community service team provides socialization, training, and assistance in making liquid organic fertilizer that can be made by housewives in their respective homes. The synergy between household members in making Liquid Organic Fertilizer from rice washing water waste, so that it is more efficient and effectiveMasa pandemic covid-19 membuat tatanan kehidupan masyarakat berubah drastiS. Penerapan aturan 5M yang ketat, membuat ruang gerak terbatas. Untuk dapat survive sehat dan bahagia diperlukan kegiatan yang dapat memberikan energi positif sekaligus bermanfaat bagi keberlangsungan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Salah satunya yang sedang trend adalah bercocok tanam baik tanaman hias maupun tanaman sayur bahkan tanaman obat atau bumbu dapur di halaman rumah. Agar tanaman dapat tumbuh subur, pupuk yang digunakan menggunakan limbah air cucian beras yang tiap hari dihasilkan. Selama ini ibu rumah tangga akan menyiram secara langsung limbah air cucian beras ke tanaman. Tim pengabdian memberikan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan membuat pupuk organic cair yang dapat dibuat oleh masing-masing ibu rumah tangga di rumah masing-masing. Saling bersynergi antara anggota rumah tangga dalam membuat Pupuk Organik Cair dari limbah air cucian beras, sehingga lebih efisien dan efektif

    Mempertahankan Eksistensi Pemasaran Batik Tulis Pamekasan Selama Pandemi Covid-19 pada Kelompok Pengrajin Nyi Leha Batik

    Get PDF
    The Covid-19 pandemic threatens the sustainability of the income of written batik craftsmen and sellers in Pamekasan Regency. Moreover, most of the marketing systems used still use the conventional system (face-to-face seller-buyer). As a result, the income of Pamekasan batik craftsmen and sellers has dropped dramatically. Advances in technology have enabled the Nyi Leha Batik craftsman group located in Arsojih Hamlet, Pagendingan Village, Galis District, Pamekasan Regency, to change their marketing patterns using digital marketing. The goal is to encourage Pamekasan batik craftsmen and sellers to develop their marketing patterns using digital marketing patterns. The target is to make marketing easier and increase revenue. The method used in achieving these goals is through a comprehensive approach and effort in marketing training methods, methods assistance in taking product photos through counseling and training by way of direct demonstrations and using the website in the promotion and sale of products. In order to achieve this, through training and digital marketing workshops (digital marketing). Including training and mentoring for marketing and promotion strategies, uploud products, to business management training and assistance in the preparation of business plans.Pandemi covid-19 mengancam keberlangsungan pendapatan pengrajin dan penjual batik tulis di Kabupaten Pamekasan. Apalagi, sebagian besar sistem pemasaran yang digunakan masih menggunakan sistem konvensional (tatap muka penjual-pembeli). Akibatnya, pendapatan pengrajin dan penjual batik tulis Pamekasan, menurun drastis. Kemajuan teknologi, memungkinkan kelompok pengrajin Nyi Leha Batik yang terletak di Dusun Arsojih, Desa Pagendingan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, untuk merubah pola pemasaran menggunakan digital marketing (pemasaran digital). Tujuannya untuk mendorong pengrajin dan penjual batik tulis Pamekasan, agar mengembangkan pola pemasarannya, dengan pola digital marketing. Targetnya, mempermudah pemasaran dan meningkatkan pendapatan. Metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan tersebut adalah dengan melalui pendekatan dan usaha komprehensip pada metode pelatihan pemasaran, Metode pendampingan pengambilan foto produk melalui penyuluhan dan pelatihan dengan cara demostrasi langsung serta menggunakan website dalam promosi dan penjualan hasil produksi. Dalam rangka pencapaian tersebut adalah melalui pelatihan dan workshop digital marketing (pemasaran digital). Termasuk pelatihan dan pendampingan strategi marketing dan promosi, uploud produk, hingga pelatihan man ajemen usaha serta pendampingan penyusunan rencana bisnis

    Penyuluhan Budidaya Ikan Lele dalam Drum di Pekarangan Rumah untuk Meningkatkan Ketahanan Gizi Keluarga pada Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    The purpose of this community service program is to provide counseling on catfish cultivation in the yard by using a drum. The catfish that are kept are expected to become food reserves, so that they can increase the nutritional security of the family. For partners who are interested in pursuing commercial catfish cultivation skills, there is the possibility of becoming a source of side income in this Covid-19 pandemic era. The method used is learning by doing counseling through lectures/discussions, practice and demonstrations. The results of activities can be reported, carried out according to the plan. There is a transformation of knowledge and skills. Partners are able to carry out catfish farming to strengthen family nutrition. Some of the partners are interested in cultivating catfish for commercial purposes. However, in terms of the implementation time of this service program, it has not been realized. Conclusion a. Increased knowledge and skills of partners in catfish farming; b Availability of protein sources to strengthen family food nutrition security; c. The creation of business opportunities for those who are interested in managing catfish farming on narrow land commercially.Tujuan program pengabdian masyarakat ini memberikan penyuluhan budidaya ikan lele di pekarangan rumah dengan menggunakan drum/ember. Ikan lele yang dipelihara diharapkan dapat menjadi cadangan pangan, sehingga dapat meningkatkan ketahanan gizi keluarga. Bagi mitra yang berminat menekuni keterampilan budidaya lele secara komersial, terbuka kemungkinan menjadi sumber pendapatan sampingan di era pandemik Covid-19 ini. Metode yang digunakan adalah penyuluhan learning by doing melalui ceramah/diskusi, praktek dan percontohan (demplot). Hasil kegiatan dapat dilaporkan, terlaksana sesuai perencanan. Terjadi transformasi pengetahuan dan keterampilan. Mitra mampu melaksanakan budidaya ikan lele untuk penguatan gizi keluarga. Ada diantara mitra yang berminat melakukan budidaya ikan lele untuk tujuan komersial. Namun sebatas waktu pelaksanaan program pengabdian ini belum direalisasikan. Kesimpulan a. Pengetahuan, keterampilan mitra dalam budidaya ikan lele bertambah; b Tersedianya sumber protein untuk penguatan ketahanan gizi pangan keluarga; c. Terciptanya peluang usaha bagi yang berminat mengelola budidaya ikan lele di lahan sempit secara komersial

    Transformasi Layanan Perpustakaan Condro Utomo Untuk Meningkatkan Literasi Belajar Masyarakat Desa Madyocondro

    Get PDF
    This Integrated Community Service Program aims to provide assistance for Condro Utomo library to improve literacy in the community of Madyocondro Village, Secang District, Magelang Regency. Methods are applied in this activity with training and mentoring. The result of this devotional activity is information technology system of library management, arrangement of library materials, bulletins and mading produced by teenagers. This library mentoring activity provides a strong foundation for library management to improve the quality of service to the community, improve literacy and improve the quality of human resources.Program Pengabdian Masyarakat Terpadu ini bertujuan untuk memberikan pendampingan bagi perpustakaan Condro Utomo untuk meningkatkan literasi di masyarakat Desa Madyocondro Kecamatan Secang Kabupaten Magelang. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini dengan pelatihan dan pendampingan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa sistem teknologi informasi pengelolaan perpustakaan, penataan bahan pustaka, buletin dan mading yang dihasilkan oleh remaja. Kegiatan pendampingan perpustakaan ini memberikan pondasi kuat bagi pengelolaan perpustakaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat, peningkatan literasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia

    Pendampingan Pemanfaatan Google Classroom dalam Pembelajaran Online untuk Guru MI Al Ma’arif 05 Banjararum

    Get PDF
    The Covid-19 pandemic that hit the world and Indonesia also has an impact on learning activities in madrassas. Mastery of information technology is currently eeded by teachers, significant changes in learning must be balanced with an increase in teacher skills in making learning innovations that are appropriate to the situation and conditions. Teachers have difficulty in delivering material and limited memory for storing documents of student work. The problems faced by the teachers at MI Al Ma\u27arif 05 Banjararum can be overcome, one of which is by using the Google Classroom application. This activity is carried out through workshops and mentoring. The workshop was attended by 16 participants consisting of 15 teachers and 1 madrasah principal. At the time of delivering material about Google Classroom, the teacher immediately practiced installing Google Classroom either via Smartphone or laptop. The existence of this activity, the teacher gets a solution in implementing online learning. This activity also had a positive impact on MI Al Ma\u27arif 05 Banjararum teachers in an effort to improve the quality of learning, especially in online learning.Pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia juga berimbas pada kegiatan pembelajaran di madrasah. Penguasan teknologi informasi saat ini sangat diperlukan oleh guru, perubahan yang siginifikan pada pembelajaran harus diimbangi dengan peningkatan skill guru dalam membuat inovasi pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Guru mengalami kesulitan dalam penyampaian materi dan keterbatasan memory untuk menyimpan dokumen hasil kerja siswa. Permasalahan yang dilami oleh guru di MI Al Ma’arif 05 Banjararum dapat diatasi, salah satunya adalah dengan menggunakan aplikasi Google Classroom. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui workshop dan pendampingan. Kegiatan workshop diikuti oleh 16 peserta yang terdiri dari 15 guru dan 1 kepala madrasah. Pada saat penyampaian materi tentang Google Classroom, guru langsung praktik membuat menginstal Google Classroom baik melalui HP maupun Laptop. Adanya kegiatan ini, guru memperoleh solusi dalam melaksanakan pembelajaran secara online. Kegiatan ini juga memberi dampak positif bagi guru MI Al Ma’arif 05 Banjararum dalam upaya pengingkatan kualitas pembelajaran terutama pada pembelajaran Online

    Edukasi Strategi Bisnis BUMDes Berbasis Revitalisasi-Optimalisasi dan Canvas Business Model

    Get PDF
    Relevant business models can improve the performance of BUMDes managers to be more active to encourage the rural economy. Partners who participated in this activity included the Tangunan Village BUMDes manager and village residents. The problem that occurs with partners is the role of BUMDes which has not been maximized in managing resources in the village and its managerial capabilities are still conventional. This service activity is carried out through seminars and discussions with academics. The results of the activity showed that participants were enthusiastic about participating in the activities as evidenced by their activeness in delivering the material and a good level of understanding through increasing test results before and after delivering the material.Model bisnis yang relevan dapat meningkatkan kinerja pengelola BUMDes menjadi lebih aktif untuk mendorong perekonomian pedesaan. Mitra yang menjadi peserta kegiatan ini meliputi pengelola BUMDes Desa Tangunan dan warga desa. Permasalahan yang terjadi dengan mitra adalah peran BUMDes yang belum maksimal dalam mengelola sumber daya di desa dan kemampuan manajerialnya yang masih konvensional. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui seminar dan diskusi dengan akademisi. Hasil kegiatan menunjukkan peserta antusias mengikuti kegiatan yang dibuktikan dengan keaktifan saat penyampaian materi dan tingkat pemahaman yang baik melalui peningkatan hasil tes sebelumdan sesudah penyampaian materi

    Pemanfaatan Mobile Learning Supervisi Klinis Bagi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah di Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur

    Get PDF
    The pandemic era has brought us to situations where social and physical restrictions are demanded. Therefore, like it or not, school principals and supervisors must change the supervision strategy carried out on their teachers and their target schools. Changing supervision strategy needs to be done because learning is no longer done face-to-face in the classroom but online and through clinical supervision activities. However, the problems found indicate that the implementation of clinical supervision has not been optimal because: (1) principals have not effectively carried out their duties as supervisors, such as monitoring, managing, and collaborating with teachers to improve learning. (2) teachers do not yet have adequate skills in managing classes and improving the learning process. (3) teachers and principals are not accustomed to using clinical supervision mobile learning to assist supervision activities in increasing their professionalism. The training activities include the introduction and use of clinical supervision mobile learning, practical sessions on using clinical supervision mobile learning, and mentoring. The training participants consisted of teachers, school principals, and supervisors. The methods used are socialization, training, and focus group discussions. After the training, participants gained new knowledge about mobile learning clinical supervision training. In addition, participants could practice the stages in utilizing clinical supervision mobile learning. Based on the evaluation results, participants argued that this application is essential and relevant for use during covid 19 pandemic conditions.Era pandemi membawa kita berada pada situasi dengan tuntutan pembatasan sosial dan fisik, sehingga mau tak mau kepala sekolah dan pengawas harus mengubah strategi supervisi yang dilakukan kepada gurunya serta sekolah binaannya. Hal ini perlu dilakukan karena pembelajaran  tidak lagi dilakukan secara tatap muka di dalam kelas melainkan secara daring, begitu pula dengan kegiatan supervisi klinis. Permasalahan yang ditemukan menunjukkan bahwa hasil pelaksanaan supervisi klinis selama ini kurang optimal; (1) kepala sekolah belum mampu melaksanakan tugasnya secara efektif sebagai supervisor seperti memantau, membina dan bekerjasama dengan guru dalam melakukan perbaikan pembelajaran (2) guru belum memiliki keterampilan yang efektif dalam mengelola kelas dan memperbaiki proses pembelajaran (3) guru dan kepala sekolah belum terbiasa menggunakan mobile learning supervisi klinis guna membantu kegiatan supervisi dalam rangka peningkatan profesionalismenya. Kegiatan pelatihan berupa pengenalan dan pemanfaatan mobile learning supervisi klinis, praktek menggunakan mobile learning supervisi klinis, serta pendampingan dan evaluasi. Peserta pelatihan terdiri dari guru, kepala sekolah dan pengawas. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi, pelatihan, dan focus group discussion (FGD). Setelah pelatihan, peserta mendapatkan pengetahuan baru tentang pemanfaatan mobile learning supervisi klinis, peserta mampu mempraktekkan tahapan-tahapan dalam memanfaatkan mobile learning supervisi klinis, dan berdasarkan hasil evaluasi, peserta berpendapat bahwa aplikasi ini penting dan relevan untuk digunakan di tengah kondisi pandemi covid 19

    Pelatihan dan Pendampingan Model SCL (Student Center Learning) Berbasis Lesson Study Content Learning Loss di SDN 005 Tarakan

    Get PDF
    The learner-centred learning model (SCL) has been released by the government with a variety of syntax examples at every level of education and provides enough space for modification, innovation and creativity, but not many schools have done it. Regarding the lack of training in the application of the student center learning learning model, which causes the lack of planning as outlined in the lesson plans in schools so that there is no clear reflection that is suitable for implementation in elementary schools in the city of Tarakan. The method of implementing the activities is carried out online and for the implementation of Lesson Study, activities are carried out offline but only in a smaller capacity. The targets and targets in these problems are as follows: 1) Brainstorming the application of the SCL model; 2) Assistance in making online-based plans, do, see; 3) Monitoring and evaluation of Learning Loss; 4) Formation of WhatsApp Groups with SCL Model content in schools. The results found during the service, namely: 1) Training on the application of learning models needs to be studied considering the development of science and how to get information; 2) The readiness of the participants to take part in the workshop is quite good; 3) Some of the participants were actively consulted via WhatsApp Groups; 4) Participants are able to work on assignments according to the specified time starting from identifying the SCL model to applying it according to offline and online learning media.Model pembelajaran berpusat pada peserta didik (SCL) telah dirilis oleh pemerintah dengan variasi contoh sintaksis di setiap jenjang pendidikan dan cukup memberikan ruang bagi modifikasi, inovasi dan kreativitas namun belum banyak dilakukan oleh sekolah. Terkait kurangnya pelatihan dalam penerapan model pembelajaran student center learning yang menyebabkan minimnya perencanaan yang dituangkan pada rencana pembelajaran di Sekolah sehingga belum terlihat refleksi yang jelas dan cocok untuk dilaksanakan pada sekolah dasar di kota Tarakan. Tujuan pengabdian yaitu sebagai tindaklanjut sosialisasi dan penerapan model-model pembelajaran yang berpusat kepada siswa pada abad 21. Metode pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara daring berupa pemodelan flipped classroom serta untuk penerapan Lesson Study dilaksanakan kegiatan secara luring berdasarkan hasil brainstroaming analisis video. Sasaran dan target dalam permasalahan tersebut adalah sebagai berikut: 1) Brainstroaming penerapan model SCL; 2) Pendampingan pembuatan plan, do, see berbasis daring; 3) Monitoring dan evaluasi Learning Loss; 4) Pembentukan Grup WhatsApp konten Model SCL di sekolah. Hasil yang ditemukan pada saat pengabdian, yakni: 1) Pelatihan penerapan model pembelajaran perlu untuk dipelajari mengingat semakin berkembangan ilmu pengetahuan dan cara mendapatkan informasi; 2) Kesiapan peserta dalam mengikuti workshop cukup baik; 3) Beberapa peserta aktif konsultasi melalui Grup WhatsApp; 4) Peserta mampu mengerjakan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan mulai dari identifikasi model SCL sampai menerapkannya yang sesuai dengan media pembelajaran offline dan online. Simpulan pada hasil pengabdian yaitu pendidik mampu menentukan taksonomi bloom sesuai dengan materi dan karakteristik peserta didik melalui model pembelajaran berpusat pada peserta didik

    580

    full texts

    595

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇