Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
    595 research outputs found

    Pembuatan Cairan Eco-Enzyme sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga melalui Teknologi Shred-Chopper di Desa Tapanrejo Banyuwangi

    Full text link
    Tapanrejo Village is located in Muncar Sub-district with a large area and high population density. This village experiences problems with household waste generation, which is dominated by organic waste. This amount of waste is further increased by the presence of agricultural waste which is the result of community activities. Therefore, the solution applied to this problem is to utilize household organic waste which is processed into eco-enzyme liquid. The partners of this activity are mothers from the Tapanrejo Village Family Empowerment and Welfare Movement Team (TP-PKK). The purpose of implementing this program is that partners are able to manage household waste independently and are able to make eco-enzyme liquid with the application of a shred-chopper machine to improve the quality of life of the community. The stages of activity in this program consist of the stages of socialization, mentoring and direct practice. Monitoring and evaluation of the results of community service activities are carried out by assessing the success of participants in making eco-enzyme liquids and distributing questionnaires of satisfaction with the implementation of activities filled in by each participant. This community service activity begins with the implementation of socialization and training in making eco-enzyme liquids, implementing shred-chopper machines for waste shredding, and monitoring the evaluation of activities based on questionnaires filled out by activity participants. The implementation of the activity went well and the women participating in the activity were very enthusiastic about participating in the training from start to finish. Based on the results of the activity, 100% of the participants were able to make eco-enzyme liquid according to the instructions given and based on the satisfaction questionnaire that 80% of the participants were very satisfied with the implementation of socialization and training on household waste management and making eco-enzyme liquid that had been given.Desa Tapanrejo berada di Kecamatan Muncar dengan luas wilayah dan kepadatan penduduk yang tinggi. Desa ini mengalami permasalahan dengan adanya timbulan sampah rumah tangga yang didominasi jenis sampah organik. Jumlah sampah ini semakin meningkat dengan adanya limbah pertanian yang merupakan hasil aktivitas masyarakat. Oleh karena itu solusi yang diterapkan untuk permasalahan ini adalah dengan pemanfaatan sampah organik rumah tangga yang diolah menjadi cairan eco-enzyme. Mitra kegiatan ini adalah Ibu-Ibu dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Tapanrejo. Tujuan pelaksanaan program ini adalah mitra mampu mengelola sampah rumah tangga secara mandiri dan mampu membuat cairan eco-enzyme dengan penerapan mesin shred-chopper untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat. Tahapan kegiatan dalam program ini terdiri dari tahapan sosialisasi, pendampingan dan praktek langsung. Monitoring dan evaluasi hasil kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan menilai keberhasilan peserta dalam pembuatan cairan eco-enzyme dan menyebarkan angket kepuasan pelaksanaan kegiatan yang diisi setiap peserta. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dengan pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan pembuatan cairan eco-enzyme, implementasi mesin shred-chopper untuk pencacahan sampah, dan monitoring evaluasi kegiatan berdasarkan angket yang diisi oleh peserta kegiatan. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik dan ibu-ibu  peserta kegiatan sangat antusias mengikuti pelatihan mulai awal hingga selesai. Berdasarkan hasil kegiatan bahwa peserta 100% mampu membuat cairan eco-enzyme sesuai instruksi yang diberikan dan berdasarkan angket kepuasan bahwa 80% peserta kegiatan merasa sangat puas terhadap pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga dan pembuatan cairan eco-enzyme yang telah diberikan

    Pameran Bisnis Ibu-Ibu Desa Glagaharum sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan untuk Mencapai Sustainable Development Goals (SDGs)

    Full text link
    Glagaharum Village is one of the villages in Porong District, Sidoarjo. Housewives of Glagaharum Village have high potential to improve their village\u27s economy with their sewing skills. However, knowledge in calculating the cost of goods sold and marketing products effectively is still very minimal. Therefore, the "Kampung Jahit Arumpreneur" program is present as an effort to improve education and the economy of Glagaharum Village. Through training in the form of holding exhibitions, this program also contributes to realizing SDGs goals 1 and 4, namely poverty alleviation and quality education. The training in selling typical products of Glagaharum Village at Grand City Surabaya aims to sharpen the knowledge and skills of Glagaharum Village mothers to market and attract customers to compete in the market.Desa Glagaharum merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Porong, Sidoarjo. Ibu rumah tangga Desa Glagaharum memiliki potensi yang tinggi untuk meningkatkan perekonomian Desanya dengan keterampilan menjahit yang dimiliki. Namun, pengetahuan dalam menghitung harga pokok penjualan dan memasarkan produk secara efektif masih sangat minim. Karena itu, program “Kampung Jahit Arumpreneur” hadir sebagai upaya meningkatkan pendidikan dan perekonomian Desa Glagaharum. Melalui pelatihan berupa melakukan pameran, program ini turut berkontribusi dalam mewujudkan SDGs tujuan 1 dan 4, yaitu pengentasan kemiskinan dan pendidikan berkualitas. Pelatihan menjual produk ciri khas Desa Glagaharum di Grand City Surabaya bertujuan untuk mempertajam pengetahuan dan kemampuan ibu Desa Glagaharum memasarkan dan menarik pelanggan bersaing di pasar

    Implementasi Mesin Pemisah Kulit Ari Kedelai Kering Otomatis dan Perbaikan Manajemen untuk Meningkatkan Produktivitas UMKM Tempe Rohmat Tulungagung

    Full text link
    Tempe Rohmat Tulungagung MSME, located in Rejosasri Village, Gondang District, Tulungagung Regency, faces several problems in production and management aspects. The purpose of this program is to improve the quality and quantity of tempeh production with a focus on soybean epidermis stripping, soybean cracking, and epidermis separation in a way that is more efficient than conventional methods as well as good management training. The PKM implementation method by the PKM team together with students is carried out in the following stages, namely situation analysis, observation, interviews and discussions with partners, formulating priority problems, determining activity methods, design of automatic dry soybean epidermis separator machine, procurement of tools and materials, machine manufacturing, machine test stage, handover and application of machines, training on machine operation and maintenance to partners, business management training, periodic monitoring and evaluation, and reporting on the implementation of PKM. Concrete solutions offered for priority problems include the procurement and application of the Automatic Ari Soybean Skin Separator Machine in the production aspect, and improvements in the management of Tempe Rohmat MSMEs. The results of this activity, this dry soybean epidermis separator machine has a capacity of 300 kg / hour, 15 times the production capacity of wet soybean epidermis separation manually through the mining process of ± 20 kg / hour. Training and assistance in improving management in partner tempe MSMEs has had an impact on improving the implementation of good management starting from financial management, production management, and marketing management by recording business financial flows in an orderly and good manner using a simple cash book.UMKM Tempe Rohmat Tulungagung, yang terletak di Desa Rejosasri, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, menghadapi beberapa permasalahan dalam aspek produksi dan manajemen. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tempe dengan fokus pada pengupasan kulit ari kedelai, pemecahan kedelai, dan pemisahan kulit ari dengan cara yang lebih efisien daripada metode konvensional serta pelatihan manajemen yang baik. Metode pelaksanaan PKM oleh tim PKM bersama mahasiswa dilaksanakan dengan tahapan berikut, yakni analisis situasi, observasi, wawncara dan diskusi dengan mitra, merumuskan permasalahan prioritas, menentukan metode kegiatan, desain mesin pemisah kulit ari kedelai kering otomatis, pengadaan alat dan bahan, manufaktur mesin, tahap uji mesin, serah terima dan penerapan mesin, pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin kepada mitra, pelatihan manajemen usaha, monitoring dan evaluasi secara periodik, dan pelaporan pelaksanaan PKM. Solusi Konkrit yang ditawarkan untuk permasalahan prioritas meliputi pada aspek produksi perlu pengadaan dan penerapan Mesin Pemisah Kulit Ari Kedelai Kering Otomatis, dan pembenahan pada manajemen UMKM Tempe Rohmat. Hasil Kegiatan ini, mesin pemisah kulit ari kedelai kering ini mempunyai kapasitas 300 kg/jam, 15 kali lipat kapasitas produksi pemisahan ari kedelai basah secara manual melalui proses perambangan sebesar ± 20 kg/jam. Pelatihan dan pendampingan pembenahan manajemen pada UMKM tempe mitra, telah berdampak pada peningkatan pelaksanaan manajemen yang baik mulai dari manajemen keuangan, manajemen produksi, dan manajemen pemasaran dengan sudah dilakukan pencatatan arus keuangan usaha dengan tertib dan baik menggunakan buku kas sederhana

    Komodifikasi Limbah Sabut Kelapa sebagai Upaya Pengembangan Produk Kreatif Berbasis Potensi Lokal dalam Mendukung Perekonomian Anggota Kelompok Tani Diporejo Desa Kedayunan

    Full text link
    One of the sub-districts that produces the most coconuts in Banyuwangi Regency is Kabat Sub-district with an average of 7,829 tons per year. One of the villages that produces the most coconuts in Kabat Sub-district is Kedayunan Village with a harvest area of ​​426 ha and a production of 679.9 tons in 2020. However, coconut fiber waste has not been utilized optimally. Coconut fiber is a by-product and the largest part of the coconut fruit, which is around 35% of the weight of the coconut fruit. Although coconut fiber is classified as organic waste, if left untreated it will have an impact on the environment such as waste accumulation. The availability of waste that is very large in the Diporejo Farmers Group, further processing is needed so that coconut fiber waste becomes a product with high selling value and can help increase the income of farmer group members. One way to overcome this problem is by processing coconut fruit derivative products from coconut fiber into cocopeat. Cocopeat is a planting medium made from coconut fiber which has several advantages. These advantages include, as an environmentally friendly organic planting medium and has a fairly high water absorption capacity, the most important of which is being able to reduce coconut waste in the surrounding environment. In addition to coconut fiber processing activities, members of the farmer group are taught training on how to market cocopeat in the market.Salah satu kecamatan penghasil kelapa butir terbanyak di Kabupaten Banyuwangi adalalah Kecamatan Kabat dengan mencapai rata-rata 7.829 ton pertahunnya. Salah satu desa penghasil buah kelapa terbanyak di Kecamatan Kabat adalah Desa Kedayunan dengan luas panen tanaman sebesar 426 ha dan produksi sebesar 679.9 ton pada tahun 2020. Akan tetapi untuk limbah sabut kelapa belum dimanfaatkan secara maksimal. Sabut kelapa merupakan hasil samping dan bagian terbesar dari buah kelapa, yaitu sekitar 35% dari bobot buah kelapa. Walapun, sabut kelapa digolongkan sebagai limbah organik, akan tetapi apabila dibiarkan secara terus menerus akan berdampak terhadap lingkungan seperti penumpukan sampah. Ketersediaan limbah yang sangat banyak pada Kelompok Tani Diporejo, perlu adanya pengolahan lebih lanjut agar limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai jual tinggi dan dapat membantu meningkatkan penghasilan anggota kelompok tani. Salah satu cara untuk mengatasai persoalan tersebut dengan melalui pengolahan produk turunan buah kelapa dari sabut kelapa menjadi cocopeat. Cocopeat merupakan media tanam dengan berbahan dasar sabut kelapa yang memiliki beberapa keunggulan. Keunggulan tersebut antara lain, sebagai media tanam organik yang ramah lingkungan dan memiliki daya serap air yang cukup tinggi, yang paling terpenting yakni mampu mengurangi limbah kelapa di lingkungan sekitar. Selain kegiatan pengolahan sabut kelapa, anggota kelompok tani diajarkan pelatihan cara memasarkan cocopeat di pasaran

    Sosialisasi Seminar Kepenulisan Karya Ilmiah untuk Mengembangkan Kreativitas dan Inovasi Siswa MAN 1 Malang

    Full text link
    Writing scientific papers is an essential academic activity for the development of creativity and innovation, in addition to being something that students will encounter both at high school and college levels. However, it was found that many students still do not have a comprehensive understanding of scientific papers and their components. To overcome this, the Teaching Assistance students of Malang State University on Wednesday, May 8, 2024 held a socialization in the form of a scientific paper seminar held in Hall 1 MAN 1 Malang which was attended by teachers and representatives of classes X and XI as participants with the aim of improving students\u27 understanding of the structure, methods, and types of scientific papers. The implementation of this activity consists of the stages of planning, implementation, and evaluation. The implementation of this seminar activity shows that students have a better understanding of the concepts, structures, and techniques for compiling scientific papers. The success of the implementation of this scientific paper seminar activity cannot be separated from the cooperation and collaboration between students, teachers, and students so that students as the target audience can accept and understand better about writing scientific papers.Kepenulisan karya ilmiah merupakan kegiatan akademik yang esensial bagi pengembangan kreativitas dan inovasi, di samping merupakan suatu hal yang akan ditemui oleh siswa baik pada jenjang SMA maupun perguruan tinggi. Namun, ditemui masih banyak siswa yang belum memahami secara komprehensif tentang karya ilmiah dan komponen penyusunnya. Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa Asistensi Mengajar Universitas Negeri Malang pada Rabu, 8 Mei 2024 menyelenggarakan sosialisasi dalam bentuk seminar karya ilmiah yang dilaksanakan di Aula 1 MAN 1 Malang yang dihadiri oleh guru dan perwakilan kelas X dan XI sebagai peserta dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terkait struktur, metode, dan jenis karya ilmiah. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi. Terlaksananya kegiatan seminar ini menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih memahami terkait konsep, struktur, dan teknik penyusunan karya ilmiah. Keberhasilan atas terlaksananya kegiatan seminar karya ilmiah ini tidak lepas dari adanya kerjasama dan kolaborasi antara siswa, guru, maupun mahasiswa sehingga siswa sebagai audiens target dapat menerima dan memahami lebih baik tentang kepenulisan karya ilmiah

    Efektifitas Pelaksanaan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe II melalui Media Video Edukasi Senam Kaki Diabates di RS Balimed Denpasar

    Full text link
    The increase in blood sugar levels accompanied by impaired carbohydrate, fat, and protein metabolism due to insulin deficiency is a sign of chronic metabolic disease or diabetes mellitus (DM). This disease has many causes and can last for years. Management of diabetes in hospitals, in addition to using pharmacological therapy, also applies non-pharmacological strategies. One of the non-pharmacological efforts is foot gymnastics. Foot gymnastics has benefits for various muscle and joint problems. The method in this community service uses the lecture method and demonstration of diabetes mellitus foot gymnastics. The results of this community service obtained an increase in the pre-test value which was previously an average of 51.5, increasing after being given a lecture and demonstration to 75.75 post-test value. It is hoped that in the future the elderly will be able to independently apply diabetes foot gymnastics to prevent foot wounds.Adanya peningkatan kadar gula darah yang disertai dengan terganggunya metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein akibat kekurangan insulin adalah tanda penyakit metabolisme kronik atau diabetes melitus (DM). Penyakit ini memiliki banyak penyebab dan dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Penatalaksanaan diabetes di rumah sakit selain menggunakan terapi farmakologi, juga menerapkan statregi non farmakologi. Salah satu upaya non farmakologi yaitu senam kaki. Senam kaki memiliki manfaat pada berbagai masalah otot dan sendi. Metode pada pengabdian ini menggunakan metode ceramah dan demonstrasi senam kaki diabetes mellitus. Hasil pengabdian ini memperoleh adanya peningkatan nilai pre test yang sebelumnya rata-rata keseluruhan 51,5, meningkat setelah diberikan ceramah dan demonstrasi menjadi 75,75 nilai post test. Diharapkan kedepannya lansia secara mandiri mampu menerapkan senam kaki diabetes untuk mencegah adanya luka pada kaki

    Evaluasi Efektivitas Sosialisasi JKN-KIS dalam Meningkatkan Akses Layanan Kesehatan bagi Masyarakat Negeri Liang

    Full text link
    This Community Service (PKM) activity aims to increase the understanding and awareness of the Liang Village community regarding the National Health Insurance - Healthy Indonesia Card (JKN-KIS), as well as to facilitate health cadres in disseminating information about the program. The socialization was held on December 28, 2024, at the Liang Village Hall, with the main participants being local health cadres. This activity included lecture sessions, interactive discussions, and a simulation of using the Mobile JKN application to facilitate the community in accessing health services through a digital platform. The material presented included an introduction to JKN-KIS, registration procedures, how to use the JKN-KIS card, and the health service claim mechanism. The method used in this socialization was a participatory approach, involving questions and answers and discussions to ensure participant understanding. The expected results of this activity are increased knowledge of health cadres about JKN-KIS, as well as increased public awareness of the program\u27s importance in improving access to health services. In addition, this activity also aims to empower health cadres so that they can effectively disseminate this information to the community in their environment. Thus, this activity is expected to support the government\u27s efforts to expand the coverage of JKN-KIS participants and improve the quality of health services in the community.Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Negeri Liang mengenai Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), serta memfasilitasi kader kesehatan dalam menyebarluaskan informasi tentang program tersebut. Sosialisasi dilakukan pada tanggal 28 Desember 2024, di Balai Desa Negeri Liang, dengan peserta utama adalah kader kesehatan setempat. Kegiatan ini mencakup sesi ceramah, diskusi interaktif, serta simulasi penggunaan aplikasi Mobile JKN untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan melalui platform digital. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan tentang JKN-KIS, prosedur pendaftaran, cara penggunaan kartu JKN-KIS, dan mekanisme klaim layanan kesehatan. Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah pendekatan partisipatif, yang melibatkan tanya jawab dan diskusi untuk memastikan pemahaman peserta. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang JKN-KIS, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya program tersebut dalam akses layanan kesehatan yang lebih baik. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberdayakan kader kesehatan agar mereka dapat menyebarkan informasi ini secara efektif kepada masyarakat di lingkungan mereka. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam memperluas cakupan peserta JKN-KIS dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat

    Pendampingan Mitigasi Risiko pada UMKM Aneka Jaya Snack di Kabupaten Demak

    Full text link
    Data Usaha Mikro Kecil Menengah di Kabupaten Demak pada tahun 2024 sebanyak 13.027. Ini merupakah jumlah yang sangat besar dan perlu mendapatkan pembinaan khususnya terhadap mitigasi dan pengelolaan risiko. Hasil literasi dan pendampingan dari total 22 karyawan ternyata belum pernah mengikuti pelatihan tentang pengelolaan risiko usaha. Kegiatan pengabdi dilakukan dengan pendampingan mitigasi risiko bagi UMKM Aneka Jaya Snak untuk mengidentifikasi lebih dini, merancang penerapan manajemen risiko yang cocok, mengetahui kriteria manajemen risiko, mengetahui dampak risiko yang ditimbulkan serta merancang mengakanisme pengukuran risiko. Pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode PAR (Participatory Action Research), langkahnya mulai dari persiapan, sosialisasi, pendampingan pada UMKM. Dengan adanya pendampingan UMKM bisa memahami pentingnya pengelolaan risiko dalam kegiatan kerja. Pengelolaan risiko dilakukan supaya memberikan dampak khususnya untuk keberlangsungan kegiatan kerja, antisipasi sejak dini serta keputusan untuk penanganan risiko bisa diambil dan disesuaikan dengan resiko yang ada. Serta bisa memiliki pemahaman yang lebih sehingga para karyawan mampu bekerja dengan maksimal.The number of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Demak Regency was recorded at 13,027 as of 2024. This substantial figure indicates a strong need for targeted development efforts, particularly in the areas of risk mitigation and management. Findings from literacy assessments and mentoring involving 22 employees revealed that none had previously participated in training related to business risk management. This community engagement program involved risk mitigation assistance for the Aneka Jaya Snack MSME, aiming to enable early risk identification, the design of appropriate risk management frameworks, understanding of risk management criteria, assessment of potential impacts, and the development of suitable risk measurement mechanisms. The activity was conducted using the Participatory Action Research (PAR) method, which included stages such as preparation, socialization, and mentoring sessions with the MSME. Through this structured assistance, participants were able to recognize the significance of risk management in supporting their daily operations. Implementing risk management strategies helps ensure business sustainability, facilitates early anticipation of possible disruptions, and supports effective decision-making based on the level of risk. Furthermore, improved understanding among employees enhances their capacity to perform optimally in the workplace

    Penguatan Literasi Digital Guru SMA Muhammadiyah 01 Kota Blitar melalui Pelatihan Penyusunan LKPD Digital dan Media Interaktif

    Full text link
    Sebesar 79,55% guru masih menggunakan produk digital dari internet tanpa adaptasi konteks pembelajaran sehingga menunjukkan literasi digital guru belum berkembang pada aspek produktivitas dan inovasi. Pelatihan penyusunan LKPD digital dan pengembangan media interaktif merupakan solusi untuk meningkatkan literasi digital guru serta mendorong penerapan pembelajaran inovatif dan relevan dengan tuntutan abad 21. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi digital guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Muhammadiyah 01 Kota Blitar. Metode yang digunakan adalah Partisipatory Rural Appraisal (PRA) mencakup tahap sosialisasi, pelatihan, implementasi, dan evaluasi. Sosialisasi dilakukan dengan koordinasi bersama kepala sekolah dan guru. Kegiatan pelatihan terdiri dari penyampaian materi dan praktik penyusunan LKPD digital dengan aplikasi Wizer.me dan Flipbook, serta media interaktif dengan aplikasi Assemblr EDU dan Prezi. Selanjutnya hasil diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas. Evaluasi dilakukan terhadap produk digital guru menggunakan angket respon siswa dan rubrik penilaian LKPD digital dan media interaktif. Hasil respon siswa terhadap implementasi produk digital yaitu 91.14%, dalam kategori positif. Untuk hasil penilaian produk digital sebagai tolak ukur kemampuan literasi digital guru meningkat sebesar 13.48% dibandingkan dengan sebelumnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berhasil memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan literasi digital guru sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif bagi siswaAs many as 79.55% of teachers still use digital products from the internet without adapting the learning context, indicating that teachers\u27 digital literacy has not developed in the aspects of productivity and innovation. Training in compiling digital LKPD and developing interactive media is a solution to improve teachers\u27 digital literacy and encourage the implementation of innovative and relevant learning to meet the demands of the 21st century. This community service activity aims to strengthen teachers\u27 digital literacy and improve the quality of learning at SMA Muhammadiyah 01 Kota Blitar. The method used is Participatory Rural Appraisal (PRA) which includes the stages of socialization, training, implementation, and evaluation. Socialization is carried out in coordination with the principal and teachers. Training activities consist of delivering materials and practicing compiling digital LKPD using the Wizer.me and Flipbook applications, as well as interactive media using the Assemblr EDU and Prezi applications. Furthermore, the results are implemented in the learning process in the classroom. Evaluation is carried out on teachers\u27 digital products using student response questionnaires and assessment rubrics for digital LKPD and interactive media. The results of student responses to the implementation of digital products are 91.14%, in the positive category. The results of the digital product assessment, which serves as a benchmark for teachers\u27 digital literacy skills, increased by 13.48% compared to the previous year. Community service activities have significantly contributed to strengthening teachers\u27 digital literacy while providing a more engaging and interactive learning experience for students

    Program Siaga Cegah Hipertensi dan Stroke pada Masyarakat di Wilayah Tamalanrea Makassar

    Full text link
    Sebagai upaya penanggulangan masalah hipertensi yang berisiko stroke, Pemerintah Kota Makassar dalam Bidang kesehatan, telah meluncurkan program Sijagai. Dimana tenaga kesehatan dari Puskesmas yang langsung datang ke rumah warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan jika ada yang sakit dan menanganinya. Namun dalam pelaksanaan pengmas ini berfokus pada 3 kegiatan senam sehat lansia, deteksi faktor risiko melalui pemeriksaan TD, GDS, dan kolesterol total lalu diberikan edukasi pencegahan dan penanganan hipertensi, diet rendah garam, dan deteksi dini stroke. Hasil evaluasi menunjukkan lebih dari 50 % pasien mengalami hipertensi dan memiliki koleterol tinggi, setelah diberikan edukasi pengetahuan dan ketermapilan meningkat yang terlihat dari kemampuan mengulang informasi dan roleplay.As an effort to address hypertension, which poses a risk of stroke, the Makassar City Government has launched the Sijagai program, a health program in the Makassar City Health Center (Puskesmas). Health workers from the Community Health Center (Puskesmas) visit residents\u27 homes to conduct health checks and treat them. This community service program focuses on three activities: healthy exercise for the elderly, risk factor detection through blood pressure (BP), blood glucose (GDS), and total cholesterol screening, and education on hypertension prevention and management, a low-salt diet, and early stroke detection. Evaluation results show that more than 50% of patients with hypertension and high cholesterol experienced improved knowledge and skills after the education, as evidenced by their ability to repeat information and role-play

    580

    full texts

    595

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇