Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
    595 research outputs found

    Penerapan Sustainable Lifestyle Menggunakan Limbah Kulit Bawang Putih dan Kulit Jeruk Menjadi Spray Antiserangga bagi Warga Rusunawa Rorotan, Jakarta Utara

    Get PDF
    Every year household waste is the highest contributor. A sustainable lifestyle is an alternative that can be done to reduce it. This activity aims to provide education and improve skills in managing garlic and orange peel waste into insect-repellent sprays for the residents of the Rorotan Rusunawa Flats. The activity began with observations by giving a pre-test form to see how far the participants\u27 understanding was, resource persons providing material, practicing making insect repellent sprays, and finally filling out the post-test form to evaluate activities. This community service activity shows the participants are enthusiastic, as described in the Sig value. 2-tailed sample <0.05, which means there is a significant difference between the pre-test and post-test. The provision of material by resource persons and practice by trainers significantly affected the participants\u27 knowledge and skills.Setiap tahun sampah rumah tangga menjadi penyumbang tertinggi. Sustainable lifestyle menjadi alternatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi hal tersebut. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan edukasi dan meningkatkan keterampilan dalam mengelola limbah kulit bawang putih dan kulit jeruk menjadi spray antiserangga kepada warga penghuni Rusunawa Rorotan. Kegiatan diawali dengan observasi berupa pemberian form pre-test untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta, pemberian materi oleh narasumber, praktek pembuatan spray antiserangga dan terakhir pengisian form post-test untuk mengevaluasi kegiatan. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa peserta sangat antusias, hal ini digambarkan dalam nilai Sig. 2-tailed sampel < 0.05 yang bermakna terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test. Dengan demikian, pemberian materi oleh narasumber dan praktek oleh trainer menunjukkan pengaruh yang bermakna pada pengetahuan dan keterampilan peserta

    Edukasi dan Pendampingan Edukasi Tanaman Bernilai Ekonomi Tinggi Pada Masyarakat di Madyapuro Melalui Budidaya Bonsai

    Get PDF
    The economic sector is faced with many problems due to Covid-19. One of that is declining in economic activity which has a direct impact on the household economy, thus leading to efforts to create new economic activities in society. Dongkel is a depletion activity that aside the ecosystem to obtain economic benefits. This must be reduced through the conversion of activities in the community through an economic value approach and business management. This community service program seeks to provide public awareness of dongkel cultural activities which tend to be passive in terms of social and environmental economic values. The first step in implementing this program is giving education about the dangers of depletion for socio-economic life and the environment. Second, by encouraging the community in the RW 004 area of Madyapuro District to initiate the conversion of dongkel activities into cultivating plants with high economic value, namely bonsai. Third, by holding bonsai training as an activity to support household economic activities in the community. Fourth, by providing digital marketing training to sell the bonsai plant products. Hopefully, the result of this program is the establishment of public awareness in the cultivation of bonsai plants as a momentum to increase nature conservation and also the community\u27s economy in era pandemic.Sektor ekonomi dihadapkan dengan banyak persoalan akibat pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease 2019). Salah satunya adalah penurunan aktivitas ekonomi secara langsung yang mempengaruhi ekonomi rumah tangga, sehingga mengarah pada upaya untuk menciptakan kegiatan ekonomi baru di masyarakat. Dongkel merupakan aktivitas deplisi yatu pengambilan SDA secara besar-besaran demi keterseidaan bahan mentag dengan mengesampingkan ekosistem demi memperoleh manfaat ekonomi. Hal tersebut harus ditekan melalui konversi aktivitas ekonomi lain, melalui pendekatan nilai ekonomi dan manajemen usaha. Program pengabdian masyarakat ini berusaha memberi kesadaran masyarakat atas kegiatan budaya dongkel yang cenderung bersifat pasif atas nilai ekonomi sosial dan lingkungan. Dimana permasalah mitra yaitu kegiatan mendongkel tanaman dari alam yang sifatnya merusak dan diupayakan untuk kegiatan konversi budidaya Langkah pertama pelaksanaan program adalah melakukan edukasi tentang bahaya deplisi bagi kehidupan sosial ekonomi dan lingkungan. Kedua dengan mendorong warga masyarakat di wilayah RW 004, Kelurahan Madyapuro untuk menginisiasi konversi kegiatan mendongkel dengan budidaya tanaman bernilai ekonomi tinggi, yaitu bonsai. Ketiga dengan melakukan pelatihan membonsai sebagai kegiatan aktivitas penunjang ekonomi rumah tangga di masyarakat. Keempat dengan memberi pelatihan pemasaran untuk menjual produk tanaman bonsai. Harapannya, hasil dari program pengabdian ini adalah terbentuknya kesadaran masyarakat dalam budidaya tanaman bonsai sebagai momentum peningkatan konservasi alam serta juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di era pandemi

    Optimalisasi Digital Entrepreneurship Melalui Pelatihan Digital Marketing bagi Siswa-Siswi SMA Swasta Sultan Agung Pematangsiantar

    Get PDF
    The main purpose of this community service activity with the theme of Optimizing Digital Entrepreneurship Through Digital Marketing Training for Private High School Students Sultan Agung Pematangsiantarini is to provide additional knowledge about the importance of using and utilizing digital marketing for business management to gain competitive competitiveness. The method used to implement this activity is through lectures and direct practice of using and creating e-commerce accounts. The stages of implementing this service include the opening and introduction of digital entrepreneurship, exposure to the introduction of digital entrepreneurship and competitiveness, presenting some of the problems students often face regarding digital marketing, and then continued with practices related to e-commerce. After the service activities were completed, a follow-up interview was conducted regarding the impact of implementing the service activities. Following the results of follow-up interviews, it is known that the changes that occurred after participating in the activity, namely understanding of the digital aspect of entrepreneurship and understanding related to the use of digital marketing increased by 80%.Tujuan utama dilakukanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan tema Optimalisasi Digital Entrepreneurship Melalui Pelatihan Digital Marketing Bagi Siswa-Siswi SMA Swasta Sultan Agung Pematangsiantarini adalah untuk memberikan pengetahuan tambahan tentang pentingnya penggunaan dan pemanfaatan digital marketing bagi manajemen usaha untuk memperoleh daya saing yang kompetitif. Metode yang di gunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu melalui ceramah dan praktik langsung penggunaan dan pembuatan akun e-commerce. Tahapan pelaksanaan pengabdian ini meliputi pembukaan dan pengenalan digital entrepreneurship, pemaparan tentang pengenalan digital entrepreneurship dan daya saing, pemaparan tentang beberapa masalah yang sering dihadapi siswa-siswi mengenai digital marketing, kemudian dilanjutkan praktik yang berkaitan dengan penggunaan e-commerce. Setelah kegiatan pengabdian selesai, maka dilakukan wawancara lanjutan mengenai dampak pelaksanaan kegiatan pengabdian. Sesuai dengan hasil wawancara lanjutan, diketahui perubahan yang terjadi setelah mengikuti kegiatan yaitu pemahaman mengenai aspek digital entrepreneurship dan pemahaman terkait penggunaan digital marketing meningkat 80%

    Penggunaan Aplikasi Kamus Bahasa untuk Belajar Bahasa Inggris di EECC Kampung Inggris Pare

    Get PDF
    This community service activity is an activity about using the Language Electronic Dictionary Application to learn English in EECC Pare English Village which has a purpose to socialize and to provide knowledge about the use and utilization of the Language Electronic Dictionary Application as an effective, fantastic and innovative learning medium in English language learning in EECC Pare English Village. The target audiences were the English tutors. The method which was used in this community service was the approach method, the implementation method which was consisted of the preliminary stage, the socialization and hearing stage, and the evaluation stage. The result of this community service showed that English tutors in EECC Pare English village could utilize and use the Electronic Language Dictionary application as an effective, fantastic and innovative English learning medium. In addition, this application media could be a motivation and very popular with learners who are learning English.Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah suatu kegiatan tentang penggunaan Aplikasi kamus elektronik Bahasa untuk belajar Bahasa Inggris di EECC Kampung Inggris Pare yang bertujuan untuk mensosialisasikan dan memberikan pengetahuan tentang penggunaan dan pemanfaatan Aplikasi Kamus Elektronik Bahasa sebagai media belajar yang efektif, fantastic dan inovatif dalam pembelajaran bahasa Inggris di EECC Kampung Inggris Pare. Khalayak sasaran adalah para tutor bahasa Inggris. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan, metode pelaksanaan yang terdiri dari tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, dan tahap evaluasi. Hasil dalam pengabdian pada masyarakat ini adalah para tutor Bahasa Inggris di EECC Kampung Inggris Pare dapat memanfaatkan dan menggunakan aplikasi Kamus Elektronik Bahasa sebagai media pembelajaran bahasa Inggris yang efektif, fantastic dan inovatif. Selain itu, media aplikasi ini dapat menjadi motivasi dan sangat digemari oleh learners yang sedang belajar bahasa Inggris

    Pelatihan Penggunaan Media Flash Card dalam Pembelajaran Bahasa Inggris pada Taman Belajar Ar Raihan

    Get PDF
    Education is necessary for every individual so education at an early age is a prominent stage. At this level, various educational settings from informal, non-formal, or formal institutions as well are available. One of the non-formal institutions for early-stage education is Taman Belajar Ar Raihan. This institution helps students to gain knowledge in several skills, including in the academic field. One of the academic subjects is English for the Kindergarten level. Based on the concept of learning with fun, a variety of learning approaches and media are needed to promote a more interesting and fun learning classroom. By focusing on the use of the flash card as the learning media, the team provided training on the use of the flash card in improving English vocabulary mastery in particular. In this way, the students are more interested and happier to learn English.Pendidikan adalah kebutuhan setiap individu, sehingga pendidikan pada usia dini menjadi tingkat pendidikan yang penting. Pada tingkat ini, tersedia berbagai lembaga pendidikan, baik lembaga pendidikan informal, non-formal, ataupun formal. Salah satu lembaga pendidikan non-formal pada tingkat usia dini adalah Taman Belajar AR Raihan. Lembaga ini membantu para siswanya dalam mendapatkan pembelajaran di berbagai bidang, termasuk pembelajaran akademik. Salah satu pembelajaran akademik tersebut adalah pembelajaran bahasa Inggris tingkat Taman Kanak-kanak. Berdasarkan konsep pembelajaran menyenangkan, berbagai pendekatan pembelajaran dan media pembelajaran dibutuhkan untuk meningkatkan suasana kelas yang lebih menarik dan menyenangkan. Dengan berfokus pada penggunaan media flash card, tim pelaksana memberikan pelatihan penggunaan media tersebut dalam meningkatkan penguasaan kosa kata siswa. Dengan cara ini, siswa diharapkan dapat lebih tertarik dan lebih bahagia dalam mengikuti pembelajaran bahasa Inggris

    Workshop Plank Exercise untuk Pembelajaran Kebugaran Jasmani bagi Guru PJOK Mi Se-Kecamatan Trowulan

    Get PDF
    Getting used to regular and regular physical activity is very important to be instilled from an early age to improve children\u27s physical fitness and immunity. However, the problem of the COVID-19 pandemic has made online Physical Education, Sports and Health learning less effective in making children happy to do physical activity on a regular basis. The purpose of this activity is to improve the knowledge and skills of physical education teachers in utilizing plank training activities as physical fitness learning activities effectively and efficiently in this era of the covid-19 pandemic. The method of this activity is a workshop with plank exercise material, as well as assistance on how to apply it at school. The results of this activity showed that the enthusiasm of the participants in participating in the workshop was very good, many expressed that this activity had added new insights for them and was very interesting to apply in schools. The participants\u27 knowledge and skills regarding plank exercises were also very good, this was evident from the high enthusiasm, motivation, and confidence of the participants in applying them to students.Membiasakan aktivitas fisik yang rutin dan teratur sangat penting ditanamkan sejak dini untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan imunitas anak-anak. Namun, permasalahan pendemi covid-19 membuat pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan secara daring kurang efektif dalam membuat anak-anak senang melakukan aktivitas fisik secara teratur. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru PJOK dalam memanfaatkan aktivitas latihan plank sebagai aktivitas pembelajaran kebugaran jasmani secara efektif dan efisen di era pandemic covid-19 ini. Metode kegiatan ini adalah workshop dengan materi latihan plank, serta pendampingan cara pengaplikasiannya di sekolah. Hasil dari kegiatan ini didapat bahwa antusias peserta dalam mengikuti kegiatan workshop sangat baik sekali, banyak yang mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah menambah wawawasan pengetahuan baru bagi mereka dan sangat menarik untuk diterapkan di Sekolah. Pengetahuan dan keterampilan peserta tentang latihan plank juga sangat baik, hal itu diketahui dari antusias, motivasi, dan kepercayaan diri peserta yang tinggi dalam mengaplikasikannya pada siswa

    Pendampingan dan Penyuluhan Penguatan UKM Pempek Ikan Gabus Palembang Menjadi Kelembagaan Koperasi Kota Palembang pada Masa Pandemi Covid 19

    Get PDF
    UKM during the Covid-19 pandemic experienced a decrease in turnover. As a result of the implementation of restrictions on community activities, many UKM are no longer operating due to the spread of Covid-19. Therefore this PKMS activity aims to help Pempek snakehead fish in Palembang City in overcoming business problems during the pandemic. The Snakehead Fish Pempek UKM that became partners in this activity were the Snakehead Fish Pempek UKM Anita Apriliani and other UKM in the pre-cooperative formation. The stages of the activity are carried out through four activities including 1) holding member meetings/meetings which are held regularly and continuously in order to disseminate information about cooperatives including regarding the concept of cooperatives, cooperative advantages and rules related to cooperatives and the procedures for establishing cooperatives, counseling given to UKM so that they understand cooperatives as a whole, 2) provide assistance to UKM in preparing work programs jointly and carried out by implementers (administrators and business units) in accordance with a joint agreement and at the end of each implementation a participatory evaluation is carried out, 3) compiling written rules/norms agreed upon and adhered to. These rules will be contained in the Cooperative AD/ART as well as the preparation of press reports (special regulations) for rules that have not been included in the ART, 4) the preparation of candidates for cooperative management and supervisors, the vision and mission of the cooperative, the minutes of the cooperative and other supporting files such as the necessary documentation of activities in terms of establishing a cooperative to a notary. The results of the activity show that this activity provides new skills for UKM Pempek Anita Apriliani and other UKM. This can be seen from the formation of a Pre-Cooperative with the name Kembang Putri Dadar Cooperative with a total of 9 UKM. The Pre-Cooperative organizational structure that has been formed consists of a chairman, secretary, treasurer and two supervisors. Pre-Cooperative was formed to make it easier to obtain raw materials, capital and marketing. The formation of the Pre-Cooperative is expected to grow the economy both locally and nationally.  UKM di saat pandemi Covid-19 mengalami penurunan omset. Akibat diberlakuannya pembatasan kegiatan masyarakat banyak UKM tidak lagi beroperasi akibat penyebaran Covid-19. Oleh karena itu kegiatan PKMS ini bertujuan untuk membantu UKM pempek ikan gabus di Kota Palembang dalam mengatasi permasalahan usaha selama pandemi. UKM Pempek Ikan Gabus yang menjadi mitra pada kegiatan ini yaitu UKM Pempek Ikan Gabus Anita Apriliani dan UKM lainnya dalam pembentukan pra koperasi. Tahapan kegiatan dilakukan melalui empat kegiatan meliputi 1) melakukan pertemuan/ rapat anggota yang diselenggarakan secara berkala dan berkesinambungan guna mensosialisasikan mengenai koperasi termasuk didalamnya mengenai meliputi konsep koperasi, keunggulan koperasi dan aturan – aturan terkait dengan perkoperasian serta tata cara pendirian koperasi, Penyuluhan yang diberikan kepada UKM agar mereka memahami koperasi secara menyeluruh, 2) memberikan pendampingan UKM dalam penyusunan program kerja secara bersama dan dilaksanakan oleh para pelaksana (pengurus dan unit usaha) sesuai dengan kesepakatan bersama dan setiap akhir pelaksanaan dilakukan evaluasi secara partisipatif, 3) menyusun aturan/ norma tertulis yang disepakati dan ditaati bersama. Aturan ini akan tertuang dalam AD/ ART Koperasi serta penyusunan persus (peraturan khusus) bagi aturan yang belum dituangkan dalam ART, 4) penyusunan calon pengurus dan pengawas koperasi, visi dan misi koperasi, berita acara koperasi serta berkas penunjang lainnya seperti dokumentasi kegiatan yang diperlukan dalam syarat pendirian koperasi ke notaris. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya kegiatan tersebut memberikan keterampilan baru bagi UKM Pempek Anita Apriliani pempek Sulthan99 dan UKM lainnya. Hal ini terlihat telah terbentuknya Pra Koperasi dengan nama Koperasi Kembang Putri Dadar dengan jumlah UKM sebanyak 9 orang. Struktur organisasi Pra Koperasi yang telah dibentuk terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan dua orang pengawas. Pra Koperasi dibentuk untuk memudahkan dalam memperoleh bahan baku, modal dan pemasaran. Terbentuknya Pra Koperasi ini diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian baik lokal maupun nasional

    Upaya Peningkatan Kapasitas Remaja Menjadi Mental Health Leader pada Kelompok Sebaya Berbasis Spiritual dan Budaya di Panti Asuhan

    Get PDF
    Adolescents undergo a phase of complex developmental transitions, where this has an impact on increasing vulnerability to emotional and behavioral problems. However, the high prevalence of mental health problems in adolescents is not accompanied by high behavior seeking help regarding adolescent mental health literacy. Orphanages are considered as places that are able to assist and guide the development of adolescents physically, mentally, emotionally, socially, spiritually and culturally. Activities to strengthen emotional mental health provide scientific input in psychiatric nursing courses to strengthen mental nursing interventions in adolescents so that they have optimal psychosocial health development. This activity aims to improve the function of peer groups living in orphanages in influencing adolescent mental health. The form of activities carried out is in the form of socializing the roles and functions of peer groups regarding mental health, stress management and adolescent conflict management. It can be concluded from the results of this activity that the role of mental health leaders who are in orphanages plays an important role in strengthening emotional mental health in peer groups.Remaja menjalani fase transisi perkembangan yang kompleks, di mana hal ini berdampak pada meningkatnya kerentanan terhadap masalah emosional dan perilaku. Namun, tingginya masalah kesehatan mental pada remaja, tidak dibarengi dengan tingginya perilaku pencarian bantuan tentang literasi kesehatan mental remaja. Panti asuhan dianggap sebagai tempat yang mampu mendampingi dan membimbing perkembangan remaja baik secara fisik, mental, emosional, sosial, spiritual dan budaya. Kegiatan penguatan kesehatan mental emosional memberikan masukan ilmu pada mata kuliah ilmu keperawatan jiwa untuk menguatkan intervensi keperawatan jiwa pada remaja agar memiliki perkembangan kesehatan psikososial yang optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi kelompok teman sebaya yang tinggal di panti asuhan dalam mempengaruhi kesehatan mental remaja. Bentuk kegiatan yang dilakukan yaitu berupa sosialisasi peran dan fungsi kelompok teman sebaya tentang kesehatan mental, manajemen stres dan manajemen konflik remaja. Dapat disimpulkan dari hasil kegiatan ini bahwa adanya peran mental health leader yang berada di panti asuhan berperan penting dalam menguatkan kesehatan mental emosional pada kelompok teman sebaya

    Peran Orangtua untuk Menstimulasi Literasi Permulaan pada Anak Usia Pra Sekolah

    Get PDF
    Literacy in early childhood is not only limited to the ability to read and write but also to read symbols or signs that are around children. Sensitivity to signs in the surrounding environment is the initial ability to read more complex symbols such as letters of the alphabet. Family and home are the first places for children to learn, but not all families, in this case parents, understand this. Parents still think that later literacy activities will be carried out by their children. This training activity aims to provide information and invite parents to be more aware that literacy activities can be started with the simplest activities at home. This community service activity is carried out using the in-service training method. After the parent service activities, posyandu cadres, and PAUD post teachers have an understanding that literacy stimulation activities can be done at home, and have new knowledge about various activities that can be done to stimulate early literacy in children. PAUD can socialize various activities to stimulate early literacy through posters and booklets that have been distributed in community service activities.Literasi pada anak usia dini tidak hanya terbatas pada kemampuan membacatulisan tetapi juga membaca simbil atau tanda tanda yang ada di sekitar anak. Kepekaan terhadap tanda tanda yang ada di lingkungan sekitar merupakan kemampuan awal untuk mebaca symbol yang lebih kompleks seperti huruf alfabet. Keluarga dan rumah merupakan tempat belajar anak ang pertama, namun tidak semua keluarga dalam hal ini orangtua memahami hal tersebut. Orangtua masih beranggapan bahwa kegiatan literasi nanti akan dilakukan anak padasa. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan informasi serta mengajak orangtua untuk lebih menyadari bahwa kegiatan literasi bisa diawali dengan aktivitas paling sederhana di rumah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode in service trainig. Setelah kegiatan pengabdian orangtua, kader posyandu, serta guru pos PAUD memiliki pemahaman bahwa kegiatan stimualasi literasi dapat dilakukan di rumah, serta memiliki pengetahuan baru mengenai berbagai aktivitas yang dapat dilakukan untuk menstimulasi literasi permulaan pada anak.Implikasi dari kegiatan ini diharapkan kader posyandu serta guru Pos PAUD dapat mensosialisasikan berbagai aktivitas untuk menstimulasi literasi permulaan melalui poster serta booklet yang telah dibagikan pada kegiatan pengabdian

    Pelatihan Pemeliharaan Lingkungan dengan Konsep Biopori bagi Mahasiswa

    Get PDF
    Areas such as urban areas have relatively low water absorption. This is due to the imbalance between the pace of development and the availability of green open space. This condition eventually causes problems such as easy flooding, the difficulty for the community to obtain groundwater reserves, and the biological balance that is increasingly difficult to realize. Referring to these conditions, the solution that the author offers is to organize environmental maintenance training with the biopore concept for students. The target of this training is 30 participants from Mercu Buana University. The methods used in this training are through lectures, interactive discussions, and conducting simulations (practice). These results indicate that the students are very enthusiastic about participating in this training and are serious about practicing biopore making activities. In training, students were also invited to practice making biopore in the community, precisely at RT 001 and RT 003 RW 001, Meruya Selatan, Kembangan District, West Jakarta. The benefits that can be felt from making biopore include preventing flooding, being a dumping ground for organic waste, fertilizing plants, and improving air quality. After participating in this program, students are expected to become agents of change in their respective environments. In addition, through this activity, it is hoped that students can become examples and movers in environmental care in their respective regions.Daerah perkotaan seperti Jakarta relatif memiliki darah resapan air yagn rendah. Hal tersebut dikarenakan tidak seimbangnya antara laju pembangunan dengan ketersediaan ruang terbuka hijau. Kondisi ini pada akhirnya menimbulkan masalah seperti mudahnya banjir, sulitnya bagi masyarakat memperoleh cadangan air tanah, dan keseimbangan hayati yang kian sulit diwujudkan. Mengacu pada kondisi tersebut, maka solusi yang penulis tawarkan yaitu dengan menyelenggarakan pelatihan pemeliharaan lingkungan dengan konsep biopori bagi mahasiswa. Target dari pelatihan ini yaitu mahasiswa dari Universitas Mercu Buana sejumlah 30 peserta. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu melalui ceramah, diskusi interaktif, dan melakukan simulasi (praktek). Hasil pelatihan ini menunjukan bahwa para mahasiswa sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini, serta serius dalam mempraktekan kegiatan membuat biopori. Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa pun diajak untuk mempraktekan pembuatan biopori dilingkungan masyarakat, tepatnya di RT 001 dan RT 003 RW 001 Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan Jakarta Barat. Manfaat yang dapat dirasakan dari pembuatan biopori diantaranya yaitu mencegah banjir, menjadi tempat pembuangan sampah organic, dapat menyuburkan tanaman, dan meningkatkan kualitas air. Setelah mengikuti program ini, diharapkan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dilingkungannya masing-masing. Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan para mahasiswa dapat menjadi contoh dan pengenggerak dalam pemeliharaan lingkungan di wilayah masing-masing

    580

    full texts

    595

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇