Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
    595 research outputs found

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Industri Rumah Tangga Kue Kering di Kota Malang

    Get PDF
    The modern era demands that business actors and micro-industry continue to monitor. This is done so that the business owned can continue to run and develop well. Micro-entrepreneurs as part of the development of future components of the economy, of course, need serious assistance in order to improve the quality of their production. The food business is an interesting branch of business and not many people have developed it, through service that is packaged in the form of community empowerment, it is expected to have an impact and benefit for mothers in the community to have the ability to produce pastries. This service is carried out in several stages which include planning, implementation, evaluation, and reporting. All stages were carried out well, stage (a) planning planning included the preparation of a service plan that took into account the results of the survey and needs analysis that had been carried out previously. (b) the implementation of the program that has been prepared in the next stage is carried out in advance at the location by implementing health, (c) evaluation is carried out with the implementation of the program that has been implemented both in good terms by supporting success and follow-up plans, and (d) reporting that includes the preparation of reports as an accountability program that has been implemented.Zaman yang serba modern menuntut para pelaku usaha dan industri mikro untuk terus berinovasi. Hal ini dilakukan agar usaha yang dimiliki dapat tetap berjalan dan berkembang dengan baik. Pengusaha mikro sebagai bagian dari komponen pengembangan perekonomian dimasa depan, tentu memerlukan pendampingan serius agar dapat meningkatkan kualitas produksinya. Usaha dibidang makanan merupakan cabang bidang usaha yang menarik dan belum banyak orang kembangkan, melalui kegiatan pengabdian yang dikemas dalam bentuk pemberdayaan masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak dan manfaat kepada para ibu dilingkungan masyarakat untuk memiliki kemampuan memperoduksi kue kering. Pengabdian ini dilaksanakan dengan beberapa tahap yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Seluruh tahapan terlaksana dengan baik, tahap (a) perencanaan perencanaan mencakup penyusunan rencana pengabdian yang mempertimbangkan hasil survei dan analisis kebutuhan yang telah dilakukan sebelumnya. (b) pelaksanaan program yang telah disusun pada tahap selanjutnya dilaksanakan secara tatap muka di lokasi dengan menerapkan protokol kesehatan, (c) evaluasi dilakukan dengan memetakan program yang telah dilaksanakan baik dalam hal yang berkaitan dengan pendukung keberhasilan maupun kendala, dan rencana tindak lanjut, serta (d) pelaporan yang mencakup penyusunan laporan sebagai pertanggungjawaban program yang telah dilaksanakan

    PKK Exchange: Pelatihan Urban Farming pada Masyarakat Remote Area Kota Palembang dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis SDG’S

    Get PDF
    The area where community service is carried out is a strategic remote area, but the lack of government coverage and far from the Palembang Special Economic Zone (KEK) area makes it not ogled. The impact of the lack of government action on the outskirts of the area has led to the decline in Corporate Social Responsibility of PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju to develop villages by providing infrastructure in the form of a greenhouse. However, the ignorance of the community in terms of intellectual use of the land has left the land neglected and has no social or economic impact on the local residents. This is what prompted the spark to restructure abandoned land into a center for hydroponic activities based on SDGs and of course it is hoped that it can have an influence on the community by providing intellectual supplies of hydroponic systems from areas that have successfully implemented it first. The project carried out is socio-prenuer by empowering the community, especially mothers to take advantage of the surrounding location to be able to generate additional family income with the type of project, namely economic-oriented which is expected to provide welfare for the community from the marketed crops. The types of activities carried out are: urban farming (Hydroponics) counseling with practitioners in the kelurahan, Gotong royong for land preparation and construction of hydroponic system installations, Implementation of seeding activities and Hydroponic area maintenance, Hydroponic training, and Harvest and product marketing. The results of this community service activity are: partners can independently carry out hydroponic planting and sell agricultural products with a higher profit than the initial capital.Kawasan daerah tempat yang dilakukan pengabdian masyarakat merupakan daerah remote area strategis namun minimnya jangkauan pemerintah dan jauh dari area Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palembang menjadikannya tidak dilirik. Dampak dari minimnya aksi pemerintah pada daerah pinggiran menyebabkan turunnya Corporate Social Responsibility PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju melakukan pengembangan desa dengan menyediakan sarana prasarana berupa greenhouse. Namun, ketidaktahuan masyarakat dalam hal intelektual penggunaannya menjadikan lahan tersebut terbengkalai dan tidak berdampak secara sosial maupun ekonomi bagi warga sekitar. Hal inilah yang mendorong tercetusnya untuk melakukan restrukturisasi lahan yang terbengkalai menjadi pusat kegiatan hidroponik yang berbasis SDGs dan tentunya diharapkan dapat membawa pengaruh bagi masyarakat dengan melakukan pembekalan intelektual sistem hidroponik dari daerah yang sudah berhasil menerapkannya terlebih dahulu. Project yang dilaksanakan yakni socio-prenuer dengan melakukan pemberdayaan masyarakat khususnya ibu-ibu untuk memanfaatkan lokasi sekitar untuk dapat menghasilkan income tambahan keluarga dengan jenis project yakni economic-oriented yang diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat dari hasil panen yang pasarkan. Bentuk kegiatan yang dilakukan yaitu: penyuluhan urban farming (Hidroponik) bersama praktisi di kelurahan, Gotong royong penyiapan lahan dan pebangunan instalasi sistem hidroponik, Pelaksanaan kegiatan penyemaian serta Perawatan area Hidroponik, Pelatihan hidroponik, dan Panen Raya dan Pemasaran produk. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu: mitra dapat secara mandiri melakukan penanaman hidroponik dan menjual hasil pertanian dengan laba yang lebih tinggi dari modal awal

    Pembelajaran Rangkaian Listrik dengan Aplikasi TinkerCAD Circuit pada Akademisi di Indonesia

    Get PDF
    The development of the world of education that increasingly prioritizes asynchronous learning encourages more platforms and applications to be launched online learning by combining knowledge and skills. However, there are still obstacles when students/teachers first try to use the application/platform self-taught. In order to bridge this gap, the UKM TE Study Program held a service by providing simulation and coding workshops on electrical circuits with the TinkerCAD Circuit web-based application for students and teachers in junior high schools. The main purpose of this PkM is to be a motivation and basis for participants to learn electrical circuits, and it can even be used as an online learning option in schools.Perkembangan dunia pendidikan yang semakin mengedepankan pembelajaran asinkron mendorong semakin banyak diluncurkan platform dan aplikasi pembelajaran daring dengan memadukan knowledge dan skill. Namun masih ada kendala saat siswa/guru pertama kali mencoba menggunakan aplikasi/platform secara otodidak. Dalam rangka menjembatani kesenjangan ini, Prodi TE UKM mengadakan pengabdian dengan memberikan workshop simulasi dan coding rangkaian listrik dengan aplikasi web based TinkerCAD Circuit untuk siswa dan guru di sekolah menengah pertama. Tujuan utama PkM ini adalah dapat menjadi motivasi dan dasar bagi peserta agar dapat belajar rangkaian listrik, bahkan dapat dijadikan opsi pembelajaran di sekolah secara daring

    Peningkatan Literasi Keuangan pada Siswa SMA Melalui Edukasi Keuangan

    Get PDF
    Financial literacy is a person\u27s understanding and knowledge of financial concepts and risks and the ability to apply their understanding and knowledge in decision making that can improve welfare. A good level of financial literacy can avoid the public from the risk of financial fraud. Moreover, if it is associated with financial inclusion, the high level of financial literacy will result in high financial inclusion which in turn will have an impact on poverty eradication, increased development and financial stability. Therefore, it is important to conduct financial education to improve financial literacy. This community service aims to increase the financial literacy in high school students. The event participants were 32 high school students in Palembang and the activity was carried out by providing information about financial products. During the activity, participants were asked to answer two questionnaires; before and after presentation to assess the level of financial literacy. The results show that, providing financial education can increase financial literacy in students.Literasi keuangan merupakan pemahaman dan pengetahuan seseorang atas konsep dan risiko keuangan dan kemampuan untuk menerapkan pemahaman dan pengetahuannya dalam pengambilan keputusan yang dapat meningkatkan kesejahteraan. Tingkat literasi keuangan yang baik dapat menghindari masyarakat dari risiko penipuan finansial. Terlebih, jika dikaitkan dengan inklusi keuangan, tingginya tingkat literasi keuangan akan mengakibatkan pada tingginya inklusi keuangan yang selanjutnya akan berdampak pada pemerantasan kemiskinan, peningkatan pembangunan dan stabilitas keuangan. Oleh karena itu, adalah penting untuk melakukan edukasi keuangan untuk meningkatkan literasi keuangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan literasi keuangan pada siswa SMA. Peserta kegiatan merupakan pelajar SMA di Palembang sebanyak 32 orang dan kegiatan dilakukan dengan pemberian informasi mengenai produk-produk keuangan. Pada saat kegiatan berlangsung, peserta diminta untuk menjawab dua kuesioner; sebelum dan setelah pemberian informasi untuk menilai tingkat literasi keuangan. Hasil menunjukkan bahwa, pemberian edukasi keuangan dapat meningkatkan literasi keuangan pada siswa

    Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu-Ibu PKK Kelurahan Lubuk Durian melalui Penyuluhan dan Pelatihan Pemanfaatan Nasi Sisa Menjadi Pupuk Organik Cair

    Get PDF
    Lubuk Durian Village is a village located in Kerkap District, North Bengkulu Regency, Bengkulu Province. The emergence of the COVID-19 pandemic has an impact on the activities carried out by the community. PKK women in Lubuk Durian Village are very enthusiastic about finding useful activities to do during the pandemic. One of the activities of interest is processing waste into something useful. One of the items that are considered waste from daily life activities is leftover rice. Leftover rice is usually thrown away by PKK women in Lubuk Durian Village. This community service activity aims to provide information and improve the knowledge and skills of PKK mothers in Lubuk Durian Village. This activity is carried out using counseling methods and product manufacturing training. The results obtained from this PkM activity are that PKK women in Lubuk Durian Village get knowledge and skills on how to handle leftover rice so that it can be useful, namely by making it as liquid fertilizer. This activity can be used to foster a sense of empathy and responsibility for the environmental communityLubuk Durian adalah wilayah kelurahan yang terletak di Kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Munculnya pandemi covid-19 berdampak terhadap aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat. Ibu-ibu PKK Kelurahan Lubuk Durian sangat antusias mencari kegiatan yang bermanfaat untuk dilakukan selama masa pandemi. Salah satu kegiatan yang diminati adalah pengolahan sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Salah satu barang yang dianggap sampah dari aktivitas kehidupan sehari-hari adalah nasi sisa. Nasi sisa umumnya dibuang begitu saja, namun ada juga yang memanfaatkannya menjadi karak atau digunakan untuk pakan ternak. Dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini nasi sisa diolah menjadi pupuk organik cair. Tujuan kegiatan adalah memberikan informasi guna meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam memanfaatkan nasi sisa menjadi pupuk organik cair, dengan metode penyuluhan dan pelatihan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan PkM ini adalah ibu-ibu PKK Kelurahan Lubuk Durian mendapat pengetahuan dan ketrampilan penanganan nasi sisa sebagai pupuk organik cair. Kegiatan ini dapat digunakan untuk menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan

    Pengolahan Pakan Ternak Ruminansia melalui Penerapan Carrying Capacity di Desa Meurandeh Aceh Kota Langsa

    Get PDF
    Langsa City is currently one of the centers for Aceh cattle cultivation. One of the areas or districts currently developing Aceh cattle farming is the Langsa Lama District, Langsa City. Carrying Capacity is a system that has been widely used by breeders. The use of this system is said to be very economical because it uses grass directly and uses little electricity. Carrying Capacity is highly recommended for small-scale farms because the system is economical and hygienic. The way Carrying Capacity works is the Incentive cage used to raise aceh cattle breeds. The direction of sunlight is modified so that the Aceh cattle become good seeds when they are productive. During the breeding process, the intensives in the cage are made as much as possible so that the daily body weight growth of the aceh cattle is fulfilled because it is triggered by feed that is highly nutritious and easily digested, the feed is given ad libitum and has been served in the form of chopped pieces using a grass chopper. small scale for 10-20 cows.Kota Langsa saat ini menjadi salah satu centra budidaya Sapi Aceh. Wilayah atau Kecamatan yang saat ini tengah mengembangkan budidaya ternak Sapi Aceh salah satunya adalah Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa. Carrying Capacity adalah salah satu sistem yang telah banyak digunakan oleh peternak. Penggunaan sistem ini dikatakan sangat ekonomis karena menggunakan rumput langsung dan menggunakan sedikit listrik. Carrying Capacity sangat direkomendasikan untuk peternakan dalam skala kecil dikarenakan sistem yang ekonomis dan higienis. Cara kerja Carrying Capacity yaitu kandang Insentif yang digunakan untuk memelihara bibit sapi aceh. Arah sinar matahari di modifikasi agar Sapi Aceh menjadi bibit yang baik pada saat berprodukasi. Selama proses pembibitan, intensif di dalam kandang dibuat semaksimal mungkin agar pertumbuhan bobot badan harian bibit sapi aceh terpenuhi karena dipicu dengan pakan yang bernutrisi tinggi serta mudah dicerna, pemberian pakan diberikan secara ad libitum dan sudah disajikan dalam bentuk potongan potongan yang dicacah menggunakan mesin pencacah rumput skala kecil untuk 10-20 ekor sapi

    Pendampingan Perancangan Sajian Khas pada Kawasan Wisata di Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo

    Get PDF
    Gadingan is a village in Jangkar – Situbondo. It has the potential natural resources known as Gadingan Mas which will be developed as a traditional culinary center, although the type of dishes that has the potential as special culinary delights is not yet known. The purpose of this community empowerment is to assistance Pokdarwis to identify and promoting the special traditional culinary. Participatory rural appraisal (PRA) is applied to encourage village communities to share with each other about the actual situation of the village and to determine development plans and actions. The identification results show that the dishes commonly served in local households are grilled fish, smoked fish, “nasi sodu”, and lamtoro coffee. Using the focus group discussion method, it was decided that Nasi Sodu and Lamtoro Coffee were presented as special culinary delights. A special culinary modification dish is in the form of serving “nasi sodu” with a touch of red and green. This color comes from the use of “sambal cengi” as an additional dish. The addition of this “sambal cengi”, in addition to providing a delicious taste to the “nasi sodu”, also provides a better perception for consumers.Desa Gadingan di Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo memiliki potensi wisata alam embung Gadingan Mas yang akan dikembangkan sebagai sentra wisata kuliner khas. Namun, Pemerintah Desa belum menemukan jenis kuliner khas yang akan ditawarkan. Tujuan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Gadingan adalah mengidentifikasi jenis kuliner khas dan mengemas produk kuliner sebagai competitive advantage desa wisata. Metode pelaksanaan kegiatan dengan pendekatan participatory rural appraisal (PRA). Hasil identifikasi makanan dan minuman yang biasa disajikan di rumah tangga setempat adalah ikan bakar, ikan asap, nasi sodu, dan kopi lamtoro. Penggunaan metode focus group discussion merumuskan nasi sodu dan kopi lamtoro merupakan kuliner khas desa Gadingan. Modifikasi kuliner khas menghasilkan penyajian nasi sodu dengan warna merah dan hijau yang bersumber dari penambahan sambal cengi pada sajian. Penambahan sambal cengi ini selain menambah nikmat citarasa nasi sodu, juga memberikan persepsi yang lebih baik bagi konsumen

    Peningkatan Pemahaman Pembuatan Media Pembelajaran Guru PAUD Melalui Pemanfaatan Limbah Kayu

    Get PDF
    Jatimulya Village, one of the villages in Karawang Regency, has a Garbage Bank which receives plastic waste, plastic bottles or plastic cups, paper, newspapers, cardboard, and wood scraps from the community every day. Leftover wood waste from production or wood products that are no longer used if not used properly will cause serious problems for the environment. Pretest results on 10 teachers from 5 early childhood education programs found 40% of teachers were still unsure and did not know about the durability of media and had never made media from wood waste. This community service activity uses socialization and hands-on practice in making mathematics learning media made from wood. After participating in this socialization and training activity, it was shown that there was an 80% increase in knowledge and understanding of the use of wood waste as media material for early childhood mathematics learning. This activity motivates early childhood education programs teachers to innovate by using wood waste in the surrounding environment to become a media that can be used for learning, especially mathematics for early childhood.Desa Jatimulya salah satu desa yang berada di Kabupaten Karawang memiliki Bank Sampah yang setiap harinya menerima limbah plastik, botol atau gelas plastik, kertas, koran, kardus dan potongan kayu dari masyarakat. Limbah kayu sisa hasil produksi atau produk dari kayu yang sudah tidak terpakai lagi jika tidak dimanfaatkan dengan tepat akan menimbulkan masalah yang serius bagi lingkungan. Hasil pretest kepada 10 orang guru dari 5 PAUD ditemukan 40% guru masih ragu dan tidak tahu tentang tahan lama suatu media pembelajaran serta belum pernah membuat media pembelajaran yang berbahan limbah kayu. Kegiatan abdimas ini menggunakan metode sosialisasi dan praktek langsung membuat media pembelajaran matematika berbahan dasar kayu. Setelah mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini menunjukkan adanya peningkatan 80 % pengetahuan dan pemahaman tentang pemanfaatan limbah kayu sebagai bahan media pembelajaran matematika anak usia dini. Kegiatan ini memberikan motivasi bagi Guru PAUD dalam berinovasi memanfaatkan limbah kayu yang ada dilingkungan sekitar menjadi media yang dapat digunakan untuk pembelajaran khususnya matematika anak usia dini

    Edukasi Literasi Keuangan Terkait Tabungan dan Dana Pensiun pada UMKM Arum Manis di Dusun Kemloko, Mojokerto

    Get PDF
    Financial literacy is important for MSME actors to manage and develop their businesses easily. The financial management carried out by Arum Manis MSMEs is still very simple, by not separating between their own capital and business capital. This community service activity aims to educate and assist the owners and employees of Arum Manis MSMEs about savings and pension funds. The method used a qualitative method with primary data sources by distributing questionnaires to owners and employees of Arum Manis MSMEs. Descriptive analysis is used to explain and analyze the achievement of the percentage of respondents who answered yes and no. The results of community service activities include (a) 14% of respondents have savings and atm (b) 100% of respondents believe they can support their families until old age and have investments in the form of land and houses (c) 100% of respondents have never heard of a pension fund program and have no desire to have a pension fund program. These community service activity results show that owners and employees have sufficient knowledge about savings but no desire to have a pension fund.Literasi keuangan merupakan faktor penting bagi pelaku UMKM agar mudah melakukan pengelolaan dan pengembangan usaha. Pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh UMKM Arum Manis masih sangat sederhana, dengan tidak melakukan pemisahan antara modal sendiri dan modal usaha. Tujuan dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu melakukan edukasi dan pendampingan kepada pemilik dan karyawan UMKM Arum Manis tentang tabungan dan dana pensiun. Metode yang digunakan menggunakan metode kualitatif dengan sumber data primer dengan menyebarkan kuesioner kepada pemilik dan karyawan UMKM Arum Manis. Analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan dan menganalisis ketercapaian persentase jumlah responden yang menjawab iya dan tidak. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat antara lain (a) 14% responden memiliki tabungan dan atm (b) 100% responden yakin mampu menghidupi keluarga sampai masa tua dan memiliki investasi berupa tanah dan rumah (c) 100% responden belum pernah mendengar program dana pensiun dan belum berkeinginan memiliki program dana pensiun. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa pemilik dan karyawan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai tabungan, namun belum ada keinginan untuk memiliki dana pensiun

    Pelatihan Kreativitas Tie-Dye dan Pembuatan Hand Bag untuk Kemandirian Ekonomi Penghuni Panti Arrahman Yogyakarta

    Get PDF
    The Arrahman Foundation, located in Yogyakarta, is a social foundation aiming to increase orphanage residents\u27 independence through the entrepreneurship program. One of the efforts to increase the independence of the residents of the orphanage so that they can become entrepreneurs is to collaborate with the Faculty of Art and Design and the Faculty of Business Maranatha Christian University in collaboration with Duta Wacana Christian University to provide training in tie-dye technique, handbag, determining production cost, profit, and break-even analysis. The participants were 11 residents of the orphanage aged 19-22 years old, the majority were women and had a high school education. The training methods with explanation, demo, and hands-on methods. As a result, participants can produce the creation of tie-dye and handbag. The results of data collection through the questionnaire regarding the knowledge about production costs, profit, and break-even. The results of the Wilcoxon sign rank test method using SPSS, there are different knowledge before and after training, and the knowledge increase after training. The implication is participants can produce and understand the basics of cost and profit.Yayasan Arrahman yang salah satu cabangnya terletak di Yogyakarta merupakan Yayasan sosial memiliki tujuan untuk meningkatkan kemandirian penghuni panti melalui program kewirausahaan. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemandirian penghuni panti agar dapat berwirausaha adalah mengajukan permohonan ke Fakultas Seni Rupa dan Desain dan Fakultas Bisnis Universitas Kristen Maranatha bekerja sama dengan Universitas Kristen Duta Wacana untuk memberikan pelatihan Teknik tie-dye dan handbag serta penentuan biaya produksi, laba, dan analisis break even. Peserta sebanyak 11 orang penghuni panti dengan usia 19-22 tahun, mayoritas perempuan dan berpendidikan terakhir SMA. Metode pelatihan dengan ceramah, demo, dan praktik langsung. Peserta dapat menghasilkan produk kreasi tie-dye dan handbag. Hasil pengumpulan data melalui kuesioner mengenai pengetahuan peserta berkaitan dengan biaya produksi, laba, break even dan pengolahan data menggunakan SPSS dengan metode Wilcoxon sign rank test menghasilkan terdapat perbedaan pengetahuan peserta sebelum dan setelah pelatihan serta mengalami peningkatan pengetahuan setelah pelatihan. Implikasi hasil pengabdian ini adalah peserta memiliki tambahan pengetahuan berupa kreativitas produk yang dapat dihasilkan dan pemahaman dasar-dasar perhitungan biaya dan laba

    580

    full texts

    595

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇