Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI APLIKASI TRACER STUDY BERBASIS WEBSITE DI SMK IHYA’ ULUMUDIN
Tracer study tracking of school alumni has an important role in improving and measuring the quality of education. Currently, Ihya Ulummudin Vocational School carries out tracer studies using manual methods with paper, resulting in limited and less than optimal information. Filling in this method is only able to track 20% of the number of graduates each year. This data must be reported to the Director General of Vocational Studies every year, but the school has difficulty providing this data information. To overcome this, the creation of a web-based tracer study application was carried out in discussion with the SMK. After the application is complete, testing and implementation of the application is carried out with graduating alumni. Workshops and training related to tracer studies were also held to support the use of this system. This application allows filling out questionnaires more quickly and accurately, as well as connecting alumni with the latest information regarding their careers. The results of this service show that the increase in tracer study filling has increased to above 90% and almost 80% of respondents expressed satisfaction with this application. With the website-based tracer study application that has been implemented, it will make it easier for managers to collect data on alumni of SMK Ihya Ulumuddin effectively and efficiently every year, as well as answer tracer study questions more accurately.Pelacakan tracer study terhadap alumni sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan dan mengukur kualitas pendidikan. Saat ini, SMK Ihya Ulummudin melakukan tracer study menggunakan metode manual dengan kertas sehingga menghasilkan informasi yang terbatas dan kurang optimal. Pengisian dalam metode ini hanya mampu melacak 20% dari jumlah lulusan setiap tahunnya. Data tersebut wajib dilaporkan kepada Dirjen Vokasi setiap tahun, namun pihak sekolah mengalami kesulitan dalam menyediakan informasi data tersebut. Untuk mengatasi hal ini, pembuatan aplikasi tracer study berbasis web dilakukan dengan berdiskusi dengan pihak SMK. Setelah aplikasi selesai, uji coba dan implementasi aplikasi dilakukan bersama alumni lulus. Workshop dan pelatihan terkait tracer study juga diadakan untuk mendukung penggunaan sistem ini. Aplikasi ini memungkinkan pengisian kuesioner lebih cepat dan akurat, serta menghubungkan alumni dengan informasi terkini mengenai karir mereka. Dari hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa peningkatan pengisian tracer study meningkat menjadi diatas 90% dan hampir 80% responden menyampaikan puas dengan aplikasi ini. Dengan adanya aplikasi tracer study berbasis website yang telah di implementasikan, akan memudahkan pengelola dalam mengumpulkan data alumni SMK Ihya Ulumuddin secara efektif dan efisien setiap tahun, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan tracer study dengan lebih akurat
Peningkatan Pengetahuan Videografi sebagai Upaya Pendukung Promosi Produk UMKM
Current information technology has been implemented in various fields, such as education, religion, health, social, and culture. Nowadays, Smartphones and social media are a way out of communicating, digging information activities, to buying and selling transactions. The use of information technology has also proliferated, not only for companies and business actors, but almost all people use and utilize information technology. The Tegal City Government itself has created a social media-based promotional platform, namely the UMKM gallery, that can be accessed by Micro, Small and Medium Enterprises (MSME) sector actors to promote their products. However, in carrying out these promotions, they need exciting content to attract buyers. MSMEs need expertise in drafting concepts and editing images and videos as promotional breakfasts. So it is essential to make an effort to improve videography that can be used as a means of marketing the products of business people, in this case, MSME’s products. This activity was carried out with the support of the Canva application to create product promotional content. Canva is an online design program application that provides various editing tools or tools to create various graphic designs in the form of templates, features, and categories provided in it easily without the need to design it from scratch. The results of this activity are several designs made by MSME actors in promoting their products. Increased knowledge can be seen from the design results shared on their social media such as WhatsApp, Instagram, and others.Teknologi informasi yang ada saat ini sudah diimplementasikan ke berbagai bidang, seperti bidang pendidikan, keagamaan, kesehatan, sosial maupun budaya. Dewasa ini Smartphone dan sosial media menjadi jalan keluar dalam melakukan komunikasi, aktivitas menggali informasi, hingga transaksi jual beli. Pemanfaatan teknologi informasi juga sudah berkembang dengan pesat, tidak hanya pada perusahaan dan pelaku usaha, tetapi hampir semua masyarakat menggunakan dan memanfaatan teknologi informasi. Pemerintah Kota Tegal sendiri telah membuat wadah promosi berbasis sosial media, yaitu galeri UMKM yang dapat diakses para pelaku sektor UMKM untuk mempromosikan produknya. Akan tetapi dalam melakukan promosi tersebut, mereka memerlukan konten yang menarik agar dapat menarik pada pembeli. Para pelaku UMKM memerlukan kepiawaian dalam menyusun konsep serta melakukan editing gambar maupun video sebagai sarapan promosi. Sehingga sangatlah penting dilakukan sebuah upaya peningkatan videografi yang dapat dijadikan sarana pemasaran produk para pelaku bisnis, dalam hal ini adalah produk UMKM. Kegiatan ini dilakukan dengan dukungan aplikasi Canva dalam pembuatan konten promosi produk. Melalui kegiatan ini para pelaku UMKM diajak untuk berlatih mendesain serta membuat konten kreatif yang berhubungan dengan produk yang dijualnya. Hal ini perlu dilakukan dikarenakan tidak menutup kemungkinan adanya penjual dengan barang sserupa, sehingga para pelaku UMKM harus mampu bersaing dengan mempromosikan barang dagangannya dengan menarik dan tepat. Hasil dari kegiatan ini adalah konten kreatif yang dibuat oleh pelaku UMKM dalam mempromosikan produk mereka dan siap dipromosikan melalui sosial media
Pembuatan Kopi Decaf dalam Kemasan Drip Bag dengan Metode Cold Brew di Rumah Kopi Ibu Bumi Banyuwangi
Rumah Kopi Ibu Bumi is a coffee house that processes roasted coffee and coffee brewing products. The method of brewing coffee at Rumah Kopi Ibu Bumi has been less practical, resulting in a thick, concentrated coffee body, relatively expensive products, and can only be enjoyed in one serving. This makes the process of brewing coffee inefficient and less economical. The cold brew method using drip bag coffee allows to solve this problem. This method results in a lower caffeine brew of coffee, can be used for several brews, and the product is more affordable. This program produces decaf coffee packaging products in drip bags that are ready to be marketed. This program was carried out well with the increasing of understanding and skills of business owners and employees in Rumah Kopi Ibu Bumi.Rumah Kopi Ibu Bumi merupakan usaha kopi rumahan yang mengolah kopi sangrai dan produk seduhan kopi. Metode seduhan kopi di Rumah Kopi Ibu Bumi selama ini kurang praktis, menghasilkan body kopi yang tebal, pekat, produk relatif mahal, dan hanya bisa dinikmati dalam satu kali porsi. Hal ini membuat proses menyeduh kopi menjadi tidak efisien waktu dan kurang ekonomis. Metode cold brew menggunakan drip bag coffee memungkinkan untuk mengatasi permasalahan ini. Metode ini menghasilkan seduhan kopi yang lebih rendah kafein, dapat digunakan untuk beberapa kali seduh, dan produk lebih terjangkau. Kegiatan ini menghasilkan produk kemasan kopi decaf dalam drip bag yang siap dipasarkan. Kegiatan ini terlaksana dengan baik dengan meningkatnya pemahaman dan keterampilan pemilik usaha dan karyawan Rumah Kopi Ibu Bumi
Pendampingan dan Penguatan UMKM Desa Tambong melalui Branding, Strategi Pemasaran dan Pencatatan Laporan Keuangan Sederhana dalam Menghadapi Era New Normal
The Covid-19 pandemic has given rise to a new world order called the new normal era. This new arrangement raises a number of new business competitions, especially the use of digital-based marketing media. This challenge is felt especially for Small and Medium Enterprise (SME) in Tambong village who still have very little knowledge about how to do marketing, build a brand image, financial management and knowledge of information technology. The implementation of service activities begins with initial coordination activities with the Tambong village, visits to several Small and Medium Enterprise (SME) and then the preparation and implementation of work programs. The implementation includes brand image socialization, packaging and digital marketing, crystallization training for herbal medicine and financial management training for 2 pilot Small and Medium Enterprise (SME), namely Small and Medium Enterprise (SME) that produce hijab with the kiya hijab label and Small and Medium Enterprise (SME) of traditional herbal medicine. This community service activity has benefits for partners. The dissemination of brand image and packaging provided motivated partners to be able to further develop and advance their business and be able to compete with other similar products. Herbal medicine crystallization training expands product marketing and also product shelf life will be more durable with more attractive product packaging. The financial management training provided motivates Partners to be able to manage finances neatly and consistently even though it\u27s still simpleEra new normal adalah era baru yang muncul setelah pandemi covid-19. Dalam era new normal banyak usaha baru yang muncul sehingga terjadi persaingan yang cukup keta tantara usaha satu dengan usaha lain terutama dalam hal pemasaran berbasis digital terutama bagi UMKM. Sehingga UMKM dituntut untuk mampu mengikuti perkembangan dalam hal pemasaran berbasis digital. Salah satu UMKM di desa Tambong yang masih sangat minim pengetahuan tentang cara melakukan marketing, membangun brand image, pengelolaan keuangan maupun pengetahuan tentang teknologi informasi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian diawali dengan kegiatan koordinasi awal dengan pihak desa Tambong, kunjungan ke beberapa UMKM dan selanjutnya adalah penyusunana dan pelaksanaan program kerja. Pelaksanaan meliputi sosialisai brand image, kemasan dan digital marketing, pelatihan kristalisasi jamu dan pelatihan pengelolaan keuangan untuk 2 UMKM percontohan yaitu UMKM yang memproduksi hijab dengan label kiya hijab dan UMKM jamu tradisonal. Pengabdian masyarakat yang dilakukan memberikan manfaat bagi mitra diantaranya sosialisai brand image dan kemasan yang diberikan membuat mitra termotivasi untuk bisa lebih berkembang dan memajukan usahanya serta mampu bersaing dengan produk sejenis lainnya. Pelatihan kristalisasi jamu memperluas pemasaran produk dan juga daya simpan produk akan lebih tahan lama dengan kemasan produk yang lebih menarik. Pelatihan pencatatan keuangan membuat mitra termotivasi untuk belajar mencatat dan mengelola keuangan meski masih dengan cara sederhana, yang sebelumnya mitra tidak pernah melakukan pencatatan keuangan
Pengolahan Hasil Asesmen dan Penyusunan Rapor untuk Sekolah Penggerak
Sekolah Penggerak are schools that are required to implement the Kurikulum Merdeka. One obstacle that Sekolah Penggerak experienced in implementing the Kurikulum Merdeka is the low competence of school principals and teachers in compiling and processing assessment results and report cards. Workshops are a relatively effective way of developing the competence of school principals and teachers. Therefore, this service aims to strengthen the competence of school principals and teachers regarding assessments and report cards through workshop activities. The workshop was also chosen because it involves direct interaction with participants through relevant worksheets. The participants of the workshop were eighteen people consisting of three junior high school principals, three high school principals, six teachers of the junior high school, and six teachers of the high school who were members learning committee. Workshop activities are carried out for eight lesson hours using worksheets from the government. Data were analyzed using qualitative data analysis. The dedication results show that the workshop activities are going well, especially the discussion activities. Although, the time allocation for activities tends to be more. In general, each school has been able to prepare assessments well, although it is still constrained in making criteria for achieving learning objectives. In addition, the assessment editor designed by the school still needs to be more optimal because there are still schools that compile an assessment rubric for that section. Likewise, when processing the assessment results, it was found that schools needed to be able to formulate a formula to determine student scores. In contrast to the previous results, when participants compiled report cards, information was obtained that all schools could prepare report cards properly, including in compiling descriptions related to student competency achievements.Sekolah Penggerak adalah sekolah yang diwajibkan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Salah satu kendala yang dialami Sekolah Penggerak dalam Implementasi Kurikulum Merdeka adalah rendahnya kompetensi kepala sekolah dan guru dalam menyusun dan mengolah hasil asesmen dan rapor. Workshop adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam mengembangkan kompetensi kepala sekolah dan guru. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi kepala sekolah dan guru terkait asesmen dan rapor melalui kegiatan workshop. Workshop juga dipilih karena melibatkan interaksi langsung dengan peserta melalui pemanfaatan lembar kerja yang relevan. Peserta kegiatan workshop adalah 18 orang yang terdiri atas tiga orang kepala sekolah SMP, tiga orang kepala sekolah SMA, enam orang guru anggota komite pembelajaran SMP, dan enam orang guru anggota komite pembelajaran SMA. Kegiatan workshop dilaksanakan selama 8 JP dengan menggunakan lembar kerja yang berasal dari pemerintah. Data dianalisis dengan menggunakan analisis data kualitatif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan workshop berjalan dengan baik, khususnya pada kegiatan diskusi. Meskipun, alokasi waktu kegiatan cenderung menjadi lebih banyak. Secara umum, masing-masing sekolah sudah mampu menyusun asesmen dengan baik, meskipun masih terkendala dalam membuat kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Selain itu, redaksi asesmen yang dirancang sekolah masih belum optimal karena masih ada sekolah yang menyusun rubrik penilaian pada bagian tersebut. Begitupun pada saat pengolahan hasil asesmen, masih ditemukan sekolah yang belum bisa menyusun formula untuk menentukan nilai siswa. Berbeda dengan hasil sebelumnya, pada saat peserta menyusun rapor, diperoleh informasi bahwa semua sekolah mampu menyusun rapor dengan baik, termasuk dalam menyusun deskripsi terkait capaian kompetensi yang diperoleh siswa
Pendampingan Penulisan Kreatif Bertema Bela Negara melalui Aplikasi Storial.co sebagai Upaya Peningkatan Literasi di Taman Baca Masyarakat (TBM) RW 2 Pradah Kali Kendal Surabaya
This creative writing mentoring program aims to improve the skills of writing stories with the theme of defending the country through the Storial.co application so that children can better internalize the values of defending the country based on their daily experiences. In addition, this program also seeks to improve literacy skills from an early age, considering literacy skills are not only at the reading level, but also at the writing level. In addition, writing is also useful for developing creativity in children. This community service program collaborates with the Community Reading Park (TBM) RW 2 Pradah Kali Kendal Surabaya as a partner. The implementation method uses the Storial.co application as a medium for writing creative children\u27s stories with the theme of defending the country. The result of this service program is that the children at TBM RW 2 Pradah Kali Kendal are able to produce creative stories with the theme of defending the country in everyday life, such as love for the environment, love for Indonesian culture, and instilling honesty as the initial capital of an anti-corruption attitude. The output of this program is an e-story product published on the Storial.co page. Publication of works on Storial.co allows their works to be read by the wider community so that they participate in socializing the values of defending the country to children their age from an early age.Program pendampingan penulisan kreatif ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis cerita yang bertema bela negara melalui aplikasi Storial.co sehingga anak-anak lebih menginternalisasi nilai-nilai bela negara berdasarkan pengalaman sehari-hari. Selain itu, program ini juga berupaya untuk meningkatkan kemampuan literasi sejak dini, mengingat kemampuan literasi bukan hanya dalam tataran membaca, melainkan juga menulis. Lebih lanjut, menulis juga bermanfaat untuk mengembangkan daya kreativitas pada anak. Program pengabdian masyarakat ini menggandeng Taman Baca Masyarakat (TBM) RW 2 Pradah Kali Kendal Surabaya sebagai mitra. Metode pelaksanaan menggunakan aplikasi Storial.co sebagai media menulis kreatif cerita anak bertema bela negara. Hasil program pengabdian ini adalah anak-anak di TBM RW 2 Pradah Kali Kendal mampu menghasilkan cerita kreatif bertema bela negara dalam kehidupan sehari-hari, seperti cinta lingkungan, cinta budaya Indonesia, dan menanamkan sifat kejujuran sebagai modal awal sikap antikorupsi. Luaran dari program ini adalah produk e-story yang terpublikasi dalam laman Storial.co. Publikasi karya pada Storial.co memungkinkan karya mereka dibaca oleh masyarakat luas sehingga turut serta menyosialisasikan nilai-nilai bela negara pada anak seusianya sejak din
Pelatihan Pengelolaan Keuangan Bagi Pelaku UMKM Kelurahan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta
The Covid-19 pandemic has an impact on the economic sector which causes people to suffer losses and even lose their livelihoods. One of the sectors affected is Micro and Small medium enterprises (MSMEs) in Bendungan Hilir. As is known that some communities of RW 04 Bendungan Hilir are MSMEs actors. The main problem of MSME actors during the pandemic is the lack of financial literacy knowledge, so the funds entering and exiting are not managed properly so that MSME actors do not have emergency funds or reserve funds. This community service aims to provide socialization and training on financial management for MSME actors. The methods used are direct surveys, questionnaires, socialization, and training. Based on the activity results, most MSME actors are beginning to understand the importance of financial management to anticipate the unexpected and for the betterment of their business.Pandemi Covid-19 berdampak bagi sektor ekonomi yang menyebabkan masyarakat mengalami kerugian bahkan kehilangan mata pencahariannya. Salah satu sektor yang terdampak adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bendungan Hilir. Seperti diketahui bahwa sebagian masyarakat RW 04 Bendungan Hilir adalah pelaku UMKM. Masalah utama para pelaku UMKM saat pandemi yaitu kurangnya pengetahuan literasi keuangan, sehingga dana yang masuk dan keluar tidak terkelola dengan baik sehingga pelaku UMKM tidak memiliki dana darurat atau dana cadangan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan mengenai pengelolaan keuangan untuk para pelaku UMKM. Metode yang digunakan yaitu survei langsung, kuisioner, sosialisasi, dan pelatihan. Berdasarkan hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas pelaku UMKM mulai memahami pentingnya pengelolaan keuangan untuk mengantisipasi hal tidak terduga dan demi kemajuan usahanya
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Penatalaksanaan Penyakit Diabetes Mellitus
Posbindu health cadres are a group of health cadres formed by the Government in coordination with the Kebonsari Health Center as an extension of the health workers at the Health Center whose job is to coordinate health activities in the community with the Health Center. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge and skills of health cadres so that a sustainable empowerment process can be carried out. The solution offered is to carry out early detection of random blood sugar level checks to capture people affected by diabetes mellitus. Education by providing handbooks for health cadres about diabetes mellitus and providing taichi exercise activities. Demonstration of making dragon fruit juice as a distraction therapy for people with diabetes mellitus. The results of the entire series of community service activities resulted in, among others: early detection of diabetes mellitus found as many as 18 people had random blood sugar levels more than normal, increased knowledge of health cadres from less to sufficient about diabetes mellitus, the community participated in taichi gymnastics well and cadres health can re-practice making dragon fruit juice. The results of the activities have provided changes and variations to the knowledge and abilities of health cadres, so it is hoped that health cadres can carry out ongoing education to the community.Kader kesehatan Posbindu merupakah salah satu kelompok kader kesehatan yang dibentuk oleh Pemerintahan berkoordinasi dengan Puskesmas Kebonsari sebagai perpanjangan dari petugas kesehatan di Puskesmas yang tugasnya berkoordinasi kegiatan kesehatan di masyarakat dengan Puskesmas. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan sehingga bisa terlaksana proses pemberdayaan berkesinambungan. Solusi yang ditawarkan adalah dengan melakukan deteksi dini pemeriksaan kadar gula darah acak untuk menjaring masyarakat yang terkena diabetes mellitus. Edukasi dengan memberiksan buku saku pegangan bagi kader kesehatan tentang Diabetes mellitus dan memberikan kegiatan senam taichi. Demonstrasi pembuatan jus buah naga sebagai salah satu terapi asupan selingan pada penderita diabetes mellitus. Hasil seluruh rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat menghasilkan antara lain: deteksi awal/dini diabetes mellitus ditemukan sebanyak 18 orang memiliki hasil pemeriksaan kadar gula darah secara acak lebih dari normal, peningkatan pengetahuan kader kesehatan dari kurang menjadi cukup tentang diabetes mellitus, masyarakat mengikuti senam taichi dengan baik serta kader kesehatan bisa mempraktikkan kembali pembuatan jus buah naga. Hasil kegiatan telah memberikan perubahan dan variasi terhadap pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan, sehingga harapannya kader kesehatan bisa melakukan edukasi secara berkelanjutan kepada masyarakat
Menciptakan Sekolah Ramah Anak yang Nyaman pada SPS Ananda Sayang Melalui Mural
Early Childhood is divided into 4 (four) groups, namely fetuses in the womb until birth, newborns up to 28 days of age, ages 1 to 24 months, and ages 2 to 6 years. The development of the human brain begins in the womb, and each period has its development. In supporting children\u27s brain development, it is necessary to have quality nutrition and stimulation from the environment. Development naturally through family or society, while optimal development is through maximum stimulation from Early Childhood Education (PAUD). PAUD aims to build children\u27s readiness to enter further education (school). Child-friendly PAUD will significantly help achieve the intended goal. One of the policies to become a child-friendly school is creating a healthy, beautiful, and comfortable school environment. Ananda Sayang SPS (Similar PAUD Unit) is one of the non-formal PAUDs located in Bintaran hamlet. Currently, PAUD uses the former SD Negeri Bintaran 1 building from the previous one using the house of one of the residents. The purpose of this PAUD is to help the community around the Bintaran area fulfill the stimulation of child development. The entry fee for this PAUD is quite affordable, but this impacts the physical condition, which in some parts looks damaged due to the lack of budget for renovating and adding that the school building is an old building. One way to make SPS Ananda Sayang a child-friendly school is by making a mural that matches the character of early childhood in the school environment. In the process of making murals, as an effort to improve children\u27s brain development, students participate in the form of games (sensory play). It is hoped that the mural can make SPS Ananda Sayang more comfortable to use as a means of learning and playing for students.Anak Usia Dini (AUD) dibedakan menjadi 4 (empat) kelompok, yaitu janin dalam kandungan hingga dilahirkan, bayi baru lahir hingga usia 28 hari, usia 1 hingga 24 bulan, dan usia 2 sampai 6 tahun. Perkembangan otak manusia dimulai sejak dalam kandungan dan setiap usianya memiliki perkembangan masing-masing. Dalam mendukung perkembangan otak anak, diperlukan adanya gizi yang berkualitas dan juga stimulasi/rangsangan dari lingkungan. Perkembangan secara alamiah melalui stimulasi dari keluarga ataupun masyarakat, sedangkan perkembangan secara optimal melalui stimulasi maksimal dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tujuan dari PAUD adalah dapat membangun kesiapan anak dalam memasuki pendidikan yang lebih lanjut (sekolah). PAUD ramah anak akan sangat membantu mencapai tujuan yang dimaksud. Salah satu kebijakan untuk menjadi sekolah ramah anak adalah terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, asri dan nyaman. SPS (Satuan PAUD Sejenis) Ananda Sayang merupakan salah satu PAUD Non Formal yang berada di dusun Bintaran. Saat ini PAUD menggunakan gedung eks SD Negeri Bintaran 1 dari yang sebelumnya menggunakan rumah salah satu warga. Tujuan dari PAUD ini adalah untuk membantu masyarakat sekitar wilayah Bintaran dalam memenuhi stimulasi perkembangan anak. Biaya masuk PAUD ini terbilang cukup terjangkau, namun hal tersebut berdampak pada kondisi fisik yang dalam beberapa bagian terlihat rusak karena tidak adanya anggaran untuk merenovasi dan ditambah lagi bangunan gedung sekolah merupakan bangunan lama. Sebagai salah satu cara untuk membuat SPS Ananda Sayang untuk menjadi sekolah ramah anak yaitu dengan membuat mural yang sesuai dengan karakter anak usia dini pada lingkungan sekolah tersebut. Dalam proses pembuatan mural, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan perkembangan otak anak, maka anak-anak peserta didik ikut berpartisipasi dalam bentuk permainan (sensory play). Diharapkan dengan adanya mural dapat menjadikan SPS Ananda Sayang lebih nyaman digunakan sebagai sarana proses belajar dan bermain para peserta didik
Pembuatan Asam Mangga Sebagai Upaya Meningkatkan Nilai Ekonomi Mangga di Desa Kanje Sulawesi Barat
The abundance of mangoes during the harvest season, and the sour taste of the mangoes even though they are ripe and perishable in nature, the people of Kanje Village process the mangoes into sour. This tamarind is called Kaloko and is a mandatory spice used by the people in making Mandarese food, namely the smell of peapi. The problem found is that the mango acid produced is black in color making it less attractive and unfit for marketing. In fact, it is not uncommon to find that the acid that has been made is also moldy when stored for a long time. Overcoming this problem, the PKM team offers a solution to provide education and training on making mango tamarind which is attractive in color and resistant to fungus. The PKM method used is observation, education and practice of making mango tamarind. This activity was carried out in the homes of residents who often make mango sour. The PKM was carried out on Saturday, April 22, 2023, then the evaluation of the final result of mango acid was carried out on Tuesday, April 25, 2023. The results of the PKM showed that the community was able to produce attractively colored mango acid. This shows that this PKM activity has been successful because it is proven to be able to improve partners\u27 skills.Melimpahnya buah mangga saat musim panen, dan rasa mangga yang asam meskipun telah matang serta sifatnya yang perishable, maka masyarakat Desa Kanje mengolah mangga menjadi asam. Asam ini di sebut kaloko dan merupakan bumbu wajib yang digunakan masyarakat dalam pembuatan makanan khas Mandar, yaitu bau peapi. Permasalahan yang ditemukan adalah asam mangga yang dihasilkan berwarna hitam sehingga kurang menarik dan tidak layak untuk dipasarkan. Bahkan tidak jarang ditemukan asam yang telah dibuat tersebut juga berjamur apabila lama tersimpan. Mengatasi masalah tersebut, maka tim PKM menawarkan solusi yang untuk memberikan edukasi dan pelatihan membuat asam mangga yang berwarna menarik serta tahan terhadap jamur. Metode PKM yang dilakukan yaitu observasi, edukasi dan praktik pembuatan asam mangga. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah warga yang sering membuat asam mangga. Pelaksaan PKM yaitu pada hari Sabtu, tanggal 22 April 2023, kemudian evaluasi hasil akhir asam mangga dilakukan pada hari Selasa, tanggal 25 April 2023. Hasil PKM terlihat bahwa masyarakat telah mampu menghasilkan asam mangga yang berwarna menarik. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan PKM ini telah berhasil karena terbukti dapat meningkatkan keterampilan mitra