Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Pelatihan Pembuatan Produk Jajanan Sehat Berbahan Dasar Ikan sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Ibu Rumah Tangga Di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Bekasi
Pantai Mekar Village, which is located in Muara Gembong sub-district, Bekasi Regency, has a variety of superior local food ingredients, one of which is milkfish. However, the village community still did not have the awareness and skills to make milkfish as a material for healthy snacks products that have high selling value. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of housewives in the village of Pantai Mekar in making healthy snack products made from fish. The method used in this community service activity is the provision of training and mentoring. The results of this community service activity showed an increase in the knowledge of the participants of the activity as measured by the results of the pre-test and post-test they did. Based on the results of the activity implementation questionnaire, 100% of the participants stated that they were motivated to become entrepreneurs and were interested in holding the next training.Desa Pantai Mekar yang berlokasi di kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi memiliki beragam bahan pangan lokal unggulan salah satunya adalah ikan bandeng. Akan tetapi, masyarakat desa tersebut masih belum memiliki kesadaran dan keterampilan untuk menjadikan ikan bandeng sebagai bahan baku produk jajanan sehat yang bernilai jual tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga yang ada di desa Pantai Mekar dalam membuat produk jajanan sehat berbahan dasar ikan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pemberian pelatihan dan pendampingan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta kegiatan yang diukur melalui hasil pre-test dan post-test yang mereka kerjakan. Berdasarkan hasil angket pelaksanaan kegiatan, 100% peserta menyatakan termotivasi untuk berwirausaha serta berminat untuk diadakan pelatihan berikutnya
Motivasi Menulis Artikel Ilmiah Bagi Guru Pendidikan Jasmani Se Kecamatan Gunungpati
Teachers must write scientific papers as an essential part of their professional development. Scientific papers are reports or writings on the study of a problem by a person or team by fulfilling scientific, ethical rules that are confirmed and adhered to by the scientific community. By conducting scientific publications, a person can develop knowledge and disseminate that knowledge to the public. Respondents stated that they experienced difficulties in writing scientific articles and agreed that training in writing scientific articles should be held. In addition to getting promotions, positions, and classes, writing scientific papers will be used to measure success and show professionalism. The methods used in this service activity are lectures, discussions, and questions and answers. The motivation to write scientific articles for physical education teachers in the Gunungpati sub-district was well implemented. Teachers must write scientific papers as an essential part of their professional development. The suggestion for the next service is to oversee from submit to publish. Teachers who come to the training are expected to bring data that will be analyzed and refined. Appreciation should be given to participants who carry out activities well. Finally, teachers find it easy to compile scientific papers.Guru harus menulis karya tulis ilmiah sebagai bagian esensial dari pengembangan profesinya. Karya tulis ilmiah merupakan laporan atau tulisan pengkajian suatu masalah oleh seseorang atau tim dengan memenuhi kaidah etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Dengan melakukan publikasi ilmiah, seseorang dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan menyebarluaskan ilmu tersebut kepada masyarakat. Responden menyatakan bahwa mengalami kesulitan dalam menulis artikel ilmiah dan menyetujui jika diadakan pelatihan penulisan artikel ilmiah. Dengan menulis karya ilmiah, selain untuk mendapatkan kenaikan pangkat, jabatan dan golongan, akan dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan dan menunjukkan profesionalisme. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah ceramah, diskusi dan tanya jawab. Motivasi menulis artikel ilmiah bagi guru pendidikan jasmani se kecamatan gunungpati terlaksana secara baik. Guru harus menulis karya tulis ilmiah sebagai bagian esensial dari pengembangan profesinya. Saran bagi pengabdian berikutnya adalah mengawal dari mulai submit sampai publish. Guru yang datang pelatihan diharapkan sudah membawa data yang nantinya dianalisis dan disempurnakan. Perlu diberikan apresiasi bagi peserta yang melakukan kegiatan dengan baik. Akhirnya, guru tidak merasa kesulitan dalam menyusun karya ilmiah
Pengolahan Limbah Kotoran Burung Puyuh Menjadi Kompos untuk Petani di Desa Gampeng, Gampengrejo, Kabupaten Kediri
Quail waste from Omah Puyuh Kediri is usually disposed without being processed, it can be smells odor and environmental pollution. Lecturers and students of the Animal Husbandry Study Program UNP Kediri through Community Service activities aimed providing insight and skills to students and the community in Gampeng Village, Gampengrejo, Kediri Regency by processing quail manure into compost is the right solution. During this pandemic, the availability of chemical fertilizers is increasingly rare and expensive. The composting of quail was made through short training using simple and easy materials. The targets in this activity are students, breeders, and farmers to add insight and skills to process quail waste into compost so that it can be used by farmers. This activity was attended by 30 participants from students, breeders, and farmers. This activity is divided into two stages, namely training and hands-on practice. The training was provided through the delivery of material on the meaning, method of making, and the benefits of compost. Then continued the practice of making compost. The results showed the enthusiasm of the participants in participating in the training, and the participants were able to practice making compost well. The results of the questionnaire on the satisfaction level of participants showed that the community service activities organized by lecturers and students of the Animal Husbandry Study Program UNP Kediri were very satisfying.Limbah kotoran burung puyuh yang terdapat di Omah Puyuh Kediri biasanya langsung dibuang tanpa diolah, sehingga menimbulkan bau dan pencemaran lingkungan. Dosen dan mahasiswa Prodi Peternakan UNP Kediri melalui kegiatan Pengabdian masyarakat (PkM) bertujuan untuk memberikan wawasan dan ketrampilan kepada mahasiswa dan masyarakat di Desa Gampeng, Gampengrejo, Kabupaten Kediri dengan pengolahan limbah kotoran burung puyuh menjadi pupuk kompos merupakan solusi tepat. Di masa pandemi ini, ketersediaan pupuk kimia yang semakin langka dan harganya yang mahal. Pengolahan pupuk kompos dari kotoran burung puyuh tersebut dilakukan melalui pelatihan singkat menggunakan bahan sederhana dan mudah didapatkan. Sasaran dalam kegiatan ini adalah mahasiswa, peternak, dan petani untuk menambah wawasan serta keterampilan untuk mengolah limbah kotoran burung puyuh menjadi pupuk kompos sehingga dapat dimanfaatkan petani. Kegiatan ini dihadiri 30 peserta dari mahasiswa, peternak, dan petani. Kegiatan ini dibagi menjadi dua tahap yaitu pelatihan dan praktek secara langsung. Pelatihan diberikan melalui penyampaian materi mengenai pengertian, cara pembuatan, dan manfaat kompos. Kemudian dilanjutkan praktek pembuatan kompos. Hasil evaluasi menampilkan antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan, dan peserta dapat mempraktekkan langsung membuat kompos dengan baik. Hasil kuisioner tingkat kepuasan peserta menunjukkan kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan dosen dan mahasiswa Prodi Peternakan UNP Kediri sangat memuaskan
Pengembangan Produk Kerajinan Batik Kayu Desa Krebet Pasca Pandemi Covid-19
Wooden batik handicraft products from Krebet Village are included in the category of products that are in demand by the international market because of their uniqueness and quality. When the Covid-19 pandemic hit, export activities immediately faltered because almost all foreign consumers stopped ordering Indonesian handicraft products. Through this incident, the craftsmen in Krebet Village realized that it was impossible to continue to depend on one market niche for the continuity of their business. This Community Service activity aims to develop designs for export-oriented wooden batik products after the Covid-19 Pandemic. The implementation of this community service uses the science and technology diffusion method in the form of activities in the form of counseling regarding insights into export market trends as well as assistance in making sample products based on new export market targets. The output of this activity is in the form of serving trays and candle holders with a design style that fits European market target.Desa wisata Krebet telah lama dikenal sebagai sentra industri kerajinan batik kayu karena keunikan dan kualitasnya. Saat pandemi Covid-19 melanda, kegiatan ekspor dari Desa Krebet seketika tersendat karena hampir semua konsumen luar negeri menghentikan pemesanan produk kerajinan Indonesia. Melalui kejadian ini, perajin di Desa Krebet menyadari bahwa tidak mungkin terus menerus bergantung pada satu ceruk pasar tertentu demi keberlangsungan bisnisnya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan desain produk batik kayu yang berorientasi ekspor pasca pandemi Covid-19. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode difusi Iptek dengan bentuk kegiatan berupa penyuluhan mengenai wawasan tren pasar ekspor pasca pandemi Covid-19 serta pendampingan pembuatan sampel produk berdasarkan target pasar ekspor yang baru. Luaran dari kegiatan ini berupa produk nampan saji dan tempat lilin dengan gaya desain yang sesuai target pasar ekspor Eropa
Re-Branding Produk Sebagai Daya Tarik Pemasaran pada UMKM Jamu di Dusun Kedurus Kabupaten Sidoarjo
Instant herbal medicine is one of the UMKM goods created by the people of Dusun Kedurus. The label on the plastic standing pouch that holds the powder form of jamu indicates that it is a herbal version. The label\u27s appearance is quite straightforward, with only the name and effectiveness of the herbal medicine listed, and no further details like composition, presentation style, expiration date, or halal logo. Ineffective labeling may have an effect on the sales process by lowering buyer confidence. The goal of this initiative is to modernize the marketing and labeling of herbal medicines. In addition to receiving assistance with labeling, managing NIB (business identification number), SNI (Indonesian national standard), SPPL (statement of ability to manage and monitor environment), and creation of a social media account, herbal medicine managers also take part in socialization activities. The outcomes of this effort include a more appealing label for herbal medication, applications for NIB, SNI, SPPL, and social media marketing for herbal medicine.Salah satu produk UMKM yang dihasilkan warga Dusun Kedurus adalah jamu instan. Jamu berbentuk serbuk yang dikemas dalam plastik standing pouch dan terdapat label varian jamu. Tampilan label sangat sederhana yaitu hanya berisi nama dan khasiat jamu tanpa keterangan lain seperti komposisi, cara penyajian, tanggal kadaluwarsa, dan logo halal. Pemberian label yang tidak menarik dapat menurunkan tingkat kepercayaan pembeli yang akan berdampak dalam proses penjualan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaharui label dan pemasaran jamu. Pengelola jamu mengikuti kegiatan sosialisasi dan diberikan pendampingan dalam pembuatan label, pengurusan NIB (nomor induk berusaha), SNI (standar nasional Indonesia), SPPL (surat pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup), dan pembuatan akun media sosial. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah label jamu memiliki tampilan yang lebih menarik, telah mengajukan pengurusan NIB, SNI, SPPL, serta memasarkan jamu melalui sosial media
Pemberdayaan Kelompok Teman Sebaya: Edukasi Penggunaan Terapi Komplementer Untuk Mengurangi Dismenorea Primer
Primary dysmenorrhea is an uncomfortable sensation centered in the lower abdomen. One of the therapies to overcome primary dysmenorrhea is complementary therapy. The results of the initial survey at MAN 4 Kediri obtained information that most experienced primary dysmenorrhea with mild to severe pain intensity and lack of information from health workers regarding the use of complementary therapies to reduce primary dysmenorrhea. The purpose of this community service activity is to form a peer group at MAN 4 Kediri in order to provide education and early treatment to young women who experience primary dysmenorrhea. The stages of implementing the activities include: the formation of a peer group; health education about the concept of dysmenorrhea and its management as well as demonstrations of the use of warm compress therapy and relaxation techniques. Evaluation is in the form of knowledge and ability assessment. Follow-up activities in the form of peer group assistance. The results of this activity showed that after being given education about the concept and management of dysmenorrhea, there was an increase in knowledge and being able to practice the use of warm compresses and long breath distraction techniques when experiencing primary dysmenorrhea. This community service activity is expected to empower the group of young women at MAN 4 Kediri to educate their peers about the concept of dysmenorrhea and complementary therapies that are safe for health, effective, and efficient to be applied daily.Dismenorea primer adalah sensasi tidak nyaman yang berpusat di perut bagian bawah. Salah satu terapi untuk mengatasi dismenorea primer adalah terapi komplementer. Hasil survei awal di MAN 4 Kediri diperoleh informasi bahwa sebagian besar siswa mengalami dismenorea primer dengan intensitas nyeri ringan sampai berat dan kurangnya informasi dari petugas kesehatan mengenai penggunaan terapi komplementer untuk menurunkan dismenorea primer. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membentuk peer group di MAN 4 Kediri dalam rangka memberikan edukasi dan pengobatan dini kepada remaja putri yang mengalami dismenorea primer. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi: pembentukan peer group; penyuluhan kesehatan tentang konsep dismenorea dan penatalaksanaannya serta demonstrasi penggunaan terapi kompres hangat dan teknik relaksasi. Evaluasi berupa penilaian pengetahuan dan kemampuan. Kegiatan tindak lanjut berupa pendampingan kelompok sebaya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa setelah diberikan edukasi tentang konsep dan penatalaksanaan dismenorea terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 51,5% dan siswa di MAN 4 Kediri telah mampu mempraktikkan penggunaan kompres hangat dan teknik distraksi nafas panjang dengan baik saat mengalami dismenorea primer. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberdayakan kelompok remaja putri di MAN 4 Kediri untuk mengedukasi teman sebayanya tentang konsep dismenorea dan terapi komplementer yang aman bagi kesehatan, efektif dan efisien untuk diterapkan sehari-hari
Pelatihan Pembuatan Brosur dan Video Promosi Berbahasa Inggris di Kamwis
Providing tourism promotion for global tourists needs high concerns of the choice of attractive English vocabulary items and English expressions. To present the village profile along with its distinctive features, the tourist village needs to mesmerize the future global tourists by presenting chosen parts in the brochure. Furthermore, the use of Instagram Reels video becomes a means of promotions that can meet the prospective global visitors more flexibly, attractively, and extensively. The community service program is dedicated for empowering the participants to apply suitable both vocabulary items and English expressions in promoting their tourism villages in many platforms, such as social media and inviting brochure. Through as many as six sessions, the facilitators are hoping that the participants are motivated in applying some promotive English language features when they are both creating promotion brochure and video. Merancang alat promosi pariwisata bagi wisatawan global membutuhkan perhatian terutama pada pilihan kosakata dan ekspresi bahasa Inggris yang menarik. Untuk menampilkan profil desa beserta ciri khasnya, desa wisata perlu memukau calon wisatawan global dengan menghadirkan bagian-bagian pilihan dalam brosur. Selanjutnya, penggunaan video Instagram Reels menjadi sarana promosi yang dapat mempertemukan calon pengunjung global secara lebih fleksibel, menarik, dan luas. Program pengabdian masyarakat ini didedikasikan untuk memberdayakan para peserta agar dapat menerapkan kosakata dan ungkapan bahasa Inggris yang sesuai dalam mempromosikan desa wisata mereka di banyak platform, seperti video pendek dan brosur yang mengundang. Melalui sesi sebanyak enam kali, para peserta termotivasi dalam menerapkan beberapa fitur bahasa Inggris promotif ketika mereka membuat brosur dan video promosi dan berhasil mendesain 5 (lima) brosur berbahasa Inggris dan video promosi yang terunggah dalam Instagram Reels
Pelatihan Teknik Pengambilan Gambar Video Kebaktian Secara Daring Di Vihara Buddha Gaya Bandung
Due to the Covid-19 pandemic, some houses of worship have to carry out worship activities online. The obstacle is the human resources in a house of worship who do not yet have the ability or are accustomed to conducting online services. One of the materials that can be taught is the direction of taking online devotional videos. Through this training, it is hoped that the youth at the Vihara Gaya Buddha Bandung organization can add insight and expertise in the creation of online devotional video content. The method used is to combine online and offline training. The online method is used when viewing and learning the needs needed for training activities. The offline method provides hands-on training on how to take videos properly and correctly. The result of the training is an online service production at Vihara Buddha Gaya, Bandung. The training materials are divided into two categories, namely shooting techniques and sound systems. The success of this training was measured by conducting practical tests to assess the results of the two categories. The results of the practical test assessment showed that the training participants had 100% success in making online devotional videos properly and correctly.Dengan adanya kondisi pandemi Covid-19 maka sebagian rumah ibadah harus melaksanakan kegiatan kebaktian secara daring. Kendala yang ada adalah sumberdaya manusia dalam suatu rumah ibadah yang belum memiliki kemampuan atau terbiasa membuat kebaktian secara daring. Salah satu materi yang dapat diajarkan adalah arahan pengambilan gambar video kebaktian secara daring. pelatihan-pelatihan diharapkan pemuda pada organisasi Vihara Buddha Gaya Bandung dapat menambah wawasan dan keahlian dalam pembuatan konten video kebaktian daring. yang digunakan adalah dengan menggabungkan pelatihan secara daring dan luring. Cara daring digunakan pada saat melihat dan mempelajari kebutuhan yang diperlukan untuk kegiatan pelatihan. Cara luring digunakan untuk memberikan secara langsung pelatihan bagaimana cara mengambil video dengan baik dan benar. Tujuan dari pelatihan ini untuk menghasilkan Hasil dari penilaian tes praktek didapatkan bahwa para peserta pelatihan telah berhasil 100% membuat video kebaktian daring dengan baik dan benar
Pelatihan Pembuatan Elemen Dekorasi Interior Berbahan Limbah Sendok Plastik di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik
Disposable or single-use plastic spoons are a type of household waste often found because of their extensive use in food or snack packaging marketed in the culinary industry. Its contribution is very large to environmental damage because it is difficult for waste to decompose for hundreds or even thousands of years. To overcome this, the effort that can be made is to process plastic spoon waste into decorative products. Based on these conditions, this community service activity aims to introduce interior decoration products using waste plastic spoons. The methods of community service activities are counseling, discussion, and independent practice. This activity showed that the participants were enthusiastic during the training and interested in developing the results into decorative products with economic value. The participants who were housewives gained knowledge about the dangers of using plastic in food, as well as gained knowledge about crafts made from plastic spoon waste. This interior decoration training activity not only adds to the skills of homemakers, but mothers who have social activities outside the environment can socialize with other neighborhoods, villages, and communities.Sendok plastik yang bersifat disposable atau sekali pakai merupakan salah satu jenis sampah rumah tangga yang sering ditemui karena banyaknya penggunaannya pada kemasan makanan atau kudapan yang diperdagangkan di industri kuliner. Kontribusinya sangat besar terhadap kerusakan lingkungan karena sulit terurainya sampah tersebut hingga ratusan bahkan ribuan tahun. Untuk menanggulanginya, upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengolah limbah sendok plastik menjadi produk dekorasi. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan produk dekorasi interior dengan memanfaatkan limbah sendok plastik. Metode kegiatan pengabdian adalah penyuluhan, diskusi dan praktik mandiri. Hasil dari kegiatan ini didapat bahwa peserta sangat antusias saat mengikuti pelatihan dan berminat untuk mengembangkan hasil pelatihan menjadi produk dekorasi yang bernilai ekonomi. Para peserta yang merupakan ibu-ibu rumah tangga mendapatkan pengetahuan tentang bahaya penggunaan bahan plastik pada makanan, serta mendapatkan pengetahuan tentang kerajinan yang berbahan dasar limbah sendok plastik. Kegiatan pelatihan pembuatan dekorasi interior ini tidak hanya menambah keterampilan ibu-ibu rumah tangga, namun bagi ibu-ibu yang memiliki aktivitas sosial diluar lingkungan RT dapat mensosialisasikannya ke lingkungan RT, desa, maupun komunitas lainnya
Strategi Upaya Peningkatan Pendapatan Bisnis Coffee Shop Di Kota Pontianak Pasca PPKM Dimasa Covid-19
The Coffee Shop business is quite promising in Pontianak City, this is shown by the mushrooming of people drinking Coffee in cafes. The policy of implementing PPKM during the Covid –19 Pandemic made the Coffee Shop business messy, this was because they lost a lot of their customers which could lead to bankruptcy. This PKM was implemented in a Coffee shop business in Pontianak City. The method used in implementing this PKM is direct assistance to partners. The result of this PKM implementation is that various strategies can be used to revive the Coffee Shop business. Managerial strategies that can be carried out include improving customer service by providing offers to prospective customers in groups. Offer Coffee drink products in gold to loyal customers because loyal customers have limited time to enjoy drinking Coffee at the café. On the other hand, Coffee Shop business people are educated to be able to prepare Coffee bean ingredients which are processed into Coffee powder in the framework of Product Diversification.Bisnis Coffee Shop cukup menjanjikan di Kota Pontianak, hal ini ditunjukan dengan menjamurnya masyarakat minuman kopi di café-café Kebijakan dilaksanakannya PPKM dimasa Pandemi Covid –19 membuat pelaku bisnis Coffee Shop porak poranda, hal ini dikarenakan mereka banyak kehilangan pelanggannya yang dapat mengarah kebangkrutan. PKM ini dilaksanakan pada usaha Coffee Shop di Kota Pontianak. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan PKM ini adalah pendampingan langsung kepada mitra. Hasil pelaksanaan PKM ini adalah untuk membangkitkan kembali bisnis Coffee Shop dapat dilakukan berbagai strategi. Strategi manajerial yang dapat dilakukan diantaranya peningkatan pelayanan pelanggan dengan memberikan penawaran calon pelanggan yang berkelompok. Menawarkan produk minuman kopi dalam keemasan kepada pelanggan setia karena waktu pelanggan setia terbatas untuk menikmati minum kopi di café. Disisi lain pebisnis Coffee Shop diedukasi untuk dapat menyiapkan bahan biji kopi yang diproses menjadi bubuk kopi dalam rangka Diversifikasi Produ