Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Pudaman Initiative: Revolutionizing School Health Reporting with Technology
Dengue is the most prevalent and rapidly spreading vector-borne disease globally. In Indonesia, the Mosquito Nest Eradication (PSN) program is a key component of the School Health Effort (UKS), aimed at preventing Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in educational settings. However, the implementation of school-based mosquito cadres (PUDAMAN) remains limited at the junior and senior high school levels. Jakarta Provincial data reported a rise in dengue cases in South Jakarta between January and March 2024, with Pondok Labu sub-district recording nine cases and an incidence rate of 31.12. In response, the sub-district UKS coordinator conducted health promotion activities involving 85 students and teachers from eight junior high schools (March–April 2024). The intervention included dengue-related education, technology-based reporting, and hands-on training in advocacy, collaboration, and prevention. Evaluation using the Wilcoxon signed-rank test showed a statistically significant 50% increase in participant understanding (p = 0.000). These findings demonstrate that participatory health promotion strategies when integrated into school settings through digital tools and community engagement can effectively empower students in vector surveillance and strengthen early detection and prevention efforts in dengue-endemic areas.Dengue is the most prevalent and rapidly spreading vector-borne disease globally. In Indonesia, the Mosquito Nest Eradication (PSN) program is a key component of the School Health Effort (UKS), aimed at preventing Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in educational settings. However, the implementation of school-based mosquito cadres (PUDAMAN) remains limited at the junior and senior high school levels. Jakarta Provincial data reported a rise in dengue cases in South Jakarta between January and March 2024, with Pondok Labu sub-district recording nine cases and an incidence rate of 31.12. In response, the sub-district UKS coordinator conducted health promotion activities involving 85 students and teachers from eight junior high schools (March–April 2024). The intervention included dengue-related education, technology-based reporting, and hands-on training in advocacy, collaboration, and prevention. Evaluation using the Wilcoxon signed-rank test showed a statistically significant 50% increase in participant understanding (p = 0.000). These findings demonstrate that participatory health promotion strategies when integrated into school settings through digital tools and community engagement can effectively empower students in vector surveillance and strengthen early detection and prevention efforts in dengue-endemic areas
Peningkatan Pemahaman Nilai Aturan dan Norma untuk Meningkatkan Efektifitas Program Sanggar Belajar di Malaysia
Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak sekolah dasar mengenai nilai aturan dan norma melalui kegiatan sosialisasi di Sanggar Belajar AT Tanzil Korwil Putra Kajang, Malaysia. Pengabdian melibatkan 50 siswa dari keluarga imigran Indonesia berusia 7-13 tahun yang bersekolah di sanggar belajar. Pengabdian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Intervensi dilaksanakan pada tanggal 3-30 Agustus 2025, menggabungkan kegiatan pembelajaran formal di pagi hari dan pembelajaran informal berbasis keagamaan di siang hari. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang aturan dan norma meningkat melalui kegiatan terstruktur, pemberian contoh langsung dari guru, dan pembiasaan rutin. Implementasi nilai-nilai pendidikan karakter seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan toleransi berkontribusi pada efektivitas program pembelajaran. Pengabdian menyimpulkan bahwa sosialisasi dan pendidikan langsung mengenai aturan dan norma sangat penting bagi anak sekolah dasar, khususnya pada komunitas ekspatriat, untuk mendukung integrasi sosial dan perkembangan perilaku mereka di lingkungan baru.This community service program aims to improve elementary school children\u27s understanding of the value of rules and norms through outreach activities at the AT Tanzil Learning Center, Putra Kajang Regional Office, Malaysia. The program involved 50 students from Indonesian immigrant families aged 7-13 who attend the learning center. The program used a descriptive qualitative method, with data collection techniques through observation, documentation, and interviews. The intervention was implemented from August 3-30, 2025, combining formal learning activities in the morning and informal, religious-based learning in the afternoon. The results of the program showed that students\u27 understanding of rules and norms improved through structured activities, direct teacher examples, and regular practice. The implementation of character education values such as discipline, responsibility, honesty, and tolerance contributed to the effectiveness of the learning program. The program concluded that direct outreach and education regarding rules and norms are crucial for elementary school children, particularly in expatriate communities, to support their social integration and behavioral development in their new environment
Pelatihan Pembelajaran Berbasis Games (Gamifikasi) bagi Guru-Guru SD di Desa Cisaat Kecamatan Ciater Kabupaten Subang
The Digital/Non-Digital Game-Based Learning (Gamification) training for elementary school teachers in Cisaat Village, Ciater District, Subang Regency, aims to improve teachers\u27 understanding and skills in implementing innovative learning methods. Social Sciences learning is often considered boring due to a lack of interactivity, necessitating a new approach using games to improve student motivation and learning outcomes. This activity involved training conducted on June 25-26, 2024, using a tutorial method that included preparation, implementation, and evaluation. Through pretests and posttests, the evaluation showed a significant increase in participants\u27 understanding of game-based learning. The questionnaire results showed a high level of participant satisfaction with the material presented and enthusiasm for implementing new techniques in learning. Thus, this training successfully enriched teachers\u27 creativity and provided solutions to improve the quality of learning at the elementary school level.Pelatihan Pembelajaran Berbasis Games (Gamifikasi) Digital/Non-Digital pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) bagi guru-guru SD di Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran IPAS sering dianggap membosankan karena kurangnya interaktivitas, sehingga diperlukan pendekatan baru dengan menggunakan game untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Kegiatan ini melibatkan pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 25-26 Juni 2024, dengan metode tutorial yang mencakup persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Melalui pretest dan posttest, evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pembelajaran berbasis game. Hasil kuisioner menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang tinggi terhadap materi yang disampaikan dan antusiasme untuk menerapkan teknik baru dalam pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan ini berhasil memperkaya kreativitas guru dan memberikan solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di jenjang sekolah dasar
Smart Financial: Cerdas Merencanakan Keuangan di Era Digital
Era digitalisasi secara drastis mengubah lanskap bisnis saat ini. Platform digital marketing, e commerce, digital payment dan layanan keuangan digital (FinTech) menjadi bagian tidak terpisahkan dalam operasional bisnis modern. Perkembangan pesat di dunia digital berbagai aplikasi dan perangkat lunak keuangan hadir untuk membantu pelaku usaha dalam mengelola keuangan usaha, akan tetapi masih banyak pelaku usaha yang memanfaatkan kurang maksimal akibat keterbatasan pendidikan, sumber daya, pengetahuan dan ketrampilan. Pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan literasi keuangan digital pada wali murid SDN Selopanggung I yang sebagian besar adalah wiraswasta. Usaha mereka dibidang pertanian tanaman rosella dan pengolahannya. pelatihan ini berhasil menunjukkan bahwa pencatatan dan pengelolaan keuangan yang baik merupakan fondasi utama keberlangsungan usaha, sekecil apa pun skala usahanya. Perubahan ini tercermin dari peningkatan motivasi peserta dalam pencatatan akuntansi usaha serta membandingkan kinerja usaha secara berkala dan pemanfaatan layanan keuangan digital.The era of digitalization has drastically changed the current business landscape. Digital marketing platforms, e-commerce, digital payments and digital financial services (FinTech) have become an inseparable part of modern business operations. The rapid development in the digital world of various financial applications and software is here to help business actors in managing business finances, however there are still many business actors who make less than optimal use of it due to limited education, resources, knowledge and skills. This community service is designed to increase digital financial literacy among parents of SDN Selopanggung I students, most of whom are self-employed. Their business is in the field of rosella farming and processing. This training succeeded in showing that good financial recording and management is the main foundation for business continuity, no matter how small the business scale. This change is reflected in the increased motivation of participants in recording business accounting as well as periodically comparing business performance and utilization of digital financial services
Penyuluhan dan Pelatihan Penggunaan Fruit Trap berbahan Sari Buah Nanas dan Air Nira untuk Mengendalikan Hama Kumbang Tanduk pada Tanaman Kelapa Sawit di Desa Lalang Sembawa
Petani kelapa sawit di Desa Lalang Sembawa memiliki masalah dalam mengatasi kerusakan hama pada tunas daun kelapa sawit yang disebabkan oleh kumbang tanduk dan mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Kegiatan pengabdian ini berupaya menawarkan program penyuluhan dan pelatihan profesional yang berfokus pada pengelolaan dan pengendalian hama kumbang tanduk dengan penggunaan fruit trap berbahan sari buah nanas dan air nira. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Tani Pinang Merah di Desa Lalang Sembawa. Metode pelaksanaan mencakup kegiatan penyuluhan tentang gejala serangan dan pengendalian hama kumbang tanduk yang menyerang tanaman kelapa sawit serta pelatihan dan pendampingan penggunaan fruit trap berbahan sari buah nanas dan air nira untuk mengendalikan hama kumbang tanduk. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan pemahaman materi oleh peserta sebesar 57,69 %. Oleh karena itu, kegiatan ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan Kelompok Wanita Tani Pinang Merah di Desa Lalang Sembawa secara keseluruhan.Oil palm farmers in Lalang Sembawa Village have problems in dealing with pest damage to oil palm leaf shoots caused by rhinoceros beetles and resulting in significant losses. This community service activity seeks to offer professional extension and training programs that focus on the management and control of rhinoceros beetle pests by using fruit traps made from pineapple juice and palm sap. The target partner in this activity is the Kelompok Wanita Tani Pinang Merah in Lalang Sembawa Village. The implementation method includes extension activities on the symptoms of attacks and control of rhinoceros beetle pests that attack oil palm plants as well as training and mentoring on the use of fruit traps made from pineapple juice and palm sap to control rhinoceros beetle pests. The results of this community service activity show that the evaluation results show a significant increase in the mastery of knowledge and understanding of the material by participants by 57.69%. Therefore, this activity makes a significant contribution to the development of the Kelompok Wanita Tani Pinang Merah in Lalang Sembawa Village as a whole
Peningkatan Kualitas Produk Basreng Salted-Egg melalui Teknologi Nitrogen Filling Band Sealer bagi UMKM Mina Karya Mandiri
This community service activity aims to improve the quality and competitiveness of salted basreng products at UMKM Mina Karya Mandiri by implementing the Nitrogen Filling Band Sealer (NFBS) Machine. The implementation method involves several stages, namely partner surveys, idea and information exploration, work preparation and planning, tool design, tool trials, as well as socialization, tool operational training, and mentoring. The results of the analysis show that the use of NFBS increases the shelf life of products from 1 month to 6-12 months, reduces the damage rate from 20% to 2%, and reduces the product return rate from 15% to 3%. In addition, consumer satisfaction increased from 60% to 90%, and average sales increased by 50%, from 100 units to 150 units per month. The implementation of NFBS increases profit margins by 167%, from IDR 3,000,000 to IDR 8,000,000 per month, thereby increasing the competitiveness of UMKM.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk basreng salted di UMKM Mina Karya Mandiri dengan menerapkan Mesin Nitrogen Filling Band Sealer (NFBS). Metode pelaksanaan melibatkan beberapa tahapan, yaitu survei pada mitra, penggalian ide dan informasi, persiapan dan perencanaan kerja, perancangan alat, uji coba alat, serta sosialisasi, pelatihan operasional alat, dan pendampingan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan NFBS meningkatkan umur simpan produk dari 1 bulan menjadi 6-12 bulan, mengurangi tingkat kerusakan dari 20% menjadi 2%, dan menurunkan tingkat pengembalian produk dari 15% menjadi 3%. Selain itu, kepuasan konsumen meningkat dari 60% menjadi 90%, dan rata-rata penjualan naik 50%, dari 100 unit menjadi 150 unit per bulan. Penerapan NFBS ini meningkatkan margin laba sebesar 167%, dari Rp. 3.000.000 menjadi Rp. 8.000.000 per bulan, sehingga meningkatkan daya saing UMKM
Sosialisasi Core Tax Administration System dalam Meningkatkan Self-Assessment System pada Gen–Z di Bekasi
Tax is the largest state revenue in APBN, for this reason the target of tax revenue that set by government is always increased every year, and one of the method to achieve this target, the government has created a tax service administration system that provides facility for taxpayer to record, store, and submit documents, data, and/or information related to the implementation of rights and fulfillment of tax obligations, to increasing the awarness and compliance of taxpayer, or self-assessment system. The core tax administration system is part of the Tax Administration Core System Update Project which is expected that by using this integrated system, it will increasing the awareness of all people who have become taxpayers, to fulfill their tax obligations properly and correctly. Therefore, in this community service activity, socialization of the use of the core tax administration system was carried out to Gen-Z in the Bekasi area, with the purpose to increase Gen-Z\u27s awareness in fulfilling their tax obligations. The result of this PKM is that Gen-Z increasingly understands the benefits of the core tax administration system.Pajak merupakan penerimaan negara yang paling besar dalam APBN, untuk itu target penerimaaan pajak yang ditetapkan oleh pemerintah selalu ditingkatkan setiap tahunnya, dan salah satu cara untuk mencapai target tersebut pemerintah membuat sebuah sistem administrasi layanan perpajakan yang memberikan kemudahan bagi wajib pajak untuk mencatat, menyimpan, serta menyampaikan dokumen, data, dan/atau informasi terkait pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan, sehingga akan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak, atau yang dikenal dengan self-assessment system. Core tax administration system merupakan bagian dari Proyek Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan, diharapkan sistem terintegrasi ini dapat meningkatkan kesadaran seluruh masyarakat yang telah menjadi wajib pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakannya secara tepat dan benar. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dilakukan sosialisasi penggunaan coretax system ini kepada Gen–Z di wilayah Bekasi, dengan tujuan agar dapat dapat meningkatkan kesadaran Gen–Z dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Hasil dari PKM ini diharapkan Gen–Z semakin mengerti manfaat dari core tax administration system
Pendampingan Penerapan Model Latihan Small Side Games Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang
The purpose of this activity is to assist partner soccer schools (SSB) in addressing various issues, particularly those related to coaching resources, training equipment, and organizational management, with the ultimate goal of establishing an independent and professional soccer academy. The objectives of this activity include developing qualified soccer coaches, implementing the Small Sided Games (SSG) training method, and providing standardized training facilities. The methods used include conducting coaching clinics for coaches and prospective coaches, training in developing effective SSG-based training programs, and providing adequate training facilities. The results of this activity indicate that four coaches have been trained who are able to implement the SSG training model, the SSG method has been integrated into routine training sessions, and the availability of training facilities that meet early childhood training standards. In addition, the implementation of the SSG method has been proven to significantly improve students\u27 aerobic endurance, as evidenced by the increase in VO2 Max values in the fitness test results of SSB Sinar Pagi students.Tujuan dari kegiatan ini untuk membantu sekolah sepak bola (SSB) mitra dalam mengatasi berbagai masalah, khususnya terkait sumber daya pelatih, kelengkapan alat latihan, dan manajemen organisasi, dengan tujuan akhir membentuk akademi sepak bola yang mandiri dan profesional. Sasaran dari kegiatan ini meliputi pengembangan pelatih sepak bola yang berkualifikasi, penerapan metode latihan Small Sided Games (SSG), serta penyediaan fasilitas latihan yang sesuai standar. Metode yang digunakan mencakup pelaksanaan coaching clinic bagi pelatih dan calon pelatih, pelatihan penyusunan program latihan yang efektif berbasis SSG, serta penyediaan sarana latihan yang memadai. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan telah dilatihnya empat pelatih yang mampu mengimplementasikan model latihan SSG, metode SSG telah diintegrasikan dalam sesi latihan rutin, serta ketersediaan fasilitas latihan yang memenuhi standar pelatihan usia dini. Selain itu, penerapan metode SSG terbukti meningkatkan daya tahan aerobik siswa secara signifikan, yang terlihat dari peningkatan nilai VO2 Max pada hasil tes kebugaran siswa SSB Sinar Pagi.
Pemberdayaan Guru SD Gugus Muh Syafe’i melalui Meaningful, Mindful, and Joyful, Learning (MMJL) dan Personalized Counseling Approaches untuk Meningkatkan Implementasi Deep Learning
Penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar menuntut guru untuk mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada deep learning, yaitu pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga membentuk keterampilan berpikir kritis, kesadaran penuh, dan sikap positif peserta didik. Guru di Gugus Muh Syafe’i, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan prinsip Meaningful, Mindful, and Joyful Learning (MMJL) ke dalam pembelajaran, sekaligus menangani permasalahan nonakademik siswa yang semakin kompleks. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan guru melalui pelatihan dan pendampingan MMJL serta pembekalan keterampilan dasar bimbingan konseling dengan Personalized Counseling Approaches (PCA). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Organizational Learning (OL) yang meliputi empat tahap yaitu sosialisasi, eksternalisasi, kombinasi, dan internalisasi. Kegiatan dilaksanakan di SDN Klepu 01 pada 31 Mei 2025, dengan melibatkan 62 guru dan kepala sekolah. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi guru, dengan penguasaan MMJL meningkat dari 73,5% menjadi 96,5% dan PCA dari 74% menjadi 96%. Selain itu, 83,9% guru berhasil mengintegrasikan MMJL dalam RPP, sedangkan 78% mampu menerapkan keterampilan konseling melalui simulasi kelas. Temuan ini menegaskan bahwa program pelatihan efektif dalam meningkatkan kompetensi guru untuk merancang pembelajaran berbasis MMJL sekaligus menerapkan PCA guna menangani masalah nonakademik siswa.The implementation of the Merdeka Curriculum in elementary schools requires teachers to design learning that emphasizes deep learning. This type of learning goes beyond cognitive aspects, focusing on cultivating critical thinking, mindfulness, and positive attitudes among students. Teachers in the Muh Syafe’i Cluster, Pringapus District, Semarang Regency, face challenges in integrating the principles of Meaningful, Mindful, and Joyful Learning (MMJL) into their teaching, while also addressing increasingly complex non-academic problems among students. This community service program aims to empower teachers through training and mentoring on MMJL, complemented with basic counseling skills using Personalized Counseling Approaches (PCA). The program was carried out using an Organizational Learning (OL) approach consisting of four stages: socialization, externalization, combination, and internalization. The activity took place at SDN Klepu 01 on May 31, 2025, involving 62 teachers and principals. Results showed significant improvement in teachers’ competencies, with mastery of MMJL increasing from 73.5% to 96.5% and PCA from 74% to 96%. In addition, 83.9% of teachers successfully integrated MMJL into lesson plans, while 78% demonstrated adequate counseling skills during classroom simulations. These findings indicate that the program effectively strengthened teachers’ ability to design MMJL-based learning and apply PCA to address students’ non-academic problems
Masterplan Kawasan Agrowisata Desa Talun Ponorogo
Ngebel Lake is one of the leading tourist destinations in Ponorogo Regency. Various annual events are held at Telaga Ngebel to attract local, domestic and international tourist visits. Ngebel Lake has an area of ±150 ha which is surrounded by Ngebel Village, Sahang Village, Wagir Lor Village, and Gondowido Village. Talun Village has an area of 16.72 km2 or around 27.42% of the entire area of Ngebel District. Talun Village has large potential natural resources and human resources, but has not been utilized optimally. Some of the superior potential of Talun village include the Widodaren waterfall, the Argokiloso hermitage site, Sedayu coffee plantations, village-owned plantation land and a forestry area of around 50 ha, opium coffee, 24 groups of goat and sheep breeders. This agrotourism area has the potential to complement the Telaga Ngebel tourist destination which is already well known to the wider community. This agrotourism area is expected to be able to encourage village economic growth which will lead to improving the welfare of the people of Talun village. The problem is that Talun village does not yet have a master plan for an agrotourism area as part of the gradual development process. Based on these problems, a master plan design for the Talun Village agrotourism area needs to be created.Telaga Ngebel merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Ponorogo. Berbagai even tahunan digelar di Telaga Ngebel untuk menarik kunjungan wisata lokal, domestik, maupun turis manca negara. Telaga Ngebel memiliki luas ±150 ha yang di kelilingi oleh Desa Ngebel, Desa Sahang, Desa Wagir Lor, dan Desa Gondowido. Desa Talun memiliki luas wilayah 16,72 km2 atau sekitar 27,42 % dari luas seluruh Kecamatan Ngebel. Desa Talun memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar, namun belum diberdayakan secara optimal. Beberapa potensi unggulan desa Talun antara lain air terjun widodaren, situs pertapaan Argokiloso, perkebunan kopi sedayu, lahan perkebunan milik desa dan kawasan perhutani sekitar 50 ha, kopi candu, 24 kelompok peternak kambing dan domba. Kawasan agrowisata ini berpotensi melengkapi destinasi wisata Telaga Ngebel yang sudah dikenal masyarakat luas. Kawasan agrowisata ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa Talun. Permasalahanya adalah desa Talun belum memiliki masterplan kawasan agrowisata sebagai pengangan dalam proses pembangunan secara bertahap. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka desain masterplan kawasan agrowisata Desa Talun perlu dibuat