Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
    595 research outputs found

    Penguatan Karakter melalui Penggalian Kearifan Lokal Kediri bagi Karang Taruna Desa Rejomulyo Kecamatan Pesantren Kota Kediri

    Get PDF
    The influence of the rapid development of technology has begun to shift the character of society, including the people in Rejomulyo Village, Islamic Boarding School District, Kediri City. As an urban society, we cannot be separated from the use of technology which is categorized as high. To prevent the negative impact of the use of technology, it is necessary to strengthen character values ​​in the Rejomulyo Village community, especially village youth or known as youth organizations. Service activities are carried out in three stages, namely: planning, implementation and evaluation. The implementation carried out presentation of material on local wisdom values, participants created works and presented. The participants\u27 response was positive towards the implementation of the service. Participants expressed their appreciation for the activities carried out.Pengaruh pesatnya perkembangan teknologi sehingga mulai menggeser karakter masyarakat, tidak terkecuali masyarakat di Desa Rejomulyo Kecamata Pesantren Kota Kediri. Sebagai masyarakat perkotaan, tidak lepas dari adanya penggunaan teknologi yang dikategorikan tinggi. Untuk mencegah dampak negatif penggunaan teknologi, maka perlu adanya penguatan nilai-nilai karater di masyarakat Desa Rejomulyo khususnya pemuda desa atau dikenal sebagai karang taruna. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan dilakukan pemaparan materi nilai kearifan lokal, peserta membuat karya, dan mempresentasikan. Respon peserta positif terhadap pelaksanaan pengabdian. Peserta memberikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan

    Pemanfaatan Website UMKM Unggulan Desa Karangbendo Kabupaten Banyuwangi sebagai Sarana Penunjang Kegiatan Promosi

    Get PDF
    Karangbendo Village is one of the villages in Banyuwangi whose income is based on Village Land, Self-Help Results, and Community Participation. The problems experienced by partners based on the results of the situation analysis that has been carried out include: Marketing of the Leading UMKM association is still traditional, minimal knowledge about strategies to increase brand awareness, and the absence of a profile of the Leading UMKM association for marketing activities. Based on several problems experienced, the service team proposed several solutions for partners, namely: creating a website for the Leading UMKM of Karangbendo Village and providing training for website content fillers collectively at five Leading UMKM of Karangbendo Village. To implement this solution, the service team carried out several methods, including: Implementation method for creating a website for the Leading UMKM association of Karangbendo Village, implementation method for making a video for the Leading UMKM association of Karangbendo Village, monitoring and evaluating activities, and partner participation in the implementation process. This series of activities resulted in an integrated website that can be accessed by all interested parties containing information about the leading UMKM of Karangbendo Village, be it products, locations or contacts that can be contacted which can later increase brand awareness for each leading UMKM.Desa Karangbendo merupakan salah satu desa di Banyuwangi yang pendapatannya bertumpu pada Tanah Kas Desa, Hasil Swadaya, dan Partisipasi masyarakat. Permasalahan yang dialami oleh mitra berdasarkan hasil analisis situasi yang telah dilakukan antara lain: Pemasaran asosiasi UMKM Unggulan masih tradisional, minimnya pengetahuan tentang strategi peningkatan brand awereness, dan tidak adanya profil asosiasi UMKM Unggulan Desa untuk kegiatan pemasaran. Berdasarkan beberapa permasalahn yang dialami, tim pengabdi mengusulkan beberapa solusi untuk mitra yaitu: pembuatan website pada UMKM Unggulan Desa Karangbendo dan memberikan pelatihan pada pengisi konten website secara kolektif pada lima UMKM Unggulan Desa Karangbendo. Untuk menerapkan solusi tersebut, maka tim pengabdi melakukan beberapa metode antara lain: Metode pelaksanaan pembuatan website asosiasi UMKM Unggulan Desa Karangbendo, metode pelaksanaan pembuatan video asosiasi UMKM Unggulan Desa Karangbendo, monitoring dan evaluasi kegiatan, serta partisipasi mitra dalam proses pelaksanaan. Rangkaian kegiatan ini menghasilkan website terintegrasi yang dapat diakses oleh seluruh pihak yang berkepentingan yang berisikan informasi tentang UMKM Unggulan Desa Karangbendo baik itu produk, lokasi maupun kontak yang dapat dihubungi yang nantinya dapat meningkatkan brand awareness pada masing-masing UMKM Unggulan

    Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Cair dari Sampah Organik di Desa Sentul, Kragilan, Serang-Banten

    Get PDF
    National waste management is still a major problem, based on SIPSN data, it states that until July 24, 2024, the national waste accumulation was 31.9 million tons inputted from 290 districts and cities throughout Indonesia. Based on data from the Regional Innovation of the National Research and Innovation Agency (BRIN), it is known that 35.67% of the waste is unmanaged. One of the issues that is still hotly discussed in Serang Regency in the Development Planning Deliberation (Musrenbang) is the problem of waste which is still being debated, unmanaged and neglected. Until now, Serang Regency does not have an Integrated Waste Disposal Site or TPST. Therefore, the purpose of this community service is to apply appropriate technology in making liquid compost fertilizer from household waste materials which are then expected to enable the Sentul Village community to manage organic waste independently and sustainably and can reduce the volume of waste to TPS so that it can lighten the task of the Serang Regency government. The activity was carried out using two methods, namely: 1) Preparation and Q&A; 2) Education and simulation. The results of this Community Service are aimed at providing an understanding of the Community so that they can make their own compost fertilizer and can socialize it to other surrounding communities who have not received training. Therefore, the community service team provides a tool in the form of a starter kit that can be used as a guide for the Community to make fertilizer independently.Pengelolaan sampah nasional masih menjadi permasalahan yang cukup besar, berdasarkan data SIPSN menyebutkan sampai 24 Juli 2024 timbunan sampah secara nasional sebesar 31,9 juta ton yang diinput dari 290 kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Berdasarkan data Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diketahui sebesar 35,67% sampah tersebut tidak terkelola. Salah satu isu yang masih hangat diperbincangkan di kabupaten serang dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yaitu masalah sampah yang hingga kini masih diperdebatkan, tidak terkelola dan terlantar. Hingga saat ini kabupaten serang belum memiliki Tempat Pembuangan Sampah Terpadu atau TPST. Oleh sebab itu, tujuan pengabdian ini adalah menerapkan teknologi tepat guna dalam pembuatan pupuk kompos cair yang berasal dari bahan-bahan sisa sampah rumah tangga yang selanjutnya diharapkan masyarakat Desa Sentul dapat mengelola sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan serta dapat mengurangi volume sampah ke TPS sehingga dapat meringankan tugas pemerintah kabupaten serang. Kegiatan dilakukan dengan dua metode yaitu: 1) Persiapan dan tanya jawab; 2) Edukasi dan simulasi. Hasil dari pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman Masyarakat agar dapat melakukan pembuatan pupuk kompos mandiri serta dapat mensosialisasikan kepada Masyarakat sekitar lain nya yang belum mendapat pelatihan. Oleh karena itu, tim pengabdian memberikan sebuah alat bantu berupa starter kit yang dapat dijadikan panduan Masyarakat untuk membuat pupuk secara mandiri

    Penyuluhan Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga menjadi Pupuk Organik dengan Metode Takakura di Kecamatan Mallawa Maros

    Get PDF
    Mallawa District is one of the areas that does not yet have a final waste disposal site so that people tend to dispose of waste indiscriminately. The purpose of community service is to provide knowledge to the community about how to process organic household waste into compost. The method used is in the form of lectures and demonstrations. The material presented was the management of organic waste into compost using Takakura baskets. The result of this community service activity is that participants consisting of members of farmer groups and housewives in three villages in Mallawa District can understand, be able to make and use Takakura baskets to process organic waste into compost.Kecamatan Mallawa merupakan salah satu wilayah yang belum memiliki tempat pembuangan akhir sampah sehingga masyarakat cenderung membuang sampah secara sembarangan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bagaimana mengelola sampah rumah tangga organik menjadi kompos. Metode yang digunakan berupa ceramah dan demonstrasi cara. Materi yang disampaikan adalah pengelolaan sampah organik menjadi kompos menggunakan keranjang Takakura. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah peserta yang terdiri dari anggota kelompok tani dan ibu ibu rumah tangga di tiga desa di Kecamatan Mallawa dapat memahami, mampu membuat dan menggunakan keranjang Takakura sebagai pengolah sampah organik menjadi kompos

    Optimalisasi Potensi Lokal melalui Pelatihan Batik Pewarna Alam: Langkah Menuju Kemandirian dan Keberlanjutan Ekonomi Remaja Marginal

    Get PDF
    The batik-making skills training program using natural dyes from waste materials for marginalized youth in Wijirejo Village, Bantul, aims to enhance participants\u27 skills, economic independence, and business sustainability. This program is supported by Nonalia Batik SMEs and the community service team from Yogyakarta State University. The training methods include entrepreneurship theory, batik-making practice, and small business management assistance, including digital marketing. Evaluation results show significant improvements in participants\u27 skills, with some successfully starting their own batik businesses and increasing their income. This program has had a positive impact on the local economy and empowered marginalized youth within their communities.Program pelatihan keterampilan pembuatan batik dengan pewarna alami berbasis limbah bagi remaja marginal di Desa Wijirejo, Bantul, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, kemandirian ekonomi, dan keberlanjutan usaha peserta. Program ini dilaksanakan dengan dukungan dari UMKM Nonalia Batik dan tim pengabdian Universitas Negeri Yogyakarta. Metode pelatihan mencakup teori kewirausahaan, praktik pembuatan batik, dan pendampingan manajemen usaha kecil, termasuk pemasaran digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada keterampilan peserta, dengan beberapa peserta berhasil merintis usaha batik secara mandiri dan meningkatkan pendapatan mereka. Program ini berhasil memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal dan memberdayakan remaja marginal di komunitas mereka

    Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Karya Tulis Ilmiah untuk Peningkatan Profesionalisme Guru SD di Kota Malang

    Get PDF
    Common problems include teachers having difficulty carrying out classroom action research activities and also having difficulty writing scientific articles. This problem has an impact on other problems, namely efforts to continue seeking promotion with work that is not original. Based on the problems that occur in partner schools, an alternative solution is offered, namely providing assistance in writing scientific papers for elementary school teachers in Malang City. In this activity, almost all participants fully participated in the activities that had been carried out and were also involved in submitting the final assignment. In the majority, the final assignments submitted are draft articles based on IMRAD style journals. Based on the results of the review of assignments that have been developed, as many as 15 work titles are in the journal review stage to be ready for publication. This shows the success of the activities carried out.Permasalahan yang umum terjadi yaitu guru kesulitan dalam melakukan kegiatan penelitian tindakan kelas dan juga kesulitan dalam penulisan artikel ilmiah. Permasalahan tersebut berdampak pada permasalahan lainnya yaitu adanya upaya untuk tetap mengusahakan kenaikan pangkat dengan karya yang tidak asli. Berdasarkan permasalahan yang terjadi di sekolah mitra ditawarkan sebuah solusi alternatif yaitu diadakannya pendampingan untuk penulisan karya ilmiah bagi guru-guru SD di Kota Malang. Dalam kegiatan ini, hampir seluruh peserta mengikuti secara penuh kegiatan yang telah dilakukan dan juga terlibat dalam pengumpulan tugas akhir. Secara mayoritas, tugas akhir yang dikumpulkan yaitu draft artikel berdasarkan jurnal dengan gaya IMRAD. Berdasarkan hasil tinjauan tugas yang telah dikembangkan, sebanyak 15 judul karya telah berada dalam tahap review jurnal untuk siap dipublikasikan. Hal ini menunjukkan keberhasilan dari kegiatan yang dilakukan

    Peningkatan Budaya Wirausaha Pemuda Berbasis Produk Kopi Wilis sebagai Pendukung Pariwisata di Danau Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur

    Get PDF
    The Ngebel area in Ponorogo Regency, East Java, is one of the hidden tourist destinations that has yet to be fully exposed but is becoming a favorite tourist destination in Indonesia. The natural beauty of Lake Ngebel, in the form of a natural lake, is an attraction in itself that can be explored and developed as a natural tourist area in Indonesia. Apart from the natural lake, which holds potential, the Ngebel area is also known for its potential as a robusta coffee center, famously known as Wilis coffee. This initiative aims to provide mentoring and technology application to the youth in Ngebel village and its surrounding areas to become a driving force for the emergence of young entrepreneurs in building businesses based on local commodities, especially Wilis coffee products, thus making it a flagship product and supporting the development of Lake Ngebel tourism. The community service activities consist of entrepreneurial training, the application of appropriate technology such as coffee roasting machine production, and mentoring millennial café entrepreneurs in the Lake Ngebel area as a tourist destination. The results of these activities show that the application of appropriate technology in roasting coffee with various flavors increases the entrepreneurial spirit of the youth in the Lake Ngebel area and can be utilized to better market Wilis coffee products, thereby supporting tourism activities in the Lake Ngebel area.Kawasan Ngebel di kabupaten Ponorogo Jawa Timur merupakan salah satu lokasi wisata terpendam yang masih belum terekspos dan menjadi kawasan favorit tujuan wisata di Indonesia. Keindahan telaga Ngebel yang berupa danau alami menjadi daya tarik tersendiri yang dapat dieksplorasi dan dikembangkan sebagai kawasan wisata alam di Indonesia. Selain danau alam yang menyimpan potensi, kawasan Ngebel juga mempunyai potensi sebagai sentra kopi robusta yang terkenal dengan sebutan kopi Wilis. Kegiatan ini bertujuan memberikan pendampingan dan terapan teknologi kepada para pemuda di desa Ngebel dan desa sekitarnya untuk menjadi motor penggerak bagi munculnya wirausahawan muda dalam membangun usaha berbasis komoditas lokal khususnya produk kopi wilis sehingga menjadi salah satu produk unggulan dan dapat mendukung pengembangan wisata telaga Ngebel. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri atas kegiatan pelatihan berwirausaha, penerapan teknologi tepat guna berupa pembuatan mesin roasting kopi, serta pendampingan wirausaha café milenial di kawasan danau Ngebel sebagai tempat pariwisata. Dari hasil kegiatan didapatkan bahwa penerapan teknologi tepat guna roasting kopi dengan aneka rasa meningkatkan semangat berwirausaha pemuda di kawasan telaga Ngebel dan dapat digunakan untuk dapat lebih memasarkan produk kopi Wilis serta menunjang kegiatan pariwisata di kawasan telaga Ngebel

    Pendampingan Masyarakat dalam Pemanfaatan Ampas Sagu menjadi Pupuk Organik Bokashi di Kampung Mosso Kota Jayapura

    Get PDF
    In the sago processing process through extraction of sago pith, sago dregs will be produced which is waste in sago processing. Sago dregs contain 65.7% starch and the rest is crude fiber, crude protein, fat and ash. Apart from that, sago dregs contain 21% lignin and 20% cellulose which can be used as raw material to be used as bokashi fertilizer. This service was carried out in Mosso village, Jayapura City and aims to empower the community to process sago dregs into useful organic fertilizer. The methods used in this service are counseling, field practice and discussion. The public is invited to use sago pulp which is usually thrown away and process it into bokashi fertilizer. The community service activities carried out produce something of value and benefit to the local community. The community seems to be actively involved in making bokashi fertilizer by utilizing organic waste which can be directly applied to their agricultural land. Apart from that, it creates community awareness in handling sago waste in their environment.Pada proses pengolahan sagu melalui ekstraksi empulur sagu, akan dihasilkan ampas sagu yang merupakan limbah dalam pengolahan sagu. Ampas sagu mengandung 65,7% pati dan sisanya berupa serat kasar, protein kasar, lemak, dan abu. Selain itu, ampas sagu mengandung lignin 21%, dan selulosanya 20% yang dapat dijadikan sebagai bahan baku untuk dimanfaatkan menjadi pupuk bokashi. Pengabdian ini dilakukan di kampung Mosso Kota Jayapura dan bertujuan untuk memberdayakan masyarakat mengolah ampas sagu menjadi pupuk organik yang bermanfaat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan, praktik lapangan, dan diskusi. Masyarakat diajak untuk memanfaatkan ampas sagu yang biasanya dibuang begitu saja dan mengolahnya menjadi pupuk bokashi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan menghasilkan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat setempat. Masyarakat terlihat aktif terlibat dalam membuat pupuk bokashi dengan memanfaatkan limbah organik yang dapat langsung diaplikasikan pada lahan pertanian mereka. Selain itu, membentuk kepedulian masyarakat dalam menangani limbah sagu di sekitar lingkungannya

    Menciptakan Ruang Kreatif melalui Pembuatan Mural Bergaya Dekoratif di SDN 010 Cidadap, Bandung

    Get PDF
    SDN 010 Cidadap is a state elementary school in Bandung. This school faces several challenges, such as being listed as the school with the lowest number of student applicants in the city of Bandung. The location of the school is considered to be a trigger, even though it is located on the side of the main road, access is blocked by offices and commercial facilities. This school also lacks artistic values, that can be an attraction to the surroundings and contribute a unique identity of a place. As a result, the school wishes to transform the school atmosphere by presenting an attraction that will encourage the creativity of the school community, particularly students. This hope was realized through Community Service Activities (PKM) in collaboration between the Faculty of Fine Arts and Design, Maranatha Christian University, the Lions Club Bandung social community, and PT Propan Raya to create a creative space through participation in making decorative style murals on school walls. The resulting decorative murals provide freshness to the school environment and can foster pride in the school community. Apart from that, murals can also help students develop their creativity and active participation in school events.. Lokasi sekolah dianggap sebagai pemicu, walaupun berada di pinggir jalan utama namun akses masuk terhimpit oleh kantor dan fasilitas komersial. Sekolah ini juga belum memiliki nilai artistik yang dapat menjadi daya tarik lingkungan sekitar dan identitas khas sebuah tempat. Oleh karena itu, pihak sekolah mempunyai keinginan untuk mengubah suasana sekolah dengan menghadirkan daya tarik yang juga dapat menstimulasi kreativitas warga sekolah, terutama peserta didik. Harapan tersebut direalisasikan melalui Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) kolaborasi antara Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Kristen Maranatha, komunitas sosial Lions Club Bandung dan PT Propan Raya untuk menciptakan ruang kreatif melalui partisipasi pembuatan mural gaya dekoratif di dinding sekolah. Mural dekoratif yang dihasilkan memberikan kesegaran di lingkungan sekolah serta mampu menumbuhkan kebanggaan kepada warga sekolah. Selain itu, mural dapat mengasah kreativitas dan keaktifan peserta didik di dalam kegiatan sekolah

    Inovasi Produk Es Lilin Nanas Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Kemang

    Get PDF
    Kemang Village is one of the villages located in Lembak District, Muara Enim Regency, South Sumatra Province, which has great potential in the agricultural and plantation sectors, especially in pineapple cultivation. However, the potential of pineapple in Kemang Village is only sold as fruit to several regions, so the sales of processed products made from pineapples are still very limited. Therefore, an innovation in processing pineapples into a product is needed to enhance its market value. This community service activity aims to assist the community in processing pineapples, which are a potential resource of the village, into a higher-value product, as well as to create business opportunities and increase the income of the people in Kemang Village. This activity was conducted using socialization and training methods for making processed pineapple products, attended by the women and youth of Kemang Village. The result of this activity is the innovation of a processed pineapple product, namely pineapple ice pops, as well as the community of Kemang Village gaining new knowledge and skills in processing pineapples, which is the main potential in Kemang Village.Desa Kemang merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, yang memiliki potensi besar pada sektor pertanian dan perkebunan, terutama perkebunan nanas. Namun, potensi buah nanas di Desa Kemang hanya dijual dalam bentuk buah saja ke beberapa daerah sehingga penjualan produk olahan yang terbuat dari buah nanas masih sangat terbatas. Oleh karena itu, diperlukan suatu inovasi pengolahan buah nanas menjadi suatu produk untuk meningkatkan nilai jualnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu masyarakat agar dapat mengolah buah nanas yang merupakan potensi desa menjadi suatu produk bernilai jual yang lebih tinggi serta menciptakan peluang bisnis dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Kemang. Kegiatan ini dilakukan dengan metode sosialisasi dan pelatihan pembuatan produk olahan nanas yang dihadiri oleh ibu-ibu dan pemuda-pemudi Desa Kemang. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya inovasi produk olahan buah nanas yaitu es lilin nanas serta masyarakat Desa Kemang yang mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah buah nanas yang menjadi potensi utama di Desa Kemang

    580

    full texts

    595

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇