Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Pelatihan Analisis Regresi Linear Sederhana Menggunakan Aplikasi IBM SPSS di Politeknik Penerbangan Palembang
This training focused on improving the ability of simple linear regression analysis using IBM SPSS application. The training was held on 11 September 2024 at Palembang Aviation Polytechnic and involved 12 students from outside Palembang Aviation Polytechnic. This training aims to provide in-depth insight into how to use IBM SPSS. in simple linear regression analysis. The flow of training implementation consists of initial tests, material, practice, final tea, report writing and publication. The average score of the initial test was 33.33. The final test results showed an average score of 75.83. N-gain score analysis showed 66.67% of participants were in the medium category and 33.33% of participants were in the high category. Based on the paired sample test, the results showed that there was an increase between before and after participating in the training. This training succeeded in increasing understanding and knowledge related to simple linear regression analysis with IBM SPSS.Pelatihan ini berfokus pada peningkatan kemampuan analisis regresi linier sederhana menggunakan aplikasi IBM SPSS. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 11 September tahun 2024 di Politeknik Penerbangan Palembang dan melibatkan 12 mahasiswa luar Politeknik Penerbangan Palembang. Pelatihan ini bertujuan memberikan wawasan yang mendalam mengenai cara penggunaan IBM SPSS dalam analisis regresi linear sederhana. Alur pelaksanaan pelatihan terdiri dari tes awal, materi, praktik, tes akhir, pembuatan laporan dan publikasi. Nilai rata-rata tes awal sebesar 33,33. Hasil tes akhir menunjukan nilai rata-rata sebesar 75,83. Analisis N-gain score menunjukan 66,67 % peserta berada dalam kategori sedang dan 33,33% peserta dalam kategori tinggi. Berdasarkan paired sampel test didapat hasil terdapat peningkatan antara sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Pelatihan ini berhasi meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terkait analisis regresi linier sederhana dengan IBM SPSS
Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Berbahan Pala dan Cengkih bagi Masyarakat di Negeri Kaitetu
Kaitetu village is rich in nutmeg and cloves, but they have not been fully utilised to improve the welfare of the local community. This community service programme in Negeri Kaitetu aims to empower the community through training in making aromatherapy candles from nutmeg and cloves to provide added value to the community. The training method begins with planning, observation, training and evaluation. The result of this training is that participants have knowledge about aromatherapy candles and can make aromatherapy candles. The training was effective in encouraging behaviour change. In addition to providing economic benefits by opening new business opportunities, this programme also provides positive social and environmental impacts. It is hoped that this programme can increase community awareness about the preservation of local spices and the use of natural products, and encourage sustainable economic development in Kaitetu Country.Negeri Kaitetu kaya akan pala dan cengkih, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Program pengabdian kepada masyarakat di Negeri Kaitetu ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari pala dan cengkih untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Metode pelatihan diawali dengan perencanaan, observasi, pelatihan dan evaluasi. Hasil dari pelatihan ini adalah peserta telah memiliki pengetahuan tentang lilin aromaterapi dan mampu membuat lilin aromaterapi. Pelatihan berjalan dengan efekif dan sangat efektif mendorong perubahan perilaku. Selain memberikan manfaat ekonomi dengan membuka peluang usaha baru, program ini juga memberikan dampak sosial dan lingkungan positif. Diharapkan, program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pelestarian rempah-rempah lokal dan penggunaan produk alami, serta mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Negeri Kaitetu
Pelatihan Pembelajaran Numerasi Berdiferensiasi Menggunakan Media Digital bagi Guru Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB)
The challenges faced by teachers, ranging from the diverse cognitive abilities of each student to unique learning styles, cause the numeracy learning process in Special Elementary Schools (SDLB) to become increasingly complex. Meanwhile, several studies and discussion results show that teachers\u27 ability to design differentiated numeracy learning using digital media is still low. Hence, community service was carried out with the aim of developing the abilities of SDLB teachers in designing differentiated numeracy learning using digital media for teachers at SDLB Muhammadiyah in Gresik. Service activities start from preparation, socialization, training, application of technology, to mentoring and evaluation. The training activity was carried out for three days at school, and at the end of the activity, participants were asked to fill out an activity questionnaire. Based on the results of activity questionnaires and interviews with teachers, it can be seen that teachers\u27 knowledge in differentiated numeracy learning is developing well. They design differentiated learning based on the results of the initial assessment given to students. Furthermore, teachers\u27 skills in using digital media have also increased. Therefore, we can conclude that this service activity can enhance teachers\u27 skills in designing differentiated numeracy learning through the use of 3D flipbook digital media.Tantangan yang dihadapi para guru mulai dari kemampuan kognitif yang beragam dari setiap siswa sampai gaya belajar yang unik menyebabkan proses pembelajaran numerasi di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) menjadi semakin kompleks. Sementara itu, beberapa penelitian dan hasil diskusi menunjukkan bahwa kemampuan guru-guru dalam mendesain pembelajaran numerasi berdiferensiasi dengan menggunakan media digital masih rendah. Oleh karena itu, dilakukan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan guru-guru SDLB dalam mendesain pembelajaran numerasi berdiferensiasi menggunakan media digital bagi guru-guru di SDLB Muhammadiyah di Gresik. Kegiatan pengabdian dimulai dari persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, sampai pendampingan dan evaluasi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama tiga hari di sekolah dan pada akhir kegiatan eserta diminta mengisi angket kegiatan. Berdasarkan hasil angket kegiatan dan wawancara dengan para guru, maka dapat diketahui bahwa pengetahuan guru dalam pembelajaran numerasi berdiferensiasi berkembang dengan baik. Mereka mendesain pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil asesmen awal yang diberikan kepada peserta didik. Lebih lanjut, ketrampilan guru-guru dalam menggunakan media digital juga meningkat. Oleh karena ini, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat mengembangkan kemampuan para guru dalam mendesain pembelajaran numerasi berdiferensiasi menggunakan media digital flipbook 3D
Optimasi Pengelolaan Keuangan dan Memperkuat Branding dengan Teknologi Kecerdasan Buatan bagi UMKM
Community service journal that aims to optimize financial management and strengthen UMKM branding through the use of Ai technology. This activity is carried out by prioritizing the use of Ai-based tools and systems in creating logos in order to strengthen brand image, as well as designing financial management strategies. The method used is a question and answer lecture that includes 4 stages, namely observation, socialization, demonstration, and evaluation. The results of this implementation show an increase in participant knowledge in financial management, by calculating production costs, calculating profits, and calculating VAT. In addition, the use of Ai in branding strategies also shows an increase in knowledge in creating logos for brand recognition. The results show that the use of Ai technology can be an effective solution to increase UMKM performance, thereby helping to encourage local economic growth.Jurnal pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan dan memperkuat branding UMKM melalui pemanfaatan teknologi Ai. Kegiatan ini dilakukan dengan mengedepankan penggunaan alat dan sistem berbasis Ai dalam pembuatan logo guna untuk memperkuat citra merek, serta merancang strategi pengelolaan keuangan. Metode yang digunakan ceramah tanya jawab meliputi 4 tahapan yaitu observasi, sosialisasi, demostrasi, dan evaluasi. Hasil dari implementasi ini memperlihatkan peningkatan pengetahuan peserta dalam pengelolaan keuangan, dengan menghitung biaya produksi, menghitung keuntungan, dan perhitungan PPN. Selain itu, penggunaan Ai dalam strategi branding juga memperlihatkan peningkatan pengetahuan dalam pembuatan logo untuk pengenalan merek. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan teknologi Ai dapat menjadi solusi efektif untuk menaikan kinerja UMKM, sehingga membantu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal
Pelatihan dan Pendampingan Kepada Pengawas Menelan Obat (PMO) dalam Upaya Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Haliwen
Pulmonary tuberculosis can cause serious problems and even death in people who have been infected with the mycobacterium tuberculosis bacteria. Tuberculosis patients will usually undergo treatment for a long time. Patients will get a treatment period of approximately 6 to 9 months. As a result of this long period of treatment, there are many cases reported that TB patients do not take medicine regularly, drop out of taking medicine, patients who have received medicine but are lazy to complete treatment for up to 6 months, already feel healthy finally drop out of treatment and family lacks support in completing treatment. Tuberculosis patients who are on medication need someone to always supervise and educate them. This person is usually called a Medication Swallowing Supervisor. Drug swallowing supervisors can come from family members, neighbors or the general public who have volunteered to help TB patients. PMO who come from the general public must be given training so that they have basic knowledge and skills in communication and negotiation so that they can convince TB patients and their families to take the correct treatment and complete treatment. This service method is in the form of training and mentoring which is carried out in several stages, namely preparation, implementation and sustainability of the program. The results of the pre and post tests on all trainees showed an increase in the ability of the trainees.Penyakit tuberkulosis paru dapat menyebabkan masalah yang serius hingga kematian pada orang yang sudah terinfeksi dengan bakteri mycobakterium tuberkulosis. Pasien tuberkulosis akan menjalani pengobatan dalam jangka waktu yang lama mencapai 6 sampai 9 bulan. Akibat dari pengobatan dalam jangka waktu yang lama ini, banyak kasus dilaporkan bahwa pasien TBC tidak teratur minum obat, putus minum obat, pasien yang sudah menerima obat tetapi malas untuk menyelesaikan pengobatan sampai 6 bulan karena sudah merasa sehat akhirnya drop out pengobatan, keluarga juga dilaporkan kurang memberikan dukungan dalam menyelesaikan pengobatan. Selama masa pengobatan pasien tuberkulosis membutuhkan seseorang sebagai pengawas menelan obat (PMO) yang dapat memberikan edukasi dan support kepada pasien. Pengawas menelan obat bisa berasal dari anggota keluarga, tetangga atau masyarakat umum yang mempunyai kesukarelaan untuk membantu penderita TB. PMO yang berasal dari masyarakat umum harus diberikan pelatihan agar mempunyai pengetahuan dan kemampuan dasar dalam berkomunikasi dan negosiasi sehingga bisa meyakinkan penderita TB dan keluarganya untuk melakukan pengobatan yang benar dan berobat sampai tuntas. Metode pengabdian ini berupa pelatihan dan pendampingan yang dilakukan dalam beberapa tahap yakni persiapan, pelaksanaan dan keberlanjutan program. Hasil pre dan post test pada semua peserta pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan pada setiap peserta PMO yang mengikut pelatihan
Character Capacity Building Pramuka melalui Aksi Tanam Mangrove untuk Peningkatan Kualitas Ekosistem di Teluk Pangpang
Pramuka is a scouting movement that teaches many values as the basis for building the character of Indonesia\u27s best human resources. Quality human resources are human capital for developing the nation The scout movement\u27s efforts are primarily concerned with environmental and societal issues. However, there is currently a drop in scouts\u27 interest in activities that involve direct interaction with nature as a result of the younger generation\u27s preoccupation with digital technology, particularly social media. This community service activity from the Institut Teknologi Bandung intends to provide a solution to the worry of diminishing interest in scouting by undertaking mangrove planting activities, which are expected to develop awareness and motivation in scouts to return to enjoying nature-based activities, while building the character of Scouts in their search for identity as a young generation of Indonesia. Mangrove planting activities are carried out with the enforcement scouts of SMK Darul \u27Ulum and other community members in the Essential Economic Zone, Wringinputih village, Teluk Pangpang, Banyuwangi, because the sustainability of the mangrove forest ecosystem also requires attention. This activity is expected to increase the interest of Scouts to return to nature, and love the environment, while having an impact on improving the quality of life and welfare of the community.Pramuka adalah gerakan kepanduan yang banyak mengajarkan nilai-nilai sebagai dasar pembentukan karakter sumber daya manusia Indonesia yang terbaik. Sumber daya manusia berkualitas merupakan modal manusia untuk pembangunan bangsa. Sebagian besar kegiatan yang dilakukan dalam Gerakan Pramuka berkaitan dengan kepedulian dan kecintaan terhadap alam dan masyarakat. Namun saat ini, ada penurunan minat Pramuka terhadap kegiatan yang berinteraksi langsung dengan alam akibat terdistraksinya perhatian generasi muda kepada penggunaan teknologi digital, terutama dalam penggunaan media sosial. Pengabdian masyarakat dari Institut Teknologi Bandung ini bertujuan untuk mencarikan solusi atas keprihatinan menurunnya minat tentang ke-pramuka-an dengan melakukan aktivitas tanam mangrove yang diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan motivasi Pramuka untuk kembali mencintai aktivitas yang berbasis alam, sekaligus membangun karakter Pramuka dalam pencarian jatidiri mereka sebagai generasi muda Indonesia. Kegiatan tanam mangrove dilakukan bersama Pramuka penegak SMKN Darul ‘Ulum dan anggota masyarakat lainnya di Kawasan Ekonomi Esensial, desa Wringinputih,Teluk Pangpang, Banyuwangi, karena kelestarian ekosistem hutan mangrovenya juga memerlukan perhatian. Kegiatan ini meningkatkan minat Pramuka untuk kembali ke alam, dan mencintai lingkungan, sekaligus berdampak terhadap peningkatan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, dengan bertambah lestarinya lingkungan alam di desa Wringinputih
Diseminasi Pemanfaatan Limbah Pelepah Kelapa Sawit dan Kotoran Sapi menjadi Briket Arang sebagai Bahan Bakar Alternatif di Kampung Majemus Distrik Masni Kabupaten Manokwari
The problem faced by our society today is the accumulation of cow feces and palm fronds which are solid biomass waste produced throughout the year by oil palm plantations and livestock businesses. One of the utilization and processing of these two biomass wastes is to make charcoal briquettes as an alternative fuel. Charcoal briquettes have advantages because they have high economic value compared to wood charcoal, higher calorific value, odorless, attractive shape and durable. This dissemination activity is in addition to empowering the community in the application of appropriate waste treatment technology innovations, as well as providing an alternative for developing creative economic potential for the people of Majemus Village, Masni District, Manokwari Regency. The method of implementing this activity is participatory counseling, practice or training and mentoring, so that the product can be continuously produced and ready to be marketed. The manufacture of charcoal briquettes starts from the stages of drying the main raw materials, composing of raw materials, grinding, mixing materials with adhesives, printing briquettes, drying briquettes again, quality testing, and packaging. The final results of the activities carried out showed that (1) they succeeded in disseminating effective and simple innovations in livestock and plantation waste treatment technology and applied in the field, (2) training participants or members of partner groups were involved and played an active role in all activities ranging from counseling to training on practice and training, (3) charcoal briquettes produced SNI standard that will renewable energy source for everyday necessities.Permasalahan yang dihadapi dewasa ini oleh masyarakat kita adalah penumpukan kotoran sapi dan pelepah kelapa sawit yang merupakan limbah biomassa padat yang dihasilkan sepanjang tahun oleh perkebunan kelapa sawit dan usaha peternakan. Salah satu pemanfaatan dan pengolahan kedua limbah biomassa ini adalah dengan membuat briket arang sebagai bahan bakar alternatif. Briket arang memiliki keunggulan karena memiliki nilai ekonomi tinggi dibandingkan arang kayu, nilai kalor lebih tinggi, tidak berbau, bentuknya menarik dan tahan lama. Kegiatan diseminasi ini adalah selain untuk memberdayakan masyarakat dalam penerapan inovasi teknologi pengolahan limbah yang tepat guna, selain juga memberikan alternatif pengembangan potensi usaha ekonomi kreatif untuk masyarakat Kampung Majemus Distrik Masni Kabupaten Manokwari. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah penyuluhan partisipatif, praktik atau pelatihan dan pendampingan, hingga produk bisa kontinyu diproduksi dan siap dipasarkan. Pembuatan briket arang ini dimulai dari tahapan pengeringan bahan baku utama, pengarangan bahan baku, penggilingan, pencampuran bahan dengan perekat, pencetakan briket, pengeringan briket kembali, pengujian kualitas, dan pengemasan. Hasil akhir dari kegiatan yang dilaksanakan menunjukkan bahwa (1) berhasil mendiseminasikan inovasi teknologi pengolahan limbah peternakan dan perkebunan yang tepat guna dan sederhana serta aplikatif di lapangan, (2) peserta pelatihan atau anggota kelompok mitra terlibat dan berperan aktif dalam seluruh kegiatan mulai dari penyuluhan sampai pada praktik dan pelatihan, dan (3) briket arang yang dihasilkan memenuhi standar SNI sehingga dapat menjadi sumber energi terbaharukan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
Program “Kampung Emas” Sebagai Upaya Percepatan Penurunan Angka Stunting di Kelurahan Embong Kaliasin, Surabaya
The reduction in stunting rates must be more comprehensive in overcoming it, because this case is one of the national priorities in terms of human resource development. So that in handling stunting cases in Surabaya using the "Kampung Emas" program based on strengthening the 5 pillars of handling stunting. The method of this activity is carried out by means of Focus Discussion Group (FGD), mentoring and monitoring of stunting toddlers, education with lecture methods, community visits, and local market surveys. The results of the implementation of the "golden village" program based on the 5 pillars of stunting management include: health cadres and the village have a commitment to resolve stunting cases, 9 children are classified as stunted, increasing the understanding of education participants to 98% after being given education, getting food ideas after surveying the local market, namely cork fish potato sticks and moringa leaves, and moringa leaf pudding as an innovative healthy menu so that stunting toddlers are not bored. From these various activities, it succeeded in graduating 1 child who was classified as stunted.Penurunan angka stunting harus lebih komprehensif dalam mengatasinya, karena kasus ini menjadi salah satu prioritas nasional dalam hal pembangunan sumber daya manusia. Sehingga dalam penanganan kasus stunting di Surabaya menggunakan program “Kampung Emas” dengan berdasarkan penguatan 5 pilar penanganan stunting. Metode kegiatan ini dilakukan dengan cara Focus Discussion Group (FGD), pendampingan dan monitoring kepada balita stunting, edukasi dengan metode ceramah, kunjungan warga, serta survei pasar setempat. Hasil dari pelaksanaan program “kampung emas” berdasarkan acuan 5 pilar penanganan stunting antara lain: kader kesehatan dan pihak kelurahan memiliki komitmen untuk menuntaskan kasus stunting, didapatkan 9 anak tergolong stunting, meningkatnya pemahaman peserta edukasi menjadi 98% setelah diberikan edukasi, mendapatkan ide makanan setelah survei pasar setempat yaitu stik kentang ikan gabus dan daun kelor, serta pudding daun kelor sebagai menu sehat yang inovatif sehingga balita stunting tidak bosan. Dari berbagai kegiatan ini berhasil meluluskan 1 anak yang tergolong stunting
Pelatihan Specimen Collection dan Pra-Analitik Covid-19 di Sekitar RSIA Al-Islam Bandung
The gold standard examination to make a diagnosis COVID-19 is an examination using the Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) method, for example, Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Current data shows that more than 60 percent of errors occur in the pre-analytic process. The purpose of this community service is to help improve the knowledge and abilities of health workers in the implementation of specimen collection, stages and impacts of pre-analytical errors, types of examinations for laboratory examinations enforcement of the Covid-19 diagnosis. The method of the service was online, in the form of lectures, video screenings and discussions, for the evaluation using pretest and posttest activities. The result of this service is that there is an increase in understanding and knowledge as well as insight into laboratory examination specimen collection pre-analytic activities. COVID-19.Pemeriksaan baku emas untuk menegakkan COVID-19 adalah pemeriksaan dengan metode Nucleic Acid Amplification Test (NAAT, contohnya adalah Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Berdasarkan Center for Disease Control (CDC) spesimen yang dapat digunakan diantaranya adalah swab nasofaring dan orofaring. Data yang sudah ada saat ini menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen kesalahan terjadi pada proses pra analitik. Tujuan pengabdian ini adalah membantu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan specimen collection, tahapan dan dampak kesalahan pra analitik, jenis-jenis pemeriksaan untuk pemeriksaan laboratorium penegakkan diagnosis Covid-19. Metode pengabdian secara online berupa ceramah, pemutaran video dan diskusi, untuk evaluasi pengabdian menggunakan kegiatan pretes dan postes. Hasil pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pemahaman dan pengetahuan serta wawasan tentang kegiatan pra analitik specimen collection pemeriksaan laboratorium COVID-19
Pelatihan Pembuatan Ecobrick sebagai Solusi Penanganan Sampah Plastik di SDN Pandean, Kecamatan Pandean, Magelang
The amount of plastic waste is increasing along with its increasing use. Plastic like waste that is not easily decomposed causes problems if it is not handled properly. The school environment is one of the producers of plastic snack packaging waste, including here Pandean Elementary School in Magelang district. One method of recycling plastic waste is to turn it into ecobricks. This method is still not widely applied as a plastic waste recycling method because there is still little information about this method. Therefore, it is necessary to conduct socialization and direct practical examples of making ecobricks that can be formed into other objects that have beneficial values. From the training activities, it can be seen that the Pandean Elementary School students were very enthusiastic because they could practice directly making ecobics and wanted to spread them to the surrounding community.Jumlah sampah plastik semakin bertambah seiring dengan penggunaannya yang semakin meningkat. Plastik sebagai sampah yang tidak mudah terurai menyebabkan masalah jika tidak tertangani dengan baik. Lingkungan sekolah merupakan salah satu penghasil sampah plastik kemasan jajanan, termasuk disini SDN Pandean yang berada di kabupaten Magelang. Salah satu metode daur ulang sampah plastik adalah merubahnya menjadi ecobrick. Metode ini masih belum banyak diterapkan sebagai metode daur ulang sampah plastik karena masih minimnya informasi mengenai metode ini. Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi dan contoh praktek langsung pembuatan ecobrick yang dapat dibentuk menjadi benda lain yang memiliki nilai manfaat. Dari kegiatan pelatihan tersebut terlihat para siswa SDN Pandean sangat antusias karena dapat praktek langsung dalam pembuatan ecobrick dan ingin menyebarkan ke masyarakat sekitar