Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Penguatan Karakter Moderasi Beragama bagi Generasi Z di SMA Negeri 1 Puding Besar
The diversity of religions adhered to by Indonesian citizens is very high, characterized by the existence of six religions that are administratively and legally recognized by the state. This has become a gift from God that must be guarded and cared for properly so that differences do not trigger the growth of division. The process of maintaining harmonization of religious diversity needs to be supported in various ways, one of which is by strengthening the character of religious moderation in citizens. Religious moderation is a perspective, attitude, and behavior that takes a middle position, characterized by acting fairly and not being extreme in religion. This is a concept that needs to be instilled in Indonesian citizens, especially the younger generation as the backbone of the nation\u27s progress in the future. Through community service carried out at SMA Negeri 1 Puding Besar, it is hoped that this can be a means of strengthening the character of religious moderation in generation Z in the Bangka Belitung Islands province, as one of the regions that also has high religious diversity. The implementation of service is carried out using socialization methods and group games, this is intended to support the goals and hopes to be achieved in service activities, namely the growth of attitudes of tolerance and cooperation.Keberagaman agama yang dianut oleh warga negara Indonesia sangat tinggi dengan dicirikan eksistensi enam agama yang sah secara administrasi dan hukum diakui negara. Hal ini telah menjadi anugerah dari Tuhan yang mesti dijaga dan dirawat dengan baik sehingga perbedaan tidak memantik tumbuhnya perpecahan. Proses menjaga harmonisasi keberagaman agama perlu ditunjang dengan beragam cara, salah satunya melalui penguatan karakter moderasi beragama dalam diri warga negara. Moderasi beragama sebagai cara pandang, sikap, serta perilaku yang mengambil posisi di tengah, dicirikan dengan bertindak adil serta tidak ekstrem dalam beragama. Hal ini menjadi konsep yang perlu ditanamkan dalam diri warga negara Indonesia, terutama bagi para generasi muda sebagai tulang punggung kemajuan bangsa di masa mendatang. Melalui pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Puding besar ini diharapkan dapat menjadi sarana penguatan karakter moderasi beragama dalam diri generasi Z yang ada di wilayah provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai salah satu wilayah yang juga memiliki keberagaman agama yang tinggi. Pelaksanaan pengabdian dilaksanakan dengan metode sosialisasi serta permainan kelompok, hal ini dimaksudkan untuk dapat menunjang tujuan dan harapan yang hendak dicapai dalam aktivitas pengabdian yakni tumbuhnya sikap toleransi dan kerja sama
Pemberdayaan Ekonomi Rumah Tangga melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring di Desa Pejok
Training on the process of making dishwashing soap in Kepohbaru District Village was carried out as an effort to address the low skills and income of village communities and as an effort to empower the local economy. This training was attended by 18 participants with the main target being low-income communities and active PKK groups. The purpose of this service is to teach knowledge and skills to the community in producing dishwashing soap, so that it can realize opportunities for new businesses. The methods used in this service include an active participation approach or Participatory Action Research (PAR) and demonstrations, where training is carried out by delivering materials and direct practice. The results of the training showed that participants were able to make dishwashing soap supported by supporting materials such as brochures and modules as a reference for independent dishwashing soap production.Pelatihan proses membuat sabun cuci piring di Desa Kecamatan Kepohbaru dilaksanakan sebagai upaya untuk menghadapi rendahnya keterampilan dan pendapatan masyarakat desa dan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Pelatihan ini diikuti oleh 18 peserta dengan sasaran utama masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok PKK aktif. Tujuan dari pengabdian ini yakni dalam rangka mengajarkan pengetahuan serta keterampilan pada masyarakat dalam memproduksi sabun cuci piring, sehingga dapat mewujudkan kesempatan adanya usaha baru. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi pendekatan partisiasi aktif atau Participatory Action Research (PAR) dan demonstrasi, di mana pelatihan dilakukan dengan penyampaian materi dan praktek secara langsung. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa peserta mampu membuat sabun cuci piring yang didukung dengan materi pendamping seperti brosur dan modul sebagai acuan untuk produksi sabun cuci piring secara mandiri
Rumah Imun dan Ambulan Motor sebagai Upaya Pencegahan Stunting dan Sarana Kegawatdaruratan di Desa Pagung Kabupaten Kediri
This community service aims to improve the skills and knowledge of the surrounding community as well as first aid accommodation to health service facilities in the community of Pagung Village, Semen District, Kediri Regency, East Java. The implementation method of this community service is a field survey to identify stunting problems, making pocket books on emergencies and stunting, making motorbike ambulances (LANTOR) to facilitate access to health services, and counseling related to emergencies, balanced nutrition, and stunting. The results of this community service show that counseling and training related to first aid and emergencies can improve the knowledge and skills of the community in Pagung Village, in addition, the provision of "LANTOR" can facilitate and smooth community mobility to the nearest health service facilities.Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat sekitar serta sebagai akomodasi pertolongan pertama menuju fasilitas layanan Kesehatan pada masyarakat Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Metode pelaksanaan dari pengabdian masyarakat ini yaitu survey lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan stunting, pembuatan buku saku tentang kegawatdaruratan dan stunting, pembuatan ambulans motor (LANTOR) untuk memudahkan akses menuju pelayanan kesehatan, serta penyuluhan terkait kegawatdaruratan, gizi seimbang, dan stunting. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa adanya penyuluhan dan pelatihan terkait pertolongan pertama dan kegawatdaruratan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di Desa Pagung, selain itu pemberian “LANTOR” dapat mempermudah dan memperlancar mobilitas masyarakat menuju fasilitas pelayanan kesehatan terdekat
Optimalisasi Sistem Operasi dan Harga Jual untuk Kontinyuitas Usaha Kerupuk Singkong Sadariyah “Mbah Juki” Blitar
The community service program in Dawuhan Village, Kademangan District, Blitar Regency, focused on the development of the micro, small, and medium enterprise (MSME) "Mbah Juki" cassava crackers, which faced significant challenges in pricing, production efficiency, and marketing. The primary objective of the program was to enhance participants\u27 managerial and technical capacities through training in operational systems and pricing strategies. The methodology involved problem identification through surveys, training, direct mentoring, and periodic evaluations. The results demonstrated improved participant abilities in setting more strategic pricing, enhancing production efficiency, and effectively utilizing social media and packaging design to attract customers. Evaluations indicated significant improvements in efficiency and product competitiveness, contributing positively to business sustainability and local economic empowerment. Overall, the community service activities successfully met the established targets and had a positive impact on both the MSME and the local community.Pelaksanaan pengabdian masyarakat di Desa Dawuhan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, fokus pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerupuk singkong sadariyah "Mbah Juki" menghadapi tantangan signifikan dalam penetapan harga jual, efisiensi produksi, dan pemasaran. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kapasitas manajerial dan teknis peserta melalui pelatihan sistem operasi, dan perhitungan harga jua.. Metode yang diterapkan meliputi identifikasi masalah melalui survei, pelatihan, pendampingan langsung, serta evaluasi berkala. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam menetapkan harga jual yang lebih strategis, meningkatkan efisiensi produksi, serta memanfaatkan media sosial dan desain kemasan untuk menarik konsumen. Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan nyata dalam efisiensi dan daya saing produk, memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan usaha dan pemberdayaan ekonomi lokal. Keseluruhan kegiatan pengabdian ini berhasil mencapai target yang ditetapkan dan memberikan dampak positif bagi UMKM serta masyarakat setempat
Perbaikan Aspek Produksi, Manajemen dan Hukum Kelompok UMKM “Tuty Collections”
The problems of the target partners of the "Tuty Collections" MSME group include that the production process is still done manually, so the products produced are not yet standardized, product designs and models do not have many variations, the number of sewing machines they own is still insufficient, thus affecting the amount of production produced, knowledge and skills Partner human resources in business management are still minimal, they do not have legal business operations, partner skills in marketing are still minimal and sales methods are still conventional, not using digital media, so it is difficult for sales volume to increase. Using the chronological method, the implementation of this activity resulted in an increase in the number of production and sales of partner products by 75% and the legal legality of business operations in the form of NIB was obtained.Permasalahan mitra sasaran kelompok UMKM “Tuty Collections” meliputi proses produksi masih dikerjakan secara manual, sehingga produk yang dihasilkan belum terstandarisasi, desain dan model produk belum banyak variasi, jumlah mesin jahit yang dimiliki masih kurang, sehingga mempengaruhi jumlah produksi yang dihasilkan, pengetahuan dan keterampilan SDM mitra dalam pengelolaan usaha masih minim, belum memiliki legalitas operasional usaha, keterampilan mitra dalam pemasaran masih minim dan metode penjualan masih secara konvensional, belum menggunakan media digital, sehingga volume penjualan sulit naik. Dengan menggunakan metode kronologis, pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan peningkatan jumlah produksi dan penjualan produk mitra sebesar 75% dan diperolehnya legalitas hukum operasional usaha dalam bentuk NIB
Peningkatan Self Regulated Learning Siswa melalui Pelatihan Penggunaan Game Educandy Arabiy di Madrasah Ibtidaiyah Al Adnani Kayangan
Self Regulated Learning has an important role to help students be more independent in learning, both in setting schedules, targets and strategies to achieve them. This training in using the Educandy game aims to make it easier for students to improve their Arabic language learning achievements due to a decrease in students\u27 SRL. Therefore, learning Arabic using educational games is very necessary because it suits students\u27 preferences. The method of implementing this service is the Service Learning method, namely investigation, preparation, training and mentoring and reflection. The results of the training showed that 69% of students were very satisfied and 22% of students were satisfied with the training activities and had provided benefits in improving students\u27 achievements and SRL. which is indicated by their attitude of independence and self-confidence individually being able to complete all stages of the game. These results have an impact on the realization of one of the students\u27 Pancasila profiles, namely the independent dimension with a form of self-regulation.Self Regulated Learning memiliki peran penting untuk membantu siswa lebih mandiri dalam belajar baik pengaturan jadwal, target dan strategi mencapainya. Pelatihan penggunaan game educandy ini bertujuan memudahkan siswa dalam meningkatkan prestasi Belajar Bahasa Arab yang diakibatkan oleh penurunan SRL siswa. Oleh karena itu, pembelajaran Bahasa Arab dengan menggunakan game edukasi sangat diperlukan karena sesuai kesukaan siswa. Metode pelaksanaan pengabdian ini dengan metode Service Learning yakni survei, pelatihan dan pendampingan dan refleksi berupa kegiatan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 69% siswa sangat puas dan 22 % siswa puas atas kegiatan pelatihan dan telah memberikan manfaat peningkatan prestasi serta SRL siswa. yang ditunjukkan dengan sikap kemandirian dan kepercayaan dirinya secara individu mampu menyelesaikan semua tahap permainan. Hasil ini berdampak pada pewujudan salah satu profil pancasila siswa yakni dimensi mandiri dengan bentuk regulasi diri
Pemberdayaan Masyarakat dalam Inovasi Bahan Pangan dari Limbah Biji Mangga di SMKN 1 Pemulutan, Sumatera Selatan
Mango seeds (Mangifera indica L.) have a fairly high carbohydrate content and can be processed as an alternative food. This community service activity aims to educate the public about the process of processing mango seeds into flour and processed food ingredients. Prior to counseling, the team conducted initial experiments on the products produced using initial treatment in the form of soaking with water, slaked lime and sodium bisulfite. Organoleptic tests on processed food products from mango seeds were carried out by random respondents with assessment indicators in the form of color, texture, aroma and taste. The test results showed that processed cakes from mango seed flour as much as 30% with the initial treatment of sodium bisulfite immersion in the initial process had the best organoleptic value, namely, 3.7 out of 4. This activity was carried out at SMKN 1 Pemulutan and received very good appreciation because it was considered very useful, informative and can be developed continuously.Biji mangga (Mangifera indica L.) memiliki potensi kadar karbohidrat yang cukup tinggi dan dapat diolah sebagai bahan pangan alternatif. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk mengedukasi masyarakat tentang proses pengolahan biji mangga hingga menjadi tepung dan bahan olahan pangan. Sebelum dilakukan penyuluhan, tim melakukan uji coba awal terhadap produk yang dihasilkan dengan menggunakan perlakuan awal berupa perendaman dengan air, kapur sirih dan natrium bisulfit. Uji organoleptik terhadap produk olahan pangan dari biji mangga dilakukan oleh responden secara acak dengan indikator penilaian berupa warna, tekstur, aroma, dan rasa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa olahan kue dari tepung biji mangga sebanyak 30% dengan perlakuan awal perendaman natrium bisulfit pada proses awalnya memiliki nilai organoleptik terbaik, yaitu 3,7 dari skala 4. Kegiatan ini dilaksanakan di SMKN 1 Pemulutan dan mendapat apresiasi yang sangat baik karena dinilai sangat bermanfaat, informatif serta dapat dikembangkan secara berkesinambungan
Meningkatkan Nilai Produk Batik yang Ramah Lingkungan dengan Pewarnaan Menggunakan Sumber Daya Alam Tumbuhan
Synthetic dyes used in the textile industry, including batik dyeing, can cause environmental pollution if not managed properly. Some of the negative impacts that can arise from batik waste resulting from the use of synthetic dyes include water pollution, air pollution, soil pollution, and the health of workers. The redevelopment of interest in natural colored batik reflects a larger trend in the shift towards more sustainable (green product) consumption, ethical and cultural. This shows that many consumers today pay more attention to these aspects when choosing their clothing products, and this can provide opportunities for natural color batik producers to grow and develop. Natural dyes give batik an extra touch, giving it a unique character and aesthetic that is different from batik produced with chemical dyes. Apart from that, using natural dyes is also more environmentally friendly and sustainable. Natural colored batik is often the choice for those who value tradition and sustainability in textile arts.Pewarna sintetis yang digunakan dalam industri tekstil, termasuk dalam pewarnaan batik, dapat menyebabkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Beberapa dampak negatif yang dapat timbul dari limbah batik hasil penggunaan pewarna sintetis diantaranya pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah, hingga kesehatan tenaga pekerja. Pengembangan kembali minat pada batik warna alam mencerminkan tren yang lebih besar dalam pergeseran menuju konsumsi yang lebih berkelanjutan (green product), beretika, dan berbudaya. Hal ini menunjukkan bahwa banyak konsumen saat ini lebih memperhatikan aspek-aspek ini ketika memilih produk pakaian mereka, dan ini dapat memberikan peluang bagi produsen batik warna alam untuk tumbuh dan berkembang. Pewarna alami memberikan sentuhan ekstra pada batik, memberikan karakter unik dan estetika yang berbeda dari batik yang dihasilkan dengan pewarna kimia. Selain itu, penggunaan pewarna alami juga lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Batik warna alam sering menjadi pilihan bagi mereka yang menghargai tradisi dan keberlanjutan dalam seni tekstil
Volunteers Teaching: Learning Assistance Activities To Eliminate Trauma In Cianjur After The Earthquake Disaster
Carrying out community service is one of the Tridharma of Higher Education which must be carried out by lecturers and students. Joining the Teaching Volunteer Team, lecturers and students of FKIP Suryakancana University carried out Tridharma activities in restoring student learning motivation after the earthquake. It is not an easy thing to restore the motivation of students after the earthquake, this is because some of the survivors and injured victims are traumatized so that their mental and psychological conditions are disturbed. This includes children who are a vulnerable group affected by the earthquake in Cianjur Regency. To improve learning motivation for students can also be done by integrating the learning process by playing and using the media as an attraction for students. This service activity was carried out to describe the implementation of learning activities in three villages affected by the gemba disaster in Cianjur.Carrying out community service is one of the Tridharma of Higher Education which must be carried out by lecturers and students. Joining the Teaching Volunteer Team, lecturers and students of FKIP Suryakancana University carried out Tridharma activities in restoring student learning motivation after the earthquake. It is not an easy thing to restore the motivation of students after the earthquake, this is because some of the survivors and injured victims are traumatized so that their mental and psychological conditions are disturbed. This includes children who are a vulnerable group affected by the earthquake in Cianjur Regency. To improve learning motivation for students can also be done by integrating the learning process by playing and using the media as an attraction for students. This service activity was carried out to describe the implementation of learning activities in three villages affected by the gemba disaster in Cianjur
Sosialisasi tentang Nilai Integritas dalam Berwirausaha di SMA Negeri 1 Tanah Putih oleh Tim Forum Antikorupsi Provinsi Riau
The value of Integrity must be accepted by every human being. This is certainly a concrete manifestation of the history of the creation of humans on earth. These values are also applied in everyday life, including entrepreneurial activities. Therefore the community service team together with the Riau Province Anti-Corruption Extension Forum held socialization on the importance of the value of integrity in entrepreneurship. The method used is a case study at SMA Negeri 1 Tanah Putih with an implementation date of 18 August 2022. The target achieved is the understanding of SMA Negeri 1 Tanah Putih students who belong to the millennial generation who are dominantly working or entrepreneurship rather than continuing their education at tertiary institutions. Therefore, instilling the value of integrity is useful as a moral provision that must be applied by Tanah Putih 1 Public High School students in carrying out activities including entrepreneurship.Nilai Integritas wajib diterima oleh setiap insan. Hal ini tentu merupakan wujud nyata dari sejarah diciptakannya manusia dimuka bumi. Nilai-nilai ini juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kegiatan wirausaha. Maka dari itu tim pengabdian kepada masyarakat bersama forum Penyuluh Antikorupsi Provinsi Riau mengadakan sosialisasi pentingnya nilai integritas dalam berwirausaha. Metode yang digunakan adalah studi kasus di SMA Negeri 1 Tanah Putih dengan waktu pelaksanaan 18 Agustus 2022. Target yang dicapai adalah pemahaman dari siswa-siswi SMA Negeri 1 Tanah Putih yang termasuk generasi milenial yang dominan bekerja atau berwirausaha daripada melanjutkan jenjang pendidikan di perguruan tinggi. Maka dari itu penanaman nilai integritas ini berguna sebagai bekal moril yang harus di terapkan oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Tanah Putih dalam melaksanakan kegiatan termasuk berwirausaha