Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara
Not a member yet
595 research outputs found
Sort by
Edukasi dan Pendampingan Pemilahan Timbulan Sampah Peserta Bumi Perkemahan Desa Wisata Tinalah
Tinalah Tourism Village is a natural tourism destination located in Purwoharjo Village, Samigaluh District, Kulon Progo Regency, Yogyakarta. Tinalah Tourism Village is growing with increasing tourist visits, camping activities. The increase in tourists has caused an increase in waste generation. Based on observations that waste in the Camping Ground environment has so far been carried out by piling up and burning, not implementing a recycling and reuse system. This Community Service Activity aims to raise awareness among camp participants in the importance of waste management by implementing the principle of a circular economy. The Community Service Activity for waste measurement education was enthusiastically welcomed by the managers of the Tinalah Tourism Village Camping Ground, scout leaders and camp participants. The waste produced is inorganic waste (paper, plastic), and organic waste (food scraps).Desa Wisata Tinalah merupakan daerah tujuan wisata alam yang terletak di Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Desa Wisata Tinalah semakin berkembang dengan tingkat kunjungan wisata yang semakin bertambah, aktivitas perkemahan Bertambahnya wisatawan menyebabkan peningkatan timbulan sampah. Berdasarkan observasi bahwa sampah di lingkungan Bumi Perkemahan selama ini dilakukan dengan menimbun dan membakar belum menerapkan sistem daur ulang dan guna ulang. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran para peserta perkemahan dalam pentingnya pengelolaan sampah dengan menerapkan prinsip ekonomi sirkular. Kegiatan PkM edukasi pengukuran timbulan sampah mendapat sambutan yang antusias dari pengelola Bumi Perkemahan Desa Wisata Tinalah, pembina pramuka dan peserta perkemahan. Sampah yang dihasilkan yaitu sampah anorganik (kertas, plastik), dan sampah organik (sisa makanan)
Peningkatan Kompetensi Pedagogis Guru melalui Pelatihan STEAM Terintegrasi Local Genius Magelang
This community service aims to improve the quality of the implementation of the Adiwiyata School at SDN Gelangan 3, Magelang City, especially in terms of the integration of environmental culture and local genius, so that the school can participate better in provincial level competitions. Community Service Method: The community service method used includes socialization, training, and STEAM practices integrated with Magelang\u27s local genius. This approach aims to improve teachers\u27 abilities in implementing an environmental-based curriculum and developing environmentally friendly facilities and infrastructure in schools. The results of this community service indicate that 70% of teacher participants are able to implement strategies, models, and learning techniques that actively involve students, 70% of teacher participants are able to develop local issues in the context of environmental education, and 70% of teacher participants have succeeded in compiling teaching modules containing environmental education. The conclusion of this community service has succeeded in increasing the capacity of teachers at SDN Gelangan 3 in implementing the Adiwiyata School, with better integration of environmental culture and local genius, although further efforts are still needed to achieve more optimal results at the provincial level.Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Sekolah Adiwiyata di SDN Gelangan 3 Kota Magelang, khususnya dalam hal integrasi budaya lingkungan dan local genius, agar sekolah dapat erpartisipasi secara lebih baik dalam kompetisi tingkat provinsi. Metode Pengabdian: Metode pengabdian yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik STEAM yang terintegrasi dengan local genius Magelang. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis lingkungan dan mengembangkan sarana prasarana ramah lingkungan di sekolah.Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa 70% peserta guru mampu mengimplementasikan strategi, model, dan teknik pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif, 70% peserta guru mampu mengembangkan isu lokal dalam konteks pendidikan lingkungan, dan 70% peserta guru berhasil menyusun modul ajar yang bermuatan pendidikan lingkungan. Simpulan pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas guru di SDN Gelangan 3 dalam melaksanakan Sekolah Adiwiyata, dengan integrasi budaya lingkungan dan local genius yang lebih baik, meskipun masih perlu adanya upaya lanjutan untuk mencapai hasil yang lebih optimal di tingkat provinsi
Pelatihan Penyusunan Capital Budgeting pada Pelaku Usaha Kecil Menengah di Kabupaten Banyumas
Micro, small and medium enterprises (MSMEs) are considered the engine that drives a country\u27s economy. The research results showed that as many as 45% of MSMEs failed to continue their business. This community service partner is the Banyumas Regency Micro, Small and Medium Enterprises Association (ASPIKMAS) which has a membership of more than 5000 MSMEs. There are three problems faced by MSMEs, namely organizational management, fixed asset investment decisions and preparing capital budgeting. The solution offered to service partners is to carry out lectures and training activities on managing MSMEs, fixed asset investment and preparing capital budgeting. The results of this community service show an increase in partners\u27 knowledge regarding management knowledge, fixed asset investment and capital budgeting methods. The results of community service also show an increase in partners\u27 skills in preparing capital budgeting. The results of the partner satisfaction survey regarding the implementation of community service showed a very good assessment.Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dianggap sebagai mesin penggerak perekonomian suatu negara. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 45% UMKM mengalami kegagalan untuk melanjutkan usahanya. Mitra pengabdian masyarakat ini adalah Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Banyumas (ASPIKMAS) yang memiliki keanggotan lebih dari 5000 UMKM. Ada tiga permasalahan yang dihadapi UMKM yaitu pengelolaan organisasi, keputusan investasi aktiva tetap dan penyusunan capital budgeting. Solusi yang ditawarkan pada mitra pengabdian ini adalah melaksanakan kegiatan ceramah dan pelatihan tentang pengelolaan UMKM, investasi aktiva tetap dan penyusunan capital budgeting atau penganggaran modal. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra tentang pengetahuan manajemen, investasi aktiva tetap dan metode capital budgeting. Hasil pengabdian masyarakat juga menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam melakukan penyusunan capital budgeting atau penganggaran modal. Hasil survey kepuasan mitra terhadap pelaksanaan pengabdian masyarakat menunjukkan penilaian yang sangat baik
Upaya Peningkatan Minat Belajar Bahasa Inggris Siswa-Siswi SDN 06 Salatiga dengan Penggunaan ‘Hands-On’ dan ‘Hands-Off’ Visual Aids
English learning at the elementary school level in Indonesia is generally constrained by the limited number of qualified English teachers and the formal learning context in the classroom (not natural). This causes the implementation of this subject to tend to rely on printed books with monotonous delivery. To overcome these obstacles, SDN 06 Salatiga in collaboration with UKSW PBI held a program to teach English using visual aids at the school. This program is divided into preparation, implementation, and evaluation stages, which last for 14 weeks. The implementing team consists of four lecturers, who act as mentors, and 16 students, who act as English class teachers/facilitators for grades 1 and 4 of elementary school. The results of this program are that English learning is better facilitated with the use of various hands-on and hands-off visual aids. In addition, the students\u27 responses to this program are very positive because learning becomes more enjoyable and easier to understand, so that their interest in learning English also increases.Pembelajaran bahasa Inggris di tingkat SD di Indonesia secara umum terkendala dengan keterbatasan guru mapel Bahasa Inggris yang mumpuni dan konteks belajar yang formal di kelas (tidak natural). Hal ini menyebabkan penyelenggaraan mapel ini cenderung bergantung kepada buku cetak dengan penyampaian yang monoton. Untuk mengatasi kendala tersebut, SDN 06 Salatiga bekerja sama dengan PBI UKSW menyelenggarakan program mengajar mapel Bahasa Inggris menggunakan visual aids di sekolah tersebut. Program ini terbagi menjadi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi program, yang berlangsung selama 14 minggu. Tim pelaksana terdiri dari empat dosen, yang berperan sebagai pembimbing, dan 16 mahasiswa, yang berperan sebagai guru/fasilitator kelas Bahasa Inggris untuk kelas 1 dan 4 SD. Hasil dari program ini adalah pembelajaran mapel Bahasa Inggris menjadi terfasilitasi lebih baik dengan penggunaan berbagai hands-on dan hands-off visual aids. Selain itu, respons para siswa terhadap program ini sangatlah positif karena pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami, sehingga minat belajar mereka akan bahasa Inggris juga meningkat
Implementasi Pengelolahan Sampah Rumah Tangga berbasis Project Based Learning melalui Pemberdayaan Masyarakat Dusun Panjen
Waste this a symptom for the world that must be handled properly and correctly and in an integrated manner. The increasing population can contribute to the high volume of waste, especially since the most waste is organic waste, where this waste can be used disposed of. Meaning of activity analyze household waste utilization model project-based learning through community empowerment in Panjen Hamlet. The method used is direct counseling and training for PKK-KB mothers including herbal liquid, visionary, larvae. The qualitative research design collects data using interviews with 7 participants. Activity device is the implementer himself. Analysis used Colaizzi method. Results the study obtained 4 themes, namely: 1) Positive response to the results of socialization and training, 2) Organic & Inorganic Waste Management project understanding model, 3) Hopes after utilization of household waste training, 4) Sustainability of household waste management programs. Overview of the activities of utilization management based on Based Learning is an example for residents, especially mothers from the Panjen Hamlet, Jambewangi Village KB fosters a sense of happiness fostering a sense of love for the surrounding environment so that they are willing to utilize and manage household waste in Panjen Hamlet.Sampah merupakan masalah nasional yang perlu ditangani secara komprehensif dan terpadu. Banyaknya manusia dapat menambah tingginya timbulan limbah, apalagi limbah yang paling banyak adalah sampah organik, seharusnya bisa dikelola dulu sebelum dibuang. Tujuan penelitian ini menganalisa implementasi pengelolahan sampah rumah tangga berbasis project based learning melalui pemberdayaan masyarakat Dusun Panjen. Cara yang dilakukan adalah penyuluhan dan pelatihan langsung ke ibu-ibu PKK-KB meliputi pembuatan eco-enzyme, eco-brick, dan budidaya maggot BSF. Desain penelitian kualitatif melakukan pengambilan data menggunakan wawancara pada 7 orang responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Analisis menggunakan metode Colaizzi. Melalui pelatihan ini diperoleh hasil bahwa responden memiliki respon positive hasil sosialisasi dan pelatihan, mengetahui pengelolahan sampah organic & anorganic berbasis Project Based Learning, mempunyai harapan pasca pelatihan pengelolahan sampah rumah tangga, serta mengembangkan & melanjutkan program pengelolahan sampah rumah tangga. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ibu-ibu PKK-KB Dusun Panjen mengetahui manfaat dan pengelolaan sampah rumah tangga berbasis Based Learning setelah dilakukannya kegiatan sosialisasi & pelatihan, ibu-ibu PKK-KB juga menyatakan bahwa kegiatan ini dapat membantu dalam menciptakan kreasi inovatif terhadap permasalahan sampah yang terjadi selama ini, serta kegiatan tersebut menjadi contoh baik bagi warga setempat untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan sekitar agar mau memanfaatkan, mengelolah menjadi bahan yang bernilai guna
Transformasi Digital UMKM: Program Upskilling Digital Marketing di Pantai Jerman, Kuta - Bali
Digital transformation and marketing are crucial for the sustainability and growth of MSMEs in Pantai Jerman, Kuta, Bali. However, many local MSMEs still need to utilize digital technology fully. This community service activity aims to enhance awareness and understanding of digitalization and digital marketing through face-to-face socialization and mentoring. The program includes education on the benefits of digital marketing, techniques for using social media, and digital tools for business promotion. As a result, MSME operators\u27 awareness and understanding increased, and many began utilizing digital technology for business promotion. Support in the form of a mini digital studio was also provided to assist in creating digital content. This program successfully promoted digital transformation among MSMEs in Pantai Jerman, positively impacting their business sustainability and growth.Transformasi digital dan pemasaran digital sangat penting bagi keberlangsungan dan perkembangan UMKM di Pantai Jerman, Kuta, Bali. Namun, banyak pelaku UMKM lokal yang belum memanfaatkan teknologi digital sepenuhnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang digitalisasi dan pemasaran digital melalui sosialisasi dan pendampingan tatap muka. Program ini mencakup edukasi tentang manfaat digital marketing, teknik penggunaan media sosial, dan alat digital untuk promosi usaha. Hasilnya, kesadaran dan pemahaman pelaku UMKM meningkat, serta banyak yang mulai memanfaatkan teknologi digital untuk promosi usaha. Dukungan berupa mini digital studio juga diberikan untuk membantu pembuatan konten digital. Program ini berhasil mendorong transformasi digital UMKM di Pantai Jerman, yang berdampak positif pada keberlanjutan dan pertumbuhan usaha mereka
FT Pelatihan Pembuatan Evaluasi Pembelajaran dengan Menggunakan Google Formulir bagi Guru SDN 96/IV Kota Jambi
SD Negeri 96/IV is at Jalan Sunan Bonang RT. 32 Kel. Simpang III Sipin Kec. Kota Baru Jambi City. In the implementation of learning evaluation, teachers at this school apart from using the paper-based system, have also tried to use other media, such as Quiziz, and Google Forms. But in practice, it is still not used optimally, because the teachers have not gained good knowledge of the features and capabilities of each of these applications. Making learning evaluations is an important part of an effective learning process. Therefore, in the digital era, one of the most suitable media to use is Google Forms, because Google Forms can be used as a tool that can improve the quality and effectiveness in making learning evaluations or exam questions with several question models such as multiple choice, essay, and can add images and videos to the questions. Google Forms will also make it easier for teachers to collect and analyze exam data. Community service at this school was carried out in March 2023. Activities are carried out using presentation, training, and evaluation methods. The conclusions obtained through this community service activity are: 1. Improve teachers\u27 understanding at SDN 96/IV about the features and capabilities of Google Forms, 2. Improve teachers\u27 knowledge at SDN 96/IV in making learning evaluations using Google Forms.SD Negeri 96/IV beralamat di Jalan Sunan Bonang RT. 32 Kel. Simpang III Sipin Kec. Kota Baru Kota Jambi. Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran, guru-guru di sekolah ini selain menggunakan sistem paperbase, juga telah mencoba menggunakan media lain, seperti quiziz, dan google formulir. Namun pada prakteknya, masih belum digunakan secara maksimal, karena para guru belum mendapatkan pengetahuan yang baik terhadap fitur dan kemampuan dari masing-masing aplikasi tersebut. Pembuatan evaluasi pembelajaran merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang efektif. Oleh sebab itu dalam era digital, salah satu media yang sangat cocok digunakan adalah Google Formulir, karena Google Formulir dapat digunakan sebagai alat yang mampu meningkatkan kualitas dan efektivitas dalam pembuatan evaluasi pembelajaran atau soal ujian dengan beberapa model soal seperti pilihan ganda, esai, serta dapat menambahkan gambar dan video ke dalam soal. Google Formulir juga akan memudahkan para guru dalam pengumpulan dan analisis data hasil ujian. Pengabdian masyarakat di sekolah ini dilaksanakan pada bulan Maret 2023. Kegiatan dilaksanakan dengan metode presentasi, pelatihan dan evaluasi. Kesimpulan yang didapat melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu: 1. Meningkatkan pemahaman para guru di SDN 96/IV tentang fitur dan kemampuan Google Formulir, 2. Meningkatkan pengetahuan para guru di SDN 96/IV dalam membuat evaluasi pembelajaran menggunakan Google Formulir
Workshop “Mendampingi Belajar” sebagai Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Anak-Anak Kelompok Wanita Tani Berbasis Buku Latihan Bertema Sayuran
The women farming group/ Kelompok Wanita Tani (KWT) of Manggihan Village, Getasan District, Semarang Regency has carried out organic vegetable cultivation. However, the children of the farmer women\u27s group are not familiar with organic vegetables. In this group there are 22 members and 10 children in grades 1-3 of Elementary School (SD). It was also found that the children\u27s motivation to learn mathematics was low. In addition, KWT\u27s knowledge about the importance of accompanying children while studying is still lacking. From these problems, community service activities focused on workshops \u27accompanying children in learning to use the book \u27knowing vegetables and counting\u27. As well as the implementation of child learning assistance by KWT. This activity will be carried out using the offline training method and online implementation. The result of this activity is that children\u27s learning motivation in math lessons increases and the duration of learning assistance by parents (KWT) also increases.Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Manggihan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang sudah melaksanakan budidaya sayuran organik. Namun begitu, anak-anak Kelompok Wanita Tani tersebut belum familiar dengan jenis sayuran organik. Dalam kelompok tersebut terdapat 22 anggota. Di kelompok tersebut juga terdapat 10 anak-anak di kelas 1-3 Sekolah Dasar (SD). Ditemukan pula bahwa motivasi belajar matematika anak-anak tersebut rendah. Selain itu, pengetahuan KWT mengenai pentingnya menemani anak saat belajar masih kurang. Dari permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian difokuskan pada workshop mendampingi anak dalam belajar menggunakan buku ‘mengenal sayuran dan berhitung’ dan implementasi pendampingan anak belajar oleh KWT. Buku yang digunakan pada implementasi kegiatan ini merupakan hasil penelitian dari penulis. Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan metode pelatihan secara luring dan implementasi secara daring. Hasil dari kegiatan ini adalah motivasi belajar anak dalam pelajaran matematika meningkat serta durasi pendampingan belajar oleh orang tua (KWT) juga meningkat
Ceting (Cegah Stunting) Bersama Remaja Putri Melalui Isi Piringku
One of the causes of stunting is due to inadequate nutrition during adolescence. One prevention that can be done is to approach the life cycle at the adolescent stage, especially adolescent girls as a preparation stage for prospective mothers from an early age. Young women must be prepared to enter the preconception period. These young women have a very big opportunity to break the chain of stunting. One intervention that can be carried out is providing education about balanced nutrition through the contents of my plate as early as possible to prevent stunting. The purpose of this community service is to increase knowledge about the contents of my plate. Carrying out service activities by providing education through giving ebooks about the contents of my plate to young women at SMPN 1 Ciamis. To measure the knowledge of young women with a pre-post test. The results of Community Service include an increase in young women\u27s knowledge about the contents of my plate as a means of preventing stunting.Kejadian Stunting salah satunya disebabkan karena tidak terpenuhinya gizi pada saat remaja. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah pendekatan terhadap siklus daur hidup pada tahap remaja, terutama remaja putri sebagai tahap persiapan calon ibu sejak dini. Remaja putri harus dipersiapkan untuk memasuki masa prakonsepsi. Remaja putri ini memiliki peluang yang sangat besar untuk memutuskan mata rantai stunting. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah pemberian edukasi tentang gizi yang seimbang melalui isi piringku sedini mungkin untuk mencegah terjadinya stunting. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang isi piringku. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan memberikan edukasi melalui pemberian ebook tentang isi piringku kepada remaja putri di SMPN 1 Ciamis. Untuk mengukur pengetahuan remaja putri dengan pre-post test. Hasil Pengabdian Masyarakat terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri tentang isi piringku sebagai salah satu pencegahan stunting
Efisiensi Produksi Keripik Bakso melalui Implementasi Teknologi di Kelurahan Potrobangsan Magelang
Meatball chips craftsmen in Potrobangsan Village Magelang are home-based craftsmen who produce various types of meatball chips. The problem is that the meatball chips produced are easily soggy and less durable. This is because the craftsmen still use manual tools in the oil draining process because the efficiency of the production process decreases. The purpose of this service activity is to help partners to increase their production efficiency through the implementation of technology hope it\u27s a solution partner problems. The technology in question is an oil draining machine. This program is implemented using socialization and training methods and demonstration of operation and maintenance of tools so that partners can improve product quality. The results of the service showed that with the implementation of technology, production efficiency increased because the time used became faster.Pengrajin keripik bakso yang berada di Kelurahan Potrobangsan Magelang merupakan pengrajin rumahan yang memproduksi berbagai jenis keripik bakso. Masalahnya adalah produk keripik bakso yang dihasilkan gampang melempem dan kurang awet. Hal tersebut disebabkan karena pengrajin masih menggunakan alat manual dalam proses penirisan minyak sehingga proses produksinya kurang efisien. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk membantu mitra agar efisiensi produksinya meningkat melalui implementasi teknologi sehingga dapat menjadi solusi permasalahan mitra. Teknologi yang dimaksud yaitu mesin peniris minyak Program ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi, pelatihan dan demonstrasi pengoperasian dan perawatan alat sehingga mitra dapat meningkatkan kualitas produk. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dengan implementasi teknologi efisiensi produksi meningkat karena waktu yang digunakan menjadi lebih cepat