KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi
Not a member yet
200 research outputs found
Sort by
KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA) PADA LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD) DI KOTA DENPASAR
Penelitian ini bertujuan untuk amengetahui pengaruh aPelatihan, Kompleksitas iTugas, keterlibatan pengguna dan kapabilitas sumber daya manusiaa terhadao kinerja sistem informasi akuntansi pada Lembaga Perkreditan Desa Di Kota Denpasar. Data yang digunakan adalah data primer berupa kuesioner. Populasi ipenelitian iaini iadalah iseluruh ipegawai iLPD iyang iberada idi iKota Denpasar idengan iJumlah ipegawai iyang imenggunakana isistem iinformasi iakuntansi isebanyak i214 ipegawai. iTeknik pengambilan isampel idalam ipenelitian aiini iberupa ipurposive isampling. iOleh ikarena iitu, imaka aididapatkan isampel iyang memenuhi ikriteria iberjumlah i105 iaorang iresponden. Hasil pengujian menunjukkana bahwa Pelatihan tidak berpengaruh terhadap kinerja sistem informasi akuntansi pada aLembagaa Perkreditan Desa Di Kota Denpasar, sedangkan Kompleksitas Tugas, Keterlibatan Pengguna, Kapabilitas SDM berpengaruh aterhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi (SIA) pada Lembaga Perkreditan Desa Di Kota Denpasar.This study aimsa to determine the aeffect of training, task complexity, user involvement and human resource acapabilities on athe performance of the accounting information system at credit institutions in the city of Denpasar. The data used are primary data in the form of a questionnaire. The apopulation of this astudy were all LPD employees in Denpasar City with 214 employees using the accounting information system. The sampling technique in this study was purposive sampling. Therefore, a sample of 105 respondents who met the criteria was obtained. The test results show that training has no effect on the performance of the accounting information system at credit institutions in the city of Denpasar, while User Involvement, HR Capabilities have an effect on the performance of the Accounting Information System (SIA) at credit institutions in the city of Denpasar
PENGARUH TEKANAN ANGGARAN WAKTU PADA STRESS KERJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERILAKU REDUKSI KUALITAS AUDIT
This study aims to analyze Time Budget Pressure on Work Stress and its Implications for Audit Quality Reduction Behavior. This research was conducted at a registered public accounting firm in Bali using a questionnaire distributed to auditors who are at least the team leader in audit assignments. The data analysis technique used is the Partial Least Square (PLS) approach. The results showed that audit time budget pressure has a positive effect on job stress.Furthermore, job stress and audit time budget pressure have a positive effect on audit quality reduction behavior. The results also show that job stress is able to mediate the effect of audit time budget pressure on audit quality reduction behavior. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Tekanan Anggaran Waktu Pada Stress Kerja Serta Implikasinya Terhadap Perilaku Reduksi Kualitas Audit. Penelitian ini dilaksanakan pada Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Bali dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada auditor yang minimal menjadi ketua tim dalam penugasan audit. Teknis analisis data yang digunakan adalah menggunakan pendekatan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tekanan anggaran waktu audit berpengaruh positif pada stress kerja. Selanjutnya stress kerja dan tekanan anggaran waktu audit berpengaruh positif pada perilaku reduksi kualitas audit. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa stress kerja mampu 1memediasi pengaruh tekanan anggaran waktu audit pada perilaku reduksi kualitas audit
PERAN KARAKTER AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT
Pemakai laporan keuangan mengandalkan jasa Kantor Akuntan Publik dalam menilai keandalan laporan keuangan suatu perusahaan karena tidak mungkin pemakai melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan di setiap perusahaan. Kantor Akuntan Publik adalah suatu usaha jasa yang diyakini mempunyai kemampuan dalam menjembatani kepentingan perusahaan dengan stakeholder. Kepercayaan tersebut menuntut auditor untuk dapat melakukan audit yang bebas dan tidak memihak agar menghasilkan kualitas audit yang baik. Akibat adanya research gap dari peneliti terdahulu maka penelitian ini menggunakan variabel moderasi berupa etika auditor. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh kompetensi dan independensi seorang auditor terhadap kualitas auditnya dengan etika auditor sebagai variabel moderasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Bali yaitu 13 Kantor Akuntan Publik dengan sampel 93 responden dengan kriteria responden adalah berpengalaman kerja minimal satu tahun. Kuesioner yang digunakan dalam analisis data berjumlah 41 kuesioner. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Moderated Regression Analysis. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa: (1) kompetensi seorang auditor mampu berperan meningkatkan kualitas audit. (2) independensi seorang auditor tidak berperan dalam meningkatkan kualitas audit. (3) etika auditor tidak dapat memoderasi hubungan kompetensi auditor dan kualitas audit. (4) etika auditor juga tidak dapat memoderasi hubungan antara independensi auditor dan kualitas audit
KAJIAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK PRIBADI DITINJAU DARI PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN DAN SANKSI PERPAJAKAN
Each taxpayer must comply with the general provisions of taxation that already exist, but the taxpayer cannot be separated from his negligence in fulfilling tax obligations, for that tax compliance is an attempt by a taxpayer in fulfilling and implementing the tax liability is in accordance with the rules in the tax laws. Therefore this study aims to analyze and determine the effect of understanding tax regulations and tax sanctions on the compliance of individual taxpayers who are registered at KPP Pratama Cirebon Satu. The sample used in this study were 100 personal taxpayers. This type of research is basic research. The primary data collection method used is a survey method using questionnaire media. Data analysis method used is multiple regression analysis using SPSS software version 25. The results of this study indicate that the understanding of tax regulations and tax penalties affect the personal taxpayers compliance registered at KPP Pratama Cirebon Satu.Setiap wajib pajak harus mematuhi ketentuan umum perpajakan yang telah ada, namun wajib pajak juga tidak terlepas dari kelalaiannya dalam memenuhi kewajiban perpajakan, untuk itu kepatuhan wajib pajak adalah upaya seorang wajib pajak dalam memenuhi dan melaksanakan kewajiban pajaknya sesuai dengan aturan yang berlaku dalam undang-undang perpajakan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh pemahaman peraturan perpajakan dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Cirebon Satu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 wajib pajak pribadi. Jenis penelitian ini adalah penelitian dasar. Metode pengumpulan data primer yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan media kuesioner. Metode analisis data yang dipakai adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan software SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemahaman peraturan perpajakan dan sanksi perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Cirebon Satu
ANALISIS KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN RASIO LIKUIDITAS DANRASIO PROFITABILITAS PADA PT POS INDONESIA (PERSERO)
Laporan keuangan perusahaan dapat dinilai dengan menganalisis rasio keuangan. Rasio keuangan terdiridari beberapa kelompok seperti rasio likuiditas, leverage, dan profitabilitas. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh secara tidak langsung dari hasil laporan keuangan PT Pos Indonesia (Persero) dengan alat ukur menggunakan rasio likuiditas (Current Rasio, Quick Rasio, dan Cash Rasio) dan rasio profitabilitas (Net Profit Margin, Return On Asset, dan Return On Equity). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model analisis deskriptif dengan tujuan untuk menganalisis rasio keuangan sehingga setelah dianalisis perusahaan dapat mengetahui dan dapat menilai apakah nilai rasio-rasio keuangan perusahaan dapat memenuhi standar industri atau sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian bahwa hasil dari penilaian kinerja keuangan pada PT Pos Indonesia (Persero) mengalami fluktuatif atau ketidak stabilan kinerja keuangan PT Pos Indonesia (Persero). Pada rasio likuiditas dapat dikatakan dalam kondisi kurang baik dengan metode Current Rasio dan Quick Rasio tidakmemenuhi standar industri, sedangkan Cash Rasio mampu mencapai standar industri yang telah ditetapkan. Kemudian pada rasio profitabilitas dapat dikatakan dalam kondisi kurang baik, sehingga hasil analisis ROA tidak memenuhi standar industri, hasil analisis ROE cenderung tidak stabil, dan hasil analisisNPM mengalami penurunan selama empat tahun sehingga tidak memenuhi standar industri dan mengalami kenaikan yang cukup signifikan selama satu tahun terakhir di tahun 2017
MENDISKUSIKAN HASIL PENGUJIAN HIPOTESIS PENELITIAN DALAM PENYUSUNAN DISERTASI : SEBUAH KAJIAN TEORITIS
Discussing research results is an important stage in the dissertation preparation process. In general, in a dissertation there are several basic things that need to be considered in discussing research results, namely: summary of research results, interpretation of research results, placement of findings in the context of research, research implications, limitations of research, and suggestions for further research. One way to discuss research results is to look at whether or not the research hypothesis is supported. It is said that the ideal research is research whose hypothesis is supported or consistent with the theory and results of previous research. However, does the condition not supported by the research hypothesis indicate that a dissertation study has failed? This paper aims to discuss the process of discussing the results of dissertation research, especially on the results of hypothesis testing. After going through a theoretical study process, it can be seen that not supported by a hypothesis can actually enrich the research findings. If the hypothesis is not supported, of course, one must look for causes or reasons by discussing alternative explanations for the research findings and exploring what this means for philosophy, theory, and the world of practice in general.Mendiskusikan hasil penelitian merupakan suatu tahapan penting dalam proses penyusunan disertasi. Secara umum, dalam disertasi terdapat beberapa hal mendasar yang perlu diperhatikan dalam mendiskusikan hasil penelitian, yaitu: rangkuman hasil penelitian, interpretasi hasil penelitian, penempatan temuan dalam konteks penelitian, implikasi penelitian, keterbatasan penelitian, serta saran untuk penelitian selanjutnya. Salah satu cara untuk mendiskusikan hasil penelitian adalah dengan melihat didukung ataupun tidak didukungnya hipotesis penelitian. Dikatakan bahwa penelitian yang ideal adalah penelitian yang hipotesisnya didukung atau konsisten dengan teori dan hasil-hasil penelitian terdahulu. Namun, apakah kondisi tidak didukungnya hipotesis penelitian mengindikasikan bahwa sebuah penelitian disertasi telah gagal? Paper ini bertujuan untuk membahas mengenai proses dalam mendiskusikan hasil penelitian disertasi, terutama pada hasil pengujian hipotesis. Setelah melalui proses kajian teoritis, dapat diketahui bahwa tidak didukungnya suatu hipotesis sebenarnya dapat memperkaya temuan penelitian. Jika hipotesis tidak didukung tentu saja harus dicari penyebab ataupun alasannya dengan mendiskusikan penjelasan alternatif bagi temuan penelitian dan mengeksplorasi apa artinya bagi filosofi teori, dan dunia praktik pada umumnya
IMPLEMENTASI AKTIVITAS BIAYA BERDASARKAN PERHITUNGAN ACTIVITY BASED COSTING (ABC) UNTUK MENENTUKAN IURAN PENGELOLA (IPL) APARTEMEN (STUDI KASUS PADA APARTEMEN WOODLAND PARK RESIDENCE TOWER MATOA)
Penelitian ini bertujuan untuk merancang metode pengalokasian biaya berbasis Activity Based Costing (ABC) berdasarkan proses bisnis dan aktivitas teridentifikasi di Pengelola apartemen Woodland Park Residence Tower Matoa, mengetahui besarnya Iuran Pengelola (IPL) pada 3 tipe hunian serta mengetahui apakah ada perbedaan antara perhitungan dengan menggunakan metode ABC, metode tradisional dan tarif yang berlaku. Penelitian ini dilakukan di apartemen Woodland Park Residence Kalibata Raya. Perhitungan biaya menggunakan metode ABC memperoleh hasil, yaitu Iuran Pengelola (IPL) per bulan tipe studio sebesar Rp 262.437 per bulan, 1 + 1 BR sebesar Rp 392.382 per bulan dan tipe 2 BR sebesar Rp 549.450 per bulan. Sedangkan bila dihitung dengan metode tradisional maka Iuran Pengelola (IPL) per bulan tipe hunian studio sebesar Rp 257.478 per bulan. Kemudian pada tipe 1 + 1 BR sebesar Rp 384.912 per bulan. Terakhir pada tipe hunian 2 BR sebesar Rp 538.990 per bulan. Jika apartemen menggunakan IPL yang berlaku saat ini, yaitu tipe studio sebesar Rp 516.200, sedangkan tipe 1+1 BR per bulan sebesar Rp 791.600 dan tipe 2 BR per bulan sebesar Rp 1.112.000. Dengan demikian telah terjadi overcosted pada tipe studio sebesar Rp 253.763. Untuk Iuran pengelola (IPL) tipe 1 + 1 BR terjadi overcost sebesar Rp 399.218. Untuk Iuran pengelola (IPL) tipe 2 BR terjadi overcost sebesar Rp 562.550
BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGES YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Struktur modal merupakan hal utama komponen perusahaan disebabkan oleh pemakaian sumber dana yang efisien baik di dalam maupun di luar perusahaan. Industri makanan dan minuman termasuk salah satu perusahaan yang berdaya saing tinggi di masyarakat, pelitian ini memberikan fungsi pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, dan struktur aktiva terhadap struktur modal. Objek dilakukan pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2019. Penelitian ini menggunakan sampel dengan total 19 perusahaan dengan menggunakan cara pengambilan sampel purposive sampling. Regresi linier berganda sebagai metode analisis data yang dipakai sehingga memperoleh hasil struktur modal dipengaruhi secara positif oleh profitabilitas dan struktur aktiva, sedangkan ukuran perusahaan tidak memberikan pengaruh pada stuktur modal
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS, KUALITAS AUDIT, OPINI AUDIT, KOMITE AUDIT TERHADAP AUDIT REPORT LAG
Audit report lag is the time span required to complete the audit conducted by the auditor as measured by the time difference between the date of the financial statements and the date of the audit opinion in the financial statements. The length of time it takes for the auditor to audit the company's financial statements can have an impact on decision making by various parties. Therefore, financial reports must be presented accurately and in a timely manner so that they are more useful for those who need information. The purpose of this study was to determine the effect of company size, solvency, profitability, audit quality, audit opinion and audit committee on audit report lag.
This research was conducted at mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange 2016-2018. The type of data used is quantitative data in the form of audited financial reports along with notes on financial reports and qualitative data in the form of mining company data. The sample used was 41 companies with a total of 123 observations, with a purposive sampling method. The analysis technique used is multiple linear regression analysis.
The result showed that company size has a positive effect on audit report lag. Solvency and audit quality have a negative effect on the audit report lag. Profitability, audit opinion, and audit committee have no effect on the audit report lag. Further research can develop this research by using other variables which theoretically have an effect on the audit report lag, such as changes in auditors and the board of commissioners.Keterlambatan laporan audit adalah rentang waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan audit yang dilakukan oleh auditor yang diukur dari selisih waktu antara tanggal laporan keuangan dan tanggal opini audit dalam laporan keuangan. Lamanya waktu yang dibutuhkan auditor untuk mengaudit laporan keuangan perusahaan dapat berdampak pada pengambilan keputusan oleh berbagai pihak. Oleh karena itu, laporan keuangan harus disajikan secara akurat dan tepat waktu agar lebih bermanfaat bagi yang membutuhkan informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, solvabilitas, profitabilitas, kualitas audit, opini audit dan komite audit terhadap audit report lag. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2018. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif berupa laporan keuangan auditan beserta catatan atas laporan keuangan dan data kualitatif berupa data perusahaan pertambangan. Sampel yang digunakan adalah 41 perusahaan dengan jumlah observasi 123, dengan metode purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap audit report lag. Solvabilitas dan kualitas audit berpengaruh negatif terhadap keterlambatan laporan audit. Profitabilitas, opini audit, dan komite audit tidak berpengaruh terhadap keterlambatan laporan audit. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan variabel lain yang secara teoritis berpengaruh terhadap audit report lag, seperti perubahan auditor dan dewan komisaris
PERAN REGULATOR TERHADAP STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (SAK) SAAT PANDEMI COVID-19 di INDONESIA
A business entity should consider going concern in preparing its financial statements if there are events that are significant after the reporting period that could threaten the going concern of the business in the future. Entities should use their judgment on whether the Covid-19 pandemic may affect the entity's business continuity taking into account all relevant facts and information. The Financial Services Authority (OJK) together with the Indonesian Institute of Accountants (IAI) as the authorized institution to provide a positive signal for the continuity of the entity's business, through adjustments to PSAK 68 concerning the measurement of fair value of securities and PSAK 71 concerning calculation of reserves. This article proves that the government, in this case the OJK and IAI, has the authority to choose the accounting standards to apply. Entitas bisnis harus mempertimbangkan kelangsungan usaha dalam penyusunan laporan keuangan jika terdapat peristiwa setelah periode pelaporan yang sangat signifikan sehingga dapat mengancam kelangsungan usaha di masa depan. Entitas harus menggunakan pertimbangannya apakah pandemi Covid-19 dapat memengaruhi kelangsungan usaha entitas dengan mempertimbangkan semua fakta dan informasi yang relevan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai lembaga berwenang memberikan signal positif bagi kelangsungan usaha entitas, melalui penyesuaian PSAK 68 mengenai pengukuran nilai wajar surat berharga dan PSAK 71 mengenai penghitungan pencadangan. Artikel ini membuktikan bahwa pemerintah dalam hal ini OJK dan IAI berwenang memilih standar akuntansi yang akan diberlakukan.