KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi
Not a member yet
200 research outputs found
Sort by
Experimental Analysis of Auditor Performance Assessment Using A Reward System Which is Moderated by The Love of Money
Through the love of money as a moderating variable. Researchers seek to understand how rewards influence Performance. The sample used Bachelor of Accounting Audit students from UIN Suska Riau class of 2020. However, of the 73 people, only 42 passed the manipulation test and could be used in data processing. A 2 x 2 between-subjects design was used in this experimental research. The hypothesis in this study was tested using structured analysis of variance (ANOVA), and the experiment time lasted 25 minutes. The instruments used in this research were translation keys, cases, and questionnaires. The results show (1) that Performance will improve when auditors are promised rewards. (2) when an auditor with a high love of money attitude will improve Performance, and (3) when an auditor has a high love of money attitude and is promised a reward, the auditor will not improve Performance compared to an auditor with a low love of money attitude.
 
Akuntabilitas Humanis Ekosentrisme: Konstruksi Holistik Menuju Keberlanjutan Di Indonesia
Makalah ini bertujuan mengkontruksi teori akuntabilitas dalam bingkai paradigma bahasa Habermas dipadukan dengan konsep Ekosentrisme. Konstruksi dilakukan karena paradigma bahasa Habermas dengan teori Communicative Action-nya bukan merupakan teori yang sepenuhnya tepat untuk menganalisis akuntabilitas jika dikaitkan dengan keberlanjutan. Akuntabilitas yang dianalisis dalam bingkai paradigma bahasa Habermas belumlah sepenuhnya holistik karena belum terdapat dimensi spiritual dan masih bersifat antroposentris yang memandang manusia sebagai pusat dari semua nilai dan menganggap alam sebagai alat untuk menciptakan nilai bagi manusia sehingga masih bisa memunculkan tindakan penindasan semena-mena terhadap alam. Sementara itu, Ekosentrisme dengan filsafat Deep Ecology-nya menjadikan manusia sebagai satu kesatuan dengan lingkungan alam yang membentuk suatu jaringan jaringan kehidupan (the web of life). Hasil konstruksi menemukan suatu formulasi teori baru yaitu teori Akuntabilitas Holistik yang dipandang dapat menganalisis akuntabilitas secara menyeluruh serta menghasilkan suatu model Akuntabilitas Humanis-Ekosentrisme sebagai upaya menuju keberlanjutan di Indonesia
Cash Flow, Board Independence, Financial Distress in State-Owned Enterprises (SOE) Companies in Indonesia
The purpose of this study was to investigate the impact of cash flow and board independence on financial distress in Indonesian state-owned corporations (BUMN). The sample in this study used 60 data from 20 state-owned companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019-2021. The results of the cash flow research have no effect on financial distress, and board independence has no effect on financial distress. However, because BUMN is a government-owned company that is very closely connected to politics, using additional analysis in the form of political connections, it was found that political connections had an effect on financial distress. These findings show that the political connections that state-owned companies have can have a positive impact on the company, for example, in getting money loans from banks, tax discounts given by the DJP, preferential treatment in accepting contracts or projects from the government, or having ease in licensing. We suspect that this can reduce the chances of state-owned companies experiencing financial distress if they have political connections.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji pengaruh arus kas dan independensi dewan terhadap financial distress di perusahaan BUMN di Indonesia. Sampel pada penelitian ini menggunakan 60 data dari 20 perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019-2021. Hasil penelitian arus kas tidak berpengaruh terhadap financial distress dan independensi dewan tidak berpengaruh terhadap financial distress. Namun dikarenakan BUMN merupakan perusahaan milik pemerintah yang sangat berhubungan erat dengan politik, dengan menggunakan analisis tambahan berupa koneksi politik ditemukan bahwa koneksi politik berpengaruh terhadap financial distress. Temuan ini menunjukkan koneksi politik yang dimiliki perusahaan BUMN dapat membawa dampak positif bagi perusahaan, misalkan dalam mendapatkan pinjaman uang dari bank, diskon pajak yang diberikan oleh pihak DJP, perlakuan istimewa dalam penerimaan kontrak ataupun projek dari pemerintah atau memiliki kemudahan dalam perizinan. Kami menduga hal ini dapat memperkecil peluang perusahaan BUMN mengalami financial distress jika memiliki koneksi politik
Systematic Literature Review: Akuntansi Forensik Sebagai Strategi Dalam Upaya Mengatasi Tindak Pindana Korupsi
Artikel ini memiliki tujuan untuk menjelaskan keberadaan akuntansi forensik sebagai strategi dalam upaya menangani tindak pidana korupsi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan Systematic Literature Review. Temuan dari penelitian ini menegaskan bahwa peran Akuntan Forensik sangat vital dalam upaya pencegahan dan pengurangan tindakan korupsi. Semakin baik pelaksanaan audit forensik, semakin optimal pula pencegahan kecurangan dapat dilakukan. Akuntansi forensik memiliki dampak yang signifikan dalam mendukung proses pemberantasan korupsi melalui strategi preventif, detektif, dan represif. Dengan menerapkan teknik investigasi dan analisis data yang canggih, akuntansi forensik dapat berperan dalam mengungkap kasus korupsi, menghimpun bukti-bukti, dan menyusun laporan ahli yang relevan untuk digunakan dalam proses hukum. Namun, untuk menghadapi tantangan dalam memerangi korupsi, kerja sama yang erat antara akuntan forensik, penegak hukum, dan lembaga terkait lainnya menjadi krusial. Melalui sinergi ini, diharapkan upaya pemberantasan korupsi dapat menjadi lebih efektif dan dapat menegakkan keadilanThis article aims to explain the existence of forensic accounting as a strategy in dealing with criminal acts of corruption. This research adopts a Systematic Literature Review approach. The findings from this research confirm that the role of Forensic Accountants is vital in efforts to prevent and reduce acts of corruption. The better the forensic audit is carried out, the more optimal fraud prevention can be. Forensic accounting has a significant impact on supporting the process of eradicating corruption through preventive, detective, and repressive strategies. By applying sophisticated investigative techniques and data analysis, forensic accounting can play a role in uncovering corruption cases, collecting evidence, and compiling relevant expert reports for use in legal processes. However, to face the challenges in fighting corruption, close cooperation between forensic accountants, law enforcement, and other related institutions is crucial. Through this synergy, it is hoped that efforts to eradicate corruption can become more effective and uphold justice
HEXAGON FRAUD PERSPECTIVE ON FINANCIAL STATEMENT FRAUD IN INDONESIA INSURANCE COMPANIES
Financial statement fraud is something that causes economic losses and results in a loss of investor confidence. Therefore, company management needs to identify what factors influence the company in committing fraud. One approach to detecting fraud is to use the fraud hexagon model. This model consists of stimulus, opportunity, rationalization, capability, ego, and collusion. This research is explanatory research that aims to investigate the possible factors of financial statement fraud using a fraud hexagon perspective. The objects used as research samples are 15 insurance companies registered on the IDX during 2019 - 2022. This research uses the F-Score model to separate companies that have experienced fraud and uses logistic regression as data analysis. The results of his study show that the elements of opportunity, rationalization, and ego influence financial statement fraud. Meanwhile, the elements of stimulus, capability, and collusion do not affect financial statement fraud.
 
SUSTAINABILITY BANK PERKREDITAN RAKYAT DENGAN KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KEBERLANJUTAN
This study aims to examine the development of a sustainability accounting information system based on contingency theory. In today's digital era, BPRs face many data sets, including financial and non-financial data. However, empirical evidence is still scarce on how sustainability issues are linked or integrated into the company's internal information system. The initial data used in this study came from 80 respondents from BPRs in Badung Regency. The results show that there is a significant relationship between stakeholder engagement, especially internal stakeholders, and sustainability accounting information systems; most of the surveyed BPRs include sustainability strategies as core BPR strategies; however, there is no relationship between sustainability accounting information systems and BPR strategies, and firm size does not moderate sustainability accounting information systems with BPR strategies. The limitation of this study relates to the small sample size, which only uses respondents from BPRs in Badung Regency. The results of this study are important to encourage the social responsibility of BPRs by developing a sustainability accounting information system.Studi ini bertujuan untuk mempelajari pengembangan sistem informasi akuntansi keberlanjutan berdasarkan teori kontingensi. Di era digital saat ini, BPR menghadapi banyak kumpulan data, termasuk data keuangan dan non-keuangan. Namun, bukti empiris masih jarang ditemukan tentang bagaimana masalah keberlanjutan dihubungkan atau diintegrasikan ke dalam sistem informasi internal perusahaan. Data awal yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari 80 responden dari BPR di Kabupaten Badung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara keterlibatan pemangku kepentingan, terutama pemangku kepentingan internal, dengan sistem informasi akuntansi keberlanjutan; sebagian besar BPR yang disurvei memasukkan strategi keberlanjutan sebagai strategi inti BPR; namun, tidak ada hubungan antara sistem informasi akuntansi keberlanjutan dan strategi BPR, dan ukuran perusahaan tidak memoderasi sistem informasi akuntansi keberlanjutan dengan strategi BPR. Keterbatasan penelitian ini berkaitan dengan ukuran sampel yang masih kecil yaitu hanya menggunakan responden dari BPR di Kabupaten Badung. Hasil penelitian ini penting untuk mendorong tanggung jawab sosial BPR dengan mengembangkan sistem informasi akuntansi keberlanjutan
MEMBINGKAI DIMENSI SDGS INDONESIA MELALUI STRATEGI MARKET CONDUCT, EDUKASI DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN ERA EKONOMI DIGITAL
Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran kajian perilaku pelaku usaha jasa keuangan (market conduct), edukasi dan perlindungan konsumen yang dibingkai dalam dimensi Sustainable Development Goals sebagai upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan tahun 2030. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan peneliti sebagai instrumennya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis konten dengan menggunakan aturan yang berlaku di Otoritas Jasa Keuangan berupa UU No 4 Tahun 2023 dan aturan lain serta hasil pengamatan yang mendukung proses analisis.
Melalui aturan yang telah dijadikan standar acuan yang berlaku diharapkan akan memberikan peluang dalam menemukan potensi kebijakan yang akan membawa perubahan perilaku pelaku usaha jasa keuangan dengan tetap berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Hasil penelitian diharapkan akan memberikan alternatif solusi untuk penerapan standar yang berlaku menuju terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals) Indonesia.
 
PENGARUH GOOD GOVERNANCE DAN PROFITABILITAS TERHADAP TOBIN Q DENGAN ENVIRONMENTAL DISCLOSURE SEBAGAI MODERASI
This study aims to examine and analyze the effect of environmental disclosure in mediating the relationship between governance and profitability on corporate value. The population in this study is all companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2019 to 2022. The sample used in this study was 540 data. The results of this study show that governance and profitability mechanisms increase company value, meaning that investors tend to see governance mechanisms and profitability as signals in determining investment decisions. Environmental disclosure cannot increase the value of the company, investors do not view and environmental disclosure as an attractive issue and are considered to have no information content. The results of this study also prove that governance and profitability cannot increase corporate value through environmental disclosure.
Keywords: environmental disclosure, corporate value, governance mechanism, profitability.Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh pengungkapan lingkungan dalam memediasi hubungan antara tata kelola dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada Perusahan PROPER. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019 sampai 2022. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 540 data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme tata kelola dan profitabilitas meningkatkan nilai perusahaan artinya investor cenderung melihat mekanisme tata kelola dan profitabilitas sebagai sinyal dalam menentukan keputusan investasi. Pengungkapan lingkungan tidak dapat meningkatkan nilai perusahaan, investor tidak memandang dan pengungkapan lingkungan sebagai isu yang menarik dan dianggap tidak memiliki kandungan informasi. Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa tata kelola dan profitabilitas tidak dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui pengungkapan lingkungan.
Kata Kunci: Penungkapan Lingkungan, Nilai Perusahaan, Mekanisme Tata Kelola, Profitabilitas
KARAKTERISTIK PERUSAHAAN YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN ASET BIOLOGIS (Perusahaan Agrikultur Yang Terdaftar Di BEI Periode 2020 – 2022)
Biological assets like plants and animals have unique characteristics that differentiate them from other investments. The importance of disclosing biological assets is reflected in the accounting standard PSAK 69, which emphasizes the need for transparent financial and non-financial information. This research aims to test and analyze the influence of biological asset intensity, company size, ownership concentration, profitability, and leverage on biological asset disclosure. This quantitative research uses the explanatory research method, and the data source used is secondary data obtained from the BEI (Indonesian Stock Exchange) for the 2020-2022 period. The data analysis technique uses the multiple linear regression analysis method, processed using SPSS 25. The research results show that the biological asset intensity variable has a positive effect on biological asset disclosure, the company size variable harms biological asset disclosure, the ownership concentration variable has a positive impact on biological asset disclosure, the profitability variable has a positive effect on biological asset disclosure, and the leverage variable harms biological asset disclosure.
Aset biologis, seperti tanaman dan hewan memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari aset lainnya. Pentingnya pengungkapan aset biologis mengambarkan dalam standar akuntasni PSAK 69, yang menekankan perlunya informasi keuangan dan non keuangan yang jelas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji dan menganalisis pengaruh intensitas aset biologis, ukuran perusahaan, konsentrasi kepemilikan, profitabilitas dan leverage terhadap pengungkapan aset biologis. Penelitian ini perupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode explanatory research dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari BEI (Bursa Efek Indonesia) periode 2020-2022. Teknik analisis data menggunakan metode analisis regresi linier berganda yang dioalah menggunakan SPSS 25. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel intensitas aset biologis berpengaruh positif terhadap pengungkapan aset biologis, variabel ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap pengungkapan aset biologis, variabel konsentrasi kepemilikan berpengaruh positif terhadap pengungkapan aset biologis, variabel profitabilitas berpengaruh positif terhadap pengungkapan aset biologis dan variabel leverage berpengaruh negatif terhadap pengungkapan aset biologis
ANALISIS PREDIKSI FINANCIAL DISTRESS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ALTMAN Z-SCORE PADA UMKM DI PAMEKASAN
Fraud is related to the bankruptcy of a company. Management will be motivated to commit fraudulent financial statements when they know that the company being managed is experiencing financial distress.. The purpose of this study is to predict the bankruptcy of MSMEs by using the Altman Z-Score Model to predict. The population in this study is the financial statements of all MSMEs in Pamekasan.samples taken from the population must be truly representative. Registered MSMEs that match the criteria made are samples in this study. The sampling technique used is purposive sampling.
The results of the Altman Z-Score Model research are able to predict the financial condition of MSMEs that are sampled in this study. In 2021, there are 7 MSMEs that are predicted to be safe, 5 MSMEs are in a gray position, and 3 MSMEs are predicted to go bankrupt. In 2021, from a total sample of 15 MSMEs, there were 12 MSMEs that did not commit fraud or fraud, this shows that the company has been able to present financial statements without making stakeholders make wrong decisions, meaning that the company does not prioritize their personal benefits but conveys them truthfully. The measurement of the two variables, namely the Modified Almant Z-Score model and the F-Score model, can then be linked to whether there are companies that are predicted to fall into the category of danger zone (distress finance), which are potentially likely to commit financial statement fraud (fraudulent). In 2021, it shows that MSME company with code UPS, FCS dan UTPD is also in the danger zone and is an indication of the possibility of committing financial statement fraud (fraudulent).
Key Words: Financial Distress, Altman Z-Score, MSMEsPerbuatan kecurangan (fraud) memiliki kaitan dengan kebangkrutan sebuah perusahaan. Manajemen akan terdorong untuk melakukan kecurangan laporan keuangan saat mengetahui bahwa perusahaan yang dikelola sedang mengalami financial distress. Tujuan dari penelitian ini untuk memprediksi kebangkrutan UMKM dengan menggunakan Model Altman Z-Score untuk memprediksi. Populasi pada penelitian ini adalah laporan keuangan seluruh UMKM di Pamekasan.sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representative (mewakili). UMKM yang terdaftar yang sesuai dengan kriteria yang dibuat merupakan sampel dalam penelitian ini. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian Model Altman Z-Score mampu memprediksi keadaan keuangan UMKM yang menjadi sampel pada penelitian ini. Tahun 2021 terdapat 7 UMKM yang diprediksi aman, 5 UMKM berada pada posisi abu-abu, dan 3 UMKM diprediksi akan mengalami kebangkrutan. Pada tahun 2021 dari total sampel 15 UMKM terdapat 12 UMKM yang tidak melakukan kecurangan atau fraud, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan telah mampu menyajikan laporan keuangan tanpa membuat stakeholder megambil keputusan yang salah, artinya perusahaan tidak mementingkan keuntungan pribadinya melainkan menyampaikannya dengan sebenar-benarnya. pengukuran kedua variabel yaitu model Almant Z-Score Modifikasi dan model F-Score kemudian dapat dihubungkan apakah terdapat perusahaan yang terprediksi masuk dalam kategori zona bahaya (distress finance), yang berpotensi kemungkinan melakukan kecurangan laporan keuangan (fraudulent). Pada tahun 2021 menunjukkan dimana perusahaan dengan kode UPS, FCS dan UTPD juga masuk dalam zona bahaya dan masuk dalam indikasi kemungkinan melakukan kecurangan laporan keuangan (fraudulent).
Kata Kunci: Financial Distress, Altman Z-Score, UMKM