251 research outputs found

    IMPLEMENTATION OF PROJECT BASED LEARNING IN THE COMPILATION OF STUDENTS\u27 SCIENTIFIC ARTICLES: A CASE STUDY

    Full text link
    The ability to write scientific articles is an essential competence for university students, yet many still encounter difficulties due to limited research experience and theory-oriented instructional approaches. This study aims to examine the implementation of Project-Based Learning (PjBL) in the Research and Scientific Publication course and its role in facilitating the production of students’ scientific articles. Using a qualitative case study design, the research involved 17 sixth-semester students of the Mathematics Education Department at the State Islamic Institute (IAIN) Kerinci. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and documentation of students’ scientific articles, and analyzed using an interactive model of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that PjBL was generally implemented effectively, particularly in the stages of problem orientation and article writing, while project planning, data collection, and reflection were implemented at a moderate level. Most students perceived PjBL as a meaningful and authentic learning experience that enhanced their understanding of research processes and scientific article structure. Furthermore, the majority of students were able to produce complete IMRaD-structured articles with adequate to good quality. These results suggest that PjBL is a promising instructional approach for improving students’ scientific writing skills in higher educatio

    PENDIDIKAN KARAKTER ANAK MELALUI TRADISI ANGON PUTU PADA MASYARAKAT DESA SOWAN LOR KEDUNG JEPARA

    Full text link
    Tradition is one of the ways in which Javanese society conveys its norms and values. This is also true of the angon putu tradition, which is preserved by the community of Sowan Lor Kedung Jepara Village. This tradition holds many noble values that are worthy of development for character education, particularly for children. Therefore, this article aims to identify the meaning behind the angon putu tradition and the character education values for children embedded within it. This study is a descriptive-qualitative research. In data collection, the researcher used observation techniques by observing the implementation of the tradition, interviews with those involved, and documentation. The data analysis in this study used descriptive analysis techniques with the stages of reduction, display, and verification. The results of this study indicate that the angon putu tradition is a symbol of the love of grandparents for all their grandchildren and an expression of gratitude for the gift of long life. Meanwhile, the values that can be derived from this tradition include cooperation, independence, democracy, and social care.Tradisi menjadi salah satu media bagi masyarakat Jawa untuk menyampaikan norma atau nilai yang dianut. Demikian pula dengan tradisi angon putu yang dilestarikan oleh masyarakat Desa Sowan Lor Kedung Jepara. Tradisi ini menyimpan banyak nilai luhur yang patut dikembangkan untuk pendidikan karakter, khususnya karakter anak-anak. Karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna di balik tradisi angon putu dan nilai-nilai pendidikan karakter anak di baliknya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi dengan mengamati pelaksanaan tradisi tersebut, wawancara dengan orang yang terlibat, dan dokumentasi. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dengan tahapan reduksi, display, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi angon putu merupakan simbol kasih sayang kakek atau nenek semua cucunya dan ungkapan rasa syukur atas anugerah umur panjang. Sementara nilai-nilai yang dapat digali dari tradisi tersebut antara lain nilai kerjasama, kemandirian, demokratis, dan peduli sosial

    Pengaruh Program MBKM Magang Mandiri terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar

    Full text link
    The high unemployment rate of university graduates in Indonesia reflects the mismatch between the results of higher education and the demands of the world of work, thus encouraging the government to launch the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy as an effort to bridge the competency gap of graduates. This research aims to find out the description of the MBKM Internship Program, the work readiness of students in the Department of Education Administration of Makassar State University, as well as test the influence of the program on the work readiness of students. Using a quantitative approach with ex-post facto design and correlational strategies, this study involved 87 college students as saturated samples, with data collected through a Likert scale-based questionnaire and analyzed descriptively and inferentially using simple linear regression. The research results show that the MBKM Internship Program has a significant effect on student work readiness, with a substantive contribution in improving technical skills, communication skills, problem-solving, analytical, professional ethics, and teamwork skills. This finding confirms the relevance of experiential learning as an effective approach in improving students\u27 employability skills, as well as enriching the literature regarding the implementation of MBKM in the field of Education Administration which has been rarely researched. This research provides an important contribution to the development of higher education policies, the design of internship programs that are more integrated with the curriculum, and as a reference for the industry in preparing a more competent and adaptive workforce to face the dynamics of the job market. Keywords: MBKM Program, Independent Internship, Student Work ReadinessTingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara hasil pendidikan tinggi dengan tuntutan dunia kerja, sehingga mendorong pemerintah meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebagai upaya menjembatani kesenjangan kompetensi lulusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Program MBKM Magang Mandiri, kesiapan kerja mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Makassar, serta menguji pengaruh program tersebut terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto dan strategi korelasional, penelitian ini melibatkan 87 mahasiswa sebagai sampel jenuh, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program MBKM Magang Mandiri berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa, dengan kontribusi substantif dalam meningkatkan keterampilan teknis, kemampuan komunikasi, problem-solving, analitis, etika profesi, serta kemampuan kerja sama tim. Temuan ini menegaskan relevansi experiential learning sebagai pendekatan efektif dalam meningkatkan employability skills mahasiswa, serta memperkaya literatur mengenai implementasi MBKM pada bidang Administrasi Pendidikan yang selama ini masih jarang diteliti. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan tinggi, perancangan program magang yang lebih terintegrasi dengan kurikulum, serta sebagai rujukan bagi pihak industri dalam mempersiapkan tenaga kerja yang lebih kompeten dan adaptif menghadapi dinamika pasar kerja.   Kata kunci: Program MBKM, Magang Mandiri, Kesiapan Kerja Mahasisw

    STRATEGI MAHASANTRI UNIA DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE DI TENGAH MASYARAKAT: STUDI KASUS DI DESA PRAGAAN LAOK

    Full text link
    ABSTRACT The development of education in the era of globalization has undergone significant changes as a direct result of advances in science and technology. In this situation, building a brand image is one of the important strategies that must be implemented by educational institutions to increase competitiveness and gain trust and legitimacy from the wider community. The strategy can be realized through a differentiation approach, which is creating unique values that distinguish an institution from other institutions. This study aims to examine the strategy of UNIA Prenduan Islamic Boarding School University Student in building a brand image in the community and identifying supporting and inhibiting factors that influence the implementation of the strategy. This research uses a qualitative approach with a case study type. Data collection techniques include in-depth interviews, participatory observation, and documentation, while data analysis is carried out using an interactive analysis model: data reduction, data presentation, and  conclusion drawing and verification. The results showed that the Islamic Boarding School University Student strategy includes strengthening Islamic identity, using digital media as a means of da\u27wah, involvement in socio-religious activities, strengthening institutional networks, and exemplary in community life. Supporting factors include institutional support, community participation, internal enthusiasm, and program sustainability. The obstacles faced are limited resources, time management, and diverse community expectations. The findings are expected to be a strategic reference for educational institutions in shaping a strong, positive, and sustainable institutional image in the community.ABSTRAK Perkembangan pendidikan di era globalisasi mengalami perubahan yang signifikan sebagai dampak langsung dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam situasi ini, membangun brand image menjadi salah satu strategi penting yang harus diterapkan oleh lembaga pendidikan untuk meningkatkan daya saing serta memperoleh kepercayaan dan legitimasi dari masyarakat luas. Strategi tersebut dapat diwujudkan melalui pendekatan diferensiasi, yaitu menciptakan nilai-nilai unik yang membedakan suatu institusi dari institusi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi mahasantri UNIA Prenduan dalam membangun brand image di tengah masyarakat serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung maupun penghambat yang memengaruhi implementasi strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif: reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi mahasantri meliputi penguatan identitas keislaman, penggunaan media digital sebagai sarana dakwah, keterlibatan dalam aktivitas sosial-keagamaan, penguatan jaringan kelembagaan, dan keteladanan dalam kehidupan masyarakat. Faktor pendukung meliputi dukungan institusional, partisipasi masyarakat, semangat internal mahasantri, dan keberlanjutan program. Adapun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya, manajemen waktu, serta ekspektasi masyarakat yang beragam. Temuan ini diharapkan menjadi acuan strategis bagi lembaga pendidikan dalam membentuk citra institusi yang kuat, positif, dan berkelanjutan di tengah masyarakat

    KONSTRUK TAKSONOMI SOLO DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

    Full text link
    This article aims to explore the potential of the SOLO Taxonomy (Structure of Observed Learning Outcomes) as a framework to improve the quality of learning and assessment of Natural Sciences (IPA), especially in encouraging deep conceptual understanding (deep learning) and high-level thinking skills (HOTS). Using narrative literature review with a qualitative approach to analyze three dimensions: (1) The epistemological relevance of SOLO to the complexity of science, (2) Evidence of implementation in learning/assessment design, and (3) Operational challenges of its implementation. The synthesis of data is sourced from scientific journals, textbooks, and the latest empirical studies. The results are that SOLO (based on five levels: Pre-Structural to Abstract Extended) has proven to be effective in Authentic Assessment, i.e. Measuring students\u27 cognitive structure and HOTS more accurately than conventional assessments. The Instructional Guide i.e. Scaffolding (e.g., concept map, analogy) successfully guides students towards systemic thinking (Relational-Abstract level). Implementation challenges, namely the subjectivity of teacher assessment and the difficulty of applying abstract levels, are overcome through collaborative training, SOLO templates, and technology (e-rubric, AI). The implication is that SOLO shifts the focus of learning from the product (correct answer) to the process of knowledge construction.Artikel ini bertujuan mengeksplorasi potensi Taksonomi SOLO (Structure of Observed Learning Outcomes) sebagai kerangka kerja untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan penilaian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya dalam mendorong pemahaman konseptual mendalam (deep learning) dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Menggunakan narrative literature review dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis tiga dimensi: (1) Relevansi epistemologis SOLO dengan kompleksitas IPA, (2) Bukti implementasi dalam desain pembelajaran/penilaian, dan (3) Tantangan operasional penerapannya. Sintesis data bersumber dari jurnal ilmiah, buku teks, dan studi empiris terkini. Hasil yakni SOLO (berbasis lima tingkat: Pra-Struktural hingga Abstrak Diperluas) terbukti efektif dalam Penilaian Otentik yakni Mengukur struktur kognitif siswa dan HOTS lebih akurat daripada penilaian konvensional. Panduan Instruksional yakni Scaffolding (e.g., peta konsep, analogi) berhasil memandu siswa menuju pemikiran sistemik (tingkat Relasional-Abstrak). Tantangan Implementasi yakni Subjektivitas penilaian guru dan kesulitan menerapkan level abstrak diatasi melalui pelatihan kolaboratif, template SOLO, dan teknologi (e-rubric, AI).Implikasinya, SOLO menggeser fokus pembelajaran dari produk (jawaban benar) ke proses konstruksi pengetahuan

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF TUTUP BOTOL ANGKA PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan simbolik anak usia 4-5 tahun di KB Latanssa. Berdasarkan data observasi di KB Latanssa sebelum diterapkannya pembelajaran menggunakan alat permainan edukatif (APE) tutup botol angka, mayoritas anak usia 4-5 tahun berada pada kategori BB (Belum Berkembang) di semua indikator. Sebagian kecil anak berada pada kategori MB (Masih Berkembang), sementara kategori BSH (Berkembang Sesuai Harapan) dan BSB (Berkembang Sangat Baik) belum tercapai secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang digunakan belum mampu mengoptimalkan perkembangan kemampuan simbolik anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas, Melalui penerapan APE tutup botol angka, terjadi peningkatan signifikan pada kemampuan simbolik anak. Pada Pra Siklus, sebanyak 67% anak berada pada kategori BB, tetapi pada Siklus II persentase ini menurun drastis menjadi 0%. Sebaliknya, kategori BSB mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu dari 0% pada Pra Siklus menjadi 87% pada Indikator I, 80% pada Indikator II, dan 73% pada Indikator III di Siklus II. Penurunan pada kategori BB dan MB menunjukkan adanya pergeseran ke tingkat perkembangan yang lebih tinggi, sementara peningkatan pada kategori BSH dan BSB mencerminkan efektivitas penggunaan APE dalam pembelajaran. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa APE tutup botol angka dapat menjadi metode yang efektif dalam meningkatkan kemampuan simbolik anak secara bertahap. Dengan pendekatan yang menarik dan interaktif, APE ini membantu anak lebih memahami konsep bilangan melalui pengalaman langsung dan menyenangkan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran berbasis permainan edukatif di pendidikan anak usia dini untuk mendukung perkembangan kognitif mereka

    MENINGKATKAN PERKEMBANGAN NILAI AGAMA DAN MORAL MELALUI MEDIA PANGGUNG BONEKA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dimana belum berkembangnya aspek perkembangan nilai agama dan moral anak. Berdasarkan observasi awal di TK Buah Hati Kota Jambi Jambi pada 15-17 Mei 2025 terlihat bahwa masih terdapat anak yang belum sigap dalam mengerjakan praktik beribadah, anak belum dapat menjaga sikap dan cara berhubungan dengan orang lain, seperti bagaimana cara anak menyapa kepada orang yang lebih besar, orang yang lebih kecil maupun teman sebayanya, bukan hanya itu sikap anak saat bersalaman dan berbicara dengan teman juga menjadi cerminan dari perkembangan nilai agama dan moral anak. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui kegiatan penelitian yang berkonteks kelas yang dilaksanakan untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru. Subjek penelitian ini berjumlah 12 anak yang dalam pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dengan masing-masing 3 pertemuan. Setiap siklus memiliki empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pada perkembangan nilai agama dan moral anak setelah diberi tindakan pada siklus I pertemuan I namun belum memenuhi kriteria dengan persentase 34,02%. Selanjutnya, setelah diberikan tindakan kembali dengan dengan media panggung boneka dan meningkat menjadi 66,67% pada pertemuan III siklus I. Kemudian, pada siklus II perkembangan nilai agama dan moral anak sudah berkembang sesuai harapan dilihat dari persentase peningkatan hingga 75%. Pada siklus II pertemuan III perkembangan nilai agama dan moral anak sudah berkembang sangat baik dilihat dari hasil penelitian dengan persentase peningkatan hingga 82,64%. Kesimpulan penelitian ini adalah Media Panggung Boneka dapat meningkatkan perkembangan nilai agama dan moral anak 5-6 tahun di TK Buah Hati Kota Jambi

    PENERAPAN METODE DEMONTRASI DALAM MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI AGAMA DAN MORAL ANAK USIA DINI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai agama dan moral anak usia dini di TK Negeri Pembina Muaro Jambi. Berdasarkan data observasi di TK Negeri Pembina Muaro Jambi ditemukan bahwa masih rendahnya penerapan nilai-nilai agama dan moral pada diri anak. Permasalahan belum berkembangnya nilai-nilai agama dan moral secara optimal pada diri anak yang disebabkan model pembelajaran konvensional yang masih digunakan, berpusat pada guru dengan metode ceramah yang monoton dan membosankan, anak-anak hanya sekedar dengar tetapi tidak berkesan atau bermakna yang kemudian berpengaruh pada hasil belajar rendah.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Model dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa perkembangan Nilai-Nilai Moral dan Agama anak didik melalui metode demontrasi dengan video pembelajaran, karena jumlah anak didik yang berkembang sangat baik meningkat menjadi 10 anak yang tadinya hanya 2 anak pada siklus I. Dari siklus I dan Siklus II ini ternyata standar pencapaian yang di targetkan yaitu 80 % sudah tercapai untuk anak didik dengan perkembangan sesuai harapan hingga berkembang sangat baik. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran melalui penggunaan metode pembelajaran yang inovatif di pendidikan anak usia dini untuk mendukung perkembangan nilai agama dan moral anak

    PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MODEL SUPERVISI JARAK JAUH UNTUK GURU DI DAERAH TERPENCIL

    Full text link
    This study aims to analyze the effectiveness of technology-based remote supervision in improving the quality of teacher training in remote areas. The method used is qualitative with a combination of library research and survey approaches. The research subjects consisted of 60 teachers and principals involved in technology-based supervision. Data were collected through a Likert scale questionnaire to measure respondents\u27 perceptions of the use of technology in educational supervision. The results of the study indicate that remote supervision has advantages in improving accessibility, time and cost efficiency, and more systematic supervision documentation. However, there are challenges such as limited technological infrastructure, variations in teachers\u27 digital skills, and a lack of personal interaction compared to conventional supervision. The survey results showed an average response of 78.19 from teachers and school principals, indicating that the majority of respondents had a positive perception of the implementation of technology-based remote supervision. Therefore, supervision strategies that integrate remote methods need to be developed to optimize the effectiveness of educational supervision and enhance teacher professionalism, especially in areas with limited access.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas supervisi jarak jauh berbasis teknologi dalam meningkatkan kualitas pembinaan guru di daerah terpencil. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kombinasi library research dan survei. Subjek penelitian terdiri dari 60 guru dan kepala sekolah yang terlibat dalam supervisi berbasis teknologi. Data dikumpulkan melalui angket berbasis Skala Likert untuk mengukur persepsi responden terhadap pemanfaatan teknologi dalam supervisi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi jarak jauh memiliki keunggulan dalam meningkatkan aksesibilitas, efisiensi waktu dan biaya, serta dokumentasi supervisi yang lebih sistematis. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, variasi keterampilan digital guru, serta kurangnya interaksi personal dibandingkan supervisi konvensional. Dari hasil survei, diperoleh rata-rata respon guru dan kepala sekolah sebesar 78,19 yang menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi positif terhadap implementasi supervisi jarak jauh berbasis teknologi. Oleh karena itu, strategi supervisi yang mengintegrasikan metode jarak jauh perlu dikembangkan untuk mengoptimalkan efektivitas supervisi pendidikan dan meningkatkan profesionalisme guru, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses

    MENGGALI PRAKTIK LITERASI RESEPTIF ANAK USIA DINI DI RUMAH: PERSPEKTIF ORANG TUA

    Full text link
    The purpose of this study is to analyze the role of parents in efforts to develop receptive literacy for early childhood in children aged 5-6 years. The method used in this research is a case study with a qualitative approach. The results of the study show that several activities that parents can do at home to improve receptive literacy skills for early childhood are using media in the form of applications and animated videos that are played on smartphones or television screens. In addition, parents can write the names of objects on objects in the house. Another medium that can be used is pasting letters and pictures on the wall to introduce various kinds of letters to children. Parents can also make siblings, namely brothers and sisters, as motivation for children to learn to read and listen. Parents’ awareness of the importance of literacy culture plays a crucial role in optimizing children’s abilities, particularly when much of their time is spent at home with their parents.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orangtua dalam upaya pengembangan literasi reseptif bagi anak usia dini pada anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh orang tua dirumah untuk meningkatkan kemampuan literasi reseptif anak usia dini adalah dengan menggunakan  media berupa aplikasi dan video animasi yang diputarkan dalam smartphone atau layar televisi. Selain itu orangtua dapat menuliskan nama benda pada benda-benda yang ada di dalam rumah. Media lain yang dapat digunakan adalah menempelkan huruf dan gambar pada dinding untuk mengenalkan berbagai macam huruf pada anak. Orangtua juga dapat menjadikan saudara yaitu kakak dan adik sebagai motivasi anak dalam belajar membaca dan menyimak. Kesadaran orang tua mengenai pentingnya budaya literasi dapat membantu mengoptimalkan kemampuan anak terutama ketika banyak waktu dihabiskan bersama orangtua dirumah. &nbsp

    224

    full texts

    251

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Irfani
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇