Irfani
Not a member yet
251 research outputs found
Sort by
MENGAPA PERENCANAAN PENDIDIKAN ITU PENTING ? : MENYINGKAP SEJARAH DAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN
Abstract
Educational planning is a crucial element in achieving optimal quality of education. This study aims to explain the history and background of the importance of planning in the world of education, as well as the factors that encourage the need for adaptive educational planning that is relevant to the development of the times. Educational planning is not only about formulating goals and strategies, but also includes an understanding of social, economic, political, and technological developments. Over the course of history, educational planning has evolved from being simple in early civilizations to becoming a structured and complex system. Various theories and approaches in educational planning have also changed to adapt to the demands of globalization and technological advances. This article reviews various perspectives from experts and emphasizes the importance of understanding the historical context in designing effective educational planning. Thus, mature educational planning can support the achievement of better educational goals, as well as ensure inclusive and sustainable education in the future. This study also offers suggestions for improving the quality of educational planning to be more responsive to changes and community needs.
Keywords: History, Background, Educational PlanningPerencanaan pendidikan merupakan elemen krusial dalam mencapai kualitas pendidikan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah dan latar belakang pentingnya perencanaan dalam dunia pendidikan, serta faktor-faktor yang mendorong perlunya perencanaan pendidikan yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman. Perencanaan pendidikan tidak hanya sekedar menyusun tujuan dan strategi, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap perkembangan sosial, ekonomi, politik, dan teknologi. Seiring perjalanan sejarah, perencanaan pendidikan telah berkembang dari yang bersifat sederhana dalam peradaban awal hingga menjadi sistem yang terstruktur dan kompleks. Berbagai teori dan pendekatan dalam perencanaan pendidikan juga telah mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan tuntutan globalisasi dan kemajuan teknologi. Artikel ini mengulas berbagai perspektif dari para ahli dan menekankan pentingnya memahami konteks historis dalam merancang perencanaan pendidikan yang efektif. Dengan demikian, perencanaan pendidikan yang matang dapat mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang lebih baik, serta menjamin pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan. Penelitian ini juga menawarkan saran untuk meningkatkan kualitas perencanaan pendidikan agar lebih responsif terhadap perubahan dan kebutuhan masyarakat.
Kata Kunci: Sejarah, Latar Belakang, Perencanaan Pendidika
KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH: PILAR STRATEGIS PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan paradigma pengelolaan pendidikan yang menekankan pemberian otonomi kepada sekolah dalam mengelola sumber daya, proses pembelajaran, dan pengambilan keputusan secara mandiri, partisipatif, dan akuntabel. Kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor penentu utama keberhasilan implementasi MBS dalam mewujudkan mutu pendidikan yang unggul dan berkelanjutan. Artikel ini mengkaji peran kepemimpinan dalam MBS, jenis kepemimpinan yang relevan, tantangan yang dihadapi, serta strategi peningkatan efektivitas kepemimpinan. Melalui kajian pustaka dari berbagai sumber, artikel menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional dan partisipatif menjadi kunci keberhasilan MBS. Pengembangan kapasitas kepala sekolah, pemanfaatan teknologi, dan dukungan stakeholder menjadi faktor pendukung penting. Kajian literatur menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan partisipatif mampu meningkatkan kinerja sekolah secara signifikan. Selain itu, pemberdayaan guru dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi faktor pendukung penting. Penelitian terdahulu menguatkan bahwa motivasi dan kompetensi kepemimpinan kepala sekolah sangat memengaruhi mutu pendidikan (Al-Fatih & Hayati, 2023; Annur et al., 2019). Implikasi strategis disarankan untuk penguatan kapasitas kepala sekolah melalui pelatihan berkelanjutan dan kolaborasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentinga
I IMPLEMENTASI PROGRAM PEER TEACHING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU LULUSAN SISWA DI MADRASAH ALIYAH SWASTA (MAS) UMMUL QURO AS-SUYUTY PAMEKASAN: IMPLEMENTASI PROGRAM PEER TEACHING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU LULUSAN SISWA DI MADRASAH ALIYAH SWASTA (MAS) UMMUL QURO AS-SUYUTY PAMEKASAN
The peer teaching program is an effort to improve the quality of graduates with existing learning innovations. The principal is the main key in the implementation and planning of the peer teaching program. This study aims to describe the implementation, supporting factors, and results of the implementation of the peer teaching program as an effort to improve the quality of student graduates at the Ummul Quro As-Suyuty Pamekasan Private Islamic Senior High School (MAS). The author uses a qualitative approach research method with a descriptive research type to conduct a study. The results of this study state that the implementation of the peer teaching program is carried out at the end of each semester before graduation. Final year students are given the opportunity to carry out teaching/peer teaching practices directly in class. The implementation stages start from selecting material titles through meetings, intensive guidance with teachers, material improvements, scheduling teaching practices, implementing teaching in real classes, assessments from various parties, to final evaluations carried out through meetings. This new finding from the peer teaching program compares favorably with other institutions. The Ummul Quro As-Suyuty Pamekasan Private Islamic Senior High School (MAS) has been in existence since its inception, employing distinctive Islamic materials including Nahwu (National Language), Mahfodzat (Quotes), English, and story-based Arabic (Qiraatu al-Rasyidah). This has become a distinctive feature of the institution in implementing a peer teaching program tailored to students\u27 needs.Program peer teaching menjadi upaya dalam peningkatan mutu lulusan dengan inovasi pembelajaran yang ada. Kepala madrasah menjadi kunci utama dalam implementasi dan perencanaan Program peer teaching. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi, faktor pendukung, dan hasil Implementasi program peer teaching sebagai upaya peningkatan mutu lulusan siswa di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Ummul Quro As-Suyuty Pamekasan. Penulis menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskrptif untuk melakukan sebuah penelitian. Hasil Dari penelitian ini yaitu menyatakan bahwa Implementasi program peer teaching dilaksanakan setiap akhir semester sebelum kelulusan. Siswa kelas akhir diberikan kesempatan untuk melaksanakan praktIk mengajar/peer teaching secara langsung di kelas. Tahapan pelaksanaannya dimulai dari pemilihan judul materi melalui rapat, bimbingan intensif dengan guru, perbaikan materi, penjadwalan praktek mengajar, pelaksanaan mengajar di kelas nyata, penilaian dari berbagai pihak, hingga evaluasi akhir yang dilaksanakan melalui rapat. Temuan baru dari program peer teaching ini dibandingkan dengan lembaga lain, di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Ummul Quro As-Suyuty Pamekasan sudah ada mulai lembaga tersebut didirikan, yang menggunakan ciri khas materi keislaman meliputi pelajaran Nahwu, Mahfodzat (Qoutes), Bahasa inggris, dan Bahasa arab yang berbasis cerita (Qiraatu al-Rasyidah). Sehingga menjadi ciri khas lembaga tersebut dalam menerapkan program peer teaching sesuai kebutuhan siswa
MODEL PEMBIAYAAN PENDIDIKAN BERKELANJUTAN: ANALISIS TERHADAP PENERAPAN MODEL BUILD-OPERATE-TRANSFER (BOT) PADA INFRASTRUKTUR PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI
ABSTRACT
The implementation of the Build-Operate-Transfer (BOT) model in educational infrastructure development at Indonesian universities has had a significant impact on the quality of educational facilities and resource management. This model involves the private sector in the financing, construction, operation, and management of educational facilities, aiming to reduce dependence on government funding. This study aims to analyze the mechanisms of implementing the BOT model in Indonesian universities, the challenges faced, and its impact on the quality of educational infrastructure and student learning experiences. The method used in this study was a qualitative approach using in-depth interviews and document analysis from various parties involved in BOT projects at universities. The results indicate that the BOT model is effective in improving educational infrastructure by reducing the burden on the public budget and improving the quality of facilities that support learning activities. However, key challenges in implementing this model include financing, risk management, and coordination between relevant parties. The successful implementation of the BOT model depends on careful planning, clear communication between the private sector, the government, and universities, and stable regulations that support private investment. In addition, careful risk management and the use of educational technology such as a Learning Management System (LMS) contribute positively to the student learning experience. This study concludes that implementing the BOT model can provide a long-term solution to address educational infrastructure deficiencies in Indonesia. However, its success requires close collaboration between the public and private sectors. Transparent management and proper planning will ensure that the BOT model can contribute to improving the quality of higher education in Indonesia, supporting the development of student competencies in this digital era
PENGGUNAAN MEDIA WAYANG FANTASI DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI
This research aims to develop the language skills of children aged 4-5 years through the use of fantasy puppet media in Al-Fajri Early Childhood Education (PAUD), East Tanjung Jabung. This Classroom Action Research (PTK) was carried out in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation and reflection. The data collected includes children\u27s ability to retell fairy tales and name the puppets. The results showed significant improvements in both abilities. At the end of Cycle II, 75% of children reached the BSB category in retelling fairy tales, and 83% of children reached the BSB category in naming puppets. These findings indicate that fantasy puppet media is effective in improving children\u27s language skills through interactive and fun learning. This research supports the theories of constructivism and multiple intelligences, and provides an important contribution to the development of creative learning media based on local culture. The conclusion of this study shows that the use of fantasy puppet media is effective in improving the language skills of early childhood. Therefore, it is recommended that teachers and parents be more active in using creative media such as puppets to support children\u27s language development, so that they can communicate better and build the social skills needed in everyday lifePenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak usia 4-5 tahun melalui penggunaan media wayang fantasi di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Fajri, Tanjung Jabung Timur. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan meliputi kemampuan anak dalam menceritakan kembali dongeng dan menyebutkan kata- kata yang dikenal. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua kemampuan. Pada akhir Siklus II, sebanyak 75% anak mencapai kategori BSB dalam menceritakan kembali dongeng, dan 83% anak mencapai kategori BSB dalam menyebutkan kata-kata yang dikenal. Temuan ini menunjukkan bahwa media wayang fantasi efektif dalam meningkatkan keterampilan berbahasa anak melalui pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini mendukung teori konstruktivisme dan kecerdasan majemuk, serta memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan media pembelajaran kreatif berbasis budaya lokal. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media wayang fantasi efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini. Oleh karena itu, disarankan agar guru dan orang tua lebih aktif dalam menggunakan media kreatif seperti wayang untuk mendukung perkembangan bahasa anak, sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan lebih baik dan membangun keterampilan sosial yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI PEMBELAJARAN INTERAKTIF DAN AKUN BELAJAR. ID TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK
This study aims to analyse the effect of using interactive learning applications and Belajar.id accounts on improving student motivation, as well as to examine how the integration of both can shape adaptive and sustainable learning motivation in the context of 21st-century digital learning. This study employs a quantitative approach using a survey method. The research subjects are students from Class IX A of SMP Plus Miftahul Falah who actively use the Belajar.id account and interactive learning applications in their learning activities. The instrument used is a closed-ended questionnaire with a five-point Likert scale. Data analysis was conducted using descriptive statistical tests, normality tests, and multiple linear regression with the assistance of SPSS software. The results of the study indicate that both the use of interactive learning applications (X₁) and the utilisation of the Belajar.id account (X₂) have a significant influence on students\u27 learning motivation (Y). Variable X₁ contributed 34.2% to Y, with a regression coefficient of 0.804 (p < 0.05), while variable X₂ contributed a larger 37.8%, with a regression coefficient of 0.582 (p < 0.05) and a beta value of 0.615. These findings indicate that the integration of digital technology in the learning process can significantly enhance students\u27 learning motivation. Therefore, the use of digital-based learning technologies such as interactive applications and Belajar.id accounts needs to be continuously developed to support a more effective, engaging, and relevant learning transformation in line with the demands of education in the digital age
STRATEGI PENGUATAN NILAI-NILAI BUDAYA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 33 MAKASSAR
Strengthening Strategy of School Cultural Values in Improving the Quality of Education at SMP Negeri 33 Makassar. The focus of this research is (1) Strengthening Strategy of School Cultural Values, (2) Supporting & Inhibiting Factors. The purpose of this research is to identify and analyze the values and strategies applied, as well as the supporting and inhibiting factors in their implementation. This research approach is qualitative with descriptive research type. The research data sources are the Principal, Vice Principal, and Teachers. The data collection procedures used are interviews, observation and documentation. Checking the validity of the data uses the triangulation method, data analysis is carried out by data reduction, data presentation to drawing conclusions. The results of the research show that (1) Strengthening strategy of values is through (a) Establishing shared norms, (b) Effective communication between school residents, (c) Leadership oriented towards cultural values, (d) Policies that support a positive culture. (2) Supporting & Inhibiting Factors (a) Supporting factors include leadership, teacher cooperation, parental participation, and good communication that strengthen school culture. (b) Inhibiting factors include miscommunication, lack of understanding of cultural values, and low teacher discipline that require coaching. Overall, the strategy for strengthening school cultural values is carried out systematically by strengthening values through shared norms, effective communication, value-based leadership, and positive policies. In implementing this strategy, it can strengthen the values of discipline, integrity, mutual cooperation, nationalism, creativity, and innovation. The main supporting factors include the role of the principal, teacher cooperation, and parental participation, while the obstacles are miscommunication, low cultural understanding, and lack of teacher discipline.Strategi Penguatan Nilai - Nilai Budaya Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di SMP Negeri 33 Makassar. Fokus Penelitian ini ialah (1) Strategi Penguatan nilai – nilai budaya sekolah, (2) Faktor Pendukung & Penghambat. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui dan menganalisis nilai - nilai dan strategi yang diterapkan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Pendekatan Penelitian ini kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian yaitu Kepala Sekolah, Wakasek Umum, dan Guru. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan metode triangulasi, analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data hingga penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Strategi penguatan nilai yaitu melalui (a) Pembentukan norma bersama, (b) Komunikasi efektif antarwarga sekolah, (c) Kepemimpinan yang berorientasi pada nilai budaya, (d) Kebijakan yang mendukung budaya positif. (2) Faktor Pendukung & Penghambat (a) Faktor Pendukung mencakup Kepemimpinan, kerja sama guru, partisipasi orang tua, dan komunikasi baik memperkuat budaya sekolah., (b) Faktor Penghambat mencakup Miskomunikasi, kurangnya pemahaman nilai budaya, dan rendahnya disiplin guru perlu pembinaan. Secara keseluruhan strategi penguatan nilai-nilai budaya sekolah dilakukan secara sistematis dengan penguatan nilai dilakukan lewat norma bersama, komunikasi efektif, kepemimpinan berbasis nilai, dan kebijakan positif. Dalam penerapan strategi tersebut dapat memperkuat Nilai kedisiplinan, Nilai integritas, Nilai gotong royong, Nilai nasionalisme, Nilai kreativitas dan inovasi. Faktor pendukung utama meliputi peran kepala sekolah, kerja sama guru, dan partisipasi orang tua, sementara hambatannya adalah miskomunikasi, rendahnya pemahaman budaya, dan kurangnya kedisiplinan guru
DINAMIKA INDETITAS PONDOK PESANTREN DI ERA DISRUPSI (STUDI KASUS MA’HAD TAHFIDZ AL-QUR’AN PONDOK PESANTREN AL-AMIEN PRENDUAN)
Fokus dalam penelitian ini meliputi dinamika identitas Ma’had Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dalam menghadapi era disrupsi dan tantangannya dalam menghadapi era disrupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data melalui tig acara, yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan uji kepercayaan, uji keteralihan, uji ketergantungan dan uji kepastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ma’had Tahfidz Al-Qur’an telah berhasil menjaga dan mempertahankan identitasnya melalui integrasi kurikulum tahfidz, kepesantrenan ala Gontor, dan pendidikan formal. Strategi yang digunakan adalah memanfaatkan teknologi digital dalam pengajaran dan administrasi, penguatan visi dan misi lembaga yang mengedepankan nilai-nilai Qur’ani, IMTAQ, dan IPTEK. Dan tantangan yang dihadapi adalah ketergantungan pada infrastruktur teknologi, resistensi terhadap perubahan, dan berupaya kuat dalam menyeimbangkan antara tradisi pesantrean dan inovasi. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengelola pesantren dalam merancang strategi pendidikan yang adaptif terhadap disrupsi tanpa kehilangan esensi identitas pesantren. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya kajian tentang dinamika pesantren di era disrupsi, khususnya dalam konteks pendidikan islam di IndonesiaFokus dalam penelitian ini meliputi dinamika identitas Ma’had Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dalam menghadapi era disrupsi dan tantangannya dalam menghadapi era disrupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data melalui tig acara, yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan uji kepercayaan, uji keteralihan, uji ketergantungan dan uji kepastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ma’had Tahfidz Al-Qur’an telah berhasil menjaga dan mempertahankan identitasnya melalui integrasi kurikulum tahfidz, kepesantrenan ala Gontor, dan pendidikan formal. Strategi yang digunakan adalah memanfaatkan teknologi digital dalam pengajaran dan administrasi, penguatan visi dan misi lembaga yang mengedepankan nilai-nilai Qur’ani, IMTAQ, dan IPTEK. Dan tantangan yang dihadapi adalah ketergantungan pada infrastruktur teknologi, resistensi terhadap perubahan, dan berupaya kuat dalam menyeimbangkan antara tradisi pesantrean dan inovasi. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengelola pesantren dalam merancang strategi pendidikan yang adaptif terhadap disrupsi tanpa kehilangan esensi identitas pesantren. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya kajian tentang dinamika pesantren di era disrupsi, khususnya dalam konteks pendidikan islam di Indonesi
THE PRINCIPAL\u27S STRATEGY IN CULTIVATING STUDENTS\u27 DISCIPLINE CHARACTER AT THE INDONESIAN SCHOOL IN KUALA LUMPUR MALAYSIA
This research aims to analyze various strategies used by school principals in cultivating students\u27 disciplined character in Indonesian schools in Kuala Lumpur. The research method used was a qualitative study by conducting interviews and observations of several school teachers and principals at Indonesian schools in Kuala Lumpur. The research results show that there are several strategies that are commonly used, including establishing clear school rules, consistent application of sanctions and rewards, involving parents in building student character, and creating a supportive learning environment. The implication of this research is the important role of school principals in shaping students\u27 disciplinary character and the need for comprehensive and consistent implementation of strategies. It is hoped that this research can contribute to the development of character education in Indonesian schools in Kuala Lumpur. The research results show that the principal has a very important role in cultivating the disciplined character of students at school. They use a variety of strategies, including establishing clear school rules, consistent application of sanctions and rewards, involving parents, and creating a supportive learning environment. The implication of this research is the importance of the role of the school principal and the need to implement comprehensive and consistent strategies in shaping students\u27 disciplinary character
MANAJEMEN PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI BERBASIS E-KINERJA DI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN TAKALAR
This study examines how Employe Performance Improvement Management Based on E-Performance at the Education and Culture Office of Takalar Regency. The main focus is on the Management of Employe Performance Improvement and the identification of supporting and hindering factors that emerge. Using a descriptive qualitative method, data was collected thru interviews, observations, and documentation from the head of the department and employes. The validity of the data was examined using triangulation techniques. The research results show that: 1) The planning process, the preparation of SKP, and the action plan are carried out based on the supervisor\u27s instructions. Thus, it is capable of improving employe performance, particularly in terms of discipline and clarity of work. 2) The actuating process shows a structured process, therefore, the E-Kinerja system significantly impacts the improvement of employe performance, especially in aspects of responsibility and task execution quality. 3) The controlling process indicates that structured assessment, feedback provision, and follow-up support employe performance improvement. However, there are technical obstacles such as slow system access when used simultaneously. Overall, this E-Kinerja operates as intended, thereby encouraging the improvement of employe performance, although further enhancements and training in the use of E-Kinerja are still needed for optimal results.Penelitian ini mengkaji bagaimana Manajemen Peningkatan Kinerja Pegawai Berbasis E-Kinerja Di Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Takalar. Fokus utamanya adalah Manajemen peningkatan kinerja pegawai serta identifikasi faktor pendukung dan penghambat yang muncul. Mengunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara,observasi, dan dokumentasi dari informan kepala dinas dan pegawai. Analisis data melalui tahapan tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Keabsahan data diperiksa menggunakan Teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Proses planning, penyusunan SKP hingga rencana aksi dilakukan berdasarkan arahan atasan. Dengan demikian mampu meningkatan kinerja pegawai, terutama dalam hal kedisiplinan, dan kejelasan kerja. 2) Proses actuating ini menunjukkan proses yang terstruktur, dengan demikian, adanya sistem E-Kinerja memberikan dampak secara signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai, khususnya dalam aspek tanggung jawab, dan kualitas pelaksanaan tugas. 3) Proses controlling menunjukkan bahwa penilaian, pemberian umpan balik, serta tindak lanjut terstrukur yang mendukung peningkatan kinerja pegawai. Namun demikian, terdapat kendala teknis seperti lambatnya akses system saat digunakan secara bersamaan. Secara keseluruhan, E-Kinerja ini berjalan sesuai dengan yang ditetapkan sehingga mampu mendorong peningkatan kinerja pegawai, meskipun masih perlu dilakukan perbaikan serta pemberian pelatihan dalam penggunaan E-Kinerja agar lebih optimal