Irfani
Not a member yet
251 research outputs found
Sort by
ANALISIS FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI MTS BAITUL HIKMAH TEMPUREJO
This study aims to analyze the internal and external factors that influence students\u27 interest and learning outcomes in Social Studies (IPS) class VIII B at MTS Baitul Hikmah Tempurejo. The background of this study is the low participation of students and learning outcomes that have not reached the minimum standard, which indicates the existence of obstacles in the aspects of interest and motivation to learn. This research uses a qualitative approach with phenomenological methods to explore the subjective experiences of students and teachers. Data collection techniques were conducted through observation, in-depth interviews, and documentation. The results show that internal factors such as intrinsic motivation, self-confidence, and perception of the lesson affect students\u27 interest in learning. Meanwhile, external factors such as teacher teaching methods, parental support, and the availability of infrastructure also determine learning success. This research confirms the importance of collaboration between a contextualized pedagogical approach and a supportive learning environment to create more effective social studies learning. The findings provide a practical contribution for teachers and schools in designing learning strategies that can improve students\u27 motivation and overall learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi minat dan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VIII B di MTS Baitul Hikmah Tempurejo. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya partisipasi peserta didik dan hasil belajar yang belum mencapai standar minimum, yang menunjukkan adanya hambatan dalam aspek minat dan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif peserta didik dan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal seperti motivasi intrinsik, kepercayaan diri, dan persepsi terhadap pelajaran memengaruhi minat belajar peserta didik. Sementara itu, faktor eksternal seperti metode pengajaran guru, dukungan orang tua, serta ketersediaan sarana prasarana turut menentukan keberhasilan belajar. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pendekatan pedagogis yang kontekstual dan lingkungan belajar yang mendukung, untuk menciptakan pembelajaran IPS yang lebih efektif. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi guru dan pihak sekolah dalam merancang strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik secara menyeluruh
PERAN STAKEHOLDER DALAM MENINGKATKAN MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN (STUDI KASUS: MI. BAHRUL ULUM WATUPANJANG – KRUCIL)
Kualitas pengelolaan pendidikan sangat ditentukan oleh peran kunci semua pihak, mulai dari guru dan kepala sekolah hingga orang tua, tetangga, dan pemerintah setempat. Penyatuan langkah antara unsur internal dan eksternal jadi syarat supaya suasana belajar jadi ramah, kreatif, dan pas untuk kebutuhan siswa. Bila mereka aktif merancang, menjalankan, dan mengukur program, dukungan moral, dana, dan keahlian yang diberi dapat membantu semua target pendidikan tercapai. Keterlibatan bersama itu tampak pada banyak hal, seperti pelatihan dan pengembangan profesional guru, partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah, serta bantuan masyarakat untuk penyediaan sarana belajar. Keberhasilan sering muncul bila komunikasi jelas, rasa memiliki tinggi, dan semua orang berkolaborasi menyusun serta menjalankan visi dan misi pendidikan. Meski begitu, tantangan tetap ada, antara lain lemahnya partisipasi, terbatasnya sumber daya, dan sikap coba-coba yang muncul saat perubahan dimulai. Pendidikan yang baik dan tahan lama hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang sinergis dari semua pihak yang peduli-pemerintah, sekolah, keluarga, serta masyarakat. Apabila setiap pihak mau memberdayakan satu sama lain dan berkolaborasi secara nyata, sistem pendidikan akan menjadi lebih adaptif, inovatif, dan berkualitas. Singkatnya, keberhasilan peningkatan mutu pendidikan bergantung pada komitmen dan partisipasi aktif setiap orang yang terlibat di ekosistem sekolah.
 
P PENGERTIAN, KEDUDUKAN, CAKUPAN, TUJUAN PERBANDINGAN PENDIDIKAN DAN HISTORI SERTA LANDASAN HISTORI PENDIDIKAN DI INONESIA
Comparative education studies examine the similarities, differences, and factors influencing the education systems of various countries. This study is crucial for understanding the dynamics of global education and supporting national policy development. The primary focus is on identifying similarities and differences in education systems and understanding the historical and contextual factors that shape these policies. This research analyzes relevant national and international literature and journals, including the history of education in Indonesia. The results demonstrate that comparative education is not only analytical but also helps adapt best practices to Indonesia\u27s social, cultural, and political context. Aspects examined include educational philosophy, curriculum, learning methods, policies, educational structures, and external factors such as economics and culture. From pre-colonial times to the reform era, education plays a role in strengthening cultural values, developing human resources, and shaping national identity. This study emphasizes the importance of integrating lessons from other countries while maintaining Indonesia\u27s distinctive characteristics for effective and sustainable policy.Kajian perbandingan pendidikan mempelajari persamaan, perbedaan, dan faktor yang mempengaruhi sistem pendidikan di berbagai negara. Kajian ini penting untuk memahami dinamika pendidikan global sekaligus mendukung penyusunan kebijakan nasional. Fokus utama adalah mengidentifikasi persamaan dan perbedaan sistem pendidikan serta memahami faktor historis dan kontekstual yang membentuk kebijakan tersebut. Penelitian ini menganalisis literatur dan jurnal nasional serta internasional yang relevan, termasuk sejarah pendidikan di Indonesia. Hasilnya menunjukkan pendidikan tidak hanya untuk analisis, tetapi juga membantu mengadaptasi praktik terbaik sesuai konteks sosial, budaya, dan politik Indonesia. Aspek yang dikaji meliputi filosofi pendidikan, kurikulum, metode pembelajaran, kebijakan, struktur pendidikan, serta faktor eksternal seperti ekonomi dan budaya. Dari masa prakolonial hingga era reformasi, pendidikan berperan dalam memperkuat nilai budaya, pembangunan sumber daya manusia, dan pembentukan identitas nasional. Studi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan pelajaran dari negara lain dengan mempertahankan ciri khas Indonesia untuk kebijakan yang efektif dan berkelanjuta
IMPROVING STUDENTS\u27 CRITICAL THINKING IN THE ERA OF THE BOOK LITERACY CRISIS: FATHUL MU\u27IN\u27S LEARNING TRANSFORMATION THROUGH THE DISCOVERY LEARNING MODEL
The decline of critical thinking among Islamic boarding school students (santri) amidst a broader crisis of kitab turats (classical Islamic text) literacy presents a pressing challenge in traditional religious education. Learning approaches for texts such as Fathul Mu’in remain dominated by rote memorization and one-way instruction, limiting students’ analytical engagement. This study explores how the Discovery Learning model can transform the learning process by fostering critical reasoning and deeper comprehension of fiqh content, particularly in the Rub’ul ‘Ibadat section. Employing a qualitative case study approach, data were collected through classroom observations, in-depth interviews with teachers and students, and document analysis at an Islamic boarding school in East Java. The findings reveal four critical issues: (1) declining enthusiasm for kitab turats without contextualized teaching; (2) a dominance of memorization-based methods suppressing inquiry; (3) strong interest in critical thinking among students, yet lacking structured guidance; and (4) limited intergenerational intellectual dialogue due to hierarchical norms. The implementation of Discovery Learning encouraged student participation, analytical dialogue, and interpretative engagement with the text. This model also began to shift the classroom dynamic toward a more dialogical and participatory learning environment. The study suggests that integrating Discovery Learning into traditional kitab education holds significant potential for revitalizing intellectual traditions in pesantren and cultivating reflective Islamic scholar
EFIKASI MANAJERIAL PEMIMPIN DALAM MENGEMBANGKAN LEMBAGA BARU DI MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL KARANG RINGIN II MUBA
ABSTRACT
This article examines "Managerial Efficacy of Leaders in Developing New Institutions in Muhammadiyah Boarding School Karang Ringin II Muba" with the aim of understanding the role of managerial efficacy of leaders in the development of new educational institutions in the midst of contemporary educational challenges. Using a qualitative approach with the type of case study, data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis.
The results show that leaders with high managerial effectiveness are able to manage their own potential and resources, improve teacher skills, adapt to changes in the environment, and implement flexible and adaptive leadership strategies. The implications of these findings underscore the importance of developing the capacity of leaders in the management of educational institutions and implementing innovative strategies to overcome existing challenges. The proposed suggestions include the need for ongoing training and professional development programs for leaders and teachers to improve the efficacy and quality of education in institutions. This research is expected to provide valuable insights for stakeholders in the world of education to create a quality and sustainable institution.
Keywords: Managerial Efficacy, Education, Leadership, Boarding SchoolABSTRAK
Artikel ini mengkaji "Efikasi Manajerial Pemimpin Dalam Mengembangkan Lembaga Baru Di Muhammadiyah Boarding School Karang Ringin II Muba" dengan tujuan untuk memahami peran efikasi manajerial pemimpin dalam pengembangan lembaga pendidikan baru di tengah tantangan pendidikan kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin dengan efikasi manajerial yang tinggi mampu mengelola potensi diri dan sumber daya, meningkatkan keterampilan guru, beradaptasi dengan perubahan lingkungan, serta menerapkan strategi kepemimpinan yang fleksibel dan adaptif. Implikasi dari temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan kapasitas pemimpin dalam pengelolaan lembaga pendidikan dan penerapan strategi inovatif untuk mengatasi tantangan yang ada. Saran yang diusulkan mencakup perlunya program pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan bagi pemimpin dan guru untuk meningkatkan efikasi dan kualitas pendidikan di lembaga. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan berharga bagi pemangku kepentingan di dunia pendidikan untuk menciptakan lembaga yang berkualitas dan berkelanjutan.
Kata Kunci: Efikasi Manajerial, Pendidikan, Kepemimpinan, Boarding School
 
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KRAKTER DI PONDOK PESANTREN AINUL FALAH BAKIONG GULUK-GULUK SUMENEP
This study aims to analyze the implementation of character education at Pondok Pesantren Ainul Falah Bakiong Guluk-Guluk Sumenep, focusing on the concept of character education, its implementation through pesantren regulations, as well as the supporting and inhibiting factors encountered. The main problem underlying this research is the challenge of shaping students’ character in the modern era, which is heavily influenced by technology and social change. Therefore, a consistent character education model based on religious values is required.
This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The subjects include the pesantren caretakers, teachers, students, and parents. Data were collected through observation of pesantren activities, in-depth interviews, and documentation of the regulations and pesantren archives. Data analysis was carried out using Miles & Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and method triangulation.
The findings reveal that character education at Pondok Pesantren Ainul Falah is implemented through regulations, role modeling by teachers, as well as habituation of religious practices and social activities. Core values fostered include honesty, discipline, responsibility, cleanliness, and politeness. Supporting factors consist of the exemplary role of caretakers, pesantren culture, and parental support. The inhibiting factors involve technological influence, diverse family backgrounds, and limited facilities, which are addressed through digital literacy programs, personal counseling, and facility improvement.
Keywords: character education; pesantren; regulations; honesty; disciplinePenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter di Pondok Pesantren Ainul Falah Bakiong Guluk-Guluk Sumenep, dengan fokus pada konsep pendidikan karakter, bentuk implementasi melalui tata tertib pesantren, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah tantangan pembentukan karakter santri di era modern yang sarat dengan pengaruh teknologi dan perubahan sosial, sehingga dibutuhkan model pendidikan karakter yang konsisten dan berbasis nilai keagamaan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian mencakup pengasuh pesantren, ustaz, santri, serta wali santri. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan pesantren, wawancara mendalam, serta dokumentasi tata tertib dan arsip pesantren. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di Pondok Pesantren Ainul Falah diwujudkan melalui tata tertib, keteladanan ustaz, serta pembiasaan ibadah dan kegiatan sosial santri. Nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kebersihan, dan sopan santun menjadi inti pembinaan. Faktor pendukung meliputi keteladanan pengasuh, budaya pesantren, serta dukungan orang tua. Hambatan yang ditemui antara lain pengaruh teknologi, perbedaan latar belakang keluarga, dan keterbatasan sarana, namun dapat diatasi dengan strategi literasi digital, konseling personal, serta peningkatan fasilitas.
Kata kunci: pendidikan karakter; pesantren; tata tertib; kejujuran; kedisiplina
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJA SAMA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI METODE BERMAIN PERAN
Penelitian ini berfungsi meningkatkan kerja sama anak usia 5-6 tahun. Dari hasil observasi awal yang dilakukan peneliti pada tanggal 18 Juni 2025 di TK Al-Muttaqin Kota Jambi, dengan jumlah anak 17 orang anak, dari 17 anak masih ada yang belum berkembang kemampuan bekerja sama dengan teman. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakan merekadalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap kondisi di mana praktek pembelajaran dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian Pra Siklus mengenai kemampuan kerja sama anak sebelum diberi tindakan lingkup perkembangan bermain dengan teman sebaya belum berkembang sebanyak 10 anak dengan presentase 59% dan anak mulai berkembang 7 anak dengan presentase 41%. Pada lingkup perkembangan merespon pembicaran anak belum berkembang sebanyak 7 anak dengan presentase 41% dan mulai berkembang sebanyak 10 anak dengan prsentase 59%. Siklus I mengenai kemampuan kerja sama anak sebelum diberi tindakan lingkup perkembangan bermain dengan teman sebaya belum berkembang sebanyak 8 anak dengan presentase 47% dan anak mulai berkembang 9 anak dengan presentase 53%. Pada lingkup perkembangan merespon pembicaran anak belum berkembang sebanyak 6 anak dengan presentase 35% dan mulai berkembang sebanyak 11 anak dengan prsentase 65%. Dan siklus II lingkup perkembangan bermain dengan teman sebaya belum berkembang sebanyak 0 anak dengan presentase 0%, anak mulai berkembang 2 anak dengan presentase 12%, Berkembang sesuai harapan sebanyak 2 anak dengan presentase 12% dan berkembang sangat baik sebanyak 13 anak dengan presentase 76%. Pada lingkup perkembangan merespon pembicaran anak belum berkembang sebanyak 0 anak dengan presentase 0%, mulai berkembang sebanyak 1 anak dengan prsentase 6%, Berkembang sesuai harapan sebanyak 2 anak dengan presentase 12%. Dan berkembang sangat baik sebanyak 14 dengan presentase 82%
PERAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DIGITAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENCIPTAKAN BUDAYA INOVASI PENDIDIKAN ERA 4.0
This study aims to explore the role of school principals in integrating technology into teaching and learning, the challenges encountered in the process, and the competencies required for principals to lead digital transformation. A qualitative method with a case study approach was employed in several schools in Indonesia. Data were collected through in-depth interviews with principals, teachers, and students, as well as document analysis related to school technology policies. The findings indicate that principals with a clear vision and adequate technological competence are able to foster the successful integration of technology in instruction. Key challenges include teachers’ resistance to change, limited resources and infrastructure, and the lack of ongoing professional development for teachers. Principals who address these barriers by providing sufficient support, continuous training, and cultivating a culture of innovation can accelerate schools’ digital transformation. Moreover, principals’ technological competencies play an important role in motivating and facilitating teachers to integrate technology. The study offers recommendations for principals to adopt transformational leadership and to place greater emphasis on teacher professional development and the enhancement of technological infrastructure. It is hoped that this research provides insights for education policymakers and school leaders to strengthen technology implementation in schools
MODEL KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF KEPALA PAUD UNGGULAN EL-WAHIED DALAM PENGUATAN KARAKTER ISLAMI PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kepemimpinan transformatif kepala sekolah PAUD Unggulan El-Wahied dalam memperkuat karakter keislaman mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi peserta, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kepemimpinan transformatif yang diterapkan mencakup empat dimensi utama: pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual. Kepemimpinan kepala sekolah diwujudkan melalui nilai-nilai Islam yang patut dicontoh, mengembangkan visi pendidikan karakter, mendorong inovasi dalam pembelajaran, dan memperhatikan kebutuhan individu siswa dan pendidik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa model kepemimpinan transformatif ini efektif dalam memperkuat karakter Islam melalui program pembiasaan, integrasi nilai-nilai agama dalam kurikulum, dan menciptakan lingkungan pendidikan Islam yang kondusif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori kepemimpinan dalam pendidikan Islam anak usia dini dan memberikan implikasi praktis untuk peningkatan kualitas pendidikan karakter di lembaga PAUDPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kepemimpinan transformatif kepala sekolah PAUD Unggulan El-Wahied dalam memperkuat karakter keislaman mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi peserta, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kepemimpinan transformatif yang diterapkan mencakup empat dimensi utama: pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual. Kepemimpinan kepala sekolah diwujudkan melalui nilai-nilai Islam yang patut dicontoh, mengembangkan visi pendidikan karakter, mendorong inovasi dalam pembelajaran, dan memperhatikan kebutuhan individu siswa dan pendidik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa model kepemimpinan transformatif ini efektif dalam memperkuat karakter Islam melalui program pembiasaan, integrasi nilai-nilai agama dalam kurikulum, dan menciptakan lingkungan pendidikan Islam yang kondusif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori kepemimpinan dalam pendidikan Islam anak usia dini dan memberikan implikasi praktis untuk peningkatan kualitas pendidikan karakter di lembaga PAU
INTEGRASI MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY TEMA HEWAN PELIHARAAN DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING UNTUK PENINGKATAN MUTU SDM JENJANG TK
Kemajuan teknologi digital pada pendidikan anak usia dini mendorong penggunaan media pembelajaran interaktif yang mampu menyesuaikan kebutuhan belajar siswa. Augmented Reality (AR) yang dipadukan dengan deep learning menjadi salah satu inovasi yang berpotensi meningkatkan pengalaman belajar. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas media AR bertema hewan peliharaan yang dilengkapi algoritma deep learning dalam memperkuat kemampuan kognitif siswa PAUD. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain Embedded Experimental Design. Subjek penelitian mencakup empat guru dan 20 siswa dari TK Dharmawanita 01 Kendalrejo serta empat guru dan 20 siswa dari RA Al Istiqomah Ponggok yang dipilih secara purposive. Data kuantitatif diperoleh melalui pre-test, post-test, dan angket praktikalitas, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan FGD. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif secara signifikan, dengan kenaikan skor rata-rata 32% pada kelompok eksperimen dibandingkan 15% pada kelompok kontrol. Selain itu, siswa lebih antusias dan terlibat selama pembelajaran, sementara guru menilai media ini praktis dan relevan. Secara keseluruhan, integrasi AR dan deep learning terbukti efektif dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PAUDKemajuan teknologi digital pada pendidikan anak usia dini mendorong penggunaan media pembelajaran interaktif yang mampu menyesuaikan kebutuhan belajar siswa. Augmented Reality (AR) yang dipadukan dengan deep learning menjadi salah satu inovasi yang berpotensi meningkatkan pengalaman belajar. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas media AR bertema hewan peliharaan yang dilengkapi algoritma deep learning dalam memperkuat kemampuan kognitif siswa PAUD.
Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain Embedded Experimental Design. Subjek penelitian mencakup empat guru dan 20 siswa dari TK Dharmawanita 01 Kendalrejo serta empat guru dan 20 siswa dari RA Al Istiqomah Ponggok yang dipilih secara purposive. Data kuantitatif diperoleh melalui pre-test, post-test, dan angket praktikalitas, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan FGD.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif secara signifikan, dengan kenaikan skor rata-rata 32% pada kelompok eksperimen dibandingkan 15% pada kelompok kontrol. Selain itu, siswa lebih antusias dan terlibat selama pembelajaran, sementara guru menilai media ini praktis dan relevan. Secara keseluruhan, integrasi AR dan deep learning terbukti efektif dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PAUD