251 research outputs found

    PENGGUNAAN VIDEO ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun di Raudhatul Athfal Azzam Al-Fazza Mahsyur, melalui demonstrasi berbasis video animasi. Tantangan yang dihadapi meliputi kurangnya metode pengajaran yang sesuai, sehingga anak merasa bosan dan kesulitan memahami materi. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang melibatkan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi anak dan guru, dan Dianalisis menggunakan uji rata-rata dan ketuntasan belajar. Yang diteliti adalah anak usia 5-6 tahun di lokasi penelitian, yaitu Raudhatul Athfal Azzam Al-Fazza Mahsyur. Pada prasiklus, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 10 anak berada pada kategori BSH dalam menjawab pertanyaan kompleks dan menyusun kalimat sederhana, dengan distribusi kategori 4 BB, 5 MB, dan 1 BSB dalam mengekspresikan ide. Pada siklus I, hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua anak (10 anak) berhasil mencapai kategori MB (5 anak) dan BSH (5 anak) di setiap indikator yang dinilai. Pada siklus II, hasil penilaian menunjukkan bahwa semua anak (10 anak) telah mencapai kriteria BSB (Berkembang Sangat Baik) dalam setiap indikator keterampilan berbahasa dan komunikasi, termasuk kemampuan menjawab pertanyaan yang lebih kompleks, mengekspresikan ide, berkomunikasi secara lisan, menyusun kalimat sederhana, dan menunjukkan pemahaman konsep dalam buku cerita. Kesimpulannya, video animasi efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara anak, memperluas kosakata, memperkenalkan struktur kalimat yang tepat, dan memberikan contoh penggunaan bahasa dalam situasi nyata

    STRATEGI PEMBELAJARAN HADIS PADA ANAK USIA DINI DI RA NURUTTAQWA BANJARMASIN

    Full text link
    Early childhood is a golden age that plays a crucial role in laying the foundation of education, particularly in developing moral and religious values through the learning of hadith. Hadith learning at RA Nuruttaqwa Banjarmasin is implemented as part of character building and the habituation of Islamic behavior among children. This study aims to describe the planning, implementation, and assessment of hadith learning for early childhood at RA Nuruttaqwa Banjarmasin. The research employed a qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation involving the head of the institution and group teachers. The findings reveal that hadith learning is planned at the beginning of each semester by setting objectives, processes, and target hadiths to be achieved. Implementation is carried out using habituation, movement, and demonstration methods tailored to the content of each hadith, with a target of one hadith per month. Assessment is conducted daily and semesterly through observation, checklists, and rewards such as praise for children who have memorized the hadith. In conclusion, the hadith learning strategy at RA Nuruttaqwa significantly contributes to shaping Islamic character and behavior in early childhood. It is recommended that teachers continue to develop more interactive learning methods and media and conduct periodic evaluations to ensure that hadith learning emphasizes not only memorization but also comprehension and the application of hadith values in daily life. Keywords: learning strategy, hadith learning, early childhoodMasa anak usia dini merupakan periode emas (golden age) yang sangat penting untuk menanamkan dasar pendidikan, termasuk pendidikan nilai moral dan agama melalui pembelajaran hadis. Pembelajaran hadis di RA Nuruttaqwa Banjarmasin dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan karakter dan pembiasaan perilaku islami pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran hadis pada anak usia dini di RA Nuruttaqwa Banjarmasin. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah serta guru kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran hadis dilakukan setiap awal semester dengan menetapkan tujuan, proses, dan target hadis yang akan dicapai. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan menggunakan metode pembiasaan, gerakan, dan demonstrasi yang disesuaikan dengan isi hadis, dengan target satu hadis setiap bulan. Penilaian dilakukan secara harian dan semester melalui pengamatan, checklist, serta pemberian reward berupa pujian kepada anak yang telah menghafal hadis. Kesimpulannya, strategi pembelajaran hadis di RA Nuruttaqwa berperan penting dalam membentuk perilaku dan karakter islami anak usia dini. Disarankan agar guru terus mengembangkan metode dan media pembelajaran yang lebih interaktif serta melakukan evaluasi berkala agar pembelajaran hadis tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga penghayatan dan penerapan nilai-nilai hadis dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: Strategi Pembelajaran, Pembelajaran Hadis, Anak Usia Din

    IMPLEMENTASI KURIKULUM MU’ADALAH (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN RAFAH)

    Full text link
    This research aims to find out how the Mu’adalah curriculum is implemented at the Rafah Islamic boarding school, to find out what types of curriculums there are and the impact of the implementation of the Mu’adalah curriculum itself. The methodology used is a qualitative descriptive method by collecting data through interviews, observation and documentation. The informants in this research were the Director of Mu’adalah, Curriculum Staff, Santri Care, and teachers. The results of the research found that The implementation of the Mu’adalah curriculum at the Rafah Islamic boarding school does not only focus on intra-curricular activities, but also focuses on extra- curricular and co-curricular activities, and the impact of implementing the mu\u27dalam curriculum is that the mu\u27dalam curriculum is maximally integrated both intracurricular, extracurricular and co- curricular at the three educational centers, namely Islamic boarding schools as school education, family education and community education.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Imlementasi kurikulum mu’adalah di pondok pesantren Rafah, untuk mengetahui apa saja Macam kurikulum maupun dampak dari implementasi kurikulum mu’adalah itu sendiri. Metodologi yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun informan pada penelitian ini adalah Direktur Mu’adalah, Staff Kurikulum, Pengasuhan Santri, dan guru. Hasil penelitian menemukan bahwa: Implementasi kurikulum mu’adalah di pondok pesantren Rafah ini tidak hanya berfokus pada Kegiatan intrakurikuler saja, akan tetapi juga berfokus pada Extrakurikuler dan Ko-kurikuler, dan dampak dari implementasi kurikulum mu’adalah yaitu terintegrasinya kurikulum muadalah secara maksimal baik intrakurikuler, extrakurikuler maupun ko-kurikuler pada tri pusat pendidikan yaitu pesantren sebagai pendidikan sekolah, pendidikan keluarga dan pendidikan masyarakat

    ECOLOGICAL EDUCATION IN THE PERSPECTIVE OF THE QUR’AN: ISLAMIC SOLUTIONS TO ENVIRONMENTAL CRISIS AND CLIMATE CHANGE

    Full text link
    The phenomenon of ecological damage and climate change has developed into a multidimensional crisis that threatens the sustainability of human life on earth. This crisis is not only ecological, but also reflects a moral and spiritual crisis due to the loss of human awareness of the Divine mandate in preserving nature. This research aims to examine the concept of ecological education in the perspective of the Qur\u27an as an Islamic solution to the global environmental crisis. The focus of research is directed at the values of monotheism, the principle of balance (mīzān), and the prohibition of damage (fasād) as the basis for the development of ecological awareness oriented towards responsibility and sustainability.Using a qualitative approach based on thematic interpretation (maudhu\u27i), this study analyzes the verses of the Qur\u27an that discuss the earth (ardh) and the relationship between humans and nature. The results of the study show that the Qur\u27an places the earth as a Divine mandate that must be maintained through the principles of responsibility, balance, and sustainability. These findings led to the construction of a Qur\u27anic ecological education model that emphasizes the spiritual and ethical dimensions in human interaction with the environment. The implications of the study affirm the importance of integrating ecotheological education into the Islamic curriculum as well as the formulation of global environmental policies based on Qur\u27anic values as a preventive step in dealing with contemporary ecological crises

    ANALISIS KELAYAKAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS GUIDED INQUIRY PADA MTS NEGERI 1 LUBUKLINGGAU

    Full text link
    The purpose of this study was to determine the feasibility of guided inquiry-based student worksheets on the topics of temperature, heat, and expansion. The approach used in this study was the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Feasibility was tested by asking experts in the fields of subject matter, media, and language to fill out a questionnaire designed to determine the feasibility of the product being developed. The subject matter expert validation scored 43 in the excellent category, the media expert validation scored 48 in the excellent category, and the language expert validation scored 69 in the excellent category, so that this guided inquiry-based student worksheet is considered very feasible and can be used as teaching material by students and teachers. Keywords: Student Worksheet, Guided Inquiry, ADDIE ModelTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan lembar kerja peserta didik berbasis guided inquiry pada materi suhu, kalor, dan pemuaian. Metode pendekatan pada penelitian ini adalah model ADDIE (Analisiz, Design, Developmen, Implementation, and Evaluation). Uji kelayakan didapatkan dengan meminta pakar pada bidang materi, media, dan bahasa untuk mengisi angket yang dibutuhkan untuk mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan. Validasi ahli materi mendapatkan skor 43 dengan kategori sangat baik, validasi ahli media mendapatkan skor 48 dengan kategori sangat baik, dan validasi ahli bahasa mendapatkan skor 69 dengan kategori sangat baik, sehingga lembar kerja peserta didik berbasis guided inquiry ini dikatakan sangat layak dan dapat digunakan sebagai bahan ajar oleh siswa dan guru. Kata kunci : Lembar Kerja Peserta Didik, Guided Inquiry, Model ADDIE

    Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Melalui Penggunaan Media Boneka Tangan Di Kelompok A (4-5 Tahun) TK Aisiyah Bustanul Atval Ukui–Pelalawan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui media boneka tangan pada anak Kelompok A di TK Aisiyah Bustanul Atval. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas kolaboratif yang menggunakan model Kemmis dan dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini sebanyak 13 anak yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Objek penelitian ini adalah kemampuan berbicara melalui media boneka tangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi (lembar observasi), dan dokumentasi (catatan-catatan selama proses kegiatan berlangsung, video, gambar atau foto, dan RPP). Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini apabila kemampuan berbicara anak telah mencapai 80% dengan kriteria sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada kemampuan berbicara melalui media boneka tangan pada anak Kelompok A di TK Aisiyah Bustanul Atval. Hasil observasi yang dilakukan pada saat Siklus I mencapai 58,11%, Siklus II mencapai 91,02%. Hal tersebut telah mencapai kriteria keberhasilan penelitian sebesar 90% dengan kriteria sangat baik. Langkah-langkah yang ditempuh untuk meningkatkan kemampuan berbicara melalui media boneka tangan yaitu sebagai berikut: 1) Peneliti bercerita menggunakan boneka tangan; 2) Peneliti mengelompokkan anak, tiap kelompok terdiri dari dua atau tiga anak; 3) Anak-anak mengulang kembali cerita yang telah disampaikan oleh peneliti; serta 4) Peneliti memberikan motivasi dan reward berupa “Tanda BintangPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui media boneka tangan pada anak Kelompok A di TK Aisiyah Bustanul Atval. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas kolaboratif yang menggunakan model Kemmis dan dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini sebanyak 13 anak yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Objek penelitian ini adalah kemampuan berbicara melalui media boneka tangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi (lembar observasi), dan dokumentasi (catatan-catatan selama proses kegiatan berlangsung, video, gambar atau foto, dan RPP). Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini apabila kemampuan berbicara anak telah mencapai 80% dengan kriteria sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada kemampuan berbicara melalui media boneka tangan pada anak Kelompok A di TK Aisiyah Bustanul Atval. Hasil observasi yang dilakukan pada saat Siklus I mencapai 58,11%, Siklus II mencapai 91,02%. Hal tersebut telah mencapai kriteria keberhasilan penelitian sebesar 90% dengan kriteria sangat baik. Langkah-langkah yang ditempuh untuk meningkatkan kemampuan berbicara melalui media boneka tangan yaitu sebagai berikut: 1) Peneliti bercerita menggunakan boneka tangan; 2) Peneliti mengelompokkan anak, tiap kelompok terdiri dari dua atau tiga anak; 3) Anak-anak mengulang kembali cerita yang telah disampaikan oleh peneliti; serta 4) Peneliti memberikan motivasi dan reward berupa “Tanda Bintang”

    MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN MEMBATIK ECOPRINT

    Full text link
    This study aims to enhance the creativity of 5-6 year-old children at Taman Kanak-Kanak Islam Ahsan in Jambi City through ecoprint batik activities using the Classroom Action Research (CAR) method. Based on observations conducted by the researcher from December 18-20, 2023, involving 16 children at TK Islam Ahsan, daily and weekly analyses indicated that 12 children had not shown adequate development in their creativity. Specifically, 75% of the children were categorized as "Not Developing" (BB) in terms of curiosity and challenge progress in the art creativity indicators. The research employed the CAR method, which consisted of two cycles. In Cycle I, the intervention involved ecoprint batik activities using natural materials such as oranges and celery. In Cycle II, evaluation and reflection on the results from the previous cycle were carried out. Observations revealed a significant improvement in drawing skills and the creation of works resembling real forms. In both Cycles I and II, there was a shift to the "Starting to Develop" (MB), "Developing as Expected" (BSH), and "Developing Very Well" (BSB) categories. Supporting factors in this study included the engaging and enjoyable ecoprint method, skilled educator support, and a positive learning environment. Conversely, limiting factors included time constraints, resource availability, and individual differences in children\u27s skills and interestsPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Islam Ahsan Kota Jambi melalui kegiatan membatik ecoprint dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti pada tanggal 18-20 Desember 2023, terdapat 16 anak di TK Islam Ahsan, dengan hasil analisis harian dan mingguan menunjukkan bahwa 12 anak belum menunjukkan perkembangan yang memadai dalam kreativitas mereka. Rinciannya adalah sebagai berikut: pada indikator kreativitas seni, 75% anak berada dalam kategori "Belum Berkembang" (BB) dalam hal rasa ingin tahu dan tantangan kemajuan. Penelitian ini menggunakan metode PTK yang terdiri dari dua siklus. Pada siklus I, intervensi dilakukan dengan kegiatan membatik ecoprint yang menggunakan bahan alami seperti jeruk dan seledri, dan pada siklus II, dilakukan evaluasi dan refleksi terhadap hasil dari siklus sebelumnya. Hasil observasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan menggambar dan pembuatan karya yang menyerupai bentuk nyata. Pada siklus I dan II, terjadi pergeseran ke kategori "Mulai Berkembang" (MB), "Berkembang Sesuai Harapan" (BSH), dan "Berkembang Sangat Baik" (BSB). Faktor pendukung dalam penelitian ini meliputi metode ecoprint yang menarik dan menyenangkan, dukungan dari pendidik yang terampil, serta lingkungan belajar yang positif. Sebaliknya, faktor penghambat termasuk keterbatasan waktu, sumber daya, dan perbedaan individu dalam keterampilan dan minat ana

    MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji pemanfaatan limbah kertas daun dan plastik (KDP) dalam pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Buah Hati Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dirancang untuk memperbaiki proses dan hasil belajar siswa melalui tindakan pembelajaran yang inovatif. Sebelum intervensi KDP, kreativitas anak-anak sebagian besar berada pada kategori Belum Berkembang (BB) dan Mulai Berkembang (MB). Pada tahap prasiklus, anak-anak menunjukkan keterbatasan dalam menghasilkan bentuk, rasa ingin tahu, dan kemampuan mencipta secara mandiri. Implementasi KDP dalam pembelajaran menunjukkan dampak positif pada kreativitas anak-anak. Pada Siklus I, meskipun ada peningkatan, anak-anak masih membutuhkan bantuan dalam berkarya. Namun, pada Siklus II, sebagian besar anak berada dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Teknik seperti semprotan warna dan jiplak daun lebih efektif dalam merangsang kreativitas dibandingkan teknik sebelumnya. Hasil akhir menunjukkan bahwa penggunaan KDP secara signifikan meningkatkan kemampuan anak dalam menghasilkan bentuk, rasa ingin tahu, dan kemandirian dalam proses kreatif. Penelitian ini menekankan pentingnya inovasi dalam metode pembelajaran untuk memaksimalkan pengembangan keterampilan kreatif dan kemandirian anak di usia din

    IMPLEMENTASI GERAKAN ANTI BULLIYING MENCIPTAKAN SEKOLAH AMAN

    Full text link
    Bullying merupakan salah satu permasalahan serius yang kerap terjadi di lingkungan sekolah dasar dan berdampak negatif pada perkembangan psikologis maupun sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi gerakan anti bullying yang terjadi di SDN 064 Bakung Padang Kecamatan Muaro Sebo Kabupaten Muaro Jambi, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk menciptakan sekolah yang aman. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan sosialisasi terkait pencegahan bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying di sekolah ini muncul dalam bentuk ejekan, pengucilan, dan tindakan fisik ringan antar siswa. Upaya sekolah selama ini masih terbatas pada pemberian sanksi setelah terjadi kasus, sehingga belum efektif mencegah bullying. Penelitian ini menemukan bahwa kegiatan sosialisasi pencegahan bullying yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua dapat meningkatkan kesadaran bersama tentang bahaya bullying, membangun empati antar siswa, serta memperkuat peran guru dan orang tua dalam pengawasan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi pencegahan berbasis sosialisasi dan kolaborasi seluruh warga sekolah sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan sisw

    PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF BOWLING RAINBOW UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia 5-6 tahun melalui media permainan Bowling Rainbow di TK Al-Anshor. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan berbasis siklus, yang terdiri dari pratindakan, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan tindakan, kemampuan sosial emosional anak belum berkembang dengan optimal, dengan persentase sebesar 28,89%. Setelah penerapan media Bowling Rainbow, terjadi peningkatan yang signifikan pada kemampuan prososial anak, mencakup tiga indikator utama. Pada tahap pratindakan, nilai awal menunjukkan persentase sebesar 32,08%. Selanjutnya, pada siklus I pertemuan I, persentase meningkat menjadi 38%, lalu berturut-turut menjadi 60,04% pada pertemuan II, dan 66,67% pada pertemuan III. Peningkatan berlanjut pada siklus II dengan hasil 76,25% pada pertemuan I, 79,58% pada pertemuan II, dan mencapai puncaknya sebesar 82,50% pada pertemuan III. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media permainan Bowling Rainbow secara efektif dapat meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia 5-6 tahun. Peningkatan yang konsisten pada setiap siklus menunjukkan bahwa metode ini layak digunakan sebagai salah satu strategi pengembangan kemampuan sosial emosional di pendidikan anak usia din

    224

    full texts

    251

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Irfani
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇