Irfani
Not a member yet
251 research outputs found
Sort by
Implementasi Kinerja Guru Tersertifikasi Dalam Pengelolaan Pembelajaran di SMP Negeri Sinombayuga Posigadan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kinerja guru Tersertifikasi dalam pengelolaan pembelajaran di SMP Negeri Sinombayuga Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, serta mengidentifikasi hambatan dan solusi terhadap kinerja guru.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan prosedur pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan memberikan makna terhadap informasi data yang berhasil dikumpulkan, dan dari makna itulah ditarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Implementasi kinerja guru tersertifikasi dalam pengelolaan pembelajaran di SMP Negeri Sinombayuga Kecamatan Posigadan, berdasarkan hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG) pada semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020, rata-rata keseluruhan komponen yang dinilai untuk kompetensi pedagogik dan professional yaitu 88.68 (Sangat Baik), hasil penilaian Kompetensi Kepribadian 91,66 (Sangat Baik), dan hasil penilaian kompetensi sosial 92,86 (Sangat Baik)
Peran Lingkungan Madrasah Dalam Mengatasi Kenakalan Siswa
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk-bentuk kenakalan siswa, bagaimana peran lingkungan madrasah dalam mengatasi kenakalan siswa, faktor-faktor pendukung dan penghambat peran lingkungan madrasah dalam mengatasi kenakalan siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk kenakalan siswa, untuk mengetahui peran lingkungan madrasah dalam mengatasi kenakalan siswa, untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dan pendukung peran lingkungan madrasah dalam mengatasi kenakalan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata dengan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menerangkan bahwa peran lingkungan madrasah dalam mengatasi kenakalan siswa dengan menerapkan peraturan tata tertib sekolah, pelanggaran terhadap kegiatan belajar mengajar, pelanggaran terhadap ketenteraman sekolah, dan pelanggaran terhadap etika pergaulan dengan warga sekolah. Upaya sekolah dalam menanggulangi kenakalan siswa dilaksanakan dalam bentuk program tahunan sekolah berbasis karakter yang meliputi: (a) Aspek pembinaan, (b) Aspek pencegahan kenakalan siswa. Faktor-faktor pendukung dan penghambat sekolah dalam mengatasi kenakalan siswa dapat dikelompokkan dalam dua faktor, yaitu: (1) kendala internal sekolah, dan (2) kendala eksternal
Eksistensi Penyuluh Agama Islam Dalam Menangkal Faham Radikalisme di Kecamatan Suwawa Timur Kabupaten Bone Bolango
Studi ini mencoba melakukan telaah analisa terhadap keberadaan penyuluh agama Islam dalam upaya untuk menangkal faham radikalisme. Penyuluh agama Islam merupakan salah satu komponen yang memiliki peran sangat urgen di Kementerian Agama. Baik secara teknis maupun secara personal keberadaan mereka sangat tepat dalam rangka menangkal faham radikalisme, melalui strategi penyuluhan atau dakwah, hal ini dimungkinkan karena aktivitas mereka langsung bersosialisasi dengan kehidupan masyarakat. Dalam kaitan dengan faham radikalisme memang di Kecamatan Suwawa Timur Kabupaten Bone Bolango belum ada satupun isu tentang adanya faham radikalisme, akan tetapi potensi ke arah itu bisa saja terjadi, jika kemudian tidak dilakukan pencegahan sejak dini. Peran pencegahan inilah yang kemudian membutuhkan pemahaman dasar dalam beragama sehingga tidak terpapar oleh faham radikalisme. Untuk maksud tersebut, maka telaah ini didasarkan pada pokok permasalahan yakni: 1) Bagaimana kegiatan penyuluh agama Islam dalam menangkal faham radikalisme di Kecamatan Suwawa Timur Kabupaten Bone Bolango, 2) Kendala dan Solusi dihadapi apa dalam melakukan penyuluhan menangkal faham radikalisme di Kecamatan Suwawa Timur Kabupaten Bone Bolango, 3) Bagaimana tanggapan masyarakat Kecamatan Suwawa Timur terhadap upaya penyuluhan dalam menangkal faham radikalisme.
Hasil penelitian menunjukkan adanya kegiatan dan gerakan yang dilakukan secara positif oleh para penyuluh agama Islam di Kecamatan Suwawa Timur Kabupaten Bone Bolango, dengan gerakan dakwah yang memanfaatkan potensi keagamaan di masing-masing desa serta kerjasama dengan pemerintah desa. Kendalanya adalah kehidupan sosial masyarakat yang beragam untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, solusinya adalah memacu semangat dan kesadaran para penyuluh agama Islam dengan rasa tanggungjawab yang tinggi dalam melakoni tugas yang diamanahkan kepada mereka. Dengan itu semua maka gerakan dakwah melalui pemanfaatan seluruh potensi masyarakat di Kecamatan Suwawa Timur Kabupaten Bone Bolango terus dilakukan secara dinamis dan berkelanjutan. Hal ini mengindikasikan bahwa penyuluh agama Islam di Kecamatan Suwawa Timur Kabupaten Bone Bolango terus eksis dengan gerakan bimbingan dan penyuluhannya
Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Implikasi Terhadap Peningkatkan Mutu Pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo
Artikel ini bertujuan untuk melihat strategi kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo, factor-faktor yang menjadi penghambat strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo dan Solusi dari Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan strategi kepala Madrasah dalam peningkatan mutu guru,yaitu: 1) Keadaan mutu guru yaitu jumlah guru keseluruhan 68 orang, berijazah S1 50 orang, S2 18 orang . guru yang PNS 52 orang, dan guru yang GTT 14 orang. Semua guru membuat Silabus, RPP, penilai dan Jurnal. 2) Strategi Kepala Madrasah dalam peningkatan guru, a) Menyelenggarakan penataran (workshop) Madrasah. b) Memberi kesempatan kepada guru untuk meningkatkan pendidikannya. c) menyarankan guru agar melanjutkan ke S2. d) mningkatkan sikap profesionalisme guru. Yaitu kepala Madrasah menjalankan supervise untuk penilain guru setiap satu semester , dan e) menyarankan agar guru selalu rajin membaca, dan belajar, 3) kendala yang dihadapi kepala Madrasah dalam peningkatan mutu guru, antara lain: kemampuan teknologi guru yang kurang, kedisiplinan guru kurang jarak rumah dengan Madrasah jauh. (4) solusi yang diberikan oleh kepala Madrasah dalam peningkatan mutu guru yaitu menganjurkan guru agar kursus komputer, memberikan pembinaan, motivasi, ,dan saran agar guru berangkat lebih pagi dari rumahnya
NILAI-NILAI KEPEMIMPINAN DALAM FILM JOKOWI (ANALISIS SEMIOTIKA)
Nilai-nilai kepemimpinan dalam Film Jokowi sedikitnya tiga hal, yaitu sederhana, cerdas, dan jujur (amanah). Dengan begitu, film ini memberikan pesan moral kepada semua penonton yang menikmati tayangan tersebut, karena dengan kesederhanaan dan kejujuran seseorang mampu menunjukan kualitas diri dan menjadi orang nomor 1 di Indonesia.Adanya film ini, membuat semua mata terpana, dalam sejarah kebangsaan Indonesia, telah mengajarkan kepada kita semua bahwa orang biasa saja—bukan keturunan konglongmerat—selama ia memiliki dedikasi dan kejujuran serta pengabdian yang tulus kepada masyarakat, dengan sendirinya memberikan efek positif bagi individu itu sendiri. Dengan demikian, Film Jokowi telah menginspirasi semua orang di Indonesia, siapapun dan dari mana asalnya, bisa menjadi pemimpin di negeri ini
MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA MELALUI TEKNIK BIMBINGAN KELOMPOK DI KELAS VIIA SMP Negeri I TILONGKABILA KABUPATEN BONE BOLANGO TAHUN AJARAN 2017/2018
Hasil penelitian pada siklus I diperoleh peningkatan rasa percaya diri siswa pada kategori baik sekali meningkat 26,7% berjumlah 4 orang siswa, kategori baik berjumlah 2 orang siswa atau 13,3%. Untuk tindakan pada siklus 2 rasa percaya diri siswa meningkat pada kategori baik sekali 8 orang atau 53,3%, kategori baik mencapai 4 orang atau 26,7% yang telah mampu. Sehingga telah mencapai 80%. Kategori cukup berkurang menjadi 13,3% atau 2 orang siswa sedangkan kategori kurang 6,7% atau 1 orang siswa yang belum memiliki rasa percaya diri. Dari hasil data disimpulkan bahwa teknik bimbingan kelompok dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa
BAHASA ARAB DI INDONESIA: (Studi tentang Prospek dan Pengaruhnya)
Pengaruh bahasa Arab pada bahasa yang ada di Nusantara seperti yang telah diteliti dalam naskah Melayu, sudah berlangsung sejak abad ke-13 yang dibawa oleh pedagang dari Gujarat, India. Pada waktu itu, bahasa pergaulan yang banyak digunakan adalah bahasa Melayu, yang pada awalnya miskin kata-kata yang memberi pengertian tentang kerohanian dan perasaan keagamaan, di sini bahasa Melayu hanya meminjam kata-kata Arab, sebagaimana bahasa Melayu meminjam dari bahasa Sansekerta untuk keperluan yang sama. Peranan bahasa Arab di masa yang akan datang juga memperlihatkan prospek yang cerah, karena motifnya bukan hanya motif agama semata, tetapi juga motif-motif lain yang lebih luas yakni; bahasa Arab mempunyai dua keutamaan: pertama sebagai bahasa al-Qur’an dan agama Islam; kedua, sebagai bahasa hidup yang mampu memelihara kesinambungan dan perkembangannya sendiri
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENDEKATAN HABITUASI
Departemen Pendidikan Amerika Serikat mendefinisikan pendidikan karakter sebagai proses belajar yang memungkinkan peserta didik dan orang dewasa untuk memahami, peduli, dan bertindak pada nilai-nilai etika inti, seperti rasa hormat, keadilan, kebajikan warga Negara yang baik, dan bertanggung jawab bagi diri sendiri dan orang lain.Pendidikan karakter juga bertujuan meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang sesuai dengan standar kompetensi lulusan.Pendidikan katakter akan sangat berpengaruh pada perkembangan suatu bangsa. Salah satu metode yang dapat dilakukan oleh pendidik dalam memnbentuk karakter peserta didik adalah dengan pendekatan habituasi. Karena dalam membentuk perilaku atau karakter seseorang itu membutuhkan pembiasaan-pembiasaan yang harus dia lakukan secara konsisten.
 
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN RESOURCE-BASED-LEARNING (RBL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS VII SMP NEGERI 10 KOTA GORONTALO
Studi ini bertujuan untuk mengetahui hasil aktivitas belajar peserta didik yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran resource-based-learning (RBL).Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode quasi eksperimen atau eksperimen semu dan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji ANAVA 2 x 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar IPA peserta didik yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran RBL meningkat. Hal ini ditunjukkan pada pengujian hipotesis yang menunjukkan bahwa Fhitung > Ftabel atau 80,9094 > 4.05pada α= 0,05 artinya ada pengaruh yag signifikan dalam penerapan strategi pembelajaran RBL terhadap hasil belajar peserta didi
MENGEMBANGKAN SIKAP KEMANDIRIAN MELALUI PENDIDIKAN BOARDING SCHOOL DI MADRASAH TSANAWIYAH HUBULO KECAMATAN TAPA KABUPATEN BONE BOLANGO
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: sikap kemandirian melalui pendidikan Boarding School, faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan sikap kemandirian melalui pendidikan Boarding School di Madrasah Tsanawiyah Hubulo Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologis-edukatif. Informan penelitian ini adalah kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru, pembina asrama dan peserta didik. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data melalui 1) Ketekunan pengamatan, 2) Perpanjangan keikutsertaan dan 3) Trianggulasi. Hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa sikap kemandirian melalui kegiatan Boarding School di Madrasah Tsanawiyah Hubulo Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango diantaranya mengurus keperluan diri maupun belajar mandiri dilakukan secara berulang-ulang yang menjadikan suatu kebiasaan seperti kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan dengan keteladanan, kegiatan dilakukan atas dasar inisiatif sendiri, tanggung jawab, serta disiplin. Faktor pendukungnya adalah adanya pandangan yang sama antara asrama dan sekolah, aturan di asrama dan sekolah serta kerjasama team yang baik yang didasari oleh semangat pengabdian pengelola kegiatan Boarding School. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat yaitu adanya latar belakang keluarga, adanya keragaman watak peserta didik, sebagian kecil peserta didik yang tidak tahan dengan kondisi lingkungan asrama, kemandirian belajar dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri peserta didik, maupun yang berasal dari luar yaitu lingkungan keluarga, sekolah, sosial ekonomi dan masyarakat. Implikasi sikap kemandirian peserta didik menunjukkan tingkat kemandirian yang baik dalam hal kemandirian emosional, tingkah laku dan kemandirian nilai