Irfani
Not a member yet
251 research outputs found
Sort by
MODEL PEMBELAJARAN COMPONENT DISPLAY THEORY-SELF CONFIDENCE (CDT’S) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Menggunakan model pembelajaran yang dikembangkan oleh David Merrill tahun 1983 dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam cenderung belumlah cukup, karena harapan akhir dari Pembelajaran Agama Islam adalah pada tataran pengamalan. Untuk sampai pada tingkat pengamalan maka tingkat unjuk kerja (1) mengingat (baik mengingat verbal maupun memahami), (2) menggunakan dan (3) menemukan, hendaknya ditambah dengan meyakini sehingga potensi pengamalan akan lebih besar. Meyakini (self-cinfidence) selanjutnya menjadi tambahan unjuk kerja CDT sehingga menjadi CDT’s (Component Display Theory-Self confidence). Model ini dipandang cenderung lebih tepat, mengingat bahwa keyakinan diri lebih dekat pada pengenalan diri, dan pengenlan diri lebih dekat dengan pengenalan pada Tuhannya untuk selanjutnya mengenal Allah SWT. Untuk menemukan Model CDT’s digunakan penelitian pengembangan menurut Borg & Gall 1983. Kesimpulannya adalah Model CDT’s (1) adalah pengembagangan Model CDT Merril yang pada tingkatan unjuk kerja ada penambahan “meyakini” , dan (2) pada tipe isi ajaran/materi sajian pembelajaran ada penambahan “fardhu ‘ain (wajib). Dengan demikian dua konten utama yang menambah model CDT menjadi CDT’s yaitu; keyakinan dan ‘ain (wajib). Dan (2) Keyakinan adalah perilaku melaksanakan (taat) yang menunjukkan kemampuan diri dalam melakukan sebuah tindakan dan menyelesaikannya dengan pencapaian sesuai harapan yang tertinggi. Dalam persepektif PAI, keyakinan itu adalah sikap tunduk pada perintah Allah SWT pada yang wajib (‘ain), dan melaksanakannya dengan sempurna
METACOGNITIVE AWARENESS PESERTA DIDIK MADRASAH TSANAWIYAH SE-KOTA GORONTALO PADA PENERAPAN PEMBELAJARAN DARING
This study aims to determine the Metacognitive Awareness profile of Madrasah Students throughout Gorontalo City in the Application of Online Learning. The research method used is quantitative descriptive research, with the survey method, which is the main data collection technique by providing questions/statements that will be filled in/answered by research respondents. So the survey method is a method to obtain data/information from individuals/groups that represent a population in a representative manner. The results of the study, namely the Metacognitive Awareness Profile, consist of two main indicators, namely cognition knowledge consisting of declarative knowledge, procedural knowledge, and conditional knowledge, cognition experience/regulation indicators consisting of planning, monitoring, information management strategies, prediction strategies, and evaluation. For this reason, the indicator was used to obtain 52 questionnaire items from MAI. The research was conducted in 9 madrasahs throughout the city of Gorontalo. The data found that madrasah students throughout the city of Gorontalo in general have Metacognitive Awareness of online learning in the good and very good categories.
Tujuan Penelitian ini yakni untuk mengetahui profil Metacognitive Awareness Peserta Didik Madrasah se-Kota Gorontalo pada Penerapan Pembelajaran Daring. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian deskriptif kuantitatif, dengan metode survey, yakni teknik pengumpulan data utama dengan cara memberikan pertanyaan/pernyataan yang akan diisi/dijawab oleh responden penelitian. Jadi metode survei merupakan metode untuk menndapatkan data/informasi dari individu/kelompok yang mewakili sebuah populasi secara representatif. Hasil Penelitian yakni Profil Metacognitive Awareness terdiri atas dua indicator utama yakni pengetahuan kognisi yang terdiri atas pengetahuan deklaratif, pengetahuan procedural, dan pengetahuan kondisional, indikator pengalaman/regulasi kognisi terdiri atas perencanaan, monitoring, strategi manajemen infornmasi, strategi prediksi dan Evaluasi. Untuk itu digunakan indicator tersebut untuk memperoleh 52 item kuesioner dari MAI. Penelitian dilaksanakan pada 9 madrasah se kota Gorontalo. Data yang ditemukan bahwa peserta didik madrasah se-kota Gorontalo secara umum memiliki Metacognitive Awareness pembelajaran daring pada kategori baik dan sangat baik.
 
ANALISIS DAN DESAIN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS HOTS DAN LITERASI PADA PEMBELAJARAN IPA
The purpose of this study is to develop a problem-based learning model based on higher order of thinking skills. The research method used is the ADDIE Research and Development model which is limited to the Analysis and Design Steps. The tools developed are RPP, LKPD, Assessment Instruments. The results of the research are that the HOTS-based and Literacy-based PBL learning device products have real characteristics in learning, arranged systematically with PBL syntax, will develop HOTS and student literacy. and the final product of the learning device meets the valid criteria seen from the validator score.
Keywords: Learning Tools, ADDIE, PBL, HOTSTujuan Penelitian ini yakni untuk mengembangkan perangkat pembelajaran model problem based learning berbasis higher order of thinking skill. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian Research and Development model ADDIE yang terbatas pada Langkah Analisys dan Design. Perangkat yang dikembangkan yakni Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan Instrumen Penilaian. Hasil penelitian yakni Produk perangkat pembelajaran model PBL berbasis HOTS dan Literasi memiliki karakteristik nyata dalam pembelajaran, tersusun secara sistematis dengan sintaks PBL, akan mengembangkan HOTS dan literasi peserta didik. dan Produk akhir perangkat pembelajaran memenuhi kriteria valid dilihat dari skor validator.
Kata Kunci: Perangkat, ADDIE, PBL, HOT
MEMBANGUN GENERASI QUR’ANI: KAJIAN IMPLEMENTASI KURIKULUM AL-AZHAR KAIRO MESIR DI AZHARI ISLAMIC SCHOOL GORONTALO
Penelitian ini bertujuan untuk melihat implementasi kurikulum Al-Azhar Kairo Mesir di Azhari Islamic School Gorontalo. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitatif dengan Teknik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa Kurikulum di Azhari Islamic School Gorontalo memakai kurikulum al-Azhar Kairo, yakini metode Talaqqi dalam menghafal al-Qur’an, pembelajaran bahasa Arab menggunakan buku dengan pengantar bahasa Arab, pembelajaran Islamic Studies dengan pengantar bahasa Arab yang memiliki fungsi sebagai media belajar membaca al-Qur’a
Education Marketing Strategy in Al-Amalul Khair Palembang Islamic Junior High School
This study aims to find out about the education marketing strategy carried out by the Al-Amlaul Khair Islamic Junior High School, as well as the factors that influence the education marketing strategy at the Al-Amlaul Khair Islamic Junior High School. This research method is in the form of qualitative descriptive, data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The key informant in this study was the principal, and the supporting informants were educators, education staff, students, and the community around the Al-Amlaul Khair Islamic Junior High School. The results of this study indicate that the Al-Amlaul Khair Islamic Junior High School has implemented a fairly good educational marketing strategy, several programs and services are offered and can attract public interest and taste, the promotional activities carried out by the school are quite good and a special team has been formed to promote education. Promotional activities carried out by schools include placing banners, distributing brochures, placing advertisements, and outreach to other schools. There is something unique about the promotion at Al-Amlaul Khair Islamic Junior High School, namely "picking up the ball", in which the school gives a brochure to each student and students distribute it to their respective addresses, if the student succeeds in bringing in a new student, the student will be given a prize. from school.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang startegi pemasaran pendidikan yang dilakukan oleh sekolah MTs Al- Amlaul Khair Palembang, serta faktor yang mempengaruhi startegi pemasaran pendidikan di MTs Al- Amlaul Khair Palembang. Metode penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini ialah kepala sekolah, dan informan pendukungnya ialah tenaga pendidik, tenaga kependidikan, siswa dan masyarakat sekitar sekolah MTs Al- Amlaul Khair Palembang. Hasil peneltian ini menujukan bahwa sekolah MTs Al- Amlaul Khair Palembang telah menerapkan strategi pemasaran pendidikan yang cukup baik, beberapa program dan pelayanan yang ditawarkan dan dapat menarik minat serta selera masyarakat, kegiatan promosi yang dilakukan sekolah cukup baik dan dibentuk tim khusus untuk mempromosikan pendidikan. Kegiatan promosi yang dilakukan sekolah seperti, memasang spanduk, menyebar brosur, memasang iklan dan sosialisai ke sekolahan lain. Ada yang unik dalam promosi di MTs Al- Amlaul Khair Palembang yaitu “menjemput bola”, yang mana pihak sekolah memerikan brosur ke setiap siswa dan siswa menyebarnya ke alamatnya masing-masing, jika siswa tersebut berhasil membawa calon siswa baru, maka siswa tersebut diberi hadiah dari sekolah
MANAJEMEN STRATEGIK KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG KONDUSIF
This study aims to determine the principal\u27s strategic management in developing a conducive school environment. The research method used is a descriptive quantitative research using a questionnaire instrument with a sample of 20 teachers. The results of the study, namely the management of the principal\u27s strategy for teachers in developing a conducive school environment at SDN 2 Gorontalo were in the good category with an average percentage of around 75.67%. This percentage gain is an accumulation of the dimensions of the principal\u27s planning strategy in developing a conducive school environment which is in the good category with a percentage of 75%, the dimensions of the principal\u27s implementation strategy in developing a conducive school environment are in the good category with a percentage of 77%, and follow-up strategies principals in developing a conducive school environment are in the good category with a percentage of 75%. The position of the principal when acting as the principal is very strategic or supportive to create a school environment. Because, the core element of the organizational environment is the relationship between school personnel, in the role of the principal when he becomes the principal it is stated that he has a function in realizing harmonious human relations to foster and develop cooperation between personnel.Tujuan Penelitian ini yakni untuk mengetahui manajemen strategi kepala sekolah dalam pengembangan lingkungan sekolah yang kondusif.. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian kuantitatif deskripstif, dengan sampel sebanyak 20 orang guru, menggunakan instrument angket. Hasil penelitian yakni manajemen strategi kepala sekolah bagi guru-guru dalam pengembangan lingkungan sekolah yang kondusif di SDN 2 Gorontalo berada pada kategori baik dengan persentase rata-rata sekitar 75.67%. Perolehan persentase ini merupakan akumulasi dari dimensi Strategi perencanaan kepala sekolah dalam pengembangan lingkungan sekolah yang kondusif berada pada kategori baik dengan persentase 75%, dimensi strategi pelaksanaan kepala sekolah dalam pengembangan lingkungan sekolah yang kondusif berada pada kategori baik dengan persentase 77%, dan strategi tindak lanjut kepala sekolah dalam pengembangan lingkungan sekolah yang kondusif berada pada kategori baik dengan persentase 75%. Posisi kepala sekolah ketika berperan sebagai kepala sangat strategis atau mendukung untuk menciptakan lingkungan sekolah. Karena, unsur inti dari lingkungan organisasi adalah hubungan antar personel sekolah, dalam peranan kepala sekolah ketika menjadi kepala sekolah disebutkan mempunyai fungsi dalam mewujudkan hubungan manusiawi yang harmonis dalam rangka membina dan mengembangkan kerjasama antar personel
PEMBINAAN KEPALA MADRASAH DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU
Tujuan Penelitian ini yakni untuk mengetahui pembinaan kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi kepribadian guru dan mengetahui faktor-faktor yang menjadi hamabatan dan penunjang dalam pembinaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan yakni pedoman observasi, pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yakni Observasi, pengamatan, Wawancara, Dokumentasi. Dalam menganalisis data digunakan Reduksi data, Penyajian data, Penarikan kesimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bentuk pembinaan yang dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi kepribadian guru, yakni pemberian contoh perilaku yang baik, yang menjadi teladan. Seperti berkomunikasi dengan baik, memberikan bimbingan baik dimadrasah dan diluar madrasah serta memberikan pelatihan-pelatihan kepada guru-guru berupa workshop, pelatihan administarsi, manajemen dan muatan lokal. Bentuk hambatan yakni faktor internal meliputi ketidakhadiran guru pada saat bimbingan, tidak terbuka dengan masalah, faktor eksternal yakni kondisi lingkungan dan perubahan teknologi seperti banjir, hujan dan komputer rusak. Bentuk faktor penunjang, mengarah pada kemauan dan keinginan guru untuk dibina. Usaha sadar yang demikian kemudian memotivasi kepala madrasah terus berupaya dan melakukan pembinaan dalam memantapkan salah satu kompotensi yang harus dimiliki oleh guru, yaitu kompetensi kepribadian
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN:MENYOAL RELEVANSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER GENERASI MUDA
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) diperlukan karena memiliki nilai strategis dalam mendorong terbentuknya national character building. Karakter ini penting guna mencipatakan sebuah kondisi tatanan kewarganegaraan yang baik. Relevansi Pendidikan kewarganegaraan terhadap negara adalah perihal kontribusi bidang pendidikan untuk membangun karakteristik-karakteristik dari seorang, agar mampu melaksanakan tanggung jawabnya sebagai warga negara. Melalui penelusuran kepustakaan, Tulisan ini berupaya Menggambarkan relevansi Pendidikan Kewarganegaraan dalam membentuk karakter Generasi Muda. Hasil penelitian mendeskripsikan tiga komponen utama yang penting dan kemudian menjadi intisari keterkaitan pendidikan kewarganegaraan dalam pembentukan karakter. Yakni Pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), Keterampilan kewarganegaraan (civic skills) dan sikap kewarganegaraan (Civic dispositions). Untuk itu, perlu dilakukan upaya pembinaan karakter generasi muda di semua jenjang pendidikan. Baik pendidikan formal maupun non formal. Selain itu, model pembelajaran yang dilakukan bukan hanya di dalam kelas. Melainkan perlu diperluas di luar komunitas sekolah dan kampus
Implementasi Peningkatan Motivasi Belajar Siswa terhadap Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di SMAN 3 Pare-pare
Artikel ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana motivasi belajar siswa SMA Negeri 3 Pare-pare terhadap bidang studi Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bidang studi melakukan berbagai usaha yang terbagi kepada usaha yang dilakukan di dalam kelas, meliputi pemberian motivasi secara langsung, pemberian tugas, mengumumkan hasil ujian, penerapan metode diskusi kelas, dan tanya jawab tentang materi, serta pembentukan kelompok belajar. Kemudian usaha yang dilakukan di luar kelas yang terkait dengan pengajian rutin, pengaktifan shalat berjamaah, ceramah setelah shalat dhuhur, pesantren kilat, dan peringatan hari besar Islam serta dialog keagamaan setiap tahun. Pada dasarnya, motivasi belajar siswa SMA Negeri 3 Pare-pare cukup tinggi terhadap bidang studi Pendidikan Agama Islam. Ini berdasarkan dengan tes motivasi yang diberikan kepada jumlah responden. Hanya saja, memang masih sangat diperlukan usaha-usaha dari guru bidang studi untuk lebih meningkatkan lagi motivasi yang sudah ada, di samping masih ada sebagian siswa yang harus mendapat perhatian dan dorongan dari guru
STUDI KORELASIONAL MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DENGAN MINAT LITERASI PESERTA DIDIK
Tujuan Penelitian ini yakni untuk mengetahui besar korelasi antaran manajemen perpustakaan dengan minat literasi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Lokasi penelitian yakni di SMP Negeri 1 Tabongo. Adapun variable penelitian ini adalah manajemen perpustakan sebagai variable bebas dan minat literasi peserta didik sebagai variable terikat. Jumlah Populasi penelitian ini adalah 137 peserta didik, dengan jumlah sampel yakni 100 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment untuk melihat nilai korelasi dan dihubungkan dengan table intepretasi nilai r dalam penentuan simpulan korelasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat hubungan antara manajemen perpustakaan dengan minat baca peserta didik di SMPN 1 Tabongo. Dari hasil analisis korelasi sebesar 0.732, yang berarti nilai korelasi cukup. Dengan persentase hubungan manajemen perpustakaan dengan minat literasi sebesar 53.6 %. Sesuai dengan hasil penelitian perpustakaan dapat menarik minat literasi peserta didik dengan membenahi manajemen perpustakaan