Irfani
Not a member yet
251 research outputs found
Sort by
EVALUASI PEMBELAJARAN DARING (Penelitian di Era Pandemi Covid-19 Pada Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Gorontalo)
Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana evaluasi pembelajaran daring pada era pandemi covid-19. Metode penelitian yang digunakan ialah kualtatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa a) dukungan kebijakan pelaksanaan pembelajaran daring di era pandemi Covid-19 pada sekolah menengah pertama di Kabupaten Gorontalo ditunjukkan dengan adanya regulasi sebagai dasar pelaksanaan pembelajaran daring di era pandemi covid-19, b) sumber daya yang tersedia untuk pelaksanaan pembelajaran daring di era pandemi. covid 19 pada sekolah menengah pertama di Kabupaten Gorontalo berupa hardware dan software yang sudah tersedia di sekolah, namun masih ada beberapa sekolah yang belum memiliki fasilitas penunjang yang memadai, c) pelaksanaan pembelajaran daring di era covid 19 pandemi pada sekolah menengah pertama yang pertama di Kabupaten Gorontalo sudah dilakukan secara maksimal di beberapa tempat, namun beberapa sekolah masih menerapkan sistem kombinasi karena terkendala masalah jaringan internet yang belum tersedia, d) keberhasilan yang dicapai dalam pelaksanaan pembelajaran daring di era pandemi Covid-19 di sekolah menengah pertama se-Kabupaten Gorontalo berada pada kategori baik sehingga hal ini menunjukkan pembelajaran daring yang telah dilaksanakan memberikan hasil yang cukup baik, e) pembelajaran daring tetap berjalan berdampak pada perubahan karakter, pengetahuan dan keterampilan siswa pada sekolah menengah pertama di Kabupaten Gorontalo dengan hasil yang cukup memadai. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran daring di era pandemic covid-19 tetap harus dipadukan dengan model pembelajaran lainnya agar dapat memberikan hasil yang optimal dalam mendukung peningkatan kualitas siswa dalam pembelajaran pasca pandemic covid-19
Bimbingan Kelompok Experiential Learning dan Dampaknya Terhadap Kemampuan Komunikasi Interpersonal
ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effectiveness of experiential learning group guidance services in improving Communication Interpersonal skills. The research method used is quantitative research with pre-experimental research methods using One Group Pretest - Posttest Design. The population in this study were 200 students of the Guidance and Counseling Department, State University of Gorontalo. Then the sampling using purposive sampling technique as many as 15 people. The instrument used was a Communication Interpersonal skills assessment questionnaire prepared using a likert scale which was declared valid with a reliability score of 0.95. The data analysis technique was carried out by means of a nonparametric statistical test using the Wilcoxon test. The results showed that in the positive ranking data there was an increase in the mean rank with a score of 4 and the results of the number of ranks were 28 with a significance of 0.018 < 0.05, which means that there was a significant difference in the pre-test and post-test data scores. The results of these statistical tests can indicate that the experiential learning bimbingan kelompokservice is effective for improving Communication Interpersonal skills in guidance and counseling students of Gorontalo State University.ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak layanan bimbingan kelompok experiental learning terhadap kemampuan komunikasi interpersonal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian Pre-Eksperimental menggunakan One Group Pretest - Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah 200 mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Gorontalo. Kemudian penarikan sampel mengunakan teknik purposive sampling sebanyak 15 orang. Instrument yang digunakan adalah angket skills komunikasi interpersonal assessment yang disusun menggunakan skala likert yang dinyatakan valid dengan skor reliabilitas 0.95. Teknik analisa data dilakukan dengan cara uji statistik nonparametrik dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada adanya perbedaan peningkatan positif dari skor data pre-test ke post-test. Hasi tes statistik tersebut bisa disimpulkan bahwa pemberian layanan bimbingan kelompok experiental learning berpengaruh kemampuan komunikasi interpesonal mahasiswa bimbingan dan konseling Universitas Negeri Gorontalo
MODEL PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER RELIGI DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN BAKAT SERTA PRESTASI PESERTA DIDIK
Tujuan Penelitian ini yakni untuk mengetahui model pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dan mengetahui faktor-faktor yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan yakni pedoman observasi, pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yakni Observasi, pengamatan, Wawancara, Dokumentasi. Dalam menganalisis data digunakan Reduksi data, Penyajian data, Penarikan kesimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan, perpanjangan keikutsertaan, dan triangulasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler religi terdiri dari pesantren kilat dan perayaan hari-hari besar agama Islam. Kegiatan-kegiatan tersebut mampu menarik minat peserta didik, sehingga dengan adanya kegiatan ini mereka bisa mengaktualisasikan potensi yang ada untuk dikembangkan lebih lanjut melalui latihan yang teratur demi persiapan karir di masa mendatang. Adapun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler adalah kurangnya perhatian guru terhadap pengembangan potensi dan prestasi peserta didik. Selain itu minat peserta didik terhadap kegiatan religi masih kurang
PENGGUNAAN METODE MATERNAL REFLEKTIF (MMR) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK TUNARUNGU DI TK SLB PANGUDI LUHUR
Children with hearing impairement have difficulty communicating because of the language limitations so they will use sign language to communicate. Reflective Maternal Method (MMR) is one of the teaching methods that are expected to develop language skills especially for children with hearing impairment so it can communicate using oral language. The main focus of the study consisted of: (1) How the children speech ability and (2) How is the procedure of using Reflective Maternal Method (MMR). The research method used literature study and field study by observing the learning process in the class of children with hearing impairement using the Reflective Maternal Method (MMR). This research involves children with age range 6-8 years in SLB Pangudi Luhur Kindergarten, Jakarta which consists of 12 people. To illustrate the situation that occurred in the subject of research, this study used a qualitative approach. Research data collected in the form of observation, interview, and documentation data. From the results of this study, it is known that the Reflective Maternal Method (MMR) have a role in developing speech skills in children with hearing impairment. Based on the results of field studies, it can be described that the use of Reflective Maternal Method (MMR) in SLB Pangudi Luhur includes the following stages: (1) Preparation, (2) Integrated Speech, (3) Week Board, (4) Conversation, (5) Visualization, (6) Visualization Processing, (7) Copy visualization, and (8) Reading speech utterance.
Keywords: Reflective Maternal Method (MMR), Speech Ability, Children with Hearing ImpairementAnak tunarungu mengalami kesulitan berkomunikasi karena adanya keterbatasan bahasa sehingga mereka akan menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi. Metode Maternal Reflektif (MMR) merupakan salah satu metode pengajaran yang diharapkan dapat mengembangan kemampuan berbahasa khususnya berbicara anak tunarungu sehingga dapat berkomunikasi menggunakan bahasa oral. Fokus utama dari penelitian ini terdiri dari: (1) Bagaimana kemampuan berbicara anak tunarungu dan (2) bagaimana prosedur penggunaan Metode Maternal Reflektif (MMR). Metode penelitian yang dilakukan adalah studi literatur dan studi lapangan dengan mengamati proses pembelajaran di kelas anak tunarungu dengan menggunakan Metode Maternal Reflektif (MMR). Penelitian ini melibatkan anak-anak dengan rentang usia 6-8 Tahun di TK SLB Pangudi Luhur, Jakarta yang berjumlah 12 orang. Untuk menggambarkan situasi yang terjadi pada subjek penelitian, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian yang dikumpulkan berupa hasil observasi, wawancara, dan data dokumentasi. Dari hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa Metode Maternal Reflektif (MMR) berperan dalam mengembangkan kemampuan berbicara pada anak tunarungu. Berdasarkan hasil studi lapangan yang telah dilakukan, dapat dideskripsikan bahwa penggunaan Metode Maternal Reflektif (MMR) yang digunakan di SLB Pangudi Luhur meliputi tahapan sebagai berikut: (1) Persiapan, (2) Wicara terpadu, (3) Papan minggu, (4) Percakapan, (5) Visualisasi, (6) Pengolahan Visualisasi, (7) Menyalin visualisasi, dan (8) Membaca ujaran tulis.
Kata Kunci: Metode Maternal Reflektif (MMR), Kemampuan Berbicara, Anak Tunarungu
 
INPUT, PROCESS AND OUTPUT SYSTEM THEORY APPROACH IN EDUCATIONAL INSTITUTIONS
This study aims to look at the theoretical approach of input, process and output systems in educational institutions, as an effort to see the quality of educational institutions which are the locomotive in producing a quality generation. The method used in this research is literature review. The results show that the education system is a unit whose parts work together to achieve the expected results based on predetermined needs. Every system must have a purpose, and all activities of all components or parts of it are directed to achieve that goal. Therefore, with the input-process-output education system theory, it is hoped that all educational activities will be more systematic and of higher quality
PENINGKATAN KEMAMPUAN PUBLIKASI KARYA TULIS ILMIAH PADA JURNAL NASIONAL BAGI GURU DI MADRASAH ALIYAH AL-MUHAJIRIN BONGOMEME KABUPATEN GORONTALO
Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan publikasi karya tulis ilmiah guru pada jurnal Nasional. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa berbagai hambatan yang dihadapi oleh guru dalam publikasi karya ilmiah yaitu, pertama guru tidak memiliki cukup waktu untuk menulis. Kedua kurangnya kesadaran sehingga menganggap bahwa publikasi karya ilmiah bukan merupakan sesuatu yang penting. Ketiga, guru lebih focus pada perkara mengajar sebagai tanggung jawab utama ketimbang menulis dan publikasi. Keempat, guru kurang memahami dan mengetahui terkait dengan apa dan bagaimana publikasi karya ilmiah. Kelima, guru memang tidak memiliki penelitian, sehingga tidak bisa melakukan publikasi. Selanjutnya, upaya untuk meningkatkan publikasi karya ilmiah yaitu, pertama, memberikan presentasi terkait gambaran umum publikasi karya tulis ilmiah. Kedua, presentasi terkait dengan tema-tema dan sistematika umum anatomi artikel ilmiah. Ketiga, pendampingan terkait dengan penulisan dan tata cara submit artikel di jurnal nasional. Keempat, diskusi tentang problem dan masalah yang ditemui baik saat penulisan ataupun proses submit di jurnal nasional untuk kemudian dicarikan solusi
ANALISIS KESULITAN SISWA KELAS III DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI PECAHAN SEBAGAI BENTUK MANAJEMEN PENGAJARAN
Artikel ini memiliki fokus penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan berdasarkan objek kajian matematika serta faktor penyebabnya. Metode yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas III di SDN 1 Limboto Barat. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu tes soal cerita dan wawancara. Analisis data mengacu pada tahapan analisis data menurut Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan jenis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika adalah kesulitan konsep, prinsip dan operasi. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan terbagi atas faktor internal yaitu kurangnya pemahaman siswa terhadap pelajaran matematika khususnya pada materi pecahan, tidak dapat menghitung dengan benar, tergesa-gesa dalam menyelesaikan soal dan faktor eksternal yaitu kurangnya penggunaan media pembelajarn, kurangnya pemberian contoh soal dan latihan soal berbentuk cerita yang diberikan guru pengajar serta banyaknya faktor-faktor yang menggangu konsentrasi siswa saat belajar dikelas.
 
RANGCAN BANGUN MENJADI GURU YANG MERDEKA
Abstrak
Kajian ini berjudul Rancang bangun menjadi guru yang merdeka, adapun metode yang dipakai adalah deskriftif –analitis dengan pendekatan sejarah, ilmu pendiidkan, serta komparatif. Studi ini membuktikan bahwa menjadi guru yang merdeka adalah bagian profetik guru dalam proses pembelajaran, hanya saja proses pembelajaran masih memakai model lama yakni praktik pendidikan terlalu overkognitif. Kajian ini juga menemukan untuk membangun guru merdeka, maka permasalah guru harus diselesaikan secara komprehensif yang menyangkut dengan semua aspek yang terkait, yaitu aspek kualifikasi, kualitas, pembinaan, training profesi, perlindungan profesi, manajemen, kesejahteraan guru, dan tersedianya fasilitas yang memadai.
Kata kunci: guru, merdeka
Abstract
This study is entitled Design to become an independent teacher, while the method used is descriptive-analytical with historical, educational, and comparative approaches. This study proves that being an independent teacher is a part of the teacher\u27s prophetic in the learning process, it\u27s just that the learning process still uses the old model, namely the practice of education is too overcognitive. This study also found that in order to build independent teachers, teacher problems must be solved comprehensively involving all related aspects, namely aspects of qualification, quality, coaching, professional training, professional protection, management, teacher welfare, and the availability of adequate facilities.
Keywords: teacher, independence
Abstrak
Kajian ini berjudul Rancang bangun menjadi guru yang merdeka, adapun metode yang dipakai adalah deskriftif –analitis dengan pendekatan sejarah, ilmu pendiidkan, serta komparatif. Studi ini membuktikan bahwa menjadi guru yang merdeka adalah bagian profetik guru dalam proses pembelajaran, hanya saja proses pembelajaran masih memakai model lama yakni praktik pendidikan terlalu overkognitif. Kajian ini juga menemukan untuk membangun guru merdeka, maka permasalah guru harus diselesaikan secara komprehensif yang menyangkut dengan semua aspek yang terkait, yaitu aspek kualifikasi, kualitas, pembinaan, training profesi, perlindungan profesi, manajemen, kesejahteraan guru, dan tersedianya fasilitas yang memadai.
Kata kunci: guru, merdeka 
STUDI KORELASI ANTARA SERTIFIKASI DAN PROFESIONALISME TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU PAI SMP DI KABUPATEN GORONTALO
Guru merupakan unsur sumber daya yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan di sekolah, karena guru merupakan unsur manusiawi yang sangat dekat hubungannya dengan siswa dalam upaya pendidikan sehari-hari di sekolah.Ppenelitian ini membahas: 1) Apakah terdapat hubungan antara Sertifikasi dengan motivasi kerja guru Pendidikan Agama Islam SMP se Kabupaten Gorontalo; 2) Apakah terdapat hubungan antara Profesionalisme dengan Motivasi kerja guru Pendidikan Agama Islam SMP se Kabupaten Gorontalo; 3) Apakah terdapat hubungan antara sertifikasi dan profesionalisme dengan Motivasi kerja guru Pendidikan Agama Islam SMP se Kabupaten Gorontalo? Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Motivasi kerja guru (y) dipengaruhi sebesar 34,8% oleh sertifikasi guru (x1), sedangkan sisanya 63,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya diluar variabel penelitian ini. 2) Motivasi kerja guru memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan profesionalisme guru. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian dimana nilai korelasi x2 terhadap y motivasi kerja guru sebesar 0,925. 3) Hubungan antara sertifikasi, Profesionalisme dan Motivasi Kerja guru Pendidikan Agama Islam sebesar r = 0.927 dan r2 0,859 atau, 86 % motivasi kerja dapat diterangkan oleh variabel sertifikasi guru bersama-sama dengan variabel profesionalisme guru. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang cukup signifikan antara variabel X1 dan X2 secara bersama-sama terhadap variabel Y dalam hal ini motivasi kerja. Hal ini dapat dijelaskan oleh naiknya kesejahteraan guru utamanya yang telah tersertifikasi yang kemudian diikuti dengan terbentuknya sikap profesionalisme guru guru PAI
Sikap Toleransi Beragama Peserta Didik Kelas X di SMA YPI Tunas Bangsa Palembang
The purpose of this study was to describe the attitude of religious tolerance of class X students at YPI Tunas Bangsa Palembang Senior High School. How religious tolerance is carried out by class X students from various religions and how student tolerance is formed among them. The method used in this research is descriptive research method. This research was conducted at YPI Tunas Bangsa Palembang Senior High School in class X. The sample collection technique used the purposive sampling method with the criteria of all students in class X YPI Tunas Bangsa Senior High School, namely 5 non-Muslim students and 5 Muslim students. Data were collected through interviews and direct observation. The results of this study indicate that: 1) the attitudes of students at YPI Tunas Bangsa Senior High School are very flexible in the relationship between Muslim students and non-Muslim students; 2) the treatment of students with different religions is the same without any difference, both in terms of mental and learning needs; 3) students respect each other, respect differences, recognize and allow the rights that exist in each religion; 4) students show enthusiasm in building friendships; 5) religious differences do not become a dividing wall between them; 6) Student solidarity is built on tolerance in everyday life at school.Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan sikap toleransi beragama peserta didik kelas X di SMA YPI Tunas Bangsa Palembang. Bagaimana toleransi beragama dilakukan oleh peserta didik kelas X dari berbagai macam agama dan bagaimana toleransi siswa di antara mereka terbentuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Penelitian ini telah dilakukan di SMA YPI Tunas Bangsa Palembang kelas X. Teknik pengumpulan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria semua siswa kelas X SMA YPI Tunas Bangsa, yaitu 5 peserta didik non-muslim dan 5 peserta didik muslim. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) sikap perserta didik di SMA YPI Tunas Bangsa sangat fleksibel dalam hubungan antara peserta didik muslim dan peserta didik non-muslim; 2) perlakuan peserta didik terhadap peserta didik yang bebeda agama adalah sama tanpa perbedaan, baik pada kebutuhan mental dan pembelajaran; 3) peserta didik saling menghormati satu sama lain, saling menghormati perbedaan, mengakui dan mengizinkan hak yang ada pada masing-masing agama; 4) peserta didik menunjukkan sikap antusias dalam membangun persahabatan; 5) perbedaan agama tidak menjadi dinding pemisah di antara mereka; 6) solidaritas peserta didik dibangun di atas sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari di sekolah