Teknologi dan Kejuruan: Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya
Not a member yet
551 research outputs found
Sort by
Sistem Penataan Ruang, Sirkulasi Udara, dan Pencahayaan Alami pada Pengembangan Rumah Tipe 21
Luas lantai bengunan rumah tinggal type 21 yang hanya 21 m2 tentu tidak layak untuk dihuni oleh suatu keluarga. Agar layak untuk dihuni, maka penghuni harus mengembangkan rumah induk sesuai dengan luas sisa tanah yang tersedia serta kemampuan ekonomi penghuninya. Pengembangan rumah yang dilakukan oleh penghuni sendiri, cenderung tidak memperhatikan faktor-faktor teknik maupun faktor-faktor arsitektur. Akibatnya pengembangan rumah sering tidak sesuai dengan kaidah-kaidah keteknikan dan kearsitekturan. Pengembangan rumah yang seperti ini, tidak menutup kemungkinan akan mengakibatkan sick biulding syndrome, yaitu reaksi penghuni bangunan terhadap akumulasi debu, uap, gas, fungi, bakteri, dan pencemar-pencemar lain yang terperangkap dalam bangunan. Guna menghindari sick building syndrome ini, maka dalam pengembangan rumah harus diperhatikan faktor penataan ruang, sirkulasi udara, dan pencahayaan alami
Implikasi Fenomena Dialektika Teknologi Terhadap Orientasi dan Hasil Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Tipikal Teknologi Industri
Secara umum dalam suatu kontinum peradaban teknologi yang berlaku pada masyarakat dewasa ini terdapat 4 titik peradaban. Keempat titik peradaban yang dimaksud adalah agraris, industri, dan informasi. Hubungan diantara peradaban ini, bila dilihat dari hukum fenomena dialektika teknologi bersifat hirarkhi. Hal ini berlaku bagi semua sistem masyarakat, termasuk sistem pendidikan di SMK Tipika Teknoogi Industri sebagai subsistem dari sistem pendidikan nasional. Untuk itu, diperlukan sikap proactive yang mengacu pada ritme fenomena dialektika teknologi dalam pengembangan SMK Tipikal Teknologi Industri. Sikap ini merupakan kondisi antecedent yang dominan bagi SMK untuk dapat melakukan antisipasi orientasi proses dan hasil pendidikan yang searah dengan tahapan dan laju fenomena dialektika teknologi
Memposisikan Peran Industri dan Asosiasi Profesi Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
Terjadinya perubahan paradigma pendidikan tinggi, persaingan bebas era globalisasi, serta perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni (IPTEKS), Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK) dituntut untuk selalu melakukan pengembangan kurikulumnya, agar lulusan yang dihasilkan tetap memiliki relevansi tinggi terhadap kebutuhan masyarakat, serta memiliki fleksibilitas guna mengantisipasi perubahan yang ada. Di pihak lain dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Pendidikan Nasional melalui Kepmendiknas No. 232/U/2000 dan Kepmendiknas No. 045/U/2002 membawa implikasi dalam proses pengembangan maupun pelaksanaan kurikulum PTK. Industri maupun Sekolah Menengah Kejuruan sebagai stakeholder perlu terlibat dalam (1) Penetapan visi, misi, dan kompetensi lulusan, (2) Implementasi kurikulum, dan (3)Pelaksanaan evaluasi kurikulum. Sedangkan asosiasi profesi memiliki posisi yang utama, yaitu (1) Dalam penetapan standar kompetensi yang dibutuhkan dan (2) Pemberian sertifikasi bagi pencapaian kompetensi profesi lulusan. Oleh karena itu, dalam pola pengembangan kurikulum PTK keterlibatan industri, SMK, asosiasi profesi menjadi penting baik dalam perencanaan, implementasi, maupun evaluasinya
Evaluasi Efektivitas Program Bina Keluarga dan Balita
Penelitian bertujuan mengevaluasi efektivitas Program Bina Keluarga Balita di kecamatan Ngaglik Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan evaluasi CIPP Stufflebeam. Populasi terdiri dari 434 peserta dan 96 kader. Melalui teknik sampling acak berstrata proporsional terpilih 132 sampel dan 49 kader. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, pengamatan, dan diolah secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan: (1) penyebaran program belum merata pada masyarakat bawah yang membutuhkan, (2) meski ditemukan kelemahan, pelaksanaan program BKB dinilai berhasil; pengetahuan, penerapan, dan perubahan perilaku peserta berubah lebih positif, (3) kehadiran BKB masih diperlukan, mengingat banyaknya jumlah balita; ibu berpendidikan rendah; dan keluarga yang tingkat kesejahteraannya rendah
Pompa Hemat Energi
Penghematan energi listrik sekecil apapun akan dapat menghasilkan keuntungan yang besar. Karena alasan ini, banyak para ahli mesin dan pemakai pompa menilai dan memilih pompa berdasarkan pada biaya energi listrik selama masa pakai pompa selain dari pertimbangan pada kriteria pemilihan yang biasanya mengenai performans, harga, dan layanan. Pemilihan pompa dengan tepat dapat memberikan suatu pengurangan yang besar dalam konsumsi daya listrik yang berarti suatu penghematan biaya energi listrik
Pemanfaatan Alumunium Bekas sebagai Bahan Praktek Mesin CNC
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses pendinginan pada alumunium bekas yang dituang dengan media pendingin air, udara, air yang dipanaskan, terhadap sifat mampu dikerjakan dengan mesin CNC (machineability). Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada kekerasan, ada perbedaan yang signifikan waktu pengeboran (p) dan ada perbedaan yang signifikan kekasaran permukaan pada (p) serta ada perbedaan yang signifikan hasil sayatan dengan menggunakan mesin bubut CNC
Pengaruh Kapasitas Kondensator Terhadap Daya Mesin Toyota 5K
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya motor dan daya maksimumnya pada mesin Toyota 5K untuk pemakaian kondensator berkapasitas 0,15 mf, 0,22 mf, dan 0,25 mf. Desain yang digunakan adalah eksperimen satu jalur (one-way design) dengan 3 kelompok eksperimen. Pengumpulan datanya dilakukan dengan observasi, sedangkan instrumen pengukurannya menggunakan "Prony Brake" dengan cara mengukur putaran mesin dan momen torsi yang terjadi. Hasil analisis varian menunjukkan adanya perbedaan yang dignifikan, sedangkan Scheffe test memberikan hasil: (1) ada perbedaan daya motor antara pemasangan kondensator berkapasitas 0,15 mf dengan 0,22 mf, (2) ada perbedaan daya motor antara pemasangan kondensator berkapasitas 0,15 mf dengan 0,25 mf, (3) tidak ada perbedaan daya motor antara pemasangan kondensator berkapasitas 0,22 mf dengan 0,25 mf. Daya maksimum yang dihasilkan pada pemasangan kondensator yang berkapasitas 0,15 mf, 0,22 mf, dan 0,25 mf nasing-masing adalah 59,46153+1,46177 PK, 60,32692+1,35744 PK, dan 60,78461+1,68140 PK. Jenis kondensator yang dapat menghasilkan daya paling maksimum adalah kondensator berkapasitas 0,25 mf
Paradigma Baru Kurikulum Pendidikan Kejuruan dan Teknologi Berbasis Industri
The key for performance quality in industrial sectors is held by the quality of human resources, particularly in the level of technicians. The technicians are the main generator in enhancing the industry itself. To produce well-qualified vocational output, it requires the quality of curriculum. Mean-while, the curriculum developed in Indonesia is grouped into three categories: empirical and analytical paradigm, symbolic paradigm, and analytical-critical paradigm. The last paradigm is considered as industry-based curriculum paradigm. This industry-based curriculum has two main essences as vision and commitment. The stated vision must involve business realm, industry, and its stakeholders for establishing the desired curriculum. The stated commitment has to involve all parties to be responsible for the quality of the output
Optimasi Algoritme FFT Split Radix
Algoritma dasar FFT Split Radix merupakan algoritma yang efisien untuk menghitung Discrete Fourier Transform (DFT). Parameter utama yang menentukan waktu komputasi algoritma FFT Split Radix adalah cacah perkalian dan cacah penjumlahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari satu bentuk algoritma FFT Split Radix yang berkinerja optimum, melalui modifikasi algoritma dasar FFT Split Radix sehingga cacah perkalian dan cacah penjumlahannya minimum. Metode yang digunakan untuk mendapatkan kinerja algoritma FFT Split Radix yang optimum adalah: (1) mereduksi cacah perkalian dan cacah penjumlahan algoritma dasar FFT Split Radix melalui nilai sinus dan cosinus yang besarnya diketahui; (2) memodifikasi bentuk algoritma FFT Split Radix, sehingga melibatkan 3 operasi perkalian dan 3 operasi penjumlahan untuk manipulasi satu bilangan kompleks; dan (3) menabelkan nilai sinus dan cosinus dalam bentuk array. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk titik transformasi sebesar N = 2^M, reduksi cacah perkalian yang dihasilkan adalah: (1/3)MN - (19/9)N + (1/9)(-1)^M - 4, sedangkan reduksi cacah penjumlahannya adalah: (-1/3)MN + (23/9)N + (4/9)(-1)^M - 4. Meskipun bentuk algoritma yang dimodifikasi menjadi lebih panjang, namun dengan metode yang dilakukan diperoleh kinerja algortma FFT Split Radix yang optimum
Model LPA Terpadu untuk Wilayah Surabaya Metropolitan
The purpose of this research is to establish the integrated LPA model for Surabaya Metropolitan Area. The methods used are literature overviews, comparative studies to well-established areas, and expert assistantships through national seminars. The result shows that the integrated LPA has opportunity to combine some activities such as sorting and classifying, producing, wrapping and containing, selling the compost and decayed materials, and filling residual waste by landfill system. In 25 Ha land area, 14.10 Ha is allocated for waste management, and 10.90 Ha for sanitary landfill