Teknologi dan Kejuruan: Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya
Not a member yet
551 research outputs found
Sort by
Pengembangan Modul Pembelajaran Individual: Penerapannya pada MataKuliah Teori Permesinan di Jurusan Teknik Mesin FPTK IKIP MALANG
Modul pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar memiliki peran yang besar dalam mengoptimalkan kegiatan belajar dan perolehan belajar mahasiswa. Hal ini karena modul pemebelajaran dapat memenuhi perbedaan karakteristik individu mahasiswa berkaitan dengan minat, bakat, motivasi, cara belajar, kecepatan daya tangkap, dan keunikan kebutuhan. Dengan komponen modul yang lengkap dan layak, modul pemeblajaran dapat memudahkan belajar serta memberikan kemandirian kepada mahasiswa. Penelitian ini menekankan pengembangan pada penataan komponen modul pembelajaran dengan mengambil matakuliah Teori Permesinan sebagai sampel. Ujicoba hasil pengembangan dilakukan dengan subyek para dosen dan mahasiswa Jurusan PTM FPTK IKIP MALANG serta ahli perancang pembelajaran PPS IKIP MALANG
Pendugaan Kedalaman Paisan dan Resistivitas Batuan dengan Metode Geolistrik di Daerah Temon Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta
Intrusi air laut ke daratan (air tanah) sering dijumpai di daerah-daerah pantai. Dengan terjadinya intrusi maka kualitas air tanah menjadi berubah dan mungkin tidak dapat lagi digunakan untuk memenuhi kebutuhan air rumah tanga. Penelitian ini dilakukan di daerah Temon Kabupaten Kulonprogo DIY, yang merupakan daerah pantai, dengan tujuan untuk mengetahui resistivitas (tahanan jenis) dan kedalaman lapisan-lapisan batuannya. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik Schlumberger dengan interprestasi datanya secara manual. Berdasarkan interprestasi data penelitian maka dapat diperkirakan bahwa lapisan batuan di daerah penelitian terdiri dari: (1) batuan lembab mengandung air tanah dangkal dengan kedalaman 1,5 meter dengan resistivitas 6,8 ohm/m; (2) lapisan batuan kedap air pada kedalaman 20 meter dengan resistivitas 22,0 ohm/m; (3) batuan/akifer mengandung air tanah dalam pada kedalaman 100 meter dengan resistivitas 6,8 ohm/m; dan (4) batuan/akifer mengandung air asin pada kedalaman 200 meter dengan resistivitas 2,5 ohm/m
Studi Eksperimen Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Schedule Nervousness
Schedule Nervousness is defined as the number of time and amount changes in planning of order releases. It is one of the factors affecting execution effectiveness on MRP system. The purpose of this research is to evaluate factors predicted affecting nervousness on MRP system by using simulation method. The main factors considered include forecasting accuracy, orgering, and leadtime uncertainty. This research will also evaluate the effect of selection of lot-sizing decision and cost structure ob MRP system nervousness by using experimental simulation. The result shows that the most affecting factor on schedule nervous-ness is cost structure. According to the result, it concludes that the most effective technique for reducing nervousness, firstly, is to lessen natural order cycle by shortening set up duration and using just-in-time elements. Secondly, is to select lor-sizing method properly
Kajian Empiris Pembendungan di Hulu Karamba dengan Ujung dan Pangkal Berbentuk Lengkung
Pembendungan yang terjadi akibat penempatan karamba di saluran irigasi dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada operasi dan pemeliharaan jaringan-jaringan irigasi. Untuk itu perlu dipikirkan bentuk karamba yang dapat memperkecil terjadinya pembendungan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model matematika penbendungan di hulu karamba dengan ujung dan pangkal berbentuk kengkung. Dengan model matematika tersebut diharapkan dapat dibuat perbandingan tinggi pembendungan yang ditimbulkan oleh karamba dalam penelitian ini dengan karamba bentuk lain. Model matematika tersebut dikembangkan berdasarkan data kinerja model fisik yang dibuat berdasarkan analisis dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi pembendungan di hulu karamba dengan ujung dan pangkal berbentuk lengkung lebih kecil dibandingkan dengan tinggi pembendungan di hulu karamba berbentuk empat persegi panjang meupun karamba dengan ujung dan pangkal berbentuk lancip yang telah dikaji oleh peneliti sebelumnya
Perbandingan Berat Jenis dan Kuat Tekan Antara Kayu Reaksi dengan Kayu Normal
Kayu reaksi memiliki ciri fisik yang berbeda dibandingkan dengan kayu normal. Oleh karenanya diprediksi memiliki sifat mekanik yang berbeda pula. Penelitian yang berfokus pada usaha pengujian terhadap perbedaan berat jenis dan kuat tekan antara kayu reaksi dengan kayu normal ini dilakukan dengan mengambil contoh uji kayu jati dari daerah Malang selatan, dimana dengan menggunakan desain "Static Group Comparison" telah dihasilkan informasi sebagai berikut: (1) BJ kayu reaksi berbeda dan lebih tinggi 2,23% dibandingkan dengan BJ kayu normal. Namun demikian hasil pengujian dengan statistik t test varian terpisah dengan taraf signifikasi p = 0,05 data perbedaan tersebut tidak signifika
Studi Penataan Kawasan Konservasi Kembang Jepun Surabaya
The purpose of this study is to converse and provide an arrangement concept for Kembang Jepun area. As the center of trade and commercial district, this area remains to preserve some historic heritages. Unfortunately, the condition is far from being well maintained and has some undesired changes that lessen its image as a historic area. This study utilizes three methods; identification of building and environment quality, and concept establishment for arrangement of building and environment conservation. The result shows that the building and environment condition discourage the establishment of area identity. The physical damages founded on buildings are caused by three main factors: goverment's role, community's role, and the building itself. The proposed conservation, concept resulted from this study are preservation, conservation, gentrification, and demolition strategies, with keeping the existing environment condition and spatial characteristics as its concept for the area arrangement
Pengaruh Penambahan Humektan dan Ukuran Ikan Terhadap Mutu Produk Pengawetan Ikan yang Dihasilkan
One of the ways in preventing fish from rotting is by adding humectant. This study experimented three percentages of three different humectant adding.This humectant adding is 40%, 30%, and 20% for two diffenrent sizes of fish big and small. The purpose was to find out whether adding humectant and sizes of fish influence protein, taste, color, aroma, and shell life product. The analysis used in this study is anava and continued by Duncan Multiple Range Test . The result shows that adding humectant and the size of fish influenced the protein content, color, and the taste of salted fish, however, they did not influence the aroma
Karakteristik Pompa Centrifugal
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) karakteristik pompa sentrifugal yang memakai impeler type radial, (2) karakteristik pompa sentrifugal yang memakai impeler type backward, (3) perbedaan karakteristik antara pompa sentrifugal yang memakai impeler type radial dengan pompa sentrifugal yang memakai impeler type backward. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan karakteristik antara pompa sentrifugal yang memakai impeler type radial, dengan pompa sentrifugal yang memakai impeler type backward. Pompa sentrifugal yang memakai impeler type backward mem- punyai tinggi angkat dan efisiensi yang lebih besar dibandingkan dengan pompa sentrifugal yang memakai impeler type radial
Implikasi Pengaturan Awal Pembakaran terhadap Produksi Gas Beracun Karbon Monoksida: Studi Ekperimental pada Motor Bensin
Karbon Monoksida merupakan gas beracun yang berbahaya. Gas ini antara lain dihasilkan oleh proses pembakaran pada kendaraan bermotor, sehingga untuk menjaga kelestarian lingkungan maka produksi gas ini dari kendaraan bermotor harus diusahakan sekecil mungkin. Cara yang paling efektif untuk mengendalikan produksi gas Karbon Monoksida adalah dengan mengatur proses pembakaran di dalam silinder. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaturan proses pembakaran di dalam silinder, metode yang dipakai adalah eksperimental laboratoris dengan desain acak sempurna. Teknik analisis data dilakukan dengan anova yang sebelumnya dilakukan uji persyaratan normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan proses pembakaran yang terbaik dimulai pada sudut poros engkol di sekitar 12 derajat sebelum titik mati atas. Pada kondisi ini gas Karbon Monoksida yang diproduksi sekitar 2%
Strategi Pemanfaatan Energi Angin
Suatu kecenderungan menunjukkan bahwa cadangan energi yang berasal dari minyak dan gas bumi akan semakin menipis, menuntut adanya pemanfaatan energi alternatif yang bersifat terbarukan (renewable) dan akrab lingkungan. Dalam rangka mencari bentuk-bentuk sumber energi yang bersih dan terbarukan kembali, energi angin mendapat perhatian yang besar. Di beberapa wilayah tertentu di Indonesia mempunyai energi angin yang cukup potensial untuk dimanfaatkan. Untuk itu diperlukan suatu strategi dalam pemanfaatan energi angin tersebut agar diperoleh hasil yang efisien dan tepat guna. Hal ini dapat dilakukan melalui desain dan manufaktur sistem kincir angin yang aplicable dengan didahului adanya kajian potensi angin dan keperluan sistem alat yang akan digerakkan serta beberapa faktor terkait lainnya