Teknologi dan Kejuruan: Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya
Not a member yet
551 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penyetelan Udara dan Pemakaian Jenis Bahan Bakar Terhadap Emisi Gas Buang Pada Motor 2 Tak: Jenis Suzuki Tornado
Banyak sumber polusi yang dapat memberikan kontribusi terhadap pengotoran udara, salah satunya adalah emisi gas buang kendaraan bermotor. Proses pembakaran dalam silinder motor menghasilkan emisi gas buang yang berupa CO, NOx, SO, H2S, HC, dan CO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan emisi gas buang (CO, NOx, SO, dan H2S) pada pemakaian jenis bahan bakar (premium dan petro-2T) dan penyetelan udara (1,5 putaran dan 2 putaran) untuk kendaraan jenis Suzuki Tornado. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen dua jalur dengan dua kelompok eksperimen, pengumpulan datanya dilakukan dengan observasi, sedangkan instrumen pengukurannya adalah exhause gas analyzers. Hasil analisis varian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan emisi gas CO, NO2, SO, dan H2S pada penyetelan udara dan pemakaian jenis bahan bakar pada kendaraan Suzuki Tornado pad kondisi stasioner
Akademic Entry Level Mahasiswa Kelompok Bidang MIPA dan Teknologi Berdasarkan Jenis dan Status Asal Sekolah serta Sistem Seleksi Masuk di Universitas Negeri Malang
Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa dan membandingkan academic entry level mahasiswa kelompok bidang MIPA dan Tekhnologi di UM, berdasarkan sistem seleksi masuk, jenis dan status asal sekolah. Penelitian ini dirancang dalam bentuk deskriptif-komparatif. Sampel terdiri atas 440 mahasiswa yang diterima lewat PMDK dan UMPTN yang ditetapkan berdasarkan stratified propostional random sampling. Data dikumpulkan dengan dokumenter dan wawancara dan dianalisis dengan statistik deskriptif (rerata) dan inferensial (uji t). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Secara umum academic entry level mahasiswa kelompok bidang MIPA dan Teknologi termasuk dalam kategori cukup sampai rendah; (2) Secara rinci indikatornya berdasarkan: (a) Sistem seleksi, rerata nilai rapor lebih tinggi daripada NEM, baik pada mahasiswa PMDK maupun UMPTN dan NEM mahasiswa UMPTN lebih tinggi daripada PMDK; (b) Jenis asal sekolah, rerata nilai rapor MA lebih tinggi daripada SMU dan SMK, NEM SMU lebih tinggi daripada MA dan SMK pada bidang MIPA, dan NEM SMK lebih tinggi daripada SMU dan MA pad bidang Teknologi; dan (c) Status asal sekolah, rerata nilai rapor sekolah swasta lebih tinggi daripada sekolah negeri dan NEM sekolah negeri lebih tinggi daripada sekolah swasta, dan (3) Tidak ada perbedaan academic entry mahasiswa kelompok bidang MIPA dan Teknologi di UM
Model Matematika Superelevasi di Sisi Karamba dengan Ujung dan Pangkal Berbentuk Lancip
Besar aliran sekunder di sisi karamba yang ditandai oleh besar superelevasi pada tempat tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan tubuh saluran untuk menahan gerusan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model matematika superelevasi di sisi karamba dengan ujung dan pangkal berbentuk lancip. Model matematika tersebut dikembangkan derdasarkan data kinerja model fisik yang dibuat berdasarkan analisis dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya seperelevasi dipengaruhi oleh perbandingan lebar celah dengan lebar bilah pada dinding karamba, gravitasi bumi, dan bentuk karamba
Masalah Penyediaan Tanah untuk Permukiman
Peningkatan jumlah kebutuhan terhadap permukiman akan mengakibatkan peningkatan kebutuhan tanah. Ini berarti peningkatan jumlah penduduk selalu terkait langsung dengan penyediaan permukiman, dan penyediaan permukiman berhubungan dengan masalah tanah. Banyaknya kasus pengaduan soal tanah oleh masyarakat ke DPR, LBH maupun ke Komnas HAM menunjukkan pembebasan tanah sering menimbulkan konflik. Guna menghindari terus munculnya gejolak-gejolak pada setiap pembebasan tanah khususnya untuk permukiman maka diperlukan reformasi dalam praktik-praktik pembebasan tanah
Peningkatan Kekuatan Hasil Las Kuningan Ditinjau dari Jarak Kerenggangan Sambungan dan Cara Pendinginan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor yang dapat meningkatkan kekuatan las kuningan dalam menyambung baja yang tidak mampu las, dan untuk mencari model pengelasan yang tepat, teknik pengelasan, bahan baku, serta parameter pengelasan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi langsung dengan mesin uji kekuatan tarik untuk merekam besarnya kekuatan las kuningan dari masing-masing spesimen uji. Teknik analisa data yang digunakan adalah deskriptif dan inferensial (analis varian). Dengan teknik deskriptif diperoleh bahwa kekuatan las kuningan yang paling tinggi (7.863,1 kgf/mm2) adalah yang permukaan benda uji mengalami penggosokan dengan jarak celah pengelasan 0,2 dan 0,3 mm, baik dengan pendinginan air maupun pendinginan udara, dan pada kondisi lainnya relatif jauh lebih rendah kekuatannya (3.144,89 kg/mm2). Pengelasan yang permukaan benda kerja tidak digosok kekuatannya sangat rendah (2.113,1 kgf/mm2); sedangkan teknik inferensial diperoleh bahwa ada perbedaan yang signifikan pendinginan, pembersihan, tebal las terhadap kekuatan hasil las
Regionalisme: Arsitektur Era Otonomi Daerah
Regionalisme merupakan salah satu aliran arsitektur modern yang berusaha memadukan arsitektur modern yang dianggap mewakili arsitektur masa kini dan arsitektur tradisional yang dianggap mewakili arsitektur masa lalu dan memunculkan potensi lokal sebagai ciri utama. Aliran ini berusaha melepaskan diri dari gaya universal (universal style) dengan memberikan ruang bagi konsep-konsep, bentuk, maupun ornamen arsitektur tradisional. Dalam era otonomi daerah ini, masing-masing pemerintah daerah dapat mengoptimalkan potensi arsitektur daerahnya untuk memperkaya arsitektur nasional dalam upaya mewujudkan jati diri arsitektur Indonesia
Pemanfaatan Saluran Bambu untuk Mereduksi Kebisingan pada Laboratorium Otomotif
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh data dari kebisingan yang diakibatkan engine stand, dan seberapa besar reduksi kebisingannya jika pada saluran gas buang ditambah saluran dari bambu. Objek penelitian adalah engine stand yang ada di laboratorium UM. Hasil rentang kebisingan yang ditimbulkan pada saat engine stand belum menggunakan saluran bambu kebisingan yang paling rendah 72 dBA dan paling tinggi 77 dBA pada putaran 800 rpm. Kemudian disusul 78 dan 79 dBA pada putaran 1500 rpm serta 88 dan 89 dBA pada putaran 2500 rpm. Setelah menggunakan saluran bambu, tingkat kebisingan yang paling rendah 68 dBA dan paling tinggi 69 dBA pada putaran 800 rpm, 72 dan 75 dBA pada putaran 1500 rpm serta 86 dan 88 dBA pada putaran 2500 rpm. Hasil tersebut menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan dengan hasil, P = 0,000, 0,000, dan 0,000 pada putaran 800, 1500, dan 2500 rpm. Kesimpulannya penggunaan saluran bambu dapat mereduksi tingkat kebisingan
Batas Kecepatan Kestabilan Kendaraan Dipengaruhi Penyetelan Toe-In dan Toe-Out pada Kendaraan Toyota Kijang
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan batas kecepatan kestabilan kendaraan pada penyetelan toe-in dan toe-out mulai dari 1 mm sampai 5 mm pada kendaraan toyota kijang. Disamping itu untuk menemukan batas penyetelan toe-in dan toe-out yang tepat. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah kendaraan Toyota Super Kijang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi. Hasil dari analisis data diperoleh penyetelan toe-in dan toe-out yang tepat untuk mencapai kecepatan maksimum kestabilan kendaraan adalah pada penyetelan toe-in sebesar 3 mm dan 4 mm, sedangkan penyetelan toe-out sebesar 1 mm dan 2 mm
Aplikasi Program Lindo pada Industri
Program Lindo merupakan program optimasi terhadap suatu model matematik linier yang berorientasi pada optimasi nilai tujuan. Model pemrogramannya memiliki unsur-unsur: variabel putusan, fungsi tujuan, dan fungsi kendala. Kemampuan program versi personal user mampu mengolah kasus matrik program linier sampai dengan 119 kolom dan 59 baris. Ukuran kolom menunjukkan jumlah maksimum variabel keputusan dan ukuran baris menunjukkan jumlah maksimum fungsi kendala ditambah satu fungsi tujuan. Kelebihannya bila dibandingkan dengan program linier secara manual adalah jangkauan objek nalisis dan didapatkannya informasi batas minimum, batas maksimum dengan masih dapat dipertahankannya sumbangan laba optimum
Produktivitas Tenaga Kerja Bangunan dalam Bidang Pekerjaan Batu, Pekerjaan Kayu, dan Pekerjaan Besi di Malang
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) tingkat pendidikan, (2) tingkat pengalaman dan masa kerja, (3) kemampuan produktif tenaga kerja bangunan bidang pekerjaan batu, bidang pekerjaan kayu, dan bidang pekerjaan besi, dan (4) kemampuan produktif tenaga kerja bangunan bidang batu, kayu, dan besi menurut standar dalam Analisa BOW. Populasi penelitian adalah tenaga kerja bangunan yang sedang melaksanakan berbagai bangunan di wilayah Kota Malang. Teknik sampling ditetapkan dengan teknik cluster didasarkan pada letak bangunan di lima wilayah Kota Malang dan asal tenaga kerja. Sedangkan penetapan responden dilakukan secara acak. Data dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara terbimbing. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) sebagian besar tukang bangunan berpendidikan Sekolah Dasar dan tidak memiliki pendidikan formal bidang keteknikan, (2) sebagian besar tukang memiliki pengalaman bekerja lebih dari 10 tahun, (3) sebagian besar tenaga kerja memiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan standar yang ditetapkan dalam analisa BOW