Teknologi dan Kejuruan: Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya
Not a member yet
551 research outputs found
Sort by
Servqual sebagai Alternatif Pendekatan Pengukuran Kualitas Layanan
Kualitas layanan dapat diukur dengan cara membandingkan harapan/keinginan pelanggan terhadap layanan yang diterima dengan persepsi pelanggan terhadap layanan yang benar-benar ia terima. Kepuasan konsumen tercapai saat persepsi konsumen terhadap layanan yang ia terima lebih baik dibandingkan harapannya. Servqual mengukur kualitas layanan pada 5 titik kesenjangan yang mungkin terjadi selama proses penyampaian layanan oleh penyampai jasa kepada konsumen. Metode Servqual sangat sesuai untuk mengukur kualitas layanan jasa karena dimensi-dimensi yang ada mampu mengukur performansi dari aspek-aspek yang mempengaruhi kepuasan pelanggan terhadap suatu kualitas layanan jasa
Alat Ukur Frekuensi menggunakan Port LPT1 Personal Computer
Pencatatan hasil ukur frekuensi secara periodik dalam waktu yang lama sangat menyita waktu dan perhatian. Oleh sebab itu diperlukan suatu alat pencatat yang tidak perlu ditunggu oleh operator. Dalam penelitian ini direncanakan dan dibuat suatu alat yang dapat mencatat sendiri frekuensi sinyal pada selang waktu tertentu dan dalam range waktu yang tidak terbatas. Spesifikasi alat yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: level input minimum adalah 100mV, frekuensi kerja antara 1 Hz sampai dengan 16 MHz, dan kesalahan maksimum adalah 0.01%
Faktor-Faktor Dominan Terhadap Pertumbuhan Pemakaian Energi Listrik di Indonesia
The purpose of this research is to investigate the dominant external factors affecting the rate of electrical energy consumption in Indonesia. The research is conducted through five groups of electrical energy consumers, i.e.: housing and settlements, industry, small business, social sector, and the total energy consumption. It includes and processes national secondary data with Stepwise Backward Regression as analysis method, which is supported by using SPSS software. The dominant factors derived from this study include: (1) for housing and settlement sector, the consumption rate is influenced by national PDB and the rate of industrial growth; (2) for industrial sector, the consumption rate is influenced by national PDB, the rate of industrial growth, and the growth of population; (3) for small business sector, the consumption rate is influenced by national PDB, the rate of industrial growth, and the growthof population; (4) for social sector, the consumption rate is influenced by national PDB, the rate of industrial growth, and the growth of population; and (5) total energy consumptioan rate is influenced by national PDB, the rate of industrial growth, and the growth of population. As additional result, it shows that the tariff of electrical energy consumption does not significantly affect the consumption rate itself
Pembuatan Pikel Jahe dan Perubahan Mutunya selama Penyimpanan
Pemanfaatan jahe yang dikonsumsi dalam bentuk segar belum begitu dikenal di Indonesia. Untuk mencegah kerusakan jahe segar karena penanganan dan penyimpanan yang kurang baik maka dilakukan pengolahan pikel jahe (jahe asin). Tujuan penelitian ini selain untuk usaha diversifikasi juga untuk menghasilkan produk fermentasi yang berdaya terima dan berdaya simpan tinggi. Pembuatan pikel jahe dilakukan dalam 2 tahap yaitu pembuatan pikel stok jahe (salt stock pickle) dan pengamatan perubahan mutunya selama penyimpanan. Pikel yang diamati perubahan mutunya selama penyimpanan adalah pikel yang diolah dari pikel stok terbaik. Pikel stok terbaik diperoleh dari jahe bentuk irisan yang difermentasi dengan penambahan garam 10% serta serbuk garam berlapis-lapis sebanyak 1/10 berat bahan tanpa penambahan gula (formula 1) dan jahe bentuk batang yang difermentasi dengan penambahan garam 10% ditambah gula 2% (formula 2) dengan lama fermentasi 10 hari. Pikel yang mempunyai mutu terbaik selama penyimpanan adalah pikel yang dibuat dari formula 2 dan disimpan dalam botol jar pada suhu dingin (5-10C) selama 3 bulan
Prototipe Pembangkit Listrik Tenga Angin Jenis Kincir Sumbu Horizontal Tipe Multibalde 8 Sudu
Basically, wind energy-induced electrical generator works with coverting the wind energy into kinetic energy, and by using generator, it is coverted become electrical power. In gaining the alectrical power generated from wind energy, there are some problems due to the designing of mill's components enabling the mill to generate desired electrical power. This wind energy-induced electrical generator utilizes horizontal-axis mill type ‘multiblade' 8 blades. The bladres rotate through win direction with direct current generator and transmission . The energy capacity produced from this electrical generator is around 300 W DC, 12 V at 5m/s wind velocity, using controlled system of electrical distribution flow and storing process in accumulator
The Effect of Faulty Design on Construction Defects in Public Housing Products
A construction is defective when there is failure or shortcoming in the function, performance, statutory or user requirements of the structure, fabric, services, or other facilities. An increase in the construction defects can also be attributed to faulty designs. Many problems arise where design is satisfactory in principle but has a low probability of achievement in practice. This research sets out to investigate and to analyze the impacting factors in design, which affect construction defects and their overall relative importance based on the procurement of public housing. It has shown that aspects in faulty design causing the construction defects can be ordered according to frequency of occurrence within each group of defects, namely: structural defects, roof works defects, walls and finishes defects, floor and finishes defects, openings works defects, and sanitary-electrical defects. According to the different views of defects given by groups of respondent, faulty design in housing products are not merely associated with physical evidences found on site. In term of application during design process, there are many other aspects impacting the results. Some errors and active failures done by the designers as individual or as a team, direct influence of workplace, and organizational factors, are believed to have contributions over the faulty designs that lead to construction defects
Efektivitas dan Efisiensi Tungku Pembakaran Genteng Model Tertutup
Masalah utama pada produksi genteng adalah rendahnya kualitas dan tidak efisien bahan bakar. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap efektivitas dan efisiensi tungku pembakaran genteng model tertutup dengan bahan bakar kayu. Desain penelitian berupa eksperimen. Dengan mengendalikan variabel yang berpengaruh, tungku model tertutup dibanding tungku model lama. Variabel yang ingin dilihat adalah, kuat tekan lentur, warna, suara, kerusakan, dan kebutuhan bahan bakar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan uji laboratorium dan dokumentasi. Analisis data digunakan, deskriptif, uji beda X 2 , dan uji beda t. Hasil pengujian hipotesis sebagai berikut. Pertama, kualitas genteng hasil pembakaran yang menggunakan tungku model tertutup secara umum lebih baik secara signifikan pada p = 0,05 daripada tungku model lama. Kedua, tingkat kerusakan genteng hasil pembakaran yang menggunakan tungku model tertutup secara umum lebih kecil dari pada tungku model lama. Ketiga, tingkat efisiensi bahan bakar yang menggunakan tungku model tertutup lebih baik daripada tungku model lama
Pengaruh Penambahan Pati Singkong Terhadap Mutu Roti
Roti adalah panganan yang selama ini selalu dibuat dengan bahan pokok tepung terigu, karena tepung terigu mengandung protein yang bersifat tidak larut dalam air yaitu gluten. Gluten akan berikatan dengan air sehingga menjadi elastis dan akan membentuk rangka. Pati singkong adalah salah satu bahan pangan yang banyak terdapat di Indonesia yang mempunyai sifat lebih mudah dan lebih cepat mengembang dibandingkan dengan pati serealia. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka diharapkan pati singkong dapat dipergunakan sebagai bahan pokok dalam pembuatan roti. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan terhadap mutu roti yang meliputi rasa, aroma, tekstur, kadar protein, dan volume roti yang disubstitusi dengan pati singkong. Tingkat substitusi pati singkong yang digunakan adalah 100%, 75%, 50%, dan 0% sebagai kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium food product dan laboratorium kimia pangan. Untuk menguji hipotesa yang diajukan, peneliti menggunakan analisis varian (anava) satu jalur dan bila ada perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan's Multiple Range Test
Pengaruh Pelimpah Berterap dengan Anak Tangga Miring Terhadap Peredaman Energi Aliran Skiming Menggunakan Uji Model Fisik Hidrolika
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pelimpah yang dapat memperlambat aliran/meredam energi paling besar diantara jenis pelimpah yang diuji. Dalam penelitian ini, digunakan lima macam model fisik hidrolika yaitu: pelimpah konvensional, pelimpah berterap dengan anaktangga datar, pelimpah berterap dengan anaktangga miring 10%, 20%, dan 30%. Masing-masing pelimpah dialiri dengan seri debit 10 lt/dt, 15 lt/dt, 20 lt/dt, 25 lt/dt, dan 30 lt/dt. Hasil penelitian menunjukkan: (1) semakin besar debit yang dialirkan, maka semakin kecil kuantitas peredaman energi yang dihasikan untuk semua jenis pelimpah yang diuji, (2) peredaman energi pelimpah konvensional menempati urutan terendah dan urutan berikutnya ditempati oleh pelimpah berterap dangan anaktangga miring 30%, 10%, 0% (datar), dan yang tertinggi ditempati oleh pelimpah berterap dengan anaktangga miring 20%, (3) ada kecenderungan kuat bahwa pada pelimpah berterap dengan anaktangga miring = 30% menghasilkan peredaman energi yang semakin kecil dibandingkan dengan peredaman energi yang dihasilkan oleh pelimpah berterap lainnya
Pengaruh Sistem Pengapian Terhadap Produk Gas Buang yang Dihasilkan oleh Motor Toyota Type 5K
Salah platina dan elektronik pada satu faktor yang menyebabkan polusi udara di sekitar kita adalah gas buang hasil pembakaran bahan bakar dan udara yang ditimbulkan oleh banyaknya kendaraan di jalan raya. Selain itu dalam rangka era globalisasi semua produsen kendaraan bermotor dituntut untuk bersaing lebih ketat dalam memproduksi kendaraan yang praktis, ekonomis, dan selalu memperhatikan aspek lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan produk emisi gas buang yang teridiri dari carbon hidrogen, carbon monoksida, dan oksigen yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor Toyota 5K yang menggunakan sistem pengapian saat putaran rendah, menengah, dan tinggi. Sebagai objek penelitian digunakan motor Toyota 5K. Hasil yang diperoleh dari pengujian menunjukkan bahwa putaran motor dan sistem pengapian ada iteraksi yang signifikan dengan F rasio = 96,966 pada p < 0,05 terhadap emisi gas buang HC dan F rasio = 12, 801 pada p < 0,05 terhadap emisi gas buang CO. Hal ini berarti bahwa pada berbagai putaran motor, produk emisi gas buang paa sistem pengapian elektronik lebih rendah daripada sistem pengapian konvensional