Teknologi dan Kejuruan: Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya
Not a member yet
551 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBAKARAN SAMPAI DENGAN TEMPERATUR 400°C TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN BAHAN TAMBAH FLY ASH DAN SERBUK BATU GAMPING
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash dan serbuk batu gamping terhadap perubahan temperatur. Penelitian dilakukan dengan uji kuat tekan pada 40 silinder beton ukuran 15 cm x 30 cm. Kelompok kontrol adalah 20 beton normal, kelompok eksperimen adalah 20 benda uji yang diberi 25,00% fly ash dan 15,00% serbuk batu gamping dari berat total semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam keadaan tidak dibakar terdapat perbedaan kuat tekan beton antara beton normal sebesar 256,65 kg/cm2 dan beton dengan penambahan fly ash dan serbuk batu gamping sebesar 325,85 kg/cm2. Tidak terdapat pebedaan perubahan nilai kuat tekan beton akibat pembakaran antara beton normal dan beton dengan tambahan fly ash dan serbuk batu gamping. Akibat pembakaran pada suhu 400°C selama satu jam, beton normal dan beton dengan tambahan fly ash dan serubuk batu gamping mengalami penurunan nilai kuat tekan sebesar 5,17% dan 5,16%
KEEFEKTIFAN GURU, KETERTARIKAN SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Tujuan penelitian ini untuk memetakan tingkat keefektifan guru matematika SMK dan kemenarikan siswa dalam proses pembelajaran menggunakan metode pendekatan saintifik pada kurikulum 2013. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan subjek penelitian guru matematika dan siswa SMK yang menerapkan kurikulum 2013 se Malang Raya. Teknik pengambilan sampel dengan Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan: kuesioner, wawancara, dan data dianalisis dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan Guru Matematika SMK: persiapan pembelajaran efektif (62,40%); penerapan pembelajaran kurang efektif (47,00%) Siswa SMK: kurang tertarik pada aspek persiapan pembelajaran (52,86%); dan kurang tertarik pada penerapan pembelajaran (50,13%)
KESESUAIAN LABORATORIUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI PRODI TATA BOGA
Tujuan penelitian ini untuk: (1) Menganalisis kondisi sarana dan prasarana laboratorium; (2) kesesuaian sarana dan prasarana laboratorium Tata Boga Jurusan TI-FT UM dengan standar minimal laboratorium maupun yang telah dipersyaratkan Permendiknas No.40 tahun 2008. Metode penelitian dan analisis digunakan rancangan dan statistik deskriftif. Hasilpenelitian kondisi peralatan di Laboratorium Pastry (luas ruang 136m2,intensitas cahaya dan kuat arus pencahayaan 710 lux ) 82,57% sesuai standar minimal. Prasarana (lantai,warna dinding,sirkulasi udara, tempat cuci peralatan dan bahan)tersedia dan memadai. Kondisi laboratorium Produksi(jumlah peralatan, lantai keramik, sirkulasi udara) 56,00% sesuai dan memadai, didukung jendela sepanjang 12m dan exhouse fan dan kipas angin dibeberapa titik, rerataintensitas cahaya 990 lux dengan luas ruangan 80m2, kuat arus pencahayaan dalam laboratorium sangat memenuhi. Laboratorium Industri kondisi peralatan 50,00% memenuhi standar,luas ruang 96m2 untuk 30 mahasiswa kurang memenuhi. Intensitas cahaya 710 lux, kuat arus pencahayaan laboratorium sudah memenuhi, namun kondisi lantai belum memenuhi dari segi kemiringan dan material
PELAKSANAAN PENILAIAN PADA PEMBELAJARAN KOMPETENSI INTI KURIKULUM 2013 KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pelaksanaan penilaian pada kompetensi inti kurikulum 2013 Keahlian Teknik Gambar Bangunan Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan penilaian (1) Kompetensi Inti-1 sebesar 87,50% terlaksana baik, penilaian paling banyak menggunakan teknik observasi, dan paling sedikit menggunakan teknik jurnal; (2) Kompetensi Inti-2 sebesar 83,33% terlaksana baik, penilaian terbanyak menggunakan teknik observasi, dan paling sedikit menggunakan teknik penilaian antar peserta didik; (3) Kompetensi Inti-3 sebesar 91,67% terlaksana baik, penilaian terbanyak menggunakan teknik tes tulis, dan paling sedikit menggunakan teknik penilaian secara lisan; (4) Kompetensi Inti-4 sebesar 79,17% terlaksana baik, penilaian terbanyak menggunakan teknik tes praktik, dan paling sedikit menggunakan teknik portofolio
PENERAPAN MODEL PBL PADA MATA PELAJARAN TEKNIK KERJA BENGKEL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI, AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK
Tujuan penelitian ini untuk menerapkan model PBL untuk meningkatkan motivasi, aktifitas dan hasil belajar siswa di SMK. Metode penelitian yang digunakan adalah PTK. Siklus penelitian terdiri dari empat tahap yaitu: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) pengamatan/observasi; dan (4) refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah siswa Mekatronika kelas X SMKN 2 Singosari yang berjumlah 36 orang. Hasil penelitian adalah: (1) motivasi siswa ada peningkatan dari siklus ke 1 ke siklus ke 2 yaitu sebesar 3% dan siklus ke3 peningkatannya sebesar 11,00%; (2) hasil aktivitas siswa ada peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 82,00% dan terjadi peningkatan siklus 3 sebesar 88,00%; (3) sedangkan hasil belajar siswa ranah sikap juga mengalami peningkatan untuk kategori sangat baik sebesar 25,00%; (4) untuk ranah pengetahuan rerata dari siklus 1 sampai siklus ke3 mengalami peningkatan, dengan ketuntasan sebesar 100,00%; dan (5) ranah keterampilan sampai siklus 3 meningkat sebesar 3,75%
KERJASAMA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DAN INDUSTRI (STUDI KASUS PENDIDIKAN KELAS INDUSTRI SMK NASIONAL MALANG DENGAN ASTRA HONDA MOTOR)
Salah satu cara peningkatan mutu lulusan SMK Nasional adalah dengan melaksanakan pendidikan kelas industri bekerjasama dengan PT Astra Honda Motor. Oleh karena itu perlu dideskripsikan: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi, dan (4) faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan; pendidikan kelas kerjasama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada Semester ganjil 2016/2017 di SMK Nasional Malang. Hasil penelitian menggambarkan terdapat kerjasama yang berkategori baik antara kedua pihak dalam hal: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, dan (3) evaluasi, dan (4) mendapat dukungan yang positif dari komite sekolah dan warga sekolah (guru, staf administrasi, dan karyawan), serta industri. Faktor penghambat terungkap dari faktor siswa, yaitu meliputi: motivasi dan semangat belajar yang rendah.
PENGARUH PRAKTIK KERJA LAPANGAN TERHADAP SOFT SKILL SISWA SMK BIDANG KEAHLIAN JASA BOGA DI KOTA MALANG
Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) pengaruh PKL terhadap soft skill; dan (2) berapa besar pengaruh PKL terhadap soft skill siswa SMK Bidang Keahlian Jasa Boga di Kota Malang. Populasi penelitian siswa SMK Bidang Keahlian Jasa Boga yang sudah melaksanakan PKL dengan jumlah sampel 127 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKL berpengaruh terhadap soft skill siswa SMK Bidang Keahlian Jasa Boga di Kota Malang sebesar 50,50%. Keterampilan pemecahan masalah merupakan faktor yang paling mewakili soft skill dengan nilai ekstraksi 93,60%, dibandingkan keterampilan komunikasi, dan berpikir kritis 88,40%, keterampilan memahami antar pribadi 76,20%, dan keterampilan komunikasi tertulis 73,90%
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR K3 DAN HIGIENE SANITASI BERBASIS PBL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMK
Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan sebuah bahan ajar dalam bentuk buku ajar untuk mata pelajaran K3 dan Higiene Sanitasi yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Model pengembangan yang digunakan didasarkan pada tahap-tahap penelitian pengembangan Sukmadinata. Hasil data dianalisis dengan menggunakan program SPSS Ver.17 for Windows. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa secara keseluruhan penilaian tentang kelengkapan penyajian terhadap buku ajar hasil pengembangan berada pada kualifikasi Baik. Hasil uji coba produk menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar secara signifikan yang ditunjukkan dengan adanya kenaikan nilai hasil belajar siswa. Hal tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar pengembangan layak untuk digunakan dalam pembelajaran