Teknologi dan Kejuruan: Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya
Not a member yet
551 research outputs found
Sort by
KAJIAN KADAR SERAT, KALSIUM, PROTEIN, DAN SIFAT ORGANOLEPTIK CHIFFON CAKE BERBAHAN MOCAF SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI TERIGU
Study of Fiber, Calcium, and Protein Content and the Organoleptic Characteristics of Mocaf Chiffon Cake as an Alternative Substitution of Wheat Flour. This research aims to identify the physical properties, the hedonic quality, the level of preferences, as well as the fiber, calcium, and protein contents of mocaf chiffon cakes. Data is analyzed using t-test. The results show: (1) the physical properties of colors has colors L (brightness), a+ (redness), and b+ (yellowish); (2) the highest value of preference level of color is 4.28; (3) the highest value of the hedonic quality of flavors is 4.60; (4) the highest value of the chemical properties of calcium is 10.53, (5) the lowest value of the protein content is 5.97 g, and (6) the highest value of fiber content is 4.34 g. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, mutu hedonik, tingkat kesukaan, kandungan serat, kandungan kalsium, dan kandungan protein chiffon cake berbahan mocaf. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Data dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan: (1) sifat fisik warna memiliki kisaran warna L (kecerahan), a+ (kemerahan), dan b+ (kekuningan); (2) tingkat kesukaan warna memiliki nilai tertinggi 4,28; (3) mutu hedonik rasa memiliki nilai tertinggi 4,60; (4) sifat kimia kalsium memiliki nilai tertinggi 10,53; (5) kandungan protein memiliki nilai terendah 5,97g; dan (6) kandungan serat memiliki nilai tertinggi 4,34 g
PEMANFAATAN SPENT CATALYST RCC 15 LIMBAH PERTAMINA SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA CAMPURAN BETON
The utilization of spent catalyst of RCC 15 pertamina waste as an additive ingredient on a concrete mix. The Residual Spent Catalyst Catalyst Cracking (RCC) 15 is a waste of processing crude oil in the reactor. Recycling waste into a useful material is a solution to reduce waste pollution. The purpose of this study to determine the compressive-strength of concrete by varying the Spent Catalyst RCC 15 added. This study uses experimental designs by adding Spent Catalyst RCC 15 by 15%, 20%, 25%, and 30% of the weight of cement, in which 20 specimens are used in each group. The results show that more Spent Catalyst RCC 15 added to the concrete mix results in higher compressive strength. Spent Catalyst Residual Cracking Catalyst (RCC) 15 merupakan limbah dari pemrosesan minyak mentah didalam reactor. Pemakaian limbah menjadi bahan yang berfungsi merupakan suatu langkah untuk mengatasi pencemaran limbah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kuat tekan beton dari variasi penambahan Spent Catalyst RCC 15. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dari penambahan Spent Catalyst RCC 15 sebanyak 15%, 20%, 25%, dan 30% dari berat semen, dengan benda uji 20 buah pada masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak kadar Spent Catalyst RCC 15 yang ditambahkan pada campuran beton maka kuat tekannya makin besar
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) SMA NEGERI
The Implementation of Information and Communication Technology (ICT) Learning in Public Senior High School. This research aims to describe the condition of planning, implementation, and assessment of learning outcomes of the ICT learning in public senior high school (SMAN) in Malang. This research uses a quantitative approach with descriptive methods. This research analyzes 30 syllabus documents, 30 lesson plan (RPP) documents, 500 students, and 30 documents of the assessment of ICT subjects from five SMAN in Malang. The conclusions of this research are (1) the planning process of the ICT learning is categorized as good, (2) the implementation of ICT learning process is categorized as good, and (3) the assessment of learning outcomes of ICT is categorized as good. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran pada pembelajaran TIK SMAN di Kota Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian menganalisis 30 dokumen silabus, 30 dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), 500 siswa, dan 30 dokumen perangkat penilaian mata pelajaran TIK dari 5 SMAN di Kota Malang. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) perencanaan proses pembelajaran TIK termasuk dalam kategori baik, (2) pelaksanaan proses pembelajaran TIK termasuk dalam kategori baik, dan (3) penilaian hasil pembelajaran TIK termasuk dalam kategori baik
TINGKAT KESULITAN PEMBUATAN GAUN PAS BADAN
Difficulty Level of the Practicum of Making a Body-Fit Dress. This research aims to determine the difficulty level of the Practicum of Making a Body-Fit Dress. This research is a descriptive research with a quantitative approach. The sample in this research is the 62 students of academic year of 2011/2012, who have already taken the course of the Technique of Making Women's Clothing. Data were collected using a questionnaire. Data were analyzed using a descriptive statistic with percentage. The results showed that five out of six sub-variables have a difficulty level higher than 50.00%. The difficulty level of making a pattern 67.80%, rupturing a pattern 53.20%, laying a pattern on materials 66.20%, cutting 54.80% and sewing are 70.90% respectively. All of this difficulty levels are categorized as very difficult, difficult, and quite difficult. On the other hand, only one sub variable that has a difficulty level lower than 50.00%. This variable is finishing, which has a difficulty level of 43.60%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesulitan mahasiswa dalam Pembuatan Gaun Pas Badan. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 62 mahasiswa angkatan tahun 2011/2012 yang sudah menempuh matakuliah Teknik Pembuatan Busana Wanita. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis adalah statistik deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan dari keenam sub variabel 5 diantaranya menunjukkan kesulitan di atas 50,00%, yaitu tingkat kesulitan membuat pola (67,80%), pecah pola (53,20%), meletakkan kain pada bahan (66,20%), memotong (54,80%), dan menjahit (70,90%) yang semuanya tersebar pada kategori sangat sulit, sulit, dan cukup sulit. sedangkan untuk tingkat kesulitan yang di bawah 50,00% hanya satu sub variabel yaitu pada finishing, mencapai 43,60%
PEMETAAN KOMPETENSI, SIKAP, TANGGUNG JAWAB, DAN JUMLAH JAM GURU BERSERTIFIKAT PENDIDIK DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN DI SMK
Competency, Attitude, Responsibility, and Number of Hours of Educator Certified Teachers on Managing Learning in SMK.The objective of this research is to describe the competency, attitude, responsibility, and number of hours of educator certified teachers on managing learning in public vocational high school in Malang. This research employs a descriptive-quantitative approach. The research subjects are the educator certified teachers in SMKN Malang area. The instruments used to collect data are observation sheet, questionnaire, and documentation. Data is analyzed using percentage. The results of this research show that: (1) the profiles of pedagogical competency, attitude, social, and professional variables are categorized as competent, (2) the profiles of cognitive, and conative attitude are categorized as good, (3) affective attitude is categorized as very good, (4) the responsibility on applying the curriculum development is categorized as very high, (5) the performance of learning process is categorized as very high, (6) the process of conceling students category very high, and (7) the total number of managing learning hours is categorized as qualified. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kompetensi, sikap, tanggung jawab, dan jumlah jam guru bersertifikat pendidik dalam mengelola pembelajaran pada SMK Negeri se-Malang Raya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan subjek penelitian guru bersertifikat pendidik SMKN se-Malang Raya. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar pengamatan, angket dan dokumentasi. Data dianalisis dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional masuk kategori kompeten, (2) sikap kognitif, konatif kategori baik, (3) sikap afektif kategori sangat baik, (4) tanggung jawab melaksanakan pengembangan kurikulum kategori sangat tinggi, (5) melaksanakan pembelajaran termasuk kategori sangat tinggi, (6) membimbing siswa kategori sangat tinggi, dan (7) jumlah jam mengelola pembelajaran kategori memenuhi
URGENSI PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
The Urgency of Character Education Application in Vocational High School. Vocational education as part of the education subsystem in Indonesia aims to produce middle-level manpower. The competence factor becomes the main theme on recruiting and developing workforce. One thing that is never be forgotten by manager in the work environment is a person's character in addition to his experience, knowledge, and skills. Knowledge and skills can be learned, while the character education, which is extremely needed in the work environment, has less attention in the school. Character education is a process that never end. Character education is necessary for each individual to become a better person, being citizens, and become better citizens. To generate an employee candidate with strong character, character education should be early implemented in vocational high school. Pendidikan kejuruan sebagai bagian dari subsistem pendidikan yang ada di Indonesia bertujuan menghasilkan tenaga kerja tingkat menengah. Faktor kompetensi menjadi tema utama perekrutan dan pengembangan tenaga kerja. Satu hal yang tidak luput dari pengamatan para manajer di dunia kerja adalah karakter seseorang selain pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan. Pengetahuan dan keterampilan bisa dipelajari, sementara pendidikan karakter yang sangat diperlukan di dunia kerja masih kurang mendapat perhatian dari sekolah. Pendidikan karakter adalah proses yang tidak pernah berhenti. Pendidikan karakter diperlukan agar setiap individu menjadi orang yang lebih baik, menjadi warga masyarakat, dan warga negara yang lebih baik. Untuk menghasilkan calon tenaga kerja dengan karakter yang kuat, pendidikan karakter seharusnya diterapkan pada Sekolah Menengah Kejuruan sejak dini
EVALUASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN PADA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN DI UPT SMK
Competency Evaluation of Engineering Education in Building the Image in UPT SMK Negeri 1 Kalianget Sumenep. The purpose of this study was to determine: (1) the quality of student input, (2) the implementation of learning, and (3) student achievement Skills Competency Architecture Engineering. The study design used is descriptive research. The study population was the implementation of learning in Architecture Engineering Skills Competency Unit of SMK Negeri 1 Kalianget Sumenep. The samples were Class XII Skills Competency Architecture Engineering. Data collection tool is questionnaire and documentation, and analyzed using descriptive statistics. The results of the study as follows: (1) the quality of student input by the National Examination junior in the category quite well, (2) the implementation of learning quite well in the category, and (3) students' achievement in the category quite well. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) kualitas input siswa, (2) pelaksanaan pembelajaran, dan (3) prestasi belajar siswa Kompetensi Keahlian Teknik Gambar Bangunan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah pelaksanaan pembelajaran pada Kompetensi Keahlian Teknik Gambar Bangunan UPT SMK Negeri 1 Kalianget Sumenep. Sampel penelitian adalah Kelas XII Kompetensi Keahlian Teknik Gambar Bangunan. Alat pengumpulan data adalah angket dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) kualitas input siswa berdasar nilai Ujian Nasional SMP masuk kategori cukup baik, (2) pelaksanaan pembelajaran masuk kategori cukup baik, dan (3) prestasi belajar siswa masuk kategori cukup baik
PEMILIHAN KOMPETENSI KEAHLIAN, TINGKAT PEMAHAMAN VOKASIONAL, DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMK KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK BANGUNAN
The Selection of Expertise Competencies, Level of Vocational Understanding, and Student Achievement at Vocational High School of Skills Competency of Building Engineering. The purposes of this study include (1) investigating factors that influence students to select building engineering competency, and (2) differences in factors that influence on choosing vocational competency skills and level of vocational understanding on student achievement. The research design is an ex-post facto with 174 samples of vocational high school students in Tulungagung. Data is analyzed by using a descriptive and mean difference test. The results show that (1) the factor which mostly affect the selection of expertise is hobby (41.06%), (2) there is no significant difference between the selection factors of competency skills on student achievement, and (3) there are significant differences in the students’ level of vocational understanding on student achievement. Tujuan penelitian ini antara lain (1) mengetahui faktor yang mempengaruhi siswa dalam pemilihan kompetensi keahlian teknik bangunan, dan (2) perbedaan faktor pemilihan kompetensi keahlian dan tingkat pemahaman vokasional terhadap prestasi belajar siswa. Rancangan penelitian adalah expost facto dengan sampel 174 siswa SMK di Tulungagung. Data dianalisis menggunakan deskriptif dan uji beda rerata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor terbesar (41,06%) yang mempengaruhi pemilihan keahlian adalah hobi, (2) tidak ada perbedaan yang signifikan diantara faktor pemilihan kompetensi keahlian terhadap prestasi siswa, dan (3) ada perbedaan yang signifikan tingkat pemahaman vokasional siswa terhadap prestasi belajar siswa
PERILAKU CANGKANG TIPIS KOMPOSIT BAMBU BETON DENGAN PEMBEBANAN LENTUR
Thin shell behavior of a concrete bamboo composite with bend loading. Shell structure is usually reinforced by steel for its strenght and ductility. A woven-bamboo composite can be used as an alternative reinforcement on a shell structure. The purpose of this study was to compare the load capacity of the shell that has a size of (120 x 60) cm with a curve corner of 54 degree and bamboo bars spacing variation of 10cm, 8cm and 6cm. Each variation has three testing specimens, and uses one-way shell structure model. The load was set 3-points line-load. The result of study show that varying bamboo reinforcement space results in no significant difference between each thin shell. The conclusion is when the shell structure works in a full compression, the reinforcement functions as a confinement only. Struktur cangkang umumnya menggunakan tulangan baja untuk perkuatan dan daktilitas. Penggunaan komposit anyaman bambu dapat digunakan sebagai alternatif tulangan pada struktur cangkang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kapasitas beban dari cangkang yang berukuran (120 x 60) cm degan sudut lengkung 54 derajat dengan variasi jarak tulangan bambu yaitu 10cm, 8cm, dan 6cm. Masing-masing tiga benda uji, dan menggunakan model sruktur cangkang 1 arah. Pembebanan dengan menggunakan beban garis pada 3 lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkang tipis dengan menggunakan variasi jarak tulangan bambu, tak terlihat adanya pengaruh yang signifikan. Simpulan yang dapat diambil bahwa dalam struktur cangkang bekerja gaya tekan penuh, tulangan hanya bekerja sebagai pengekang.
PENGARUH PENYULUHAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DAN SIKAP IBU MENYUSUI DI KECAMATAN KANIGORO KABUPATEN BLITAR
The Effect of Counseling on Exclusive Breastfeeding on Nursing Mothers’ Knowledge and Attitudes in Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. The purpose of this study is to determine the effect of counseling on exclusive breastfeeding on nursing mothers’ knowledge and attitudes in Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Data is collected through tests and questionnaires from 104 respondents. The results show a significant effect of counseling on nursing mothers’ knowledge and attitudes on exclusive breastfeeding. In addition, there is also a significant different in exclusive breastfeeding knowledge and attitudes among nursing mothers who are educated by using pocket books method, simulation methods, and without being given any method.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan ASI Eksklusif terhadap pengetahuan ibu menyusui dan sikap ibu menyusui di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Data dikumpulkan melalui tes dan angket dari 104 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu menyusui dalam pemberian ASI eksklusif. Selain itu diketahui pula perbedaan pengetahuan dan sikap ibu menyusui tentang ASI eksklusif antara ibu yang diberi penyuluhan dengan metode buku saku, ibu yang diberi penyuluhan dengan metode simulasi, dan ibu yang diberi penyuluhan tanpa diberi metode apapun